Gangguan Ansietas��(OCD, Fobia, GAD, �dan Panik)
Dr. dr.Dharmawan A. Purnama, SpKJ
RSJ Pendidikan Dr Soeharto Heerdjan
FK Universitas Kristen Indonesia
2021
Referensi
2
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders | Fifth Edition | DSM-5 | American Psychiatric Association
Desk Reference to The Diagnostic Criteria | DSM-5 | American Psychiatric Association
Diagnosis Gangguan Jiwa | Rujukan Ringkas dari | PPDGJ-III, DSM-5, ICD-11 | Dr. Rusdi Maslim, dr, SpKJ, M.Kes.
Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III | Cetakan pertama
01
Komponen Ansietas
Somatik
(Mulut kering, berkeringat, palpitasi)
Kognitif
(Rasa takut, efek terhadap pikiran, persepsi dan belajar)
3
Ansietas normal memicu seseorang menjadi:
Jika ansietas meningkat lagi maka akan terjadi:
02
4
Ansietas menjadi masalah klinis Ketika:
Respon terhadap ansietas melibatkan:
Macam-Macam Gangguan Ansietas
5
Etiologi Gangguan Cemas
6
Psikoanalisa 🡪 kontributor pertama untuk memahami ansietas
Dengan model struktur id ego dan superego, Freud melihat ansietas sebagai sinyal waspada ego terhadap bahaya, khususnya yang berhubungan dengan keinginan id untuk diekspresikan.
Sebagai respon terhadap ansietas berbagai defens mekanisme psikologis dari ego seperti represi, intelektualisasi dan rasionalisasi dimunculkan.
Teori perilaku 🡪 ansietas sebagai hasil pengkondisian terhadap respon yang spesifik, kalau dari pendekatan kognitif ini adalah hasil dari disfungsi atas proses informasi. Orang yang pencemas biasanya memiliki persepsi bahwa dunia ini menakutkan, mengancam, rapuh dan masa depan sangat tidak dapat dipercaya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi:
Etiologi 2
7
Menurut teori eksistensial, ansietas merefleksikan sebuah perhatian akan situasi seseorang dalam dunia dan keperluan hidupnya.
Bukti-bukti saat ini menunjuk pada faktor bilogi, neuroanatomi, neurotransmiter, dan aspek genetik. Riset banyak fokus pada OCD dan panik. Secara genetik ada riwayat keluarga kembar monozigotik > dizigotik.
Neurotransmiter yang banyak berperan adalah sistem noradrenergik khususnya di locus sereleus dan sistem serotonin.
Infus sodium laktat dan menghirup CO2 dapat menginduksi serangan panik pd pasien yang rentan. Respon fisiologis sama pada pasien kontrol tetapi melaporkan tingkat rasa takut yang berbeda sehingga menunjukkan bahwa ada reaksi psikologis yang terpusat.
Etiologi 3
8
Riset genetik pada OCD juga ditemukan banyak pada keluarga tingkat pertama
Pada OCD, riset berfokus pada serotonin berdasarkan efektifitas obat golongan SSRI yang efektif
PET Scan menunjukkan peningkatan aktivitas di lobus frontalis dan peningkatan aliran darah di area frontal dan basal ganglia.
Abnormalitas GABA-benzodiazepin telah menjadi hipotesa pada gangguan cemas menyeluruh
Fitur Klinis Ansietas
Fisiologi (Gejala Somatik)
9
01
02
03
Perilaku
Kognitif
Strategi menghadapi situasi menakutkan seperti:
Fokus pada bagaimana mempersepsi ancaman dengan mengeksklusi informasi kontekstual
3 Ranah Gejala:
OCD (Obsesive Compulsive Disorder)�Gangguan Obsesif Kompulsif
10
Terdapat 3 jenis, yaitu obsesif dominan, kompulsif dominan, dan campuran (obsesif dan kompulsif).
Prevalensi 2-3% populasi; laki = wanita; banyak yang tidak mencari pengobatan
Obsesif adalah ide-ide/impuls/gambar berulang yang intens dan tidak sesuai dengan konteksnya, disebabkan distres atau kecemasan yang jelas.
Ada usaha untuk mengabaikan dengan mencoba melakukan pikiran atau tindakan lain. Penderitanya menyadari bahwa hal ini sebagai hasil dari buah pikiran mereka sendiri dan tidak dapat mereka lawan.
OCD 2
11
Kompulsif adalah perilaku berulang (cuci tangan, checking, merapihkan) atau aktivitas mental (menghitung, mengulang-ulang kata) yang membuat penderitanya merasa dikendalikan untuk melakukan hal tersebut sebagai respon terhadap obsesi/ mengikuti aturan-aturan tertentu yg harus dipatuhi secara kaku.
Perilaku kompulsi ini bertujuan untuk mencegah/mengurangi distres/situasi yang mengancam walaupun penderita menyadari hal ini tak rasional tapi penderita akan merasa sangat cemas jika tidak mengikuti ide/tindakan ini. Di lain pihak, ketika hal ini diikuti untuk dilakukan hanya akan menghasilkan kelegaan sesaat yang singkat dan kemudian penderitanya dituntut untuk melakukannya kembali berulang-ulang lebih banyak.
OCD 3
12
Pada akhirnya penderita dapat mengembangkan ritual yang lebih kompleks dan menghasilkan waktu berjam-jam untuk melakukannya.
Jenis obsesi yang umum: terkontaminasi, keraguan yang eksesif, impuls agresi dan seksual, keluhan somatik, dorongan akan ketepatan
Jenis kompulsi yang umum: checking, cleaning, washing, counting
Terapi OCD
13
Psikofarmakologi SSRI seperti Fluoxetin 40-80mg; Sertralin 100-200mg per hari
(dulu pakai Clomipramine 🡪 sekarang sulit dicari)
Psikoterapi: paradoxical intention (dengan mindfulness), CBT (Cognitive Behavior Therapy).
Fisik: rTMS misalnya 1Hz orbitofrontal cortex kanan, atau deep coil rTMS, ECT
Macam-Macam Fobia
14
Fobia Sosial
Rasa takut dan penghindaran atau merasa sangat takut menjadi pusat perhatian pada situasi sosial dimana penderitanya merasa malu atau dipermalukan
Biasanya mencari bantuan ketika ada kendala di tempat kerja atau kesulitan interpersonal.
Misalnya ansietas timbul ketika rapat, bicara depan umum, menghadiri pesta. Manifestasi kecemasannya bisa: bergetar, muka merah, gagap, mendapatkan serangan panik
Penting membedakannya dengan :
15
Fobia Spesifik
Ketakutan irasional dan menghindari objek spesifik dan situasi secara konsekuen. Penderitanya tidak mengalami ansietas kecuali terpapar pada stimulus fobia spesifik yang terbagi seperti di bawah ini:
Terapi:
GAD Generalized Anxiety Disorder�Gangguan Cemas Menyeluruh
16
GAD seringkali berlangsung kronis sepanjang hidup
Kebanyakan dari penderitanya pesimis terhadap keberhasilan terapi dan menganggap pengalaman cemas ini sebagai bagian dari jalan hidup mereka
Onsetnya gradual mulai dari remaja/ awal usia 20 tahun
Prevelensi cukup sering yaitu 5%. Laki-laki dan wanita sama
s/d usia 20-30 thn-an baru mencari bantuan
GAD 2
17
Penderitanya merasa was-was tentang kejadian-kejadian dan masalah-masalah apapun sepanjang hari (seringkali masalahnya pun tidak terlalu jelas yang disebut ‘free floating anxiety’ kecemasan yang bebas mengambang)
Polanya pervasif melingkupi hal yang sedang terjadi dan mengantisipasi kejadian-kejadian atau masalah-masalah (co: uang, kesehatan, pekerjaan).
Rasa cemas dirasakan lebih pada jumlahnya daripada kualitas cemasnya (tidak terlalu cemas hebat tapi terasa seperti ada yang kurang. Ada yang tidak beres dll) dan disadari berbeda dari kecemasan yang biasa dirasakan sebagaimana normalnya.
GAD 3
18
GAD didiagnosis jika gejalanya secara durasi dan keparahannya cukup mempengaruhi fungsi penderita sehari-hari.
Banyak ditemukan pada praktek umum sebagian tidak mendapatkan terapi spesialistik
Gambarannya mencakup:
Terapi
19
Simptomatik: antianxietas long acting
Gangguan Panik
20
Prevalensinya 4% (wanita> pria)
Gambaran klinis utamanya adalah pengalaman berulang atas serangan rasa takut yang tiba-tiba dan tak dapat diperkirakan.
Mencapai puncaknya dalam beberapa menit dan diikuti dengan berbagai fitur tipikal kognitif seperti:
Panik 2
21
Panik dengan atau tanpa agora fobia
Agora fobia pertama kali diperkenalkan pada tahun 1871 sebagai ketidakmampuan berjalan melalui jalan tertentu dan lapangan atau kemungkinan mendapatkan serangan panik.
Dalam bahasa Yunani agora merujuk pada pasar atau tempat lain tempat orang berkumpul, agora fobia bukan takut pada tempat terbuka melainkan pada ketidakmungkinan untuk kabur dari keadaan atau ketika tidak sulit mendapatkan pertolongan (contoh di kerumunan, tempat umum, transportasi umum, antrian, di rumah sendirian)
Panik 3
22
Banyak pasien mengeluhkan hal ini pada dokter keluarga atau sampai ke IGD
Biasanya ditemukan preokupasi dengan dan cemas ttg sesuatu, gejala somatik
Fokusnya bervariasi, ada yang mengalami palpitasi lalu menghubungkannya dengan sakit jantung
Banyak pasien yang menjadi hipokondriasis 🡪 dokter shopping 🡪 diperiksa banyak pemeriksaan penunjang untuk penyakit fisik.
2/3-nya berhubungan dengan depresi
Kepala enteng, dizziness, depersonalisasi atau derealisasi dihubungkan dengan tumor otak
Penyalahgunaan alkohol dan benzodiazepin, hendaya sosial dan pekerjaan; kesulitan perkawinan dan interpersonal; percobaan bunuh diri dan berhasil melakukan bunuh diri.
Panik 4
23
Pengobatan:
DOC: Alprazolam untuk serangan panik
DOC untuk ggn panik SSRI (fluoxetin, sertralin, escitalopram)
Psikoterapi: Mindfulness based relaxation
CBT
24
Terima Kasih
25
dharmawan@purnama.de