1 of 47

PENGOLAHAN HASIL HUTAN

Dr. FARAH DIBA, S.Hut, M.Si

2 of 47

Pengolahan Hasil Hutan

  1. Kayu lapis
  2. Papan partikel
  3. Papan semen
  4. Papan laminasi
  5. Papan serat

3 of 47

PENDAHULUAN

  • Pemenuhan kebutuhan kayu dilakukan dengan proses pengolahan kayu yang produknya disebut papan tiruan.
  • Pengertian papan tiruan meliputi kayu lapis, papan partikel, papan semen, papan lamina, dan papan serat.

4 of 47

PENDAHULUAN

Bahan baku papan tiruan :

  • Limbah kayu dari eksploitasi maupun pengolahan
  • Log berukuran kecil terutama cabang-cabang kayu
  • Log dengan kualitas rendah yang saat ini belum mempunyai nilai pemanfaatan yang memadai.

5 of 47

KAYU LAPIS

6 of 47

KAYU LAPIS

  • PAPAN YANG DIBUAT DENGAN CARA MEREKATKAN BEBERAPA LEMBAR FINIR.
  • FINIR JUMLAHNYA GANJIL.
  • FINIR ADALAH LEMBARAN TIPIS YANG MEMPUNYAI KETEBALAN YANG SERAGAM.

7 of 47

  • FANCY PLYWOOD : KAYU LAPIS YANG BAGIAN LUAR / PERMUKAANNYA DILAPIS DENGAN FINIR DARI JENIS KAYU YANG BERCORAK DEKORATIF.

KAYU LAPIS

8 of 47

FANCY FINIR

9 of 47

  • EKTERIOR PLYWOOD : KAYU LAPIS YANG BAHAN PEREKATNYA TAHAN TERHADAP PENGARUH CUACA LUAR, AIR DAN KELEMBABAN UDARA TERBUKA. CONTOH BAHAN PEREKAT FENOL FORMALDEHID.
  • INTERIOR PLYWOOD : KAYU LAPIS YANG BAHAN PEREKATNYA TIDAK TAHAN TERHADAP PENGARUH CUACA LUAR, AIR DAN KELEMBABAN UDARA TERBUKA. CONTOH BAHAN PEREKAT UREA FORMALDEHID

KAYU LAPIS

10 of 47

PENGGUNAAN KAYU LAPIS

11 of 47

PROSES PEMBUATAN �KAYU LAPIS

12 of 47

PEMBUATAN FINIR

13 of 47

PENGUPASAN FINIR

14 of 47

FINIR

15 of 47

GRADE FINIR

16 of 47

KAYU LAPIS

  • FINIR INTI DISEBUT CORE. FINIR MUKA DISEBUT FACE FINIR. FINIR BELAKANG DISEBUT BACK FINIR
  • SUSUNAN MEREKAT FINIR SALING TEGAK LURUS ARAH SERATNYA
  • PROSES PEMBENTUKAN DISERTAI PENGEPRESAN.

17 of 47

CORE FINIR

18 of 47

FACE FINIR

19 of 47

PEMBUATAN KAYU LAPIS

PEREKAT

PEREKAT

CORE FINIR / FINIR INTI

FACE FINIR / FINIR PERMUKAAN

BACK FINIR /

FINIR BELAKANG

20 of 47

21 of 47

22 of 47

PAPAN PARTIKEL

23 of 47

PAPAN PARTIKEL

Definisi :

Suatu lembaran papan tiruan yang terbuat dari potongan-potongan kecil kayu atau bahan lignoselulosa lainnya yang digabungkan dengan perekat sintetis dan melalui proses pengempaan disertai penambahan perlakuan seperti panas, kelembaban, katalisator, dan sebagainya.

24 of 47

FAKTOR YG MEMPENGARUHI BERKEMBANGNYA INDUSTRI PAPAN PARTIKEL :

  • Kemungkinan pemanfaatan kayu berdimensi kecil termasuk limbah industri perkayuan
  • Tersedianya perekat sintetis, yang memudahkan produksi massal melalui pengolahan yang cepat
  • Adanya kesesuaian dari papan partikel untuk berbagai penggunaan (furniture, konstruksi bangunan dll.)

Industri yg efisien (Rendemen 75-90%) Prospek Industri Masa Depan

25 of 47

KELEBIHAN PAPAN PARTIKEL DIBANDING KAYU SOLID :

1. Bebas dari mata kayu, pecah dan retak

2. Ukuran dan kerapatan papan dapat disesuaikan kebutuhan

3. Kondisi papan baik ketebalan dan kerapatannya seragam

4. Lebih isotropis

5. Kualitas atau tampak muka dapat disesuaikan permintaan pasar atau selera konsumen

26 of 47

BAHAN APA SAJA YANG DAPAT DIJADIKAN PAPAN PARTIKEL ?

27 of 47

SEMUA BAHAN YANG MENGANDUNG SELULOSA

28 of 47

BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL

1. Kayu

  • Kayu berkerapatan rendah (0,4-0,6 g/cm3). Kayu keras dihindari karena : konsumsi energi tinggi, pisau cepat tumpul, kerapatan PP terlalu tinggi (kurang komersil).
  • Zat ekstraktif rendah (mempengaruhi warna dan proses perekatan
  • Kadar air (saat dibuat 30-40%, efisiensi pengeringan)
  • Kayu bisa berasal dari : limbah industri perkayuan, limbah eksploitasi hutan & penjarangan, jenis kayu tidak laku di pasar, kayu berkualitas rendah

29 of 47

BAHAN BAKU PAPAN PARTIKEL

2. Lignoselulosa lain

♦ Kulit kayu (campuran s.d. 5%)

♦ Limbah pertanian ; jerami, ampas tebu, batang jagung, dll.

♦ Lignoselulosa lain : kenaf, bambu, kelapa sawit (batang & tandan kosong).

30 of 47

PEREKAT

  • Jenis perekat berdasarkan tujuan penggunaan Papan Partikel

Penggunaan Interior :

Urea Formaldehide,

Melamin Formaldehide

Penggunaan

Exterior :

Phenol Formaldehide

31 of 47

BAHAN TAMBAHAN (ADITIF)

  • Parafin
  • Fungisida dan Insektisida
  • Bahan anti api (Fire Retardant)
  • Bahan penangkap (Emisi Formaldehida)

32 of 47

33 of 47

PEMBUATAN PARTIKEL

  • Partikel dibuat dari limbah kayu/kayu bermutu rendah -- dihancurkan menjadi partikel yang tidak beraturan

  • Partikel dibuat dengan cara ; pemotongan, penghancuran dan pemisahan, dengan menggunakan mesin ; Chipper, Cutter mill, Flaker, Impact mill, Hammer mill dan Attrition mill.

34 of 47

MESIN PEMBUAT PARTIKEL

Chippers : Drum Chipper dan Disk Chipper ; menghasilkan partikel ukuran besar (tatal), biasanya u/ bahan baku partikel yg lebih kecil

Flakers : Drum, Disk dan Ring Flaker ; menghasilkan partikel dg ketebalan rendah (tipis) yg dinamakan “flake”. Drum & Disk Flaker ; proses memutar dan menghancurkan kayu dg ukuran agak besar ( kayu ∅ kecil, dan limbah sawmill) menjadi chip, dan Ring Flaker mengubahnya menjadi flake.

35 of 47

MESIN PEMBUAT PARTIKEL

Impact mills : menggerinda partikel untuk menghasilkan “fines” (partikel halus/kecil) biasanya untuk bagian permukaan papan partikel.

Hammer mills : menggunakan gerigi penghancur yg berputar untuk menghancurkan dan memecahkan material kayu menjadi ukuran lebih kecil. Ukuran dan bentuk agak berbeda .

Attrition mills : menghasilkan bundelan serat (untuk papan partikel atau papan serat) melalui proses penghancuran kayu antara dua flat atau disk bergerigi yg berputar/saling berputar.

36 of 47

BENTUK PARTIKEL KAYU

1. Flake : Partikel yg umum digunakan ; tebal 0,2-0,5 mm, panjang 1-5 cm, lebar 2-25 mm; rasio panjang : tebal 60-120 : 1 ; rasio > 200 :1 untuk bagian permukaan

2. Wafer : Flake persegi dg ukuran lebih lebar ; 5x5 cm s/d 7x7 cm, tebal 0,6-0,8 mm

3. Strand : Partikel yg menyerupai wafer, lebih sempit dan terkadang lebih panjang

4. Planer Shaving : menyerupai flake, keuntungan ; ketebalan rendah (tipis), terpecah ujung, mendukung saat pembentukan dan perekatan, kerugian ; ketebalan ujung tidak sama (mengurangi kekuatan) & menggulung

37 of 47

BENTUK PARTIKEL KAYU

5. Sliver : diproduksi pada Hammer mill, berbentuk serpihan dengan tebal hingga 5 mm & panjang 1,5 cm, biasanya dikombinasikan dengan flake

6. Fines : diproduksi pada Impac mill, berbentuk seperti serbuk gergaji atau serbuk pengampelasan, untuk papan partikel dengan permukaan halus.

7. Fiber bundle : digunakan untuk pembuatan papan serat atau untuk bagian muka papan partikel

8. Excelsior : panjang lebih dari 25 cm, menyerupai pita tipis, untuk papan semen/gipsum

38 of 47

Contoh Bentuk Partikel

39 of 47

40 of 47

PROSES PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL

Partikel Kayu

Penyimpanan & Pengangkutan

Pengeringan

Pencampuran Perekat

Perekat (40-65% solid) dg jumlah 6-7% dari BKT partikel (umunnya disemprotkan)

Partikel dikeringkan 3 - 6 % (KA terlalu tinggi -- blister)

Penyimpanan u/ menjamin ketersediaan & menghindari kerusakan partikel.

Transportasi melalui konveyor

Dikeringkan dg suhu tinggi hingga 500o C (jet dryer) saat masuk & saat keluar 100OC

Penambahan parafin 0,75-1,0% pada perekat dg 50% solid (menurunkan higroskopisitas)

41 of 47

PROSES PEMBUATAN PAPAN PARTIKEL (Lanjutan)

Pengempaan

Pengkondisian

Pengampelasan & Pemotongan

Pembentukan Lembaran

Menyesuaikan dengan lingkungan (beberapa hari)

Single layer --seragam, u/ muka biasanya lebih halus

- Kempa panas : pematangan perekat, Tekanan distop setelah ketebalan tercapai. 1,5-3,5 N/mm2 u/ PP medium. Waktu 10-12 menit

  • Suhu : PF (160-200 oC), UF (140-200 oC)

Kempa dingin : konsolidasi & mengurangi tebal, Tekanan 1-2 N/mm2 (150-300 psi)

42 of 47

43 of 47

Skema Proses Produksi

44 of 47

Pembentukan Lembaran (Mat Forming)

45 of 47

Proses Pengempaan (Pressing)

46 of 47

TERIMA KASIH

47 of 47

kuis

  • 1 Jelaskan perbedaan kayu lapis dan papan partikel
  • 2. Jelaskan apa keunggulan papan partikel dari kayu solid