1 of 46

PEMROGRAMAN JARINGAN

Oleh :�Condro Wibawa

Universitas Gunadarma

2 of 46

M4

IP ADDRESS using IPv4

3 of 46

CAPAIAN PEMBELAJARAN

  1. Mahasiswa memahami IP Address sebagai bagian dari Network Layer
  2. Mahasiswa memahami perbedaan IPv4 dan IPv6
  3. Mahasiswa mampu membedakan class IPv4
  4. Mahasiswa memahami cara kerja CIDR
  5. Mahasiswa mampu menentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address
  6. Memahami mampu melakukan subnetting pada jaringan

4 of 46

IP Address adalah salah satu protocol yang bekerja pada Network Layer.

IP Address digunakan untuk memberikan pengalamatan logic (addressing) terhadap device/host yang ada di dalam jaringan.

IP Address dipelajari secara khusus karena IP Address adalah bagian yang bisa disetting oleh user dan merupakan bagian yang krusial karena menyangkut identitas perangkat.

5 of 46

  1. Addressing adalah metode pengalamatan logic pada jaringan.
  2. Pengalamatan Logic artinya alamat ini adalah alamat konsep/virtual/software, bukan alamat fisik (MAC Address).
  3. Kenapa demikian ?�Agar Network Layer tidak terbebani dengan penggunaan device/perangkat yang bervariasi dan berubah-ubah.�Contoh :�Device A dengan MAC Address XXX diberi alamat logic 192.16.0.1.�Ketika nanti Device A rusak dan diganti dengan Device B dengan MAC Address YYY, maka alamat logicnya tetap sama 192.168.0.1�

Addressing

6 of 46

  1. Paket Data dikirim ke alamat logic : 192.168.0.1 atas nama Condro Wibawa.
  2. Network Layer akan mengirimkan paket data tersebut hingga ketemu Network yang dimaksud.
  3. Ketika sampai di depan kompleks (alamat Network), Network Layer akan menyerahkan paketnya ke Datalink layer.
  4. Datalink layer yang akan menyeragkan paket itu ke alamat fisik (B1/02).

Addressing

7 of 46

  1. Ketika alamat Condro Wibawa pindah ke B1/04, maka alamat logic nya tetap sama yaitu 192.168.0.1
  2. Paket data juga diserahkan ke datalink layer yang sama.
  3. Datalink layer yang akan melanjutkan paket data tersebut ke alamat Condro Wibawa yang baru yaitu di B1/04.

Addressing

8 of 46

IPv4

9 of 46

  1. IPv4 adalah protocol yang digunakan sejak tahun 1983 dan merupakan protocol yang dipakai sejak awal kemunculan internet.
  2. IPv4 masih mendominasi dibanding dengan protocol lain sejenis (termasuk IPv6).
  3. IP Address mengacu pada alamat source dan destination.
  4. Pada implementasinya, IP Address selalu digunakan bersama dengan Subnet Mask. IP Address digunakan untuk merujuk pada device/perangkat. Subnet Mask digunakan untuk mengetahui alamat Network.
  5. IP Address dan Subnet Mask terdiri dari 32 bit data yang dibagi menjadi 4 segmen, masing-masing 8 bit.

Internet Protocol versi 4 (IPv4)

10 of 46

IP ADDRESS (v4)

  1. IP Address mengacu pada alamat source dan destination.
  2. Pada implementasinya, IP Address selalu digunakan bersama dengan Subnet Mask. IP Address digunakan untuk merujuk pada device/perangkat. Subnet Mask digunakan untuk mengetahui alamat Network.
  3. IP Address dan Subnet Mask terdiri dari 32 bit data yang dibagi menjadi 4 segmen, masing-masing 8 bit.
  4. Network Address didapatkan dengan mengoperasikan IP Address dan Subnet Mask dengan operasi AND.

Internet Protocol versi 4 (IPv4)

11 of 46

HOST, NETWORK, DAN BROADCAST ADDRESS

12 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Di dalam IPv4 kita mengenal Host Address, Network Address, dan Broadcast Address.

Host Address mengacu pada alamat spesifik dari perangkat.��Host Address bersifat unik dan tidak boleh ada yang sama di 1 jaringan yang sama.

Network Address adalah alamat yang menandakan network dalam sebuah jaringan.

Di dalam 1 jaringan yang sama, Network Address untuk semua perangkat harus sama.

Broadcast Address adalah alamat yang digunakan untuk mengirimkan pesan ke semua host di dalam jaringan.

13 of 46

  1. Netwok Address adalah Address pertama pada suatu network.
  2. Broadcast Address adalah Address terakhir pada suatu network.
  3. Network dan Broadcast Address tidak bisa dipasang ke dalam sebuah perangkat.
  4. Untuk mengetahui Network dan Broadcast Address, sebuah IP Address harus disandingkan dengan Subnet Mask.
  5. Subnet Mask adalah nilai seperti IP Address, terdiri dari 32 bit dan dibagi menjadi 4 segmen.

Pembagian Address Pada IPv4

14 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 192.168.1.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Untuk mengetahui Network Address, IP Address harus di-AND kan dengan Subnet Mask.�IP Address : 192.168.1.10�Binary : 11000000.10101000.00000001 .00001010�Subnet Mask : 255.255.255.0

Binary : 11111111. 11111111. 11111111.00000000

Network Address : IP Address AND Subnet Mask

IP Address : 11000000.10101000.00000001.00001010�Subnet Mask : 11111111.11111111.11111111.00000000

_______________________________________________________ AND

: 11000000.10101000.00000001.00000000

: 192.168.1.0

15 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 192.168.1.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Host Address adalah address yang mengacu pada identitas perangkat,

sehingga Host Address nya adalah : 192.168.1.10

16 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 192.168.1.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Broadcast Address adalah alamat terakhir dari sebuah network, sehingga untuk mengetahuinya, kita perlu :

  1. Alamat pertama dari Network (yaitu Network Address)
  2. Jumlah Host Maksimal yang ada di dalam Network, yang bisa dihitung dengan : 2^n

Dimana n adalah jumlah binary 0 pada subnet mask (11111111. 11111111. 11111111.000000000),

Sehingga n adalah 8, dan 2^n adalah 2^8 = 256

  • Jika alamat pertama adalah 192.168.1.0, maka alamat terakhir adalah 192.168.1.255

17 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 192.168.1.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Sehingga dapat dijawab bahwa :�Network Address : 192.168.1.0

Host Address : 192.168.1.10

Broascast Address : 192.168.1.255

18 of 46

Pembagian Address Pada IPv4

Dengan cara yang sama, tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address dari :�IP Address : 172.16.1.43 dengan

subnetmask : 255.255.0.0

19 of 46

JENIS IP ADDRESS

20 of 46

Jenis-jenis IP Address

  1. Adalah IP Address yang dapat diakses di jaringan internet.
  2. IP Public juga dikenal sebagai globally routable unicast IP address.
  3. Ketika sebuah perangkat memiliki IP public dan terkoneksi ke jaringan internet, maka perangkat tadi bisa diakses darimanapun melalui jaringan internet juga.
  4. Akan tetapi kita tidak bisa memasang sembarang IP public di sebuah device.
  5. Ada aturan mengenai alokasi IP public. Kita bisa mendapatkan Public IP Address dari pinjaman ISP atau alokasi dari APNIC/IDNIC (www.idnic.net).

21 of 46

Jenis-jenis IP Address

  1. Adalah IP Address yang diperuntukkan untuk jaringan lokal.
  2. IP private tidak boleh ada di jaringan internet dan tidak dapat diakses di jaringan internet. 
  3. Pada implementasi di jaringan real, biasanya jaringan lokal menggunakan IP Private, kemudian untuk terkoneksi dengan internet, dihubungkan dengan router yang bisa mengakses jaringan internet.

22 of 46

Jenis-jenis IP Address

  1. IP ini sudah memiliki tujuan penggunaan khusus yang sudah disepakati secara international
  2. Tidak dapat digunakan untuk pengalamatan sebuah host.

23 of 46

Jenis-jenis IP Address

24 of 46

IP ADDRESS CLASS

25 of 46

  1. IP Address dibagi menjadi 5 kelas yaitu : A, B, C, D, dan E. Akan tetapi yang bisa dipakai untuk public adalah kelas A, B, dan C saja.
  2. Setiap kelas memiliki jumlah network dan host yang berbeda-beda, sehingga diperuntukkannya sesuai dengan kebutuhan.

IP Address Class

26 of 46

  1. IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan skala besar.
  2. Bits pertama di dalam IP address kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol), sehingga Network Address maksimal adalah 127 (bukan 128).
  3. Bits kedua sampai bits ke delapan merupakan sebuah network identifier (alamat network).
  4. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier (alamat host).
  5. Dengan jumlah host identifier sampai 24 bits, artinya kelas A memiliki 16,777,214 host (2^24) per network.

IP Address Kelas A

27 of 46

  1. Kelas B biasa digunakan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar.
  2. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B biasanya berupa bilangan biner 10, sehingga rangenya diawali dari 128.
  3. 14 bit berikutnya merupakan network identifier.
  4. Sisa 16 bit merepresentasikan host identifier.
  5. Ip Address kelas B memiliki 65,534 host (2^16) per network.

IP Address Kelas B

28 of 46

  1. Digunakan untuk jaringan berskala kecil.
  2. Tiga bit pertama bernilai biner 110, sehingga awal range IP adalah 192.
  3. 21 bit selanjutnya merupakan network identifier.
  4. 8 bit sisanya merepresentasikan host identifier.
  5. Dengan begitu IP address kelas C memiliki 254 host untuk setiap network-nya.

IP Address Kelas C

29 of 46

  1. Kelas D dan E adalah kelas IP Address yang digunakan untuk melakukan broadcasting dan penelitian.
  2. Empat bit pertama bernilai biner 1110 untuk kelas D, dan 1111 untuk kelas E, sehingga awal range IP kelas D adalah 224 dan untuk kelas E adalah 240.

IP Address Kelas D dan E

30 of 46

  1. Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa IP Address terdiri dari 3 jenis yaitu public, private, dan khusus.
  2. IP Address yang bisa kita custom untuk pengembangan jaringan local adalah IP Private.
  3. Berikut ini adalah daftar IP Address Private yang bisa digunakan untuk pengembangan jaringan local berdasarkan kelasnya.

Private Address di Tiap Kelas

31 of 46

CIDR dan SUBNETTING

32 of 46

  1. Konsep IP Address Classes salah satunya disebabkan oleh subnet mask default.
  2. Perhatikan gambar di samping.
  3. Kelas A jumlah Network selalu diwakili oleh segmen pertama saja (2^8) dan jumlah Host diwakili oleh segmen kedua, ketiga, dan keempat (2^24).
  4. Begitu pun untuk kelas B dan C.

Tapi, bagaimana jika di kita tidak menggunakan Subnet Mask Default?

CIDR

33 of 46

CIDR

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 10.10.10.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Jika mengikuti konsep Class, IP Address 10.10.10.10 seharusnya ada di Kelas A.�Sehingga,

�Network Address : 10.0.0.0�Host Address : 10.10.10.10

Broadcast Address : 10.10.10.255

34 of 46

CIDR

Jika sebuah perangkat, memiliki �IP Address : 10.10.10.10 dengan

subnetmask : 255.255.255.0

Tentukan Network Address, Host Address, dan Broadcast Address nya!

Jika menggunakan Subnet Mask yang “TIDAK DEFAULT’, maka :�IP Address : 10.10.10.10�Binary : 00001010. 00001010. 00001010. 00001010

Subnet Mask : 255.255.255.0

Binary : 11111111. 11111111. 11111111.00000000

Network Address,

IP Address : 00001010. 00001010. 00001010. 00001010�Subnet Mask : 11111111. 11111111. 11111111. 00000000

____________________________________________________AND

: 00001010. 00001010. 00001010. 00000000

: 10.10.10.0

Net Address : 10.10.10.0

Host Address : 10.10.10.10

Broadcast Add : 10.10.10.255

Bandingkan dengan konsep Class A ini :

Net Address : 10.0.0.0�Host Address : 10.10.10.10

Broadcast Add : 10.10.10.255

35 of 46

  1. Maka, dikarenakan pengklasifikasian class yang bisa berubah dengan mudah, dengan mengganti alamat subnet mask.
  2. Ditambah fakta bahwa tidak semua organisasi cocok dengan pembagian class tersebut. Misal sebuah organisasi yang butuh 260 host di dalam network, tidak bisa menerapkan class C yang hanya support sampai 254 host, dan harus ke Class B, tapi terlalu banyak karena tersedia 65.536 host.
  3. Ditambah dengan pernyataan dari IETF bahwa penggunaan class tidak efisien, maka saat ini digunakan cara baru yaitu CIDR (Classless Inter-Domain Routing)

CIDR

36 of 46

  1. CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara untuk menentukan Network pada IP Address yang dihitung berdasarkan jumlah bit 1 di dalam subnet mask.
  2. CIDR biasanya ditulis dengan tanda “/n” di belakang IP Address.
  3. Contoh : 192.168.10.10/24

Artinya,

IP Address : 192.168.10.10

Netmask : 11111111.11111111.11111111.00000000

(jumlah bit 1 = 24)

: 255.255.255.0

Selanjutnya, Network Address dihitung dengan cara biasa

CIDR

Coba Tentukan Subnet Mask, Network Address, Host Address, dan Broadcast Address dari :�172.16.0.77/26

37 of 46

  1. Dikarenakan subnet mask pada CIDR ditulis dengan angka decimal di belakang IP Address, maka tidak semua Subnet Mask bisa diwakili.
  2. Misal, kita tidak bisa membuat subnet mask dengan IP sebagai berikut : �255.255.255.10�11111111. 11111111. 11111111.00001010�dikarenakan angka 1 nya tidak terurut
  3. List di samping adalah daftar subnet mask yang bisa digunakan.

CIDR

38 of 46

  1. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa dengan Subnet Mask Default, maka jumlah Network dan Host di dalam 1 jaringan bernilai tetap.
  2. Misalnya, kelas C dengan subnet mask default 255.255.255.0, maka jumlah host di dalam 1 jaringan adalah 256.
  3. Nilai 256 didapat rumus dari 2^m, dimana m adalah nilai bit 0 pada subnet mask.
  4. Karena kelas C, maka jumlah bit 0 adalah 8, maka m = 8, maka jumlah host adalah 2^8 = 256 host.

Subnetting

Bagaimana jika sebuah instansi hanya ingin ada 50 host di dalam networknya ?

39 of 46

  1. Bagaimana jika hanya dibutuhkan 50 host di dalam jaringan ?
  2. Maka, perlu dilakukan SUBNETTING.
  3. Subnetting adalah proses membagi jaringan menjadi sub jaringan (sub network) yang lebih kecil.
  4. Metode yang digunakan sederhana yaitu dengan mengganti nilai subnet mask, sesuai dengan tabel CIDR.

  • Slide berikut akan menjelaskan detail dari IP Address yang telah disubnetting menggunakan CIDR /26.

Subnetting

Bagaimana jika sebuah instansi hanya ingin ada 50 host di dalam networknya ?

Maka, kita perlu mencari subnet mask yang tepat.

Caranya :

Jumlah host = 2^m

2^m = ~50

Maka m adalah 6 karena 2^6 = 64 (yang paling mendekati),

Artinya jumlah bit 0 adalah 6,

Maka subnet mask yang tepat adalah :

255.255.255.[11000000] atau 255.255.255.192

Atau /26

40 of 46

Subnetting

Analisa IP Address : 192.168.0.1/26

IP Address : 192.168.0.1�Subnet : 255.255.255.192 (CIDR : 26)

Jumlah Network

= 2^n (n adalah bit nilai 1 di segmen terakhir)

= 2^2

= 4 network

Subnet Mask :�11111111. 11111111. 11111111.11000000

Jumlah Host (termasuk Net dan Broadcast Address)

= 2^m (m adalah bit nilai 0 di segmen terakhir)

= 2^6

= 64 host

Network Address 1 : 0000 0000 ~ 192.168.0.0

Network Address 2 : 0100 0000 ~ 192.168.0.64

Network Address 3 : 1000 0000 ~ 192.168.0.128

Network Address 4 : 1100 0000 ~ 192.168.0.192

Network 1 : 192.168.0.0 – 192.168.0.63 (64 host)

Network 2 : 192.168.0.64 – 192.168.0.127 (64 host)

Network 3 : 192.168.0.128 – 192.168.0.191 (64 host)

Network 4 : 192.168.0.192 – 192.168.0.255 (64 host)

Sub Network

192.168.0.0

192.168.0.64

192.168.0.128

192.168.0.192

Net Address

192.168.0.0

192.168.0.64

192.168.0.128

192.168.0.192

Host Address Pertama

192.168.0.1

192.168.0.65

192.168.0.129

192.168.0.193

Host Address Terakhir

192.168.0.62

192.168.0.126

192.168.0.190

192.168.0.254

Broad Address

192.168.0.63

192.168.0.127

192.168.0.191

192.168.0.255

41 of 46

Selain untuk membagi jaringan menjadi beberapa sub-network yang lebih kecil, berikut adalah beberapa manfaat dari subnetting jaringan.

Subnetting

  1. Menyesuaikan kebutuhan host di dalam 1 network/jaringan
  2. Jika Network adalah Perumahan, maka Sub Network adalah Cluster di dalam perumahan. Semakin detail/kecil pembagian cluster ini, maka kemungkinan data sampai di tujuan semakin besar.
  3. Mengurangi beban /traffic network
  4. Memudahkan manajemen dan kontrol jaringan
  5. Membatasi hanya IP dengan ranget tertentu yang bisa masuk ke dalam jaringan

42 of 46

Rangkuman :

  1. IP Address adalah metode pengalamatan logic untuk perangkat pada jaringan.
  2. IP Address bekerja pada Network Layer pada OSI Layer
  3. IP Address yang masih banyak digunakan adalah IPv4
  4. IPv4 terdirid ari 32 bit data yang dibagi menjadi 4 segmen.
  5. Di dalam IP Address kita mengenal Network Address, Host Address, dan Broadcast Address
  6. IPv4 dibagi menjadi 5 kelas yaitu A, B, C, D, dan E. Akan tetapi yang dikenal secara umum adalah A, B, C.
  7. Karena beberapa factor, konsep Class akhirnya diperbarui dengan konsep CIDR.
  8. Subnetting adalah metode memecah satu network default menjadi beberapa network yang lebih kecil.

43 of 46

Ada pertanyaan

?

44 of 46

Tugas :

Kita sudah mempelajari, semua layer pada OSI Layer, mulai dari Application hingga Physical Layer.

Coba pikirkan satu contoh transaksi pada jaringan (misal : mengakses web, mengirim email, bertukar file, dll).

�1. Ilustrasikan aliran data transaksi tersebut dari Sender, melalui Application Layer hingga Physical Layer, hingga data diterima dan ditampilkan oleh receiver dari physical hingga application layer.

2. Tuliskan protocol-protocol yang mungkin terlibat pada setiap layernya. Beri penjelasan tiap protocol secukupnya.

Tugas dikirim ke VC ini, paling lambat : 23 November 2022 jam 23.00�

45 of 46

Daftar Referensi :

  1. http://cisco.num.edu.mn/CCNA_R&S1/course/module8/index.html#8.1.1.2
  2. https://citraweb.com/artikel_lihat.php?id=64#:~:text=Broadcast%20address%2C%20jenis%20IP%20address,terakhir%20dalam%20sebuah%20subnet%20IP.
  3. https://blog.unnes.ac.id/srirahayu/2016/04/13/cara-menghitung-ip-address-subnet-mask-dan-net-id/
  4. http://smkn1-ketapang.sch.id/index.php?id=artikel&kode=40

46 of 46

Kunjungi Pula :

  1. Instagram : @pak.condro
  2. Web : http://condro_wibawa.staff.gunadarma.ac.id/
  3. Blog : https://pakcondro.blogspot.com/
  4. Youtube : pojokan