1 of 21

MANAJEMEN PIUTANG

Dosen: Agung Budi

Pertemuan: 11 dan 12

2 of 21

Pengertian Piutang

Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kpd pelanggan/pembeli atau pihak lain yg membeli produk perusahaan secara kredit, artinya perusahaan menjual barang scr kredit.

Bagi perusahaan yg menjual barang scr kredit, maka akun mempengaruhi berkurangnya akun persediaan dan menimbulkan akun piutang yg bertambah. Sedangkan bagi pembeli akan mempengaruhibertambahnya akun persediaan dan berkurangnya akun utang dagang (wesel tagih).

Penjual pd umumnya menyukai penjualan scr tynai, karena uang hasil penjual dpt segera diterima dan digunakan kembali u/ kegiatan operasional. Tetapi karena besarnya persaingan, memaksa perusahaan u/ menjual scr kredit.

3 of 21

Kebijakan penjualan kredit (piutang) akan menimbulkan biaya bagi perusahaan. Biaya tsb antara lain adalah:

  1. Administrasi piutang
  2. Biaya modal atas dana yg tertanam dlm piutang
  3. Biaya penagihan
  4. Biaya piutang tak tertagih

Namun karena penjualan kredit ini akan meningkatkan penjualan, maka biaya piutang tsb akan diimbangi oleh meningkatkan penjualan. Oleh Karena itu manajemen piutang merupakan pengelolaan piutang agar kebijakan kredit mencapai optimal, yaitu tercapainya keseimbangan antara biaya yg diakibatkan o/ kebijakan kredit dg manfaat yg diperoleh dr kebijakan tsb.

4 of 21

Penentuan Besarnya Piutang

Besarnya investasi pd piutang perusahaan ditentukan oleh 2 factor, yaitu:

  1. Besarnya persentase penjualan kredit thd penjualan total
  2. Kebijakan penjualan kredit dan jangka waktu pengumpulan piutang

Kebijakan pejualan kredit ini dipengaruhi oleh jk waktu kredit dan kualitas pelanggan. Informasi kualitas pelanggan dapat diperoleh dari laporan keuangan, operasi perusahaan, sejarah pengembalian kredit pelanggan, asosiasi pedagang, pesaing, referensi bank dll.

Untuk menilai penggan juga dapat digunakan system 5C (character, capacity, capital, collateral & condition)

5 of 21

Kebijakan pemberian kredit dan jk waktu pengumpulan piutang pd akhirnya akan menentukan besarnya persentase penjualan kredit thd penjualan total.

Misalnya, sebuah toko sembako yg dibuka tgl 1 januari 2012. kebijakan kredit ditetapkan 20% dr penjualan total dg jk waktu pengembalian 10 hari. Apabila penjualan rata2 per hari Rp.100.000,-, maka:

Penjualan kredit (piutang) perhari= 20% x 100.000 = Rp.20.000,-

Total piutang = jk waktu piutang x piutang perhari

= 10 hari x Rp.20.000

= Rp.200.000

Tgl 10 jan total piutang Rp.200.000, tgl 11 dst akan ttp Rp.200.000 Karena piutang akan bertambah 20.000 dan berkurang 20.000 (dilunasi)

6 of 21

Piutang yg ditimbulkan Karena penjualan kredit, akan menentukan besarnya tingkat perputaran piutang.

Perputaran Piutang = Penjualan Kredit/rata2 piutang

Lamanya piutang berputar = jumlah hari dalam 1 tahun/perputaran piutang

Piutang

Kas

Persediaan

Penjualan Kredit (Piutang)

7 of 21

Pengelolaan Pengumpulan Piutang

Pengelolaan pengumpulan piutang perlu melihat bagaimana prosedur yg digunakan u/ menagih piutang. Perjanjian yg tertera dalam jual beli harus ditetapkan scr jelas dan rinci.

Dalam perjanjian tsb biasanya meliputi:

  1. Jumlah piutang
  2. Besarnya diskon
  3. Periode diskon
  4. Jangka waktu penagihan
  5. Sanksi thd pembeli/penjual jika barang tidak sesuai dg perjanjian

8 of 21

1. Pengumpulan Piutang u/ Penjualan tanpa Diskon

Manajer perusahaan harus memantau scr teratur jk waktu pengumpulan piutang & schedule umur piutang masing2 debitur. Pemantauan ini akan langsung memperlihatkan pola arus kas masuk yg diterima perusahaan. Dengan arus kas masuk maka perusahaan dapat memperkirakan berapa pengeluaran yg mampu dibiayai perusahaan, jika dana dari penjualan tidak cukup, maka perusahaan harus mencari tambahan dana dari pihak lain utang bank)

9 of 21

Contoh 1

Perusahaan ALMA menetapkan kebijakan penjualan kredit tahun 2012 sebesar 60% dari total penjualan dan jk waktu kredit 4 bulan. Dengan ketentuan angsuran 30% bulan pertama, 30% bulan kedua dan 20% bulan ketiga dan keempat setelah penjualan.

Perencanaan kredit selama 6 bulan pertama thn 2012 sbb:

10 of 21

Dari data tsb, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya selama 6 bulan pertama thn 2012.

11 of 21

Keterangan:

Penjualan kredit bulan januari = Rp.3.000.000

Penerimaan Piutang

Februari = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000

Maret = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000

April = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000

Mei = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000

Dan seterusnya untuk penerimaan piutang bulan-bulan selanjutnya.

12 of 21

2. Pengumpulan Piutang u/ Penjualan yg Berdiskon

Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan sering memberikan diskon kpd pembeli yg mampu membayar pd periode waktu yg ditentukan. Begitupun dalam penjualan scr kredit, contoh diskon seperti 2/10-n/30. artinya, pembeli akan mendapat diskon sebesar 2% jika membayar maksimal 10 hari setelah pembelian, dalam jangka waktu 10 hari sampai 30 hari pembeli tidak akan mendapatkan diskon.

Adanya diskon tsb mengentungkan bagi penjual dalam 2 hal, yaitu:

  1. Penjual dpt memperbanyak pembeli baru u/ menganggap bahwa diskon merupakan suatu penurunan harga
  2. Diskon akan memperpendek penagihan piutang Karena pembeli akan segera membayar utang pd periode diskon yg ditawarkan

13 of 21

Contoh 2

Apabila perusahaan ALMA seperti contoh 1 melakukan kebijakan penjualan kredit yg berdiskon dg syarat pembayaran 5/20,n/120, maka u/ tahun 2012 perusahaan menetapkan penjualan kreditnya sebesar 60% dari total penjualan dg jl waktu 4 bulan. Dari pengalaman penjualan kredit dg diskon yg diberikan kpd pembeli, cara pembayarannya a/ sbb:

  1. 30% pembeli membayar dlm waktu 1-20 hari setelah bln penjualan
  2. 20% pembeli membayar dlm waktu 21-30 hari setelah bln penjualan
  3. 30% pembeli membayar dlm waktu 31-60 hari setelah bln penjualan
  4. 10% pembeli membayar dlm waktu 61-90 hari setelah bln penjualan
  5. 10% pembeli membayar dlm waktu 91-120 hari setelah bln penjualan

14 of 21

Penjualan kredit yg direncanakanselama 6 bulan pertama tgh 2012

Dari data tsb, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya selama 6 bulan pertama thn 2012

15 of 21

Keterangan:

Penjualan kredit bulan januari = Rp.3.000.000

Penerimaan Piutang

Februari

Pada periode diskon (1-20 hari) = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000

Diskon = 5% x Rp. 900.000 = (Rp. 45.000)

Rp. 855.000

Periode tanpa diskon (21-30hari) = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000

Jumlah penerimaan piutang bln februari = Rp.1.455.000

Maret = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000

April = 10% x Rp.3.000.000 = Rp. 300.000

Mei = 10% x Rp.3.000.000 = Rp. 300.000

Dan seterusnya untuk penerimaan piutang bulan-bulan selanjutnya.

16 of 21

Risiko Penjualan Kredit

Kebijakan penjualan scrkredit akan meningkatkan penjualan perusahaan, tetapi juga menimbulkan risiko. Namun beberapa risiko yg mungkin timbul dg kebijakan kredit ini adalah:

  1. Periode pengumpulan piutang yg tdk tepat
  2. Piutang yg tdk tertagih (pembeli tdk bias membayar utang kpd perusahaan)
  3. Besarnya investasi yg tertanam dalam piutang tdk seimbang dg manfaat yg diperoleh oleh kebijakan kredit

Untuk memperkecil dan mengurangi risiko kredit diatas, perusahaan dapat menilai calon debitur berdasarkan 5C. Selain itu perusahaan jg perlu memperkirakan besarnya risiko yg mungkin akan dialami berdasarkan pengalaman-pengalaman masa lalu dg menganalisis persentase besarnya piutang tak tertagih & mengklasifikasikan pelanggan menurut lamanya umur piutang.

17 of 21

Contoh 3

Sebuah perusahaan akan meiningkatkan penjualan kreditnya sebesar Rp.10.000.000 dg jk waktu maksimal 4 bulan (120 hari). Berdasarkan pengalaman, piutang yg tak tertagih (kredit macet) dikaitkan dg umur piutang a/ sbb:

Tabel diatas menunjukkan bahwa besarnya risiko piutang tak tertagih (bed debt)=Rp.240.000 atau sebesar (Rp.240.000/Rp.10.000.000) x100% =2,4%

18 of 21

Apabila tambahan barang yg dijual scr kredit memiliki HPP Rp.7.000.000 & mengakibatkan bertambahnya biaya produksi sebesar Rp.1.000.000, maka manfaat keuntungan yg diperoleh a/:

Tambahan penjualan kredit Rp.10.000.000

HPP Rp. 7.000.000

Tambahan laba kotor Rp. 3.000.000

Tambahan biaya operasi Rp. 1.000.000

Tambahan keuntungan Rp. 2.000.000

Piutang tdk tertagih Rp. 240.000

Tambahan keuntungan bersih Rp. 1.760.000

Apabila risiko piutang tak tertagih sudah dapat diperkirakan, maka informasi tsb dpt digunakan u/ memperkirakan arus kas masuk dr piutang, yaitu dg mengurangkan piutang yg ada dg perkiraan risiko tdk tertagih

19 of 21

Kebijakan Penambahan Jangka Waktu Kredit

Perpanjangan jk waktu kredit dibenarkan apabila hasil yg diharapkan dr perpanjangan waktu tsb lebih besar dr pd biaya yg harus dikeluarkan akibat kebijakan tsb.

Contoh 4

Perusahaan ANTAREJA thn 2011 telah melakukan penjualan hasil produksinya sebanyak 80.000 unit. Seluruh penjualan dilakukan scr kredit dg jk waktu 30 hari. Rencananya perusahaan akan meningkatkan penjualan sebesar 25% pd thn 2012 dan memperpanjang jk waktu piutang menjadi 60 hari. Biaya produksi meliputi by tetap Rp.22.000.000, by variable Rp.150/unit, dan harga penjualan Rp.500/unit. Dg perpanjangan waktu kredit, maka akan membutuhkan by tambahan modal 30%. Apakah kebijakan perpanjangan waktu layak dilakukan?

20 of 21

  • Menghitung laba thn 2011 (penjualan 80.000 unit)

Penjualan 80.000 unit x Rp.500 = Rp.40.000.000

Biaya tetap = Rp.22.000.000

Biaya variable 80.000 unit x Rp.150 = Rp 12.000.000

HPP = Rp.34.000.000

Laba = Rp.6.000.000

  • Menghitung laba thn 2012 (penjualan 125% x 80.000=100.000)

Penjualan 100.000 x Rp.500 = Rp.50.000.000

Biaya tetap = Rp.22.000.000

Biaya variable 100.000 unit x Rp.150 = Rp 15.000.000

HPP = Rp.37.000.000

Laba = Rp.13.000.000

Tambahan laba = Rp.13.000.000 – Rp.6.000.000 =Rp.7.000.000

21 of 21

  • Menghitung biaya modal tahun 2012

Dengan perpanjangan waktu dr 30 hari menjadi 60 hari, maka

Tambahan biaya modal

Investasi piutang = (jk waktu piutang x HPP)/ jml hari dlm 1 thn

Investasi piutang 2012 = (60hari x Rp.37.000.000)/360 = Rp.6.166.667

Investasi piutang 2011 = (30hari x Rp.34.000.000)/360 = Rp.2.833.333

Tambahan modal investasi = Rp.3.333.333

Tambahan by modal = 30% x Rp.3.333.333 =Rp.999.999= Rp.1.000.000

Dari hasil perhitungan, perpanjangan jk waktu kredit akan menghasilkan tambahan laba Rp.7.000.000 lbh besar disbanding by modal Rp.1.000.000.

Oleh Karena itu kebijakan perpanjang jk waktu d anggap layak/benar.