1 of 47

Pengantar Ilmu Kebumian

TG25-11001

Minggu 4

2 of 47

Outline

  • Pengenalan Mineral Batuan
  • Pengenalan Jenis Batuan
  • Pengenalan Geologi Struktur
  • Pengenalan Geomorfologi dan Stratigrafi

3 of 47

Pengenalan Mineral Batuan

  • L.G Berry dan B. Mason (1959)

Mineral adalah suatu benda padat homogen yang terdapat di alam, terbentuk secara anorganik, mempunyai komposisi kimia pada batas tertentu dan mempunyai atom atom yang tersusun secara teratur

  • D.G.A Whitten dan J. R. V. Brooke (1972)

Mineral adalah suatu bahan padat yang secara struktural homogen, mempunyai komposisi kimia tertentu, dibentuk oleh proses alam yang organik.

  • A. W. R. Potter dan H. Robinson (1977)

Mineral adalah suatu zat atau bahan homogen, mempunyai komposisi kimia tertentu atau dalam batas tertentu dan mempunyai sifat tetap, terbentuk di alam dan bukan hasil suatu kehidupan

4 of 47

Pengenalan Mineral Batuan

Suatu bahan dikatakan mineral apabila mencakup batas-batas definisi mineral, yaitu

  1. Benda padat homogen, artinya suatu mineral tidak dapat diuraikan menjadi senyawa lain yang lebih sederhana oleh proses fisika
  2. Bahan alam, harus terjadi secara alamiah
  3. Mempunyai sifat fisik dan kimia tertentu
  4. Pada umumnya anorganik,

5 of 47

Sifat - sifat Fisik Mineral

Penentuan nama mineral dapat dilakukan dengan membandingkan sifat-sifat fisik mineral antara yang satu dengan mineral yang lain. Sifat-sifat fisik mineral antara lain

  • Warna
  • Perawakan
  • Kilap
  • Kekeraran
  • Goresan
  • Belahan
  • Pecahan
  • Bentuk dan Struktur
  • Sifat dalam
  • Sifat Kemagnetan
  • Berat Jenis
  • Sifat lain

6 of 47

Warna

  • Warna pada mineral digunakan untuk membedakan mineral asli dan mineral yang telah dipengaruhi oleh zat pengotor
  • Warna pada mineral dipengaruhi oleh komposisi kimia, struktur kristal dan ikatan atom, pengotor dari mineral
  • Mineral dengan warna asli disebut dengan idiochromatic, contoh sulfur berwarna kuning, pyrite berwarna kuning loyang, magnetite berwarna hitam
  • Mineral yang berubah warna akibat pengotor disebut dengan allochromatic, contoh Halite warna dapat berubah-ubah menjadi biru, kuning, cokelat, bahkan merah muda, kuarsa tidak berwarna tetapi dapat memiliki warna sesuai dengan pengotornya.

7 of 47

Perawakan

  • Bentuk khas mineral ditentukan oleh bidang yang membangunnya
  • Perawakan kristal dapat digunakan untuk menentukan jenis mineral
  • Perawakan kristal dibagi menjadi
    1. Granular atau membutir, ukuran butir seragam
    2. Kolom atau prisma, bila panjnag disebut fibrous atau berserat
    3. Lembaran atau lamilar, seperti tabular, konsentris, dan foliasi
    4. Imitasi seperti asikular, filiformis, dan membilah
  • Contoh:
    • Mika selalu menunjukan perawakan kristal yang mendaun
    • Amphibol selalu menunjukan kristal yang meniang (columnar)

8 of 47

Kilap

  • Kilap adalah kesan atau kemampuan mineral memantulkan cahaya yang dikenakan padanya
  • Terdapat 2 jenis kilap pada mineral, yaitu kilap logam dan kilap bukan logam
  • Kilap logam yaitu kilap yang dihasilkan dari mineral-mineral logam, seperti kalkopirit, pirit, gelana, grafit, dan lusit
  • Kilap bukan logam mempunyai warna terang dan dapat dibiaskan, dengan indeks bias kurang dari 2.5

9 of 47

Jenis kilap mineral bukan logam

  • Kilap kaca yang ditimbulkan oleh permukaan kaca atau gelas, contoh kuarsa, kalsit, halit, florit, apatite, spinel, fluoriote, garnet, leucit, dan korundom
  • Kilap intan yang diakibatkan oleh intan, seperti intan, cassiterite, zircon, dan rutile
  • Kilap lemak yang diakibatkan oleh keberadaan minyak atau lemak akibat proses oksidasi, seperti nepheline yang sudah teralterasi, halite yang sudah terkena udara
  • Kilap damar yang mineralnya berkilap seperti damar, contohnya monasit, resin, dan shalerite
  • Kilap lilin mengkilap seperti lilin, contoh wulfingite, allophane, steigerite
  • Kilap sutera kilap yang terdapat pada mineral parralel atau bersarabut, contohnya mongolite, carpholite, gypsum, asbes, dan actinolite
  • Kilap mutiara adalah kilap yang ditimbulkan oleh mineral transparan seperti talc, gypsum, mika, dan dolomit
  • Kilap tanah yang disebabkan oleh mineral poros seperti kolinite, aluminitem limonite, diatomae, dan bauksite.

10 of 47

Kekerasan

  • Kekerasan mineral umumnya diartikan sebagai daya tahan mineral terhadap goresan
  • Kekerasan mineral ditentukan berdasarkan skala kekerasan
  • Untuk menguji kekerasan mineral dapat dilakukan dengan menggoreskan mineral dengan alat ujinya

Kekerasan

Alat uji

2,5

Kuku Manusia

3

Jarum

3,5

Uang tembaga

4,5

Paku besi

5,5

Pisau baja

5,5 - 6

Kaca

6 - 7

Kikir Baja

8 - 9

Amplas

11 of 47

Goresan dan Cerat

  • Goresan merupakan warna asli dari mineral apabila mineral tersebut ditumbuk sampai halus

  • Goresan dapat lebih dipertanggungjawablan karena stabil

  • Cerat diperoleh dengan menggoraskan mineral pada kepingan porselin, tetapi apabila mineral memiliki kekerasan lebih dari 6, dapat dicari dengan menumbuk sampai halus

12 of 47

Goresan dan Cerat

Mineral mempunyai warna dan cerat yang berbeda;

  • Warna dan cerat sama
    • Cinnabar : warna dan cerat merah
    • Magnetite : Warna dan cerat hitam
    • Lazurite : Warna dan cerat biru

  • Warna terang dan cerat putih
    • Kuarsa : putih atau bening
    • Gypsum : Putih atau bening
    • Kalsit : Putih atau bening

13 of 47

Goresan dan Cerat

  • Logam dengan cerat lebih gelap dari warna asli
    • Pirit : Warna kuning emas, cerat hitam
    • Coopper : warna emas tembaga, cerat merah
    • Hematite : warna abu-abu kehitaman, cerat merah

  • Non-logam cerat lebih terang dari warna asli
    • Leucite : warna abu-abu cerat putih
    • Dolomit : warna kuning merah jambu dengan cerat putih

14 of 47

Belahan

  • Belahan merupakan kenampakan mineral berdasarkan kemampuannya membelah melalui bidang-bidang yang rata dan licin.

  • Bentuk belahan mengikuti bentuk kristal mineralnya

  • Bentuk belahan dapat dibagi menjadi berbagai macam seperti belahan sempurna, baik, jelas, tidak jelas, dan tidak sempurna

15 of 47

Belahan

  • Belahan sempurna : belahan yang sangat rata dan sukar pecah selain melalui bidang belahannya, contoh calcite, muscovite, galena, halite dan biotite
  • Belahan Baik : Bidang belahannya rata, tetapi tidak sempurna dan dapat pecah pada arah lain, contoh: feldspar, hyperstene, diopsite, augite, rhodonite, gypsum.
  • Belahan jelas : Bidang belahannya jelas tetapi tidak rata dan dapat pecah pada sembarang arah, contoh Staurolite, scapolite, hornblende
  • Belahan tidak jelas : bidang belah masih terlihat, tetapi kemungkinan membentuk belahan dan pecah akibat tekanan, contoh : beryl, corondum, platina, dan gold
  • Belahan tidak sempurna : bidang belahan tidak terlihat, contoh apatite, cassiterite

16 of 47

Pecahan

Pecahan adalah kemampuan mineral untuk pecah melalui bidang yang tidak rata dan tidak teratur, pecahan dibagi menjadi beberapa jenis

  • Choncoidal Pecahan mineral yang menyerupai pecahan botol atau kulit bawang, contoh kuarsa, obsidian, rutile, zincite, cerrusite
  • Hacly Pecahan mineral seperti pecahan runcing-runucing tajam, contoh Copper, Platinum, silver dan gold
  • Even Pecahan dengan bidang permukaan pecah kecil-kecil dengan ujung pecahan mendekati bidang datar, contoh mucovite
  • Uneven Pecahan yang bidang pecahannya kasar dan tidak teratur, contoh calcite
  • Splintery Pecahan mineral hancur dan menjadi kecil-kecil, contoh fluorite, anhydrite
  • Earthy Pecahan hancur seperti tanah, contoh kaolin

17 of 47

Bentuk dan struktur mineral

Bentuk dan struktur mineral dibagi menjadi

  • Bentuk mineral
    • Kristalin : kristal pada mineral terlihat jelas
    • Amorf : tidak memiliki kristal

  • Struktur granular
    • Fenokristalin : Butiran dapat dilihat dengan mata
    • Kriptokrsitalin : Butiran tidak dapat dilihat dengan mata
    • Sccharoidal : Butiran memiliki kesan seperti gula pasir

18 of 47

Sifat Dalam

  • Rapuh : mudah hancur menjadi tepung, contoh kalsit, kuarsa, feldspar
  • Dapat diilis : Dapat diilis dengan pisau, contoh gypsum
  • Dapat dipintal : dapat dipintal seperti tali, contoh asbes
  • Dapat ditempa : dapat ditempa dengan palu , contoh emas, perak, tembaga
  • Lentur : dapat dibengkokan, contoh mika
  • Fleksibel : dibengkokan tidak dapat kembali, contoh tembaga

19 of 47

Sifat Kemagnetan

  • Ferromagnetik : mineral yang memiliki gaya tarik menarik terhadap magnet dengan kuat, contoh magnetit, phyrhotite

  • Paramagnetik : mineral yang memiliki gaya tarik menarik dengan magnet namun lemah, contoh pirit

  • Diamagnetik mineral yang tidak memiliki gaya tarik menarik dengan magnet, contoh kuarsa

20 of 47

Berat jenis dan sifat lain

  • Mineral memiliki berat jenis yang beragam mulai dari 1 gr/cc sampai 5gr/cc

Sifat Lain mineral

  • Opaque mineral : mineral yang tidak tembuh cahaya, contoh pirit dan hematite
  • Transparant Mineral : mineral yang tembus pandang, contoh kuarsa, kalsit
  • Translucent mineral : mineral yang tembus cahaya tapi tidak tembus pandang, contoh kalsedon, opal, gypsum

21 of 47

Pengenalan Jenis Batuan

  • Batuan adalah material penyusun kerak bumi yang tersusun dari satu jenis mineral (monomineralic) maupun banyak jenis mineral (polymineralic)

  • Batuan Beku
  • Batuan sedimen
  • Batuan metamorf

22 of 47

Pengertian Batuan Beku

  • Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari pembekuan magma di bawah permukaan bumi dan hasil pembekuan magma di permukaan bumi

  • Batuan beku yang terbentuk dibawah permukaan bumi disebut dengan batuan beku intrusif atau batuan beku plutonik

  • Batuan beku yang terbentuk diatas permukaan bumi disebut dengan batuan beku luar atau batuan beku ekstrusif atau batuan beku vulkanik

23 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

Batuan beku dapat diklasifikasi berdasarkan beberapa jenis yaitu

  • batuan beku berdasarkan genetiknya,
  • Batuan beku berdasarkan indeks warna,
  • batuan beku berdasarkan sifat dan kandungan kimia.

24 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

Batuan beku berdasarkan genetiknya dibagi menjadi 2 jenis yaitu batuan beku intrusif dan batuan beku ekstrusif.

  • Batuan beku instrusif merupakan batuan beku yang terbentuk didalam pertu bumi, berdasarkan kontak dengan batuan sekitarnya batuan beku intrusif dibagi menjadi 2 kelompok yaitu konkordan dan diskordan
  • Konkordan, yaitu intrusi batuan yang sejajar dengan perlapisan batuan disekitarnya seperti sill, laccolith, Lopolith, dan phacolith

25 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

  • Diskordan yaitu batuan beku yang perlapisannya batuannya memotong perlapisan batuan disekitarnya, seperti Dike dan batholith

26 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

  • Batuan beku berdasarkan indeks warna, berdasarkan indeks warna/komposisi mineral, maka batuan beku terbagi atas :
  • Leucocratic batuan beku dengan kandungan mineral mafis berkisar 0% - 30%
  • Mesocraticbeku dengan kandungan mineral mafis berkisar 30% - 60%

  • Melanocraticbeku dengan kandungan mineral mafis berkisar 60% - 90%

  • Hypermelanicbeku dengan kandungan mineral mafis berkisar 90% - 100%

27 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

  • batuan beku berdasarkan sifat dan kandungan kimia dibagi menjadi
  • Batuan beku asam
  • Batuan beku itermediet
  • Batuan beku basa
  • Batuan beku ultrabasa

28 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

batuan beku asam

  • Tersusun atas mineral-mineral asam, kandungan silika > 60%, kuarsa minimal 10%. Biasanya berwarna cerah, putih sampai abu-abu cerah
    • Granit (intrusif), contoh granodiorit
    • Riolit (ekstrusif), contoh latite, dacite

Batuan beku intermediet

  • Tersusun atas mineral-mineral asam dan basa, biasanya berwarna abu-abu sampai kehitaman
    • Diorite (instrusif) contoh syenit
    • Andesit (ekstrusif) contoh Trachyte

29 of 47

Klasifikasi Batuan Beku

Batuan beku Basa

  • Tersusun atas mineral-mineral Basa, kandungan silika 45-52%, Biasanya berwarna abu-abu gelap sampai hitam
    • Gabro (intrusif), contoh anorthosit
    • Basalt (ekstrusif), contoh diabas

Batuan beku Ultra basa

  • Tersusun atas mineral-mineral basa, biasanya berwarna Hijau sampai kehitaman
    • Peridotit contoh piroksen

30 of 47

Deret Bowen Batuan Beku

  • Magma yang sampai ke permukaan bumi dan mengalami kontak dengan udara dan suhu tertentu akan membeku membentuk kristal mineral yang akan menjadi penyusun batuan
  • Deret Bowen adalah skema yang menjelaskan proses pembentukan mineral pada saat pendinginan magma dimana ketika magma mendingin, magma tersebut mengalami reaksi spesifik
  • Faktor utama deret Bowen adalah suhu (T)

31 of 47

Deret Bowen Batuan Beku

32 of 47

Pemerian Batuan Beku

  • Pemerian batuan beri didasarkan berdasarkan
    • Warna batuan
    • Struktur Batuan
    • Tekstur Batuan
    • Bentuk Kristal
    • Komposisi

33 of 47

Warna Batuan Beku

  • Warna pada batuan beku meliputi 2 warna, yaitu warna segar dan warna lapuk
  • Warna batuan berkaitan erat dengan mineral penyusunnya
  • Warna cerah umumnya adalah batuan beku asam yang tersusun atas mineral felsik seperti kuarsa dan plagioklas
  • Warna gelap sampai hitam umumnya adalah batuan intermediet dimana jumlah batuan felsik dan mafik sama
  • Warna hitam sampai kehijauan umumnya tersusun atas mineral mafik

34 of 47

Struktur Batuan Beku

  • Struktur adalah kenampakan hubungan antar batuan yang berbeda, terdapat berbagai macam struktur batuan beku
    • Masif
    • Sheeting joint
    • Columnar joint
    • Pillow lava
    • Vesikuler
    • Skoria
    • Pumisan
    • Struktur aliran
    • Amidloidal
    • Xenolit

35 of 47

Tekstur Batuan Beku

Tekstur batuan beku adalah kenampakan batuan yang berkaitan dengan derajat pengkristalan, ukuran kristal, bentuk kristal, dan susunan butir mineral.

  • Derajat kristal
    • Holokristalin : batuan beku yang tersusun seluruhnya oleh kristal
    • Hipokristalin batuan yang terusun oleh kristal dan gelas
    • Holohyalin batuan yang tersusun seluruhnya oleh gelas
  • Granularitas
    • Fenerik Dapat diamati dengan mata, dimana hampir seluruh tubuh batuan tersusun atas mineral kasar
    • Afanitik tidak dapat diamati oleh mata, karena seluruh tubuh batuan tersusun oleh mineral halus

36 of 47

Komposisi Batuan Beku

Komposisi penyusun batuan beku terdapat 8 mineral yang terbagi menjadi 2 kelompok yaitu mineral asam (felsik) dan mineral basa (mafik)

  • Mineral asam (felsik)
    • Kuarsa
    • Muskovit
    • Orthoklast
    • Plagioklas
  • Mineral basa (mafik)
    • Olivine
    • Piroksen
    • Hornblende
    • Biotit

37 of 47

Batuan Sedimen

  • Batuan sedimen adalah batuan yang terbentuk akibat litifikasi dari hancuran batuan sebelumnya.
  • Klasifikasi batuan sedimen dbagi menjadi 2 macam yaitu batuan sedimen klastik dan batuan sedimen nonklastik

38 of 47

Klasifikasi Batuan Sedimen

Batuan Sedimen klastik

  • Batuan sedimen yang tersusun oleh hasil hancuran batuan yang sudah ada terlebih dahulu baik batuan beku, metamorf maupun sedimen
  • Umumnya sudah mengalami transportasi

Batuan Sedimen klastik

  • Batuan sedimen yang tersusun oleh hasil reaksi kimia tertentu
  • Umumnya hasil litifikasi koloid

39 of 47

Pemerian Batuan Sedimen Klastik

  • Warna, segar atau lapuk
  • Struktur
    • Masif jika tidak terlihat struktur
    • Perlapisan
  • Tekstur
    • Ukuran butir berdasarkan skala Wentwort
    • Pemilahan : keseragaman ukuran butir batuan
    • Bentuk butir
    • Kemas : hubungan antar butir

40 of 47

Pemerian Batuan Sedimen Klastik

  • Komposisi
    • Fragmen adalah bagian butiran yang ukurannya paling besar
    • Matriks adalah bagian batuan yang ukurannya lebih kecil dari fragmen terletak diantara fragmen sebagai masa dasar
    • Semen : material pengisi rongga antar butir
    • Bahan semen terbuat dari kalsium, semen silika, dan semen oksida besi

41 of 47

Batuan metamorf

  • Kata metamorf berasal dari bahasa Yunani yaitu "meta" artinya berubah dan "morph" artinya bentuk
  • Batuan metamorf atau batuan malihan merupakan batuan yang berubah bentuk dari bentuk asal yaitu batuan beku, batuan sedimen maupun batuan metamorf
  • Batuan metamorf mengalami perubahan akibat tekanan (P) dan temperatur (T) yang tinggi secara bersamaan di kerak bumi
  • Proses motamorfisme menyebabkan perubahan dan pembentukan mineral baru pada batuan

42 of 47

Klasifikasi metamorf

  • Metamorfisme termal adalah perubahan batuan akibat kenaikan temperatur (T)
  • Metamorfisme Dinamo yaitu perubahan batuan akibat kenaikan tenanan (P)
  • Metamorfisme regional yaitu perubahan batuan akibat temperatur (T) dan Tenakan (P)

43 of 47

Pemerian batuan metamorf Foliasi

  • Batuan metamorf foliasi adalah batuan yang mengalami pensejajaran mineral
  • Warna
    • Segar atau Lapuk
  • Komposisi mineral
    • Terdiri dari mineral hornblende, mika, kyanit, epidot
  • Tekstur batuan berfoliasi
    • Lepdoblastik dimana bentuk mineralnya menjadi pipih contohnya sekis mika
    • Nematoblastik dimana tekstur mineralnya menjadi prisma contohnya sekis hornblence
    • Granoblastik dimana teksturnya berbentuk bulat seperti kuarsa, feldspar, dan kalsit
  • Struktur

44 of 47

Pemerian batuan metamorf Foliasi

  • Struktur
    • Salty cleavage yaitu struktur batuan metamorf yang berbutir halus
    • Phylitic struktur batuan metamorf seperti salty cleavage tetapi cenderung kasar
    • Schitosity batuan metamorf yang mineralnya cenderung pipih
    • Gneissic perselingan komposisi mineralnya berbeda-beda seperti adanya campiran mineral pipih dan granular

45 of 47

Pemerian batuan metamorf nonFoliasi

  • Batuan metamorf nonfoliasi adalah batuan yang tidak mengalami pensejajaran mineral
  • Warna
    • Segar atau Lapuk
  • Struktur
    • Hornfelsik : batuan dimana butirnya halus
    • Katalistik struktur terdiri dari pecahan-pecahan mineral
    • Milonitik seperti kataklastik tetapi butirannya lebih halus
    • Liniasi struktur yang menunjukan pengarahan mineral

46 of 47

Pemerian batuan metamorf nonFoliasi

  • Nama batuan metamorf non foliasi
  • Amphibolit
  • Edogit
  • Granulit
  • Serpentinit
  • Marmer
  • Skarn
  • Kuarsit

47 of 47

Terimakasih