Konsep Keperawatan Keluarga
Irma Herliana, S.Kp., M.Kep., Ns.Sp.Kep.Kom
DEFINISI KEPERAWATAN KELUARGA
Pengertian:
Keperawatan Keluarga
“Pelayanan holistik yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam tahap pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Depkes, 2010).
Pengertian lain dari keperawatan keluarga adalah proses pemberian pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan keluarga dalam lingkup praktik keperawatan (Depkes RI, 2010)”
Keperawatan Keluarga
Keperawatan keluarga merupakan
proses asuhan keperawatan yang diberikan dalam kondisi
sehat maupun sakit pada seluruh anggota keluargauntuk
mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi (Friedman et al.,2014)
Menurut Potter et al.(2020)
keperawatan keluarga ialah pemberian layanan kesehatan dengan membantu
anggota keluarga mempertahankan kesehatan yang setinggi-tingginya melewati dari pengalaman sakit yang sebelumnya. Keperawatan keluarga yaitu pemberian layanan kesehatan secara holistik mulai dari pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi hingga evaluasi terhadap seluruh anggota keluarga untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan semaksimal mungkin
Pelayanan
Keperawatan Keluarga
Perencanaan
pengkajian
Pelaksanaan
Pelayanan keperawatan keluarga merupakan salah satu area pelayanan keperawatan di masyarakat yang menempatkan keluarga dan komponennya sebagai fokus pelayanan dan melibatkan anggota keluarga dalam pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dengan memobilisasi sumber pelayanan kesehatan yang tersedia di keluarga dan sumbersumber dari profesi lain, termasuk pemberi pelayanan kesehatan dan sektor lain di komunitas (Depkes RI, 2010).
evaluasi
Tujuan Keperawatan Keluarga:
Kemandirian keluarga dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya
Tujuan Khusus:
Kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan untuk membawa anggota keluarga
ke pelayanan kesehatan.
Membuat keputusan secara tepat dalam mengatasi masalah kesehatan anggota
keluarga.
Memberi perawatan pada anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan.
untuk pemeliharaan dan perawatan
anggota keluarga yang mempunyai masalah kesehatan.
Memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan
Kemampuan keluarga dalam mengenal masalah kesehatan seluruh anggota keluarga.
Mengenal masalah kesehatan yang dihadapi anggota keluarga.
Kemampuan keluarga dalam mengatur lingkungan, sehingga mampu mempertahankan
kesehatan dan memelihara pertumbuhan serta perkembangan setiap anggota keluarga
Memodifikasi lingkungan yang kondusif
Keluarga mampu melaksanakan tugas pemeliharaan kesehatan keluarga dan mampu menangani
masalah kesehatannya berikut ini:
Kemampuan keluarga dalam merawat anggota keluarga yang sakit.
Ali (2010)
Keperawatan keluarga secara umum bertujuan meningkatkan kesadaran, keinginan dan kemampuan keluarga dalam menambah, mencegah, memelihara kesehatan hingga mencapai tahap seoptimal mungkin, sehingga dapat mengerjakan tugas-tugas mereka dengan produktif
Tujuan khusus keperawatan keluarga
03
05
07
02
Ali (2010)
Melaksanakan upaya penyembuhan atau pemecahan masalah kesehatan keluarga melalui asuhan keperawatan di rumah
Melaksanakan upaya rehabilitasi pasien melalui asuhan keperawatan di rumah
Peningkatan mutu kesehatan keluarga.
Mengidentifikasi masalah yang tengah dihadapi keluarga
04
01
06
Memutuskan pemecahan masalah yang dihadapi
Pencegahan munculnya penyakit/masalah kesehatan pada keluarga
Membantu tenaga kesehatan profesional/keperawatan dalam penanggulangan penyakit atau masalah kesehatan mereka di rumah, rujukan kesehatan dan rujukan medik
SASARAN KEPERAWATAN KELUARGA (DEPKES RI, 2010)
Keluarga sehat
01
Seluruh anggota keluarga dalam kondisi tidak mempunyai masalah kesehatan, tetapi masih memerlukan antisipasi terkait dengan siklus perkembangan manusia dan tahapan tumbuh kembang keluarga. Fokus intervensi keperawatan terutama pada promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.
Keluarga risiko tinggi dan rawan kesehatan
02
Jika satu atau lebih anggota keluarga memerlukan perhatian khusus dan memiliki kebutuhan untuk menyesuaikan diri, terkait siklus perkembangan anggota keluarga dan keluarga dengan faktor risiko penurunan status kesehatan.
Keluarga yang memerlukan tindak lanjut
03
Keluarga yang mempunyai
masalah kesehatan dan memerlukan tindak lanjut pelayanan keperawatan atau kesehatan, misalnya klien pasca hospitalisasi penyakit kronik, penyakit degeneratif, tindakan pembedahan, dan penyakit terminal.
Pelaksana
Konselor
Pendidik
Memberikan pelayanan keperawatan dengan pendekatan proses keperawatan, mulai pengkajian sampai evaluasi. Kegiatan yang dilakukan bersifat promotif, preventif, kuratif, serta rehabilitatif.
Mengidentifikasi kebutuhan, menentukan tujuan, mengembangkan, merencanakan, dan melaksanakan pendidikan kesehatan agar keluarga dapat berperilaku sehat secara mandiri.
Memberikan konseling atau bimbingan kepada individu atau keluarga dalam mengintegrasikan pengalaman
kesehatan dengan pengalaman yang lalu untuk membantu mengatasi masalah kesehatan keluarga.
PERAN DAN FUNGSI PERAWAT KELUARGA (FRIEDMAN DKK, 2003)
Kolaborator
Melaksanakan kerja sama
dengan berbagai pihak yang terkait dengan penyelesaian masalah kesehatan di
keluarga
Pencegahan ini melibatkan promosi kesehatan dan tindakan pencegahan yang
spesifik yang direncanakan untuk menjaga individu terbebas dari penyakit ataupun cedera
Pencegahan primer
Tingkat pencegahan
Tingkatan pencegahan ini terdiri dari deteksi dini, diagnosis dan juga terapi.
Pencegahan sekunder
Pencegahan ini mencakup
pemulihan dan rehabilitasi, direncanakan untuk
meminimalkan kecacatan pasien dan memaksimalkan
tingkatan fungsi dirinya.
Pencegahan tersier
Peran perawat keluarga dalam
pencegahan primer, sekunder dan tersier:
Peran perawat dalam pencegahan primer mempunyai peran yang penting dalam upaya pencegahan terjadinya penyakit dan memelihara hidup sehat.
Pencegahan Primer
Upaya yang dilakukan oleh perawat adalah mendeteksi dini terjadinya penyakit pada kelompok risiko, diagnosis, dan penanganan segera yang dapat dilakukan oleh perawat. Penemuan kasus baru merupakan upaya pencegahan sekunder, sehingga segera dapat dilakukan tindakan. Tujuan dari pencegahan sekunder adalah mengendalikan perkembangan penyakit dan mencegah kecacatan lebih lanjut. Peran perawat adalah merujuk semua anggota keluarga untuk skrining, melakukan pemeriksaan, dan mengkaji riwayat kesehatan
Pencegahan sekunder
Peran perawat pada upaya pencegahan tersier ini bertujuan mengurangi luasnya dan keparahan masalah kesehatan, sehingga dapat meminimalkan ketidakmampuan dan memulihkan atau memelihara fungsi tubuh. Fokus utama adalah rehabilitasi. Rehabilitasi meliputi pemulihan terhadap individu yang cacat akibat penyakit dan luka, sehingga mereka dapat berguna pada tingkat yang paling tinggi secara fisik, sosial, emosional.
Pencegahan tersier
Ruang Lingkup Keperawatan Keluarga
Pelayanan keperawatan keluarga mencakup Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) dan UpayaKesehatan Masyarakat (UKM) yang diberikan kepada klien sepanjang rentang kehidupan dan sesuai tahap perkembangan keluarga.
Ruang Lingkup:
Pencegahan (preventif)
Pemulihan kesehatan (rehabilitatif)
Upaya-upaya peningkatan kesehatan (promotif)
Mengembalikan serta memfungsikan kembali baik individu, keluarga, kelompok dan masyarakat ke lingkungan sosial dan masyarakatnya (resosialisasi)
Pemeliharaan kesehatan dan pengobatan (kuratif)
THANK YOU
Insert the Subtitle of Your Presentation