1 of 17

Al Mustafa

Open

University

Suroyya Solehah Zainal, Lc. M. A

2024-2025

Metodologi Pengajaran

2 of 17

Materi 4:

Tujuan Pengajaran dan Persiapan Untuk Pembelajaran

Apa yang di negara Amerika Serikat dikenal sebagai lesson study atau studi pembelajaran, di negara asalnya, Jepang, disebut kenshu (penguasaan melalui studi) atau kenkyu jugyo. Wulfeck (2007) berpendapat bahwa salah satu alasan kinerja siswa Jepang yang baik dalam tes internasional adalah penggunaan rencana pembelajaran kolaboratif ini.

Salah satu bagian penting dari desain pembelajaran adalah menentukan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran adalah maksud dan tujuan yang ingin dicapai oleh guru melalui kegiatan pembelajarannya. Karena pembelajaran yang dilakukan oleh guru bertujuan untuk memfasilitasi dan mengarahkan pembelajaran peserta didik, maka selain tujuan pembelajaran, sering juga digunakan istilah tujuan belajar.

Tujuan yang digunakan dalam suatu sistem pendidikan, dari segi ketelitian penyampaian dan tingkat umum dan spesifiknya, memiliki berbagai jenis. Di sini, kita akan membedakannya menjadi dua kategori: tujuan pendidikan (tujuan umum) dan tujuan pembelajaran yang spesifik.

3 of 17

Macam-macam dan desain tujuan pengajaran

1

2

3

4

Tujuan Pengajaran Islam Secara Umum

Tujuan Pengajaran secara Prilaku

Tujuan Pengajaran secara Kogmitif

Tujuan Pengajaran secara spesifik

5

Tujuan Awal, Proses dan Akhir

4 of 17

xxx

Membentuk karakter yang baik, seperti jujur, disiplin, tanggung jawab, dan Pengenalan, pengembangan, dan integrasi dalam masyarakat dan komunitas.

Memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang luas, serta menumbuhkan sikap ingin tahu dan kritis.

Mengembangkan bakat dan minat di bidang seni, serta menghargai keindahan.

B. Etika

  1. Tujuan Pengajaran Islam secara Umum

Memperkuat iman dan kepercayaan pada dasar-dasar Islam dan memperluas wawasan keagamaan berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah Nabi (saw) serta para Imam yang ma'sum (as), dengan memperhatikan prinsip 12 dan 13 UUD mengenai penganut agama Islam dan minoritas agama.Memahami dan mengamalkan ajaran agama, serta mengembangkan akhlak yang mulia.

D. Seni dan Budaya

C. Keilmuan dan Pendidikan

  1. Ideologi

5 of 17

Mengembangkan penerimaan atas kekuasaan Tuhan secara mutlak dalam dunia dan manusia, serta penerapan hukum berdasarkan prinsip-prinsip syariah Islam.

Memperhatikan pertumbuhan ekonomi sebagai sarana untuk mencapai perkembangan spiritual manusia.

Menjaga kesehatan fisik dan mental, serta memiliki gaya hidup yang sehat.

F. Politik

Mempersiapkan siswa untuk menghadapi kehidupan sehari-hari, seperti berkomunikasi, bekerja sama, dan memecahkan masalah.

H. Kesehatan

G. Ekonomi

F. Sosial

6 of 17

2. Tujuan Pengajaran secara Spesifik

Bertentangan dengan tujuan pendidikan, yang mengungkapkan tujuan lembaga pendidikan sosial secara umum.Tujuan pendidikan yang tepat menentukan maksud dan tujuan guru mengajarkan materi pelajaran secara tepat. Mereka melakukannya Sebab pelatihan guru dilakukan dengan tujuan untuk memudahkan dan membimbing belajar siswa. Selain tujuan pendidikan, istilah tujuan pembelajaran juga dapat digunakan. Menurut definisinya, tujuan pendidikan yang tepat dengan tujuan pembelajaran yang tepat adalah pernyataan yang jelas tentang apa yang diharapkan dipelajari siswa selama pendidikan (Wolflek, 2004, p. 433) Tujuan pendidikan yang rinci biasanya mencakup dua kategori umum yaitu tujuan perilaku dan tujuan kognitif. .

7 of 17

3. Tujuan Pengajaran secara Prilaku

Tujuan perilaku adalah jenis tujuan pendidikan yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang dapat diamati (Wolfleck 2004, p. 433) Metode yang paling terkenal untuk mempersiapkan tujuan perilaku dikemukakan oleh Robert Meagher (1962, 1972, dan (1989). Dalam metode Meagher Pertama, tujuan umum dan tujuan akhir diubah menjadi tujuan parsial melalui analisis tujuan, dan kemudian tujuan parsial diubah menjadi tujuan rinci.

Mereka menjadi sebuah perilaku.

Analisis tujuan atau analisis tujuan umum

Metode mengubah tujuan pendidikan umum menjadi tujuan pendidikan khusus

Robert Meagher (1972) menyebut metode pengubahan tujuan pendidikan atau tujuan umum pendidikan menjadi tujuan pendidikan khusus dengan analisis tujuan. Dia mengatakan bahwa peran analisis tujuan adalah membuat hal-hal yang tidak dapat didefinisikan menjadi dapat didefinisikan dan hal-hal yang tidak berwujud menjadi nyata, yaitu membantu kita untuk dengan jelas mengungkapkan tujuan-tujuan kita atau tujuan-tujuan abstrak umum (hal.)

8 of 17

Metode analisis tujuan dan Ekstraksi tujuan pendidikan secara rinci dijelaskan oleh Meagher (1972) dalam beberapa langkah sebagai berikut:

  1. Menentukan tujuan atau sasaran keseluruhan Pertama, tujuan atau sasaran keseluruhan harus ditentukan atau ditulis. Tidak ada batasan dalam menuliskan tujuan keseluruhan, hanya saja harus didasarkan pada hasil atau akibat dari kegiatan

Pembelajaran hendaknya ditulis tidak sesuai dengan isi pelajaran atau kegiatan pembelajaran.

2. Tuliskan hal-hal yang menurut Anda harus dikatakan atau dilakukan oleh orang yang telah mencapai tujuan yang diinginkan agar Anda dapat menerima bahwa dia telah mencapai tujuan tersebut. Arti dari tahap ini adalah sudah berakhir

Buatlah daftar fungsi-fungsi yang menurut Anda harus dimiliki oleh seseorang yang telah mencapai tujuan. Sebagai contoh, Meagher (1972) mencontohkan tujuan pendidikan yaitu love of learning.Dia bekerja dengan antusias dalam proyek sekolah.

Mencari lebih banyak kesempatan untuk belajar. Dia belajar lebih dari apa yang ditugaskan kepadanya di sekolah.Dia mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang tidak dia mengerti. Pergi ke sekolah dengan persiapan (misalnya, dengan pena dan kertas).Ia bekerja pada daya maksimumnya.Orang yang otomatis. Memiliki kekuatan inisiatif.

9 of 17

3. Mengkategorikan fungsi-fungsi Setelah membuat daftar semua fungsi yang mungkin untuk tujuan yang diinginkan, penting untuk meninjau dan mengkategorikannya dengan cermat. Untuk tujuan ini, hapus duplikat dan tentukan item umum dan abstrak untuk analisis tambahan. Untuk kasus secara keseluruhan dan abstrak, ulangi kembali langkah analisis di atas.

4. Ubah item atau tindakan yang Anda pilih pada langkah di atas menjadi sub-tujuan. Ini berarti menulis kalimat lengkap untuk setiap item atau tindakan sehingga Anda memiliki serangkaian sub-tujuan untuk keseluruhan tujuan Anda.

5. Periksa analisis Anda. Tanyakan pada diri Anda pertanyaan ini. Jika seseorang mencapai semua fungsi ini, apakah Anda akan mengatakan bahwa dia telah mencapai tujuan atau sasaran umum? Ketika Anda menjawab ya untuk pertanyaan ini, analisis Anda selesai.

6. Tulis tujuan perilaku. Setelah mengubah tujuan umum menjadi tujuan khusus yang rinci, sekarang saatnya menulis tujuan pendidikan perilaku. Menurut Meagher (1962) yang diterjemahkan oleh Shamshiri dan Zanganeh (1995), tujuan pendidikan perilaku juga harus ditulis sesuai dengan yang dapat diamati dan diukur. kinerja pembelajar. Kondisi dimana kinerja seharusnya muncul dan tingkat atau kriteria kinerja yang dapat diterima harus ditentukan. Arends (2000) dalam definisi tujuan pendidikan perilaku jenis ini mengatakan bahwa tujuan pendidikan adalah suatu bentuk tulisan yang menekankan pada ekspresi yang tepat dari perilaku yang diharapkan dari siswa, situasi dengan kondisi tes kinerja dan kriteria kinerja.

10 of 17

Tujuan pembelajaran kognitif adalah jenis tujuan yang mendukung operasi berpikir tingkat tinggi.

Contoh: Menyusun proyek penelitian (atau skripsi) dengan format yang jelas dan terorganisasi.

Tujuan Umum:

- Menyajikan proyek penelitian dalam forum publik (misalnya, sidang skripsi).

Tujuan Khusus:

1. Menjelaskan tujuan dari proyek penelitian dengan struktur yang jelas.

2. Merangkum temuan dan aplikasinya.

3. Menggunakan materi visualisasi (seperti tabel, diagram, dan lainnya) untuk menjelaskan topik dan hubungan secara rinci.

4. Memberikan laporan yang menunjukkan perencanaan yang akurat.

5. Menjawab pertanyaan penguji secara langsung dan lengkap.

6. Menggunakan pernyataan logis dalam laporan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam contoh di bawah ini, perhatikan tujuan pembelajaran dalam gaya Gronlund.

4. Tujuan Pengajaran secara Kognitif

11 of 17

Tujuan Umum

Siswa memahami termometer yang ditunjukkan dalam sistem satuan Celsius dan Fahrenheit.

Tujuan Khusus

Siswa dapat:

1. Mengubah satuan Fahrenheit menjadi Celsius.

2. Mengubah satuan Celsius menjadi Fahrenheit.

3. Menuliskan sistem pengukuran tersebut dalam bentuk deskriptif.

4. Menjelaskan apa yang ditampilkan termometer dengan satuan Fahrenheit dan Celsius.

Hingga dekade terakhir abad ke-20, penggunaan daftar tujuan pembelajaran yang terperinci mulai disarankan oleh para psikolog pendidikan seperti Gronlund. Salah satu manfaat dari metode Gronlund adalah menyederhanakan proses belajar dengan fokus pada poin-poin kunci.

Misalnya:

1. Pilih tujuan yang dapat diukur.

2. Jangan terlalu banyak menambahkan tujuan, cukup fokus pada esensi pembelajaran.

3. Pastikan tujuan Anda dapat diuji atau dievaluasi.

Kesimpulan

Secara umum, diskusi ini menunjukkan bahwa tujuan pembelajaran yang Anda buat harus:

1. Memudahkan pengajaran Anda.

2. Dapat diuji dan diukur

Identifikasi kebutuhan adalah kunci dalam mengenali tujuan-tujuan instruksional yang baik. Sebuah tujuan yang dapat diukur merupakan bentuk tujuan yang lebih baik

12 of 17

5. Tujuan Awal, Proses dan Akhir

Tujuan instruksional dapat diklasifikasikan menjadi tiga kategori: tujuan akhir, tujuan antara, dan tujuan awal.

- Tujuan Akhir: Merujuk pada hasil akhir yang ingin dicapai oleh pembelajar pada akhir suatu kursus atau pelatihan. Sebagai contoh, setelah menyelesaikan kursus, siswa harus mampu menggunakan kemampuan tersebut secara independen di lingkungan kerja atau kehidupan nyata.

- Tujuan Antara: Merupakan langkah-langkah yang membantu pembelajar mencapai tujuan akhir, termasuk memahami konsep-konsep tertentu atau menyelesaikan tugas-tugas spesifik yang diperlukan untuk mencapai kompetensi akhir.

- Tujuan Awal: Berkaitan dengan perilaku atau kemampuan yang menunjukkan kesiapan pembelajar untuk memulai proses pembelajaran.

13 of 17

Contoh Tujuan Akhir untuk Pelajaran Bahasa Inggris

1. Pembelajar mampu membaca buku berbahasa Inggris dan memahami isinya, serta menerjemahkan ke dalam bahasa ibu.

2. Pembelajar mampu berdiskusi dengan guru mengenai topik yang berhubungan dengan pembelajaran dalam bahasa Inggris.

Contoh Tujuan Antara/proses untuk Mencapai Tujuan Akhir

1. Pembelajar dapat mengenali subjek dan kata kerja dalam kalimat bahasa Inggris.

2. Pembelajar dapat menentukan makna sebuah kalimat yang jelas dan menjelaskan kalimat tidak langsung dalam bahasa Inggris.

3. Pembelajar dapat memahami struktur tata bahasa dan menerapkannya dalam pembentukan kalimat.

Tujuan Awal dalam Pembelajaran Bahasa

Tujuan awal sering kali berkaitan dengan pengenalan konsep, sikap, atau perilaku tertentu yang menunjukkan bahwa pembelajar siap untuk belajar lebih lanjut. Contohnya adalah mengenali istilah-istilah seperti terminal, enroute, atau entry sebagai langkah awal dalam memahami materi.

14 of 17

Pembelajaran menunjukkan bahwa tujuan instruksional membutuhkan persiapan tertentu dari pembelajar. Misalnya, sebelum seorang siswa belajar untuk membagi, ia harus mampu menjumlahkan dan mengalikan terlebih dahulu. Perilaku-perilaku berikut ini diperlukan untuk mencapai tujuan "siswa mampu membagi angka dengan benar":

1. Siswa mampu menjumlahkan dua angka.

2. Siswa mampu mengurangi dua angka.

3. Siswa mampu mengalikan dua angka.

Tujuan Awal dalam Pembelajaran

Perilaku awal seorang siswa adalah landasan penting untuk menentukan kemampuan pembelajaran lebih lanjut. Perilaku ini sering kali menunjukkan kesiapan pembelajar untuk melanjutkan ke tujuan antara dan akhir. Dalam pengajaran, seorang guru harus mengenali tingkatan awal ini sebelum memulai proses pembelajaran baru.

15 of 17

Tujuan Proses dan Hasil

Selain klasifikasi tujuan instruksional ke dalam kategori akhir, antara, dan awal, ada dua jenis tambahan yang dikenal:

1. Tujuan Proses

Tujuan ini mengarah pada langkah-langkah yang harus dilakukan oleh pembelajar untuk mencapai hasil tertentu. Contohnya:

- Siswa mampu menggunakan tombol pada mesin tik untuk mengetik sebuah teks.

- Siswa mampu merancang strategi pembelajaran untuk ujian sains.

2. Tujuan Hasil (Produk)

Tujuan ini fokus pada hasil akhir yang terukur, misalnya:

- Siswa mampu mengetik sebuah teks sepanjang 100 kata dalam waktu 10 menit tanpa kesalahan kata.

16 of 17

Referensi

Ravansyenasi parvaresyi nuin-dr. Ali akbar saifi

17 of 17

Sekian dan Terimakasih