1 of 12

BAB 7

TATA KRAMA, SOPAN SANTUN, DAN RASA MALU

2 of 12

PETA KONSEP

TATA KRAMA, SOPAN, DAN RASA MALU

Pengertian Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu

Implementasi Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu

Manfaat Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu

3 of 12

Tata Krama adalah cara aturan, perilaku kita berinteraksi, dan bergaul sehari-hari, seperti yang diajarkan dalam Islam

Sopan Santun artinya perilaku yang dilakukan seseorang terhadap orang lain dengan wajar, sehingga menarik simpati orang di sekitarnya

Malu adalah rasa tidak enak hati, karena berbuat yang kurang baik, kurang benar karena dilakukan berbeda dengan norma-norma yang diyakini bernilai baik dan benar di suatau masyarakat

Pengertian Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu

4 of 12

Surah Surah Al-Baqarah/2 : 83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَاقَ بَنِيْٓ إِسْرَآئِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا اللَّهَ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَّذِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتٰمَىٰ وَالْمَسٰكِينِ وَقُولُوا لِلنَّاسِ حُسْنًا وَّأَقِيمُوا الصَّلٰوةَ وَّاٰتُوا الزَّكَاةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنْكُمْ وَأَنْتُمْ مُعْرِضُونَ ﴿البقرة : ٨٣ ﴾

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil : “Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta bertuturlah katalah yang baik kepada manusia, laksanaknlah shalat dan tunaikanlah zakat”. Kemudian kamu berpaling (mengingkari), kecuali sebagian kecil daripada kamu, dan kamu (masih menjadi) selalu pembangkang.” (Q.S. Al-Baqarah/2 : 83)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

5 of 12

H.R.Muslim

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْأَخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ ﴿ رواه مسلم﴾

Dari Abu Hurairah r.a. , dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia menghormati tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya” (H.R. Muslim)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

6 of 12

H.R Ahmad

عَنْ عُبَادَةَ بْنِ صَامِتْ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : اِضْمَنُوا لِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ, أَضْمَنْ لَكُمُ الْجَنَّةَ؛ اصْدُقُوا إِذَا حَدَثْتُمْ, وَأَوْفُوْا إِذَا وَعَدْتُمْ, وَأَدُّوْا إِذَا اؤْتُمِنْتُمْ, وَاحْفَظُوا فُرُوجَكُمْ, وَغُضُّوا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ (رواه أحمد).

Dari Ubadah Bin Shamit r.a. , dari Rasulullah saw.,bersabda: “ Berikan jaminan bagiku enam perkara, maka aku akan memberi jaminan bagimu surga; yaitu jujurlah bila kamu berkata-kata, tepatilah bila kamu berjanji, tunaikanlah amanah kepada yang berhak jika kamu diberi amanah, jagalah kemaluanmu, tundukkanlah pandanganmu dan tahanlah tanganmu (sehingga tidak menyakiti orang).” (H.R. Ahmad)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

7 of 12

H.R Ibnu Majah

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : إِنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَخُلُقُ الإِسْلاَمِ الْحَيَاءُ (رواه ابن ماجه).

Dari Anas r.a., dari Rasulullah saw., bersabda: “Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah sifat malu.” (H.R. Ibnu Majah)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

8 of 12

H.R. Tirmizi

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : مَا كَانَ الْفُحْشُ في شَيْءٍ إلَّا شَانَهُ،وَمَا كَانَ الْحَيَاءُ في شَيْءٍ إلَّا زَانَهُ. (رواه الترمذي).

Dari Anas r.a., dari Rasulullah saw., bersabda: "Kekejian selalu membuat segala sesuatu menjadi jelek, sebaliknya malu selalu membuat segala sesuatu menjadi bagus". (H.R. Tirmidzi)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

9 of 12

H.R Tirmizi

عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " لَوْ كَانَ الْحَيَاءُ رَجُلا لَكَانَ رَجُلا صَالِحًا ، وَلَوْ كَانَ الْفُحْشُ رَجُلا لَكَانَ رَجُلَ سَوْءٍ (رواه الطبراني).

Aisyah r.a. berkata, dari Rasulullah saw. bersabda: “Apabila sifat malu diumpamakan menjadi sesorang, maka ia menjadi seseorang yang shalih. Dan andaikata sifat keji diumpamakan menjadi seseorang, maka dia menjadi orang jahat". (H.R. Tirmidzi)

Membaca Surah Al-Baqarah/2 : 83, H.R.Muslim, Ahmad,

Ibnu Majah, Tirmizi, dan Thabrani

10 of 12

  1. Rasa malu adalah sumber utama kebaikan dan unsur kemulian
  2. Malu terbagi tiga macam :
  3. Malu kepada Allah
  4. Malu kepada diri sendiri
  5. Malu kepada orang lain
  6. Sifat malu tercela jika cenderung kepada keburukan, contohnya malu belajar membaca Al-Qur’an karena sudah dewasa

Isi Kandungan Hadits

11 of 12

  1. Mendapat pahala dan bernilai ibadah
  2. Mendatangkan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat
  3. Timbulnya rasa hormat dan saling menghargai
  4. Terciptanya keamanan dan kenyamanan bersama

Manfaat Tata Krama, Sopan Santun, dan Rasa Malu

12 of 12

    • Ketika di rumah, mengucapkan permisi dan sedikit membungkukan badan ketika lewat di depan orang yang lebih tua
    • Ketika di lingkungan sekolah, menghormati guru dengan menyapa dan mengucapkan salam ketika bertemu
    • Ketika di lingkungan masyarakat, memberikan bantuan jika diperlukan

Implementasi Tata Krama, Sopan Santun,

dan Rasa Malu