1 of 60

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF

Syamsu Yusuf L.N.

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

2011

2 of 60

Bimbingan

dan Konseling

Pengajaran

Leadership

TUJUAN PENDIDIKAN

  1. Beriman dan bertaqwa

Kepada Tuhan YME

2. Berakhlak mulia

3. Memiliki pengetahuan

Dan keterampilan

4. Memiliki kesehatan jas-

Mani dan rohani

5. Memiliki kepribadian yg

Mantap dan mandiri

6. Memiliki rasa tg jawab

Kemasyarakatan dan

kebangsaan

Pendidikan

PENDIDIKAN YANG EFEKTIF

3 of 60

Guru

Siswa

Konseli

“Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

(UU No.20 Tahun 2003)

  1. Rajin beribadah
  2. Hormat dan bakti kepada OT dan guru
  3. Jujur dan cakap dalam membawakan diri serta peka akan seni
  4. Pandai membaca dan menulis serta rajin belajar dan bekerja
  5. Terampil, penuh prakarsa (kreatif) , rajin berkarya, mengejar prestasi dan berjiwa bergotong royong
  6. Mandiri, penuh semangat, berdisiplin dan bertanggung jawab
  7. Sehat dan berhati riang, penuh keyakinan dalam usaha menghadapi masa depan
  8. Cinta tanah air. (Ediasri Toto A., 2008)

Konselor

ASTA CITRA ANAK INDONESIA (KARAKTER)

PROSES PENDIDIKAN

P

E

N

D

I

D

I

K

Tujuan Pendidikan

4 of 60

KARAKTER

  1. Jujur
  2. Disiplin
  3. Komitmen
  4. Empati
  5. Self-respect
  6. Self-control
  7. Self esteem
  8. Kompeten
  9. Daya Juang

  1. Toleransi
  2. Empati
  3. Altruis
  4. Tanggung Jawab kemasyarakatan
  5. Tanggung jawab Kebangsaan (nasionalisme)
  6. Patriotisme

PERSONAL

SOSIAL

5 of 60

DOSEN/

GURU

Mendidik

Waratsatul

Anbiya

(Siddiq, Amanah,

Fathanah dan

Tabligh)

Ibadah

“Kun ‘aaliman, au muta’aaliman, au muhibban, au mustami’an, walaa

takun khaamisan, fatahlak” (hadits).

6 of 60

DOSEN/

GURU

Mendidik

Melatih

Membimbing

Mengajar

Mahasiswa

Siswa

Sukses

Karir

Sukses

Akademik

Sukses

Sosial

Sukses

Pribadi

TUGAS/TANGGUNG JAWAB PENDIDIK/DOSEN/GURU

IQ

EI

SI

Tidaklah seorang ‘alim itu dapat disebut orang ‘alim, sehingga nampak nyatalah bekas ilmunya itu di kalangan kaumnya”. (hadits).

7 of 60

Sukses

Pribadi

Sukses

Sosial

Sukses

Akademik

(Belajar)

Sukses

Karir

  1. Believe
  2. Brain
  3. Beauty
  4. Behavior
  1. Mengenal karak-

teristik diri & pekerjaan.

2. Bersikap Posiitif

thd pekerjaan

3. Mengenal jenis &

Kondisi kerja

4. Memiliki Kom-

petensi yang

dipersyaratkan

1. Sikap dan

kebiasaan belajar

yang positif

2. Motif belajar

sepanjang hayat

3. Keterampilan

belajar yang efektif

4. Kesiapan mental

menghadapi ujian

  1. Empati
  2. Altruis
  3. Kooperatif
  4. Toleransi
  5. Demokratis
  6. Terampil

Berkomuni

kasi

Catur Sukses

(Sbg Tujuan

Bimbingan)

1

2

3

4

8 of 60

Tantangan

Era Globalisasi

1. Teknologi sebagai andalan

2. Kehidupan yg kompetitif

3. Jaminan Mutu

4. Ragam gaya hidup

5. Perubahan kehidupan

yang sangat cepat

6. Orientasi nilai tambah

KONDISI KARAKTER ANAK BANGSA

1. Tawuran, agresif, anarkhi

2.Mengkonsumsi NAPZA (Narkotika,Alkohol,

Psikotropika,dan zat Adiktif lainnya)

3. Pergaulan bebas (Free sex)

4. Prostitusi di kalangan para siswi

4. Melakukan tindak kekerasan/kriminal

(seperti geng motor dan pencurian)

5. Korupsi

6. Illegal loging

7. Membuang sampah sembarangan

8. dsb.

PROGRAM

BIMBINGAN DAN

KONSELING

Amanah Agama :

  1. “waltakun minkum ummatun yad’uuna ‘ilal-khair, ya’muruuna bil ma’ruuf wayanhauna ‘amil munkar”.
  2. “innamaa bu’itstu liutammima

makaarimal akhlaaq”.

AMANAT UU NO 20 TH 2003

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

9 of 60

Pengangguran

Problema

Kehidupan

Global

(Abad XXI)

Lingkungan Hidup

Yg semakin Buruk

Meningkatnya Gejala

Gangguan Kesehatan

Mental (Maladjustment,

Neurosis, dan

Psikosis)

Kemiskinan

Kehidupan yg semakin

Kompetitif

Perubahan Konstelasi

Keluarga

PENYEBAB

Sikap Hidup yg

Materialistik-Hedonistik

DAMPAK

Kekurang pedulian

Thd Nilai-nilai Agama

Degradasi Moral

Semakin maraknya perilaku

A susila/a moral : Madon,

Madat,Maling, Main,Mateni

10 of 60

KONDISI KESEHATAN MENTAL (GANGGUAN JIWA) MASYARAKAT DUNIA DEWASA INI

  • New York : 25 % (1 dari 4 penduduk)
  • London : 20 % (1 dari 5 penduduk)
  • Jakarta : 20 % (1 dari 5 penduduk)
  • Indonesia : 18 % (Penelitian Depkes th 1995 di
  • 13 Kota Besar)

11 of 60

DATA PROSTITUSI DI KALANGAN SISWI

(Majalah Kartini, edisi 2247/2009)

87 % Remaja SMP di Indonesia sudah tidak perawan lagi

(Hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak)

18 siswi SMP di Jakarta Barat menyambi sebagai PSK selepas sekolah.

Di Karawang ditemukan 113 siswi berusia 15-18 tahun menjadi PSK (selama Maret – April 2009).

  1. Broken home
  2. Lemahnya kontrol OT
  3. Hedonisme
  4. Konsumerisme

12 of 60

KASUS BUNUH DIRI DAN GANTUNG DIRI DI DIY

TAHUN

JUMLAH KASUS

1999

74

2000

51

2001

33

2002

52

2003

55

2004

40

2005

27

2006

29

Januari 2007

4

13 of 60

24-1-2005

Indramayu

Ayah perkosa anak kandung

26-2-2005

Bandung

Lima pemuda perkosa seorang gadis

15-4-2005

Sukabumi

Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun

31-5-2005

Cirebon

Seorang gadis diperkosa tetangganya

7-10-2005

Bogor

Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta

12-10-2005

Bogor

Pemuda perkosa pembantu

30-10-2005

Cirebon

Keponakan cabuli bibinya

1-11-2005

Sukabumi

35 pemuda perkosa seorang gadis

1-11-2005

Bandung

Adik perkosa kakak iparnya

1-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa 3 anak tirinya

1-11-2005

Bandung

Tetangga perkosa siswi SMA

1-11-2005

Sukabumi

Habib sodomi belasan santrinya

7-11-2005

Cimahi

Sopir angkot perkosa pembantu

10-11-2005

Sumedang

4 kusir delman perkosa siswi SMP

11-11-2005

Sukabumi

Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik

13-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa anak tiri

Jan-Marer

Ciamis

Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik

Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)

14 of 60

Bagaimana kita mempersiapkan para peserta didik untuk belajar, bekerja, dan hidup bersama dengan orang lain pada abad 21?�

  1. Bagaiamana supaya siswa memiliki self-respect dan respect terhadap orang lain, atau nilai-nilai kemanusiaan?
  2. Bagaimana mengembangkan kompetensi personal (intrapersonal) dan sosial (interpersonal) siswa?
  3. Apakah siswa perlu memiliki keterampilan memecahkan masalah?
  4. Bagaimana kita dapat mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal?
  5. Program pengembangan karir apa yang seyogyanya diberikan kepada siswa?
  6. Bagaimana kita bersikap adil dalam melayani seluruh siswa?
  7. Keterampilan kerja spesifik apa yang perlu disiapkan bagi siswa?

BIMBINGAN

DAN KONSELING

KOMPREHENSIF

15 of 60

PROGRAM

BK

KOMPREHENSIF

(ASCA)

Ruang

Lingkup

  1. Fokus : semua siswa
  2. Area Domain : Personal/Sosial,

Akademik, dan Karir.

Tujuan Layanan BK:

Perkembangan

Siswa

Pendekatan

Preventif

Perkembangan

Merancang layanan atau

Aktivitas yg memungkinkan

Siswa memiliki pengetahuan,

Sikap, dan keterampilan tertentu,

Sehingga dapat mengembangkan potensinya

dan tercegah dari

masalah

Siswa memiliki kompetensi, yaitu pengetahuan,

Sikap, dan keterampilan yang harus diperoleh

atau didemonstrasikan siswa sebagai hasil

Layanan bimbingan dan konseling

16 of 60

TUGAS KONSELOR (GURU BIMBINGAN DAN KONSELING)

TUGAS

KONSELOR

TUJUAN

Pengembangan Potensi dan

Memandirikan Konseli

dalam Pengambilan Keputusan

dan Pilihan untuk Mewujudkan

Kehidupan yang Produktif,

Sejahtera, dan Peduli

Kemaslahatan Umum.

Pelayanan

Bimbingan dan

Konseling

Konselor

Konseli

KONSELOR ADALAH PENGAMPU PELAYANAN AHLI BIMBINGAN DAN KONSELING, TERUTAMA DALAM JALUR PENDIDIKAN FORMAL DAN NONFORMAL.

17 of 60

Guru BK

Konselor

Wawasan Keilmuan

Kepribadian

(Karakter)

Keterampilan

Kualitas

Kinerja

(Performance)

Konselor yang Efektif

18 of 60

KARAKTER

Guru BK

  1. Betaqwa kpd Tuhan YME
  2. Jujur
  3. Disiplin
  4. Komitmen
  5. Self-respect
  6. Self-control
  7. Self esteem
  8. Kompeten
  9. Daya Juang

  1. Toleransi
  2. Empati
  3. Altruis
  4. Tanggung Jawab kemasyarakatan
  5. Tanggung jawab Kebangsaan (nasionalisme)
  6. Patriotisme

PERSONAL

SOSIAL

19 of 60

KASUS GURU BERKARAKTER BURUK

  • Kasus a moral : – Guru menjadi mucikari

- Guru melakukan

pelecehan seksual

  • Kasus kriminal: – Guru memukul siswa
  • Kasus disipliner: – Guru jarang mengajar
  • Kasus Mentalitas: - Guru galak (Sospol)

20 of 60

Guru

Siswa

Konseli

“Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

(UU No.20 Tahun 2003)

  1. Rajin beribadah
  2. Hormat dan bakti kepada OT dan guru
  3. Jujur dan cakap dalam membawakan diri serta peka akan seni
  4. Pandai membaca dan menulis serta rajin belajar dan bekerja
  5. Terampil, penuh prakarsa (kreatif) , rajin berkarya, mengejar prestasi dan berjiwa bergotong royong
  6. Mandiri, penuh semangat, berdisiplin dan bertanggung jawab
  7. Sehat dan berhati riang, penuh keyakinan dalam usaha menghadapi masa depan
  8. Cinta tanah air. (Ediasri Toto A., 2008)

Konselor

ASTA CITRA ANAK INDONESIA (KARAKTER)

PROSES PENDIDIKAN

P

E

N

D

I

D

I

K

Tujuan Pendidikan

21 of 60

22 of 60

MASALAH KESEHATAN MENTAL DI KALANGAN ANAK DAN REMAJA

  1. Hasil penelitian (di Amerika Serikat) menunjukkan bahwa 1 dari 5 orang anak dan remaja memiliki masalah kesehatan mental, dan 1 dari 10 atau sebanyak 6 juta anak memiliki gangguan emosional yang serius (www.mentalhealth.org.,SAMHS’s National Mental Health information Center, 2/19/03).

2. William G. Wagner (1996) melaporkan tentang gambaran kehidupan mental remaja di Amerika Serikat, yaitu bahwa remaja tahun 1990-an diimpresi sebagai periode “helpless period” (periode takberdaya) sehingga mengurangi harapan masa depan bagi dirinya sendiri maupun masyarakat. Disebut periode tersebut, karena menyimak beberapa laporan tentang banyaknya remaja yang akrab dengan (1) alkohol dan obat-obat terlarang, (2) senjata yang kaitannya dengan kematian, dan (3) hubungan seksual yang menyebarkan penyakit HIV.

3. Hasil studi lainnya menemukan bahwa kegagalan akademik dan sosial anak di sekolah, disebabkan oleh adanya penolakan dari teman sebaya dan mengalami kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah (Repetti dan Polina, dalam Shelley E. taylor, 2003 : 213).

23 of 60

Masalah kesehatan mental ini dialami juga oleh anak-anak dan remaja di Indonesia. Menurut Dr. Machmud, Sp.Kj. (salah seorang jajaran direksi Rumah Sakit Jiwa Bandung) dalam tiga bulan terakhir (antara bulan Agustus s.d. Oktober 2003) terjadi peningkatan gangguan jiwa pada kalangan anak dan remaja di Jawa Barat, khususnya Kota Bandung. Sebelumnya pasien rawat jalan dari kalangan anak dan remaja hanya beberapa orang dalam satu bulan, sekarang mencapai angka antara 20 hingga 60 pasien rawat jalan per bulan. Adapun masalah yang dialami mereka adalah masalah kenakalan yang berlebih, masalah narkoba, dan masalah gangguan belajar. (Pikiran Rakyat, 3 Oktober 2003).

Khusus mengenai dekadensi moral dalam aspek penyimpangan seksual di kalangan remaja, dalam hal ini di negara-negara barat (seperti Perancis, Inggris, Kanada, Swedia, dan Belanda), majalah Time (Pikiran Rakyat, 29 Januari 1995) memberitakan tentang gejala aborsi di negara-negara tersebut adalah sebagai berikut (lihat tabel)

Negara

Remaja yang melakukan Aborsi

Perancis

Inggris

Kanada

Swedia

Belanda

180 dari 450

175 dari 450

180 dari 450

210 dari 320

50 dari 150

Free Sex

Sakit Kelamin

Hamil di luar nikah

Prostitusi

7 dari 10 wanita

8 dari 10 pria

2,5 – 5 juta

1 dari 10

125000

200000

24 of 60

HIV DAN AIDS DI INDONESIA�(Republika, 23 Mei 2006)

  • Menko Kesra : “Tidak ada satu provinsi pun yang terbebas dari HIV (Human Immunodeficiency Virus)/AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome)”.
  • Jumlah Pengidap
  • S.d. Juni 2005 = 7090
  • S.d. September’05 = 8250
  • S.d. Desember’05 = 9565
  • S.d. Maret’05 = 10.156
  • Usia = lebih sparuhnya berusia 20-29 th
  • dengan penularan 50.1 % jarum suntik
  • dan juga pergaulan bebas (free sex) = Di USA 8 :10 RP, 7 :10 RW
  • Provinsi terbanyak : Jkt,Papua,Jatim,Jabar,Bali,Riau, Sulsel,Kalbar,Sumut,dan Jateng.
  • Menurut WHO (1993) = 14 juta, dan akhir abad ke 20 = 40 juta.

25 of 60

NAPZA/NARKOBA DI INDONESIA

  • DI JAKARTA SAJA PADA TAHUN 1999 = 1.3 JUTA DENGAN OMSET BIAYA 780 MILYAR/HARI, DAN PECANDUNYA SEKITAR USIA 15-24 TH (HARIAN SURYA, 25 OKTOBER 1999).
  • PARA PELAKU TAWURAN DI JKT 50 % PECANDU NARKOBA. TH 1996 : 150 X, LUKA 26, MATI 19.
  • TH 1997 : 121 X, LUKA 24, MATI 15.
  • TH 1998 : 230 X, LUKA 34, MATI 15.
  • TH 1999 : 64 X, LUKA 36, MATI 12.
  • Penyebab : rasa ingin tahu, frustrasi/stress, broken home, kurang mendapat kasih sayang, pola pergaulan, maraknya perdagangan narkoba, dan lemahnya iman.

26 of 60

KASUS BUNUH DIRI DAN GANTUNG DIRI DI DIY

TAHUN

JUMLAH KASUS

1999

74

2000

51

2001

33

2002

52

2003

55

2004

40

2005

27

2006

29

Januari 2007

4

27 of 60

24-1-2005

Indramayu

Ayah perkosa anak kandung

26-2-2005

Bandung

Lima pemuda perkosa seorang gadis

15-4-2005

Sukabumi

Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun

31-5-2005

Cirebon

Seorang gadis diperkosa tetangganya

7-10-2005

Bogor

Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta

12-10-2005

Bogor

Pemuda perkosa pembantu

30-10-2005

Cirebon

Keponakan cabuli bibinya

1-11-2005

Sukabumi

35 pemuda perkosa seorang gadis

1-11-2005

Bandung

Adik perkosa kakak iparnya

1-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa 3 anak tirinya

1-11-2005

Bandung

Tetangga perkosa siswi SMA

1-11-2005

Sukabumi

Habib sodomi belasan santrinya

7-11-2005

Cimahi

Sopir angkot perkosa pembantu

10-11-2005

Sumedang

4 kusir delman perkosa siswi SMP

11-11-2005

Sukabumi

Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik

13-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa anak tiri

Jan-Marer

Ciamis

Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik

Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)

28 of 60

MIRAS PEMBAWA MAUT (Pikiran Rakyat, 05-10-08)

Tanggal

Korban

Racikan

27-05-2006

1 orang warga Desa Cikedung, Indramayu

29-05-2006

7 warga Kab. Indramayu tewas

Miras dicampur ginseng, spiritus, dan pil obat batuk

02-01-2008

2 tewas di Kab. Indramayu dalam pesta miras malam tahun baru

Campuran berbagai jenis miras

10-09-2008

14 tewas dan 12 orang lainnya kritis setelah pesta miras di Kec. Losarang, Kab. Indramayu

Miras dicampur minuman suplemen dan lotion anti nyamuk

01-10-2008

10 tewas, dan sekitar 200 orang lainnya dirawat akibat keracunan alkohol di kec. Kandanghaur dan Gabuswetan, Kab. Indramayu.

29 of 60

24-1-2005

Indramayu

Ayah perkosa anak kandung

26-2-2005

Bandung

Lima pemuda perkosa seorang gadis

15-4-2005

Sukabumi

Dua pemuda perkosa bocah 7 tahun

31-5-2005

Cirebon

Seorang gadis diperkosa tetangganya

7-10-2005

Bogor

Dua pemuda perkosa istri pegawai swasta

12-10-2005

Bogor

Pemuda perkosa pembantu

30-10-2005

Cirebon

Keponakan cabuli bibinya

1-11-2005

Sukabumi

35 pemuda perkosa seorang gadis

1-11-2005

Bandung

Adik perkosa kakak iparnya

1-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa 3 anak tirinya

1-11-2005

Bandung

Tetangga perkosa siswi SMA

1-11-2005

Sukabumi

Habib sodomi belasan santrinya

7-11-2005

Cimahi

Sopir angkot perkosa pembantu

10-11-2005

Sumedang

4 kusir delman perkosa siswi SMP

11-11-2005

Sukabumi

Pedagang cilok cabuli 14 gadis cilik

13-11-2005

Sukabumi

Ayah perkosa anak tiri

Jan-Marer

Ciamis

Ada 19 kasus perkosaan thd anak cilik

Kasus Perkosaan di Jawa Barat (PR, 21-11-2005)

30 of 60

RCTI, Rabu 26-5-2010 JAM 12.30

  • 3 orang tewas, 1 kritis karena meminum minuman keras, di Musi Banyuasin.
  • 8 pemuda memperkosa gadis secara bergilir setelah meminum minuman keras, di kota Batu Jatim.
  • Seorang remaja (WS berusia 14 tahun) memperkosa seorang balita, 4 tahun, setelah menonton film porno dari HP temannya, di Banjarnegara.

31 of 60

DATA PROSTITUSI DI KALANGAN SISWI

(Majalah Kartini, edisi 2247/2009)

87 % Remaja SMP di Indonesia sudah tidak perawan lagi

(Hasil penelitian Komnas Perlindungan Anak)

18 siswi SMP di Jakarta Barat menyambi sebagai PSK selepas sekolah.

Di Karawang ditemukan 113 siswi berusia 15-18 tahun menjadi PSK (selama Maret – April 2009).

  1. Broken home
  2. Lemahnya kontrol OT
  3. Hedonisme
  4. Konsumerisme

32 of 60

Bagaimana kita mempersiapkan para peserta didik untuk belajar, bekerja, dan hidup bersama dengan orang lain pada abad 21?�

  1. Bagaiamana supaya siswa memiliki self-respect dan respect terhadap orang lain, atau nilai-nilai kemanusiaan?
  2. Bagaimana mengembangkan kompetensi personal (intrapersonal) dan sosial (interpersonal) siswa?
  3. Apakah siswa perlu memiliki keterampilan memecahkan masalah?
  4. Bagaimana kita dapat mengembangkan potensi akademik siswa secara optimal?
  5. Program pengembangan karir apa yang seyogyanya diberikan kepada siswa?
  6. Bagaimana kita bersikap adil dalam melayani seluruh siswa?
  7. Keterampilan kerja spesifik apa yang perlu disiapkan bagi siswa?

BIMBINGAN

DAN KONSELING

KOMPREHENSIF

33 of 60

BIMBINGAN DAN KONSELING KOMPREHENSIF

Asosiasi Konselor Sekolah Amerika (ASCA) mengartikan

bimbingan perkembangan (komprehensif) sebagai

Komponen dari keseluruhan layanan bimbingan yang meliputi

berbagai intervensi yang terencana dalam bidang pendidikan dan

program layanan kemanusiaan lainnya yang menyangkut semua lingkup kehidupan manusia untuk menstimulasi dan memfasilitasi perkembangan

individu dalam semua area perkembangannya (personal, sosial, emosi, karir, moral-etika, kognitif, dan estetika) dan memantapkan kesatupaduan area perkembangan ke dalam gaya hidupnya”

(Robert D. Myrick, 1993 : 65).

1

34 of 60

PENGERTIAN BIMBINGAN

Proses bantuan dari konselor kepada individu, peserta didik, atau konseli secara berkesinambungan dalam semua fase pekembangannya, agar dapat mengaktualisasikan potensi dirinya (intelektual, emosional, sosial, dan moral-spiritual) secara optimal, sehingga menjadi seorang pribadi yang produktif dan kontributif, atau bermakna dalam kehidupannya, baik secara personal maupun sosial”.

2

35 of 60

BIMBINGAN DAN KONSELING

PROSES BANTUAN YANG PROAKTIF DAN SISTEMATIKIK DALAM MEMFASILITASI INDIVIDU MENCAPAI TINGKAT PERKEMBANGAN YANG OPTIMAL, PRIBADI YANG EFEKTIF - PRODUKTIF, DAN KEBERFUNGSIANNYA DI DALAM LINGKUNGAN MELALUI INTERAKSI YANG SEHAT”

  • Penuntasan

Tugas-tugas

Perkembangan

  • Perkembangan

Kecerdasan (IQ,

EI, SI)

Pribadi yg Efektif

  • Kompeten
  • Konsisten
  • Komitmen
  • Kontrol
  • Kreatif

Pribadi yg Produktif

  • Self – Esteem
  • Social-Responsibility
  • Self-Identity
  • Coping

3

36 of 60

PROGRAM BK KOMPREHENSIF

  1. “Program BK yang ruang lingkupnya (scope) komprehensif,

rancangannya preventif, dan arahnya perkembangan”

(ASCA, dalam Bowers & Hatch)

  1. “Kerangka kerja BK yang layanan dan aktivitasnya dirancang,

direncanakan dan dikoordinasikan berdasarkan kebutuhan siswa,

sekolah, dan masyarakat, dalam upaya membantu semua siswa”.

(Gysbers & Henderson, 2006)

37 of 60

PROGRAM

BK

KOMPREHENSIF

(ASCA)

Ruang

Lingkup

  1. Fokus : semua siswa
  2. Area Domain : Personal/Sosial,

Akademik, dan Karir.

Fokus Layanan BK

Perkembangan

Siswa

Pendekatan

Preventif

Perkembangan

Merancang layanan atau

Aktivitas yg memungkinkan

Siswa memiliki pengetahuan,

Sikap, dan keterampilan tertentu,

Sehingga tercegah dari

masalah

Siswa memiliki kompetensi, yaitu pengetahuan,

Sikap, dan keterampilan yang harus diperoleh

atau didemonstrasikan siswa sebagai hasil

Layanan bimbingan dan konseling

38 of 60

PERBEDAAN KARAKTERISTIK�BK TRADISIONAL DGN KOMPREHENSIF

Tradisional

Komprehensif

1. Bersifat reaktif

2. Pendekatan krisis (remediatif)

3. Hanya melakukan konseling

4. Hanya melayani siswa yang

bermasalah

5. Menekankan pada layanan informasi

6. Programnya tidak terstruktur

7. Hanya dilakukan oleh konselor

sendiri.

  1. Terprogram
  2. Pendekatannya preventif dan remediatif
  3. Melaksanakan bimbingan dan konseling
  4. Melayani semua siswa (for all)
  5. Menekankan kpd program pengembangan
  6. Programnya terstruktur
  7. Dilakukan oleh konselor bersama personel lainnya secara team work

39 of 60

KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK

KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK

KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK

KEPEMIMPINAN – DUKUNGAN – PERUBAHAN SISTEMIK

Akuntabilitas

Laporan Hasil

Evaluasi Kinerja Konselor

Evaluasi Program

Badan Penasihat

Landasan

Filsafat

Wilayah: Pendidikan, Karir, Pribadi/Sosial

Standar Nasional/ Kompetensi

Sistem

Manajemen

Kesepakatan

Penggunaan Data–Menutup Kesenjangan

Monitoring Siswa

Penggunaan Waktu

Penjadwalan

Sistem Penyampaian

Kurikulum Bimbingan

Perencanaan Individual Layanan Responsif

Dukungan Sistem

ELEMEN

MODEL

BIMBINGAN DAN

KONSELING

KOMPREHENSIF

DI SEKOLAH

40 of 60

  1. Bimbingan diorientasikan kepada pencapaian perkembangan pribadi (potensi kemanusiaan) yang adekuat dan efektif melalui pemahaman diri dan lingkungan, pemahaman tentang hubungan antara diri dengan lingkungan, dan pemahaman nilai-nilai pribadi dan sosial.

  • Tujuan dasar bimbingan adalah memfasilitasi perkembangan psikologis klien secara

optimal, melalui peningkatan fungsi-fungsi perkembangan ke tahapan yang lebih tinggi, dan

menghilangkan berbagai hambatan atau rintangan sehingga mencapai pekembangan

selanjutnya.

  1. Perkembangan individu hanya dapat dipahami dan dibantu secara utuh dalam konteks

interaksi individu yang bersangkutan dengan lingkungan fisik, psikis dan sosial.

  1. Tujuan akhir bimbingan dan konseling adalah memfasilitasi dinamika/perkembangan

interaksi yang harmonis antara perkembangan individu dengan lingkungannya, karena

“human personality grows optimally out of healthy interactions between the growing

organism and the culture or environment”.

LANDASAN FILOSOFIS

41 of 60

ASUMSI

  • Pencapaian Tugas-tugas Perkembangan merupakan tujuan BK.
  • Perkembangan pribadi yg optimal terjadi melalui interaksi yg sehat antara individu dengan lingkungannya.
  • Hakikat BK terletak pada keterkaitan antara lingkungan belajar dengan perkembangan individu.
  • Klien tidak dipandang sebagai manusia yang sakit mentalnya. Disini klien dipandang sebagai individu yang mampu memilih tujuan, membuat keputusan, dan berpartisipasi secara bertanggung jawab dalam mencapai perkembangan dirinya.
  • Klien adalah seorang pribadi yang unik dan berharga yg berjuang untuk mengembangkan dirinya. Dia adalah anggota kelompoknya, bagian dari budayanya, dan tidak pernah terisolasi dari lingkungan sosialnya.

42 of 60

PRINSIP BIMBINGAN

  1. Bimbingan merupakan bagian integral pendidikan
  2. Bimbingan for all (untuk semua siswa)
  3. Bimbingan diorientasikan kepada pengembangan potensi siswa (fisik, psikis, sosial, moral-spiritual) individu
  4. Bimbingan merupakan usaha bersama (team work) pimpinan, wali siswa, guru bimbingan dan konseling (konselor), guru mata pelajaran, dan orang tua.
  5. Bimbingan berlangsung dalam berbagai setting (sekolah, keluarga, industri, dan masyarakat)

43 of 60

Tujuan Bimbingan dan Konseling

  1. Menghayati nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam berperilaku
  2. Berperilaku atas dasar keputusan yang mempertimbangkan aspek-

aspek nilai dan berani menghadapi resiko.

3. Memiliki kemampuan mengendalikan diri (self-control) dalam

mengekspresikan emosi atau dalam memenuhi kebutuhan diri.

4. Mampu memecahkan masalah secara wajar dan objektif.

5. Memelihara nilai-nilai persahabatan dan keharmonisan dalam

berinteraksi dengan orang lain.

6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kodrati laki-laki atau perempuan

sebagai dasar dalam kehidupan sosial.

7. Mengembangkan potensi diri melalui berbagai aktivitas yang positif

8. Memperkaya strategi dan mencari peluang dalam berbagai tantangan

kehidupan yang semakin kompetitif.

9. Mengembangkan dan memelihara penguasaan perilaku, nilai, dan

kompetensi yang mendukung pilihan karir.

10.Meyakini nilai-nilai yg terkandung dalam pernikahan dan berkeluarga

sebagai upaya untuk menciptakan masyarakat yg bermartabat.

44 of 60

PROGRAM BK

PERENCANAAN

EVALUASI

PELAKSANAAN

Seperangkat kegiatan/aktivitas yang dirancang untuk mencapai tujuan. Dalam langkah perencanaan ini dilakukan kegiatan :

  1. Melakukan need assessment
  2. Merumuskan tujuan
  3. Mengembangkan komponen program
  4. Mwenyusunan deskripsi kerja
  5. Menetapkan anggaran/biaya
  6. Menyiapkan sarana-prasarana atau fasilitas pendukung.

Implementasi berbagai aktivitas yang telah dirancang dalam perencanaan melalui keempat komponen

program :

  1. Layanan dasar
  2. Layanan Perencanaan individual
  3. Layanan responsif
  4. Dukungan sistem

Terkait dengan area BK

Suatu usaha mendapatkan berbagai informasi secara berkala, berkesinambungan dan menyeluruh tentang proses dan hasil dari perkembangan karakter siswa melalui program kegiatan yang telah dilaksanakan

45 of 60

Asesmen Lingkungan

Harapan dan Kondisi Lingkungan

KOMPONEN PROGRAM

Layanan Orientasi

Layanan Informasi

Bimbingan Kelompok

Konseling Individual

Konseling kelompok

Rujukan (referal)

Bimbingan Teman Sebaya

Pengembangan media

Instrumentasi

Penilaian Individual atau Kelompok

Penempatan dan penyaluran

Kunjungan rumah

Konferensi kasus

Kolaborasi Guru

Kolaborasi Orangtua

Kolaborasi Ahli Lain

Konsultasi

Akses informasi dan teknologi

Sistem Manajemen

Kesepakatan

Evaluasi, Akuntabilitas

Pengembangan Profesi

STRATEGI

LAYANAN

Perangkat Tugas Perkembangan/(Kompetensi/ kecakapan hidup, nilai dan moral siswa)

Tataran Tujuan Bimbingan dan Konseling (Penyadaran , Akomodasi, Tindakan)

Permasalahan yang perlu dientaskan

1. Layanan Dasar Bimbingan dan Konseling

(Untuk seluruh siswa dan Orientasi Jangka Panjang)

2. Layanan Responsif

(Pemecahan Masalah, Remidiasi)

3. Perencanaan Individual

(Perencanaan Pendidikan, Karir, Personal, Sosial)

4. Dukungan Sistem

(Aspek Manajemen dan Pengembangan)

Asesmen Perkembangan Konseli

Harapan dan Kondisi Konseli

Pengem

Bangan

Program

46 of 60

NEED ASSESSMENT

Mengukur atau mengidentifikasi perkembangan siswa

Pencapaian tugas-tugas perkembangan

Masalah-masalah siswa (Pribadi, Sosial, Belajar, dan Karir)

1. Kompetensi Intelektual

2. Kompetensi Emosional

3. Kompetensi Sosial

1. Kesadaran beragama

2. Profile karakter

siswa

47 of 60

Altruis

Toleransi

Empati

Solidaritas

dsb

Meyakini bekerja sbg ibadah

Memahami kemampuan diri

Memahami dunia kerja

Memiliki kompetensi yang dipersyaratkan

Dapat bekerjasama

dsb

Keimanan dan ketaqwaan

Konsep diri

Rasa percaya diri

Sikap optimis

Dsb.

Meyakini belajar sbg suatu ibadah

Memiliki sikap belajar sepanjang hayat

Memiliki achievement motive

dsb

48 of 60

49 of 60

EVALUASI PROGRAM

TUJUAN

Mengetahui keter-

laksanaan kegiatan

dan ketercapaian

tujuan dari program

yang telah

ditetapkan

LANGKAH-LANGKAH

  1. Merumuskan Masalah
  2. Menyusun instrumen
  3. Mengumpulkan dan

Menganalisis data

4. Melakukan followup

HASIL

  1. Kualitas ketaqwaan
  2. Kualitas konsep diri
  3. Kualitas Sikap dan kebia-

saan belajar

4. Sikap siswa thd program BK

5. Kualitas prestasi belajar

6. Kualitas akhlak

PROSES

  1. Kesesuaian antara

Pelaksanaan dg

Rancangan

2. Tingkat partisipasi personil

3. Hambatan yg dialami

4. Respon stakeholder

FUNGSI

  1. Sbg.feed-

Back bagi

Konselor

2. Sbg.Informasi

kpd pihak lain

ttg perk.siswa

ASPEK

YANG

DIEVA-

LUASI

50 of 60

Komponen

Program

BK

Curriculum Guidance

(Layanan Dasar)

Perencanaan

Individual

Dukungan

Sistem

Responsif

1. Pengembangan

Profesional

2. Manajemen Program

3. Penelitian

Siswa

CATUR SUKSES

Pribadi – Sosial

Akademik -- Karir

51 of 60

Classroom Guidance

Small Group Guidance

Individual Counseling

Group Counseling

Peer Guidance

Large Group Guidance

STRATEGI LAYANAN

BIMBINGAN DAN KONSELING

Konsultasi

52 of 60

STRATEGI LAYANAN

Layanan Dasar

Perencanaan

Individual

Responsif

Dukungan

Sistem

1. Classroom Guidance

2. Bimbingan Kelompok

3. Layanan Orientasi

4. Layanan Informasi

5. Pengumpulan Data

1. Konsultasi

2. Konseling Individual/

Kelompok

3. Konferensi kasus

4. Referal

5. Bimbingan Teman

Sebaya

  1. Penilaian Individual (self-evalua

tion)

2. Bantuan Ind./Klp., dalam :

a. Merencanakan Tujuan

b. Melakukan Kegiatan

c. Mengevaluasi

3. Penempatan/Penjurusan/

Penyaluran

1. Pengembangan

Profesional

2. Manajemen Program

3. Penelitian

I

53 of 60

Pengertian

Layanan dasar bimbingan diartikan sebagai “Proses pemberian bantuan kepada semua siswa (for all) melalui kegiatan-kegiatan secara klasikal atau kelompok yang disajikan secara sistematis dalam rangka membantu perkembangan dirinya secara optimal”.

Tujuan

Layanan ini bertujuan untuk membantu semua siswa agar memperoleh perkembangan yang normal, memiliki mental yang sehat, dan memperoleh keterampilan dasar hidupnya, atau dengan kata lain membantu siswa agar mereka dapat mencapai tugas-tugas perkembangannya. Secara rinci tujuan layanan ini dapat dirumuskan sebagai upaya untuk membantu siswa agar (1) memiliki kesadaran (pemahaman) tentang diri dan lingkungannya ( pendidikan, pekerjaan, sosial budaya dan agama), (2) mampu mengembangkan keterampilan untuk mengidentifikasi tanggung jawab atau seperangkat tingkah laku yang layak bagi penyesuaian diri dengan lingkungannya, (3) mampu menangani atau memenuhi kebutuhan dan masalahnya, dan (4) mampu mengembangkan dirinya dalam rangka mencapai tujuan hidupnya.

Layanan Dasar Bimbingan

54 of 60

  1. Fungsi agama bagi kehidupan
  2. Bahayanya perkelahian masal (tawuran)
  3. Dampak pergaulan bebas
  4. Pengembangan Self-esteem
  5. Pengembangan Motivasi Berprestasi
  6. Keterampilan pengambilan keputusan
  7. Keterampilan pemecahan masalah
  8. Keterampilan hubungan antar pribadi atau berkomunikasi
  9. Memahami keragaman lintas budaya
  10. Perilaku yang bertanggung jawab.

Contoh Topik Layanan Dasar

55 of 60

Pengertian

Responsif merupakan “Pemberian bantuan kepada siswa yang memiliki kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera”.

Tujuan

Tujuan responsif adalah membantu siswa agar dapat memenuhi kebutuhannya dan memecahkan masalah yang dialaminya atau membantu siswa yang mengalami hambatan, kegagalan dalam mencapai tugas-tugas perkembangannya.

Tujuan layanan ini dapat juga dikemukakan sebagai upaya untuk mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi siswa yang muncul segera dan dirasakan saat itu, berkenaan dengan masalah sosial-pribadi, karir, dan atau masalah pengembangan pendidikan.

Masalah

Masalah (gejala masalah) yang mungkin dialami siswa diantaranya : (1) merasa cemas tentang masa depan, (2) merasa rendah hati, (3) berperilaku impulsif (kekanak-kanakan atau melakukan sesuatu tanpa mempertimbangkannya secara matang), (4) membolos dari sekolah, (5) malas belajar, (6) kurang memiliki kebiasaan belajar yang positif, (7) kurang bisa bergaul, (8) prestasi belajar rendah, (9) malas beribadah, (10) masalah pergaulan bebas (free sex), (11) bersikap agresif, dan (12) stress.

Responsif

56 of 60

Pengertian

Komponen ini diartikan “Proses bantuan kepada siswa agar mampu merumuskan dan melakukan aktivitas yang berkaitan dengan perencanaan masa depannya berdasarkan pemahaman akan kelebihan dan kekurangan dirinya, serta pemahaman akan peluang dan kesempatan yang tersedia di lingkungannya”.

Tujuan

Layanan perencanaan individual bertujuan untuk membantu siswa agar (1) memiliki pemahaman tentang diri dan lingkungannya, (2) mampu merumuskan tujuan, perencanaan, atau pengelolaan terhadap perkembangan dirinya, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir, dan (3) dapat melakukan kegiatan berdasarkan pemahaman, tujuan, dan rencana yang telah dirumuskannya.

Tujuan perencanaan individual ini dapat juga dirumuskan sebagai upaya memfasilitasi siswa untuk merencanakan, memonitor, dan mengelola rencana pendidikan, karir, dan pengembangan sosial-pribadi oleh dirinya sendiri.

Perencanaan Individual

57 of 60

Isi atau materi perencanaan individual adalah hal-hal yang menjadi kebutuhan siswa untuk memahami secara khusus tentang perkembangan dirinya sendiri. Dengan demikian meskipun perencanaan individual ditujukan untuk memandu seluruh siswa, layanan yang diberikan lebih bersifat individual karena didasarkan atas perencanaan, tujuan dan keputusan yang ditentukan oleh masing-masing siswa. Melalui layanan perencanaan individual, siswa dapat:

  1. Mempersiapkan diri untuk mengikuti pendidikan lanjutan, merencanakan

karir, dan mengembangkan kemampuan sosial-pribadi, yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.

2. Menganalisis kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian

tujuannya.

3. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.

4. Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.

Materi Perencanaan Individual

58 of 60

Materi perencanaan individual berkaitan erat dengan pengembangan aspek akademik, karir, dan sosial-pribadi. Materi pengembangan aspek :

  1. Akademik meliputi : memanfaatkan keterampilan belajar, melakukan pemilihan pendidikan lanjutan atau pilihan jurusan, memilih kursus atau pelajaran tambahan yang tepat, dan memahami nilai belajar sepanjang hayat;
  2. Karir meliputi : mengeksplorasi peluang-peluang karir, mengeksplorasi latihan-latihan pekerjaan, memahami kebutuhan untuk kebiasaan bekerja yang positif; dan
  3. Pribadi/Sosial, meliputi : pengembangan konsep diri yang positif, dan pengembangan keterampilan sosial yang efektif.

Materi Perencanaan Individual (Ljt.)

59 of 60

Ketiga komponen diatas, merupakan pemberian layanan bimbingan dan konseling kepada siswa secara langsung. Sedangkan dukungan sistem merupakan komponen layanan dan kegiatan manajemen yang secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau memfasilitasi kelancaran perkembangan siswa.

Program ini memberikan dukungan kepada konselor dalam memperlancar penyelenggaraan layanan di atas. Sedangkan bagi personel pendidik lainnya adalah untuk memperlancar penyelenggaraan program pendidikan di sekolah. Dukungan sistem ini meliputi dua aspek, yaitu :

a. Pemberian Layanan Konsultasi dan Kolaborasi

Pemberian layanan ini menyangkut kegiatan guru pembimbing (konselor) yang meliputi (1) konsultasi dengan guru-guru, (2) menyelenggarakan program kolaborasi atau kerjasama dengan orang tua atau masyarakat, (3) berpartisipasi dalam merencanakan kegiatan-kegiatan sekolah, (4) berkolaborasi atau bekerjasama dengan personel sekolah lainnya dalam rangka menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi perkembangan siswa, (5) melakukan penelitian tentang masalah-masalah yang berkaitan erat dengan bimbingan dan konseling.

b. Kegiatan Manajemen

Kegiatan manajemen ini merupakan berbagai upaya untuk memantapkan, memelihara, dan meningkatkan mutu program bimbingan dan konseling melalui kegiatan-kegiatan (1) pengembangan program, (2) pengembangan staf, (3) pemanfaatan sumber daya, dan (4) pengembangan penataan kebijakan.

Dukungan Sistem

60 of 60

TUGAS/TANGGUNG JAWAB KEPALA SEKOLAH/PIMPINAN

  • Mengkoordinasikan seluruh kegiatan pendidikan, yang meliputi kegiatan pengajaran, pelatihan, serta bimbingan dan konseling di sekolah;
  • Menyediakan dan melengkapi sarana dan prasarana yang diperlukan dalam kegiatan bimbingan dan konseling di sekolah;
  • Memberikan kemudahan bagi terlaksananya program bimbingan dan konseling di sekolah;
  • Melakukan supervisi terhadap pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah;
  • Menetapkan koordinator guru bimbingan dan konseling yang bertanggung jawab atas koordinasi pelaksanaan bimbingan dan konseling di sekolah berdasarkan kesepakatan bersama guru bimbingan dan konseling;
  • Membuat surat tugas guru bimbingan dan konseling dalam proses bimbingan dan konseling pada setiap awal catur wulan;
  • Menyiapkan surat pernyataan melakukan kegiatan bimbingan dan konseling sebagai bahan usulan angka kredit bagi guru bimbingan dan konseling, pernyataan ini dilampiri bukti fisik pelaksanaan tugas;
  • Mengadakan kerja sama dengan instansi lain (seperti Perusahaan/Industri, Dinas Kesehatan, kepolisian, Depag), atau para pakar yang terkait dalam pelaksanaan kegiatan bimbingan dan konseling (seperti psikolog, dan dokter)