1 of 33

SALAM & BAHAGIA

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Damai Sejahtera, Om Swastyastu, Namo Buddhaya, Salam Kebajikan, Rahayu untuk kita semua di ruang virtual ini"

SARI WARSIYAH

CGP ANGKATAN 3

Kab. Klaten

2 of 33

Paket Modul 3

Pemimpin Pembelajaran Dalam Pengembagan Sekolah

3 of 33

“Kita yang memilih profesi sebagai pendidik berarti memilih untuk mengurusi kehidupan, memilih untuk bertanggung jawab dalam meningkatkan kualitas manusia, memilih untuk bertanggung jawab bagi kehidupan orang banyak.

Tak perlu gengsi, saling belajar, saling memberi masukan. Jadilah seperti air.

Teguh pendiriannya namun juga siap untuk menyesuaikan diri dalam

menjalani proses belajar yang dilalui.” (Itje Chodidjah, 2021)

4 of 33

Capaian Khusus Modul

  • CGP dapat melakukan praktik pengambilan keputusan yang berdasarkan prinsip pemimpin pembelajaran.
  • CGP dapat mengidentifikasi jenis-jenis paradigma dilema etika yang dihadapi oleh dirinya sendiri maupun orang lain; CGP mampu bersikap reflektif, kritis, kreatif, dan terbuka dalam menganalisis dilema tersebut.
  • CGP dapat memilih dan memahami 3 (tiga) prinsip yang dapat

dilakukan untuk membuat keputusan dalam dilema pengambilan keputusan.

  • CGP dapat menerapkan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan yang diambil dalam dilema etika; CGP bersikap reflektif, kritis, dan kreatif dalam proses tersebut.

5 of 33

Pemahaman Inti

  • Modul ini berfokus pada pengembangan keterampilan (skill) guru dalam pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran.
  • Tidak ada benar atau salah pada jawaban atas berbagai kasus yang

ada, selama pengambilan keputusan didasarkan pada nilai-nilai

kebajikan universal, kepentingan murid, dan rasa tanggung jawab.

6 of 33

Pemahaman Inti

  • Sekolah adalah ‘institusi moral’, yang dirancang untuk

mengajarkan norma-norma sosial.

  • Keputusan-keputusan merefleksikan nilai-nilai

yang

yang

diambil di sekolah

dijunjung tinggi oleh

akan sekolah

tersebut, dan akan menjadi rujukan atau teladan bagi seluruh

warga sekolah.

  • Pendidik adalah teladan bagi murid untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila.

7 of 33

Pemahaman Inti

  • Dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri untuk menghadapi konsekuensi dan implikasi dari keputusan yang kita ambil karena tidak ada keputusan yang mengakomodasi seluruh kepentingan para pemangku kepentingan.
  • Diperlukan kejelasan visi dan misi, budaya, dan nilai-nilai yang dianggap penting di sekolah, agar bisa menjadi acuan dalam pengambilan keputusan.

8 of 33

Pemahaman Inti - Koneksi Antarmateri

  • Keterampilan coaching akan membantu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan untuk memprediksi hasil, dan melihat berbagai opsi sehingga dapat mengambil keputusan dengan baik.
  • Diperlukan kompetensi kesadaran diri (self awareness), pengelolaan diri (self management), kesadaran sosial (social awareness) dan keterampilan berhubungan sosial (relationship skills) untuk mengambil keputusan.
  • Diharapkan proses pengambilan keputusan dapat dilakukan secara sadar penuh (mindful), sadar dengan berbagai pilihan dan konsekuensi yang ada.

9 of 33

Pendidikan adalah sebuah seni untuk mencipta manusia menjadi beretika.

~ Georg Wilhelm Friedrich Hegel ~

10 of 33

Beban dan amanah kepemimpinan adalah mengimbangi semua prioritas yang terpenting. Tugas saya dalam pendidikan adalah melakukan yang terbaik. Apa yang diinginkan kadang-kadang belum tentu itu yang terbaik. Dan untuk membuat perubahan, apalagi perubahan transformasional, pasti ada kritik. Sebelum mengambil keputusan, tanyakan, apakah yang kita lakukan berdampak pada peningkatan pembelajaran murid? (Nadiem Makarim, 2020)

11 of 33

9 Keterampilan Kepemimpinan Pendukung

Pemimpin Pembelajaran

Manajemen

Waktu dan Kehidupan

Kepemimpinan

Pembelajaran

Agen

Perubahan

Tujuan dan Usaha

Bersama

Pengambilan Keputusan Beretika

Pengaruh Komunikasi Persuasif

Iklim

Komunitas

Transisi

Kepemimpinan

dan

Perencanaan

Suksesi

Budaya

Arahan

yang Jelas dan Tegas

Pengetahuan Diri

Mike Rutherford, 2017

12 of 33

13 of 33

Konsep-konsep Utama Modul 3.1

Dilema Etika atau Moral? Bujukan

1

2

3

4

Sekolah sebagai Institusi Moral

Nilai-nilai Kebajikan Universal

14 of 33

Apa saja hal-hal yang Bapak Ibu masih ingin ketahui dari Modul Pengambilan Keputusan sebagai Pemimpin Pembelajaran?

15 of 33

Bujukan Moral

Dilema Etika

Dilema Etika atau Bujukan Moral?

16 of 33

Bujukan Moral

Ketika seseorang harus memilih dan membuat keputusan antara benar dan salah.

Dilema Etika:

Ketika seseorang harus memilih antara 2 opsi dimana kedua-duanya secara moral benar, tetapi saling bertentangan.

Ini adalah saat dimana kita harus membuat keputusan antara benar dan benar.

17 of 33

Pertanyaan-pertanyaan tentang Dilema Etika atau Bujukan Moral

  • Bagaimana cara membedakan bujukan moral dan dilema etika?
  • Dilema Etika dan Bujukan moral pasti ada dalam sebuah sistem pendidikan saat ini. Sebenarnya siapakah yang paling dimintai pertanggung jawaban terkait keputusan-keputusan dilema etika dan bujukan moral tersebut?
  • Dalam kasus yang termasuk bujukan moral (benar atau salah) hati nurani ingin memilih yang benar tetapi sistem memaksa kita untuk memilih yang salah, bagaimana cara kita agar bisa konsisten memilih yang benar tanpa melawan sistem yang ada?
  • Sikap apa yang paling tepat dan langsung bisa di ambil seandainya hal dan peristiwa yang tengah dan sedang terjadi itu adalah sebuah bujukan moral ?
  • Bagaimana kita seharusnya menyikapi kasus bujukan moral

18 of 33

Keadilan

Kasihan

Paradigma Dilema Etika

19 of 33

1. Individu lawan Masyarakat

  • Pertentangan antara individu yang berdiri sendiri melawan sebuah kelompok yang lebih besar di mana individu ini juga menjadi bagiannya.
  • Konflik antara kepentingan pribadi melawan kepentingan orang lain, atau kelompok kecil melawan kelompok besar.
  • ‘Individu’ di dalam paradigma ini tidak selalu berarti ‘satu orang’. Individu di sini juga dapat berarti

sebuah kelompok kecil dalam hubungannya dengan kelompok yang lebih besar.

  • Seperti juga ‘kelompok’ dalam paradigma ini dapat berarti kelompok yang lebih besar lagi. Itu dapat berarti kelompok masyarakat kota yang sesungguhnya, tapi juga bisa berarti kelompok sekolah, sebuah kelompok keluarga, atau keluarga Anda.
  • Dilema ini adalah bagaimana membuat pilihan antara apa yang benar untuk satu orang atau kelompok

kecil , dan apa yang benar untuk yang lain, kelompok yang lebih besar.

  • Guru kadang harus membuat pilihan seperti ini di dalam kelas. Bila satu kelompok membutuhkan waktu yang lebih banyak pada sebuah tugas, tapi kelompok yang lain sudah siap untuk ke pelajaran berikutnya, apakah pilihan benar yang harus dibuat?
  • Guru juga seringkali menghadapi dilema individu lawan kelompok.

20 of 33

2. Rasa Keadilan lawan Rasa Kasihan

  • Ada pilihan antara mengikuti aturan tertulis atau tidak mengikuti aturan sepenuhnya.
  • Memilih antara keadilan dan perlakuan yang sama bagi semua orang karena berdasarkan rasa hormat terhadap keadilan (atau sama rata).
  • Membuat pengecualian, mempertimbangkan kembali peraturan karena kemurahan hati, kebaikan, dan kasih sayang.
  • Kedua-duanya merupakan pilihan yang benar.
  • Misalnya ada peraturan di rumah bahwa Anda harus ada di rumah pada saat makan malam. Suatu hari Anda pulang ke rumah terlambat karena seorang teman membutuhkan bantuan Anda. Ini dapat menunjukkan dilema keadilan lawan rasa kasihan, terhadap orang tua Anda. Apakah ada konsekuensi dari melanggar peraturan tentang pulang ke rumah tepat waktu untuk makan malam, atau haruskah orang tua Anda membuat pengecualian?

21 of 33

3. Kebenaran lawan Kesetiaan

  • Kadang kita perlu untuk membuat pilihan antara berlaku jujur dan

berlaku setia (atau bertanggung jawab) kepada orang lain.

  • Apakah kita akan jujur menyampaikan informasi berdasarkan fakta atau kita menjunjung nilai kesetiaan pada profesi, kelompok tertentu, atau komitmen yang telah dibuat sebelumnya.
  • Pada jaman perang, tentara yang tertangkap kadang harus memilih antara mengatakan yang sebenarnya kepada pihak musuh atau tetap setia kepada teman tentara yang lain.
  • Kita terkadang harus memilih antara mengatakan yang sebenarnya

atau melindungi teman (saudara) yang dalam masalah.

22 of 33

4. Jangka Pendek lawan Jangka Panjang

  • Paradigma ini paling sering terjadi dan mudah diamati.
  • Kadang kita harus memilih antara yang terbaik untuk saat ini dan untuk masa yang akan datang.
  • Paradigma ini bisa terjadi di level personal dan permasalahan sehari-hari,

atau pada level yang lebih luas, misalnya pada isu-isu dunia secara global, misalnya lingkungan hidup, misalnya penggunaan plastik yang berdaya guna, namun limbah yang merusak lingkungan, dll.

  • Orang tua kadang harus membuat pilihan ini. Contohnya: Mereka harus

memilih antara seberapa banyak uang untuk digunakan sekarang dan seberapa banyak untuk ditabung nanti.

23 of 33

Pertanyaan-pertanyaan tentang 4 Paradigma Dilema Etika

  1. Apa pentingnya mengidentifikasi paradigma pada sebuah

pengambilan keputusan?

  1. Dapatkah satu masalah menyangkut beberapa paradigma? Jika ya, maka bagaimana penyelesaiannya?
  2. Apakah ada paradigma selain 4 paradigma dilema etika dalam pengambilan keputusan?
  3. Bolehkah melibatkan pihak lain dalam membantu penyelesaian kasus

di luar suatu lokasi permasalahan? Misalnya permasalahan terjadi di

sekolah, namun kita meminta bantuan di rumah dengan anggota keluarga kita?

  1. Kriteria apa yang diperlukan untuk menentukan prinsip pengambilan

keputusan yang tepat?

24 of 33

3 Prinsip Pengambilan Keputusan

Berbasis

Hasil Akhir

Berbasis Aturan

Berbasis

Rasa Peduli

25 of 33

Pertanyaan-pertanyaan tentang 3 Prinsip Pengambilan Keputusan

  • Apakah dibenarkan ketika kita ingin mengambil keputusan, menggunakan lebih dari satu prinsip dalam pengambilan keputusan ?
  • Jelaskan dan berikan masing-masing contoh dari 3 Prinsip Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran?
  • Pada prinsip Rule Based-Thinking, kadang pengambilan keputusan tersebut merugikan atau berdampak negatif pada sekelompok orang, karena peraturan tersebut kadang ada kelemahan atau kesalahan, bagaimana prinsip ini bisa digunakan untuk mengambil sebuah keputusan?
  • Dalam pengambilan keputusan, bagaimana caranya memilih prinsip

pengambilan keputusan yang sesuai?

  • Apakah dalam proses pengambilan keputusan harus menerapkan 3 prinsip?
  • Apakah ada prinsip yang paling utama dari ketiga prinsip pengambilan keputusan?
  • Pada saat pengambilan keputusan, apakah hanya 1 prinsip yang kita gunakan

atau boleh lebih dari 1 prinsip?

26 of 33

9 Langkah Pengambilan

dan Pengujian Keputusan

27 of 33

Uji Legal

  • Apakah ada aspek pelanggaran hukum dalam

situasi tersebut?

  • Apakah ada pelanggaran peraturan/kode etik

profesi dalam kasus tersebut?

Uji Regulasi

  • Berdasarkan perasaan dan intuisi Anda, apakah

ada yang salah dalam situasi ini?

Uji Intuisi

  • Apa yang Anda rasakan bila keputusan Anda

dipublikasikan di halaman depan koran?

Uji Publik

  • Kira-kira, apa keputusan yang akan diambil

oleh panutan/idola Anda dalam situasi ini?

Uji Idola

Jika situasi gagal melalui salah satu uji tersebut, maka tidak perlu melanjutkan pada langkah berikutnya, kemungkinan besar situasi tsb adalah bujukan moral, bukan dilema etika.

28 of 33

9 Langkah Pengambilan

dan Pengujian Keputusan

29 of 33

Pertanyaan-pertanyaan tentang 9 Langkah Pengujian

  1. Apakah semua tahapan tersebut harus dilakukan semua dalam

proses pengambilan keputusan?

  1. Mengapa uji halaman depan koran/ publikasi diperlukan dalam langkah pengambilan keputusan?
  2. Mengapa disebut investigasi opsi trilemma?
  3. Mohon penjelasan lebih lanjut mengenai 9 langkah pengambilan keputusan bagian ‘Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan dalam situasi ini’. Apakah bagian ini sama halnya dengan 4 paradigma pengambilan keputusan?
  4. Jika menerapkan 9 langkah tersebut, apakah dapat dipastikan bahwa keputusan yang diambil akan bisa mengakomodasi semua pemangku kepentingan (stakeholder) sekolah? Mengapa?

30 of 33

  • Dalam pengambilan keputusan pemimpin pembelajaran yang melalui 4 Paradigma, 3 Prinsip, dan tahapan 9 Langkah, pada dilema etika, apakah yang menjadi tolak ukur ketepatan pengambilan keputusan? Agar tidak ada penyesalan karena ketidaktepatan pengambilan keputusan di kemudian hari.
  • Bagaimana bila keputusan yang sudah kita dapatkan lewat proses 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan, ternyata masih ada pertentangan dengan pihak yang lebih tinggi dari kita atau para pemangku kebijakan? Apa yang harus kita lakukan?
  • Bagaimanakah cara mengambil keputusan dalam waktu yang singkat dan keputusan yang kita ambil itu tepat? Apakah tetap memakai 9 tahap pengujian pengambilan keputusan?

Pertanyaan-pertanyaan tentang Penerapan Dilema Etika dalam Pengambilan Keputusan

31 of 33

Dalam situasi tertentu kadang sebagai guru kita tidak diberikan pilihan untuk mengambil keputusan karena tuntutan dari atasan atau pejabat di atasnya. Padahal menurut saya apa yang terjadi merupakan masalah dilema etika yang membutuhkan pengambilan keputusan yang tepat. Bagaimana menghadapi hal semacam ini?

Pertanyaan-pertanyaan tentang Kendala-kendala

dalam Pengambilan Keputusan?

32 of 33

Refleksi

  • Bagaimana Modul 3.1 ini telah membantu dan memperkaya keterampilan Anda dalam pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin pembelajaran?

  • Adakah yang berubah, atau adakah hal-hal baru, atau pertanyaan- pertanyaan lanjutan yang masih Anda pikirkan setelah mempelajari modul ini?

  • Untuk selanjutnya langkah-langkah apa yang akan Anda terapkan dalam pengambilan suatu keputusan yang mengandung unsur dilema etika?

33 of 33

“Teruslah bertanya,

Teruslah Belajar, & Teruslah Bermanfaat“

SARI WARSIYAH

Terima kasih salam & bahagia