Sales & Operation Process
Pendahuluan
Enterprise Resource Planning (ERP) berakar dari Materials Requirements Planning (MRP)
MRP masih merupakan suatu bagian besar dari system ERP.
Supply Chain Management melihat kepada keseluruhan sistem suplai dari bahan baku sampai kepada barang jadi pada rak pengecer.
Tiga Prinsip Penting
Aggregate Planning/S&OP
Pada ERP disebut sebagai Sales & Operation Planning
Merupakan perencanaan jangka menengah yang mencakup
Produk di-aggregate-kan kedalam kelompok produk (family product) untuk mengurangi jumlah variabel yang harus dipertimbangkan ketika mengembangkan suatu rencana produksi.
Pembuatan kelompok produk dapat rumit, seperti mengelompokan produk dari ukuran packing yang berbeda, merek yang berbeda, untuk perusahaan barang konsumsi dapat mengelompokan seperti sampho, detergent, sabun.
Perencanaan aggregate dapat bulanan, kemudian nantinya akan di-disaggregate untuk menentukan kebutuhan material mingguan dan jadwal produksi harian.
Planning Horizon: 3 – 18 bulan
Hasil: Aggregate Plan
Tujuan Aggregate Planning/S&OP
Hasil dari Aggregate Planning
A poor aggregate plan can result in lost sales, lost profit, excess inventory, or excess capacity.
S&OP (lanjutan)
Chase strategy bermanfaat ketika biaya penyimpanan persediaan tinggi dibandingkan dengan biaya menyesuaikan kapasitas
Level strategy bermanfaat ketika biaya penyimpanan persediaan relatif rendah, sehingga produksi dilakukan diawal untuk mengantisipasi demand.
Strategy Pendekatan
Chase Strategy
Mixed Strategy
Level Strategy
Aggregate Planning Options
Option | Advantages | Disadvantages | Comments |
Changing Inventory levels | Changes in human resources are gradual or none; no abrupt production changes | Inventory holding cost may increase Shortages may result in last sales | Applies mainly to production, not service, operations |
Varying workforces size by hiring or layoffs | Avoid the cost of other alternatives | Hiring, layoff, and training cost may be significant | Used where size of labor pool is large |
Varying production rates through overtime or idle time | Matches seasonal fluctuations without hiring/training | Overtime premiums; tired workers, may not meet demand | Allow flexibility within the aggregate plan. |
Sub-contracting | Permits flexibility and smoothing of the fir’s output | Loss of quality control, reduced profits; loss of future business | Applies mainly in production setting |
Aggregate Planning Options (cont…)
Option | Advantages | Disadvantages | Comments |
Using part-time workers | Is less costly and more flexible than full-time workers | High turnover/training costs quality suffers; scheduling difficult | Good for unskilled jobs in area with large temporary labor pools |
Influencing demand | Tries to use excess capacity. Discounts draw new customers | Uncertainty in demand. Hard to match demand to supply exactly | Creates marketing ideas. Overbooking used in some businesses |
Back ordering during high demand periods | May avoid overtime. Keeps capacity constant | Customer must be willing to wait, but goodwill is lost | Many companies back order |
Counter-seasonal product and service mixing | Fully utilizes resources; allows stable workforce | May require skills or equipment outside the firm’s area of expertise | Risky finding produycts or services with opposite demand patterns |
Production Planning pada SAP ERP
Production Planning (lanjutan...)
S&OP pada SAP ERP
Sales Forecasting
Pada SAP R/3, data sales secara otomatis tercatat ketika penjualan dibuat pada module SD (Sales Distribution), sehingga memudahkan proses forecasting.
Forecasting pada SAP R/3
Karena sistem SAP R/3 adalah terintegrasi, nilai data sales secara historical adalah tersedia untuk forecasting.
Didalam forecasting, koreksi terhadap data histori adalah sah jika:
1. Produksi tidak dapat memenuhi demand, sehingga data histori tidak mencerminkan kondisi sebenarnya.
2.Kondisi tidak biasanya seperti cuaca mempengaruhi demand.
3. Efek dari promosi penjualan perlu dikeluarkan dari data
Pada SAP R/3, sejumlah model forecasting adalah tersedia.
Koreksi data Forecast
Sales provided from
SD module
Field where planner can
“correct” the sales value
Model Forecast pada SAP R/3
Evaluasi Hasil Forecast
Historical
Sales Values
Forecasted Sales
Menggunakan metode Grafik untuk mengevaluasi Hasil Forecast
Demand Strategies
Quiz
Perhitungan Kapasitas
Contoh S&OP
21 hari x 333 peti/hari
5906/6999
70% x 5906
Disaggregate planning
Kesimpulan
Sistem ERP menyediakan tools yang memuaskan, tetapi membutuhkan komitmen dari semua pihak untuk sukses.
Quiz
Strategy perencanaan produksi terdiri dari:
a. Chase strategy
b. Level strategy
c. Mixed strategy
d. a dan b benar
e. semua yang diatas benar
Quiz
Manakah yang berikut ini secara akurat menggambarkan suatu chase strategy?
a. Perusahaan memproduksi jumlah yang sama selama periode perencanaan dan menangani variasi pada demand melalui pemakaian persediaan dan lembur.
b. Perusahaan memproduksi pada tingkat yang sama untuk beberapa bulan, dan kemudian menyesuaikan produksi kepada level lainnya dan memproduksi pada level tersebut untuk beberapa bulan.
c. Perusahaan memproduksi persisnya apa yang dibutuhkan setiap bulan
d. Semua yang diatas menjelaskan strategi tersebut, tergantung pada perusahaan.
e. Pernyataan diatas, tidak ada yang akurat menjelaskan.
Quiz
Suatu perencanaan strategy level dengan suatu tenaga kerja stabil dan menghasilkan output yang konstan (Benar/Salah)
Quiz
Pada suatu perencanaan produksi ___, tujuan untuk menyamakan produksi pada masing-masing periode dengan ____ periode tersebut, untuk menghindari kebutuhan untuk penyimpanan persediaan:
a. Chase, Demand
b. Level, Demand
c. Chase, Supply
d. Level, Supply
e. Hybrid, Demand
Quiz
Perencanaan aggregate menyeimbangkan:
a. Demand dan Cost
b. Demand dan Inventories
c. Demand dan Capacity
d. Supply dan Capacity
e. Supply dan Cost
Quiz
Pada strategy produksi level menyediakan laju output yang konstan pada keseluruhan periode perencanaan dan tidak membutuhkan:
a. Overtime
b. Perubahan pada level tenaga kerja
c. Subcontracting
d. A dan B
e. Semua yang diatas
Quiz
Pada umumnya perusahaan jasa mengembangkan aggregate plan berdasarkan kebutuhan sumber daya manusia (Benar/Salah)
Quiz
Dalam kasus lost sales, akan terjadi:
a. Kehilangan profit penjualan
b. Biaya ketidakmampuan memenuhi demand
c. A dan B benar
d. Bukan A maupun B
Quiz
Salah satu pilihan untuk mengubah pola dari demand adalah:
a. Menambah tenaga kerja
b. Menggunakan lembur
c. Menyimpan persediaan
d. Sub kontrak
e. Harga
Tugas
Buatlah rencana produksi, dimana utilisasi tidak boleh melebihi 92%
Sekian & Terima Kasih
http://mcu.edu.tw/~ychen/op_mgm/notes/prod_planning.html