1 of 21

PROSES MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM �DI INDONESIA

SKI

Kls IX

2 of 21

Proses masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia melalui cara/saluran

Perkawinan

Pendidikan

Kesenian

Tasawuf

Politik

Perdagangan

3 of 21

Pada abad ke-7 sampai abad ke-16 pedagang-pedagang Muslim dari Arab, Persia, India menuju Cina melalui transportasi laut mereka sampai di pesisir Indonesia. Sambil berdagang mereka berdakwah

1. SALURAN PERDAGANGAN

4 of 21

2. Saluran Perkawinan

  • Para muballigh dan pedagang islam tersebut ada yang menikah dengan wanita-wanita Indonesia, sehingga terbentuklah keluarga islam, kemudian berkembang menjadi perkampungan islam yang disebut Pekojan.
  • Misalnya perkawinan antara Maulana Ishaq dengan Dewi Sekardadu (putri raja Blambangan), Sunan Ampel dengan Nyi Ageng Manila dll.

5 of 21

3.Saluran Pendidikan

  • Para ulama atau mubaliqh yang menyebarkan Islam dengan mengajar di masjid, mushallah, pesantren.
  • Pondok pesantren adalah tempat para pemuda dari berbagai daerah dan kalangan masyarakat menimba ilmu agama Islam.
  • Contohnya Raden Paku/Sunan Giri mondok di Ampel(berguru pada Sunan Ampel), kemudian pergi ke Pasei dan setelah pulang, beliau mendirikan pesantren di bukit Giri dan mengajar di sana

6 of 21

Sunan Ampel mengajarkan agama Islam di Pesantren Ampel

7 of 21

4. Saluran Politik

  • Para ulama berdakwah dengan mendekati para pejabat atau Raja. Karena jika pemimpin/raja masuk islam maka pengikut/penduduknya akan mengikuti masuk islam. Budaya mengikuti pemimpin ini disebut Paternalistik
  • Contoh Sunan Ampel pergi ke Palembang mengajak masuk islam Raja Arya Damar dan berhasil, kemudian mengajak masuk islam raja Brawiyaya V, raja tidak bersedia, namun raja memberi hadia tanah dan kekuasaan kepada S,Ampel di Ampel Denta

8 of 21

5. Saluran Seni dan Budaya

  • Islam juga disebarkan melalui kesenian, misalnya melalui pertunjukkan seni gamelan atau wayang kulit yang disebarkan. Kesenian lain yang digunakan sebagai sarana Islamisasi adalah sastra (hikayat, babad), seni bangunan dan seni ukir
  • Sunan Kalijaga dikenal sebagai muballigh yang mahir menggubah cerita dan memainkan wayang purwa (wayang kulit). Beliau menggubah cerita watang JAMUS KALIMA SADA

SK-KD

?

9 of 21

SUNAN KUDUS membangun Masjid menara Kudus serupa bangunan candi serta pola arsitektur yang memadukan konsep budaya Islam dengan budaya Hindu-Budha

10 of 21

SUNAN KALIJAGA berdakwah dengan media wayang, beliau menggubah cerita Wayang JAMUS KALIMASADA dll

11 of 21

6. Saluran Tasawuf

  • Tasawuf adalah salah satu doktrin atau ajaran Islam untuk mendekatkan diri secara rohani kepada Allah (hubungan vertikal).
  • Para wali/auliya’ diberi Allah kelebihan/keluarbiasaan yaitu: KAROMAH.
  • Ajaran tasawuf ini banyak dijumpai dalam cerita babad dan hikayat masyarakat setempat.

Brandal Loka Jaya/Sunan Kalijaga bertobat setelah melihat karomah Sunan Bonang

Syekh Hamzah Fansuri

Juga mengajarkan

Tasawuf Wujudiyah

12 of 21

Para wali songo dan Syekh Siti Jenar, Hamzah Fansuri, Samsudin As-Sumatrani dalam menyebarkan islam dengan ajaran Tasawufnya

Brandal Loka Jaya/Sunan Kalijaga bertobat setelah melihat karomah Sunan Bonang

Syekh Siti Jenar Ajarannya

Tasawuf Wujudiyah/

Manunggale kawulo Gusti

Para WALI SONGO

Syekh Hamzah Fansuri

Juga mengajarkan

Tasawuf Wujudiyah

13 of 21

Proses masuk dan berkembangnya Islam ke Indonesia dengan cara

Melalui Jalur Perkawinan

Melalui Jalur Pendidikan

Melalui Jalur Kesenian

Melalui Jalur Tasawuf

Melalui Jalur Politik

Melalui Jalur Perdagangan

BACK

14 of 21

PERKEMBANGAN ISLAM �DI INDONESIA ABAD 12 S/D 16 M

Sumber:http://demahluhur.blogspot.com

15 of 21

PERKEMBANGAN ISLAM �DI INDONESIA ABAD 12 S/D 16 M

1. Di Pulau Sumatra

  • Sumatra Utara merupakan pusat perdagangan yang merupakan jalur lalu-lintas antara Asia Barat dengan Asia Timur. Oleh karena itu di Sumatra merupaka tempat kedatangan islam yang pertama di Indonesia
  • Islam mulai berkembang pesat, setelah kerajaan Budha yaitu Sriwijaya mengalami kemunduran pada abad ke-13 M dan munculnya kerajaan-kerajaan islam yaitu Kerajaan Samudra Pasei, Kerajaan Malaka dan Kerajaan Aceh

SUMATRA

MALAKA

16 of 21

2, Di Pulau Jawa

  • Penyebaran agama Islam di Pulau Jawa diperkirakan berasal dari Malaka. Bukti tertua tentang agama Islam di Pulau Jawa adalah batu nisan Fatimah Binti Maimun di Leran Gresik, yang berangka tahun 1082 M. yang berarti abad ke-11 M, namun bukti ini dianggap belum kuat. Setelah akhir abad ke-13 M, bukti-bukti Islamisasi banyak ditemukan batu nisan bercorak Islam di Troloyo Trowulan Mojokerto dan Gresik.
  • Dalam Berita Ma-huan (1416) (penulis Sejarah yang mengikuti perjalanan Laksamana Cheng-Ho) disebutkan adanya orang-orang muslim yang tinggal di kota pelabuhan Gresik.
  • Pada awal abad ke-15 M, Kerajaan Majapahit mengalami kemunduran, maka kota –kota pelabuhan seperti Tuban dan Gresik muncul sebagai pusat penyebaran agama Islam. Islam menyebar ke kota-kota pelabuhan lain seperti Demak, bahkan sampai ke pelabuhan Maluku. Dari Demak pengaruh Islam menyebar ke kota-kota pelabuhan yang merupakan daerah perdagangan yang sangat ramai seperti Cirebon, Sunda Kelapa, dan Banten.

MALAKA

JAWA

Gresik

17 of 21

Makam Troloyo

Syekh Jumadil Kubro

Makam Fatimah Binti Maimun

18 of 21

3, Di Kepulauan Maluku

  • Masuknya Islam ke wilayah Maluku, tidak dapat dipisahkan dari jalur perdagangan yang terbentang pada pusat lalu lintas pelayaran internasional di Malaka, Jawa, dan Maluku, karena Maluku terkenal hasil Cengkeh/rempah-rempahnya.
  • Sejak abad ke-14 M, Islam datang ke Maluku, yakni di Ternate yang kemudian di Banda, Hitu, Makyan, dan Bacan. Penyebaran Islam ke Maluku ini melalui perdagangan, dakwah, dan perkawinan.
  • Di Ternate Maulana Husain mengislamkan Raja Gafi Bata dan namanya berganti menjadi Sultan Zaenal Abidin.
  • Di Tidore Syekh Mansur mengislamkan Raja Tidore Kolana dan berganti nama menjadi Sultan Jamaluddin.

MALUKU

19 of 21

4. Di Pulau Sulawesi

  • Di Sulawesi selatan, sejak abad ke-15 M didatangi para pedagang Muslim dari Malaka, Jawa, dan Sumatera. Pada abad ke-16 M sudah mulai ada masyarakat Muslim di Gowa. Proses Islamisasi di Gowa dilakukan oleh Datuk Ri Bandang dan Datok Sulaeman. Raja Gowa dan Tallo secara resmi masuk Islam pada tanggal 22 September 1605 M
  • Di Kerajaan Konawe Sulawesi Tenggara pada abad ke-18 yang dibawa oleh pedagang-pedagang dari Buton, Ternate, Bugis. Tetapi, diduga jauh sebelumnya telah masuk pedagang-pedagang dari Buton, Ternate dan Bone

20 of 21

5, Di Pulau Kalimantan

  • Masuknya Islam ke Kalimantan Selatan pada awal abad ke-16 yaitu di kerajaan Daha atau Banjar yang beragama Hindu. Berkat bantuan Kerajaan Demak, Sultan Trenggono. Raja dan rakyatnya masuk Islam, sehingga berdirilah Kerajaan Islam Banjar dengan raja pertamanya Pangeran Samudera yang diberi gelar Pangeran Suryanullah atau Suriansah.
  • Di pulau Kalimantan Timur Islam masuk melalui pintu timur dari Sulawesi, yaitu diislamkan oleh Datuk Ri Bandang dan Tunggang Parangan yang datang ke Kutai (Kalimantan Timur) mengislamkan raja Mahkota setelah orang-orang Makassar masuk Islam. Proses Islamisasi terjadi sekitar tahun 1575 M.

21 of 21

Beberapa faktor penyebab agama Islam cepat berkembang di Nusantara

  • Syarat masuk agama Islam sangat mudah, yaitu dengan mengucapkan kalimat syahadat.
  • Upacara-upacara dalam Islam sangat sederhana.
  • Islam tidak mengenal sistem kasta.
  • Islam menyebar di Indonesia disesuaikan dengan adat dan tradisi bangsa Indonesia.
  • Dalam penyebarannya, dilakukan dengan jalan damai.
  • Runtuhnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit memperlancar penyebaran agama Islam.