1
Tinjauan Kepustakaan II
Pengobatan Tuberkulosis Paru pada
Penderita Malaria
Disusun oleh: dr. Kusuma Ajeng Setiasti
Pembimbing: Dr. dr. Harsini, Sp.P(K), FISR, MMR
PROGRAM PENDIDIKAN DOKTER SPESIALIS PULMONOLOGI DAN
ILMU KEDOKTERAN RESPIRASI
FK UNS/RSUD DR. MOEWARDI
SURAKARTA
2024
PENDAHULUAN
2
TB dan Malaria merupakan penyakit menular utama yang menyebabkan kesakitan dan kematian di seluruh dunia.
Tahun 2021: 10,6 juta kasus TB, 1,6 juta kematian.
PENDAHULUAN
3
- Umum di daerah dengan tingkat penularan tinggi.
- Mengganggu layanan kesehatan.
- Meningkatkan resistensi obat untuk TB dan Malaria.
4
Tuberculosis (TB)
Penularan dan Perkembangan Penyakit
PENDAHULUAN
Malaria
5
Pengobatan TB
Pengobatan malaria
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
6
Tantangan Penelitian
TUBERKULOSIS
7
8
Data WHO 2021:
Epidemiologi TB
9
Penularan:
TUBERKULOSIS
10
1. TB Laten (ILTB):
Spektrum TB
2. TB Incipient:
atau bukti radiografi/mikrobiologi.
11
3. TB Subklinis:
Spektrum TB
4. TB Aktif:
- MTB viabel menyebabkan gejala klinis, abnormalitas
radiografi, atau bukti mikrobiologi.
TUBERKULOSIS
12
Risiko dan Perkembangan TB:
Siklus hidup tuberculosis
13
Haldar K, Bhattacharjee S, Safeukui I. Drug resistance in plasmodium. Nat Rev Microbiol. 2018; 16(3):156–70.
Perkembangan spektrum TB
14
Rahlwes KC, Dias BRS, Campos PC, Alvarez-Arguedas S, Shiloh MU. Pathogenicity and virulence of mycobacterium tuberculosis. Virulence [Internet]. 2023; 14(1).
MALARIA
15
Epidemiologi Malaria
16
17
Jenis Utama:
Jenis Plasmodium Penyebab Malaria
18
Infeksi Campuran:
Jenis Plasmodium Penyebab Malaria
19
Distribusi di Indonesia
Jenis Plasmodium Penyebab Malaria
20
Siklus Hidup Parasit Plasmodium
Centers for Disease Control and Prevention (CDC), “CDC-Malaria-About Malaria-Biology,” Centers for Disease Control and Prevention. 2019. pp. 1- 2.
Perbedaan Morfologi Plasmodium.
21
Kemenkes RI. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana malaria. Kementeri Kesehat RI. 2019; 8(5):55.
22
Siklus Hidup M. Tuberculosis
Chandra P, Grigsby SJ, Philips JA. Immune evasion and provocation by mycobacterium tuberculosis. Nat Rev Microbiol. 2022; 20(12):750–66.
23
Inisiasi infeksi MTB dan innate immune escape MTB.
Malaria EMB, Deshpande S, Song PSR. Malaria and tuberculosis co- infection-a review. Oxford Open Immunol. 2023; 4(1).
24
Respon Th1, Th2, dan T reg terhadap TB.
Whittaker E, Lopez-Varela E, Broderick C, Seddon JA. Examining the complex relationship between tuberculosis and other infectious diseases in children: A review. Front Pediatr. 2019;7.
Pendekatan Diagnosis TB
25
Aspek penegakan diagnosis TB berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan fisik, bakteriologis, radiologis, dan pemeriksaan penunjang lainnya.
Gejala klinis:
- Gejala utama: Batuk berdahak ≥2 minggu.
- Gejala tambahan: Batuk darah, sesak napas, badan lemas, penurunan berat badan, keringat malam, demam subfebris ≥1 bulan, nyeri dada
Pendekatan Diagnosis TB
26
Faktor Risiko TB:
Pemeriksaan Fisik:
Pendekatan Diagnosis TB
27
Pemeriksaan Bakteriologis:
Pendekatan Diagnosis TB
28
TB Paru BTA Positif:
Pentingnya Diagnosis Cepat:
Pendekatan Diagnosis TB
29
Pemeriksaan Bakteriologis:
Pendekatan Diagnosis TB
30
Tes Cepat Molekuler (TCM):
Pendekatan Diagnosis TB
31
Pemeriksaan IGRA:
Pemeriksaan Radiologi:
Alur Diagnosis TB
32
Kemenkes RI. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana malaria. Kementeri Kesehat RI. 2019; 8(5):55.
Perkembangan TB dan metode diagnostik TB.
33
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Vol. 001, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2021. p. 1–78.
Pendekatan Diagnosis Malaria
34
Manifestasi Klinis Malaria:
Manifestasi Malaria Berat
Pendekatan Diagnosis Malaria
35
Temuan Pemeriksaan Fisik:
Pendekatan Diagnosis Malaria
36
Metode Utama Diagnosis Malaria:
Manfaat Pengujian Diagnostik:
Pendekatan Diagnosis Malaria
37
Pemeriksaan Mikroskopis Darah:
(-) = Negatif
(+) hingga (++++) = Positif dengan berbagai tingkat kepadatan parasit.
Apusan darah tipis lima spesies Plasmodium
38
Poostchi M, Silamut K, Maude RJ, Jaeger S, Thoma G. Image analysis and machine learning for detecting malaria. Transl Res. 2018; 194(January):36– 55.
Pendekatan Diagnosis Malaria
39
Pemeriksaan Lain untuk Kasus Malaria Berat:
Hematologi rutin, kimia darah (glukosa, bilirubin, SGOT/SGPT, elektrolit), urinalisis, foto toraks, lumbal punksi.
Pemeriksaan Nucleic Acid Amplification Test (NAAT):
Pendekatan Diagnosis Malaria
40
Kemenkes RI. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana malaria. Kementeri Kesehat RI. 2019; 8(5):55.
Diagnosis TB pada Malaria
41
Pengaruh Malaria terhadap Diagnosis TB:
Diagnosis TB pada Malaria
42
Imunitas terhadap Malaria dan TB:
Diagnosis TB pada Malaria
43
Koinfeksi Malaria dan TB:
Diagnosis TB pada Malaria
44
Pertimbangan Pengobatan Koinfeksi:
Tatalaksana TB
45
Pendekatan penanggulangan TB
46
Pengobatan TB:
Tatalaksana TB
47
Tahap Pengobatan TB:
- Pemberian OAT setiap hari selama 2 bulan untuk mengurangi
jumlah kuman TB dan risiko penularan.
- Setelah 2 minggu pengobatan, risiko penularan menurun.
- Berlangsung 4-6 bulan untuk membunuh sisa kuman dan
mencegah kekambuhan.
Tatalaksana TB
48
Regimen Obat TB Standar:
Obat Kombinasi Dosis Tetap (KDT):
Tatalaksana TB
49
Dosis rekomendasi OAT lini pertama untuk dewasa
Kemenkes RI. Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana malaria. Kementeri Kesehat RI. 2019; 8(5):55.
50
Pengobatan TB-Resisten Obat (TB-RO):
Pemantauan Efek Samping OAT:
Tatalaksana TB
51
Dosis OAT untuk pengobatan TB-RO menggunakan KDT
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. Tuberkulosis Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Vol. 001, Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. 2021. p. 1–78.
52
Penatalaksanaan TB berdasarkan spektrum TB.
Esmail H, Macpherson L, Coussens AK, Houben RMGJ. Mind the gap managing tuberculosis across the disease spectrum. EBioMed. 2022; 78(1):1- 17.
Tatalaksana TB pada Malaria
53
�Tatalaksana TB Resistensi Obat pada TB�
54
Resistensi Obat pada TB
Tatalaksana TB pada Malaria
55
Penghambat kinase (protein kinase inhibitors) sebagai pilihan terapi potensial untuk melawan TB dan malaria.
Pendekatan Terapi Baru
Tatalaksana TB pada Malaria
56
Fokus terapi HDT pada TB
Penggunaan Terapi HDT (Host-Directed Therapy) pada TB
Pengembangan terapi HDT untuk TB
57
Matteucci KC, Correa AAS, Costa DL. Recent advances in host-directed therapies for tuberculosis and malaria. Front cell infect microbiol. 2022; 12(May): 1–23.
58
Pengembangan terapi HDT untuk TB
Strategi utama dalam mengembangkan HDTs untuk Malaria.
59
Matteucci KC, Correa AAS, Costa DL. Recent advances in host-directed therapies for tuberculosis and malaria. Front cell infect microbiol. 2022; 12(May): 1–23.
Tatalaksana TB pada Malaria
60
Penghambat Protein Kinase dalam Pengobatan TB dan Malaria
Tatalaksana TB pada Malaria
61
Tiga Kategori Utama Protein Kinase
Tatalaksana TB pada Malaria
62
Peran Koinfeksi dan Dampaknya:
Tatalaksana TB pada Malaria
63
Tatalaksana TB pada Malaria
64
Tatalaksana TB pada Malaria
65
Pengobatan Antituberkulosis dan Antimalaria
Tatalaksana TB pada Malaria
66
Tatalaksana TB pada Malaria
67
Strategi pengembangan obat baru lebih fokus pada selektivitas protein kinase patogen daripada manusia untuk mengurangi resistensi.
Pengembangan Obat Baru
Tatalaksana TB pada Malaria
68
Pertimbangan Penggunaan Kembali Obat Antimalaria untuk TB
69
Induksi enzim CYP oleh Rifamisin
Interaksi obat Antiaritmia dan anti-TB
70
Interaksi Rifampisin dengan Obat Antimalaria
Interaksi obat Antiaritmia dan anti-TB
71
Pengaruh Rifampisin Terhadap Obat Malaria Lain
Interaksi obat Antiaritmia dan anti-TB
72
Kontraindikasi Kombinasi Obat
Interaksi obat Antiaritmia dan anti-TB
Tantangan Pengobatan Bersamaan Malaria dan TB
73
74
Simpulan
75
4. Pengobatan farmakologis untuk TB dan malaria telah tersedia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, munculnya resistensi obat terhadap obat-obatan ini menjadi masalah yang semakin mengkhawatirkan.
5. Baik TB maupun malaria melibatkan respons imun dan inflamasi inang, serta mekanisme fisiologis seluler dasar, yang berperan penting dalam pembentukan dan perkembangan penyakit.
Simpulan
TERIMAKASIH
76
77
Yang, A., Waardenburg, Y., Vegte-Bolmer, M., Gemert, G., Graumans, W., Wilt, J., & Sauerwein, R. (2020). Zonal human hepatocytes are differentially permissive to Plasmodium falciparum malaria parasites. The EMBO Journal, 40. https://doi.org/10.15252/embj.2020106583.
78
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 2020b. Petunjuk Teknis Penanganan Infeksi Laten Tuberkulosis (ILTB). Jakarta
79
Baindara, P., Agrawal, S., & Franco, O. (2022). Host-directed therapies for malaria and tuberculosis: common infection strategies and repurposed drugs. Expert Review of Anti-infective Therapy, 20, 849 - 869. https://doi.org/10.1080/14787210.2022.2044794.
80
Tseha, S. (2021). Plasmodium Species and Drug Resistance. Plasmodium Species and Drug Resistance [Working Title]. https://doi.org/10.5772/intechopen.98344.
81
82
Yao, S., Huang, D., Chen, C., Halliday, L., Wang, R., & Chen, Z. (2014). CD4+ T Cells Contain Early Extrapulmonary Tuberculosis (TB) Dissemination and Rapid TB Progression and Sustain Multieffector Functions of CD8+ T and CD3− Lymphocytes: Mechanisms of CD4+ T Cell Immunity. The Journal of Immunology, 192, 2120 - 2132. https://doi.org/10.4049/jimmunol.1301373.
83