1 of 34

Manajemen Strategik

Oleh: Umi Arifah, S.Pd.I., M.M.

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

2 of 34

Perumusan Sasaran Jangka Panjang & Strategi Induk

www.umiarifah.blogspot.com

08170140887

umiarifah.iainukebumen@gmail.com

3 of 34

Penentuan Sasaran Jangka Panjang

Orientasi hasil harus dikaitkan dengan orientasi pertumbuhan dan perkembangan perusahaan untuk kurun waktu yang panjang di masa depan.”

7 Wilayah pengelolaan bisnis yang perlu mendapat perhatian dalam menentukan sasaran jangka panjang, yaitu:

  1. Perolehan keuntungan;
  2. Produktivitas;
  3. Posisi yang kompetitif;
  4. Pengembangan Sumber Daya Manusia;
  5. Hubungan Industrial yang serasi;
  6. Keunggulan di bidang teknologi;
  7. Tanggung jawab sosial perusahaan.

4 of 34

1. Perolehan Keuntungan

Perolehan keuntungan pada tingkat wajar tetap mutlak perlu karena seperti diketahui keuntungan merupakan cermin bagi manajemen bahwa langkah-langkah yang diambilnya dalam mengelola organisasi mendapat dukungan berbagai pihak yang berkepentingan, baik secara internal maupun eksternal.

Tanpa perolehan keuntungan yang wajar secara berkelanjutan akan merupakan ancaman bukan hanya bagi eksistensi perusahaan akan tetapi juga bagi pertumbuhanannya dimasa yang akan datang.

5 of 34

2. Produktivitas

Suatu perusahaan yang ingin tumbuh dan berkembang selalu berupaya meningkatkan produktivitas kerja berbagai sistem dalam organisasi tersebut, termasuk sistem manajemen, sistem fungsional dan sistem operasional.

Suatu sistem dapat dikatakan produktif apabila masukan yang diproses semakin sedikit untuk menghasilkan luaran yang semakin besar.

6 of 34

3. Posisi Kompetitif

Produk yang dihasilkan dan dilemparkan ke pasar harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:

  1. Mutu produk yang sesuai dengan tuntutan pengguna
  2. Harga yang oleh para pengguna dianggap wajar dan terjangkau
  3. Sesuai dengan selera pemakai dalam arti segi kemutakhiran mengikuti “mode” dan perkembangan zaman
  4. Mampu memenuhi sebagian kebutuhan pengguna
  5. Kemudahan dalam pembelian dengan sistem kredit apabila diinginkan
  6. Jaminan pelayanan suku cadang dalam hal diperlukan perbaikan
  7. Pelayanan purna jual yang dapat diandalkan

7 of 34

4. Pengembangan Sumber Daya Manusia

Berbagai bentuk kesempatan bertumbuh dan berkembang antara lain:

  1. Kebijaksanaan organisasi yang mengandalkan “promosi dari dalam”
  2. Terjadinya aloh tugas dan alih wilayah sebagai mekanisme pengembangan
  3. Penilaian kinerja yang objektif dan rasional
  4. Kesempatan memuktahirkan pengetahuan dan keterampilan melalui keikutsertaan dalam pendidikan dan pelatihan
  5. Penempatan yang sesuai dengan pengetahuan, keterampilan dan bakat seseorang
  6. Pola karir yang jelas
  7. Bantuan manajemen dalam merencanakan dan mengembangkan karir
  8. Tersedia jasa konseling bagi para karyawan jika mereka menghadapi permasalahan yang mungkin sifatnya pribadi yang langsung atau tidak langsung akan berpengaruh terhadap kinerjanya dalam pelaksanaan tugas.

8 of 34

5. Pemeliharaan Hubungan Industrial

Organisasi serikat pekerja harus dilihat sebagai mitra manajemen dalam upaya pencapaian tujuan organisasi yang bersangkutan.

Keberadaan serikat pekerja dalam suatu perusahaan dimaksudkan untuk mewujudkan :

  1. Agar manajemen tidak melakukan tindakan atau merumuskan kebijakan yang merugikan kepentingan para pekerja (pembayaran upah minimum, pengurangan hak pekerja, pemutusan hubungan kerja).
  2. Agar para pekerja tidak melakukan tindakan dan menampilkan sikap yang merugikan perusahaan seperti tuntutan kenaikan upah dan gaji yang berlebihan, menghambat proses produksi, pengrusakan kekayaan perusahaan, melakukan pemogokan tanpa prinsip musyawarah)

9 of 34

6. Keunggulan Teknologi

Dalam strategi jangka panjang, para perumus strategi perusahaan biasanya menyatakan apakah perusahaan ingin memperoleh dan mempertahankan keunggulan teknologikal dengan segala implikasinya ataukah puas sekedar menjadi pengikut dalam pemanfaatan berbagai kemajuan dan terobosan teknologikan yang dilakukan oleh pihak lain.

10 of 34

7. Tanggung Jawab Sosial

Tanggung jawab sosial suatu perusahaan tidak terbatas kepada para pengguna produk yang dihasilkan, akan tetapi juga pada berbagai pihak yang berkepentingan eksternal.

Kesediaan berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan bahkan keagamaan, yang berlangsung dalam masyarakat sekitar lokasi perusahaan adalah contoh kewajiban sosial yang lain.

11 of 34

Mutu berbagai Sasaran Jangka Panjang

Perlunya kriteria untuk mengukur apakah perusahaan berhasil atau tidak menerapkan strategi yang tepat dalam rangka pencapaian tujuan akhirnya

12 of 34

1. Akseptabilitas

Manajemen yang bertanggung jawab akan berupaya mengelola perusahaan yang dipimpinnya berdasarkan norma-norma moralitas dan etika yang berlaku, tidak hanya secara parokial tetapi juga secara universal.

Sasaran jangka panjang dalam proses produksi yang tidak mencemari lingkungan adalah salah satu contohnya.

13 of 34

2. Fleksibilitas

Menentukan sasaran jangka panjang selalu mengandung risiko karena sifat masa depan yang konfigurasinya tidak sepenuhnya bisa diduga sebelumnya, maka perlu sasaran jangka panjang yang bersifat fleksibel sehingga relatif mudah disesuaikan dengan tuntutan perubahan yang terjadi.

Misalnya mengejawentahkan dalam sifat dan bentuk persaingan, bukan hanya dalam pemasaran produk yang dihasilkan akan tetapi juga dalam perolehan bahan mentah atau bahan baku dari pemasok.

14 of 34

3. Dapat Diukur

Sasaran yang ingin dicapai harus jelas dan konkret dalam artian tidak hanya jumlah sasaran namun dinyatakan secara kuantitatif, dan batas waktu sasaran diharapkan tercapai dan dengan pemenuhan standar mutu yang jelas.

15 of 34

4. Sebagai Pendorong bagi Penampilan Kinerja yang Memuaskan

Sasaran yang berperan sebagai pendorong bagi penampilan kinerja yang memuaskan antara lain:

  1. Di satu pihak sasaran tersebut harus cukup sulit sehingga memerlukan pengerahan tenaga, waktu dan kemampuan sedemikian rupa agar diperoleh hasil yang memuaskan.
  2. Sasaran tidak sedemikian sulit sehingga tidak mungkin tercapai karena jika demikian halnya akan mengakibatkan timbulnya frustasi dalam diri para karyawan.
  3. Sasaran tidak sedemikian mudahnya untuk dicapai sehingga pencapaiannya tidak memerlukan pengerahan kemampuan yang maksimal.

16 of 34

5. Kriteria Kesesuaian

Kesesuaian adalah sasaran jangka panjang yang harus digali dari dan merupakan rincian misi perusahaan dan misi merupakan rincian dari kegiatan-kegiatan utama yang harus diselenggarakan dalam rangka pencapaian tujuan akhir.

17 of 34

6. Mudah Dipahami

Pencapaian sasaran jangka panjang akan lebih mudah dan lancar apabila semua pihak yang terlibat dalam berbagai segi sasaran tersebut mempunyai persepsi yang sama tentang hakikat, makna dan klasifikasinya.

18 of 34

7. Dapat Dicapai

Agar mampu menentukan sasaran yang mungkin dicapai dengan mengandalkan kekuatan dan kemampuan yang terdapat dalam organisasi, para perumus strategi juga harus mengenali dan mampu memperhitungkan dampak perubahan termasuk yang merupakan goncangan sekalipun yang terjadi dalam lingkungan eksternal yang jauh, dekat dan terutama dalam lingkungan industri atau sektor industri tertentu dalam perusahaan.

19 of 34

STRATEGI INDUK

Beberapa pakar menggunakan istilah strategi induk sebagai “grand strategy” atau “master strategy” atau “business strategy

Strategi Induk berarti suatu pendekatan umum yang bersifat komprehensif atau menyeluruh yang berperan sebagai penuntun kegiatan utama suatu organisasi dalam rangka pencapaian tujuan dan berbagai sasarannya.

20 of 34

Tujuh langkah dalam teori pengambilan keputusan sebagai pemecahan masalah

  1. Mendefinisikan hakikat permasalahan yang dihadapi dan mengundang pemecahan.
  2. Mengumpulkan data yang relevan.
  3. Menganalisis data.
  4. Menentukan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh.
  5. Menganalisis berbagai alternatif.
  6. Memilih salah satu alternatif.
  7. Pelaksanaan keputusan.
  8. Evaluasi hasil pelaksanaan.

21 of 34

Teori Perumusan Strategi Induk

Terdapat dua belas alternatif strategi induk suatu perusahaan yang wajar mendapat perhatian para pengambil keputusan strategik, yaitu:

  1. Konsentrasi
  2. Pengembangan pasar
  3. Pengembangan produk
  4. Inovasi
  5. Integrasi horisontal
  6. Integrasi vertikal
  7. Usaha patungan
  8. Diversifikasi konsentrik
  9. Diversifikasi konglomerat
  10. Pengurangan kegiatan
  11. Pelepasan semua kepentingan bisnis
  12. Likuidasi perusahaan

22 of 34

1. Konsentrasi

Alasan para perumus kebijakan strategik perusahaan memilih alternatif konsentrasi, sebagai berikut:

  1. Dengan strategi konsentrasi, risiko yang dihadapi biasanya tidak besar.
  2. Tambahan dana, tenaga dan modal berada pada tingkat yang dapat dipikul oleh perusahaan.
  3. Pemilihan produk yang dijadikan andalan perusahaan didasarkan pada kemampuan yang telah terbukti dimiliki oleh perusahaan.
  4. Keunggulan kompetitif yang dimiliki karena pengetahuan dan keterampilan yang bersifat spesialistik untuk menghasilkan produk yang spesialistik pula.
  5. Keunggulan kompetitif yang dimiliki mengakibatkan perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan lain yang memiliki alternatif bukan konsentrasi seperti diversifikasi dalam berbagai bidang seperti dalam bidang produksi, penguasaan pasar, preferensi dan kepekaan pelanggan.
  6. Memiliki reputasi yang baik di kalangan pemakai produk sehingga biasanya tidak terlalu sulit untuk merebut pangsa pasar yang lebih luas.

23 of 34

2. Pengembangan Pasar

Pengembangan pasar adalah apabila para pengambil keputusan kunci dalam perusahaan mengambil langkah-langkah berikut:

  1. Memasarkan produk yang jadi andalan sekarang.
  2. Jika perlu, melakukan modifikasi yang sekedar bersifat kosmetik.
  3. Produk dipasarkan kepada para pelanggan di suatu wilayah penjualan tertentu.
  4. Upaya menambah jumlah pelanggan dilakukan antara lain melalui penambahan saluran distribusi produk atau dengan mengubah materi serta medianya sehingga menarik minat para calon pelanggan dan mempertahankan loyalitas para pelanggan lama.

24 of 34

3. Pengembangan Produk

Pengembangan produk dapat mengambil langkah sebagai berikut:

  1. Melakukan modifikasi yang subtansial terhadap produk yang sudah dihasilkan selama ini.
  2. Menciptakan produk baru untuk memberikan manfaat sejenis kepada pelanggan lama tanpa mengubah saluran distribusi dan pemasaran.
  3. Memperpanjang daya guna produk yang dihasilkan sekarang.
  4. Menarik keuntungan dari reputasi perusahaan karena produk yang dihasilkan diminati oleh para pelanggan.

25 of 34

3. Pengembangan Produk

Perumusan strategi induk perusahaan yang menyangkut pengembangan, peluncuran, promosi dan pemasaran produk baru, mengambil langkah berikut:

  1. Melakukan penyesuaian tertentu yang berarti memanfaatkan berbagai ide baru sehingga produk baru diperkirakan akan memiliki daya tarik yang kuat.
  2. Mengubah produk lama yang bisa berarti mengganti warna, bentuk dan ukuran produk.
  3. Membuat produk lebih kuat, lebih panjang, lebih tebal atau tahan lebih lama.
  4. Membuat produk lebih kompak, lebih kecil, lebih ringan misalnya produk yang biasanya dibawa oleh pengguna dalam melakukan perjalanan seperti kamera.
  5. Mengganti komponen tertentu dari produk, seperti bumbu untuk bahan makanan, proses penggunaannya dibuat lebih mudah dan sederhana atau menambah kekuatan produk tersebut.
  6. Penyusunan kembali berbagai komponen produk sehingga lebih ramah bagi pengguna.

26 of 34

4. Inovasi

Dengan pendekatan yang inovatif perusahaan memperoleh keuntungan awal karena produk baru, atau produk lama dalam kemasan baru diminati oleh pelanggan lama yang loyal dan pelanggan baru yang tadinya menggunakan produk lain.

27 of 34

5. Integrasi Horisontal

Suatu perusahaan memilih strategi jangka panjangnya yang didasarkan pada pertumbuhan melalui akuisisi (pengambilan alih) perusahaan lain yang berada pada tahap produksi dan jaringan pemasaran yang sama seperti perusahaan yang bersangkutan sendiri.

Strategi demikian dipilih karena :

  1. Agar perusahaan memperoleh akses kepada pasaran baru.
  2. Menghilangkan persaingan.

28 of 34

6. Integrasi Vertikal

Integrasi vertikal ialah suatu strategi yang berwujud dua bentuk yaitu:

  1. Pengambilalihan atau penguasaan perusahaan lain yang tadinya menjadi pemasok bahan mentah atau bahan baku yang diperlukannya untuk diproses lebih lanjut sehingga menjadi produk tertentu.
  2. Perusahaan yang menjadi pelanggan perusahaan yang bersangkutan bagi sesuatu kepentingan penanganan produknya, seperti penyewaan fasilitas pergudangan.

29 of 34

7. Usaha Patungan

Usaha patungan dapat terjadi secara domestik yang melibatkan beberapa perusahaan dalam satu wilayah negara tertentu saja akan tetapi juga mungkin menempuh cara patungan secara internasional yang melibatkan beberapa perusahaan dari satu atau lebih negara asing.

30 of 34

8. Diversifikasi Konsentrik

Suatu bentuk diversifikasi usaha dikategorikan diversifikasi konsentrik apabila diversifikasi tersebut berarti penambahan bidang bisnis baru yang masih berkaitan dengan bisnis utama yang selama ini ditekuni.

Motif dilakukan diversifikasi konsentrik sebagai berikut:

  1. Menambah nilai saham perusahaan
  2. Mempercepat laju pertumbuhan perusahaan
  3. Melakukan investasi sedemikian rupa sehingga dana yang dimiliki dimanfaatkan dengan cara yang lebih efektif daripada sekedar ditanamkan kembali ke dalam perusahaan.
  4. Lebih menjamin penghasilan karena jumlah penjualan yang meningkat
  5. meluncurkan produk baru apabila ternyata produk yang selama ini dihasilkan dan dipasarkan dinilai sudah mencapai puncak kemanfaatannya sehingga mungkin tidak akan diminati oleh pengguna
  6. Mempermudah upaya memperoleh daya yang diperlukan dengan cepat misal penguasaan teknologi dan kemampuan manajerial
  7. Peningkatan efisiensi kerja yang pada gilirannya meningkatkan perolehan keuntungan, terutama berkat sinergi antara dua perusahaan yang digabung.

31 of 34

9. Diversifikasi Konglomerat

Diversifikasi konglomerat pada umumnya berlandaskan motif perolehan keuntungan dari semakin banyak sumber dan bukan karena pertimbangan sinergi produk dan pasar seperti yang terjadi pada diversifikasi konsentrik.

32 of 34

10. Pengurangan Kegiatan

Bentuk dalam pengurangan kegiatan perusahaan yaitu : pengurangan biaya dan pengurangan aset perusahaan

Langkah pengurangan biaya, sebagai berikut:

  1. Pengurangan tenaga kerja dengan dorongan kepada karyawan memasuki masa pensiun dini.
  2. Mendorong perpindahan pegawai pada tingkat tertentu yang tidak membahayakan perusahaan.
  3. Kebijaksanaan untuk tidak membeli sarana dan peralatan selama mungkin.
  4. Menurunkan volumen produksi dan mengurangi intensitas kegiatan promosi.

Langkah pengurangan aset perusahaan, sebagai berikut:

  1. Menjual aset perusahaan seperti tanah, bangunan dan peralatan yang tidak mutlak diperlukan untuk melanjutkan kegiatan pokok perusahaan.
  2. Menghilangkan atau mengurangi fasilitas yang dinikmati oleh kelompok tertentu dalam perusahaan misal penggunaan kendaraan dinas, makan siang yang dibebankan pada perusahaan, ruang kerja mewah dan kenikmatan lainnya.

33 of 34

11. Pelepasan Kepentingan Bisnis

Pelepasan kepentingan bisnis merupakan suatu strategi yang apabila manajemen puncak memutuskan menjual seluruh atau sebagian komponen perusahaan.

Langkah ini dilakukan bila langkah pengurangan kegiatan yang telah dibahas diatas tidak berhasil mendatangkan situasi yang diinginkan.

34 of 34

12. Likuidasi

Jika likuidasi dipilih sebagai strategi, biasanya yang terjadi para pemilik dan manajemen perusahaan menjual bagian-bagian perusahaan bukan perusahaan sebagai suatu badan usaha.

Tiga elemen harus dipertimbangkan dalam pilihan alternatif, yaitu:

  1. Peluang yang diinginkan yang perlu dimanfaatkan
  2. Pilihan atas sasaran jangka panjang yang ingin dicapai
  3. Pilihan strategi induk yang dipandang paling tepat dari sekian banyak alternatif yang dikenal.