1 of 25

SOLDARITAS SOSIAL

DALAM MENGHADAPI KRISIS BUDAYA

OLEH: MUZAMIL

UNIVERSITAS TADULAKO

2 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

OLEH: MUZAMIL

UNIVERSITAS TADULAKO

3 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UNIVERSITAS TADULAKO

Salah satu bentuk krisis budaya yang kini sering ditemui di berbagai daerah adalah melemahnya nilai-nilai tradisi lokal, lunturnya semangat gotong royong, serta menurunnya rasa memiliki terhadap budaya sendiri di kalangan generasi muda. Hal ini diperparah oleh masuknya budaya global yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai lokal yang sudah lama hidup dan berkembang di tengah masyarakat. Modernisasi dan digitalisasi juga turut mempercepat pergeseran nilai-nilai sosial, menjadikan sebagian masyarakat lebih individualistis dan kurang peduli terhadap komunitasnya

4 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG MASALAH

UNIVERSITAS TADULAKO

Desa Parigimpu’u juga tidak lepas dari tantangan budaya yang datang akibat modernisasi dan globalisasi. Perubahan gaya hidup, arus informasi yang cepat, serta pengaruh budaya luar mulai menggeser sebagian nilai-nilai tradisional yang selama ini menjadi identitas masyarakat. Di tengah krisis budaya ini, peran solidaritas sosial menjadi sangat penting untuk menjaga kesatuan masyarakat dan memperkuat kembali jati diri budaya lokal.

5 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.2 RUMUSAN MASALAH

UNIVERSITAS TADULAKO

Bagaimana bentuk-bentuk solidaritas sosial yang terbentuk di Desa Parigimpu'u dalam menghadapi krisis budaya?.

Apa faktor utama yang memengaruhi solidaritas sosial di Desa Parigimpu'u dalam konteks pelestarian budaya lokal?.

6 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.3 TUJUAN PENELITIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Dalam rangka mendapatkan data dan informasi mengenai Bentuk Solidaritas Sosial di Desa Parigimpu’u dalam menghadapi krisis budaya

Untuk mengetahui faktor apa saja yang memengaruhi solidaritas sosial di Desa Parigimpu'u dalam konteks pelestarian budaya lokal.

7 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.4 MANFAAT PENELITIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Secara teoretis, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan sebagai salah satu rujukan bagi pihak pemerintah, utamanya unsur pimpinan dan tokoh masyarakat di Desa Parigimpi’u dalam menanagani venomena krisis budaya.

Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya sosiologi dan pathologi sosial.

8 of 25

BAB I

PENDAHULUAN

1.4 SISTEMATIKA PEMBAHASAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Bab satu

pendahuluan yang di dalam sub babnya dirinci ke dalam beberapa sub bab yakni latar belakang penelitian, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian serta sistematika pembahasan.

Bab dua

tinjauan empirik yang dalam sub babnya terdiri dalam: hasil-asil penelitian terdahulu, tinjauan konsep teori yang di dalamnya mengutip beberapa hasil penelitian terdahulu termasuk konsep-konsep serta teori yang akan dipakai. Kemudian dilanjutkan dengan kerangka pikir penelitian

Bab tiga

metode penelitian. Pada metode penelitian ini penulis mengurai yang terkait dengan metode penelitan itu sendiri yang dimulai dengan penelitian yang dilakukan jenis penelitian kualitatif. Selain itu dilanjutkan dengan tempat atau lokus penelitian, jenis dan sumber data dan terakhuir dikemukakan mengenai analisis data yang digunakan yakni analisis kualitatif, dengan tahapan-tahapan antara lain reduksi data, display data dan penarikan kesimpulan.

9 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

OLEH: MUZAMIL

UNIVERSITAS TADULAKO

10 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN EMPIRIS

UNIVERSITAS TADULAKO

Khoerunisah (2019), Penelitian berjudul “Penguatan Solidaritas Sosial Masyarakat pada Tradisi Buyut Mider di Desa Pekandangan, Indramayu” yang membahas tentang bagaimana masyarakat Desa Pekandangan memelihara dan memperkuat solidaritas sosial melalui pelaksanaan tradisi Buyut Mider. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dalam identitas budaya masyarakat setempat.

11 of 25

12 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN EMPIRIS

UNIVERSITAS TADULAKO

Irena Siswanti (2022), Solidaritas Sosial dalam Tradisi Undhuh-Undhuh di Desa Mojowangi, Jombang Penelitian ini berfokus pada tradisi Undhuh-Undhuh, sebuah tradisi tahunan yang dilakukan oleh warga Desa Mojowangi sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen. Tradisi ini memiliki dimensi sosial dan religius yang kuat, terutama karena melibatkan dua komunitas agama yang dominan di desa tersebut, yaitu umat Muslim dan Kristiani.

13 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.1 TINJAUAN EMPIRIS

UNIVERSITAS TADULAKO

Naufal Dhiya Ulhaq (2025), Penelitian ini mengkaji bentuk solidaritas sosial yang tumbuh dan bertahan dalam komunitas Trah Bonokeling, sebuah kelompok adat yang tinggal di Desa Adiraja, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Fokus utama penelitian ini adalah tradisi unggahan, yaitu sebuah ritual adat yang dilakukan menjelang bulan Ramadan sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan penyucian diri.

14 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.2 SOLIDARITAS SOSIAL

UNIVERSITAS TADULAKO

Menurut Kamus Ilmiah Populer, istilah solidaritas dimaknai sebagai "rasa kesetiakawanan dan perasaan sepenanggungan" yang tumbuh dalam suatu komunitas. Selaras dengan hal tersebut, Paul Johnson dalam karyanya juga mengemukakan pandangannya mengenai solidaritas sebagai elemen penting yang memperkuat hubungan sosial antarmanusia, meskipun definisi lengkapnya masih perlu dijabarkan lebih lanjut dalam pembahasan berikutnya.

15 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.3 BENTUK BENTUK SOLIDARITAS

UNIVERSITAS TADULAKO

Solidaritas ini bergantung pada keseragaman antaranggota masyarakat yang menjalani norma-norma yang sama. Karena penekanan terhadap kesamaan begitu kuat, maka ruang untuk berkembangnya individualitas sangat terbatas. Tekanan sosial yang tinggi untuk tetap konform membuat individualisme sulit tumbuh dalam masyarakat dengan solidaritas mekanik (Doyle Paul Johnson, 1994).”

Solidaritas organik merupakan bentuk ikatan sosial yang didasarkan pada adanya saling ketergantungan antarindividu dalam masyarakat. Solidaritas ini muncul karena masyarakat terdiri dari perbedaan-perbedaan yang nyata, baik dalam hal pekerjaan, peran, maupun fungsi sosial yang dijalankan oleh setiap anggota (Basrun Umanailo, 2022).

MEKANIK

ORGANIK

16 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.4 TEORI KETERGANTUNGAN FUNSIONAL

UNIVERSITAS TADULAKO

Teori ketergantungan fungsional merupakan salah satu teori dalam perspektif fungsionalisme struktural yang dikembangkan oleh sosiolog Amerika, Talcott Parsons. Dalam pandangan Parsons, masyarakat adalah suatu sistem yang terdiri dari berbagai bagian atau subsistem yang saling bergantung satu sama lain untuk mempertahankan stabilitas dan keteraturan sosial.(George ritze, 2012) Setiap bagian masyarakat menjalankan fungsi tertentu yang berkontribusi terhadap kelangsungan hidup masyarakat secara keseluruhan.

17 of 25

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

2.5 KERANGKA PENELITIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Krisis budaya

(Lunturnya nilai lokal, melemahnya gotong royong, prrgrseran normasosial dan budaya).

Penguatan Solidaritas

Solidaritas mekanik

(kesamaan budaya, nilai dan norma lokal).

Solidaritas organik

(ketergantungan antar anggota, fungsi sosial masyarakat).

Dampak Positif solidaritas.

(pelestarian budaya, ketahanan sosial, kohesi sosial).

18 of 25

BAB III

METODE PENELITIAN

OLEH: MUZAMIL

UNIVERSITAS TADULAKO

19 of 25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 JENIS PENELITIAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Penelitian kualitatif, oleh Kirk dan Miller (Moleong, 2012:2) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif pada mulanya bersumber pada pengamatan kualitatif yang dipertentangkan dengan pengamatan kuantitatif. Demikian juga dengan Bogdan dan Taylor (Moleong 2012:4) mengemukakan bahwa metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati. Lebih jauh dari itu maka Kirk dan Miller (Moleong, 2012:4) menjelaskan bahwa penelitian kualitatif adalah tradisi tertentu dalam ilmu pengetahuan sosial yang secara fundamental bergantung dari pengamatan pada manusia baik dalam kawasannya maupun dalam peristilahannya.

20 of 25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.2 WAKTU & LOKASI

UNIVERSITAS TADULAKO

Desa Parigimpu’u Kecamatan Siniu Kabupaten Parigi Moutong. Penetapan lokasi tersebut didasarkan atas pertimbangan:

      • Adanya situs budaya yang perlu untuk dikembangkan
      • Solidaritas masyarakat yang tidak berfokus pada krisisnya budaya di daerah tersebut
      • Elemen pemerintah desa yang kurang effort dalam mengembangkan situs budaya

21 of 25

BAB III

METODE PENELITIAN

3.3 UNIT ANALISIS & INFORMAN

UNIVERSITAS TADULAKO

Karena penelitian ini adalah menyasar pada solidaritas sosial dan budaya, maka yang menjadi unit analisis adalah individu yang sering terlibat dalam aksi solidaritas serta masyarakat yang peduli terhadap situs budaya.

22 of 25

3.4 JENIS & SUMBER DATA

UNIVERSITAS TADULAKO

Untuk sumber data terdiri dari 2 (dua) sumber yakni: Pertama data sekunder adalah data yang sudah ada, sudah tersedia baik dalam bentuk catatan-catatan hasil penelitian, peraturan perundang-undangan dan bisa dengan mudah diperoleh, misalnya melalui media sosial (google) atau juga di Badan Pusat Statistik (BPS), termasuk di perpustakaan. Kedua data primer atau data asli dan baru, adalah data yang hanya dapat diperoleh dengan cara melakukan tanya jawab (wawancara) atau berkomunikasi langsung dengan pihak tertentu dalam hal ini informan.

BAB III

METODE PENELITIAN

23 of 25

3.5 TEKNIK PENGUMPULAN DATA

UNIVERSITAS TADULAKO

Pentingnya pengamatan ini karena ada fakta yang dibutuhkan tapi tidak dapat diperoleh melalui metode lainnya, namun dengan metode pengamatan dapat diperoleh.

berkomunikasi langsung seraya memberikan atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan permasalahan yang akan dijawab dalam rencana penelitian ini.

OBSERVASI

WAWANCARA

BAB III

METODE PENELITIAN

dokumentasi adalah bagian dari upaya untuk memperoleh data berupa catatan- catatan yang ada di Kantor Desa tempat penelitian, atau berupa dokumen yang ada di desa, dokumen mana dianggap dapat memperkaya data yang diperoleh.

DOKUMENTASI

24 of 25

3.5 TEKNIK ANALISIS DATA

UNIVERSITAS TADULAKO

BAB III

METODE PENELITIAN

Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, oleh karena itu maka analisis data yang akan penulis lakukan adalah analisis kualitatif dengan tahapan sebagai berikut: Pertama reduksi data, kedua display data dan tahapan ketiga adalah penarikan kesimpulan.

25 of 25

SEKIAN

TERIMA KASIH

OLEH: MUZAMIL

UNIVERSITAS TADULAKO