Analisis Regresi
Tingkat Lanjut
Section 4 — Regularisasi dalam Analisis Regresi
44 slide • overfitting • Ridge • Lasso • Elastic Net • validasi silang
Benang merah section
I Gede Nyoman Mindra Jaya
S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
Peta Pembelajaran Section 4
SECTION 4
02
• Memahami regularisasi sebagai kontrol kompleksitas model, bukan sekadar trik machine learning.�• Menjelaskan overfitting, generalisasi, bias–variance trade-off, dan peran penalti.�• Membedakan Ridge, Lasso, dan Elastic Net dari sisi fungsi objektif, geometri, dan implikasi koefisien.�• Menerapkan validasi silang, standardisasi, dan pelaporan model regularized regression.
Alur besar
Contoh aplikasi
Contoh: model prediksi risiko kredit dengan puluhan prediktor perlu stabil; regularisasi mencegah model hafal noise historis.
Overfitting
Ridge
Lasso
Regularisasi membuat model belajar secukupnya—bukan belajar sampai hafal nomor sepatu data.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
02
Mengapa Regularisasi Diperlukan
SECTION 4
03
• Model kompleks dapat memiliki error training kecil tetapi error data baru besar.�• Regularisasi menambahkan penalti terhadap kompleksitas parameter.�• Penalti mendorong koefisien menjadi lebih kecil, lebih stabil, atau sebagian tepat nol.�• Tujuan utamanya adalah menurunkan generalization error, bukan mempercantik R² training.
Kerangka umum
Contoh aplikasi
Pada data pemasaran digital, ratusan fitur iklan bisa membuat model terlalu cocok pada kampanye lama; penalti menjaga koefisien tetap waras.
Penalty
Generalize
Stability
Error training kecil itu menggoda, tapi masa depan tidak ikut di-training.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
03
Overfitting dalam Regresi
SECTION 4
04
• Overfitting terjadi saat model menangkap noise sebagai pola.�• Gejalanya: performa training sangat baik, performa test/validasi turun.�• Risiko meningkat saat jumlah prediktor besar, korelasi tinggi, atau sampel kecil.�• Regularisasi menahan fleksibilitas parameter agar pola mayoritas lebih dominan.
Sinyal overfitting
Contoh aplikasi
Model prediksi IPK dengan 80 fitur untuk 60 mahasiswa hampir pasti bisa ‘hafal’ data—ini bukan kepintaran, ini contekan statistik.
Train
Test
Noise
Overfit itu seperti mahasiswa hafal soal tahun lalu: terlihat pintar sampai soal baru datang.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
04
Bias–Variance Trade-off
SECTION 4
05
• Error prediksi dapat dipahami sebagai bias, variance, dan irreducible error.�• Model terlalu sederhana biasanya bias tinggi dan variance rendah.�• Model terlalu fleksibel biasanya bias rendah tetapi variance tinggi.�• Regularisasi sengaja menambah bias kecil untuk menurunkan variance lebih besar.
Dekomposisi error
Contoh aplikasi
Ridge dapat sedikit membiaskan koefisien, tetapi prediksi pada data baru lebih stabil ketika prediktor saling berkorelasi.
Bias
Variance
Prediction
Regularisasi adalah seni mengalah demi menang di data baru.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
05
Standardisasi Prediktor
SECTION 4
06
• Regularisasi sensitif terhadap skala prediktor.�• Prediktor berskala besar dapat terkena penalti relatif berbeda jika tidak distandardisasi.�• Umumnya penalti tidak diberikan pada intersep.�• Standardisasi harus dihitung dari data training untuk menghindari leakage.
Transformasi
Contoh aplikasi
Pendapatan dalam rupiah dan usia dalam tahun harus distandardisasi; kalau tidak, penalti bisa lebih sibuk menghukum satuan daripada pola.
Scale
Intercept
Leakage
Sebelum regularisasi, samakan dulu bahasa skala prediktor.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
06
Penalized Least Squares
SECTION 4
07
• Regresi regularized mengganti minimisasi RSS menjadi RSS plus penalti.�• Bentuk penalti menentukan perilaku koefisien.�• L2 mengecilkan koefisien secara kontinu; L1 dapat membuat koefisien tepat nol.�• λ mengontrol kekuatan shrinkage.
Objektif umum
Contoh aplikasi
Dalam regresi harga rumah, banyak fitur lingkungan dapat dipakai tetapi koefisiennya dikendalikan agar tidak meledak karena korelasi.
RSS
Penalty
λ
Loss mengukur salahnya model; penalti mengukur kelakuan parameternya.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
07
Bentuk Penalized vs Constrained
SECTION 4
08
• Regularisasi dapat ditulis sebagai masalah penalized atau constrained.�• Semakin besar λ, semakin ketat pembatasan kompleksitas.�• Bentuk constrained membantu memahami geometri Ridge dan Lasso.�• Kedua bentuk ekuivalen untuk nilai tuning tertentu.
Dua formulasi
Contoh aplikasi
Ridge membatasi koefisien berada dalam bola L2; Lasso membatasi koefisien berada dalam diamond L1.
Penalized
Constrained
Geometry
λ dan t adalah dua cara menulis pagar yang sama.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
08
Peran Parameter λ
SECTION 4
09
• λ = 0 menghasilkan OLS jika solusi OLS ada.�• λ kecil memberi shrinkage ringan.�• λ besar mendorong koefisien mendekati nol.�• λ dipilih melalui validasi, bukan perasaan—karena perasaan sering overfit juga.
Arah efek
Contoh aplikasi
Pada glmnet, deret λ dicoba otomatis; kita memilih λ berdasarkan cross-validation error.
λ=0
Shrinkage
CV
λ adalah rem model: terlalu kecil ngebut, terlalu besar mogok.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
09
Ridge Regression: Penalti L2
SECTION 4
10
• Ridge menggunakan penalti jumlah kuadrat koefisien.�• Koefisien dikecilkan menuju nol tetapi umumnya tidak tepat nol.�• Sangat berguna untuk multikolinearitas dan desain hampir singular.�• Ridge menukar sedikit bias dengan variance yang lebih kecil.
Ridge objective
Contoh aplikasi
Jika variabel pendidikan, pendapatan, dan indeks pembangunan saling berkorelasi, Ridge dapat membuat estimasi lebih stabil.
L2
Shrink
Stable
Ridge mengecilkan koefisien, bukan menyapu variabel ke bawah karpet.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
10
Solusi Tertutup Ridge
SECTION 4
11
• Ridge memiliki solusi analitik pada regresi linear Gaussian.�• Penambahan λI membuat matriks lebih mudah diinversi.�• Intersep tidak dipenalti bila X sudah dipusatkan.�• Solusi ini menjelaskan stabilisasi ketika X'X hampir singular.
Solusi
Contoh aplikasi
Pada p mendekati n, invers OLS dapat tidak stabil; Ridge menambahkan bantalan λI pada diagonal.
Closed-form
λI
Invertible
Ridge memberi vitamin diagonal untuk matriks yang lemas.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
11
Ridge dan Spektrum X'X
SECTION 4
12
• Ridge sangat jelas bila dilihat melalui eigenvalue atau singular value.�• Arah prediktor dengan singular value kecil paling banyak distabilkan.�• Shrinkage tidak sama di semua arah ruang prediktor.�• Ini menjelaskan mengapa Ridge efektif pada multikolinearitas.
Representasi SVD
Contoh aplikasi
Dua prediktor hampir identik menghasilkan satu arah informasi sangat lemah; Ridge menahan arah itu agar tidak menghasilkan koefisien liar.
SVD
Eigen
Collinear
Ridge paling tegas pada arah data yang paling rapuh.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
12
Ridge dan Multikolinearitas
SECTION 4
13
• Multikolinearitas memperbesar variance koefisien OLS.�• Ridge menambahkan penalti sehingga koefisien prediktor berkorelasi menjadi lebih stabil.�• Koefisien Ridge bias, tetapi mean squared error dapat lebih kecil.�• Ridge cocok jika prediksi lebih penting daripada seleksi variabel eksplisit.
Masalah OLS
Contoh aplikasi
Dalam ekonomi regional, PDRB, konsumsi, dan investasi sering bergerak bersama; Ridge mengurangi koefisien yang saling tarik-menarik.
VIF
MSE
Prediction
Ridge tidak menyembuhkan korelasi antar prediktor; ia membuat gejalanya tidak mengguncang model.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
13
Ridge Shrinkage Factor
SECTION 4
14
• Dalam basis orthogonal, Ridge mengecilkan estimasi OLS dengan faktor tertentu.�• Semakin kecil d², semakin kuat shrinkage.�• Semakin besar λ, semua arah makin dikecilkan.�• Interpretasi ini penting untuk memahami coefficient path.
Faktor shrinkage
Contoh aplikasi
Arah informasi lemah mendapat faktor shrinkage kecil, sehingga tidak mendominasi prediksi.
Shrinkage
Factor
Path
Ridge seperti volume knob: arah yang berisik diturunkan lebih banyak.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
14
Effective Degrees of Freedom Ridge
SECTION 4
15
• Regularisasi membuat kompleksitas model menjadi kontinu, tidak sekadar jumlah prediktor.�• Effective degrees of freedom menurun ketika λ meningkat.�• Ukuran ini membantu memahami kapasitas prediksi model.�• Semakin kecil df(λ), semakin sederhana model efektif.
Kompleksitas efektif
Contoh aplikasi
Model dengan 50 prediktor bisa memiliki kompleksitas efektif jauh di bawah 50 bila λ cukup besar.
df(λ)
Trace
Complexity
Jumlah variabel bukan satu-satunya ukuran ‘ramainya’ model.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
15
Bias Ridge
SECTION 4
16
• Ridge menghasilkan estimator bias untuk β pada λ > 0.�• Bias ini disengaja untuk menurunkan variance.�• Dalam prediksi, bias kecil sering dapat diterima bila stabilitas meningkat.�• Dalam inferensi kausal, shrinkage harus digunakan lebih hati-hati.
Ekspektasi estimator
Contoh aplikasi
Untuk prediksi risiko, bias kecil dapat diterima; untuk estimasi efek kebijakan, interpretasi koefisien penalized perlu ekstra hati-hati.
Bias
MSE
Causal caution
Bias Ridge bukan bug; ia fitur yang harus dipahami.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
16
Ilustrasi SSR Ridge
SECTION 4
17
• Ridge meminimalkan RSS ditambah penalti L2.�• Jika β besar, penalti λβ² ikut membesar.�• Ketika λ meningkat, optimum bergeser menuju koefisien lebih kecil.�• Contoh numerik sederhana memperlihatkan mengapa slope tidak bebas membesar.
SSR penalized
Contoh aplikasi
Dengan X={2,3,4,6}, Y={4,3.5,4.5,5}, slope yang terbaik tanpa penalti bisa berubah saat λ=30,40,50, dan seterusnya.
SSR
λβ²
Slope
Ridge bertanya: fit bagus, tapi koefisiennya perlu sebesar itu tidak?
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
17
Lasso Regression: Penalti L1
SECTION 4
18
• Lasso menggunakan penalti jumlah nilai absolut koefisien.�• Penalti L1 dapat menghasilkan koefisien tepat nol.�• Karena itu Lasso melakukan estimasi dan seleksi variabel sekaligus.�• Namun seleksi dapat tidak stabil jika prediktor sangat berkorelasi.
Lasso objective
Contoh aplikasi
Dalam studi biomarker, Lasso dapat menyaring puluhan kandidat menjadi beberapa prediktor utama.
L1
Sparse
Selection
Lasso bukan hanya mengecilkan; ia juga berani bilang: variabel ini nol dulu ya.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
18
Geometri Lasso
SECTION 4
19
• Batasan L1 membentuk diamond dalam ruang koefisien dua dimensi.�• Sudut diamond sering menyentuh kontur loss pada sumbu koefisien.�• Akibatnya solusi sering memiliki satu atau lebih koefisien tepat nol.�• Inilah sumber sparsity Lasso.
Batas L1
Contoh aplikasi
Jika dua variabel hampir setara, Lasso dapat memilih salah satunya dan memberi koefisien nol pada yang lain.
Geometry
Corner
Sparse
Sudut L1 adalah tempat koefisien sering ‘parkir’ di nol.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
19
Soft Thresholding pada Desain Orthogonal
SECTION 4
20
• Pada desain orthogonal, solusi Lasso memiliki bentuk soft thresholding.�• Koefisien kecil dapat dipotong menjadi nol.�• Koefisien besar tetap bertahan tetapi dikecilkan.�• Ini memberi intuisi seleksi variabel pada Lasso.
Soft-threshold
Contoh aplikasi
Jika sinyal prediktor lebih kecil dari threshold, Lasso menganggapnya tidak cukup kuat untuk dipertahankan.
Threshold
Zero
Signal
Lasso punya ambang batas: sinyal lemah tidak lolos satpam λ.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
20
Lasso untuk Seleksi Variabel
SECTION 4
21
• Koefisien nol mempermudah interpretasi dan pemilihan fitur.�• Seleksi bergantung pada λ dan korelasi antar prediktor.�• Variabel yang dipilih bukan bukti final kausalitas.�• Stability selection atau validasi ulang membantu menilai ketahanan pilihan variabel.
Set variabel terpilih
Contoh aplikasi
Dalam prediksi churn, Lasso membantu memilih fitur perilaku pelanggan yang paling berguna untuk model ringkas.
Subset
λ
Stability
Daftar variabel Lasso adalah hasil model, bukan wahyu dari langit statistik.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
21
Lasso dan Prediktor Berkorelasi
SECTION 4
22
• Ketika prediktor sangat berkorelasi, Lasso dapat memilih satu dan mengabaikan lainnya.�• Pilihan ini bisa berubah jika sampel sedikit berubah.�• Untuk kelompok prediktor berkorelasi, Elastic Net sering lebih stabil.�• Interpretasi harus menyebut kemungkinan instability.
Isu korelasi
Contoh aplikasi
Dua indikator sosial ekonomi yang mirip dapat saling menggantikan; Lasso mungkin memilih satu, bukan karena yang lain tidak penting.
Correlation
Instability
Elastic Net
Lasso kadang seperti memilih satu dari saudara kembar—bukan berarti kembarannya tidak berguna.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
22
KKT Condition untuk Lasso
SECTION 4
23
• Karena penalti L1 tidak terdiferensiasi di nol, solusi dijelaskan dengan subgradient.�• KKT condition menentukan kapan koefisien menjadi nol.�• Jika korelasi residual dengan prediktor cukup kecil, koefisien dapat nol.�• Ini menjelaskan mekanisme seleksi pada Lasso.
Kondisi optimalitas
Contoh aplikasi
Variabel dengan kontribusi marginal kecil terhadap residual dapat dipotong oleh penalti L1.
KKT
Subgradient
Zero
Nol pada Lasso punya dasar optimisasi, bukan asal coret.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
23
Elastic Net: Gabungan L1 dan L2
SECTION 4
24
• Elastic Net menggabungkan sparsity Lasso dan stabilitas Ridge.�• L1 membantu seleksi variabel; L2 membantu prediktor berkorelasi bergerak lebih bersama.�• Metode ini cocok untuk high-dimensional correlated predictors.�• Dua tuning penting: kekuatan penalti dan proporsi campuran.
Elastic Net
Contoh aplikasi
Dalam genomik, banyak gen berkorelasi dalam jalur biologis; Elastic Net sering lebih masuk akal daripada Lasso murni.
L1+L2
Grouped
High-dim
Elastic Net itu duet: Lasso memilih, Ridge menstabilkan.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
24
Parameter α pada Elastic Net
SECTION 4
25
• Implementasi modern sering memakai α untuk proporsi L1.�• α = 1 sama dengan Lasso.�• α = 0 sama dengan Ridge.�• 0 < α < 1 memberi kompromi antara seleksi dan stabilisasi.
Formulasi glmnet
Contoh aplikasi
Dalam glmnet, alpha=0.5 sering dicoba sebagai titik awal ketika prediktor banyak dan berkorelasi.
α=1
α=0
Mix
α mengatur karakter model: lebih Lasso, lebih Ridge, atau setengah-setengah elegan.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
25
Grouping Effect Elastic Net
SECTION 4
26
• Prediktor berkorelasi cenderung dipertahankan bersama lebih baik daripada Lasso.�• Efek L2 mengurangi kompetisi ekstrem antar prediktor mirip.�• Ini berguna ketika kelompok variabel secara substantif sama-sama penting.�• Namun interpretasi individual tetap perlu hati-hati.
Efek kelompok
Contoh aplikasi
Beberapa indikator kemiskinan yang berkorelasi dapat tetap masuk bersama, bukan dipilih satu secara acak.
Grouping
Correlated
Stable
Elastic Net lebih ramah pada variabel yang datang bergerombol.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
26
Validasi Silang untuk Memilih λ
SECTION 4
27
• λ dipilih berdasarkan performa out-of-sample melalui cross-validation.�• Data training dibagi menjadi K fold.�• Setiap fold bergiliran menjadi validation set.�• Rata-rata error validasi menjadi dasar pemilihan λ.
CV error
Contoh aplikasi
Untuk prediksi PM2.5, λ dipilih dari error validasi, bukan dari model yang terlihat paling indah pada training.
K-fold
λ
Validation
Cross-validation adalah gladi resik data baru.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
27
λ_min dan λ_1se
SECTION 4
28
• λ_min memberi rata-rata CV error terkecil.�• λ_1se memilih model paling sederhana dalam satu standard error dari minimum.�• λ_1se sering lebih stabil dan lebih ringkas.�• Pemilihan harus selaras dengan tujuan: prediksi maksimum atau model sederhana.
Aturan 1-SE
Contoh aplikasi
Untuk model laporan kebijakan, λ_1se dapat dipilih agar koefisien lebih stabil dan narasi lebih mudah dijelaskan.
λ_min
λ_1se
Simple
Kadang model sedikit lebih sederhana adalah model yang lebih siap hidup di dunia nyata.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
28
Train–Validation–Test Workflow
SECTION 4
29
• Training digunakan untuk estimasi model.�• Validation atau cross-validation digunakan untuk memilih λ dan α.�• Test set hanya digunakan sekali untuk evaluasi akhir.�• Mengintip test set berkali-kali sama dengan mengajari model jawaban ujian.
Pembagian data
Contoh aplikasi
Dalam kelas proyek, test set tidak boleh dipakai untuk mencoba-coba λ sampai MAPE paling kecil; itu sudah bukan evaluasi jujur.
Train
Validation
Test
Test set itu wasit, bukan konsultan model.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
29
Data Leakage dalam Regularisasi
SECTION 4
30
• Leakage terjadi ketika informasi test masuk ke proses training atau tuning.�• Standardisasi, imputasi, dan seleksi fitur harus dipelajari dari training set.�• Cross-validation harus memasukkan seluruh preprocessing dalam fold.�• Leakage membuat performa terlihat lebih baik dari realitas.
Aturan preprocessing
Contoh aplikasi
Jika mean dan standard deviation dihitung dari seluruh data sebelum split, informasi test diam-diam bocor ke training.
Preprocess
Fold
Integrity
Leakage itu seperti bocoran soal: hasilnya bagus, integritasnya bubar.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
30
Regularized GLM
SECTION 4
31
• Regularisasi tidak terbatas pada regresi linear Gaussian.�• GLM regularized meminimalkan negative log-likelihood plus penalti.�• Dapat digunakan untuk logistik, Poisson, binomial, dan model lain.�• Fungsi link tetap menentukan skala interpretasi.
Objektif GLM
Contoh aplikasi
Pada regresi Poisson untuk jumlah kasus, penalti dapat digunakan saat banyak kovariat lingkungan dan sosial dimasukkan bersamaan.
GLM
Likelihood
Link
Regularisasi ikut ke GLM; dia tidak berhenti di linear model saja.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
31
Regresi Logistik Terregularisasi
SECTION 4
32
• Pada klasifikasi biner, regularisasi membantu ketika banyak prediktor atau separation terjadi.�• Ridge logistik menstabilkan koefisien.�• Lasso logistik dapat memilih subset prediktor.�• Interpretasi koefisien tetap pada log-odds, tetapi telah mengalami shrinkage.
Logistic loss
Contoh aplikasi
Untuk prediksi gagal bayar pinjaman online, Lasso logistik dapat memilih indikator perilaku transaksi yang paling informatif.
Binary
Log-odds
Separation
Logistik regularized menjaga odds ratio tidak terlalu dramatis karena noise.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
32
Interpretasi Bayesian
SECTION 4
33
• Regularisasi dapat dipandang sebagai prior pada koefisien.�• Ridge ekuivalen dengan prior Normal berpusat nol.�• Lasso ekuivalen dengan prior Laplace berpusat nol.�• Sudut pandang ini membantu menjelaskan shrinkage sebagai informasi awal tentang koefisien kecil.
Prior shrinkage
Contoh aplikasi
Dalam Bayesian regression, prior shrinkage digunakan untuk mencegah estimasi liar pada data kecil atau high-dimensional.
Prior
Normal
Laplace
Penalti frequentist dan prior Bayesian sering hanya beda kostum matematis.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
33
High-Dimensional Data: p > n
SECTION 4
34
• Ketika jumlah prediktor melebihi jumlah observasi, OLS tidak unik atau tidak dapat diestimasi stabil.�• Ridge tetap memberikan solusi karena penambahan λI.�• Lasso dapat memilih subset variabel saat asumsi sparsity masuk akal.�• Validasi dan stabilitas seleksi menjadi sangat penting.
Masalah dimensi
Contoh aplikasi
Data ekspresi gen sering memiliki ribuan prediktor tetapi sampel pasien terbatas; regularisasi menjadi kebutuhan, bukan pilihan kosmetik.
p>n
Rank
Sparse
Saat p lebih besar dari n, OLS bukan pahlawan utama cerita.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
34
Metrik Evaluasi
SECTION 4
35
• Untuk regresi kontinu, gunakan RMSE, MAE, MAPE, atau deviance sesuai konteks.�• Untuk klasifikasi, gunakan AUC, log-loss, Brier score, sensitivity, dan specificity.�• Metrik dipilih sesuai biaya kesalahan dan tujuan analisis.�• Evaluasi akhir harus dilakukan pada data yang tidak dipakai untuk tuning.
Contoh metrik
Contoh aplikasi
Pada prediksi beban rumah sakit, MAE lebih mudah ditafsirkan dalam satuan pasien, sedangkan RMSE lebih sensitif terhadap error besar.
RMSE
MAE
AUC
Metrik bukan aksesoris; ia menentukan model dianggap menang atau kalah.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
35
Interpretasi Koefisien Setelah Shrinkage
SECTION 4
36
• Koefisien regularized bukan estimator OLS biasa.�• Besaran koefisien telah dipengaruhi penalti dan standardisasi.�• Untuk interpretasi substantif, laporkan skala variabel dan jenis penalti.�• Koefisien nol pada Lasso berarti tidak terpilih pada λ tersebut, bukan pasti tidak berpengaruh.
Peringatan interpretasi
Contoh aplikasi
Jika variabel pendidikan tidak dipilih Lasso, jangan langsung menyimpulkan pendidikan tidak penting; bisa jadi korelasi dengan prediktor lain tinggi.
Shrinkage
Scale
Meaning
Koefisien penalized perlu dibaca dengan kacamata penalti, bukan kacamata OLS polos.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
36
Post-Selection Inference
SECTION 4
37
• Setelah variabel dipilih oleh Lasso, p-value OLS biasa tidak otomatis valid.�• Proses seleksi menambah ketidakpastian yang sering diabaikan.�• Gunakan validasi, bootstrap/stability, atau metode post-selection yang sesuai.�• Untuk laporan prediksi, fokus utama biasanya performa out-of-sample.
Seleksi mengubah inferensi
Contoh aplikasi
Refit OLS pada variabel hasil Lasso lalu membaca p-value seperti tidak ada seleksi dapat terlalu optimistis.
Selection
p-value
Uncertainty
Setelah seleksi, p-value naïf sering terlalu percaya diri—seperti reviewer tanpa kopi.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
37
Workflow R dengan glmnet
SECTION 4
38
• Buat matriks X dan respons y.�• Standardisasi otomatis tersedia, tetapi preprocessing tetap harus dijaga dalam resampling.�• cv.glmnet memilih λ melalui cross-validation.�• Gunakan alpha=0 untuk Ridge, alpha=1 untuk Lasso, 0<alpha<1 untuk Elastic Net.
Kode ringkas
Contoh aplikasi
Kode inti: cv.glmnet(X_train, y_train, alpha=1); lalu prediksi pada X_test memakai s='lambda.1se'.
glmnet
alpha
lambda
glmnet cepat; workflow validasinya tetap harus disiplin.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
38
Aplikasi Bioinformatika
SECTION 4
39
• Jumlah fitur genetik sering jauh lebih besar daripada jumlah sampel.�• Lasso membantu memilih marker potensial.�• Elastic Net lebih stabil ketika gen dalam jalur biologis berkorelasi.�• Validasi eksternal sangat penting sebelum klaim biomarker.
Model high-dimensional
Contoh aplikasi
Prediksi respons terapi dapat memakai Elastic Net untuk memilih panel gen yang prediktif namun tidak terlalu besar.
Genomics
p≫n
Markers
Pada genomik, regularisasi bukan tambahan; ia sabuk pengaman.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
39
Aplikasi Keuangan dan Risiko Kredit
SECTION 4
40
• Prediksi gagal bayar sering memakai banyak fitur transaksi dan demografi.�• Regularisasi mengurangi koefisien ekstrem akibat segmentasi kecil.�• Lasso memberi model lebih ringkas untuk scoring.�• Evaluasi harus memperhatikan calibration dan diskriminasi.
Probabilitas default
Contoh aplikasi
Pada pinjaman online, fitur riwayat pembayaran, frekuensi transaksi, dan rasio utang dapat diseleksi dengan Lasso logistik.
Credit
Logistic
Score
Model kredit harus prediktif, stabil, dan tidak dramatis seperti sinetron koefisien.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
40
Aplikasi Kesehatan dan Epidemiologi
SECTION 4
41
• Data kesehatan sering memiliki banyak kovariat klinis, perilaku, dan lingkungan.�• Regularisasi membantu prediksi risiko ketika sampel terbatas.�• Ridge berguna untuk indeks risiko yang stabil.�• Lasso/Elastic Net membantu memilih prediktor untuk model screening.
Risk model
Contoh aplikasi
Prediksi risiko penyakit berbasis usia, komorbiditas, laboratorium, dan lingkungan dapat memakai Elastic Net agar model tidak terlalu rapuh.
Health
Risk
Screening
Dalam kesehatan, model ringkas lebih mudah dipakai klinisi—dan lebih sulit membuat pasien bingung.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
41
Checklist Pelaporan Model Regularized
SECTION 4
42
• Sebutkan metode: Ridge, Lasso, atau Elastic Net.�• Jelaskan standardisasi, pembagian data, dan prosedur tuning.�• Laporkan λ terpilih, α bila Elastic Net, serta metrik validasi/test.�• Bandingkan dengan baseline OLS atau GLM non-regularized bila relevan.
Elemen laporan
Contoh aplikasi
Kalimat laporan: “Elastic Net dipilih dengan 10-fold CV; λ_1se digunakan untuk model yang lebih sederhana.”
Report
Baseline
Metric
Pelaporan rapi membuat regularisasi terlihat ilmiah, bukan sulap glmnet.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
42
Kesalahan Umum
SECTION 4
43
• Tidak melakukan standardisasi sebelum penalti.�• Memilih λ berdasarkan test set.�• Menafsirkan koefisien nol sebagai bukti tidak ada efek substantif.�• Melaporkan performa training sebagai bukti akurasi masa depan.
Praktik baik
Contoh aplikasi
MAPE sangat kecil pada test yang sering dipakai tuning bukan lagi test murni; itu validation set yang menyamar.
Leakage
Scale
Interpret
Regularisasi bagus, tapi workflow bocor tetap bikin hasil licin seperti jalan habis hujan.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
43
Kesimpulan Section 4
SECTION 4
44
• Regularisasi mengontrol kompleksitas model melalui penalti terhadap koefisien.�• Ridge stabil untuk multikolinearitas, Lasso selektif, Elastic Net menyeimbangkan keduanya.�• λ dan α harus dipilih dengan validasi yang benar.�• Interpretasi dan pelaporan harus menyebut shrinkage, preprocessing, dan performa out-of-sample.
Ringkasan final
Contoh aplikasi
Benang merah: kontrol kompleksitas, pilih penalti sesuai tujuan, tuning secara jujur, lalu laporkan secara transparan.
Ridge
Lasso
Elastic Net
Regularisasi membuat model lebih sederhana, lebih stabil, dan lebih siap menghadapi data baru.
Analisis Regresi Tingkat Lanjut • S2 Statistika Terapan FMIPA Unpad
44