PELATIHAN EKSTRAKSI SERUMEN BAGI DOKTER UMUM
Dr. dr. Indra Zachreini,Sp.THTBKL,Subsp.K(K),FISCM
Ketua Komda Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) Aceh Utara
Embriologi Telinga Luar
Dorsal faring celah ke-1
Lapisan epitel ectoderm
Lapisan mesenkim intermediat
Lapisan endoderm kantong - faring ke-1
Enam tonjolan mesenkim arkus faring ke-1 dan ke-2
Meatus acusticus externus
Membran timpani
Aurikula
1
Pertumbuhan dari 6 hiloks telinga
Enam tonjolan mesenkial berasal dari lengkungan brankial pertama dan kedua yang muncul disisi lain dari celah brankial yang pertama
Perkembangan telinga pada hari ke 29 dari gestasi
2
ANATOMI TELINGA LUAR
Telinga luar (auris eksterna) terdiri :
3
Anatomi Telinga Anak
Anatomi Telinga Dewasa
4
TELINGA LUAR
LIANG TELINGA
LOBULUS
Bagian-bagian Telinga Luar
LOBULUS: Bagian bawah daun telinga
MEMBRAN TIMPANI
5
2. LIANG TELINGA
6
3. Gendang / Membran Tympani
7
Perdarahan Aurikula
8
9
10
11
Proses mendengar
> 10 – db,
2 – 4 khz
+ 55 mm2
2400 Hz
Seperti Piston
Tulang Pendengaran
> 25 – 30 db
Telinga dalam
Menggerakkan
Fenesstra ovate
FISIOLOGI PENDENGARAN
12
FISIOLOGI PENDENGARAN
13
CARA PEMERIKSAAN PENDENGARAN
1. ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA DAPAT BERUPA:
☻ GANGGUAN PENDENGARAN (DEAFNESS)
☻ SUARA BERDENGUNG (TINITUS)
☻ RASA BERPUSING (VERTIGO)
☻ RASA NYERI TELINGA (OTALGIA)
☻ KELUAR CAIRAN DARI TELINGA (OTOROE)
14
2. PEMERIKSAAN TELINGA
Alat yang diperlukan:
Lampu kepala, corong telinga, otoskop, pelilit kapas, pengait serumen, pinset telinga dan garputala
15
Cara Pemeriksaan Telinga
Dewasa: Atas belakang
Bayi dan anak-anak: Bawah belakang
16
Posisi jari tangan dokter bila salah satu sisi tangan memegang alat
17
Menggunakan Otoskop
18
Jenis Otoskop
Cara Menggunakan Otoskop
Cara pemeriksaan liang telinga menggunakan otoskop dengan kaca pembesar
Cara pemeriksaan liang telinga menggunakan otoskop dengan monitor internal
19
SERUMEN PROP
20
Kekerapan� USA: anak usia sekolah 10%� Indonesia: urutan kedua di Asia Tenggara� Indonesia (2007): 13% (WHO)
Etiologi
korneosit
proses pelepasan kulit LT migrasi ke arah luar
21
Faktor Presdiposisi�1. Habitualis� ☻mengorek telinga, pemakaian ear plug�2. Riwayat infeksi dan kelainan telinga� ☻otitis eksterna, corpus alenum, � dermatitis, eksostosis, osteoma�3. Jenis kelamin dan ras� ☻laki-laki dan ras arabian bulu lebih banyak� ☻ras Kaukasia dan Afrika-Amerika warna terang –� coklat gelap serta lengket dan basah� ☻ras Asia dan Amerika Latin warna abu-abu atau � coklat muda, mudah patah dan kering�
22
Klasifikasi
A. Tipe Lunak:
sering pada anak2, bentuk lunak & melengket
B. Tipe Kering:
sering pada dewasa, bentuk bersisik dan sering menyumbat
Gejala klinik
tinitus, kurang pendengaran, kepala terasa berat
23
Fungsi Serumen
Proses migrasi epitel dibantu pergerakan rahang
Dari kandungan lipid yang tinggi dari produksi
sebum oleh kelenjar sebasea mencegah kering
dan gatal
24
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
Penyakit pada kanalis akustikus eksterna yang ditandai dengan akumulasi dari deskuamasi lapisan keratin epidermis yang abnormal yang dapat membentuk gumpalan sehingga dapat menyebabkan sumbatan pada liang telinga dan dapat menekan tulang liang telinga
25
Faktor prediposisi dari keratosis obturans adalah:
6. Sepsis gigi.
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
26
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
Hasil CT scan pada keratosis obturans
Tampak erosi dan pelebaran tulang di kanalis akustikus eksterna
27
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
2. Otomikosis
Infeksi jamur superfisial pada kanalis akustikus eksterna. Penyebab infeksi ini adalah beberapa spesies yang bersifat saprofit terutama Aspergilus nigra. Spesies lain penyebab otomikosis adalah A. flavus, A. fumigatus, Allescheria boydii, Scopulariopsis, Penicillium, Rhizopus, Absidia, dan Candida Sp.
28
Faktor predisposisi:
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
2. Otomikosis
29
CT scan adenoma glandula ceruminal
2. Otomikosis
Gambaran mikroskopis jamur pada pemeriksaan KOH dengan pembesaran 400 kali
30
→ pertumbuhan apilosebasea dalam MAE
→ sering usia 40-60, pria › wanita → non ulserasi, epitel ditutupi nodul dinding lateral
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
3. Adenoma Glandula Ceruminal
Gambaran mikroskopis Adenoma glandula seruminal jenis luminum
CT scan adenoma glandula ceruminal
31
DIAGNOSA BANDING SERUMEN
Gambaran mikroskopis adenocarcinoma ceruminous
Hasil CT scan Adenocarcinoma ceruminous
32
PENATALAKSANAAN
A. Solutio aqueos
Sodium bicarbonate 10% BPC (sodium bicarbonat dan glycerin)
Hidrogen peroksida 3%
Asam asetat 2%
Kombinasi aluminium asetat 0,5%
dan benzotonium chlorida 0,03%
33
B. Solutio organic� Carbamide peroxide (6,5%) dan glycerine� Various organic liquids (propylene glycerol, almond oil, mineral oil, baby oil, olive oil)� Arachis oil, turpentine dan dichlobenzene (Cerumol®)� Triethanolamine, polypeptides dan oleate- condensate (Cerumenex®)� Decusate, sebagai active ingredient
34
2. Metode spoeling (penyemprotan telinga)� irigasi menggunakan air hangat (37 derjat C) atau � larutan sodium bicarbonate� irigasi sejajar dengan lantai kanalis� lakukan anamnesis dulu, bila ada riwayat perforasi � MT → kontra indikasi�������
35
3. Metode suction (penghisapan)� sering digunakan dan lebih aman� dilakukan di fasilitas lengkap (RS, klinik dll)� serumen prop (obturan) sebaiknya diberi � serumenolitik 2-3 hari sebelum di suction� kanul suction diusahan tidak mengenai kulit liang � telinga������
Berbagai bentuk dan ukuran mesin suction
36
4. Ekstraksi serumen dengan pemintal kapas� dilakukan pada serumen tipe basah dan sedikit� serumen hanya bagian luar saja� kapas harus melekat erat dengan pemintal� sebaiknya kapas dibasahi dgn baby oil untuk � mencegah iritasi�������
37
5. Ekstraksi serumen dengan pemintal/pelilit karet lunak
Masukan pemintal karet kedalam liang telinga secara lembut sambil memutar searah jarum jam, serumen akan masuk dan melekat diantara ulir karet tersebut kemudian mengeluarkannya dengan memutar dengan arah yang berlawanan jarum jam atau menariknya keluar secara perlahan-lahan.
38
6. Metode ekstraksi dengan pengait serumen
Alat yang diperlukan
LAMPU KEPALA
SERUMEN HOOK
CORONG TELINGA
OTOSKOPI
FORCEP ALIGATOR HARTMEN
39
40
����¤ sebaiknya tetesi dulu dengan serumenolitik�¤ gunakan serumen hook yang kecil �¤ mulai di bagian posterior atau superior kurang � sensitif�¤ hindari trauma kulit liang telinga otitis externa�¤ gunakan forcep alligator Hartmen untuk mengangkat � lempengan serumen atau serumen yang keras�¤ hati-hati mengenai membran timpani�¤ rasa nyeri > dibanding metode spoeling � dan suction (penghisapan)�������
41
Pasien serumen impaksi dirujuk dari Puskesmas atau dokter umum ke rumah sakit atau dokter spesialis THTKL bila:
42