Manajemen Strategik
Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Perumusan Sasaran Jangka Panjang & Strategi Induk
www.umiarifah.blogspot.com
08170140887
umiarifah.iainukebumen@gmail.com
Penentuan Sasaran Jangka Panjang
“Orientasi hasil harus dikaitkan dengan orientasi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan untuk kurun waktu yang panjang di masa depan.”
7 Wilayah pengelolaan bisnis yang perlu mendapat perhatian dalam menentukan sasaran jangka panjang, yaitu:
1. Perolehan Keuntungan
Perolehan keuntungan pada tingkat wajar tetap mutlak perlu karena seperti diketahui keuntungan merupakan cermin bagi manajemen bahwa langkah-langkah yang diambilnya dalam mengelola organisasi mendapat dukungan berbagai pihak yang berkepentingan, baik secara internal maupun eksternal.
Tanpa perolehan keuntungan yang wajar secara berkelanjutan akan merupakan ancaman bukan hanya bagi eksistensi perusahaan akan tetapi juga bagi pertumbuhanannya dimasa yang akan datang.
2. Produktivitas
Suatu perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang selalu berupaya meningkatkan produktivitas kerja berbagai sistem dalam organisasi tersebut, termasuk sistem manajemen, sistem fungsional dan sistem operasional.
Suatu sistem dapat dikatakan produktif apabila masukan yang diproses semakin sedikit untuk menghasilkan luaran yang semakin besar.
3. Posisi Kompetitif
Produk yang dihasilkan dan dilemparkan ke pasar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
4. Pengembangan Sumber Daya Manusia
Berbagai bentuk kesempatan bertumbuh dan berkembang antara lain:
5. Pemeliharaan Hubungan Industrial
Organisasi serikat pekerja harus dilihat sebagai mitra manajemen dalam upaya pencapaian tujuan organisasi yang bersangkutan.
Keberadaan serikat pekerja dalam suatu perusahaan dimaksudkan untuk mewujudkan :
6. Keunggulan Teknologi
Dalam strategi jangka panjang, para perumus strategi perusahaan biasanya menyatakan apakah perusahaan ingin memperoleh dan mempertahankan keunggulan teknologikal dengan segala implikasinya ataukah puas sekedar menjadi pengikut dalam pemanfaatan berbagai kemajuan dan terobosan teknologikan yang dilakukan oleh pihak lain.
7. Tanggung Jawab Sosial
Tanggung jawab sosial suatu perusahaan tidak terbatas kepada para pengguna produk yang dihasilkan, akan tetapi juga pada berbagai pihak yang berkepentingan eksternal.
Kesediaan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan bahkan keagamaan, yang berlangsung dalam masyarakat sekitar lokasi perusahaan adalah contoh kewajiban sosial yang lain.
Mutu berbagai Sasaran Jangka Panjang
Perlunya kriteria untuk mengukur apakah perusahaan berhasil atau tidak menerapkan strategi yang tepat dalam rangka pencapaian tujuan akhirnya
1. Akseptabilitas
Manajemen yang bertanggung jawab akan berupaya mengelola perusahaan yang dipimpinnya berdasarkan norma-norma moralitas dan etika yang berlaku, tidak hanya secara parokial tetapi juga secara universal.
Sasaran jangka panjang dalam proses produksi yang tidak mencemari lingkungan adalah salah satu contohnya.
2. Fleksibilitas
Menentukan sasaran jangka panjang selalu mengandung risiko karena sifat masa depan yang konfigurasinya tidak sepenuhnya bisa diduga sebelumnya, maka perlu sasaran jangka panjang yang bersifat fleksibel sehingga relatif mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan yang terjadi.
Misalnya mengejawentahkan dalam sifat dan bentuk persaingan, bukan hanya dalam pemasaran produk yang dihasilkan akan tetapi juga dalam perolehan bahan mentah atau bahan baku dari pemasok.
3. Dapat Diukur
Sasaran yang ingin dicapai harus jelas dan konkret dalam artian tidak hanya jumlah sasaran namun dinyatakan secara kuantitatif, dan batas waktu sasaran diharapkan tercapai dan dengan pemenuhan standar mutu yang jelas.
4. Sebagai Pendorong bagi Penampilan Kinerja yang Memuaskan
Sasaran yang berperan sebagai pendorong bagi penampilan kinerja yang memuaskan antara lain:
5. Kriteria Kesesuaian
Kesesuaian adalah sasaran jangka panjang yang harus digali dari dan merupakan rincian misi perusahaan dan misi merupakan rincian dari kegiatan-kegiatan utama yang harus diselenggarakan dalam rangka pencapaian tujuan akhir.
6. Mudah Dipahami
Pencapaian sasaran jangka panjang akan lebih mudah dan lancar apabila semua pihak yang terlibat dalam berbagai segi sasaran tersebut mempunyai persepsi yang sama tentang hakikat, makna dan klasifikasinya.
7. Dapat Dicapai
Agar mampu menentukan sasaran yang mungkin dicapai dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan yang terdapat dalam organisasi, para perumus strategi juga harus mengenali dan mampu memperhitungkan dampak perubahan termasuk yang merupakan goncangan sekalipun yang terjadi dalam lingkungan eksternal yang jauh, dekat dan terutama dalam lingkungan industri atau sektor industri tertentu dalam perusahaan.
STRATEGI INDUK
Beberapa pakar menggunakan istilah strategi induk sebagai “grand strategy” atau “master strategy” atau “business strategy”
Strategi Induk berarti suatu pendekatan umum yang bersifat komprehensif atau menyeluruh yang berperan sebagai penuntun kegiatan utama suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.
Tujuh langkah dalam teori pengambilan keputusan sebagai pemecahan masalah
Teori Perumusan Strategi Induk
Terdapat dua belas alternatif strategi induk suatu perusahaan yang wajar mendapat perhatian para pengambil keputusan strategik, yaitu:
1. Konsentrasi
Alasan para perumus kebijakan strategik perusahaan memilih alternatif konsentrasi, sebagai berikut:
2. Pengembangan Pasar
Pengembangan pasar adalah apabila para pengambil keputusan kunci dalam perusahaan mengambil langkah-langkah berikut:
3. Pengembangan Produk
Pengembangan produk dapat mengambil langkah sebagai berikut:
3. Pengembangan Produk
Perumusan strategi induk perusahaan yang menyangkut pengembangan, peluncuran, promosi dan pemasaran produk baru, mengambil langkah berikut:
4. Inovasi
Dengan pendekatan yang inovatif perusahaan memperoleh keuntungan awal karena produk baru, atau produk lama dalam kemasan baru diminati oleh pelanggan lama yang loyal dan pelanggan baru yang tadinya menggunakan produk lain.
5. Integrasi Horisontal
Suatu perusahaan memilih strategi jangka panjangnya yang didasarkan pada pertumbuhan melalui akuisisi (pengambilan alih) perusahaan lain yang berada pada tahap produksi dan jaringan pemasaran yang sama seperti perusahaan yang bersangkutan sendiri.
Strategi demikian dipilih karena :
6. Integrasi Vertikal
Integrasi vertikal ialah suatu strategi yang berwujud dua bentuk yaitu:
7. Usaha Patungan
Usaha patungan dapat terjadi secara domestik yang melibatkan beberapa perusahaan dalam satu wilayah negara tertentu saja akan tetapi juga mungkin menempuh cara patungan secara internasional yang melibatkan beberapa perusahaan dari satu atau lebih negara asing.
8. Diversifikasi Konsentrik
Suatu bentuk diversifikasi usaha dikategorikan diversifikasi konsentrik apabila diversifikasi tersebut berarti penambahan bidang bisnis baru yang masih berkaitan dengan bisnis utama yang selama ini ditekuni.
Motif dilakukan diversifikasi konsentrik sebagai berikut:
9. Diversifikasi Konglomerat
Diversifikasi konglomerat pada umumnya berlandaskan motif perolehan keuntungan dari semakin banyak sumber dan bukan karena pertimbangan sinergi produk dan pasar seperti yang terjadi pada diversifikasi konsentrik.
10. Pengurangan Kegiatan
Bentuk dalam pengurangan kegiatan perusahaan yaitu : pengurangan biaya dan pengurangan aset perusahaan
Langkah pengurangan biaya, sebagai berikut:
Langkah pengurangan aset perusahaan, sebagai berikut:
11. Pelepasan Kepentingan Bisnis
Pelepasan kepentingan bisnis merupakan suatu strategi yang apabila manajemen puncak memutuskan menjual seluruh atau sebagian komponen perusahaan.
Langkah ini dilakukan bila langkah pengurangan kegiatan yang telah dibahas diatas tidak berhasil mendatangkan situasi yang diinginkan.
12. Likuidasi
Jika likuidasi dipilih sebagai strategi, biasanya yang terjadi para pemilik dan manajemen perusahaan menjual bagian-bagian perusahaan bukan perusahaan sebagai suatu badan usaha.
Tiga elemen harus dipertimbangkan dalam pilihan alternatif, yaitu: