1 of 12

PENANGANAN PASIEN KOMORBID

Drg. Karolina BR Kaban, SpBMM (K)

2 of 12

�KOMORBID

​

  • Kondisi pasien dengan penyakit lain yang menyertai (bisa 2 atau lebih)
  • Salah satu penyakit, timbul akibat kondisi kesehatan sebelumnya
  • Penyakit kronis yang lama di derita menimbulkan penyakit lain
  • Misalnya :
  • Diabetes Mellitus : risiko tekanan darah tinggi.
  • kolesterol tinggi : memberatkan penyakit kardiovaskular.

​

3 of 12

�PENYEBAB

  • Penyakit yang saling berkaitan, baik fisik maupun mental.
  • diabetes dan tekanan darah tinggi.
  • trauma dan skizofrenia.
  • Penyakit menyebabkan penyakit tambahan.
  • endometriosis yang dapat menyebabkan kista dan kanker rahim.
  • diabetes yang menyebabkan obesitas atau sebaliknya
  • gejala depresi menyebabkan pasien tertekan dan beralih menjadi pecandu narkoba.
  • Penyakit mental sering kali saling memengaruhi satu sama lain dan memperparah kondisi.
  • Kondisi komorbiditas juga dapat mencakup keluhan fisik dan mental sekaligus.

​

4 of 12

​

​

​

  • National Alliance on Mental Illness (NAMI),
  • 60 % orang yang memiliki gangguan kecemasan juga mengalami gejala depresi. Masalah mental lainnya yang disebabkan oleh kondisi ini adalah: Bipolar disorder Post-traumatic stress disorder Serangan panik. Social anxiety. General anxiety. Obsessive Compulsive Disorder. Fobia.
  • Jika komorbiditas tidak ditangani dengan benar hal ini akan menyebabkan kondisi yang lebih parah, seperti halusinasi dan skizofrenia.

​

5 of 12

CARA MENGATASI KOMORBID

  • harus diatasi dengan cara yang berkesinambungan.
  • perpaduan berbagai perawatan :

(konsultasi, perencanaan pola hidup sehat, obat-obatan)

  • Hal ini berlaku untuk komorbiditas fisik maupun mental.
  • membutuhkan dukungan dan bantuan dari komunitas maupun tenaga medis, dukungan keluarga dan orang-orang terdekat, terutama yang mengalami masalah fisik dan mental secara bersamaan.

​

6 of 12

  • Klinik Bedah Mulut dan maksilofasial fkg UGM tahun 2014-2016

​

  • Hasil penelitian ini menunjukkan jumlah pasien dengan penyakit komorbid periode 2014-2016 sebanyak 208 pasien dan mengalami peningkatan setiap tahunnya.
  • Berdasarkan jenis kelamin laki-laki (51,4%) dan perempuan (48,6%). Kelompok usia yang paling sering ditemukan adalah 40-60 tahun (58,7%) dengan rata-rata usia 49,35 tahun.
  • Penyakit komorbid yang sering ditemukan pada penelitian ini adalah hipertensi (64,9%) diikuti dengan diabetes melitus (12,5%).
  • Diagnosis terbanyak yang sering ditemukan adalah nekrosis pulpa (96,6%) sedangkan untuk jenis perawatan yang sering dilakukan adalah pencabutan gigi (73%).

7 of 12

PERHATIAN PENTING :

  1. Evaluasi dan Konsultasi medis pasien dan kondisi komorbidnya
  2. Pengendalian Kondisi Komorbid:
  3. Pastikan kondisi terkontrol : KGD, TD, konsumsi/tidak obat pengencer darah, penyakit paru kronis.

3.Pencabutan Gigi:

  • Prosedur harus disesuaikan dengan kondisi komorbid
  • Minimal invasif
  • Kasus kompleks -->anestesi umum

4. Obat-obatan: obat, dosis, interaksi obat

5. Perawatan Pasca Pencabutan:

  • wajib instruksi pasca pencabutatn
  • obat pereda nyeri dan anti-inflamasi antibiotic jika diperlukan.

6. Kolaborasi dan komunikasi antara semua profesional

​

PENANGANAN PASIEN KOMORBID DALAM PENCABUTAN GIGI

8 of 12

​

  • Contoh Kasus:

​

  • Pasien dengan penyakit jantung kongenital dan hipotiroid: Pencabutan gigi dan penambalan dilakukan dengan anestesi umum di ruang operasi.
  • Pasien dengan leukemia: Pencabutan gigi dan perawatan saluran akar gigi dapat dilakukan, namun perlu konsultasi dengan hematolog dan penanganan khusus.
  • Pasien dengan diabetes: Kadar gula darah harus dikontrol sebelum pencabutan gigi, dan prosedur pencabutan harus minimal invasif.

​

​

​

9 of 12

�PASIEN DENGAN TERAPI PENGENCER DARAH

  • meminimalkan risiko pendarahan berlebihan
  • konsultasi :
  • Evaluasi jenis dan dosis antikoagulan yang digunakan
  • mengevaluasi risiko dan manfaat
  • menghentikan atau menurunkan dosis obat tersebut sebelum pencabutan
  • Analisa kondisi medis pasien secara keseluruhan untuk menentukan tingkat risiko dan manfaat pencabutan gigi.
  • Minimal invasive yang lebih berhati-hati dan suturing

​

​

​

10 of 12

  • Pengendalian Pendarahan:
  • menjaga area pencabutan tetap bersih dan kering, gigit kapas steril
  • Jika pendarahan terus berlanjut, konsultasikan kembali dengan dokter gigi.
  • Pemantauan kondisi pasien
  • Instruksi yang jelas pasca pencabutan gigi
  • Kepatuhan pasien

11 of 12

PERAWATAN TAMBAHAN: �

  • Dalam beberapa kasus, dokter gigi mungkin menggunakan obat-obatan hemostatik
  • Obat anti-kecemasan, pengendalian rasa sakit yang baik, dan obat anti-inflamasi
  • Juga dapat membantu memastikan periode pemulihan yang nyaman.

​

12 of 12

KESIMPULAN

​

  • Penanganan pencabutan gigi pada pasien yang sedang mengonsumsi pengencer darah memerlukan pendekatan yang hati-hati dan terencana.
  • Konsultasi dengan dokter yang merawat antikoagulan sangat penting untuk menentukan strategi terbaik untuk meminimalkan risiko pendarahan berlebihan dan memastikan keamanan pasien.

​

​