1 of 8

BERINTEGRITAS & BERTANGGUNG JAWAB

MINGGU 5

Daniel 6:3–5

2 of 8

Daniel adalah seorang buangan yang bekerja di pemerintahan Babel dan Media-Persia yang korup dan penuh intrik politik. Namun ia tampil berbeda. Di tengah sistem yang tidak ideal, Daniel tetap bersinar karena integritasnya. Kisah ini mengajarkan bahwa integritas bukan tentang di mana kita bekerja, tetapi siapa kita di dalam Tuhan.

Apa kunci hidup berintegritas dan bertanggung jawab?

3 of 8

ROH YANG LUAR BIASA

(ay. 3)

“Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa.” Keunggulan Daniel bukan karena koneksi, tetapi karena roh yang luar biasa: roh takut akan Tuhan, roh yang excellent, dan roh yang disiplin.

4 of 8

Integritas dimulai dari kehidupan rohani yang sehat. Orang yang setia berdoa dan hidup dalam firman akan memiliki standar yang berbeda.

Di tempat kerja, ia tidak ikut arus kompromi, tidak malas, tidak asal-asalan. Ia memberi yang terbaik.

Di tengah dunia yang biasa-biasa saja, Tuhan mencari orang dengan roh yang luar biasa.

5 of 8

HIDUP YANG TIDAK BERCELA

(ay. 4)

“Para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan... tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau kesalahan padanya.” Alkitab mencatat Daniel tidak bercela dalam tanggung jawabnya.

6 of 8

Musuh-musuh Daniel mengaudit pekerjaannya, menggeledah hidupnya, tetapi tidak menemukan korupsi, manipulasi, atau kelalaian.

Inilah integritas 🡪 ketika kehidupan pribadi dan kehidupan publik selaras.

Integritas membuat kita tidak takut diaudit, karena kita telah melakukan yang benar bahkan saat tidak ada yang melihat.

7 of 8

KESETIAAN KEPADA ALLAH DI TENGAH DUNIA

(ay. 5)

Akhirnya mereka berkata, “Kita tidak akan mendapat alasan dakwaan terhadap Daniel ini, kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya.” Tekanan terbesar Daniel datang bukan dalam pekerjaan, tetapi dalam imannya.

8 of 8

Orang yang berintegritas akan tetap setia kepada Allah meski harus menghadapi gua singa. Ia tidak menjual imannya demi jabatan dan menukar kebenaran demi keamanan.

Kesetiaannya kepada Allah justru menjadi fondasi kesetiaannya dalam pekerjaan.

Tuhan tidak pernah meninggalkan orang yang setia. Gua singa yang seharusnya menjadi akhir, justru menjadi panggung kemuliaan Allah.