1 of 12

Takdir Manusia�Telah Ditulis

Hadits 4

2 of 12

Daftar Isi

  • Teks Hadits
  • Penciptaan Manusia
  • Peniupan Ruh
  • Penetapan Takdir

3 of 12

Penjelasan Hadits

4 of 12

Teks Hadits

إِنَّ أَحَدَكُمْ يُجْمَعُ خَلْقُهُ فِيْ بَطْنِ أُمِّهِ أَرْبَعِيْنَ يَوْمَاً نُطْفَةً، ثُمَّ يَكُوْنُ عَلَقَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يَكُوْنُ مُضْغَةً مِثْلَ ذَلِكَ، ثُمَّ يُرْسَلُ إِلَيْهِ الـْمَلَكُ فَيَنفُخُ فِيْهِ الرٌّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ. فَوَالله الَّذِيْ لاَ إِلَهَ غَيْرُهُ إِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ حَتَّى مَا يَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلاذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ فَيَدْخُلُهَا، وَإِنَّ أَحَدَكُمْ لَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ النَّارِ حَتَّى مَايَكُوْنُ بَيْنَهُ وَبَيْنَهَا إلا ذِرَاعٌ فَيَسْبِقُ عَلَيْهِ الكِتَابُ فَيَعْمَلُ بِعَمَلِ أَهْلِ الجَنَّةِ فَيَدْخُلُهَا“

  • Dari Abu Abdurrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: ‘Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bercerita kepada kami, dan beliau adalah orang yang benar lagi dibenarkan: ”Sesungguhnya salah seorang dari kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama 40 hari berwujud nuthfah (mani), kemudian menjadi ‘alaqah (gumpalan darah) selama itu juga, kemudian menjadi mudghah (gumpalan daging) selama itu juga. Kemudian diutus seorang malaikat, lalu dia meniupkan ruh kepadanya, dan dia (malaikat tadi) diperintah untuk menulis 4 kalimat (perkara): tentang rezekinya, amalannya, ajalnya dan (apakah) dia termasuk orang yang sengsara atau bahagia.
  • Demi Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan yang haq selain Dia, sesungguhnya salah seorang dari kalian, benar-benar beramal dengan amalan penduduk jannah (surga) sehingga jarak antara dia dengan jannah itu tinggal sehasta. Namun dia didahului oleh al kitab (catatan takdirnya) sehingga dia beramal dengan amalan penduduk neraka, maka diapun masuk ke dalamnya. Dan sunguh, salah deorang dari kalian beramal dengan amalan penduduk neraka hingga jarak antara di dengan neraka tinggal satu hasta. Namun dia didahului oleh catatan takdir, sehingga dia beramal dengan amalan penduduk jannah, maka dia masuk ke dalamnya.” (HR Al Bukhari dan Muslim)

5 of 12

120 Hari (4 bulan)�Penciptaan Manusia

Nutfah

40 hari

‘alaqoh

40 hari

Mudghoh

40 hari

6 of 12

“Dan tidaklah Aku Menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka menyembah-Ku”

QS. Adz-Dzariyat: 56

Tujuan Hidup

7 of 12

Peniupan Ruh Manusia

  1. Manusia baru menjadi manusia setelah 4 bulan di dalam kandungan (saat ditiupkan ruh)
  2. Kewajiban manusia adalah menyembah Allah. Maka kewajiban orang tua adalah memberikan Pendidikan agar anaknya menyembah Allah.
  3. Ketika dalam kandungan didoakan, Ketika lahir didoakan, Ketika tumbuh diberikan Pendidikan. Ketika menikah, didoakan agar mempunyai keturunan yang saleh dan taat menyembah Allah

8 of 12

Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, sedangkan kamu diberi pengetahuan hanya sedikit.”

QS. Al-Isra: 85

9 of 12

Penetapan Takdir

  • Rezeki manusia (Harta, Kesehatan)
  • Amal (cinta Allah atau cinta dunia)
  • Mati (kapan dan di mana kita mati)
  • Kebahagiaan (Seberapa Bahagia/sengsara)

10 of 12

Takdir:

Antara Fatalisme dan Free Will

Allah telah menetapkan takdir,

tetapi kewajiban manusia untuk berusaha dan berdoa. Kata Nabi saw, “Tidak ada yang mengubah takdir, kecuali doa”

Fatalisme

(Manusia terjerat takdir Allah,

kerja keras tak berarti)

Free Will

(Tidak ada takdir Allah, kerja keras

yang menentukan keberhasilan)

11 of 12

Memahami Takdir dari Kisah Umar

Umar bin Khathab, sahabat Rasulullah SAW yang dikenal sangat cerdas dan memiliki intelektualisme tinggi, mempunyai pemahaman menarik mengenai takdir itu. Diceritakan, selaku khalifah Umar bin Khathab pernah berencana melakukan kunjungan ke Suriah. Tiba-tiba terbetik berita bahwa di daerah itu sedang terjadi wabah penyakit menular.

Lalu, Khalifah Umar membatalkan rencana kunjungannya itu. Para sahabat banyak yang protes atas sikap Umar itu. ''Apakah Tuan hendak lari dari takdir Allah?'' tanya mereka. Jawab Umar, ''Aku lari dari takdir Allah kepada takdir Allah yang lain.''

Secara teologis, jawaban Umar ini sangat menarik untuk dipelajari. Dari jawaban tersebut, terlihat bahwa Umar tidak memahami takdir dalam arti sempit dan tidak dalam arti fatalistik (jabariyah). Di sini Umar memandang bahwa wilayah yang terkena musibah itu sebagai takdir Allah, tetapi wilayah yang aman dan tenteram juga takdir Allah.

12 of 12

“Sesungguhnya, shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku

Adalah untuk Allah…”

(QS. Al-An’am 162)