1 of 8

PERAN KADER DALAM PROGRAM MTBS DAN PKAT

2 of 8

LATAR BELAKANG

  • Untuk menekan angka kesakitan dan kematian an bayi dan balita serta anak bebas gizi buruk maka diperlukan pelayanan kesehatan yang terstandar.
  • MTBS masuk dalam Standar Pelayanan Minimal Kab/Kota
  • Dengan menerapkan MTBS diharapkan terjadi peningkatan penemuan kasus, semakin banyak balita yang dapat dicegah dari kematian, terjadi penurunan morbiditas serta intervensi yang dipilih sesuai fokus permsalahan.

3 of 8

Peran Kader dalam Program MTBS

  • Kader berperan sebagai ujung tombak penggerak masyarakat, pemantau tumbuh kembang, serta edukator dalam program MTBS di Posyandu
  • Kader melakukan penimbangan, pengukuran antropometri, deteksi dini stunting/penyakit, penyuluhan gizi/ASI, serta merujuk balita sakit ke puskesmas
  • Kader sebagai pendamping teknis dan pencatatan data

4 of 8

Peran spesifik kader kesehatan dalam Program MTBS - M

  • Penggerak dan Motivator

Mengajak orang tua membawa balita ke Posyandu untuk pemantauan, pemeriksaan kesehatan secara rutin

​

  • Deteksi Dini Tumbuh Kembang

Melakukan pengukuran BB, TB/PB, Lingkar Kepala, LILA, dan deteksi dini risiko stunting serta masalah perkembangan

​

  • Pelaksana MTBS Berbasis Masyarakat (MTBS-M)

Melakukan pengamatan awal (skrining) pada gejala penyakit seperti diare, pneumonia, dan demam serta melakukan rujukan segera ke nakes/fasyankes jika ditemukan tanda bahaya

5 of 8

Peran spesifik kader kesehatan dalam Program MTBS - M

  • Penyuluhan dan Edukasi

Memberikan edukasi terkait Gizi, MPASI, ASI eksklusif, dan perawatan kesehatan balita di rumah

​

  • Pencatatan dan Pelaporan

Mengisi Buku KIA dan memantau status gizi serta perkembangan anak secara berkala

​

6 of 8

Peran Kader dalam Program PKAT

  • Sebagai penggerak masyarakat, pendamping teknis, pencatat data
  • Kader aktif melakukan sosialisasi, mengundang sasaran (terutama bayi usia 6-7 bulan), memantau antopometri
  • Mendampingi Nakes dalam deteksi dini tumbuh kembang dan penyuluhan pola asuh

7 of 8

Peran detail kader kesehatan dalam PKAT

  • Penggerak dan Edukator Masyarakat

Kader menggerakkan masyarakat, terutama orang tua yang memiliki bayi usia 6 bulan hingga 7 bulan kurang 1 hari, untuk menghadiri kegiatan PKAT di Puskesmas atau Posyandu

​

  • Registrasi dan Pemantauan Data

Melakukan registrasi, pencatatan identitas, dan pengisian data awal pada buku KIA

​

  • Peksana Pengukuran Antropometri

Membantu melakukan pengukuran BB,TB/PB, LILA dan Lingkar Kepala untuk menilai status Gizi anak

8 of 8

Peran detail kader kesehatan dalam PKAT

  • Pendampingan Skrining

Mendapingi bidan atau dokter dalam memantau tumbuh kembang, termasuk pemeriksaan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP) dan tes daya dengar

​

  • Evaluasi dan Konferensi Hasil

Ikut serta dalam konferensi bersama tenaga Puskesmas untuk mengevaluasi hasil pemeriksaan dan memastikan tindak lanjut atau rujukan dilakukan jika ditemukan masalah kesehatan

​

Dengan peran tersebut, kader kesehatan menjadi ujung tombak dalam memastikan cakupan deteksi dini masalah kesehatan anak bisa tercapai secara optimal