1 of 22

Hardiyanti Rahmah, M.Psi., Psikolog

Deteksi Dini Perkembangan Perilaku & Sosio-Emosional pada Anak Usia Dini

(Pencegahan dan Penanganan masalah Perkembangan melalui Bonding Pengasuhan)

2 of 22

Topik kita

1.

Perkembangan Kognitif & Perilaku

Perkembangan Psikososial

2.

3.

4.

5.

Masalah & Gangguan Perkembangan

Membangun Bonding dalam pengasuhan

Pencegahan dan Penanganan

3 of 22

Mengasuh anak seperti proses menanam pohon sedari tunas, pohon yang diberi pupuk dg porsi yg tepat dan rutin disiram air sesuai keperluan akan tumbuh dg subur, begitupula dg proses pengasuhan anak yang distimulasi dg tepat & sesuai akan membuat anak tumbuh dg perkembangan yg baik

4 of 22

Tahapan Perkembangan: Kognitif

Sensori motor

(0-2 th)

Kemampuan bayi terbatas pada gerak refleks dan panca inderanya

Pra Operasional

(2-7 th)

Sudah dapat mengklasifikasikan objek menggunakan satu ciri.

Operasional Konkrit

(7-11 th)

Mampu memahami konsep sebab-akibat secara rasional dan sistematis.

Operasional Formal

(11-15)

Anak sudah mampu berpikir secara abstrak dan menguasai penalaran. Ia dapat menarik kesimpulan dari informasi yang tersedia.

01

02

03

04

5 of 22

Perkembangan sensori : Maksimal dalam perkembangan 5 indra yaitu, penglihatan, pendengaran, penciuaman, perasa dan peraba, serta keseimbangan.

Kemampuan motorik kasar : Berjalan, berlari dan melompat dg seimbang dll

PENCAPAIAN USIA 2 TAHUN

1

Kemampuan motorik halus : Mencoret, mengambil benda-benda kecil, memegang, menggenggam, menyusun keatas dan memindahkan benda.

Bahasa : Memperhatikan, mendengarkan, memahami, mengikuti (melafalkan) dan berbicara minimal 50 kata (nama anggota tubuh, hewan dan benda di sekitar).

2

Tahapan Perkembangan: Perilaku

6 of 22

PENCAPAIAN USIA 3 TAHUN

Motorik Kasar:

  • Berdiri dg 1 kaki
  • Melompat dg 1 kaki
  • Melompat jauh kearah depan
  • Menaiki tangga

Motorik Halus:

  • Mengenal ukuran
  • Membuat garis lurus
  • Menggerakkan jari jempol

Bahasa:

  • Memiliki 250 kata
  • Berbicara dan dapat difahami
  • Mengenal warna
  • Mengenal simbol-simbol seperti angka, huruf dan lainnya
  • Mampu bercerita atau membuat kalimat dg minimal 3 kata

7 of 22

Motorik Kasar : Naik turun tangga sendiri, Mampu berdiri 1 kaki dg waktu minimal 6 detik, melompat dg satu kaki, melompat

Motorik Halus : Menggambar garis, persegi dan lingkaran, menggambar orang, mengenal dan mengambar macam-macam ukuran (besar kecil, Panjang pendek, dll)

Bahasa : Berbicara lancar dan dapat difahami, bisa mengartikan kata (sinonim), memahami lawan kata, menghitung lebih dari 5, mengetahui dan bisa menyebutkan kata sifat, menyebutkan macam-macam warna, menceritakan kembali aktivitas sehari-hari, mengetahui kegunaan benda sehari-hari

PENCAPAIAN USIA 4 TAHUN

8 of 22

Perkembangan Psikososial (Erikson)

1.

    • Usia 0–1 tahun: Kepercayaan vs ketidakpercayaan

    • Usia 1–3 tahun: Otonomi vs rasa malu dan ragu

2.

3.

4.

5.

    • Usia 3–6 tahun: Inisiatif vs rasa bersalah

    • Usia 7–11 tahun: Industri (kompetensi) vs inferioritas

    • Usia 12–18 tahun: Identitas vs kebingungan peran

9 of 22

KEMATANGAN PERSONAL SOSIAL

  • 2 tahun: Mengenal Anggota keluarga, Menatap wajah, Merespon orang lain, Melakukan aktivitas sehari-hari dg sedikit bantuan (makan, minum, memakai baju, sepatu/sandal, mandi dan menggosok gigi, dll)

  • 3 tahun: Mampu BAK dan BAB sendiri, Makan, minum, berpakaian, mandi, menggosok gigi dan aktivitas keseharian lainnya dilakukan sendiri serta Menyebutkan nama orang lain selain anggota keluarga, seperti nama teman, tetangga dll

  • 4 tahun: Bermain bersama teman sebaya, Bermain peran/ pura-pura dg imajinasinya, Berpartisipasi dalam kegiatan bersama anak lainnya seperti di acara lomba atau pentas.

10 of 22

Perkembangan sosio-emosional akan mempengaruhi perkembangan kepercayaan diri, kemampuan berteman dg tepat, mendukung perkembangan motorik, bahasa dan kognitif

11 of 22

Masalah Hambatan Sosial

  • Permasalahan hambatan sosial pada anak usia dini meliputi perilaku pemalu, agresif, isolasi sosial, kesulitan berinteraksi dengan teman sebaya, dan ketidakmampuan mengikuti aturan sosial.
  • Faktor penyebabnya antara lain lingkungan keluarga yang kurang mendukung, pola asuh yang keras, pengaruh gadget, kurangnya kesempatan bersosialisasi, serta kondisi fisik atau emosional anak.

12 of 22

Masalah perkembangan adalah hambatan yg terjadi pada fase perkembangan anak dikarenakan kurangnya stimulasi atau proses pengasuhan yg keliru

Gangguan perkembangan adalah hambatan yg terjadi pada proses tumbuh kembang anak yg menyebabkan terganggunya proses tumbuh kembang dan perlu mendapat penanganan khusus dari tenaga ahli

Masalah & Gangguan Perkembangan

01

02

13 of 22

Masalah yg terjadi dalam proses tumbuh kembang yg diakibatkan karena pola asuh yg tidak sesuai akan memiliki dampak pada proses terbentuknya perilaku anak ketika masalah tsb sudah teratasi seperti:

Masalah Perkembangan

Sulit berbicara, berkomunikasi dan memahami

Sulit mengekspresikan emosi dan mudah tantrum

Sulit membangun hubungan interaksi sebaya yg tepat

Terbentuknya perilaku yg tidak terkontrol, seperti tiba2 memukul, suka mengganggu dan tidak bisa mengikuti instruksi dg benar

Dll…

14 of 22

Gangguan Perkembangan

Autism Spectrum Disorder (ASD)

ADHD

Specific Learning Disorder

Global Developmental Disorder

Gangguan perkembangan terjadi dikarenakan banyak faktor dan ini sangat mempengaruhi proses tumbuh kembang anak, dimana anak akan mengalami kesulitan tertentu dalam tahapan perkembangannya dan perlu penanganan khusus serta pembelajaran “Inklusi”, beberapa contoh gangguan perkembangan:

Dll…

Speech Disorder

15 of 22

Bonding dalam pengasuhan anak adalah pembentukan ikatan emosional yang mendalam dan kuat antara orang tua dan anak melalui interaksi positif, perhatian, dan kasih sayang.

Proses ini sangat penting untuk mendukung perkembangan anak secara optimal, karena menciptakan rasa aman, kepercayaan diri, dan dasar yang kuat untuk hubungan sehat di masa depan.

Membangun Bonding dalam Pengasuhan

16 of 22

Mengapa Bonding itu Penting?

    • Dasar Kesejahteraan Anak: Anak yang terikat kuat dengan orang tua cenderung merasa lebih aman dan percaya diri.

    • Perkembangan Emosional: Bonding membantu anak mengelola emosi dengan baik dan membangun harga diri yang positif.

    • Kemampuan Sosial dan Akademik: Anak dengan ikatan yang baik cenderung lebih terampil secara sosial dan memiliki prestasi akademik yang lebih baik.

    • Ketangguhan Menghadapi Tantangan: Kedekatan emosional memberikan anak fondasi yang stabil untuk menghadapi tantangan hidup di masa depan.

17 of 22

Cara Meningkatkan Bonding

    • Interaksi Sejak Dini: Mulailah membangun interaksi sejak bayi masih di dalam kandungan.
    • Sentuhan dan Kasih Sayang: Gunakan sentuhan seperti "metode kanguru" (kontak kulit ke kulit) dan berikan perhatian hangat setiap hari.
    • Berbicara dan Mendengarkan: Ajak anak berbicara, dengarkan cerita mereka, dan berikan pujian atas usaha dan prestasinya.
    • Ciptakan Rutinitas Harian: Libatkan interaksi dalam rutinitas harian, seperti saat memandikan, makan bersama, atau sebelum tidur.
    • Berikan Dukungan Penuh: Berikan dukungan emosional dan tunjukkan rasa bangga Anda sebagai orang tua.
    • Waktu Berkualitas: Luangkan waktu untuk bermain dan beraktivitas bersama anak.

18 of 22

Kesadaran dalam Pengasuhan

Ketika sbg orang tua kita melihat ada hal yg “berbeda” pada anak kita bukan hanya ttg pertumbuhan tapi perkembangannya juga, maka jgn “ngeyel” atau “denial”. Tugas kita mencari informasi yg tepat agar masalah yang dialami anak bisa tertangani dg cepat serta akurat dan tidak terlambat.

“Orang tua harus bijak dalam menyikapi setiap fase perkembangan anak”

19 of 22

Pencegahan

    • Penting bagi orang tua untuk memberikan anak stimulasi yg sesuai dg usianya
    • Selalu menjalin komunikasi dg guru ttg sikap, emosi dan perilaku anak di sekolah, jika anak memasuki usia sekolah
    • Fokus pada hal-hal yg menjadi catatan dalam proses perkembangan anak, karena pada dasarnya pengasuhan adalah proses belajar bersama antara orang tua dan anak

20 of 22

    • Jika anak mengalami masalah perkembangan bisa berdiskusi atau berkonsultasi untuk melakukan penanganannya, jika dibiarkan dan perilaku atau emosi anak yg negatif sudah menjadi kebiasaan maka sulit untuk diperbaiki

    • Jika indikasi anak adalah gangguan, maka org tua harus menyiapkan “hati” untuk menerima kondisi tersebut & segera lakukan konsultasi serta terapi sesuai arahan, agar gangguan perkembangan yg terjadi tidak semakin parah dan terima lah bahwa nantinya dalam proses belajar anak harus memiliki pendampingan khusus

    • Baik masalah atau gangguan perkembangan yg terjadi pada anak akan bisa tertangani secara tepat jika orang tua mau memaksimalkan proses penanganannya sesuai arahan

Penanganan

21 of 22

Tidak ada pengasuhan yg sempurna, tugas orang tua adalah berbenah dan belajar secara terus menerus agar bisa mendampingi tumbuh kembang anak dg maksimal, sbg orang tua jgn pernah meremehkan tanda-tanda masalah perkembangan pada anak baik dari emosi atau perilaku “bermasalah” yg sulit teratasi, karena hal yg sepele bisa berdampak besar pada perkembangan anak di fase berikutnya.

Kesimpulan

22 of 22

Terima Kasih