1 of 14

Metode Kuantitatif Pengambilan Keputusan (MKPK)

Week 11

BAB 9 – TEORI PERSEDIAAN (INVENTORY THEORY)

1

Muhamad Wahid Ibrahim, SE., M.Sc.

Photo by Nicolas LAINÉ on Unsplash

2 of 14

Pengantar

  • Konsep dasar persediaan: Persediaan adalah aset yang digunakan dalam proses produksi atau dijual ke konsumen. Teori persediaan mempelajari bagaimana mengelola stok secara efisien.
    • Model deterministik: EOQ & EPQ: Model ini mengasumsikan permintaan yang konstan. EOQ (Economic Order Quantity) dan EPQ (Economic Production Quantity) digunakan untuk menentukan jumlah optimal pesanan/produksi.
    • Model diskon kuantitas: Menganalisis bagaimana potongan harga berdasarkan kuantitas pembelian dapat mempengaruhi keputusan pemesanan.
    • Model probabilistik & ABC: Permintaan tidak pasti membutuhkan pendekatan stok pengaman. Analisis ABC memprioritaskan item berdasar nilai dan frekuensi penggunaannya.
    • Implementasi persediaan: Integrasi sistem seperti ERP, MRP dan Supply Chain Management untuk pengelolaan persediaan modern.

3 of 14

Tujuan Pengendalian Persediaan

Fungsi Strategis dan Operasional Inventory Management

Menentukan jumlah pesanan atau produksi

Pengendalian persediaan membantu menetapkan seberapa banyak barang harus dibeli atau diproduksi untuk memenuhi permintaan secara efisien.

Menentukan waktu pemesanan

Penjadwalan ulang pemesanan dilakukan agar tidak terjadi kehabisan stok atau penumpukan yang menyebabkan pemborosan.

Meminimalkan total biaya persediaan

Mencakup biaya pemesanan (ordering), biaya penyimpanan (holding), dan biaya kekurangan stok (shortage). Tujuan utama adalah efisiensi biaya.

Menjaga kelancaran operasi

Persediaan yang optimal memastikan bahwa proses produksi dan layanan pelanggan tidak terganggu akibat kekosongan barang.

4 of 14

Komponen Biaya Persediaan

Unsur-Unsur Biaya dalam Pengelolaan Inventori

  • Biaya Pemesanan (Ordering Cost): Biaya tetap yang muncul setiap kali pemesanan dilakukan, termasuk administrasi, pengiriman, dan pengolahan dokumen.
    • Biaya Penyimpanan (Holding Cost): Meliputi biaya ruang gudang, asuransi, penyusutan, dan modal yang tertanam pada barang yang disimpan.
    • Biaya Kekurangan (Shortage Cost): Kerugian akibat kekosongan stok seperti kehilangan penjualan, penalti keterlambatan, atau kepercayaan pelanggan.
    • Biaya Pembelian (Purchase Cost): Digunakan dalam analisis jika terdapat diskon kuantitas, sehingga mempengaruhi total biaya pembelian.
    • Pola Permintaan & Lead Time: Faktor yang menentukan kebutuhan safety stock: permintaan deterministik/probabilistik dan lead time konstan/variabel.

5 of 14

EOQ – Economic Order Quantity

Model Deterministik untuk Permintaan Konstan

 

Photo by frank mckenna on Unsplash

6 of 14

EOQ – Contoh Perhitungan

Studi Kasus dari Bab 9 (Render et al., 2015)

Data MasukanBiaya Pemesanan (S) = $49,

Permintaan (D) = 5.000 buah/tahun, Harga per unit = $5, Biaya Penyimpanan/unit (H) = 0.2 x $5 = $1.

 

 

 

Interpretasi manajerial penting:

  1. Jika perusahaan memesan lebih sedikit dari 700 unit, frekuensi pemesanan meningkat → biaya pemesanan naik.
  2. Jika perusahaan memesan lebih banyak dari 700 unit, inventori mengendap terlalu lama → biaya simpan meningkat.
  3. EOQ memberikan keseimbangan optimal antara biaya pemesanan dan penyimpanan.
  4. Arus kas menjadi lebih stabil, karena kebutuhan pesanan lebih terprediksi.
  5. Kebijakan EOQ sangat cocok untuk barang dengan permintaan stabil dan harga konstan.

7 of 14

EPQ – Economic Production Quantity

Model Produksi Bertahap untuk Persediaan

 

Photo by carlos aranda on Unsplash

8 of 14

EPQ – Contoh Perhitungan

Studi Kasus

Data Masukan

Permintaan (D) = 20.000 unit, Biaya pemesanan (S) = Rp400.000, Holding cost (H) = Rp1.500/unit, Laju produksi (p) = 80.000 unit/tahun.

 

 

 

Interpretasi

  • Ukuran batch produksi optimal adalah sekitar 3.771 unit per siklus.
  • Persediaan maksimum hanya 2.828 unit, bukan sebesar batch produksi, karena pengisian berlangsung bertahap.
  • Rata-rata persediaan EPQ lebih besar dibandingkan rata-rata persediaan pada model EOQ untuk item yang sama (EOQ = 3.268 unit per order), karena ukuran batch EPQ lebih besar.
  • Namun demikian, model EPQ tetap efisien digunakan ketika perusahaan memproduksi barang secara bertahap dan laju produksi lebih tinggi daripada laju permintaan.

9 of 14

Quantity Discount Model

Digunakan ketika pemasok memberi diskon berdasarkan jumlah pembelian.

  • Konsep Diskon Kuantitas: Model ini memperhitungkan potongan harga yang diberikan pemasok berdasarkan jumlah pembelian dalam satu transaksi.
    • All-Units Discount: Diskon berlaku untuk seluruh unit yang dibeli jika melewati batas kuantitas tertentu – bukan hanya unit tambahan (incremental discount).
    • Langkah Analisis: 1) Hitung EOQ untuk tiap harga, 2) Cek apakah EOQ valid di interval harga, 3) Hitung total cost semua kandidat, 4) Pilih biaya total terendah.
    • Tujuan Akhir: Menemukan ukuran pesanan yang meminimalkan total biaya tahunan, bukan sekadar memilih harga unit termurah.

Photo by A S on Unsplash

10 of 14

Quantity Discount

Struktur Harga Berdasarkan Jumlah Pembelian

  • Permintaan Tahunan: Jumlah barang yang dibutuhkan adalah 5.000 unit per tahun, digunakan sebagai basis semua perhitungan EOQ.
    • Biaya Pemesanan & Holding: Biaya pemesanan = Rp200.000/order, Holding cost = 25% dari harga per unit.
    • Struktur Harga Berdasarkan Kuantitas: Harga bervariasi sesuai jumlah pembelian:
    • < 1.000 unit → Rp100
    • 1.000–2.999 unit → Rp95
    • ≥ 3.000 unit → Rp90
    • Tujuan Analisis: Menentukan kombinasi harga dan kuantitas pesanan dengan total biaya tahunan paling efisien.

Photo by Alexandru Tugui on Unsplash

11 of 14

Quantity Discount – Hasil Perhitungan

EOQ dan Kandidat Solusi dari Bab 9

  • EOQ untuk Tiap Harga:

Harga Rp100 → EOQ = 894 (valid),

Harga Rp95 → EOQ = 920 (tidak valid, < 1.000),

Harga Rp90 → EOQ = 943 (tidak valid, < 3.000).

    • Kandidat Solusi Diperoleh: Karena EOQ Rp95 dan Rp90 tidak valid dalam interval harga, maka kandidat yang dianalisis: Q = 894, Q = 1.000, Q = 3.000.
    • Validitas Interval Harga: Harga hanya berlaku jika kuantitas pembelian sesuai dengan interval yang ditetapkan oleh pemasok.
    • Strategi Evaluasi: Langkah selanjutnya: hitung total biaya untuk masing-masing kandidat untuk menentukan solusi optimal.

Photo by Artem Beliaikin on Unsplash

12 of 14

Quantity Discount – Total Cost Analysis

Evaluasi Kandidat Q = 894, 1.000, dan 3.000 Unit

Kandidat 1 – Q = 894 (Harga Rp100)

Total Cost = Rp1.629.175. EOQ valid namun harga per unit lebih mahal, menyebabkan biaya keseluruhan tinggi.

Kandidat 2 – Q = 1.000 (Harga Rp95)

Total Cost = Rp1.486.875. Lebih baik dari opsi pertama, tetapi masih belum optimal.

Kandidat 3 – Q = 3.000 (Harga Rp90)

Total Cost = Rp817.083. Merupakan total biaya tahunan paling rendah meski holding cost tinggi.

Keputusan Berdasarkan Total Biaya

Pilihan terbaik bukan berdasarkan harga unit termurah, melainkan kombinasi total biaya (pembelian, pemesanan, dan penyimpanan).

13 of 14

Keputusan Diskon Kuantitas

Strategi Pemesanan Berdasarkan Total Cost Terendah

Pesanan Optimal: Q = 3.000 Unit

Berdasarkan perhitungan total biaya, pemesanan sebesar 3.000 unit memberikan biaya tahunan terendah.

Harga Unit Lebih Murah

Pada Q = 3.000, harga per unit adalah Rp90, jauh lebih rendah dibanding pilihan lainnya.

Holding Cost Lebih Tinggi

Jumlah barang yang disimpan meningkat, sehingga biaya penyimpanan naik, namun masih lebih hemat secara total.

Total Cost sebagai Dasar Keputusan

Fokus bukan pada harga unit termurah, melainkan pada kombinasi biaya pembelian, penyimpanan, dan pemesanan.

14 of 14

Kesimpulan Bab 9 – Teori Persediaan

Ringkasan Konsep dan Implementasi

  • EOQ – Pemesanan Optimal: Model deterministik untuk menentukan jumlah pesanan yang meminimalkan total biaya saat permintaan konstan.
    • EPQ – Produksi Bertahap: Mempertimbangkan proses produksi bertahap sehingga stok maksimum lebih rendah, cocok untuk manufaktur internal.
    • Quantity Discount: Keputusan pembelian dipengaruhi oleh struktur harga bertingkat. Analisis total cost lebih penting daripada harga per unit.
    • Implementasi Sistem Persediaan: Pengendalian persediaan efektif ketika terintegrasi dengan forecasting, MRP, ERP, dan Supply Chain Management.

Photo by Nicolas LAINÉ on Unsplash