1 of 23

EFISIENSI PRODUKSI

MATA KULIAH EKONOMI PRODUKSI

2 of 23

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Memahami konsep efisiensi dalam kegiatan produksi usahatani
  2. Memahami perbedaan efisiensi teknis, alokatif/harga dan ekonomis

3 of 23

PENDAHULUAN

Pembangunan pertanian untuk pembangunan nasional

Pertumbuhan permintaan pangan lebih cepat dari pertumbuhan produksi pangan

Pertumbuhan pangan seiring dengan pertumbuhan penduduk, industri pangan, daya beli masyarakat, dan perubahan selera konsumen

Kapasitas produksi terkendala oleh kompetisi penggunaan lahan, perubahan iklim yg ekstrem, fenomena degradasi sumberdaya pertanian, dan infrastruktur pertanian yg terbatas

Konsepsi efisiensi dan review empiris efisiensi usahatani penting untuk mencari sumber pertumbuhan produktivitas pertanian

4 of 23

3 Sumber Pertumbuhan Produktivitas

Perubahan Teknologi1

Menggeser kurva produksi ke atas

Dampaknya, produktivitas dan pendapatan petani meningkat

Peningkatan efisiensi teknis2 dan skala usaha3

Meningkatkan produktivitas melalui kombinasi penggunaan input dan meminimalisasi rasio biaya input

5 of 23

Permasalahan Pengembangan Usahatani Pangan

  1. Pola kepemilikan lahan yang sempit dan tersebar
  2. Sistem usahatani yang kurang intensif karena lemahnya permodalan petani
  3. Stagnasi teknologi budidaya beberapa komoditas tanaman pangan
  4. Masih relatif rendahnya tingkat efisiensi teknis, efisiensi alokatif, dan efisiensi ekonomi yang dicapai pada beberapa komoditas tanaman pangan
  5. Lemahnya konsolidasi kelembagaan di tingkat petani

6 of 23

Urgensi Pengukuran Efisiensi �(Farrel, 1957)

  1. Penting untuk ahli teori ekonomi maupun pembuat kebijakan pertanian
  2. Jika alasan-alasan teoritis efisiensi relatif dari berbagai sistem ekonomi harus diuji, maka penting untuk mampu membuat pengukuran efisiensi aktual
  3. Jika perencanaan ekonomi sangat terkait dengan industri tertentu adalah penting untuk mengetahui seberapa jauh industri tersebut dapat diharapkan untuk meningkatkan outputnya dengan menaikkan efisiensi, tanpa menyerap sumberdaya-sumberdaya tambahan lainnya

7 of 23

3 Kegunaan Mengukur Efisiensi Menurut Samsubar Saleh (2000)

  1. Sebagai tolak ukur untuk memperoleh efisiensi relatif, mempermudah perbandingan antara unit ekonomi satu dengan lainnya
  2. Apabila terdapat variasi tingkat efisiensi dari beberapa unit ekonomi yang ada maka dapat dilakukan penelitian untuk menjawab faktor-faktor apa yang menentukan perbedaan tingkat efisiensi, dengan demikian dapat dicari solusi yang tepat
  3. Informasi mengenai efisiensi memiliki implikasi kebijakan karena membantu pengambil kebijakan utnuk menentukan kebijakan yang tepat

8 of 23

Konsep Efisiensi

  • Efisiensi produksi adalah perbandingan antara output dengan input, berkaitan dengan tercapainya output maksimum dengan sejumlah input
  • Jika rasio output besar maka efisiensi dikatakan semakin tinggi
  • Untuk mengukur tingkat efisiensi, diperlukan informasi mengenai estimasi input yang digunakan dan estimasi output yang dihasilkan, kemudian membandingkan antara input dan output tersebut
  • Konsep efisiensi dapat dilihat melalui 2 hal, yaitu konsep minimisasi biaya dan konsep maksimisasi output
  • Dalam konsep minimisasi biaya yang menjadi tujuan adalah anggaran/belanja yang minimum, sedangkan fungsi kendalanya adalah output atau utility
  • Sementara dalam konsep maksimisasi output yang menjadi tujuan adalah output atau utility yang maksimum sedangkan kendalanya adalah anggaran atau belanja

9 of 23

3 faktor yang menyebabkan efisiensi

  1. Apabila dengan input yang sama menghasilkan output yang lebih besar
  2. Apabila dengan input yang lebih kecil menghasilkan output yang sama
  3. Apabila dengan Input yang lebih besar menghasilkan output yang lebih besar

10 of 23

Kondisi Inefisiensi (Byerlee, 1987)

  • Inefisiensi teknis mengacu pada kegagalan untuk beroperasi pada fungsi produksi yang disebabkan oleh penentuan waktu dan cara aplikasi input produksi.
  • Penyebab potensial inefisiensi teknis adalah informasi tidak sempurna, kapabilitas teknis yang rendah, dan motivasi yang tidak memadai.

11 of 23

3 Jenis Efisiensi

  • Menurut Coelli et al (1998) efisiensi dibedakan menjadi tiga yaitu:
  • Efisiensi teknis
  • Efisiensi harga/alokatif
  • Efisiensi ekonomis

12 of 23

Efisiensi Teknis

  • Efisiensi teknis atau efisiensi fisik berhubungan dengan kemampuan petani untuk menghindari penghamburan input dengan memproduksi output semaksimal mungkin dengan penggunaan sejumlah input tertentu, atau dengan menggunakan input seminimal mungkin pada penggunaan teknologi tertentu.
  • Dengan kata lain, suatu proses produksi dikatakan efisien secara teknis apabila output dari suatu barang tidak dapat ditingkatkan tanpa mengurangi output dari barang lain
  • Efisiensi teknis : rasio input yang benar-benar digunakan dengan output yang tersedia (Timmer dalam Susantun, 2000)
  • Efisiensi teknis berhubungan dengan kemampuan petani untuk berproduksi pada kurva frontier isoquan
  • Seorang produsen akan efisien secara teknis dari produsen yang lain, bila secara konsisten mampu menghasilkan produk yang lebih tinggi, dengan menggunakan faktor produksi (input) yang sama

13 of 23

Efisiensi Alokatif

  • Efisiensi alokatif atau efisiensi harga berhubungan dengan kemampuan petani untuk mengkombinasikan input dan output dalam proporsi optimal pada tingkat harga tententu.
  • Dengan kata lain efisiensi harga atau alokatif mengukur tingkat keberhasilan petani dalam usahanya untuk mencapai keuntungan maksimum yang dicapai pada saat nilai produk marjinal setiap faktor produksi yang diberikan tidak sama dengan biaya marjinalnya (MRP ≠ MC).
  • Efisiensi alokatif merefleksikan kemampuan dari perusahaan menggunakan input dalam proporsi yang optimal sesuai dengan harga masing-masing inputnya (Farrel dalam Soekartawi, 2003)
  • Efisiensi alokatif menjelaskan kemampuan petani menghasilkan sejumlah output pada kondisi minimisasi rasio biaya input
  • Efisiensi alokatif menunjukkan hubungan biaya dan output (Timmer dalam Susantun, 2000)

14 of 23

EFISIENSI EKONOMIS

  • Efisiensi ekonomis adalah kombinasi dari efisiensi teknis dan alokatif. Artinya, efisiensi ekonomi dapat dicapai jika kedua efisiensi tersebut tercapai.
  • Efisiensi ekonomis merupakan kemampuan yang dimiliki oleh petani dalam berproduksi untuk menghasilkan sejumlah output yang telah ditentukan sebelumnya.
  • Efisiensi ekonomis merupakan kombinasi input-output akan berada pada fungsi produksi frontier dan jalur pengembangan usaha (expantion path)
  • Untuk mencapai efisiensi ekonomi dapat dilakukan dengan dua pendekatan yaitu:
    • Apabila biaya yang tersedia sudah tertentu besarnya, maka menggunakan input optimal hanya dapat dicapai dengan cara memaksimumkan output
    • Apabila output yang akan dicapai sudah tertentu besarnya, optimasi dari proses produksi ini hanya dapat dicapai dengan cara meminimumkan biaya.

15 of 23

IMPLIKASI DARI TEORI EFISIENSI

  1. Jika petani memang dibatasi oleh teknologi yang tersedia, maka hanya perubahan teknologi secara nyata yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani
  2. Dengan asumsi bahwa petani secara alokatif responsif terhadap perubahan harga, maka kebijakan harga input dan output mungkin mempunyai pengaruh yang sama pada biaya yang lebih rendah
  3. Jika inefisiensi adalah akibat dari ketidaksempurnaan pasar, maka mekanisme bekerjanya pasar harus diperbaiki
  4. Jika petani secara teknis inefisien maka pendidikan dan penyuluhan perlu ditingkatkan

16 of 23

KONSEP PENGUKURAN EFISIENSI

Pengukuran Efisiensi

Non-Parametrik

Parametrik

Parametrik Deterministik

Parametrik Statistik Deterministik

Parametrik Statistik Stokastik

Orientasi Input & Output

Efisiensi Produksi Usahatani Pangan dan Non-Pangan

17 of 23

KONSEP PENGUKURAN EFISIENSI BERORIENTASI INPUT

    • Mengukur efisiensi dari minimisasi biaya penggunaan input-input dalam usahatani untuk mencapai output tertentu
    • Jika informasi harga-harga input tersedia maka efisiensi alokatif dapat dicari

1

    • Asumsi yg digunakan adalah CRS, yg memungkinkan teknologi direpresentasikan dengan menggunakan unit isoquan
    • Dapat menunjukkan kondisi yg efisien penuh atau unit isoquan yg efisien, yg artinya kombinasi input-inputyg efisien secara teknis digunakan untuk memproduksi satu unit output

2

    • Seorang petani dikatakan efisien secara teknis dalam usahataninya jika petani tersebut mampu menghasilkan output yg sama, tetapi dg jumlah penggunaan kombinasi input yg lebih sedikit.
    • Nilai Efisiensi teknis antara 0 dan 1. Jika ET = 1 maka petani efisiensi secara teknis

3

18 of 23

KONSEP PENGUKURAN EFISIENSI BERORIENTASI INPUT

    • Seorang petani dikatakan efisiensi secara alokatif jika petani yg bersangkutan beroperasi di wilayah kurva isoquan yg bersinggungan dengan garis biaya (isocost)

4

    • Total efisiensi ekonomi adalah perkalian efisiensi teknis dengan efisiensi alokatif

5

    • Efisiensi teknis dan alokatif dapat diukur dari segi fungsi produksi frontier dan asosiasi first order condition atau dengan menggunakan dual fungsi biaya (Taylor, 1986)

6

19 of 23

KONSEP PENGUKURAN EFISIENSI BERORIENTASI OUTPUT

    • Pengukuran berorientasi outpulah mengukur efisiensi melalui maksimisasi output yg dihasilkan dan jika harga-harga input dan output tersedia maka efisiensi alokatif dapat dihitung.

1

    • Pendekatan berorientasi output mudak terkena kesalahan di dalam pengukuran, begitu juga ketika pengambilan data dilapangan tingkat kesalahannya relatif tinggi

2

    • Efek inefisiensi itu dikurangkan pada frontier produksi dan ditambahkan pada frontier biaya. Hal ini disebabkan untuk fungsi produksi mempersentasekan output maksimum, artinya inefisiensi yg terjadi menyebabkan tingkat output yg dicapai dalam praktek petani, lebih rendah dari output frontiernya

3

    • Pada fungsi biaya merepresentasikan biaya minimum, artinya inefisiensi yg terjadi mengakibatkan biaya meningkat, sehingga biaya yag dikeluarkan dalam praktek petani lebih besar dibandingkan biaya frontiernya

4

20 of 23

KURVA EFISIENSI PRODUKSI

  • Garis UU’ adalah garis isokuan dari berbagai kombinasi input X1 dan X2 untuk mendapatkan sejumlah Y tertentu yang optimal.
  • Garis ini sekaligus menunjukkan faris frontliner dari fungsi produksi cobb-douglas.
  • Tktik C dan titik lain yang posisinya di bagian luar garis UU’ adalah tingkat teknologi dari masing-masing individu pengamatan
  • Garis PP’ adalah garis biaya yang dapat dialokasikan untuk mendapatkan sejumlah input X1 dan X2 sehingga mendapatkan biaya optimal
  • Garis OC menggambarkan jarak sampai seberapa besar teknologi dari suatu usaha, apakah itu usaha pertanian atau non-pertanian
  • Karena UU’ adalah garis isokuan, maka semua titik yang terletak di garis tersebut adalah titik yang menunjukkan bahwa di titik tersebut terdapat produksi yang maksimum

21 of 23

  •  

KURVA EFISIENSI PRODUKSI

22 of 23

TUGAS INDIVIDU

  1. Setiap mahasiswa mencari jurnal yang dalam teorinya, analisisnya menggunakan konsep efisiensi produksi
  2. Review jurnal tersebut dengan ditulis tangan pada kertas folio bergaris
  3. Yang direview adalah teori efisiensi produksi (definisi, jenis, rumus, dan bagaimana konsep efisiensi tersebut diterapkan dalam jurnal tersebut)
  4. Tugas dikumpulkan secara langsung satu minggu setelah diberikan (minggu depan)
  5. Scan tugas dan upload juga di smart unu pada pertemuan ke-9

23 of 23

TERIMAKASIH