Merancang Projek Penguatan �Profil Pelajar Pancasila
Materi Diskusi
Pentingnya projek penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai program untuk mencapai dimensi Profil Pelajar Pancasila
Prinsip-prinsip projek penguatan Profil Pelajar Pancasila penerjemahannya dalam implementasi di satuan pendidikan
A
B
Peran pengawas dalam membimbing satuan pendidikan dalam penerapan dan pengelolaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
D
C
Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan
M
T
W
T
F
Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada siswa untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam projek penguatan ini, siswa memiliki kesempatan untuk mengupas dan memahami tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dll., sehingga siswa bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tema ini dapat berubah setiap tahunnya, ditentukan oleh pemerintah pusat (Kemdikbud) berdasarkan isu yang diprioritaskan.
Sumber: OECD (2018)
“... perlulah anak-anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri, dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”
Latar Belakang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
“Konsep karakter yang lebih kompleks terbangun sebagai hasil sintesis beberapa dimensi, sebagai contoh konsep nasionalisme” ��dikutip dari naskah akademik
Nasionalisme terbangun dalam diri pelajar Indonesia sebagai buah dari perkembangan elemen sekurang-kurangnya dari 3 (tiga) dimensi: elemen Akhlak bernegara dalam dimensi (1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, kepedulian pada sesama yang merupakan bagian dari dimensi (2) Bergotong Royong, serta dimensi (3) Berkebinekaan Global.
Pelajar Indonesia terbangun identitas dirinya secara matang dan memiliki nilai-nilai nasionalisme yang tertanam kuat, seiring dengan terbangunnya rasa kemanusiaan. Dengan demikian, kecintaannya pada tanah air serta tekadnya untuk membela keutuhan bangsa dan Negara Indonesia berkembang sejalan dengan kesadarannya bahwa ia adalah bagian dari warga dunia yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan universal. Keseimbangan identitas diri sebagai warga negara yang nasionalis dan warga dunia yang humanis mendorong pelajar Indonesia memiliki jati diri yang kuat dalam merepresentasikan budaya luhur bangsanya, terbuka, inklusif, dan siap berkontribusi untuk memajukan bangsanya dan dunia
Penerapan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah
Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri
Budaya Sekolah
Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah
Intrakurikuler
Muatan Pelajaran
Kegiatan/ pengalaman belajar
Projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila
Pembelajaran berbasis projek yang kontekstual dan interaksi dengan lingkungan sekitar
Ekstrakurikuler
Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat
Pelajar
Indonesia
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Berdasarkan penjelasan di slide sebelumnya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal mengenai projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, di antaranya:
Apakah Anda sudah memahami perbedaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan projek pada kegiatan intrakulikuler?
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Hal-hal yang perlu diketahui mengenai projek penguatan Profil Pelajar Pancasila
Sumber: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud 2021.
Dimensi dan Elemen �Profil Pelajar Pancasila
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia | Berkebhinekaan Global | Bergotong Royong | Mandiri | Bernalar Kritis | Kreatif |
|
|
|
|
|
|
Menentukan Dimensi P5
Prinsip Pengembangan Projek
Berpusat pada Peserta Didik
Eksploratif
Kontekstual
Holistik
1. Menentukan Alokasi Jam Projek Pertahun
Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak
Penghitungan Jam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
Menentukan waktu pelaksanaan
1. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.�
2. Mengalokasikan 1・ jam pelajaran di akhir hari khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.�
3. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan), di mana semua pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan
Yuk Latihan Bersama
2. Membentuk Tim Fasilitasi Projek
Pembagian peran dalam pelaksanaan Projek
Satuan Pendidikan
Koordinator Projek
Tim Pendidik
3. Identifikasi tahapan kesiapan satuan Pendidikan dalam menjalankan projek
4. Pemilihan Tema Umum
Tema-Tema Projek Dasmen, Diksus, & Kejuruan.
Kearifan Lokal (SD/SDLB-SMA/SMALB/SMK) Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. | Rekayasa dan Teknologi (SD-SMA/SMK) Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya. | Kewirausahaan (SD-SMA/SMK) Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat. | Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/SMK) Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. |
Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA/SMK) Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya. | Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD- SMA/SMK) Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya. | Suara Demokrasi (SMP-SMA/SMK) Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam dunia kerja. | Kebekerjaan (Tema wajib di SMK) Membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada kebutuhan dunia kerja terkini. |
5. Menentukan Topik spesifik
Pemilihan Elemen dan Sub Elemen P5 serta penentuan Kriteria Pencapaian
[CONTOH] Dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar�Pancasila dalam Modul Projek
Pengembangan Tema
6. Eksplorasi dan Pengembangan Alur Projek
Contoh 1
Contoh 2: Tema Gaya Hidup Berkelanjutan SMP
Judul Projek:
Sampahku Tanggung Jawabku
Tim Faslitator Projek:
Kepsek, Tim Guru Kelas 7
Alokasi Waktu:
120 JP
Tingkat Kesiapan
Tahap Awal
Contoh Alur Aktivitas Modul Projek SMP
48
Sub-elemen yang disasar
Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan
Topik: Sampahku, Tanggungjawabku
Total waktu: 57 JP
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim | ||||
1. Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah | 2. Eksplorasi Isu | 3. Refleksi awal | 4. Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah | 5. Diskusi Kritis Masalah Sampah |
Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat | ||||
6. Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data | 7. Trash Talk: Sampah di Sekolahku | 8. Pengorganisasian Data Secara Mandiri | 9. Asesmen Formatif Presentasi: Sampah di Sekolahku | |
Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata | ||||
10. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada | 11. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Peranku dan Solusiku | 12. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Menentukan Karakteristik Poster yang Baik | 13. Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku: Membuat Poster | 14. Asesmen Formatif Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku |
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis | ||||
15. Asesmen Sumatif Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku | 16. Asesmen Sumatif Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan | 17. Mari Beraksi Sambil Refleksi Mengelola Sampah di Sekolah | | |
Langkah Kegiatan
Dimensi dan Elemen �Profil Pelajar Pancasila
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia | Berkebhinekaan Global | Bergotong Royong | Mandiri | Bernalar Kritis | Kreatif |
|
|
|
|
|
|
Latihan Modul Projek
Elemen dan Sub Elemen yang disasar:
Dimensi Profil Pelajar Pancasila:
Informasi Utama
Tujuan Projek:
Modul Projek fase ….
Tema :
Topik :
Total Waktu : JP
Asesmen Diagnostik:…………………………. | |||
Tahap Pengenalan. | |||
Langkah 1.
| Langkah 2. | Langkah 3. | |
Tahap Kontekstualisasi. | |||
Langkah 4. | Langkah 5. | Langkah 6. P | |
Tahap aksi. | |||
Langkah 7. | Langkah 8.Melakukan praktik | Langkah 9. | Langkah dst.. . |
Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. | |||
Langkah 10. | Langkah 11. Asesmen Sumatif: | Langkah dst... | |
Alur Kegiatan
7. Membuat Modul P5
Komponen Modul P5
I. Asesmen Sebagai Bagian dari Desain Projek
Yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Asesmen
Terima kasih