Institut Agama Islam Negeri (IAIN)
Kendari
PIAUD
Selamat Datang
Materi :
Integrasi Pengembangan Agama & Moral
Anak Usia Dini
Dalam Kurikulum Berbasis Cinta
Kurikulum = berasal dari bahasa Latin curriculum, bermakna “lintasan” atau
“jalur” yang merujuk pada serangkaian mata pelajaran.
Namun, definisi ini dinilai reduktif karena hanya fokus pada isi, mengabaikan pengalaman belajar dan
pengembangan holistik murid.
Kurikulum
Para pakar kemudian memperluas pemahaman ini.
Saylor & Alexander (1966)
“upaya total sekolah untuk mencapai hasil yang diinginkan”, baik di dalam maupun di luar kelas.
Smith dkk. (1957)
Mendefinisikannya sebagai “serangkaian pengalaman potensial di sekolah” untuk mendisiplinkan cara berpikir dan bertindak murid secara kelompok
Kurikulum
4 Dimensi Kurikulum
Kurikulum Berbasis Cinta >>> berfokus pada kebutuhan emosional, sosial, dan psikologis murid, serta mendorong mereka untuk menjadi orang yang mandiri, kreatif, dan memiliki rasa tanggung jawab terhadap diri sendiri dan masyarakat.
Kurikulum Berbasis Cinta
Relevansi Kurikulum Berbasis Cinta meliputi
1. Pusat Perhatian pada Murid
Kurikulum dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan minat murid, bukan hanya untuk memenuhi tujuan akademis.
2. Pengalaman Belajar yang Bermakna
Belajar harus menjadi pengalaman yang bermakna dan relevan dengan
kehidupan murid sehingga mereka dapat mengembangkan pemahaman yang
lebih dalam tentang diri mereka sendiri dan dunia sekitar.
3. Keterlibatan Emosional
Proses belajar bukan hanya fokus pada aspek kognitif atau intelektual saja,
melainkan harus melibatkan emosi dan perasaan murid
4. Hubungan yang Mendukung
Guru bukan hanya sebagai pengajar yang otoritatif, melainkan berperan sebagai
fasilitator yang mendukung dan memfasilitasi proses belajar murid.
Tujuan Kurikulum Berbasis Cinta
1. Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya
2. Cinta kepada Diri dan Sesama
3. Cinta kepada Ilmu Pengetahuan
4. Cinta kepada Lingkungan
5. Cinta kepada Bangsa dan Negeri
Perangkat Pembelajaran TK/RA
TUGAS :
MEMBUAT RPPM DAN RPPH KBC