BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF
Syamsu Yusuf L.N.
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
2011
Bimbingan
dan Konseling
Pengajaran
Leadership
TUJUAN PENDIDIKAN
Kepada Tuhan YME
2. Berakhlak mulia
3. Memiliki pengetahuan
Dan keterampilan
4. Memiliki kesehatan jas-
Mani dan rohani
5. Memiliki kepribadian yg
Mantap dan mandiri
6. Memiliki rasa tg jawab
Kemasyarakatan dan
kebangsaan
Pendidikan
PENDIDIKAN YANG EFEKTIF
Guru
Siswa
Konseli
“Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
(UU No.20 Tahun 2003)
Konselor
ASTA CITRA ANAK INDONESIA (KARAKTER)
PROSES PENDIDIKAN
P
E
N
D
I
D
I
K
Tujuan Pendidikan
KARAKTER
PERSONAL
SOSIAL
DOSEN/
GURU
Mendidik
Waratsatul
Anbiya
(Siddiq, Amanah,
Fathanah dan
Tabligh)
Ibadah
“Kun ‘aaliman, au muta’aaliman, au muhibban, au mustami’an, walaa
takun khaamisan, fatahlak” (hadits).
DOSEN/
GURU
Mendidik
Melatih
Membimbing
Mengajar
Mahasiswa
Siswa
Sukses
Karir
Sukses
Akademik
Sukses
Sosial
Sukses
Pribadi
TUGAS/TANGGUNG JAWAB PENDIDIK/DOSEN/GURU
IQ
EI
SI
Tidaklah seorang ‘alim itu dapat disebut orang ‘alim, sehingga nampak nyatalah bekas ilmunya itu di kalangan kaumnya”. (hadits).
Sukses
Pribadi
Sukses
Sosial
Sukses
Akademik
(Belajar)
Sukses
Karir
teristik diri & pekerjaan.
2. Bersikap Posiitif
thd pekerjaan
3. Mengenal jenis &
Kondisi kerja
4. Memiliki Kom-
petensi yang
dipersyaratkan
1. Sikap dan
kebiasaan belajar
yang positif
2. Motif belajar
sepanjang hayat
3. Keterampilan
belajar yang efektif
4. Kesiapan mental
menghadapi ujian
Berkomuni
kasi
Catur Sukses
(Sbg Tujuan
Bimbingan)
1
2
3
4
Tantangan
Era Globalisasi
1. Teknologi sebagai andalan
2. Kehidupan yg kompetitif
3. Jaminan Mutu
4. Ragam gaya hidup
5. Perubahan kehidupan
yang sangat cepat
6. Orientasi nilai tambah
KONDISI KARAKTER ANAK BANGSA
1. Tawuran, agresif, anarkhi
2.Mengkonsumsi NAPZA (Narkotika,Alkohol,
Psikotropika,dan zat Adiktif lainnya)
3. Pergaulan bebas (Free sex)
4. Prostitusi di kalangan para siswi
4. Melakukan tindak kekerasan/kriminal
(seperti geng motor dan pencurian)
5. Korupsi
6. Illegal loging
7. Membuang sampah sembarangan
8. dsb.
PROGRAM
BIMBINGAN DAN
KONSELING
Amanah Agama :
makaarimal akhlaaq”.
AMANAT UU NO 20 TH 2003
“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
Pengangguran
Problema
Kehidupan
Global
(Abad XXI)
Lingkungan Hidup
Yg semakin Buruk
Meningkatnya Gejala
Gangguan Kesehatan
Mental (Maladjustment,
Neurosis, dan
Psikosis)
Kemiskinan
Kehidupan yg semakin
Kompetitif
Perubahan Konstelasi
Keluarga
PENYEBAB
Sikap Hidup yg
Materialistik-Hedonistik
DAMPAK
Kekurang pedulian
Thd Nilai-nilai Agama
Degradasi Moral
Semakin maraknya perilaku
A susila/a moral : Madon,
Madat,Maling, Main,Mateni
KONDISI KESEHATAN MENTAL (GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA DEWASA INI
DATA PROSTITUSI DI KALANGAN SISWI
(Majalah Kartini, edisi 2247/2009)
87 % Remaja SMP di Indonesia sudah tidak perawan lagi
(Hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak)
18 siswi SMP di Jakarta Barat menyambi sebagai PSK selepas sekolah.
Di Karawang ditemukan 113 siswi berusia 15-18 tahun menjadi PSK (selama Maret – April 2009).
KASUS BUNUH DIRI DAN GANTUNG DIRI DI DIY
TAHUN | JUMLAH KASUS |
1999 | 74 |
2000 | 51 |
2001 | 33 |
2002 | 52 |
2003 | 55 |
2004 | 40 |
2005 | 27 |
2006 | 29 |
Januari 2007 | 4 |
24-1-2005 | Indramayu | Ayah perkosa anak kandung |
26-2-2005 | Bandung | Lima pemuda perkosa seorang gadis |
15-4-2005 | Sukabumi | Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun |
31-5-2005 | Cirebon | Seorang gadis diperkosa tetangganya |
7-10-2005 | Bogor | Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta |
12-10-2005 | Bogor | Pemuda perkosa pembantu |
30-10-2005 | Cirebon | Keponakan cabuli bibinya |
1-11-2005 | Sukabumi | 35 pemuda perkosa seorang gadis |
1-11-2005 | Bandung | Adik perkosa kakak iparnya |
1-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa 3 anak tirinya |
1-11-2005 | Bandung | Tetangga perkosa siswi SMA |
1-11-2005 | Sukabumi | Habib sodomi belasan santrinya |
7-11-2005 | Cimahi | Sopir angkot perkosa pembantu |
10-11-2005 | Sumedang | 4 kusir delman perkosa siswi SMP |
11-11-2005 | Sukabumi | Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik |
13-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa anak tiri |
Jan-Marer | Ciamis | Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik |
Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)
Bagaimana kita mempersiapkan para peserta didik untuk belajar, bekerja, dan hidup bersama dengan orang lain pada abad 21?�
BIMBINGAN
DAN KONSELING
KOMPREHENSIF
PROGRAM
BK
KOMPREHENSIF
(ASCA)
Ruang
Lingkup
Akademik, dan Karir.
Tujuan Layanan BK:
Perkembangan
Siswa
Pendekatan
Preventif
Perkembangan
Merancang layanan atau
Aktivitas yg memungkinkan
Siswa memiliki pengetahuan,
Sikap, dan keterampilan tertentu,
Sehingga dapat mengembangkan potensinya
dan tercegah dari
masalah
Siswa memiliki kompetensi, yaitu pengetahuan,
Sikap, dan keterampilan yang harus diperoleh
atau didemonstrasikan siswa sebagai hasil
Layanan bimbingan dan konseling
TUGAS KONSELOR (GURU BIMBINGAN DAN KONSELING)
TUGAS
KONSELOR
TUJUAN
Pengembangan Potensi dan
Memandirikan Konseli
dalam Pengambilan Keputusan
dan Pilihan untuk Mewujudkan
Kehidupan yang Produktif,
Sejahtera, dan Peduli
Kemaslahatan Umum.
Pelayanan
Bimbingan dan
Konseling
Konselor
Konseli
KONSELOR ADALAH PENGAMPU PELAYANAN AHLI BIMBINGAN DAN KONSELING, TERUTAMA DALAM JALUR PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL.
Guru BK
Konselor
Wawasan Keilmuan
Kepribadian
(Karakter)
Keterampilan
Kualitas
Kinerja
(Performance)
Konselor yang Efektif
KARAKTER
Guru BK
PERSONAL
SOSIAL
KASUS GURU BERKARAKTER BURUK
- Guru melakukan
pelecehan seksual
Guru
Siswa
Konseli
“Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.
(UU No.20 Tahun 2003)
Konselor
ASTA CITRA ANAK INDONESIA (KARAKTER)
PROSES PENDIDIKAN
P
E
N
D
I
D
I
K
Tujuan Pendidikan
MASALAH KESEHATAN MENTAL DI KALANGAN ANAK DAN REMAJA
2. William G. Wagner (1996) melaporkan tentang gambaran kehidupan mental remaja di Amerika Serikat, yaitu bahwa remaja tahun 1990-an diimpresi sebagai periode “helpless period” (periode takberdaya) sehingga mengurangi harapan masa depan bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Disebut periode tersebut, karena menyimak beberapa laporan tentang banyaknya remaja yang akrab dengan (1) alkohol dan obat-obat terlarang, (2) senjata yang kaitannya dengan kematian, dan (3) hubungan seksual yang menyebarkan penyakit HIV.
3. Hasil studi lainnya menemukan bahwa kegagalan akademik dan sosial anak di sekolah, disebabkan oleh adanya penolakan dari teman sebaya dan mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah (Repetti dan Polina, dalam Shelley E. taylor, 2003 : 213).
Masalah kesehatan mental ini dialami juga oleh anak-anak dan remaja di Indonesia. Menurut Dr. Machmud, Sp.Kj. (salah seorang jajaran direksi Rumah Sakit Jiwa Bandung) dalam tiga bulan terakhir (antara bulan Agustus s.d. Oktober 2003) terjadi peningkatan gangguan jiwa pada kalangan anak dan remaja di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Sebelumnya pasien rawat jalan dari kalangan anak dan remaja hanya beberapa orang dalam satu bulan, sekarang mencapai angka antara 20 hingga 60 pasien rawat jalan per bulan. Adapun masalah yang dialami mereka adalah masalah kenakalan yang berlebih, masalah narkoba, dan masalah gangguan belajar. (Pikiran Rakyat, 3 Oktober 2003).
Khusus mengenai dekadensi moral dalam aspek penyimpangan seksual di kalangan remaja, dalam hal ini di negara-negara barat (seperti Perancis, Inggris, Kanada, Swedia, dan Belanda), majalah Time (Pikiran Rakyat, 29 Januari 1995) memberitakan tentang gejala aborsi di negara-negara tersebut adalah sebagai berikut (lihat tabel)
Negara | Remaja yang melakukan Aborsi |
Perancis Inggris Kanada Swedia Belanda | 180 dari 450 175 dari 450 180 dari 450 210 dari 320 50 dari 150 |
Free Sex | Sakit Kelamin | Hamil di luar nikah | Prostitusi |
7 dari 10 wanita 8 dari 10 pria | 2,5 – 5 juta | 1 dari 10 | 125000 200000 |
HIV DAN AIDS DI INDONESIA�(Republika, 23 Mei 2006)
NAPZA/NARKOBA DI INDONESIA
KASUS BUNUH DIRI DAN GANTUNG DIRI DI DIY
TAHUN | JUMLAH KASUS |
1999 | 74 |
2000 | 51 |
2001 | 33 |
2002 | 52 |
2003 | 55 |
2004 | 40 |
2005 | 27 |
2006 | 29 |
Januari 2007 | 4 |
24-1-2005 | Indramayu | Ayah perkosa anak kandung |
26-2-2005 | Bandung | Lima pemuda perkosa seorang gadis |
15-4-2005 | Sukabumi | Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun |
31-5-2005 | Cirebon | Seorang gadis diperkosa tetangganya |
7-10-2005 | Bogor | Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta |
12-10-2005 | Bogor | Pemuda perkosa pembantu |
30-10-2005 | Cirebon | Keponakan cabuli bibinya |
1-11-2005 | Sukabumi | 35 pemuda perkosa seorang gadis |
1-11-2005 | Bandung | Adik perkosa kakak iparnya |
1-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa 3 anak tirinya |
1-11-2005 | Bandung | Tetangga perkosa siswi SMA |
1-11-2005 | Sukabumi | Habib sodomi belasan santrinya |
7-11-2005 | Cimahi | Sopir angkot perkosa pembantu |
10-11-2005 | Sumedang | 4 kusir delman perkosa siswi SMP |
11-11-2005 | Sukabumi | Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik |
13-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa anak tiri |
Jan-Marer | Ciamis | Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik |
Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)
MIRAS PEMBAWA MAUT (Pikiran Rakyat, 05-10-08)
Tanggal | Korban | Racikan |
27-05-2006 | 1 orang warga Desa Cikedung, Indramayu | |
29-05-2006 | 7 warga Kab. Indramayu tewas | Miras dicampur ginseng, spiritus, dan pil obat batuk |
02-01-2008 | 2 tewas di Kab. Indramayu dalam pesta miras malam tahun baru | Campuran berbagai jenis miras |
10-09-2008 | 14 tewas dan 12 orang lainnya kritis setelah pesta miras di Kec. Losarang, Kab. Indramayu | Miras dicampur minuman suplemen dan lotion anti nyamuk |
01-10-2008 | 10 tewas, dan sekitar 200 orang lainnya dirawat akibat keracunan alkohol di kec. Kandanghaur dan Gabuswetan, Kab. Indramayu. | |
24-1-2005 | Indramayu | Ayah perkosa anak kandung |
26-2-2005 | Bandung | Lima pemuda perkosa seorang gadis |
15-4-2005 | Sukabumi | Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun |
31-5-2005 | Cirebon | Seorang gadis diperkosa tetangganya |
7-10-2005 | Bogor | Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta |
12-10-2005 | Bogor | Pemuda perkosa pembantu |
30-10-2005 | Cirebon | Keponakan cabuli bibinya |
1-11-2005 | Sukabumi | 35 pemuda perkosa seorang gadis |
1-11-2005 | Bandung | Adik perkosa kakak iparnya |
1-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa 3 anak tirinya |
1-11-2005 | Bandung | Tetangga perkosa siswi SMA |
1-11-2005 | Sukabumi | Habib sodomi belasan santrinya |
7-11-2005 | Cimahi | Sopir angkot perkosa pembantu |
10-11-2005 | Sumedang | 4 kusir delman perkosa siswi SMP |
11-11-2005 | Sukabumi | Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik |
13-11-2005 | Sukabumi | Ayah perkosa anak tiri |
Jan-Marer | Ciamis | Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik |
Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)
RCTI, Rabu 26-5-2010 JAM 12.30
DATA PROSTITUSI DI KALANGAN SISWI
(Majalah Kartini, edisi 2247/2009)
87 % Remaja SMP di Indonesia sudah tidak perawan lagi
(Hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak)
18 siswi SMP di Jakarta Barat menyambi sebagai PSK selepas sekolah.
Di Karawang ditemukan 113 siswi berusia 15-18 tahun menjadi PSK (selama Maret – April 2009).
Bagaimana kita mempersiapkan para peserta didik untuk belajar, bekerja, dan hidup bersama dengan orang lain pada abad 21?�
BIMBINGAN
DAN KONSELING
KOMPREHENSIF
BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF
Asosiasi Konselor Sekolah Amerika (ASCA) mengartikan
bimbingan perkembangan (komprehensif) sebagai
“Komponen dari keseluruhan layanan bimbingan yang meliputi
berbagai intervensi yang terencana dalam bidang pendidikan dan
program layanan kemanusiaan lainnya yang menyangkut semua lingkup kehidupan manusia untuk menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan
individu dalam semua area perkembangannya (personal, sosial, emosi, karir, moral-etika, kognitif, dan estetika) dan memantapkan kesatupaduan area perkembangan ke dalam gaya hidupnya”
(Robert D. Myrick, 1993 : 65).
1
PENGERTIAN BIMBINGAN
“Proses bantuan dari konselor kepada individu, peserta didik, atau konseli secara berkesinambungan dalam semua fase pekembangannya, agar dapat mengaktualisasikan potensi dirinya (intelektual, emosional, sosial, dan moral-spiritual) secara optimal, sehingga menjadi seorang pribadi yang produktif dan kontributif, atau bermakna dalam kehidupannya, baik secara personal maupun sosial”.
2
BIMBINGAN DAN KONSELING
“PROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIKIK DALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAI TINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADI YANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DAN KEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGAN MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT”
Tugas-tugas
Perkembangan
Kecerdasan (IQ,
EI, SI)
Pribadi yg Efektif
Pribadi yg Produktif
3
PROGRAM BK KOMPREHENSIF
rancangannya preventif, dan arahnya perkembangan”
(ASCA, dalam Bowers & Hatch)
direncanakan dan dikoordinasikan berdasarkan kebutuhan siswa,
sekolah, dan masyarakat, dalam upaya membantu semua siswa”.
(Gysbers & Henderson, 2006)
PROGRAM
BK
KOMPREHENSIF
(ASCA)
Ruang
Lingkup
Akademik, dan Karir.
Fokus Layanan BK
Perkembangan
Siswa
Pendekatan
Preventif
Perkembangan
Merancang layanan atau
Aktivitas yg memungkinkan
Siswa memiliki pengetahuan,
Sikap, dan keterampilan tertentu,
Sehingga tercegah dari
masalah
Siswa memiliki kompetensi, yaitu pengetahuan,
Sikap, dan keterampilan yang harus diperoleh
atau didemonstrasikan siswa sebagai hasil
Layanan bimbingan dan konseling
PERBEDAAN KARAKTERISTIK�BK TRADISIONAL DGN KOMPREHENSIF
Tradisional | Komprehensif |
1. Bersifat reaktif 2. Pendekatan krisis (remediatif) 3. Hanya melakukan konseling 4. Hanya melayani siswa yang bermasalah 5. Menekankan pada layanan informasi 6. Programnya tidak terstruktur 7. Hanya dilakukan oleh konselor sendiri. |
|
KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK
KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK
KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK
KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK
Akuntabilitas
Laporan Hasil
Evaluasi Kinerja Konselor
Evaluasi Program
Badan Penasihat
Landasan
Filsafat
Wilayah: Pendidikan, Karir, Pribadi/Sosial
Standar Nasional/ Kompetensi
Sistem
Manajemen
Kesepakatan
Penggunaan Data–Menutup Kesenjangan
Monitoring Siswa
Penggunaan Waktu
Penjadwalan
Sistem Penyampaian
Kurikulum Bimbingan
Perencanaan Individual Layanan Responsif
Dukungan Sistem
ELEMEN
MODEL
BIMBINGAN DAN
KONSELING
KOMPREHENSIF
DI SEKOLAH
optimal, melalui peningkatan fungsi-fungsi perkembangan ke tahapan yang lebih tinggi, dan
menghilangkan berbagai hambatan atau rintangan sehingga mencapai pekembangan
selanjutnya.
interaksi individu yang bersangkutan dengan lingkungan fisik, psikis dan sosial.
interaksi yang harmonis antara perkembangan individu dengan lingkungannya, karena
“human personality grows optimally out of healthy interactions between the growing
organism and the culture or environment”.
LANDASAN FILOSOFIS
ASUMSI
PRINSIP BIMBINGAN
Tujuan Bimbingan dan Konseling
aspek nilai dan berani menghadapi resiko.
3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam
mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.
4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.
5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam
berinteraksi dengan orang lain.
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan
sebagai dasar dalam kehidupan sosial.
7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif
8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan
kehidupan yang semakin kompetitif.
9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan
kompetensi yang mendukung pilihan karir.
10.Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga
sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.
PROGRAM BK
PERENCANAAN
EVALUASI
PELAKSANAAN
Seperangkat kegiatan/aktivitas yang dirancang untuk mencapai tujuan. Dalam langkah perencanaan ini dilakukan kegiatan :
Implementasi berbagai aktivitas yang telah dirancang dalam perencanaan melalui keempat komponen
program :
Terkait dengan area BK
Suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan karakter siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan
Asesmen Lingkungan
Harapan dan Kondisi Lingkungan
KOMPONEN PROGRAM
Layanan Orientasi
Layanan Informasi
Bimbingan Kelompok
Konseling Individual
Konseling kelompok
Rujukan (referal)
Bimbingan Teman Sebaya
Pengembangan media
Instrumentasi
Penilaian Individual atau Kelompok
Penempatan dan penyaluran
Kunjungan rumah
Konferensi kasus
Kolaborasi Guru
Kolaborasi Orangtua
Kolaborasi Ahli Lain
Konsultasi
Akses informasi dan teknologi
Sistem Manajemen
Kesepakatan
Evaluasi, Akuntabilitas
Pengembangan Profesi
STRATEGI
LAYANAN
Perangkat Tugas Perkembangan/(Kompetensi/ kecakapan hidup, nilai dan moral siswa)
Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran , Akomodasi, Tindakan)
Permasalahan yang perlu dientaskan
1. Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling
(Untuk seluruh siswa dan Orientasi Jangka Panjang)
2. Layanan Responsif
(Pemecahan Masalah, Remidiasi)
3. Perencanaan Individual
(Perencanaan Pendidikan, Karir, Personal, Sosial)
4. Dukungan Sistem
(Aspek Manajemen dan Pengembangan)
Asesmen Perkembangan Konseli
Harapan dan Kondisi Konseli
Pengem
Bangan
Program
NEED ASSESSMENT
Mengukur atau mengidentifikasi perkembangan siswa
Pencapaian tugas-tugas perkembangan
Masalah-masalah siswa (Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karir)
1. Kompetensi Intelektual
2. Kompetensi Emosional
3. Kompetensi Sosial
1. Kesadaran beragama
2. Profile karakter
siswa
Altruis
Toleransi
Empati
Solidaritas
dsb
Meyakini bekerja sbg ibadah
Memahami kemampuan diri
Memahami dunia kerja
Memiliki kompetensi yang dipersyaratkan
Dapat bekerjasama
dsb
Keimanan dan ketaqwaan
Konsep diri
Rasa percaya diri
Sikap optimis
Dsb.
Meyakini belajar sbg suatu ibadah
Memiliki sikap belajar sepanjang hayat
Memiliki achievement motive
dsb
EVALUASI PROGRAM
TUJUAN
Mengetahui keter-
laksanaan kegiatan
dan ketercapaian
tujuan dari program
yang telah
ditetapkan
LANGKAH-LANGKAH
Menganalisis data
4. Melakukan followup
HASIL
saan belajar
4. Sikap siswa thd program BK
5. Kualitas prestasi belajar
6. Kualitas akhlak
PROSES
Pelaksanaan dg
Rancangan
2. Tingkat partisipasi personil
3. Hambatan yg dialami
4. Respon stakeholder
FUNGSI
Back bagi
Konselor
2. Sbg.Informasi
kpd pihak lain
ttg perk.siswa
ASPEK
YANG
DIEVA-
LUASI
Komponen
Program
BK
Curriculum Guidance
(Layanan Dasar)
Perencanaan
Individual
Dukungan
Sistem
Responsif
1. Pengembangan
Profesional
2. Manajemen Program
3. Penelitian
Siswa
CATUR SUKSES
Pribadi – Sosial
Akademik -- Karir
Classroom Guidance
Small Group Guidance
Individual Counseling
Group Counseling
Peer Guidance
Large Group Guidance
STRATEGI LAYANAN
BIMBINGAN DAN KONSELING
Konsultasi
STRATEGI LAYANAN
Layanan Dasar
Perencanaan
Individual
Responsif
Dukungan
Sistem
1. Classroom Guidance
2. Bimbingan Kelompok
3. Layanan Orientasi
4. Layanan Informasi
5. Pengumpulan Data
1. Konsultasi
2. Konseling Individual/
Kelompok
3. Konferensi kasus
4. Referal
5. Bimbingan Teman
Sebaya
tion)
2. Bantuan Ind./Klp., dalam :
a. Merencanakan Tujuan
b. Melakukan Kegiatan
c. Mengevaluasi
3. Penempatan/Penjurusan/
Penyaluran
1. Pengembangan
Profesional
2. Manajemen Program
3. Penelitian
I
Pengertian
Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “Proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”.
Tujuan
Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya ( pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.
Layanan Dasar Bimbingan
Contoh Topik Layanan Dasar
Pengertian
Responsif merupakan “Pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”.
Tujuan
Tujuan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.
Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan.
Masalah
Masalah (gejala masalah) yang mungkin dialami siswa diantaranya : (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah hati, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang), (4) membolos dari sekolah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9) malas beribadah, (10) masalah pergaulan bebas (free sex), (11) bersikap agresif, dan (12) stress.
Responsif
Pengertian
Komponen ini diartikan “Proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya”.
Tujuan
Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.
Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.
Perencanaan Individual
Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa, layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa. Melalui layanan perencanaan individual, siswa dapat:
karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian
tujuannya.
3. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
4. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.
Materi Perencanaan Individual
Materi perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik, karir, dan sosial-pribadi. Materi pengembangan aspek :
Materi Perencanaan Individual (Ljt.)
Ketiga komponen diatas, merupakan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa.
Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan layanan di atas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem ini meliputi dua aspek, yaitu :
a. Pemberian Layanan Konsultasi dan Kolaborasi
Pemberian layanan ini menyangkut kegiatan guru pembimbing (konselor) yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru, (2) menyelenggarakan program kolaborasi atau kerjasama dengan orang tua atau masyarakat, (3) berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah, (4) berkolaborasi atau bekerjasama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling.
b. Kegiatan Manajemen
Kegiatan manajemen ini merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (1) pengembangan program, (2) pengembangan staf, (3) pemanfaatan sumber daya, dan (4) pengembangan penataan kebijakan.
Dukungan Sistem
TUGAS/TANGGUNG JAWAB KEPALA SEKOLAH/PIMPINAN
|
|