Analisis Regresi
Naomi Nessyana Debataraja
Pengantar Model Linier/Analisis Regresi (3 sks)
1. Tujuan :
Memberikan bekal kepada mahasiswa untuk mampu menguasai konsep regresi linier guna memodelkan kejadian yang berhubungan, serta mampu mengaplikasikan model regresi dalam memecahkan persoalan kehidupan sehari-hari.
2. Learning Outcome :
Penilaian
RINCIAN MATA KULIAH
No | Pokok Bahasan | Materi | Kuliah (jam) | Prakt (jam) |
1 | Pengantar | Regresi dalam realita, terminologi, ilustrasi pentingnya regresi dalam keseharian | 2 | - |
2 | Regresi Linear Sederhana | Data berpasangan dan diagram pencar, korelasi, model regresi, pendugaan parameter, interpretasi koefisien regresi | 2 | 2 |
3 | Regresi Linear Sederhana | Asumsi model regresi, selang kepercayaan dan pengujian hipotesis, ukuran kecocokan model, dan prediksi respons Y | 2 | 2 |
4 | Regresi Ganda | Ilustrasi regresi ganda dalam realita, pendugaan parameter, dan interpretasi persamaan regresi | 4 | 4 |
5 | Diagnostik regresi | Asumsi model regresi, sisaan, pemeriksaan asumsi kelinearan dan kenormalan | 2 | 2 |
Rincian Mata Kuliah
No | Pokok Bahasan | Materi | Kuliah (jam) | Prakt (jam) |
6 | Prediktor Kategorik | Model regresi dengan satu prediktor kontinu dan satu prediktor kategorik, intercept berbeda tetapi slope sama, intercept sama tetapi slope berbeda, intercept dan slope berbeda, regresi dengan beberapa prediktor kategorik. | 2 | 2 |
7 | Transformasi | Pentingnya transformasi, transformasi kelinearan dan kestabilan ragam, pengenalan masalah galat takhomogen (heteroscedastic) | 2 | 2 |
8 | Metode Pembobotan | Perlunya metode pembobotan, model untuk galat takhomogen (heteroscedastic errors) | 2 | 2 |
9 | Galat Berkorelasi | Ilustrasi masalah galat berkorelasi dalam realita, uji Durbin Watson, cara mengatasi otokorelasi. | 2 | 2 |
10 | Pemilihan Model Terbaik | Regresi semua kemungkinan, regresi bertahap, kriteria model terbaik (R-kuadrat, kuadrat tengah galat, statistik Cp Mallow) | 2 | 2 |
11 | Pengantar Regresi Logistik | Ilustrasi fenomena respons biner dalam realita, model logistik sederhana, pendugaan parameter, interpretasi koefisien, rasio odd dan selang kepercayaan. | 4 | 2 |
SEJARAH REGRESI
“Meskipun ada kecenderungan bagi orang tua yang tinggi mempunyai anak-anak yang tinggi, dan bagi orang tua yang pendek mempunyai anak yang pendek, distribusi tinggi dari suatu populasi tidak berubah secara menyolok (besar) dari generasi ke generasi”. (Francis Galtom)
Pengertian Analisis Regresi linier Sederhana
Analisis regresi merupakan studi ketergantungan satu variabel bebas (dinotasikan dengan X) terhadap variabel tidak bebas (dinotasikan dengan Y)
Contoh Kasus Penerapan Analisis Regresi Sederhana
Diagram Pencar
Pemetaan pasangan data (x, y) ke dalam suatu diagram pencar merupakan suatu langkah awal dalam menganalisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Beberapa informasi yang dapat kita peroleh dengan mengamati suatu diagram pencar dari pasangan data (x, y) diantaranya adalah:
Contoh Diagram Pencar�Bentuk Hubungan Variabel X dan Y
Perbedaan Mendasar antara Korelasi dan Regresi ?
Persamaan Regresi Linier Sederhana
Persamaan Regresi linier Sederhana:
ditaksir dengan menggunakan metode kuadrat terkecil yaitu meminimumkan jumlah kuadrat sisaan (JKS)
Sehingga diperoleh
dan
Hubungan antara yi, i, dan ei
Kusnandar, 2004
Contoh Kasus:
Seorang manajer pemasaran akan meneliti apakah terdapat pengaruh iklan terhadap penjualan pada perusahaan-perusahaan di Kabupaten WaterGold, untuk kepentingan penelitian tersebut diambil 8 perusahaan sejenis yang telah melakukan promosi.
Data
Y (Banyaknya Penjualan) | X (Banyaknya iklan yang ditayangkan) |
64 | 20 |
61 | 16 |
84 | 34 |
70 | 23 |
88 | 27 |
92 | 32 |
72 | 18 |
77 | 22 |
Persamaan Regresi
Y | X | XY | X2 | Y2 |
64 | 20 | 1280 | 400 | 4096 |
61 | 16 | 976 | 256 | 3721 |
84 | 34 | 2856 | 1156 | 7056 |
70 | 23 | 1610 | 529 | 4900 |
88 | 27 | 2376 | 729 | 7744 |
92 | 32 | 2944 | 1024 | 8464 |
72 | 18 | 1296 | 324 | 5184 |
77 | 22 | 1694 | 484 | 5929 |
608 | 192 | 15032 | 4902 | 47094 |
Y= 40,082 + 1,497X+e
Nilai Prediksi
40,082 + (1,497*20)= 70,022
40,082 + (1,497*16)=64,034
40,082 + (1,497*34)= 90,98
40,082 + (1,497*23)= 74,513
40,082 + (1,497*27)=80,501
40,082 + (1,497*32)= 87,986
Dan seterusnya…………………….!!!
Koefisien determinasi dan sumber keragaman dalam analisis regresi
Jumlah kuadrat total = jumlah kuadrat regresi + jumlah kuadrat sisaan
atau
JKT = JKR + JKS
Koefisien determinasi dan sumber keragaman dalam analisis regresi
Koefisien determinasi merupakan bagian keragaman dari variabel Y yang dijelaskan oleh persamaan regresinya.
No | Y | X | XY | X2 | Y2 | Ypred | (Y-Ypred)2 | (Y-Yrata)2 |
1 | 64 | 20 | 1280 | 400 | 4096 | 70.022 | 36.264 | 144 |
2 | 61 | 16 | 976 | 256 | 3721 | 64.034 | 9.205 | 225 |
3 | 84 | 34 | 2856 | 1156 | 7056 | 90.98 | 48.720 | 64 |
4 | 70 | 23 | 1610 | 529 | 4900 | 74.513 | 20.367 | 36 |
5 | 88 | 27 | 2376 | 729 | 7744 | 80.501 | 56.235 | 144 |
6 | 92 | 32 | 2944 | 1024 | 8464 | 87.986 | 16.112 | 256 |
7 | 72 | 18 | 1296 | 324 | 5184 | 67.028 | 24.721 | 16 |
8 | 77 | 22 | 1694 | 484 | 5929 | 73.016 | 15.872 | 1 |
Jlh | 608 | 192 | 15032 | 4902 | 47094 | 608.08 | 227.497 | 886 |
Koefesien Determinasi
Koefesien determinasi:
Koefesien Determinasi Disesuaikan (adjusted)
Uji F
Uji F digunakan untuk uji ketepatan model, apakah nilai prediksi mampu menggambarkan kondisi sesungguhnya:
Ho: Diterima jika F hitung ≤ F tabel
Ha: Diterima jika F hitung > F tabel
Karena F hitung (17,367) > dari F tabel (5,99) maka persamaan regresi dinyatakan Baik (good of fit).
Uji t
Digunakan untuk mengatahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung.
Ho Diterima jika t hitung ≤ t tabel
Ha Diterima jika t hitung > t tabel
Karena t hitung (4,167) > dari t tabel (1,943) maka Ha diterima ada pengaruh iklan terhadap penjualan.
Kesalahan Baku Estimasi
Digunakan untuk mengukur tingkat kesalahan dari model regresi yang dibentuk.
Standar Error Koefisien Regresi
Digunakan untuk mengukur besarnya tingkat kesalahan dari koefesien regresi:
Koefisien Korelasi
Ilustrasi Beberapa Nilai Koefisien Korelasi�(Kusnandar, 2004)
-1≤ r ≤ +1
Nilai r = –1 menunjukkan suatu hubungan linier negatif yang sempurna
Nilai r = +1 menunjukkan suatu hubungan linier positif yang sempurna
Semakin besar nilai mutlak dari r semakin kuat hubungan linier kedua variabel tersebut
Nilai r = 0 menunjukkan tidak adanya hubungan linier antara kedua variabel, artinya, jika kedua variabel tersebut bersifat saling bebas (independen) maka nilai r = 0. Akan tetapi jika nilai r = 0 tidak berarti bahwa kedua variabel tersebut bersifat saling bebas, karena kedua variabel tersebut dapat saja mempunyai hubungan yang tidak linier.
Hubungan antara Koefisien korelasi dan Regresi
Koefisien korelasi r dan koefisien regresi b1 keduanya merupakan ukuran keeratan hubungan linier antar variabel X dan Y. Hubungan kedua koefisien tersebut dinyatakan sebagai berikut:
atau
TUGAS