1 of 11

Teori Komunikasi Antar Budaya

Teori Komunikasi

2 of 11

Definisi

  • Teori komunikasi antarbudaya adalah kajian yang membahas bagaimana orang dari latar belakang budaya yang berbeda berkomunikasi, memahami, dan menafsirkan pesan satu sama lain. Teori-teori ini berfungsi untuk menjelaskan dinamika komunikasi lintas budaya, termasuk hambatan, adaptasi, dan strategi komunikasi.

3 of 11

Beberapa Teori Komunikasi Antar Budaya

1. Teori Dimensi Budaya – Geert Hofstede

Hofstede mengidentifikasi enam dimensi budaya yang memengaruhi komunikasi:

  • Individualisme vs. Kolektivisme�→ Apakah individu lebih mementingkan diri sendiri atau kelompok.
  • Power Distance (Jarak Kekuasaan)�→ Sejauh mana ketimpangan kekuasaan diterima dalam masyarakat.
  • Uncertainty Avoidance�→ Tingkat kenyamanan terhadap ketidakpastian atau ambiguitas.

4 of 11

  • Masculinity vs. Femininity�→ Fokus pada pencapaian dan kekuasaan (maskulin) vs. kualitas hidup dan hubungan (feminin).
  • Long-term vs. Short-term Orientation�→ Orientasi ke masa depan atau masa kini/tradisi.
  • Indulgence vs. Restraint�→ Tingkat kebebasan dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan.

5 of 11

2. Teori High Context vs. Low Context – Edward T. Hall

  • High Context: Komunikasi bergantung pada konteks, ekspresi nonverbal, dan hubungan sosial. Contoh: Jepang, Arab.
  • Low Context: Komunikasi langsung, eksplisit, dan bergantung pada kata-kata. Contoh: Amerika, Jerman.

6 of 11

3. Anxiety/Uncertainty Management Theory (AUM) – William Gudykunst

  • Teori ini menjelaskan bahwa dalam interaksi antarbudaya, individu mengalami kecemasan dan ketidakpastian. Untuk komunikasi yang efektif, seseorang harus dapat mengelola kedua hal ini dengan baik agar bisa saling memahami dengan akurat.

7 of 11

4. Identity Negotiation Theory – Stella Ting-Toomey

  • Teori ini menyatakan bahwa komunikasi antarbudaya melibatkan proses negosiasi identitas, baik identitas pribadi maupun budaya. Orang akan mencoba menegosiasikan bagaimana mereka ingin dipahami oleh orang lain dari budaya yang berbeda.

8 of 11

5. Face Negotiation Theory – Stella Ting-Toomey

Berfokus pada konsep "face" (muka/wajah), yaitu citra diri yang ingin dijaga dalam interaksi. Cara menjaga muka berbeda tergantung budaya:

  • Budaya kolektivis: lebih fokus menjaga muka kelompok.
  • Budaya individualis: lebih fokus menjaga muka pribadi.

9 of 11

6. Communication Accommodation Theory – Howard Giles

Menjelaskan bagaimana orang menyesuaikan (accommodate) gaya komunikasi mereka untuk menyatu atau membedakan diri dari lawan bicara. Ada dua strategi:

  • Convergence: Menyesuaikan gaya komunikasi agar mirip → mempererat hubungan.
  • Divergence: Mempertegas perbedaan gaya → menekankan identitas budaya.

10 of 11

7. Cross-Cultural Adaptation Theory – Young Yun Kim

  • Membahas bagaimana individu beradaptasi dengan budaya baru melalui proses belajar, stres, dan pertumbuhan. Adaptasi ini bukan hanya secara bahasa, tapi juga perilaku, nilai, dan cara berpikir.

11 of 11

Kesimpulan

  • Teori komunikasi antarbudaya membantu memahami bagaimana perbedaan budaya memengaruhi cara kita berkomunikasi, serta bagaimana kita bisa membangun komunikasi yang efektif, empatik, dan adaptif di lingkungan multikultural.