Metode Kuantitatif Pengambilan Keputusan (MKPK)
Week 11
BAB 9 – TEORI PERSEDIAAN (INVENTORY THEORY)
1
Muhamad Wahid Ibrahim, SE., M.Sc.
Photo by Nicolas LAINÉ on Unsplash
Pengantar
Tujuan Pengendalian Persediaan
Fungsi Strategis dan Operasional Inventory Management
Menentukan jumlah pesanan atau produksi
Pengendalian persediaan membantu menetapkan seberapa banyak barang harus dibeli atau diproduksi untuk memenuhi permintaan secara efisien.
Menentukan waktu pemesanan
Penjadwalan ulang pemesanan dilakukan agar tidak terjadi kehabisan stok atau penumpukan yang menyebabkan pemborosan.
Meminimalkan total biaya persediaan
Mencakup biaya pemesanan (ordering), biaya penyimpanan (holding), dan biaya kekurangan stok (shortage). Tujuan utama adalah efisiensi biaya.
Menjaga kelancaran operasi
Persediaan yang optimal memastikan bahwa proses produksi dan layanan pelanggan tidak terganggu akibat kekosongan barang.
Komponen Biaya Persediaan
Unsur-Unsur Biaya dalam Pengelolaan Inventori
EOQ – Economic Order Quantity
Model Deterministik untuk Permintaan Konstan
Photo by frank mckenna on Unsplash
EOQ – Contoh Perhitungan
Studi Kasus dari Bab 9 (Render et al., 2015)
Data MasukanBiaya Pemesanan (S) = $49,
Permintaan (D) = 5.000 buah/tahun, Harga per unit = $5, Biaya Penyimpanan/unit (H) = 0.2 x $5 = $1.
Interpretasi manajerial penting:
EPQ – Economic Production Quantity
Model Produksi Bertahap untuk Persediaan
Photo by carlos aranda on Unsplash
EPQ – Contoh Perhitungan
Studi Kasus
Data Masukan
Permintaan (D) = 20.000 unit, Biaya pemesanan (S) = Rp400.000, Holding cost (H) = Rp1.500/unit, Laju produksi (p) = 80.000 unit/tahun.
Interpretasi
Quantity Discount Model
Digunakan ketika pemasok memberi diskon berdasarkan jumlah pembelian.
Photo by A S on Unsplash
Quantity Discount
Struktur Harga Berdasarkan Jumlah Pembelian
Photo by Alexandru Tugui on Unsplash
Quantity Discount – Hasil Perhitungan
EOQ dan Kandidat Solusi dari Bab 9
Harga Rp100 → EOQ = 894 (valid),
Harga Rp95 → EOQ = 920 (tidak valid, < 1.000),
Harga Rp90 → EOQ = 943 (tidak valid, < 3.000).
Photo by Artem Beliaikin on Unsplash
Quantity Discount – Total Cost Analysis
Evaluasi Kandidat Q = 894, 1.000, dan 3.000 Unit
Kandidat 1 – Q = 894 (Harga Rp100)
Total Cost = Rp1.629.175. EOQ valid namun harga per unit lebih mahal, menyebabkan biaya keseluruhan tinggi.
Kandidat 2 – Q = 1.000 (Harga Rp95)
Total Cost = Rp1.486.875. Lebih baik dari opsi pertama, tetapi masih belum optimal.
Kandidat 3 – Q = 3.000 (Harga Rp90)
Total Cost = Rp817.083. Merupakan total biaya tahunan paling rendah meski holding cost tinggi.
Keputusan Berdasarkan Total Biaya
Pilihan terbaik bukan berdasarkan harga unit termurah, melainkan kombinasi total biaya (pembelian, pemesanan, dan penyimpanan).
Keputusan Diskon Kuantitas
Strategi Pemesanan Berdasarkan Total Cost Terendah
Pesanan Optimal: Q = 3.000 Unit
Berdasarkan perhitungan total biaya, pemesanan sebesar 3.000 unit memberikan biaya tahunan terendah.
Harga Unit Lebih Murah
Pada Q = 3.000, harga per unit adalah Rp90, jauh lebih rendah dibanding pilihan lainnya.
Holding Cost Lebih Tinggi
Jumlah barang yang disimpan meningkat, sehingga biaya penyimpanan naik, namun masih lebih hemat secara total.
Total Cost sebagai Dasar Keputusan
Fokus bukan pada harga unit termurah, melainkan pada kombinasi biaya pembelian, penyimpanan, dan pemesanan.
Kesimpulan Bab 9 – Teori Persediaan
Ringkasan Konsep dan Implementasi
Photo by Nicolas LAINÉ on Unsplash