Di Universitas Ary Ginanjar
Rabu, 28 Agustus 2024
Oleh : Satgas PPKS - UAG
PEMAPARAN
SATGAS PPKS UAG
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual
Apa yang anda pahami terkait
Kekerasan Seksual ?
Menurut pengalaman dan pengetahuan Anda selama ini, kejadian dengan kategori
Kekerasan Seksual itu apa saja ?
Ketika ada sebuah kejadian “KS” di depan anda atau anda ketahui kejadiannya, Tindakan apa yang akan anda lakukan ?
Dari 5.000 wanita, 1.250 orang di antaranya pernah terlibat dalam kasus kejahatan seksual, baik pelecehan maupun kekerasan. Lebih sederhananya : satu dari empat wanita mengalami kejadian tersebut, sementara hanya 10 persen saja yang berani bersuara. Sisanya? Kebanyakan memilih diam karena mereka justru merasa takut tak dipercaya dan disalah-salahkan.
Tingkat Bullying Pada Siswa Di Berbagai Negara !
Dari berbagai jenis kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, perundungan (bullying) merupakan jenis kekerasan yang sering dialami oleh pelajar dan mahasiswa.
Data dari Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) pada tahun 2018 menyebutkan bahwa Indonesia menempati posisi ke 5 dalam jumlah pelajar yang mengalami perundungan (Jayani, 2019). Data KPAI tahun 2018 menunjukkan kasus pelanggaran hak anak pada 2018 didominasi oleh kekerasan di lingkungan pendidikan.
|
8 JUNI 2022
WHAT ?
8 JUNI 2022
Kekerasan Seksual adalah setiap perbuatan merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal.
Definisi kekerasan seksual
8 JUNI 2022
Menurut Komnas Perempuan (2017), “ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender” adalah sebuah keadaan terlapor menyalahgunakan sumber daya pengetahuan, ekonomi dan/ atau penerimaan masyarakat atau status sosialnya untuk mengendalikan korban.
“ketimpangan relasi kuasa dan/atau gender”?
Selain pemerkosaan, perbuatan-perbuatan berikut ini termasuk kekerasan seksual.
Selain pemerkosaan, perbuatan-perbuatan berikut ini termasuk kekerasan seksual.
6. Mengintip orang yang sedang berpakaian;
7. Membuka pakaian seseorang tanpa izin orang tersebut;
8. Membujuk, menjanjikan, menawarkan sesuatu, atau mengancam seseorang
untuk melakukan transaksi atau kegiatan seksual yang sudah tidak disetujui
oleh orang tersebut;
9. Memaksakan orang untuk melakukan aktivitas seksual atau melakukan
percobaan pemerkosaan; dan melakukan perbuatan lainnya yang
merendahkan, menghina, melecehkan, dan/atau menyerang tubuh, dan/atau
fungsi reproduksi seseorang, karena ketimpangan relasi kuasa dan/atau
gender, yang berakibat atau dapat berakibat penderitaan psikis dan/atau fisik
termasuk yang mengganggu kesehatan reproduksi seseorang dan hilang
kesempatan melaksanakan pendidikan dengan aman dan optimal.�
# Kata kunci yang menjadi indikator suatu kekerasan adalah paksaan. Kegiatan apa pun yang mengandung
paksaan adalah kekerasan.
8 JUNI 2022
PENCEGAHAN
THE UAG WAY
PATUHI KODE ETIK KAMPUS
Strategi Merespon Tindakan Kekerasan Seksual dgn 5 D
1. Ditindak langsung (direct)
2. Dialihkan perhatian (distract)
3. Delegasikan tanggung jawab ke orang sekitar (delegate)
4. Ditunda (delay)
5. Dokumentasi (document)
Jika kita merasa percaya diri dan merasa bahwa lingkungan sekitar terasa aman untuk melakukan tindakan, intervensi langsung adalah cara paling cepat untuk merespons tindak kekerasan seksual. Intervensi ini mencakup menawarkan bantuan untuk orang yang tampak tidak nyaman dan berisiko mengalami kekerasan, atau menyela pelaku yang menciptakan situasi tersebut.
Contoh dari pendekatan ini termasuk bertanya :
"Eh, kamu gak apa-apa?"
Selain itu, kita juga dapat memilih untuk mengganggu orang yang perilakunya membuat orang lain tidak nyaman dengan bertanya,
"Apa yang sedang terjadi?" atau "Apakah saya bisa berbicara sebentar dengan Anda?" Tindakan ini akan memberitahu mereka bahwa kita telah memperhatikan situasi dan bersedia untuk campur tangan.
Mengalihkan perhatian merupakan pilihan yang baik pada beberapa situasi berikut ini
Tujuan dari strategi ini adalah untuk membantu orang yang menjadi sasaran untuk meninggalkan situasi atau mengalihkan perhatian orang yang menciptakan masalah.
Contohnya seperti mengatakan "saya tidak dapat menemukan ponsel saya, dapatkah Anda membantu saya?", "Permisi, apakah kamu tahu di mana Gedung Perpustakaan?", "Halo, ini jam berapa ya?" Pendekatan ini dapat mengalihkan gangguan yang terjadi dan memungkinkan orang yang mengalami kekerasan untuk pergi.
Jika posisi atau status kita lebih lemah dibandingkan dengan pelaku sehingga kita merasa tidak dapat melakukan intervensi secara langsung, kita dapat meminta bantuan dari orang lain. Mendelegasikan tanggung jawab dapat dilakukan dengan memberitahu seseorang yang memiliki otoritas lebih tinggi seperti ketua kelompok, dosen pembimbing, staf, supervisor, dan otoritas lainnya. Namun, jika orang yang menciptakan masalah adalah bagian dari otoritas kampus, cobalah berbicara dengan Satgas agar dapat membantu mengidentifikasi pilihan yang bisa diambil.
Contoh Pendelegasian dapat dilakukan dengan mengatakan "Bu, tadi saya melihat di kantin kampus ada perilaku mencurigakan oleh…., bisakah pelaku diamankan oleh pihak keamanan kampus?" Strategi ini memungkinkan pengambilan tindakan tanpa terlibat langsung.
Penundaan tepat untuk dilakukan jika kita khawatir dengan suatu situasi tetapi tidak dapat mengambil tindakan untuk membantu pada saat peristiwa tersebut terjadi. Dalam keadaan seperti ini, kita masih memiliki peran penting dalam berkontribusi untuk memberikan dukungan.
Tujuan dari strategi ini adalah untuk memeriksa keadaan, memberi dukungan emosional, serta menawarkan sumber dukungan lain kepada orang yang mengalami kekerasan untuk mengurangi dampak negatif dari insiden tersebut.
Contohnya seperti ucapan "Tadi aku mendengar yang ia katakan padamu. Kamu tidak apa-apa?" Contoh tersebut sekaligus memberitahu korban kekerasan bahwa kita mengetahui peristiwa yang terjadi.
Merekam suatu peristiwa kekerasan saat terjadi pada seseorang adalah salah satu cara untuk membantu korban. Namun, ada beberapa hal yang perlu diingat untuk mendokumentasikan pelecehan dengan aman dan bertanggung jawab. Saat mendokumentasikan, pastikan kita melakukannya dengan aman dan tidak mencelakakan diri sendiri maupun orang lain. Jika kita sudah memiliki dokumentasinya, tanyakan kepada korban apa yang ingin mereka lakukan dengan dokumentasi itu.
Jangan menyebarkan tanpa persetujuan korban karena tindakan itu justru dapat menambah kerentanan korban dan kita dapat dilaporkan balik oleh pelaku dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. UU ITE mengatur konsekuensi hukum dari pengiriman data elektronik atau teknologi informasi.
8 JUNI 2022
PENANGANAN
SATGAS PPKS UAG
SANKSI :
HAK HAK KORBAN :
8 JUNI 2022
QUIZ
Seorang mahasiswa laki-laki sering mengolok-olok seorang mahasiswa perempuan satu kelasnya dengan mengatakan ia 'perempuan jadi-jadian' karena tidak memiliki lekuk tubuh.
QUIZ 1
Apakah
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
B. Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Penjelasan :
Berdasarkan Permendikbudristek 30/2021, ujaran yang mendiskriminasi atau melecehkan tampilan fisik, kondisi tubuh, dan/atau identitas gender seseorang termasuk salah satu bentuk kekerasan seksual. Komentar yang disampaikan mahasiswa tersebut termasuk dalam kategori pelecehan. Jika dilakukan secara berulang, maka hal tersebut akan mengarah ke tindak kekerasan, karena dapat berakibat pada penderitaan dan kehilangan kesempatan korban mahasiswa tersebut untuk menempuh pendidikan tinggi dengan aman dan optimal.
The correct answer is:
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
Seorang mahasiswa dengan disabilitas penglihatan menggunakan tongkat pemandu untuk membantunya beraktivitas sehari-hari. Saat masa orientasi, seorang mahasiswa kakak tingkat terus-terusan memegang tangannya dengan dalih untuk membantu, padahal mahasiswa baru tersebut sudah berulang kali mengatakan bahwa ia bisa berjalan sendiri dengan bantuan tongkat pemandunya
QUIZ 2
Apakah
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
B. Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Penjelasan :
Sebelum membantu seseorang, perlu menanyakan persetujuan kepada orang yang mau dibantu. Seringkali, bantuan yang diberikan tidak tepat dengan kebutuhan dan bahkan menimbulkan ketidaknyamanan. Sentuhan fisik yang dilakukan secara terus menerus meskipun untuk tujuan membantu, dapat menjadi bentuk kekerasan seksual karena tidak dilakukan berdasarkan persetujuan.
The correct answer is:
Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
Seorang dosen atau tendik/staf menanggapi permintaan mahasiswa untuk pengisian surat rekomendasi dengan : “Bisakah kita diskusikan ini sambil makan malam Bersama ?”
QUIZ 3
Apakah
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
B. Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Penjelasan :
Dalam skenario di atas, belum terjadi tindakan kekerasan seksual. Namun, jika terdapat indikasi ancaman bahwa mahasiswa tidak bisa mendapatkan surat rekomendasi karena tidak bersedia untuk makan malam, maka kondisi ini dapat dikategorikan sebagai barter atau quid pro quo. Kekerasan seksual quid pro quo terjadi ketika seseorang pendidik atau pihak yang memiliki kewenangan lebih besar daripada korban, menahan keputusan terkait pendidikan atau fasilitas lain ketika mahasiswa tidak bersedia untuk melakukan aktivitas seksual yang diminta.
The correct answer is:
Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Salah satu dosen di program studi Sejarah berkata kepada seorang mahasiswa : “Saya sangat menyukai suara Anda, suara Anda memiliki kualitas bintang film seksi.”
QUIZ 4
Apakah
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
B. Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Penjelasan :
Komentar yang menjurus ke pelecehan bernuansa seksual di lingkungan pendidikan dapat dianggap sebagai kekerasan seksual. Perbedaan kedudukan antara dosen senior dan dosen junior dapat menyebabkan korban enggan melapor karena takut akan dampaknya.
The correct answer is:
Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
Seorang dosen muda meminta mahasiswanya untuk tinggal di kelas dan bicara empat mata seusai kelas. Ia memeluk mahasiswa itu dan memberi selamat kepadanya karena telah mendapatkan beasiswa.
QUIZ 5
Apakah
A. Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
B. Perilaku di atas tidak termasuk kekerasan seksual
Penjelasan :
Pelukan yang tidak diinginkan dapat membuat mahasiswa merasa tidak nyaman dan dapat diartikan sebagai kekerasan seksual, terutama ketika interaksi diprakarsai oleh orang yang memiliki kewenangan lebih besar. Dalam memberikan apresiasi, dosen harus tetap memperhatikan batasan etik.
The correct answer is:
Perilaku di atas termasuk kekerasan seksual
Any Question or Submit a Report:
satgasppks@uag.ac.id
Buku Pedoman PPKS UAG
8 JUNI 2022
8 JUNI 2022
SHARING