1 of 38

Identifikasi Bahaya di Lingkungan Manufaktur

2 of 38

Definisi/Tujuan K3

  • Melindungi para pekerja dan orang lain di tempat kerja
  • Menjamin agar setiap sumber produksi PEME (People Equipment Materials Environment) dapat dipakai secara aman dan efisien
  • Menjamin proses produksi berjalan lancar

​

3 of 38

Keselamatan (Safety)

​

  • Mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of accident loss)

​

  • Kemampuan untuk mengidentifikasikan dan menghilangkan (mengendalikan) resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate unacceptable risks)

4 of 38

Kesehatan (Health)

​

Derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual)

5 of 38

  • Mechanic
  • Electric
  • Kinetic
  • Substances
  • Flammable
  • Explosive
  • Combustible
  • Corrosive

Accidental release

  • Accident
  • Injuries
  • Minor
  • Mayor
  • Fatal
  • Assets
  • Mendadak, dramatis, bencana

(Sudden Reaction)

  1. Safety Hazard

2. Konsekuensi

3. Konsentrasi kepedulian

  • PEME (Personil, Equipment, Material, Environment)
  • Titik berat pd kerusakan asset, fatality
  • Sepertinya urgen (bahaya mendadak)
  • Prinsip pendekatan
    • Pengkajian resiko
    • Utk memperkecil resiko
  • Physic
  • Chemical
  • Biologic
  • Ergonomics
  • Psychosocial
  • Terpapar 🡪 kontak 🡪 penyakit mendadak, menahun, kanker dan dampak terhadap masyarakat umum

(Prolonged Reaction)

  1. Health Hazard

2. Konsekuensi

3. Konsentrasi kepedulian

  • 5 faktor bahaya di tempat kerja
  • Titik berat pd bahaya tersembunyi
  • Sepertinya kurang urgent (laten)
  • Prinsip pendekatan
    • Pengkajian kepaparan
    • Utk memperkecil kepaparan
  • Damage

6 of 38

SAFETY HAZARD

1. PERSONIL

  • Sumber Daya Manusia harus memiliki kompetensi kerja (PP 50/2012 pasal 10 ayat 3)

​

2. Equipment

  • Kabel Mesin Terkelupas → korsleting, kebakaran, tersetrum
  • Emergency stop tidak berfungsi
  • Forklift tanpa alarm mundur/lampu
  • Mesin tanpa pelindung → Tangan terjepit

​

​

​

​

​

​

​

7 of 38

SAFETY HAZARD

3. MATERIAL

  • Plat logam tajam → Sarung tangan yang sesuai
  • Material ditumpuk terlalu tinggi → Tertimpa material
  • Bahan mudah terbakar di area pengelasan → kebakran

​

4. ENVIRONMENT (LINGKUNGAN)

  • Lingkungan (environment)🡪 kenyamanan komunitas
  • Pencahayaan kurang 🡪 Salah membaca ukuran/tombol
  • Ventilasi buruk → Kekurangan oksigen, Pekerja pusing, panas
  • Jalur pejalan kaki tercampur dengan jalur forklift → tertabrak

​

​

​

​

​

8 of 38

LINGKUNGAN KERJA

9 of 38

​

​

​

​

FAKTOR-FAKTOR ANCAMAN

RISIKO KECELAKAAN KERJA

BAHAN

ALAT

TENAGA

KERJA

KESEHATAN KESELAMATAN

LINGKUNGAN

PROSES

10 of 38

Health Hazard

Health

Derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree of physiological and psychological well being of the individual)

11 of 38

FAKTOR-FAKTOR BAHAYA �DI TEMPAT KERJA

​

  • FISIK (Physical Hazard)‏
  • KIMIA (Chemical Hazard
  • BIOLOGIS (Biological Hazard)‏
  • ERGONOMI
  • PSIKOLOGIS (Psychological Hazard)‏

12 of 38

FAKTOR BAHAYA FISIK

​

  • SUARA : - tuli
  • SUHU : – heat stroke, heat cramps, frosbite dsb
  • RADIASI :
    • Elektromagnetis : mempengaruhi lensa mata
    • Radioaktif : susunan darah/syaraf; kematian jarinagn
  • TEKANAN UDARA :
    • Caisson’s disease

​

​

​

​

  • PENERANGAN : kelainan pada mata dan kelelahan
  • GETARAN : reynond’s disease (penyempitan pembuluh darah)‏
  • KELEMBABAN UDARA (baik 50 –70 %)‏
  • VENTILASI : pertukaran udara

13 of 38

FAKTOR BAHAYA KIMIA�mencemarkan udara :

  • AEROSOL :
    • Tetes cairan/bagian padat
    • Diameter halus
    • Tersebar dalam jangka waktu tertentu
  • KABUT :
    • Tetes cairan
  • DEBU :
    • Bagian padat

​

​

  • FUMES :
    • Partikel logam
  • ASAP :
    • Zat arang
  • GAS :
    • Menempati ruang tertutup
    • Mudah menjalar/ menyebar
  • UAP :
    • Berbentuk padat/cairan
    • Mudah menyebar
    • Mudah bercampur dengan udara sekelilingnya

14 of 38

JALAN MASUK KEDALAM TUBUH MANUSIA

​

  • SALURAN PERNAPASAN
  • SALURAN PENCERNAAN
  • PENYERAPAN MELALUI KULIT
  • INJEKSI MELALUI KULIT

15 of 38

FAKTOR BAHAYA BIOLOGIS

    • VIRUS
    • BAKTERI
    • JAMUR
    • SERANGGA
    • CACING
    • PARASIT
    • BINATANG BUAS DLL

16 of 38

ERGONOMI

    • SIKAP KERJA YANG TIDAK BAIK
    • PERALATAN YANG TIDAK SESUAI
    • KERJA YANG SENANTIASA DUDUK/ BERDIRI
    • PROSES, SIKAP DAN CARA KERJA YANG MONOTON
    • BEBAN KERJA YANG MELEBIHI KEMAMPUAN DLL.

​

17 of 38

18 of 38

Tempat Kerja dalam ruang sempit (terbatas)

Bahaya

Penyebab

Effect

Rincian

Defisiensi oksigen

  • Api (pengelasan)
  • O2 digunakan bakteria
  • Akumulasi berbagai gas

Pekerja dapat lemas mendadak

Udara normal kadar O2 >18%

<18% berbahaya

Gas beracun

  • Carbon monoksida,
  • Hydrogen sulfida,
  • Sulfur dioksida

Iritasi mata, hidung, tenggorok Menyebabkan sakit dan mati Pekerja lemas

Sementara gas beracun tidak berbau

Tidak dapat dideteksi

Gas mudah terbakar

  • Termasuk bahan bakar
  • Solven

Dapat menyebabkan kebakaran dan ledakan

Beberapa gas mudah terbakar uapnya juga beracun

Bahan kimia

  • Solven cat

​

Iritasi kulit, ritasi mata Toksisitas sistemik

-

Panas

  • Suhu tinggi

Penyebaran panas

Pusing

Efek dapat dipercepat bila ventilasi burukPelindung panas thd muka dan tubuh tidak sesuai

Noise

  • Suara berisik (>85dB)

Mengganggu komunikasi Hearing loss

Efek tergantung intensitas, frekuensi dan durasi

19 of 38

JALAN MASUK KEDALAM TUBUH MANUSIA

​

  • SALURAN PERNAPASAN
  • SALURAN PENCERNAAN
  • PENYERAPAN MELALUI KULIT
  • INJEKSI MELALUI KULIT

20 of 38

PSIKOLOGIS

  • Kerja yang Terpaksa/ Dipaksa Tidak Sesuai Kemampuan
  • Suasana Kerja Tidak Menyenangkan
  • Pikiran yang Senantiasa Tertekan
  • Hubungan Kerja yang Tidak Baik
  • Kerja yang Tidak Sesuai dengan Keinginan dll

21 of 38

22 of 38

Adalah proses mengidentifikasi Sumber-sumber Bahaya, penilaian Resiko, dan tindakan untuk menghilangkan serta mengurangi Resiko secara terus menerus.

MANAJEMEN RISIKO K3

23 of 38

    • Untuk mengidentifikasi sumber bahaya potensial yang berhubungan dengan proses pelaksanaan kerja dan peralatan
    • Untuk mengidentifikasi pola pengendalian yang efektif
    • Untuk mengimplementasikan metoda yang sesuai yang dapat diketahui dan dikomunikasikan kepada para pekerja

PENERAPAN DI TEMPAT KERJA

24 of 38

Metode sistematis Manajemen Risiko K3

25 of 38

Komponen Manajemen Risiko K3

  • HAZARD – Bahaya

​

  • Consequency (C) – Konsekuensi akibat

bahaya

​

  • PROBABILITAS (P) – Peluang

​

  • RISK (R) – Risiko

​

​

​

​

26 of 38

Consequenc (C) (Konsekuensi akibat bahaya)

Contoh:

  • Meninggal 1 orang karena kontak dengan arus listrik
  • Cacat akibat jatuh dari ketinggian
  • Buta akibat terpapar bahan kimia
  • Kerusakan biota laut akibat tumpahan minyak
  • Kehilangan produksi 10% akibat benturan kapal

27 of 38

HAZARD

CONSEQUENCY (C)

Bekerja di dalam parit galian (tanah longsor, lintasan kendaraan, dll.)

  • Meninggal,
  • Patah Tulang,
  • Luka,
  • Memar,
  • Kedinginan

Listrik

  • Meninggal,
  • Cedera dan berakibat luka bakar

Pipa Air Bertekanan

  • Meninggal,
  • Terpotong,
  • Luka Memar,
  • Kedinginan

Hubungan Bahaya dengan Consequenc (C)

28 of 38

Probabilitas (Peluang) (1)

Kesempatan/ peluang dari situasi atau keadaan bahaya atau kejadian sesungguhnya orang dapat cedera bilamana terpapar bahaya, lingkungan dapat tercemar, harta benda dapat rusak, proses dapat terganggu bila sesuatu proses kerja dan aktivitas yang tidak aman.

​

29 of 38

Probabilitas (2)

  • Peluang pekerja dapat tertimpa barang saat berjalan di bawah daerah pengangkatan
  • Peluang minyak melimpah dalam skimming pit bilamana hujan terus turun
  • Peluang tanki bahan bakar meledak bilamana pekerja melakukan pekerjaan panas

​

​

30 of 38

Probabilitas (3)

​

Level

Perkiraan Probabilitas (Kesempatan)

5

Hampir pasti (Very likely) / 1 - 14 hari

Kejadian diperkirakan terjadi pada hampir semua keadaan.

4

Sangat Mungkin (Likely) /

14 hari - 6 bulan

Kejadian sangat mungkin terjadi pada hampir semua keadaan.

3

Mungkin (Possible) /

6 - 12 bulan

Kejadian kemungkinan terjadi pada suatu waktu.

2

Kadang-kadang (Unlikely) /1 - 5 tahun

Kejadian dapat terjadi pada suatu waktu

1

Jarang (Very unlikely)/

> 5 tahun

Kejadian yang mungkin hanya dapat terjadi tidak dapat diperkirakan.

31 of 38

“RISIKO”

Resiko adalah ukuran kemungkinan kerugian yang akan timbul dari sumber bahaya (hazard) tertentu yang terjadi.

​

Untuk menentukan resiko membutuhkan perhitungan antara konsekuensi ( C ) yang mungkin timbul dan probabilitas ( P ), yang biasanya disebut sebagai tingkat resiko (level of risk).

 

​

32 of 38

RISK MATRIX

33 of 38

Kombinasi langkah pengurangan risiko

HIRARKI PENGENDALIAN RISIKO

  • Semampu mungkin, seluruh risiko harus dicegah atau dihilangkan
  • Jika tidak bisa, maka risiko harus diturunkan serendah mungkin dan dikelola sesuai hirarki yang benar, sehingga risiko yang masih ada pada tingkat yang dapat diterima

34 of 38

Contoh-Contoh Pengendalian Resiko

Menghilangkan (Elimination)

  • Menghilangkan sumber bahaya kaki tersangkut/terbentur (trip hazard) di atas lantai
  • Membuang/ memusnahkan bahan kimia yang tidak diperlukan lagi
  • Memperbaiki peralatan yang rusak

​

Penggantian (Subtitution)

  • Mengganti pemakaian bahan-bahan kimia dengan bahan yang rendah tingkat bahayanya
  • Mengganti pasir silika (sand blasting) dengan copper slag (grit blasting) pada pekerjaan abbrfasive blasting
  • Mengganti proses kering dengan proses basah
  • Mengganti cara kerja manual handling dengan mechanical handling

​

35 of 38

Contoh-Contoh Pengendalian Resiko

Rekayasa (Engineering)

  • Program desain ulang untuk mengurangi tingkat kebisingan
  • Memasang/ mengatur ventilasi udara di daerah lingkungan pengecatatan
  • Memasang pagar pengaman mesin pada bagian-bagian mesin yang bergerak
  • Menggunakan anti-glare screen pada layar monitor komputer
  • Memasang flashback arrestor pada saluran oksigen dan asetilin pada pekerjaan oxy-cutting

​

Administrasi (Administrative)

  • Pemeliharaan secara reguler
  • Mendesain ulang cara kerja
  • Penyediaan SOP
  • Membatasi paparan pekerja terhadap bahaya
  • Pelatihan

36 of 38

​

Alat Pelindung Diri (PPE)

> Helmet

> Safety shoes

> Ear plug/muff

> Safety goggles

> Safety gloves

​

​

Contoh-Contoh Pengendalian Resiko

37 of 38

EMPAT LANGAH DALAM MANAJEMEN RISIKO K3

Identifikasi bahaya

Nilai risiko

Pantau dan review

Kedalikan resiko?

1

2

3

4

Apakah langkah pengendalian tsb dapat menghilang-kan atau mengurangi resiko yang ada?

38 of 38