SOLDARITAS SOSIAL
DALAM MENGHADAPI KRISIS BUDAYA
OLEH: MUZAMIL
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB I
PENDAHULUAN
OLEH: MUZAMIL
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
UNIVERSITAS TADULAKO
Salah satu bentuk krisis budaya yang kini sering ditemui di berbagai daerah adalah melemahnya nilai-nilai tradisi lokal, lunturnya semangat gotong royong, serta menurunnya rasa memiliki terhadap budaya sendiri di kalangan generasi muda. Hal ini diperparah oleh masuknya budaya global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal yang sudah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Modernisasi dan digitalisasi juga turut mempercepat pergeseran nilai-nilai sosial, menjadikan sebagian masyarakat lebih individualistis dan kurang peduli terhadap komunitasnya
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
UNIVERSITAS TADULAKO
Desa Parigimpu’u juga tidak lepas dari tantangan budaya yang datang akibat modernisasi dan globalisasi. Perubahan gaya hidup, arus informasi yang cepat, serta pengaruh budaya luar mulai menggeser sebagian nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi identitas masyarakat. Di tengah krisis budaya ini, peran solidaritas sosial menjadi sangat penting untuk menjaga kesatuan masyarakat dan memperkuat kembali jati diri budaya lokal.
BAB I
PENDAHULUAN
1.2 RUMUSAN MASALAH
UNIVERSITAS TADULAKO
Bagaimana bentuk-bentuk solidaritas sosial yang terbentuk di Desa Parigimpu'u dalam menghadapi krisis budaya?.
Apa faktor utama yang memengaruhi solidaritas sosial di Desa Parigimpu'u dalam konteks pelestarian budaya lokal?.
BAB I
PENDAHULUAN
1.3 TUJUAN PENELITIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Dalam rangka mendapatkan data dan informasi mengenai Bentuk Solidaritas Sosial di Desa Parigimpu’u dalam menghadapi krisis budaya
Untuk mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi solidaritas sosial di Desa Parigimpu'u dalam konteks pelestarian budaya lokal.
BAB I
PENDAHULUAN
1.4 MANFAAT PENELITIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi pihak pemerintah, utamanya unsur pimpinan dan tokoh masyarakat di Desa Parigimpi’u dalam menanagani venomena krisis budaya.
Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya sosiologi dan pathologi sosial.
BAB I
PENDAHULUAN
1.4 SISTEMATIKA PEMBAHASAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Bab satu
pendahuluan yang di dalam sub babnya dirinci ke dalam beberapa sub bab yakni latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika pembahasan.
Bab dua
tinjauan empirik yang dalam sub babnya terdiri dalam: hasil-asil penelitian terdahulu, tinjauan konsep teori yang di dalamnya mengutip beberapa hasil penelitian terdahulu termasuk konsep-konsep serta teori yang akan dipakai. Kemudian dilanjutkan dengan kerangka pikir penelitian
Bab tiga
metode penelitian. Pada metode penelitian ini penulis mengurai yang terkait dengan metode penelitan itu sendiri yang dimulai dengan penelitian yang dilakukan jenis penelitian kualitatif. Selain itu dilanjutkan dengan tempat atau lokus penelitian, jenis dan sumber data dan terakhuir dikemukakan mengenai analisis data yang digunakan yakni analisis kualitatif, dengan tahapan-tahapan antara lain reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
OLEH: MUZAMIL
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 TINJAUAN EMPIRIS
UNIVERSITAS TADULAKO
Khoerunisah (2019), Penelitian berjudul “Penguatan Solidaritas Sosial Masyarakat pada Tradisi Buyut Mider di Desa Pekandangan, Indramayu” yang membahas tentang bagaimana masyarakat Desa Pekandangan memelihara dan memperkuat solidaritas sosial melalui pelaksanaan tradisi Buyut Mider. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat setempat.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 TINJAUAN EMPIRIS
UNIVERSITAS TADULAKO
Irena Siswanti (2022), Solidaritas Sosial dalam Tradisi Undhuh-Undhuh di Desa Mojowangi, Jombang Penelitian ini berfokus pada tradisi Undhuh-Undhuh, sebuah tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga Desa Mojowangi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Tradisi ini memiliki dimensi sosial dan religius yang kuat, terutama karena melibatkan dua komunitas agama yang dominan di desa tersebut, yaitu umat Muslim dan Kristiani.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.1 TINJAUAN EMPIRIS
UNIVERSITAS TADULAKO
Naufal Dhiya Ulhaq (2025), Penelitian ini mengkaji bentuk solidaritas sosial yang tumbuh dan bertahan dalam komunitas Trah Bonokeling, sebuah kelompok adat yang tinggal di Desa Adiraja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah tradisi “unggahan”, yaitu sebuah ritual adat yang dilakukan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan penyucian diri.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.2 SOLIDARITAS SOSIAL
UNIVERSITAS TADULAKO
Menurut Kamus Ilmiah Populer, istilah solidaritas dimaknai sebagai "rasa kesetiakawanan dan perasaan sepenanggungan" yang tumbuh dalam suatu komunitas. Selaras dengan hal tersebut, Paul Johnson dalam karyanya juga mengemukakan pandangannya mengenai solidaritas sebagai elemen penting yang memperkuat hubungan sosial antarmanusia, meskipun definisi lengkapnya masih perlu dijabarkan lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.3 BENTUK BENTUK SOLIDARITAS
UNIVERSITAS TADULAKO
Solidaritas ini bergantung pada keseragaman antaranggota masyarakat yang menjalani norma-norma yang sama. Karena penekanan terhadap kesamaan begitu kuat, maka ruang untuk berkembangnya individualitas sangat terbatas. Tekanan sosial yang tinggi untuk tetap konform membuat individualisme sulit tumbuh dalam masyarakat dengan solidaritas mekanik (Doyle Paul Johnson, 1994).”
Solidaritas organik merupakan bentuk ikatan sosial yang didasarkan pada adanya saling ketergantungan antarindividu dalam masyarakat. Solidaritas ini muncul karena masyarakat terdiri dari perbedaan-perbedaan yang nyata, baik dalam hal pekerjaan, peran, maupun fungsi sosial yang dijalankan oleh setiap anggota (Basrun Umanailo, 2022).
MEKANIK
ORGANIK
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.4 TEORI KETERGANTUNGAN FUNSIONAL
UNIVERSITAS TADULAKO
Teori ketergantungan fungsional merupakan salah satu teori dalam perspektif fungsionalisme struktural yang dikembangkan oleh sosiolog Amerika, Talcott Parsons. Dalam pandangan Parsons, masyarakat adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai bagian atau subsistem yang saling bergantung satu sama lain untuk mempertahankan stabilitas dan keteraturan sosial.(George ritze, 2012) Setiap bagian masyarakat menjalankan fungsi tertentu yang berkontribusi terhadap kelangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
2.5 KERANGKA PENELITIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Krisis budaya
(Lunturnya nilai lokal, melemahnya gotong royong, prrgrseran normasosial dan budaya).
Penguatan Solidaritas
Solidaritas mekanik
(kesamaan budaya, nilai dan norma lokal).
Solidaritas organik
(ketergantungan antar anggota, fungsi sosial masyarakat).
Dampak Positif solidaritas.
(pelestarian budaya, ketahanan sosial, kohesi sosial).
�
�
BAB III
METODE PENELITIAN
OLEH: MUZAMIL
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 JENIS PENELITIAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Penelitian kualitatif, oleh Kirk dan Miller (Moleong, 2012:2) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Demikian juga dengan Bogdan dan Taylor (Moleong 2012:4) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Lebih jauh dari itu maka Kirk dan Miller (Moleong, 2012:4) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.2 WAKTU & LOKASI
UNIVERSITAS TADULAKO
Desa Parigimpu’u Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong. Penetapan lokasi tersebut didasarkan atas pertimbangan:
BAB III
METODE PENELITIAN
3.3 UNIT ANALISIS & INFORMAN
UNIVERSITAS TADULAKO
Karena penelitian ini adalah menyasar pada solidaritas sosial dan budaya, maka yang menjadi unit analisis adalah individu yang sering terlibat dalam aksi solidaritas serta masyarakat yang peduli terhadap situs budaya.
3.4 JENIS & SUMBER DATA
UNIVERSITAS TADULAKO
Untuk sumber data terdiri dari 2 (dua) sumber yakni: Pertama data sekunder adalah data yang sudah ada, sudah tersedia baik dalam bentuk catatan-catatan hasil penelitian, peraturan perundang-undangan dan bisa dengan mudah diperoleh, misalnya melalui media sosial (google) atau juga di Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk di perpustakaan. Kedua data primer atau data asli dan baru, adalah data yang hanya dapat diperoleh dengan cara melakukan tanya jawab (wawancara) atau berkomunikasi langsung dengan pihak tertentu dalam hal ini informan.
BAB III
METODE PENELITIAN
3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA
UNIVERSITAS TADULAKO
Pentingnya pengamatan ini karena ada fakta yang dibutuhkan tapi tidak dapat diperoleh melalui metode lainnya, namun dengan metode pengamatan dapat diperoleh.
berkomunikasi langsung seraya memberikan atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan permasalahan yang akan dijawab dalam rencana penelitian ini.
OBSERVASI
WAWANCARA
BAB III
METODE PENELITIAN
dokumentasi adalah bagian dari upaya untuk memperoleh data berupa catatan- catatan yang ada di Kantor Desa tempat penelitian, atau berupa dokumen yang ada di desa, dokumen mana dianggap dapat memperkaya data yang diperoleh.
DOKUMENTASI
3.5 TEKNIK ANALISIS DATA
UNIVERSITAS TADULAKO
BAB III
METODE PENELITIAN
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, oleh karena itu maka analisis data yang akan penulis lakukan adalah analisis kualitatif dengan tahapan sebagai berikut: Pertama reduksi data, kedua display data dan tahapan ketiga adalah penarikan kesimpulan.
SEKIAN
TERIMA KASIH
OLEH: MUZAMIL
UNIVERSITAS TADULAKO