KAJIAN RISIKO BENCANA �DAN DESA RAWAN BENCANA �DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA�
BADAN PENANGGULANGAN BENCANA DAERAH
KABUPATEN HALMAHERA UTARA
Disampaikan pada kegiatan Sosialisasi Ancaman Bencana Megatrasut di Kabupaten Halmahera Utara
Tanggal 18 Desember 2024
Oleh Fredy Salama, SE
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Halut
LANDASAN HUKUM
PENANGGULANGAN BENCANA
DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA:
LANDASAN HUKUM :
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana
Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Bencana
Perda Kab. Halut No. 8 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Halmahera Utara
Serta beberapa Peraturan Kepala BNPB (PERKA BNPB) Yang berkaitan dengan Penanggulangan Bencana.
Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintah Daerah
GAMBARAN UMUM WILAYAH KAB. HALMAHERA UTARA
Wilayah Kabupaten Halmahera Utara Secara Geografis Terletak Di
Antara, 1º57’- 2º00’ Lintang Utara Dan 128º17’- 28º18’ Bujur Timur.
Luas Wilayah Kabupaten Halmahera Utara Yaitu, 414.086 Ha. Secara
Administrasi Wilayah Kabupaten Halmahera Utara Terdiri Atas 17
Kecamatan Dan 197 Desa. Luasan Wilayah Tersebut, Dihuni
Sebanyak 190.016 Jiwa Penduduk.
Kabupaten Halmahera Utara Memiliki Batas-batas Wilayah Administrasi, Yaitu :
Sumber : Dokumen KBR
A. DEFINISI BENCANA�(U.U. NO. 24/2007)�
BENCANA ADALAH PERISTIWA ATAU RANGKAIAN PERISTIWA YANG MENGANCAM DAN MENGGANGGU KEHIDUPAN DAN PENGHIDUPAN MASYARAKAT YANG DISEBABKAN, BAIK OLEH FAKTOR ALAM DAN/ATAU FAKTOR NON-ALAM SEHINGGA MENGAKIBATKAN TIMBULNYA KORBAN JIWA, KERUSAKAN LINGKUNGAN, KERUGIAN HARTA BENDA DAN DAMPAK PSIKOLOGIS2
PENANGGULANGAN BENCANA URUSAN BERSAMA
Penanggulangan bencana adalah serangkaian upaya yang meliputi penetapan kebijakan pembangunan yang berisiko timbulnya bencana, kegiatan pencegahan bencana, tanggap darurat, dan pemulihan.
Atau Multipihak
B. PARADIGMA KEBENCANAAN
KEBIJAKAN UMUM PENANGGULANGAN BENCANA
DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA
TERDIRI DARI 3 TAHAP :
1. PRA BENCANA ( Suatu kegiatan yang dilakukan sebelum terjadi bencana)
2. SAAT TERJADI BENCANA/TANGGAP DARURAT ( suatu kegiatan yang dilakukan pada saat terjadi bencana)
3. PASKAH BENCANA (Suatu kegiatan yang dilakukan setelah terjadi bencana)
TAHAPAN KEBIJAKAN PENANGGULANGAN BENCANA
DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA
1. PRA BENCANA ( Suatu kegiatan yang dilakukan sebelum terjadi bencana)
a. Kegiatan pencegahan bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana.
b. Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
c. Peringatan dini adalah serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.
d. Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Tanggap darurat bencana adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan, yang meliputi kegiatan penyelamatan dan evakuasi korban, harta benda, pemenuhan kebutuhan dasar, perlindungan, pengurusan pengungsi, penyelamatan, serta pemulihan prasarana dan sarana.
1. SAAT TERJADI BENCANA ( suatu kegiatan yang dilakukan pada saat terjadi bencana) yaitu :
3. PASKAH BENCANA (SUATU KEGIATAN YANG DILAKUKAN SETELAH TERJADI BENCANA)
a. Rehabilitasi adalah perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pascabencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara wajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat pada wilayah pascabencana.
b. Rekonstruksi adalah pembangunan kembali semua prasarana dan sarana, kelembagaan pada wilayah pascabencana, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perekonomian, sosial dan budaya, tegaknya hukum dan ketertiban, dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat pada wilayah pascabencana.
SUMBER : DOKUMEN KRB
POTENSI BENCANA DI
KAB. HALMAHERA UTARA
1. Banjir
2. Banjir Bandang
5. Gelombang Ekstrim
Dan Abrasi
4. Tsunami
3. Cuaca Ekstrim
9. Kekeringan
7. Letusan Gunung Api
10.Kebakaran Hutan Dan
Lahan
6. Tanah Longsor
8. Gempa Bumi
SUMBER : KBR 2017-2021
NO JENIS BENCANA | BAHAYA | ||
LUAS (Ha) | KELAS | ||
1. | BANJIR | 102.515 | RENDAH |
2. | BANJIR BANDANG | 13.686 | TINGGI |
3. | CUACA EKSTRIM | 81.287 | TINGGI |
4. | GELOMBANG EKSTRIM DAN ABRASI | 7.697 | TINGGI |
5. | GEMPA BUMI | 411.724 | TINGGI |
6. | KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN | 226.442 | SEDANG |
7. | KEKERINGAN | 411.724 | TINGGI |
8. | LETUSAN GUNUNGAPI DUKONO | 10.085 | RENDAH |
9. | LETUSAN GUNUNG API IBU | 33 | RENDAH |
10. | TANAH LONGSOR | 116.462 | SEDANG |
11. | TSUNAMI | 2.277 | TINGGI |
POTENSI BAHAYA GEMPABUMI PER KECAMATAN DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA
NO |
|
KECAMATAN | BAHAYA | ||
|
| LUAS (Ha) | KELAS | ||
1. | GALELA |
| 13.801 | TINGGI | |
2. | GALELA BARAT | 4.012 | TINGGI | ||
3. | GALELA SELATAN | 8.415 | TINGGI | ||
4. | GALELA UTARA | 22.403 | SEDANG | ||
5. | KAO |
| 11.053 | SEDANG | |
6. | KAO BARAT | 59.581 | SEDANG | ||
7. | KAO TELUK | 12.975 | SEDANG | ||
8. | KAO UTARA | 12.865 | TINGGI | ||
9. | LOLODA KEPULAUAN | 6.277 | SEDANG | ||
10. | LOLODA UTARA | 38.936 | SEDANG | ||
11. | MALIFUT |
| 37.275 | SEDANG | |
12. | TOBELO |
| 16.892 | TINGGI | |
13. | TOBELO BARAT | 27.274 | TINGGI | ||
14. | TOBELO SELATAN | 57.368 | TINGGI | ||
15. | TOBELO TENGAH | 39.815 | TINGGI | ||
16. | TOBELO TIMUR | 28.755 | TINGGI | ||
17. | TOBELO UTARA | 14.027 | SEDANG | ||
KABUPATEN HALMAHERA UTARA | 411.724 | TINGGI | |||
LANTAS APA YANG KITA SIAPKAN UNTUK MENGHDAPAI RISIKO BENCANA
“Serangkaian kegiatan yang dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan dan/atau mengurangi ancaman bencana”
PENCEGAHAN
Menurut UU no. 24/2007
STRATEGI Pencegahan Bencana
“Serangkaian Upaya untuk mengurangi Risiko Bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.”
MITIGASI
Menurut UU no. 24/2007
KESIAPSIAGAAN
Kesiapsiagaan adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
Menurut UU no. 24/2007
Modul Pelatihan Manajemen Bencana Dasar
PERINGATAN DINI
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.
Menurut UU no. 24/2007
Modul Pelatihan Manajemen Bencana Dasar
DESA RAWAN BENCANA DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA | |||
| | | |
NO | KECAMATAN | DESA | JENIS BENCANA |
|
|
|
|
1 | Loloda Utara | Asmiro | Banjir, Longsor |
|
| Ngajam | Banjir, Longsor |
|
| Worimoi | Banjir, Longsor |
|
|
|
|
2 | Loloda Kepulauan | Dedeta | Banjir, Longsor |
|
|
|
|
3 | Galela Selatan | Togawa | Banjir |
|
| Soakonora | Banjir |
|
|
|
|
4 | Galela Barat | Roko | Gempa Bumi, Banjir |
|
| Dokulamo | Gempa Bumi, Banjir |
|
| Duma | Gempa Bumi, Banjir |
|
| Gotalamo | Gempa Bumi |
|
| Makete | Gempa Bumi |
|
| Ngidiho | Gempa Bumi, Banjir, Cuaca Extrim(Petir) |
|
|
|
|
5 | Galela Utara | Simau | Banjir |
6 | Galela | Barataku | Banjir Rob (Abrasi Pantai) |
|
| Mamuya | Banjir, Gunung Api Dukono |
|
| Soasio | Abrasi Pantai |
|
|
|
|
7 | Tobelo Utara | Gorua | Cuaca Extrim (Angin PB) |
|
| Popilo | Banjir, Cuaca Extrim (Angin PB) |
|
| Mede | Banjir |
|
|
|
|
8 | Tobelo | Rawa Jaya | Banjir |
|
|
|
|
9 | Tobelo Tengah | Wosia | Banjir |
|
| Pitu | Cuaca Extrim (Petir) |
|
| Lina Ino | Cuaca Extrim (Petir) |
|
| Tanjung Niara | Banjir |
|
|
|
|
10 | Tobelo Selatan | Pale | Banjir |
|
| Togoliua | Banjir |
11 | Tobelo Timur | Leleoto | Banjir |
|
|
|
|
12 | Tobelo Barat | Kusuri | Gempa Bumi |
|
| Wangongira | Gempa Bumi |
|
|
|
|
13 | Kao Utara | Doro | Cuaca Extrim (Petir) |
|
| Daru | Abrasi Pantai |
|
| Bori | Abrasi Pantai |
|
|
|
|
14 | Kao Barat | Bailengit | Banjir |
|
| Parseba | Banjir |
|
| Soamaetek | Banjir |
|
| Toboulamo (Mekarsari) | Banjir |
|
| Takimu | Banjir |
|
| Tuguis | Banjir |
|
| Pitago | Banjir, Gempa Bumi |
|
| Kai | Banjir, Gempa Bumi |
|
| Wonosari | Cuaca Extrim (Petir) |
|
| Makarti | Cuaca Extrim (Petir) |
|
|
|
|
15 | Kao Teluk | Gamsungi | Banjir |
Sumber : Data Bencana (Bencana yang pernah terjadi) |
| ||
15 Kecamatan 43 desa
GEMPA BUMI DI WILAYAH GALELA
Kejadian :
Bangunan rumah
Fasilitas umum
Total kerusakan pada bangunan bejumlah 274 unit bangunan. Kemudian untuk luka ringan = 2 orang |
GEMPA BUMI KAO BARAT DAN TOBELO BARAT
Kejadian :
Bangunan rumah
Fasilitas umum
Total kerusakan pada bangunan bejumlah 192 bangunan Kemudian untuk luka-luka = 2org |
Sekian Dan Terima Kasih
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Halmahera Utara |