1 of 4

https://www.behance.net/gallery/70404455/Wave-On

Disampaikan dalam kegiatan:

Launching Program BERANI UNFPA, UNICEF & UN Women.

Jakarta, 25 Januari 2024

Tabu menjadi Benderang, Bersuara & Bergerak

Haiziah Gazali

“Bersama menjalanakan usaha ini, bukan hanya memberikan

keuntungan materi saja. Tetapi ada hal yang lebih besar, yakni kami mampu menunjukan bahwaa kami ada dan SETARA”

_Kelompok Perempuan_

2 of 4

1

2

3

4

Kasus kekerasan dianggap sebagai masalah pribadi, biasanya diselesaikan melalui mediasi informal.

Masih merupakan hal yang tabu untuk dilaporkan.

Sebagian besar perempuan diharapkan untuk tinggal di rumah, tidak memiliki akses & kontrol terhadap sumber daya sosial-ekonomi-politik, kurang percaya diri, dan tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan di desa

Gempa 8 SR (2018) di Lombok dan COVID-19 berkontribusi pada peningkatan jumlah pernikahan anak.

Kungkungan Terhadap Perempuan

+ 100 Kasus kekerasan fisik, pelecehan & kekerasan seksual dialami perempuan dan juga pernikahan anak.

Kalaupun perempuan berdaya secara ekonomi, mereka masih menghadapi beban ganda; ranah publik dan domestik

3 of 4

Desa Bisnis Inklusif

Kepemimpinan

Perempuan

Berkelanjutan

Penyintas dan penyandang disabiltas

Akses dan kontrol

pada rantai nilai

Mitra strategi pemerintah

4 of 4

Berugaq Nine

ALL RIGHT RESERVED © 20008-2020.

Privacy Policy protected

Akses dan kontrol perempuan pada sumber daya

Pemberdayaan ekonomi perempuan

Kekerasan berbasis gender dan anak

Tampi Asih

4