1 of 14

STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPLANASI

2 of 14

DEFINISI TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS

  • Teks eksplanasi kompleks adalah teks yang berisi tentang proses mengapa dan bagaimana fenomena-fenomena alam, sosial, ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi

3 of 14

STRUKTUR EKSPLANASI KOMPLEKS

  • Judul
  • Pernyataan umum (definisi, konteks, karakteristik)
  • Penjelasan (mengapa atau bagaimana fenomena dapat terjadi)
  • Simpulan (simpulan atau opini penulis tentang fenomena yang dijelaskan)

4 of 14

CIRI BAHASA TEKS EKSPLANASI KOMPLEKS

  • Istilah
  • Konjungsi sebab akibat
  • Kondisi atau fenomena
  • Konjungsi urutan/sekuen

5 of 14

Menganalisis dan Menyunting Teks Eksplanasi Kompleks

6 of 14

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang menjelaskan proses terjadinya suatu fenomena-fenomena alam, sosial maupun budaya. Pada artikel sebelumnya sudah dibahas mengenai struktrur dan kaidah dari teks ekslpanasi. Sekarang kita akan membandingkan struktur dan kaidah antar teks eksplanasi dengan teks prosedur kompleks dan teks hasil observasi.

7 of 14

Ciri bahasa dalam Teks Eksplanasi adalah penggunaan ragam bahasa ilmiah.

Sikap ilmiah yang harus tercermin dalam ragam bahasa ilmiah, antara lain :

  • Objektif
  • Jujur
  • Hati-hati
  • Saksama
  • Tidak berlebihan

8 of 14

Ragam bahasa ilmiah bersifat CENDEKIA (intelektual), artinya bahasa Indonesia ragam ilmiah itu dapat digunakan secara tepat untuk mengungkapkanhasil berpikir logis, yaitu mampu membentuk pernyataan yang tepat dan saksama. Serta dengan berfikir secara logis akan menghasilkan Logika yaitu merupakan suatu kegiatan pengkajian untuk berpikir secara sahih atau benar.

9 of 14

Pola Berpikir Logis dapat dilakukan secara Deduktif dan Induktif

  1. Pola Penalaran Deduktif.

Logika Deduktif merupakan cara penarikan kesimpulan dari hal yang bersifat umum menjadi kasus yang bersifat khusus (individual). Penarikan kesimpulan secara Deduktif biasanya mempergunakan pola berfikir SILOGISME, dua pernyataan, dan sebuah kesimpulan.

10 of 14

2. Pola Penalaran Induktif.

Penarikan kesimpulan dari kasus khusus menjadi kesimpulan yang bersifat umum merupakan prinsip Logika Induktif serta pola Induktif meletakkan kalimat utama pada akhir paragraf.

11 of 14

Tiga Macam Pola Induktif

  1. Analogi, yaitu menalar dengan cara membandingkan atau mengumpamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain yang memiliki kesamaan atau kemiripan sifat.

Contoh:

Mengibaratkan perjalanan hidup dalam keluarga dengan perjalanan kapal.

12 of 14

b. Generalisasi, yaitu Penyimpulan berdasarkan data-data yang ada.

Contoh :

Penyimpulan Logam memuai jika dipanaskan.

Penggeneralisasian didasarkan data penelitian, percobaan, data empiris, atau observasi.

13 of 14

c. Kausatif, yaitu jenis penalaran dengan berdasarkan kejadian sebab akibat. Terdapat 3 jenis Kausatif, yakni :

  • Sebab – Akibat
  • Akibat – Sebab
  • Sebab – Akibat
  • Dan seterusnya

Untuk Kausatif jenis terakhir ini, akibat 1. menjadi sebab pada akibat 2, akibat 2 menjadi sebab akibat 3, dan seterusnya.

14 of 14

Terkait dengan penalaran logika di atas, perlu adanya menganalisis teks eksplanasi menganalisis teks eksplanasi kompleks dari sisi struktur, isi, dan bahasa yang digunakan. Struktur yang digunakan dalam teks eksplanasi diawali dengan penjelasan umum, diikuti uraian isinya dan diakhiri konklusi atau kesimpulan. Serta bahasa yang digunakan juga mudah untuk dipahami, tidak bertele-tele atau singkat dan padat.