KORUPSI DAN PATOLOGI SOSIAL �TOPIK : DAMPAK KORUPSI
SRI HASTUTI L., M.Pd.
PAK INDONESIA
Nomor PAK 915.0.00448 2021
Tetep Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi
BIODATA
Nama : Dra. Sri Hastuti Lastyawati, M.Pd
Jabatan : PAK INDONESIA, nomor PAK 915.0.00448 2021
Nomor HP : 081 33 00 182 73
Organisasi :
1. AP3KnI Provinsi Jawa Tengah (Bendahara dan Anggota)
2. Korps Pelatih Kwarcab Surakarta
3. KomPAK Jawa Tengah
4. FOSPASORA
5. KomPAK Surakarta
Pendidikan :
1. S1
2. S2
KARYA:
1. Buku PPKn SMP, SMA/SMK/MA
2. Buku Sejarah SMK/SMA/MA
3. Buku IPS SMK
4. Buku Sosilogi SMA
5. Penulis Artikel/Opini di Majalah,
6. Publikasi Ilmiah, Karya Inovatif
VISI DAN MISI
VISI: Bersama Warga Masyarakat , Berintegritas Mencegah Memberantas dan Menurunkan Tingkat Korupsi Menuju Indonesia semakin Maju
MISI: Bersama mahasiswa Prodi PPKn FKIP UNS Berintegritas Mencegah Memberantas dan Menurunkan Tingkat Korupsi Menuju Indonesia semakin Maju
TUJUAN PEMBERANTASAN KORUPSI
NILAI-NILAI ANTI KORUPSI / NILAI INTEGRITAS
BERJUMPA DI KERTAS
Berani
Jujur
Mandiri
Peduli
Adil
Disiplin
Kerja Keras
Tanggung Jawab
Sederhana
MASTER SIAP BERAKSI
JUJUR
KOMPETEN
BERDAYA
PATOLOGI SOSIAL
Pengertian
Faktor Penyebab
RUANG LINGKUP �PATOLOGI SOSIAL
Masalah Sosial
Disorganisasi
Maladjusment
Abnormal
CONTOH PATOLOGI SOSIAL
Pelecehan Seksual
Kekerasan
Korupsi
Penyalahgunaan Zat
Pelanggaran HAM
PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
Adanya ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat yang jika dibiarkan dapat membahayakan interaksi dalam kelompok sosial (Soerjono Soekamto).
Kondisi sosial yang tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat setelah dievaluasi oleh masyarakat
(Pincus & Minahan).
Kondisi di dalam masyarakat yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat tersebut
(Earl Rubington & Martin S. Weinberg).
FAKTOR PENYEBAB�MASALAH SOSIAL
Faktor Ekonomi
Kemiskinan, penjarahan, gizi buruk, pengangguran
Faktor Budaya
Pergaulan bebas, tawuran, kenakalan remaja
FAKTOR PENYEBAB�MASALAH SOSIAL
Faktor Biologi
Covid-19, Flu Spanyol, keracunan makanan
Faktor Psikologi
Skizofrenia, depresi, bunuh diri, aliran sesat, antisosial
KARAKTERISTIK�PERMASALAHAN SOSIAL
Terjadi Berulang Kali dan Berpotensi Berkesinambungan
Kondisi yang Sama Dirasakan Oleh Banyak Orang
Kondisi Dinilai Tidak Menyenangkan
Kondisi yang Menyebabkan Adanya Perpecahan
Masalah Harus Diselesaikan Secara Proaktif dan Kolektif
DAMPAK�PERMASALAHAN SOSIAL
Solusi Permasalahan Sosial
- Mengembangkan Industri Kecil di Pedesaan
- Meningkatkan Mobilitas Tenaga Kerja dan Stabilitas Modal
- Menanamkan Nilai-Nilai Moral dan Agama
- Memberikan Bantuan Asuransi Kesehatan
- Memberikan Dana (BOS) Kepada Siswa
- Memberikan Program Beasiswa
- Memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT)
ASPEK TINGKAH LAKU �YANG MENYIMPANG
Aspek Lahiriah
Deviasi lahirlah yang verbal dalam bentuk : kata-kata makin, slang logat, bahasa populer, kata-kata kotor yang tidak senonoh dan cabul, sumpah serapah, dialek-dialek dalam dunia politik dan dunia kriminal, ungkapan- ungkapan sandi, dan lain-lain.
Deviasi lahiriah yang nonverbal; yaitu semua tingkah laku yang nonverbal yang nyata kelihatan.
Aspek-aspek simbolik yang tersembunyi
Mencakup sikap-sikap hidup, emosi-emosi, sentimen-sentimen, dan motivasi-motivasi yang mengembangkan tingkah laku menyimpang.
MACAM DEVIASI�DALAM LINGKUNGAN
1. Deviasi Individual
Ditimbulkan oleh cirri-ciri yang unik dari individu yang berasal dari anomali-anomali, variasi-variasi biologis, dan kelainan-kelainan psikis tertentu yang sifatnya ada sejak lahir
MACAM DEVIASI�DALAM LINGKUNGAN
2. Deviasi Situasional
Disebabkan oleh pengaruh bermacam-macam kekuatan situasional/sosial diluar individu atau oleh pengaruh situasi, dimana pribadi yang bersangkutan menjadi bagian integral dari dirinya.
MACAM DEVIASI�DALAM LINGKUNGAN
3. Deviasi Sistematik
Satu subkultur atau satu sistem tingkah laku yang disertai organisasi sosial khusus, status formal, peranan-peranan, nilai-nilai, rasa kebanggaan, norma dan moral tertentu yang semuanya berbeda dengan situasi umum.
Pengertian menurut KBBI
Patologi social adalah gejala-gejala sosial yang dianggap “sakit”, disebabkan oleh faktor-faktor sosial
Ruang Lingkup
1. Masalah social
2. Disorganisasi
3. Maladjustment
4. Abnormal
Jenis-jenis
Kriminalitas
Perilaku buruk yang dapat dilakukan oleh siapapun dan dapat dilakukan dengan adanya kesadaran penuh dengan cara direncanakan dan diarahkan pada tujuan tertentu.
Sex Pathologi
Kondisi yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, dimana seseorang tidak melakukan perbuatan sesuai dengan norma-norma yang ada dalam lingkungan sekitarnya.
Kenakalan Remaja
Tingkah laku jahat yang dilakukan oleh anak-anak muda dan termasuk dalam gejala sakit (patologis) karena adanya berbagai bentuk pengabaian sosial, yang pada akhirnya membuat mereka tidak memiliki role model yang baik untuk ditiru.
Faktor Penyebab
Faktor Ekonomi
Faktor Usia
Faktor Keluarga
Faktor Lingkungan
Faktor Pendidikan
Contoh
Perjudian
Korupsi
Kriminalitas
Pelacuran
APA ITU KORUPSI?
Penyalahgunaan kekuasaan yang dipercayakan untuk keuntungan pribadi.
Transparency International
Perilaku melawan hukum dengan maksud memperkaya diri sendiri/ orang lain, baik perorangan maupun kerjasama yang dapat merugikan keuangan negara/ perekonomian negara.
Hukum di Indonesia
Setiap orang yang termasuk pada kategori melawan hukum, melakukan suatu perbuatan yang memperkaya diri sendiri, menguntungkan diri sendiri, atau orang lain.
UU No. 31 Tahun 1999
PENYEBAB KORUPSI, adalah adanya �FAKTOR INTERNAL dan EKTERNAL �A. FAKTOR INTERNAL antara lain
Aspek Perilaku Individu (Sikap Tamak/ Rakus Manusia)
Aspek Sosial
��� �B. FAKTOR EKSTERNAL�
Aspek Sikap Masyarakat terhadap Korupsi
Aspek Ekonomi
Aspek Politis
Aspek Organisasi
GRATIFIKASI
Pengertian
Contoh
PEMERASAN
Pengertian
Contoh
S U A P
Pengertian
Contoh
UANG PELICIN
Pengertian
PENDIDIKAN ANTIKORUPSI
Pengertian
Penanaman dan penguatan nilai-nilai dasar yang diharapkan mampu membentuk sikap antikorupsi pada diri peserta didik.
Target Utama
Memperkenalkan fenomena korupsi yang mencakup kriteria, penyebab dan akibatnya, meningkatkan sikap tidak toleran terhadap tindakan korupsi, menunjukan berbagai kemungkinan usaha untuk melawan korupsi serta berkontribusi terhadap standar yang ditetapkan sebelumnya seperti mewujudkan nilai-nilai dan kapasitas untuk menentang korupsi dikalangan generasi muda.
LANGKAH-LANGKAH ANTIKORUPSI
Memperbaiki moral manusia sebagai umat beriman
Memperbaiki moral bangsa
Meningkatkan kesadaran hukum individu dan masyarakat melalui sosialisasi dan pendidikan antkorupsi
Mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan
Memilih pemimpin (semua level) yang bersih, jujur, antikorupsi, peduli, cepat tanggap (responsif) dan dapat menjadi teladan bagi yang dipimpin
Secara ringkas perbuatan-perbuatan korupsi dapat dikelompokkan menjadi:
1. Merugikan keuangan negara;
2. Suap menyuap (istilah lain: sogokan atau pelicin);
3. Penggelapan dalam jabatan;
4. Pemerasan;
5. Perbutan curang;
6. Benturan kepentingan dalam pengadaan;
7. Gratifkasi (istilah lain: pemberian hadiah).
Korupsi dikatakan sebagai kejahatan luar biasa karena korupsi memiliki sifat luar biasa (extra ordinary) sehingga pemberantasannya juga harus menggunakan cara-cara yang luar biasa.
Sifat luar biasa (extra ordinary) dari korupsi:
1. Bersifat lintas negara
2. Terorganisasi/ oleh organisasi
3. Kerugiannya besar dan meluas
4. Target dan korbannya bisa siapa saja
5. Berpotensi dilakukan oleh siapa saja
Sumber: aclc.kpk.go.id
Pengkhianatan terhadap kepercayaan �(betrayal of trust)
DUA FAKTOR PENYEBAB KORUPSI
Faktor Internal
Faktor Eksternal
Pendapat yang Mengarah pada Faktor Internal (menurut Isa Wahyudi)
Pendapat yang Mengarah pada Faktor Eksternal (menurut Indonesia Corruption Watch/ ICW)
Menurut Jack Bologne, korupsi disebabkan karena adanya keserakahan (Greed), kesempatan (Opportunity), kebutuhan (Needs), dan pengungkapan (Expose). Teori penyebab korupsi ini dikenal dengan istilah GONE
LANGKAH-LANGKAH ANTIKORUPSI
Memperbaiki moral manusia sebagai umat beriman
Memperbaiki moral bangsa
Meningkatkan kesadaran hukum individu dan masyarakat melalui sosialisasi dan pendidikan antkorupsi
Mengentaskan kemiskinan melalui peningkatan kesejahteraan
Memilih pemimpin (semua level) yang bersih, jujur, antikorupsi, peduli, cepat tanggap (responsif) dan dapat menjadi teladan bagi yang dipimpin
DAMPAK KORUPSI
In-efisiensi dalam penyelenggaraan negara
Kenaikan biaya administrasi
Mengurangi kuantitas dan kualitas hasil pembangungan
Pelayanan Publik menurun
Menurunkan martabat aparat birokrasi
Ketidakpercayaan masyarakat terhadap birokrasi
Ketimpangan dlm Pendapatan ( Kaya –Miskin)
DAMPAK KORUPSI
2. PEMBANGUNAN FISIK JADI TERBENGKALAI
3. DEMOKRASI JADI NGGAK JALAN
Sumber: aclc.kpk.go.id
Beberapa Dampak Korupsi dan Koruptif bagi mahasiswa, antara lain tentang :
Contoh korupsi dan koruptif mahasiswa di Kampus
Misalnya membuli, datang terlambat, pacaran, membuang sampah sembarangan, meludah sembarangan, tidak disiplin, tidak seragam sekolah, tidak mengikuti upacara, tidak mengikuti Jumat bersih, tidak mengikuti Jumat religi, tidak mengikuti remidi, tidak mengumpulkan tugas, tidak mengikuti pelajaran, suka membolos, tidak mengikuti ulangan, tidak mengikuti PAS, dsb.
Strategi MENOLAK KORUPSI dan KORUPTIF adalah kita wajib mempelajari dan mendalami INTEGRITAS.
Mengapa?
Ada 3 cara mengaktualisasikan integritas, antara lain:
1. Diri Sendiri (Pantang terlibat tindak pidana korupsi, berlatih untuk berintegritas)
2. Ajak yang lain (pilih salah satu peran)
3. Melaporkan (Rahasia., Langsung, Bukti Permulaan Pendukung Laporan, Kemudahan, Terlindungi, Dihargai).
Sikap yang perlu dikembangkan agar generasi muda memiliki kesadaran tentang anti korupsi adalah :
Indikator keberhasilan pemberantasan korupsi adalah:
a. Menurunnya prosentase tindak pidana korupsi.
b. Kepercayaan publik terhadap pemerintah menguat.
c. Pengembalian uang negara meningkat.
d. Sistem pengawasan melekat pada instansi-instansi efektivitasnya meningkat.
Indikator Keberhasilan Pemberantasan Korupsi
BANGSA KITA INI TIDAK KEKURANGAN ORANG PINTAR, TAPI KEKURANGAN ORANG JUJUR
KESIMPULAN
APABILA INTEGRITAS DAPAT DIAKTUALISAIKAN, INDONESIA BEBAS KORUPSI DAN DAMPAK KORUPSI DAPAT DIHINDARI
DAFTAR PUSTAKA
Sumber
TUGAS UNTUK SELURUH MAHASISWA
Implementasi integritas pada saat DI KAMPUS UNS dalam rangka mengikuti perkuliahan yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila , yaitu :
“Terima Kasih”