1 of 8

KETEGUHAN HATI

Minggu 4

Ibrani 12:1–3

2 of 8

Penulis Ibrani menulis kepada orang percaya yang mulai lelah dan hampir menyerah karena tekanan dan penganiayaan. Mereka membutuhkan keteguhan hati untuk tetap setia sampai garis akhir.

Dengan menggunakan gambaran perlombaan lari di stadion, penulis mengingatkan bahwa perlombaan iman bukanlah lari cepat jarak pendek, melainkan maraton yang membutuhkan daya tahan.

Apa yang nats ini ajarkan tentang keteguhan hati dalam mengikut Kristus?

3 of 8

01.

MENANGGALKAN BEBAN DAN DOSA

(ay. 1)

Beban adalah segala sesuatu yang menghambat kecepatan lari kita: kekhawatiran berlebih, ambisi yang salah, dan keterikatan pada hal-hal duniawi.

4 of 8

Orang yang ingin teguh sampai akhir harus berani menanggalkan apa yang menghalangi, bukan hanya apa yang jelas-jelas berdosa.

Dosa adalah pelanggaran yang dengan sengaja kita pelihara dan yang membuat kita jatuh tersandung di tengah perlombaan.

5 of 8

02.

BERTEKUN DALAM PERLOMBAAN IMAN

(ay. 1b)

Tekun berarti terus berlari sekalipun kaki terasa berat dan napas terasa sesak. Perlombaan iman yang diwajibkan bagi kita berarti setiap orang memiliki lintasan yang berbeda-beda, tetapi tujuannya sama: menjadi serupa dengan Kristus.

6 of 8

Jangan membandingkan lintasan kita dengan lintasan orang lain; fokuslah untuk menyelesaikan perlombaan yang telah Tuhan tetapkan bagi kita.

Keteguhan hati tidak diukur dari seberapa cepat kita memulai perlombaan, tetapi dari seberapa setia kita tetap berlari ketika godaan untuk berhenti datang.

7 of 8

03.

MEMANDANG KEPADA YESUS

(ay. 2-3)

Kunci ketekunan adalah, 'marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan.'

8 of 8

Yesus adalah teladan keteguhan yang sempurna: Ia menanggung salib dengan tekun, mengabaikan kehinaan, demi sukacita yang disediakan bagi-Nya.

Jika kita memandang kepada masalah, kita akan menjadi takut. Hanya jika memandang kepada Yesus kita akan menjadi teguh.

Ingatlah Yesus yang telah menanggung bantahan sehebat itu terhadap diri-Nya, supaya kita jangan menjadi lemah dan putus asa dalam perjalanan iman kita.