1 of 74

Merancang Projek Penguatan �Profil Pelajar Pancasila

2 of 74

Materi Diskusi

Pentingnya projek penguatan Profil Pelajar Pancasila sebagai program untuk mencapai dimensi Profil Pelajar Pancasila

Prinsip-prinsip projek penguatan Profil Pelajar Pancasila penerjemahannya dalam implementasi di satuan pendidikan

A

B

Peran pengawas dalam membimbing satuan pendidikan dalam penerapan dan pengelolaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

D

C

Implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila di satuan pendidikan

3 of 74

M

T

W

T

F

Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan kepada siswa untuk “mengalami pengetahuan” sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya. Dalam projek penguatan ini, siswa memiliki kesempatan untuk mengupas dan memahami tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi dll., sehingga siswa bisa melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Tema ini dapat berubah setiap tahunnya, ditentukan oleh pemerintah pusat (Kemdikbud) berdasarkan isu yang diprioritaskan.

Sumber: OECD (2018)

“... perlulah anak-anak [Taman Siswa] kita dekatkan hidupnya kepada perikehidupan rakyat, agar supaya mereka tidak hanya memiliki ‘pengetahuan’ saja tentang hidup rakyatnya, akan tetapi juga dapat ‘mengalaminya’ sendiri, dan kemudian tidak hidup berpisahan dengan rakyatnya.”

4 of 74

Latar Belakang Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

  • Dalam penguatan karakter dan kompetensi umum (transversal atau general competences), penting bagi siswa belajar lintas ilmu. Namun demikian, pembelajaran berbasis projek ini belum menjadi kebiasaan di kebanyakan sekolah di Indonesia, sehingga perlu dukungan kebijakan pusat.
  • Projek penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah terjemahan dari pengurangan beban belajar di kelas (intrakurikuler) sebagaimana rekomendasi kajian-kajian internasional, agar siswa memiliki lebih banyak kesempatan untuk belajar di setting yang berbeda (less formal, less structured, more interactive, engaged in community)
  • Siswa perlu lebih peka terhadap isu-isu terkait SDGs. Mengeksplorasi isu tersebut lebih banyak di luar mata pelajaran dalam bentuk projek memberikan ruang lebih besar untuk mengenali, memahami, dan mendalami isu tersebut. Diharapkan, siswa dapat menjadi warga Indonesia dan warga dunia yang bertanggung jawab dan aktif berkontribusi

5 of 74

“Konsep karakter yang lebih kompleks terbangun sebagai hasil sintesis beberapa dimensi, sebagai contoh konsep nasionalisme” ��dikutip dari naskah akademik

Nasionalisme terbangun dalam diri pelajar Indonesia sebagai buah dari perkembangan elemen sekurang-kurangnya dari 3 (tiga) dimensi: elemen Akhlak bernegara dalam dimensi (1) Beriman, Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia, kepedulian pada sesama yang merupakan bagian dari dimensi (2) Bergotong Royong, serta dimensi (3) Berkebinekaan Global.

Pelajar Indonesia terbangun identitas dirinya secara matang dan memiliki nilai-nilai nasionalisme yang tertanam kuat, seiring dengan terbangunnya rasa kemanusiaan. Dengan demikian, kecintaannya pada tanah air serta tekadnya untuk membela keutuhan bangsa dan Negara Indonesia berkembang sejalan dengan kesadarannya bahwa ia adalah bagian dari warga dunia yang menghargai nilai-nilai kemanusiaan universal. Keseimbangan identitas diri sebagai warga negara yang nasionalis dan warga dunia yang humanis mendorong pelajar Indonesia memiliki jati diri yang kuat dalam merepresentasikan budaya luhur bangsanya, terbuka, inklusif, dan siap berkontribusi untuk memajukan bangsanya dan dunia

6 of 74

Penerapan Profil Pelajar Pancasila di Sekolah

Profil Pelajar Pancasila adalah karakter dan kemampuan yang dibangun dalam keseharian dan dihidupkan dalam diri

Budaya Sekolah

Iklim sekolah, kebijakan, pola interaksi dan komunikasi, serta norma yang berlaku di sekolah

Intrakurikuler

Muatan Pelajaran

Kegiatan/ pengalaman belajar

Projek untuk penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pembelajaran berbasis projek yang kontekstual dan interaksi dengan lingkungan sekitar

Ekstrakurikuler

Kegiatan untuk mengembangkan minat dan bakat

Pelajar

Indonesia

7 of 74

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Berdasarkan penjelasan di slide sebelumnya, kita dapat menyimpulkan beberapa hal mengenai projek penguatan Profil Pelajar Pancasila, di antaranya:

  1. Bersifat lintas disiplin (Tidak terikat pada satu mata pelajaran).
  2. Merupakan model pembelajaran yang melibatkan murid dalam proses mengamati dan memikirkan solusi terhadap pemasalahan di lingkungan sekitarnya.
  3. Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis projek (project based learning).
  4. Memiliki perbedaan dengan pembelajaran berbasis projek di program intrakulikuler dalam hal fleksibilitas struktur pembelajaran.
  5. Bertujuan menguatkan berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila (bukan untuk mencapai CP Bidang Studi).

Apakah Anda sudah memahami perbedaan projek penguatan Profil Pelajar Pancasila dengan projek pada kegiatan intrakulikuler?

8 of 74

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai projek penguatan Profil Pelajar Pancasila

  1. Dilaksanakan setiap tahun di semua tingkatan kelas.
  2. Total alokasi waktu projek di jenjang dasar, menengah, diksus, dan kejuruan adalah 20-30% dari keseluruhan total JP dalam satu tahun, sementara di PAUD alokasi kegiatan projek dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. (Projek di PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan internasional.)
  3. Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema tersebut, sekolah dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan konteks kebutuhan.
  4. Sekolah berwenang untuk merancang alokasi waktu kegiatan projek dan menyusun tim kepanitiaan yang akan memfasilitasi kegiatan projek.
  5. Pemerintah menyediakan beragam contoh modul projek. Pada tahap awal guru diharapkan dapat mengadaptasi modul tersebut sesuai dengan kondisi dan kebutuhan sekolah, sementara pada tahap lanjutan guru diharapkan dapat merancangnya secara mandiri.

Sumber: Panduan Pengembangan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud 2021.

9 of 74

Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Berkebhinekaan Global

Bergotong Royong

Mandiri

Bernalar Kritis

Kreatif

  1. Akhlak beragama
  2. Akhlak pribadi
  3. Akhlak kepada manusia
  4. Akhlak kepada alam
  5. Akhlak bernegara
  1. Mengenal dan menghargai budaya bangsa Indonesia dan dunia
  2. Komunikasi dan interaksi antar budaya
  3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan
  4. Berkeadilan sosial
  1. Kolaborasi
  2. Kepedulian
  3. Berbagi
  1. Pemahaman diri dan situasi
  2. Regulasi diri
  1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
  2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
  3. Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

  1. Menghasilkan gagasan yang orisinal
  2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
  3. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

10 of 74

11 of 74

Menentukan Dimensi P5

12 of 74

Prinsip Pengembangan Projek

Berpusat pada Peserta Didik

Eksploratif

Kontekstual

Holistik

13 of 74

14 of 74

1. Menentukan Alokasi Jam Projek Pertahun

Mengacu kepada Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 162/M/2021 tentang Program Sekolah Penggerak

15 of 74

Penghitungan Jam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

16 of 74

Menentukan waktu pelaksanaan

  1. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.
  2. Mengalokasikan 1・ jam pelajaran di akhir hari khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.
  3. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan), di mana semua pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan.

17 of 74

18 of 74

19 of 74

1. Menentukan satu hari dalam seminggu untuk pelaksanaan projek (misalnya hari Jumat). Seluruh jam belajar pada hari itu digunakan untuk projek.�

20 of 74

2. Mengalokasikan 1・ jam pelajaran di akhir hari khusus untuk mengerjakan projek. Bisa digunakan untuk eksplorasi di sekitar satuan pendidikan sebelum peserta didik pulang.�

21 of 74

3. Mengumpulkan dan memadatkan pelaksanaan tema dalam satu periode waktu (misalnya 2 minggu atau 1 bulan), di mana semua pendidik berkolaborasi mengajar projek setiap hari selama durasi waktu yang ditentukan

22 of 74

Yuk Latihan Bersama

  • Membentuk kelompok terdiri dari 3 sd 6 Orang
  • Membuka Kepmendikbudristek No 56-M- ttg Pedoman Penerapan Kurikulum
  • Menentukan Jumlah alokasi waktu P5 (20% sd 30%) dari jumlah Mapel
  • Menentukan bentuk pejadwalan pelaksanaan P5

23 of 74

2. Membentuk Tim Fasilitasi Projek

24 of 74

Pembagian peran dalam pelaksanaan Projek

Satuan Pendidikan

    • Menyiapkan system perencanaan, evaluasi, refleksi
    • Kolaborasi dengan NS
    • Komunikasi P5 kepada ortu dan Mitra
    • Memastikan beban kerja pendidik tidak dikurangi
    • Melibatkan BK
    • Menyiadakan sarpras dan pembiayaan

Koordinator Projek

    • Menentukan Koordinator (Kasek atau pendidik)
    • Koordinator dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengembangkan Projek
    • Mengelola system yang dibutuhkan untuk menyelesaikan projek
    • Memastikan terjadinya kolaborasi antar pendidik dalam pelaksanaan projek
    • Memastikan asesmen yang diberikan sesuai dengkriteria kesuksesan yang sudah ditetapkan.

Tim Pendidik

    • Memperhatikan kebutuhan dan minat belajar setiap peserta didik
    • Memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendalami isu atau topik pembelajaran yang kontekstual dengan tema projek sesuai minat masing-masing peserta didik.
    • Mengumpulkan kebutuhan sumber belajar
    • Dst.

25 of 74

3. Identifikasi tahapan kesiapan satuan Pendidikan dalam menjalankan projek

26 of 74

27 of 74

4. Pemilihan Tema Umum

28 of 74

Tema-Tema Projek Dasmen, Diksus, & Kejuruan.

Kearifan Lokal

(SD/SDLB-SMA/SMALB/SMK)

Membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi

(SD-SMA/SMK)

Berkolaborasi dalam melatih daya pikir kritis, kreatif, inovatif, sekaligus kemampuan berempati untuk berekayasa membangun produk berteknologi yang memudahkan kegiatan dirinya dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan

(SD-SMA/SMK)

Mengidentifikasi potensi ekonomi di tingkat lokal dan masalah yang ada dalam pengembangan potensi tersebut, serta kaitannya dengan aspek lingkungan, sosial dan kesejahteraan masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika (SD-SMA/SMK)

Mengenal belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman kelompok agama dan kepercayaan yang dianut oleh masyarakat sekitar dan di Indonesia serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan (SD-SMA/SMK)

Memahami dampak dari aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya (SD- SMA/SMK)

Membangun kesadaran dan keterampilan untuk memelihara kesehatan fisik dan mental, baik untuk dirinya maupun orang sekitarnya.

Suara Demokrasi

(SMP-SMA/SMK)

Merefleksikan makna demokrasi dan memahami implementasi demokrasi serta tantangannya dalam konteks yang

berbeda, termasuk dalam organisasi sekolah dan/atau dalam

dunia kerja.

Kebekerjaan

(Tema wajib di SMK)

Membangun pemahaman terhadap ketenagakerjaan, peluang kerja, serta kesiapan kerja untuk meningkatkan

kapabilitas yang sesuai dengan keahliannya, mengacu pada

kebutuhan dunia kerja terkini.

29 of 74

30 of 74

5. Menentukan Topik spesifik

  • Menentukan Dimensi Profil Pelajar Pancasila
  • Menentukan Topik Spesifik dengan mengembangkan tema

31 of 74

Pemilihan Elemen dan Sub Elemen P5 serta penentuan Kriteria Pencapaian

32 of 74

33 of 74

[CONTOH] Dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar�Pancasila dalam Modul Projek

34 of 74

35 of 74

Pengembangan Tema

36 of 74

37 of 74

38 of 74

39 of 74

6. Eksplorasi dan Pengembangan Alur Projek

40 of 74

41 of 74

42 of 74

43 of 74

Contoh 1

44 of 74

45 of 74

46 of 74

47 of 74

Contoh 2: Tema Gaya Hidup Berkelanjutan SMP

Judul Projek:

Sampahku Tanggung Jawabku

Tim Faslitator Projek:

Kepsek, Tim Guru Kelas 7

Alokasi Waktu:

120 JP

Tingkat Kesiapan

Tahap Awal

48 of 74

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek SMP

48

Sub-elemen yang disasar

  • Memahami Keterhubungan Ekosistem Bumi
  • Menjaga Lingkungan Alam Sekitar
  • Kerja sama
  • Koordinasi Sosial
  • Mengajukan pertanyaan
  • Mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan

Modul Projek Fase D

Tema: Gaya Hidup Berkelanjutan

Topik: Sampahku, Tanggungjawabku

Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

  • Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
  • Gotong royong
  • Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan iklim

1.

Perkenalan: Perubahan Iklim dan Masalah Pengelolaan Sampah

2.

Eksplorasi Isu

3.

Refleksi awal

4.

Kunjungan ke TPA/ Komunitas Peduli Sampah

5.

Diskusi Kritis Masalah Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.

Pengumpulan, Pengorganisasian, dan Penyajian Data

7.

Trash Talk:

Sampah di Sekolahku

8.

Pengorganisasian Data Secara Mandiri

9.

Asesmen Formatif

Presentasi: Sampah di Sekolahku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Eksplorasi program pengelolaan sampah yang ada

11.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Peranku dan Solusiku

12.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Menentukan Karakteristik Poster yang Baik

13.

Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku:

Membuat Poster

14.

Asesmen Formatif

Simulasi Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.

Asesmen Sumatif

Pameran Poster Aksi Nyata Sayangi Sekolahku

16.

Asesmen Sumatif

Evaluasi Solusi Yang Ditawarkan

17.

Mari Beraksi Sambil Refleksi

Mengelola Sampah di Sekolah

49 of 74

50 of 74

Langkah Kegiatan

  1. Dalam Kelompok Kerja tentukan Tema dalam jenjang (SD,SMP,SMA/K, Tim Fasilitasi Projek, Tahap Kesiapan Sekolah dan Alokasi Waktu
  2. Menentukan Topik Spesifik ( Dimensi P3 dan Pengembangan Tema)
  3. Menyusun Eksplorasi dan Pengembangan Alur Projek

51 of 74

Dimensi dan Elemen Profil Pelajar Pancasila

Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia

Berkebhinekaan Global

Bergotong Royong

Mandiri

Bernalar Kritis

Kreatif

  1. Akhlak beragama
  2. Akhlak pribadi
  3. Akhlak kepada manusia
  4. Akhlak kepada alam
  5. Akhlak bernegara
  1. Mengenal dan menghargai budaya bangsa Indonesia dan dunia
  2. Komunikasi dan interaksi antar budaya
  3. Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebhinekaan
  4. Berkeadilan sosial
  1. Kolaborasi
  2. Kepedulian
  3. Berbagi
  1. Pemahaman diri dan situasi
  2. Regulasi diri
  1. Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan
  2. Menganalisis dan mengevaluasi penalaran
  3. Merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya sendiri

  1. Menghasilkan gagasan yang orisinal
  2. Menghasilkan karya dan tindakan yang orisinal
  3. Memiliki keluwesan berpikir dalam mencari alternatif solusi permasalahan

52 of 74

Latihan Modul Projek

Elemen dan Sub Elemen yang disasar:

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Informasi Utama

Tujuan Projek:

Modul Projek fase ….

Tema :

Topik :

Total Waktu : JP

53 of 74

Asesmen Diagnostik:………………………….

Tahap Pengenalan.

Langkah 1.

Langkah 2.

Langkah 3.

Tahap Kontekstualisasi.

Langkah 4.

Langkah 5.

Langkah 6.

P

Tahap aksi.

Langkah 7.

Langkah 8.Melakukan praktik

Langkah 9.

Langkah dst..

.

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut.

Langkah 10.

Langkah 11.

Asesmen Sumatif:

Langkah dst...

Alur Kegiatan

54 of 74

7. Membuat Modul P5

55 of 74

Komponen Modul P5

56 of 74

57 of 74

58 of 74

59 of 74

60 of 74

I. Asesmen Sebagai Bagian dari Desain Projek

Yang harus dipertimbangkan dalam menentukan Asesmen

  1. Pertimbangkan keberagaman kondisi peserta didik dan sesuaikan metode asesmen. Tidak semua jenis asesmen cocok untuk semua kegiatan dan individu peserta didik.
  2. Pertimbangkan tujuan pencapaian projek dan membuat asesmen yang bukan hanya berfokus pada produk pembelajaran, tetapi berfokus pada dimensi, elemen, dan sub-elemen Profil Pelajar Pancasila yang disasar
  3. Pembuatan indikator perkembangan sub-elemen antarfase di awal projek berguna untuk memperjelas tujuan projek
  4. Bangun keterkaitan antara asesmen diagnostik, formatif, dan sumatif. Hasil dari asesmen diagnostik dapat dipakai
  5. Jelaskan tujuan asesmen dan libatkan peserta didik dalam proses asesmen. Misalnya, peserta didik dapat memilih topik yang akan dinilai, metode asesmen (tertulis/tidak tertulis,presentasi/pembuatan poster)

61 of 74

62 of 74

63 of 74

64 of 74

65 of 74

66 of 74

67 of 74

68 of 74

69 of 74

70 of 74

71 of 74

72 of 74

73 of 74

74 of 74

Terima kasih