Struktur Elektron Atom
STRUKTUR ATOM
2
Partikel Penyusun Atom
struktur atom
gaya-gaya diantara atom
molekul
Dalam bab ini akan dipelajari struktur elektron suatu atom
Posisi dimana elektron suatu atom paling mungkin ditemukan
Gerak partikel bermuatan listrik
Medan listrik
&
Medan magnet
Berpencar di ruang atau medium sekeliling partikel
Cara penyebaran :
Gelombang
Gelombang:
cara memindahkan energi dalam suatu jarak ttt
Radiasi Elektromagnetik
Transfer energi
Sifat Gelombang
Panjang gelombang (λ) menyatakan jarak di antara titik-titik yang identik pd gelombang2 yang berurutan.
Amplitudo adalah jarak vertikal dari garis tengah gelombang ke puncak atau lembah.
7.1
Sifat Gelombang
Frekuensi (ν) adalah jumlah gelombang yang melewati titik tertentu dalam 1 dtk (Hz = 1 siklus/dt).
laju (u) gelombang = λ x ν
7.1
Maxwell (1873), menyatakan bahwa cahaya yang terlihat terdiri dari gelombang elektromagnetik.
Radiasi Elektromagnetik adalah emisi dan transmisi energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik.
Kecepatan cahaya (c) dlm ruang hampa = 3,00 x 108 m/dt
Seluruh radiasi elektromagnetik
λ x ν = c
7.1
7.1
λ x ν = c
λ = c/ν
λ = 3,00 x 108 m/dt / 6,0 x 104 Hz
λ = 5,0 x 103 m
Gelombang
radio
foton memiliki frekuensi 6,0 x 104 Hz. Ubahlah
frekuensi ini menjadi panjang gelombang (nm). Apakah
frekuensi ini dapat terlihat?
λ = 5,0 x 1012 nm
λ
ν
7.1
Masalah #1, “Black Body Problem”�Diselesaikan oleh Planck pada tahun 1900
Energi (cahaya) dapat dipancarkan atau diserap hanya dalam kuantitas diskrit (kuantum).
E = h x ν
Konstanta Planck (h)
h = 6,63 x 10-34 J•s
7.1
Cahaya memiliki:
Masalah #2, “Efek Fotolistrik”�Ditemukan Einstein di th 1905
foton merupakan “partikel” cahaya
hν
KE e-
7.2
E = h x ν
E = 6,63 x 10-34 (J•s) x 3,00 x 10 8 (m/s) / 0,154 x 10-9 (m)
E = 1,29 x 10 -15 J
E = h x c / λ
7.2
Jika tembaga disinari dengan elektron berenergi tinggi, Sinar X akan dipancarkan. Hitung energi foton (dlm joule) jika panjang gelombang sinar X 0,154 nm.
7.3
Alur Spektrum Pancar dari Atom Hidrogen
7.3
Model Atom Bohr (1913)
En = -RH
( )
1
n2
n (bilangan kuantum utama) = 1,2,3,…
RH (konstanta Rydberg) = 2,18 x 10-18J
7.3
eksitasi
Pancaran cahaya
n = 4
n = 3
n = 2
n = 1
foton
Efoton = ΔE = Ef - Ei
Ef = -RH
( )
1
n2
f
Ei = -RH
( )
1
n2
i
i
f
ΔE = RH
( )
1
n2
1
n2
nf = 1
ni = 2
nf = 1
ni = 3
nf = 2
ni = 3
7.3
Efoton = 2,18 x 10-18 J x (1/25 - 1/9)
Efoton = ΔE = -1,55 x 10-19 J
λ = 6,63 x 10-34 (J•s) x 3,00 x 108 (m/dt)/1,55 x 10-19J
λ = 1.280 nm
Hitung panjang gelombang (dlm nm) dari suatu foton yg dipancarkan oleh atom hidrogen ketika elektron turun dari kondisi n = 5 menjadi kondisi n = 3.
Efoton = h x c / λ
λ = h x c / Efoton
i
f
ΔE = RH
( )
1
n2
1
n2
Efoton =
7.3
De Broglie (1924) menyatakan bahwa e- merupakan partikel dan gelombang.
2πr = nλ λ = h/mu
u = kecepatan e-
m = massa e-
Kenapa energi e-
terkuantisasi?
7.4
λ = h/mu
λ = 6,63 x 10-34 / (2,5 x 10-3 x 15,6)
λ = 1,7 x 10-32 m = 1,7 x 10-23 nm
Berapakah panjang gelombang Broglie (dlm nm) pada bola Ping-Pong seberat 2.5 g yg bergerak 15,6 m/dt?
m dlm kg
h dlm J•s
u dlm (m/dt)
7.4
Rumus Gelombang Schrodinger
In 1926 Schrodinger menulis suatu rumusan yang mendeskripsikan sifat-sifat partikel dan gelombang dari e-
Fungsi gelombang (Ψ) menyatakan:
dalam suatu volume ruang
Rumus Schrodinger hanya dapat memprediksi atom hidrogen. Untuk sistem dg banyak elektron hanya dapat dilakukan perkiraan.
7.5
Rumus Gelombang Schrodinger
Ψ = fn(n, l, ml, ms)
bilangan kuantum utama n
n = 1, 2, 3, 4, ….
n=1
n=2
n=3
7.6
jarak e- dari inti
kerapatan e- (orbital 1s) turun dg cepat
ketika jarak dari inti bertambah
Dimana 90% dari
kerapatan e- untuk
orbital 1s
7.6
23
Bilangan Kuantum
Quantum Numbers
Bilangan kuantum utama (n)
Bilangan kuantum Azimut (l )
Ukuran “volume” ruangan yang ditempati e-
l = 0 (orbital s)
l = 1 (orbital p)
7.6
l = 2 (orbital d)
7.6
Bilangan kuantum magnetik (m)
ml = -1
ml = 0
ml = 1
ml = -2
ml = -1
ml = 0
ml = 1
ml = 2
7.6
Bilangan kuantum spin (s)
Ψ = fn(n, l, ml, ms)
bilangan kuantum spin elektron ms
ms = +½ or -½
Rumus Gelombang Schrodinger
ms = -½
ms = +½
7.6
Eksistensi (dan energi) elektron pd atom dideskripsikan
oleh fungsi gelombang khas Ψ.
Prinsip larangan Pauli – tidak ada elektron2 dlm satu
atom yg memiliki keempat bilangan kuantum yg sama.
Rumus Gelombang Schrodinger
Ψ = fn(n, l, ml, ms)
Tiap kursi teridentifikasi secara khusus (E, R12, S8)
Tiap posisi hanya dapat menampung satu individu pada suatu waktu
7.6
7.6
Rumus Gelombang Schrodinger
Ψ = fn(n, l, ml, ms)
Kulit – elektron dengan nilai n yang sama
Subkulit – elektron dengan nilai n dan l yang sama
Orbital – elektron dg nilai n, l, dan ml yang sama
Berapa banyak elektron yg dapat ditampung orbital?
Jika n, l, dan ml tetap, maka ms = ½ or - ½
Ψ = (n, l, ml, ½)
or Ψ = (n, l, ml, -½)
Satu orbital dapat menampung 2 elektron
7.6
Berapa banyak orbital 2p terdapat pada atom?
2p
n=2
l = 1
jika l = 1, maka ml = -1, 0, or +1
3 orbital
Berapa banyak elektron dapat ditempatkan pada subkulit 3d?
3d
n=3
l = 2
If l = 2, maka ml = -2, -1, 0, +1, or +2
5 orbital dapat menampung total 10 e-
7.6
Energi di orbital pada atom dg satu elektron
Energi hanya ditentukan oleh bilangan kuantum utama n
En = -RH
( )
1
n2
n=1
n=2
n=3
7.7
Energi di orbital pd atom dg banyak elektron
Energi ditentukan oleh n dan l
n=1 l = 0
n=2 l = 0
n=2 l = 1
n=3 l = 0
n=3 l = 1
n=3 l = 2
7.7
Urutan pengisian subkulit pada atom berelektron banyak
1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s < 3d < 4p < 5s < 4d < 5p < 6s
7.7
Konfigurasi Elektron
1s1
Bilangan kuantum utama n
Bilangan kuantum
momentum sudut l
jumlah elektron
pd orbital atau subkulit
diagram orbital
H
1s1
7.8
1s2
a. Prinsip Aufbau
b. Prinsip Hund
c. Prinsip Pauli
A. Prinsip Aufbau
Contoh:
11Na : 1s2 2s2 2p6 3s1
21Sc : 1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2 3d1
H 1 elektron
H 1s1
He 2 elektron
He 1s2
Li 3 elektron
Li 1s22s1
Be 4 elektron
Be 1s22s2
B 5 elektron
B 1s22s22p1
C 6 elektron
?
?
7.7
b. Prinsip Hund�
c. Prinsip Pauli
Contoh soal
Jawab:
(3, 1, -1, +1/2) (3, 1, -1, -1/2)
(3, 1, 0, +1/2) (3, 1, 0, -1/2)
(3, 1, 1, +1/2) (3, 1, 1, -1/2)
1s2 2s2 2p4
Elektron n l m s Orbital
1 1 0 0 +1/2 1s
2 1 0 0 -1/2
3 2 0 0 +1/2 2s
4 2 0 0 -1/2
5 2 1 -1 +1/2
6 2 1 0 + 1/2 2px, 2py, 2pz
7 2 1 1 +1/2
8 2 1 -1 -1/2
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s1
1s2 2s2 2p6 3s2 3p6 4s2
Konfigurasi Elektron dan Tabel Periodik
B 1s2 2s2 2px1
C 1s2 2s2 2px1 2py1
N 1s2 2s2 2px1 2py1 2pz1
Berapakah konfigurasi elektron Mg?
Mg 12 elektron
1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s
1s22s22p63s2
2 + 2 + 6 + 2 = 12 elektron
7.8
Tersusun menjadi [Ne]3s2
[Ne] 1s22s22p6
Berapakah nomor kuantum yang mungkin bagi elektron subkulit terluar Cl?
Cl 17 elektron
1s < 2s < 2p < 3s < 3p < 4s
1s22s22p63s23p5
2 + 2 + 6 + 2 + 5 = 17 elektron
Elektron terakhir ditambahkan pd orbital 3p
n = 3
l = 1
ml = -1, 0, or +1
ms = ½ or -½
Subkulit terluar yang terisi dengan elektron
7.8
7.8
Soal
1. a. Tuliskan konfigurasi elektron 15P
b. Ada berapa elektron dalam orbital 3p ? Tuliskan semua bilangan kuantumnya
2. a. Tuliskan konfigurasi elektron 20Ca
b. Ada berapa elektron dalam orbital 3p ? Tuliskan semua bilangan kuantumnya
c. Ada berapa elektron dalam orbital 4s ? Tuliskan semua bilangan kuantumnya
Paramagnetik
Elektron tdk berpasangan
2p
Diamagnetik
Seluruh elektron berpasangan
2p
7.8