PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA
SEMESTER 2 TAHUN AJARAN 2020-2022
HARI : SELASA
TANGGAL : 4 JANUARI 2022
MATERI : MENGIDENTIFIKASI INFORMASI DARI
PUISI RAKYAT
KELAS : VII C, D, E, F
GURU MAPEL :
ENNI EKA SUSANTI, S.Pd
MTs NEGERI 1 SLEMAN
Assalamu’alaikum Wr. Wb
Anak-anak mari kita bersama memanjatkan puji syukur kepada Allah yang telah melimpahkan kesehatan sehingga dapat mengikuti pembelajaran secara daring di rumah. Anak-anak masih semangat, jaga kesehatanmu.
Anak-anak marilah kita berdoa agar dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Semester yang lalu kita mempelajari Teks Prosedur. Pada pertemuan ini kita akan belajar Mengidentifikasi Puisi Rakyat,
Materi tersebut bisa juga dibaca di buku paket Bahasa Indonesia Bab V tentang Puisi Rakyat. Silahkan anak-anak mencermati juga buku paket bahasa indonesia, bacalah dengan baik, catatlah materi atau ringkaslah di buku catatanmu, serta kerjakan soal latihan yang. Sebelum mengerjakan jangan lupa presensi dulu dengan menulis nama, kelas, no.absen di kolom komentar. Apabila ada pertanyaan bisa disampaikan di kolom komentar di blog ibu guru.
Lanjutkan dengan membaca Power Point tentang belajar Mengidentifikasi Puisi Rakyat pada blog ibu guru. Mengawali Semester 2 tahun ajaran 2021/2022 mari anak-anak belajar dengan sungguh-sungguh, karena pada semester ini untuk menentukan kenaikan kelas. Silahkan japri ibu guru apabila benar-benar mengalami kesulitan.
Dimateri ini ada soal sebagai latihan. Silahkan dikerjakan dibuku catatanmu.
Selamat belajar, semoga sukses
PEMBELAJARAN PUISI RAKYAT�(MENGIDENTIFIKASI PUISI RAKYAT)�KELAS VII�Semester 2
OLEH :
ENNI EKA SUSANTI, S.Pd.
TUJUAN PEMBELAJARAN
PENGERTIAN PUISI RAKYAT �(Pantun, Syair, Gurindam)
Puisi rakyat adalah puisi yang lahir dan berkembang di tengah-tengah kehidupan rakyat. Puisi tersebut tumbuh secara turun-temurun dan merupakan bagian dari kebudayaan suatu kelompok masyarakat. Puisi ini menjadi warisan budaya bangsa, serta memiliki nilai luhur yang mampu membentuk karakter gnerasi muda, yaitu cinta tanah air, kepedulian, kedisiplinan, jujur, dan tanggung jawab.
Puisi rakyat sebagai warisan budaya, memiliki berbagai ketentuan, seperti banyaknya larik setiap bait, banyaknya suku kata pada setiap larik, ataupun pola rimanya.
Berdasarkan ketentuan itu pula, puisi rakyat terbagi ke dalam beberapa jenis, antara lain ada yang disebut dengan pantun, syair, dan gurindam.
PENGERTIAN PANTUN
Pantun adalah puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam masyarakat. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (basa Jawa), pantun (bahasa Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu sesuatu ucapan yang teratur, arahan yang mendidik, bentuk kesantunan. Pantun tersebar hampir diseluruh Indonesia. Fungsi pantun di semua daerah (Melayu, Sunda, Jawa, atau daerah lainnya) sama, yaitu untuk mendidik sambil menghibur. Melalui pantun kita menghibur orang dengan permainan bunyi bahasa, menyindir (menegur bahwa sesuatu itu kurang baik) secara tidak langsung, atau memberi nasihat. Ini bukan berarti orang kita tidak tegas kalau hendak mengatakan sesuatu, tetapi dapat dikatakan bahwa kita memiliki gaya tersendiri dalam mengungkapkan sesuatu. Melalui pantun leluhur kita terkesan lebih santun untuk menegur atau menasihati orang secara tidak langsung agar orang yang kita tuju tidak merasa malu atau dipojokkan.
PENGERTIAN SYAIR
Syair adalah salah satu puisi lama, syair berasal dari Persia dan dibawa masuk ke nusantara bersama dengan masuknya Islam ke Indonesia. Kita atau istilah syair berasal dari bahasa arab yaitu syi’ir atau syu’ur yang berarti “perasaan yang menyadari”, kemudian kata syu’ur berkembang menjadi syi’ru yang berarti puisi dalam pengetahuan umum.
Dalam perkembangannya syair tersebut mengalami perubahan dan modifikasi sehingga menjadi khas Melayu, tidak lagi mengacu pada tradisi sastra syair negeri Arab. Penyair yang berperan besar dalam membentuk syair khas Melayu adalah Hamzah Fansuri dengan karyanya, antara lain : Syair Perahu, Syair Burung Pingai, Syair Dagang, dan Syair Sidang Fakir.
PENGERTIAN GURINDAM
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India. Istilah gurindam berasal dari bahasa India, yaitu gurindam berarti “mulamula” atau “perumpamaan”. Gurindam sarat nilai agama dan moral. Tak dimungkiri bahwa gurindam bagi orang dulu sangat penting dan dijadikan norma dalam kehidupan. Seperti apakah gurindam sebenarnya? Gurindam adalah puisi lama (Melayu) yang sangat penting sebagai warisan budaya.
CIRI-CIRI PANTUN
CIRI-CIRI SYAIR
CIRI-CIRI GURINDAM
CERMATI CONTOH PESAN PANTUN
Pantun 1 Terbang tinggi burung merpati Hinggap sejenak di pohon labu Jadi anak harus berbakti Hormat kepada ayah dan ibu | Pantun 2 Duduk-duduk di bawah pohon nangka Sambil makan buah mengkudu Perhatikan nasihat seorang yang tua Agar kelak jadi orang berilmu |
Pantun | Kesan |
Pantun 1 | Kita harus menjadi anak yang berbakti kepada orang tua. |
Pantun 2 | Kita harus mengikuti nasihat orang tua agar kelak menjadi anak berilmu. |
CERMATI CONTOH PESAN SYAIR
Syair 1 Wahai Ananda hendaklah ingat Hidup di dunia amatlah singkat Banyakkkan amal serta ibadat Supaya selamat dunia akherat | Syair 2 Wahai Ananda dengarlah peri Tunangan hidup adalah mati Carilah bekal ketika pagi Supaya tidak menyesal nanti |
Syair | Kesan |
Syair 1 | Kita harus ingat bahwa hidup di dunia hanya sebenatar, maka perbanyaklah amal. |
Syair 2 | Kita harus selalu ingat manusia hidup pasti mati, maka banyak-banyaklah berbuat sebagai amal kita di kemudian hari. |
CERMATI CONTOH PESAN GURINDAM
Gurindam
Jika hendak mengenal orang yang baik perangai
Lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai
Cahari olehmu akan sahabat
Yang boleh dijadikan obat
(sumber: Buku Bahasa Indonesia Kelas VII Edisi 2016)
Gurindam | Kesan |
Gurindam 1 | Kita bisa mengetahui ciri teman yang, yaitu saat ia bergaul bersama orang lain |
Gurindam 2 | Bersahabatlah dengan orang yang baik |
MENENTUKAN RIMA PANTUN
Pantun 1
Akar keladi melilit selasih → Rima (a)
Selasih tumbuh dihujung taman → Rima (b)
Kalungan budi junjungan kasih → Rima (a)
Mesra kenangan sepanjang zaman → Rima (b)
Pantun 2
Pergi melaut membawa jala → Rima (a)
Jala ditebar sambil mengingat → Rima (b)
Meski hidup banyak kendala → Rima (a)
Haruslah kita selalu semangat → Rima (b)
MENENTUKAN RIMA SYAIR
Syair 1
Hai muda arif budiman → Rima (a)
Hasilkan kemudi dengan pedoman → Rima (a)
Alat perahumu jua kerjakan → Rima (a)
Itulah jalan membetuli lisan → Rima (a)
Syair 2
Wahai anada bijak bestari → Rima (a)
Tulus ihklas dalam berbudi → Rima (a)
Berkorban dengan hati yang suci → Rima (a)
Berbuat kebijakan usah berhenti → Rima (a)
MENENTUKAN RIMA GURINDAM
Gurindam
Jika hendak mengenal orang mulia → Rima (a)
Lihatlah kepada kelakuan dia → Rima (a)
Jika hendak mengenal orang yang berakal → Rima (b)
Di dalam dunia mengambil bekal → Rima (b)
Jika hendak mengal orang yang berakal → Rima (c)
Di dalam dunia mengambil bekal → Rima (c)
MEMBANDINGKAN PANTUN, SYAIR DAN GURINDAM
| Pantun | Syair | Gurindam |
1 | Setiap bait terdiri 4 baris | Setiap bait terdiri 4 baris | Setiap bait terdiri 2 baris |
2 | Baris 1, 2 merupakan sampiran, baris 3-4 merupakan isi | Keempat baris merupakan isi | Kedua baris merupakan isi |
3 | Rima akhir setiap baris adalah a-b, a-b | Rima akhir setiap baris adalah a-a-a-a | Setiap baris memiliki rima sama atau bersajak A-A, B-B, C-C dan seterusnya |
4 | Setiap baris terdiri atas 8-12 suku kata | Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata | Setiap baris memiliki jumlah kata 10-14 kata |
5 | | Bahasa yang digunakan berupa kiasan | Isi gurindam biasanya berupa nasihat, filosofi hidup atau kata-kata mutiara |
6 | | | Baris pertama berupa soal Baris kedua berisi jawaban, akibat dari masalah atau perjanjian pada baris pantun |
SOAL-SOAL LATIHAN
Jawablah pertanyaan berikut ini dengan benar!
Lanjutan 🖙
Pantun 1
Pergi melaut membawa jala
Jala ditebar sambil mengingat
Meski hidup banyak kendala
Haruslah kita selalu semangat
Pantun 2
Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan dalam hati
Keterangan mengerjakan tugas!
RELFEKSI PEMBELAJARAN
Anak-anak dapat berlatih membuat pantun, syair, gurindam di buku catatan.
Berikut ini kesimpulan puisi rakyat antara lain pantun, syair, gurindam.
Pantun adalah jenis puisi lama yang satu baitnya terdiri atas dua sampiran dan dua isi.
Gurindam adalah sajak dua. Gurindam termasuk dalam jenis puisi lama.
Syair adalah jenis puisi lama dalam pengertian umum yang mengungkapkan hati penulisnya.
KESIMPULANNYA
Bahwa puisi rakyat yang berupa pantun, syair dan gurindam adalah warisan budaya indonesia. Maka perlu kita lestarikan.
Anak-anak wajib melestarikan budaya maupun sastra lama. Mempelajari puisi lama tidaklah sulit, niat dalam hati untuk mempertahankan warisan budaya indonesia.
Selamat belajar anak-anakku yang hebat
dan luar biasa.
Tetap semangat untuk terus belajar.
Terima kasih