1 of 20

ASPEK STRUKTUR MASYARAKAT DESA�

2 of 20

CAKUPAN

Struktur phisik desa

Struktur non phisik desa

​ Pelapisan sosial (stratifikasi sosial)

Diferensiasi sosial

3 of 20

STRUKTUR PHISIK DESA

  • Struktur masyarakat desa tdk hanya ditentukan oleh faktor sosial budayanya, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor phisik dan biologis. Contoh, masyarakat yg tradisinya kuat ternyata dipengaruhi oleh keterisolasian mereka sacara phisik geografis. Artinya, tatanan struktur phisik terutama tatanan keruangan (spatial) sangat memengaruhi tatanan kehidupan sosial.
  • Aspek lingkungan phisik, khususnya geografis, akan menentukan iklim, curah hujan, jenis tanah, ketinggian tanah, kelembaban udara, tofografi, dll. 🡪 perbedaan phisik menentukan perbedaan tanaman, system pertanian yg diterapkan, dan pola kehidupan masyarakatnya.
  • Tanah yg tidak subur menciptakan desa yang kecil, terpencar pencar, berjauhan, dan penduduk jarang. Sebaliknya tanah subur menciptakan desa besar, berdekatan, dan penduduk padat.

3

4 of 20

EMPAT TIPE POLA PERMUKIMAN PETANI

FARM VILLAGE TYPE (FVT)

Tipe 1

NEBULOUS FARM TYPE (NFT)

Tipe 2

ARRANGED ISOLATED FARM TYPE (AIFT)

Tipe 3

PURE ISOLATED FARM TYPE (PIFT)

Tipe 4

4

5 of 20

FARM VILLAGE TYPE/NEBULOUS FARM TYPE

  • Memungkinkan hubungan intim antar warga/tetangga, kedekatan warga dg berbagai lembaga, kedekatan teman bermain anak-anak🡪 tipe umum Asia
  • Memudahkan tolong menolong dan kerja sama sesama warga dlm menghadapi bahaya/kesulitan, memupuk kerukunan, menurunkan individualism ekstrim
  • Secara ekonomi kurang menguntungkan
  • Lahan pertanian jauh dari permukiman shg cenderung terpecah-pecah (fragmentasi) dan secara teknis menyulitkan penerapan teknologi modern
  • Adat istiadat dan tradisi menjadi kuat, akibatnya perubahan/pembaharuan sulit dilaksanakan
  • Mudahnya tolong menolong antar sesame menyebabkan lemahnya jiwa mandiri
  • Intimitas/kedekatan/saling campur🡪 kurang memungkinkan berkembangnya jiwa demokratis

5

6 of 20

PURE ISOLATED FARM TYPE

  • Pola umum di negara Baltik, Finlandia, Skandinavia. Dominan di AS
  • Kurang memungkinkan hubungan yg akrab, kurang tolong menolong, jauh dari lembaga yg memungkinkan berkumpul dan berkomunikasi
  • Individualisme ekstrim, ancaman bahaya lebih besar
  • Mahalnya sarana dan prasarana pengadaan transportasi
  • Menguntungkan secara ekonomi: jiwa mandiri, jiwa demokratis, mekanisasi dan teknologi modern mudah diterapkan, proses pembaharuan mudah dilakukan krn tdk terhalang oleh adat istiadat

6

7 of 20

ARRANGED ISOLATED FARM TYPE

  • Pola permukiman ideal baik dari segi ekonomi maupun sosial
  • Warga cukup dekat untuk berkomunikasi satu sama lain shg tercipta kehidupan sosial yang cukup baik
  • Tradisi tidak terlalu ketat
  • Modernisasi pertanian lebih mudah dilakukan, karena tradisi tdk terlalu mengikat dan secara teknis memungkinkan
  • Pusat perdagangan memiliki peranan besar dalam dinamika kehidupan masyarakat

7

8 of 20

STRUKTUR SOSIAL

  • Struktur = susunan, cara sesuatu disusun
  • Struktur sosial sangat erat kaitannya dengan kebudayaan
  • Struktur sosial vertical = pelapisan sosial = stratifikasi sosial 🡪 menggambarkan kelompok sosial dalam susunan yg bersifat hierarkhis, berjenjang.
  • Struktur sosial horizontal = diferensiasi sosial 🡪 tidak melihat tinggi rendahnya kedudukan kelompok dalam masyarakat, namun tertuju kepada variasi atau kekayaan pengelompokkan yg ada dlm suatu masyarakat

9 of 20

PELAPISAN SOSIAL

  • Mengapa dalam masyarakat terjadi pelapisan pelapisan ?. Karena manusia dilekati dengan nilai; manusia bisa merasa terhina, diremehkan, dll.
  • Sesuatu yang mengandung nilai adalah harta, jenis mata pencaharian, Pendidikan, keturunan, keagamaan. Dalam masyarakat yg msh sederhana juga memiliki nilai spt usia dan jenis kelamin.
  • Pada masyarakat tani yang dipandang bernilai adalah lahan pertanian.
  • Pelapisan sosial berhubungan dg diferensiasi sosial. Jika diferensiasi sosialnya rendah maka pelapisannya juga kurang terlihat.

Presentation title

9

10 of 20

STRUKTUR BIOSOSIAL

  • Struktur sosial (vertical maupun horizontal) yg berkaitan dg faktor biologis spt jenis kelamin, usia, perkawinan, suku bangsa, dll.
  • Faktor biologis dpt menentukan struktur sosial karena berkaitan dg mata pencaharian yg bisa diperoleh.
  • Dalam masy. Yg msh food gathering economics (hunting, fishing, meramu), karena msh mengandalkan kekuatan phisik, maka kaum laki2 lebih kuat dari perempuan , shg akan memiliki kedudukan yg tinggi. Laki2 byk berperan dan dominan dlm kehidupan kelompok masyarakatnya.
  • Lebih sedikitnya kaum laki2 juga bisa menyebabkan semakin mahalnya laki2 shg menempatkan mereka dlm kedudukan sosial yg tinggi

Presentation title

10

11 of 20

  • Pelapisan juga bisa karena faktor usia. Kegiatan dalam bidang pertanian memerlukan pembiasaan, maka semakin banyak pengalaman maka banyak pula pengetahuannya. Dengan demikian, kaum tua bisa menjadi kelompok terpandang di desa atau memiliki kedudukan yg tinggi. Kedudukan sosial yg tinggi sering ditopang juga oleh adat istiadat, misalnya ada pandangan bahwa kedudukan perempuan hanya berstatus ikutan (system patriakhi yg menekankan pentingnya laki2 dlm kehidupan masy). Seorang datuk adalah seorang laki2.
  • Namun hal sebaliknya juga bisa terjadi, ketika mata pencaharian pertanian bukan yang utama, maka kedudukan sosial orang tua akan menurun

Presentation title

11

12 of 20

DESA SATU KELAS DAN DUA KELAS

  • Ada desa2 yang struktur pemilikan asetnya relatif merata (desa tipe satu kelas) dan ada desa2 yg mengalami polarisasi sosial menjadi dua kategori yang bersifat antagonistic (desa tipe dua kelas).
  • Desa tipe satu kelas dpt digambarkan sebagai tipe desa yang pemilikan lahan pertanian warganya rata-rata sama. Desa tipe dua kelas secara garis besar digambarkan sbg desa yang di dalamnya terdapat sejumlah kecil warga yg memiliki lahan yg amat luas, sedangkan selebihnya dalam jumlah besar memiliki lahan sangat sempit atau tidak memiliki lahan.
  • Tipa desa dua kelas banyak ditemukan diberbagai tempat dan merupakan pola tradisional di dunia.

12

13 of 20

  • Desa nelayan yang tipe dua kelas, terdiri dari juragan pemilik kapal sering berhadapan dgn banyak nelayan kecil yang bekerja hanya mengandalkan tenaga pada juragan.
  • Latifundia (tipe dua kelas di Amerika Latin), sebutan untuk pemilik tanah yang sangat luas yang penggunaannya tidak atau kurang produktif.
  • Tipe desa satu kelas, stratifikasi sosialnya tidak tajam, sangat memungkinkan untuk terjadinya mobilitas vertikal bagi semua warga. Orangnya lebih egaliter, standar hidup tinggi, dan responsif terhadap kemajuan.
  • Tipe desa dua kelas, stratifikasi sosialnya tajam dan kaku, sekaku sistem kekastaan, hubungan antar manusia lebih berdimensi vertikal shg berdampak pada orang2 yg mudah diperintah, standar hidup rendah dan tdk responsif thd kemajuan, tidak memungkinkan terjadinya mobilisasi vertikal secara mudah

13

14 of 20

  • Untuk desa satu kelas yang pemilikan tanah warganya rata-rata sama tetapi sempit tidaklah juah berbeda dengan desa tipe dua kelas dalam hal kemajuannya. Pemilikan tanah yang sempit tdk memberikan akses bagi pemiliknya untuk meningkatkan status sekalipun pintu kebebasan berusaha (berbudidaya) terbuka untuknya
  • Di luar jawa, pemilikan/penguasaan tanah petaninya lebih luas daripada petani di Jawa umumnya. Di daerah-daerah yang masih sangat luas tanahnya ini, asset yang berharga bukan tanah pertaniannya melainkan tenaga kerjanya. Artinya tanah hanya memiliki nilai jika ada yg menggarapnya, maka nilainya tergantung pada tenaga kerja, bukan pada tanahnya itu sendiri.

14

15 of 20

DIMENSI-DIMENSI PELAPISAN SOSIAL

  • Pembahasan mengenai struktur biososial hakekatnya sekedar menunjukkan gambaran ttg stratifikasi sosial dari masy. desa yang relatif masih bersahaja.
  • Stratifikasi sosial merupakan bagian dari proses perubahan dan perkembangan sosial. Namun, pada masyarakat dua kelas, masyarakat terbelah secara senjang. Si tuan tanah terpisah dari kehidupan petani penggarap (buruh) bukan saja dari segi gaya hidup namun juga tidak terlibat sama sekali dari kegiatan produksi pertanian di tingkat lapangan🡪 bersifat antagonistik atau mengarah pada polarisasi sosial
  • Sesungguhnya, konsep stratifikasi sosial yang dilihat sebagai suatu piramida sosial lebih memperlihatkan perbedaan gradual, tidak terpecah dalam dua lapisan sosial, shg ada interaksi antara lapisan satu dengan lainnya dan ada kemungkinan terjadinya mobilitas sosial vertical dalam strata itu.

15

16 of 20

FAKTOR PEMILIKAN TANAH

  • Luas sempitnya pemilikan tanah pertanian memang merupakan faktor yang sangat menentukan dalam sistem pelapisan sosial masyarakat desa pertanian yang masih bersahaja.
  • Ada lima faktor sbg penentu pelapisan sosial masyarakat desa: (1) luas pemilikan tanah dan sejauh mana pemilikan itu terkonsentrasi di tangan sejumlah kecil orang atau sebaliknya terbagi merata pada warga desa, (2) keterkaitan antara sektor pertanian dan industri, (3) bentuk-bentuk pemilikan dan penguasaan tanah, (4) frekuensi perpindahan petani dari lahan pertanian satu ke lainnya, (5) komposisi rasial penduduk.

16

17 of 20

  • Aspek pemilikan tanah. Apabila pemilikan tanah berada di sejumlah kecil orang, sdgkan yang lainnya sebagai buruh(tipe desa dua kelas), maka di desa ini lapisan menengah boleh dikatakan tidak ada🡪 terjadi fenomena kekastaan dan menutup pintu terjadinya mobilitas vertikal. Kedua kelompok berbeda secara kategoris akibatnya tdk menciptakan piramida sosial dari suatu komunitas desa yang utuh. Hal ini berbeda dg desa tipe satu kelas, perbedaan pemilikan yang ada bersifat gradual, dan tercipta lapisan2 namun msh mengindikasikan dinamika masyarakat karena di dalamnya terjadi mobilitas vertical. Artinya piramida sosial yg ada hanya mencerminkan tangga2 sosial (perbedaan) yang tidak tajam 🡪 tercipta suatu piramida sosial yang merupakan suatu kesatuan sistem sosial atau way of life.

17

18 of 20

  • Keterkaitan antara sektor pertanian dan industri. Desa yang tergantung sepenuhnya terhadap pertanian, pemilikan tanah sangat menentukan system stratifikasi. Namun untuk desa yang memiliki akses thd industri dan lapangan kerja lain, stratifikasi sosial tdk didasarkan pada luas sempitnya pemilikan tanah, melainkan oleh kedudukan sosial ekonomi mereka selaku pekerja industry atau jenis pekerjaan lainnya.
  • Bentuk-bentuk hak milik atas tanah (land tenure). Hak-hak yg dimiliki seseorang atas tanah--hak utk menggunakan, mengolah, menjual, dan memanfaatkan permukaan tanah lainnya. Ada hak milik (eigendom) dan hak guna atas tanah---hak utk memperoleh hasil dari tanah yg bukan miliknya dg cara menyewa, menyakap, dan lainnya. Berdasarkan bentuk pemilikan tanah ini maka status sosial petani dapat dinilai tinggi rendahnya dalam system pelapisan sosial yg ada.

18

19 of 20

  • Frekuensi perpindahan dari petak lahan pertanian. Pada lahan pertanian yg luas, petani penggarap atau penyewa yg sering berpindah (penggarap sambilan) memiliki kedudukan yang rendah dlm status sosial di desa. Sebaliknya pada daerah yg pemilikan lahannya sempit tidak memiliki kesempatan utk berpindah, maka kedudukan petani justru semakin merosot, karena dg begitu mereka akan menjadi petani gurem atau buruh tani.
  • Komposisi rasial penduduk. Hanya terjadi di Amerika Serikat, di Indonesia tidak terlihat.

19

20 of 20

DIFERENSIASI SOSIAL

  • Diferensiasi sosial atau struktur sosial horizontal🡪 berkaitan dg pengelompokkan2 sosial yg ada tanpa menempatkannya dalam jenjang hierarkhis🡪 menggambarkan heterogenitas sosial masyarakatnya 🡪 semakin maju atau modern suatu masyarakat, semakin tinggi tingkat diferensiasinya.
  • Masyarakat yg diferensiasi sosialnya rendah, umumnya memiliki kohesi sosial (solidaritas) yang tinggi. Solidaritas menciptakan perasaan kekitaan (we feeling group). Kohesi yg didasarkan atas kesamaan2 oleh Emile Durkheim disebut sbg solidaritas mekanik, sedangkan kohesi sosial yang didasarkan atas perbedaan disebut sebagai solidaritas organik.
  • Ikatan sosial masyarakat di luar jawa cenderung atas hubungan sedarah (genealogis), sedangkan di Jawa lebih dilandasi oleh ikatan daerah.

20