1 of 17

Etika KA & Penggunaan KA

yang Bertanggung Jawab

ISU PLAGIARISME

& HAK CIPTA

AI Ready ASEAN

2 of 17

Generasi muda saat ini hidup di era digital yang memudahkan akses informasi, namun tantangan besar muncul terkait plagiarisme dan pelanggaran hak cipta.

Banyak yang belum sepenuhnya memahami pentingnya orisinalitas karya dan etika dalam menggunakan sumber. Plagiarisme bukan hanya mencuri ide orang lain, tetapi juga merusak integritas pribadi dan akademik.

3 of 17

PENGGUNAAN KA YANG ETIS DALAM PENDIDIKAN

Di mana kita menarik garis batas antara penggunaan KA secara bertanggung jawab dan ketergantungan yang berlebihan pada KA?

Haruskah sekolah merangkul KA sebagai alat untuk belajar, atau haruskah ada batasan tentang bagaimana siswa menggunakannya untuk pekerjaan rumah?

4 of 17

Kerangka Essay dan Ringkasan

Umpan Balik & Penilaian Otomatis

Penjelasan Langsung oleh Chatbot

Pembuatan Konten Untuk Pelajaran

KONTEN YANG DIHASILKAN KA DALAM PENDIDIKAN

5 of 17

Integritas dan Orisinalitas

Memahami Penyalinan Berlebihan

Transparansi

Keadilan dan Kesetaraan

PRINSIP-PRINSIP UTAMA

PENGGUNAAN KA YANG ETIS DALAM PENDIDIKAN

6 of 17

Gunakan KA untuk Inspirasi, Bukan Jawaban

Patuhi Kebijakan Sekolah

Memverifikasi Informasi KA

Ajukan Pertanyaan ’Bagaimana?’ dan ’Mengapa?’

Bersikap Transparan dengan Penggunaan KA

PANDUAN PRAKTIS UNTUK SISWA

7 of 17

KA VS. MANUSIA:

TEMUKAN PERBEDAANYA!

Respon A

"Teknologi telah secara signifikan mengubah pendidikan modern dengan menyediakan akses kepada siswa ke berbagai sumber daya daring dan alat interaktif. Platform digital, seperti aplikasi e-learning dan ruang kelas virtual, meningkatkan keterlibatan dan memungkinkan pengalaman belajar yang personal. Selain itu, teknologi membantu pendidik melacak kemajuan siswa dan menyesuaikan metode pengajaran mereka sesuai kebutuhan."

Respon B

Bayangkan menjadi siswa lima puluh tahun yang lalu—pembelajaran terbatas pada buku teks dan papan tulis. Sekarang, kita punya papan pintar, kursus daring, dan tutor KA yang membuat pendidikan lebih interaktif! Teknologi membantu guru menyesuaikan pelajaran, dan siswa dapat belajar sesuai kecepatan mereka sendiri. Namun, meskipun teknologi meningkatkan pembelajaran, penting agar kita tidak terlalu bergantung padanya dan tetap mengembangkan keterampilan berpikir kritis."

8 of 17

Kreativitas dan Suara Pribadi

Penanganan Kesalahan & Akurasi

Kedalaman & Pemikiran Kritis

Etika & Bias

Keterlibatan & Nada

KA VS. MANUSIA:

PERBEDAAN UTAMA

9 of 17

"Plagiarisme berarti mencuri dan menyajikan (ide atau kata-kata orang lain) sebagai milik sendiri. Menggunakan (hasil karya orang lain) tanpa menyebutkan sumbernya." - Kamus Merriam Webster

MEMAHAMI PLAGIARISME

DI ERA KA

10 of 17

LIMA TINGKAT PLAGIARISME MENURUT IEEE

1

4

2

5

3

Tingkat 1 – Menyalin lebih dari 50% tanpa menyebutkan sumber.

Tingkat 4 – Mengubah sedikit kata atau urutan kalimat tanpa menyebutkan sumber.

Tingkat 2 – Menyalin 20–50% isi makalah tanpa menyebutkan sumber.

Tingkat 5 – Menyebutkan sumber tetapi tidak menggunakan pemisahan teks yang jelas.

Tingkat 3 – Menyalin paragraf, kalimat, atau ilustrasi hingga 20% dari makalah tanpa menyebutkan sumber.

11 of 17

PRAKTIK TERBAIK UNTUK MENGGUNAKAN PEMERIKSA PLAGIARISME

01

04

02

03

Alat hanyalah titik awal → Alat saja tidak 100% dapat diandalkan.

Teks yang dihasilkan KA harus diungkapkan → Transparansi adalah kunci dalam lingkungan akademik dan profesional.

Jangan percaya deteksi KA secara membabi buta → Beberapa keliru menandai konten asli.

Kutip dengan benar → Bahkan konten yang diparafrasekan pun butuh atribusi.

12 of 17

Kasus Afi Nihaya Faradisa Tulisan viral berjudul “Warisan” yang ia unggah di Facebook ternyata merupakan hasil plagiarisme dari tulisan Mita Handayani berjudul “Belas Kasih dalam Agama Kita”. Afi akhirnya mengakui dan meminta maaf.

Repost Tanpa Kredit Di media sosial seperti Instagram dan TikTok, banyak pengguna yang membagikan konten orang lain, seperti desain, video, atau kutipan, tanpa menyebutkan sumber. Ini termasuk bentuk plagiarisme yang sering terjadi dan merugikan kreator asli.

KASUS PLAGIARISME DI MEDIA SOSIAL

13 of 17

Plagiarisme yang dilakukan Dosen FEB UGM, Anggito Abimanyu, terungkap pada 2014 lalu. Artikel karya Anggito dalam sebuah koran nasional yang berjudul Gagasan Asuransi Bencana, menjiplak karya tulis Dosen UI, Hotbonar Sinaga, yang berjudul “Menggagas Asuransi Bencana” pada 21 Juli 2006.

Pada 2008, Mochammad Zuliansyah, alumnus Program Doktoral STEI ITB, terbukti melakukan plagiarisme dalam disertasinya “3D Topological Relations for 3D Spatial Analysis” yang menjiplak karya Siyka Zlatanova. Kasus ini terungkap saat disertasinya diikutsertakan dalam konferensi IEEE di Cina dan dikategorikan sebagai plagiarisme tingkat 1. Sebagai konsekuensi, ijazah dan disertasinya dinyatakan tidak berlaku. Terhitung sejak April 2009 hingga April 2012, Zuliansyah dilarang mempublikasikan karya apa pun dalam semua bentuk publikasi IEEE.

KASUS PLAGIARISME KARYA ILMIAH

14 of 17

Verifikasi Konten yang Dihasilkan KA dengan Sumber Akademik.

Lakukan penelitian independen dan verifikasi referensi.

Revisi Teks KA untuk Memastikan Relevansi dan Akurasi.

Hindari membagikan informasi pribadi atau sensitif dengan alat KA.

Periksa bias dalam keluaran yang dihasilkan KA.

CARA MENGGUNAKAN

KA GENERATIF DENGAN ETIS

Catat alat KA, prompt, dan keluaran yang digunakan, jika disyaratkan oleh institusi Anda.

15 of 17

AKTIVITAS

Skenario 1: Seorang siswa meminta KA untuk menghasilkan ide-ide esai dan kemudian menulis esai tersebut secara mandiri.

Skenario 2: Seorang peneliti menyalin teks yang dihasilkan KA secara langsung ke dalam makalah penelitian tanpa mengutip bantuan KA.

Skenario 3: Seorang pelamar perguruan tinggi menggunakan KA untuk menulis ulang esai pribadi mereka tetapi menambahkan pengalaman pribadi.

Kapan Bantuan KA Melampaui Batas Menjadi Plagiarisme?

16 of 17

Pemikiran Kritis & Pemecahan Masalah

Penilaian Etis & Tanggung Jawab Digital

Kreativitas dan Inovasi

Adaptabilitas & Pembelajaran Seumur Hidup

Kecerdasan Emosional (EQ) & Keterampilan Interpersonal

KETERAMPILAN PENTING YANG MELAMPAUI KA & CARA MENGEMBANGKANNYA

Literasi Teknis & Penguasaan KA

17 of 17

KESIMPULAN

Masa Depan Pendidikan Berpusat pada Manusia

KA adalah bantuan yang ampuh, tetapi manusia menghadirkan kreativitas, pemikiran kritis, dan pengalaman hidup yang tidak dapat ditiru oleh KA.