1 of 25

Gangguan Ansietas��(OCD, Fobia, GAD, �dan Panik)

Dr. dr.Dharmawan A. Purnama, SpKJ

RSJ Pendidikan Dr Soeharto Heerdjan

FK Universitas Kristen Indonesia

2021

2 of 25

Referensi

2

Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders | Fifth Edition | DSM-5 | American Psychiatric Association

Desk Reference to The Diagnostic Criteria | DSM-5 | American Psychiatric Association

Diagnosis Gangguan Jiwa | Rujukan Ringkas dari | PPDGJ-III, DSM-5, ICD-11 | Dr. Rusdi Maslim, dr, SpKJ, M.Kes.

Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III | Cetakan pertama

3 of 25

01

Komponen Ansietas

Somatik

(Mulut kering, berkeringat, palpitasi)

Kognitif

(Rasa takut, efek terhadap pikiran, persepsi dan belajar)

3

Ansietas normal memicu seseorang menjadi:

  • Terjaga;
  • Performa skill meningkat s/d batas tertentu performa jadi plateau.

Jika ansietas meningkat lagi maka akan terjadi:

  • Penurunan kapasitas skill motorik,
  • Tugas intelektual kompleks dan kemampuan menyerap informasi baru.

02

4 of 25

4

Ansietas menjadi masalah klinis Ketika:

  • Rasa was-was;
  • Tertekan;
  • Terjaga menjadi eksesif atau berkepanjangan;
  • Tidak berhubungan dengan ancaman yang nyata/ancamannya tidak sesuai dengan respon cemasnya.
  • Distress dan atau hendaya fungsi 🡪 patologis.

Respon terhadap ansietas melibatkan:

  • Keberagaman kepribadian
  • Latar belakang
  • Mekanisme adaptasi/koping
  • Bagaimana memformulasikan gejala-gejala

5 of 25

Macam-Macam Gangguan Ansietas

5

  • Gangguan panik
  • Fobia spesifik
  • Fobia sosial
  • Obsesif kompulsif
  • Gangguan cemas menyeluruh
  • PTSD
  • Gangguan stres akut
  • Gangguan cemas yang berhubungan dengan kondisi medis umum
  • Gangguan cemas yang dipicu oleh zat

6 of 25

Etiologi Gangguan Cemas

6

Psikoanalisa 🡪 kontributor pertama untuk memahami ansietas

Dengan model struktur id ego dan superego, Freud melihat ansietas sebagai sinyal waspada ego terhadap bahaya, khususnya yang berhubungan dengan keinginan id untuk diekspresikan.

Sebagai respon terhadap ansietas berbagai defens mekanisme psikologis dari ego seperti represi, intelektualisasi dan rasionalisasi dimunculkan.

Teori perilaku 🡪 ansietas sebagai hasil pengkondisian terhadap respon yang spesifik, kalau dari pendekatan kognitif ini adalah hasil dari disfungsi atas proses informasi. Orang yang pencemas biasanya memiliki persepsi bahwa dunia ini menakutkan, mengancam, rapuh dan masa depan sangat tidak dapat dipercaya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi:

  • Biologi
  • Psikologi
  • Sosial

7 of 25

Etiologi 2

7

Menurut teori eksistensial, ansietas merefleksikan sebuah perhatian akan situasi seseorang dalam dunia dan keperluan hidupnya.

Bukti-bukti saat ini menunjuk pada faktor bilogi, neuroanatomi, neurotransmiter, dan aspek genetik. Riset banyak fokus pada OCD dan panik. Secara genetik ada riwayat keluarga kembar monozigotik > dizigotik.

Neurotransmiter yang banyak berperan adalah sistem noradrenergik khususnya di locus sereleus dan sistem serotonin.

Infus sodium laktat dan menghirup CO2 dapat menginduksi serangan panik pd pasien yang rentan. Respon fisiologis sama pada pasien kontrol tetapi melaporkan tingkat rasa takut yang berbeda sehingga menunjukkan bahwa ada reaksi psikologis yang terpusat.

8 of 25

Etiologi 3

8

Riset genetik pada OCD juga ditemukan banyak pada keluarga tingkat pertama

Pada OCD, riset berfokus pada serotonin berdasarkan efektifitas obat golongan SSRI yang efektif

PET Scan menunjukkan peningkatan aktivitas di lobus frontalis dan peningkatan aliran darah di area frontal dan basal ganglia.

Abnormalitas GABA-benzodiazepin telah menjadi hipotesa pada gangguan cemas menyeluruh

9 of 25

Fitur Klinis Ansietas

Fisiologi (Gejala Somatik)

9

01

02

03

Perilaku

Kognitif

  • Kardiovaskular
  • Respirasi
  • GI
  • Neurology
  • Musculoskeletal

Strategi menghadapi situasi menakutkan seperti:

  • Menghindari situasi yang memprovokasi kecemasan
  • Perilaku memeriksa ulang
  • Mencari dukungan

Fokus pada bagaimana mempersepsi ancaman dengan mengeksklusi informasi kontekstual

3 Ranah Gejala:

10 of 25

OCD (Obsesive Compulsive Disorder)�Gangguan Obsesif Kompulsif

10

Terdapat 3 jenis, yaitu obsesif dominan, kompulsif dominan, dan campuran (obsesif dan kompulsif).

Prevalensi 2-3% populasi; laki = wanita; banyak yang tidak mencari pengobatan

Obsesif adalah ide-ide/impuls/gambar berulang yang intens dan tidak sesuai dengan konteksnya, disebabkan distres atau kecemasan yang jelas.

Ada usaha untuk mengabaikan dengan mencoba melakukan pikiran atau tindakan lain. Penderitanya menyadari bahwa hal ini sebagai hasil dari buah pikiran mereka sendiri dan tidak dapat mereka lawan.

11 of 25

OCD 2

11

Kompulsif adalah perilaku berulang (cuci tangan, checking, merapihkan) atau aktivitas mental (menghitung, mengulang-ulang kata) yang membuat penderitanya merasa dikendalikan untuk melakukan hal tersebut sebagai respon terhadap obsesi/ mengikuti aturan-aturan tertentu yg harus dipatuhi secara kaku.

Perilaku kompulsi ini bertujuan untuk mencegah/mengurangi distres/situasi yang mengancam walaupun penderita menyadari hal ini tak rasional tapi penderita akan merasa sangat cemas jika tidak mengikuti ide/tindakan ini. Di lain pihak, ketika hal ini diikuti untuk dilakukan hanya akan menghasilkan kelegaan sesaat yang singkat dan kemudian penderitanya dituntut untuk melakukannya kembali berulang-ulang lebih banyak.

12 of 25

OCD 3

12

Pada akhirnya penderita dapat mengembangkan ritual yang lebih kompleks dan menghasilkan waktu berjam-jam untuk melakukannya.

Jenis obsesi yang umum: terkontaminasi, keraguan yang eksesif, impuls agresi dan seksual, keluhan somatik, dorongan akan ketepatan

Jenis kompulsi yang umum: checking, cleaning, washing, counting

13 of 25

Terapi OCD

13

Psikofarmakologi SSRI seperti Fluoxetin 40-80mg; Sertralin 100-200mg per hari

(dulu pakai Clomipramine 🡪 sekarang sulit dicari)

Psikoterapi: paradoxical intention (dengan mindfulness), CBT (Cognitive Behavior Therapy).

Fisik: rTMS misalnya 1Hz orbitofrontal cortex kanan, atau deep coil rTMS, ECT

14 of 25

Macam-Macam Fobia

14

Fobia Sosial

Rasa takut dan penghindaran atau merasa sangat takut menjadi pusat perhatian pada situasi sosial dimana penderitanya merasa malu atau dipermalukan

Biasanya mencari bantuan ketika ada kendala di tempat kerja atau kesulitan interpersonal.

Misalnya ansietas timbul ketika rapat, bicara depan umum, menghadiri pesta. Manifestasi kecemasannya bisa: bergetar, muka merah, gagap, mendapatkan serangan panik

Penting membedakannya dengan :

  1. Demam panggung (hanya jika sampai menyebabkan distress atau hendaya baru dapat dikategorikan fobia sosial)
  2. Gangguan kepribadian menghindar (pemalu sepanjang hidup, hipersensitif pada kritik takut ditolak atau direndahkan)

15 of 25

15

Fobia Spesifik

Ketakutan irasional dan menghindari objek spesifik dan situasi secara konsekuen. Penderitanya tidak mengalami ansietas kecuali terpapar pada stimulus fobia spesifik yang terbagi seperti di bawah ini:

  • Fobia binatang (anjing, burung, kutu)
  • Lingkungan alam (kilat, air, badai, ketinggian)
  • Darah (injeksi)
  • Situasi (pesawat, lift, tempat tertutup)

Terapi:

  • Psikofarmakologi: simptomatik propranolol 10mg. Short acting benzodiazepin jika perlu dosis kecil (mis: alprazolam 0.25mg) jika ada serangan panik
  • Psikoterapi: progresif relaksasi (hipnoterapi), CBT

16 of 25

GAD Generalized Anxiety Disorder�Gangguan Cemas Menyeluruh

16

GAD seringkali berlangsung kronis sepanjang hidup

Kebanyakan dari penderitanya pesimis terhadap keberhasilan terapi dan menganggap pengalaman cemas ini sebagai bagian dari jalan hidup mereka

Onsetnya gradual mulai dari remaja/ awal usia 20 tahun

Prevelensi cukup sering yaitu 5%. Laki-laki dan wanita sama

s/d usia 20-30 thn-an baru mencari bantuan

17 of 25

GAD 2

17

Penderitanya merasa was-was tentang kejadian-kejadian dan masalah-masalah apapun sepanjang hari (seringkali masalahnya pun tidak terlalu jelas yang disebut ‘free floating anxiety’ kecemasan yang bebas mengambang)

Polanya pervasif melingkupi hal yang sedang terjadi dan mengantisipasi kejadian-kejadian atau masalah-masalah (co: uang, kesehatan, pekerjaan).

Rasa cemas dirasakan lebih pada jumlahnya daripada kualitas cemasnya (tidak terlalu cemas hebat tapi terasa seperti ada yang kurang. Ada yang tidak beres dll) dan disadari berbeda dari kecemasan yang biasa dirasakan sebagaimana normalnya.

18 of 25

GAD 3

18

GAD didiagnosis jika gejalanya secara durasi dan keparahannya cukup mempengaruhi fungsi penderita sehari-hari.

Banyak ditemukan pada praktek umum sebagian tidak mendapatkan terapi spesialistik

Gambarannya mencakup:

  1. Rasa cemas yang hebat pada satu area atau lebih
  2. Ketegangan otot (tension headache)
  3. Overaktivitas simpatis (kepala melayang, mulut kering, palpitasi)
  4. Waspada berlebihan (sulit fokus)
  5. Respirasi (nafas cepat, dada berat)
  6. Genitourinaria (frekuensi, urgensi)
  7. GI (diare)
  8. Insomnia (initial, tengah), mengantuk siang hari
  9. Penyalahgunaan alkohol dan obat

19 of 25

Terapi

19

  • Psikofarmakologi : SSRI, Buspiron (non benzodiazepin)

Simptomatik: antianxietas long acting

  • Psikoterapi: CBT, mindfulness

20 of 25

Gangguan Panik

20

Prevalensinya 4% (wanita> pria)

  1. Palpitasi, rasa jantung tertekan/tingkatkan HR
  2. Sakit dada/tak nyaman
  3. Berkeringat
  4. Bergetar
  5. Sensasi nafas pendek/tercekik
  6. Tersedak
  7. Mual/perut tertekan
  8. Rasa melayang
  9. Kepala ringan atau seperti mau pingsan
  10. Hot flushes
  11. Depresonalisasi
  12. Merasa akan menjadi gila
  13. Hilang kendali diri

Gambaran klinis utamanya adalah pengalaman berulang atas serangan rasa takut yang tiba-tiba dan tak dapat diperkirakan.

Mencapai puncaknya dalam beberapa menit dan diikuti dengan berbagai fitur tipikal kognitif seperti:

21 of 25

Panik 2

21

Panik dengan atau tanpa agora fobia

Agora fobia pertama kali diperkenalkan pada tahun 1871 sebagai ketidakmampuan berjalan melalui jalan tertentu dan lapangan atau kemungkinan mendapatkan serangan panik.

Dalam bahasa Yunani agora merujuk pada pasar atau tempat lain tempat orang berkumpul, agora fobia bukan takut pada tempat terbuka melainkan pada ketidakmungkinan untuk kabur dari keadaan atau ketika tidak sulit mendapatkan pertolongan (contoh di kerumunan, tempat umum, transportasi umum, antrian, di rumah sendirian)

22 of 25

Panik 3

22

Banyak pasien mengeluhkan hal ini pada dokter keluarga atau sampai ke IGD

Biasanya ditemukan preokupasi dengan dan cemas ttg sesuatu, gejala somatik

Fokusnya bervariasi, ada yang mengalami palpitasi lalu menghubungkannya dengan sakit jantung

Banyak pasien yang menjadi hipokondriasis 🡪 dokter shopping 🡪 diperiksa banyak pemeriksaan penunjang untuk penyakit fisik.

2/3-nya berhubungan dengan depresi

Kepala enteng, dizziness, depersonalisasi atau derealisasi dihubungkan dengan tumor otak

Penyalahgunaan alkohol dan benzodiazepin, hendaya sosial dan pekerjaan; kesulitan perkawinan dan interpersonal; percobaan bunuh diri dan berhasil melakukan bunuh diri.

23 of 25

Panik 4

23

Pengobatan:

DOC: Alprazolam untuk serangan panik

DOC untuk ggn panik SSRI (fluoxetin, sertralin, escitalopram)

Psikoterapi: Mindfulness based relaxation

CBT

24 of 25

24

25 of 25

Terima Kasih

25

dharmawan@purnama.de