MANAJEMEN PIUTANG
Dosen: Agung Budi
Pertemuan: 11 dan 12
Pengertian Piutang
Piutang dagang (account receivable) merupakan tagihan perusahaan kpd pelanggan/pembeli atau pihak lain yg membeli produk perusahaan secara kredit, artinya perusahaan menjual barang scr kredit.
Bagi perusahaan yg menjual barang scr kredit, maka akun mempengaruhi berkurangnya akun persediaan dan menimbulkan akun piutang yg bertambah. Sedangkan bagi pembeli akan mempengaruhibertambahnya akun persediaan dan berkurangnya akun utang dagang (wesel tagih).
Penjual pd umumnya menyukai penjualan scr tynai, karena uang hasil penjual dpt segera diterima dan digunakan kembali u/ kegiatan operasional. Tetapi karena besarnya persaingan, memaksa perusahaan u/ menjual scr kredit.
Kebijakan penjualan kredit (piutang) akan menimbulkan biaya bagi perusahaan. Biaya tsb antara lain adalah:
Namun karena penjualan kredit ini akan meningkatkan penjualan, maka biaya piutang tsb akan diimbangi oleh meningkatkan penjualan. Oleh Karena itu manajemen piutang merupakan pengelolaan piutang agar kebijakan kredit mencapai optimal, yaitu tercapainya keseimbangan antara biaya yg diakibatkan o/ kebijakan kredit dg manfaat yg diperoleh dr kebijakan tsb.
Penentuan Besarnya Piutang
Besarnya investasi pd piutang perusahaan ditentukan oleh 2 factor, yaitu:
Kebijakan pejualan kredit ini dipengaruhi oleh jk waktu kredit dan kualitas pelanggan. Informasi kualitas pelanggan dapat diperoleh dari laporan keuangan, operasi perusahaan, sejarah pengembalian kredit pelanggan, asosiasi pedagang, pesaing, referensi bank dll.
Untuk menilai penggan juga dapat digunakan system 5C (character, capacity, capital, collateral & condition)
Kebijakan pemberian kredit dan jk waktu pengumpulan piutang pd akhirnya akan menentukan besarnya persentase penjualan kredit thd penjualan total.
Misalnya, sebuah toko sembako yg dibuka tgl 1 januari 2012. kebijakan kredit ditetapkan 20% dr penjualan total dg jk waktu pengembalian 10 hari. Apabila penjualan rata2 per hari Rp.100.000,-, maka:
Penjualan kredit (piutang) perhari= 20% x 100.000 = Rp.20.000,-
Total piutang = jk waktu piutang x piutang perhari
= 10 hari x Rp.20.000
= Rp.200.000
Tgl 10 jan total piutang Rp.200.000, tgl 11 dst akan ttp Rp.200.000 Karena piutang akan bertambah 20.000 dan berkurang 20.000 (dilunasi)
Piutang yg ditimbulkan Karena penjualan kredit, akan menentukan besarnya tingkat perputaran piutang.
Perputaran Piutang = Penjualan Kredit/rata2 piutang
Lamanya piutang berputar = jumlah hari dalam 1 tahun/perputaran piutang
Piutang
Kas
Persediaan
Penjualan Kredit (Piutang)
Pengelolaan Pengumpulan Piutang
Pengelolaan pengumpulan piutang perlu melihat bagaimana prosedur yg digunakan u/ menagih piutang. Perjanjian yg tertera dalam jual beli harus ditetapkan scr jelas dan rinci.
Dalam perjanjian tsb biasanya meliputi:
1. Pengumpulan Piutang u/ Penjualan tanpa Diskon
Manajer perusahaan harus memantau scr teratur jk waktu pengumpulan piutang & schedule umur piutang masing2 debitur. Pemantauan ini akan langsung memperlihatkan pola arus kas masuk yg diterima perusahaan. Dengan arus kas masuk maka perusahaan dapat memperkirakan berapa pengeluaran yg mampu dibiayai perusahaan, jika dana dari penjualan tidak cukup, maka perusahaan harus mencari tambahan dana dari pihak lain utang bank)
Contoh 1
Perusahaan ALMA menetapkan kebijakan penjualan kredit tahun 2012 sebesar 60% dari total penjualan dan jk waktu kredit 4 bulan. Dengan ketentuan angsuran 30% bulan pertama, 30% bulan kedua dan 20% bulan ketiga dan keempat setelah penjualan.
Perencanaan kredit selama 6 bulan pertama thn 2012 sbb:
Dari data tsb, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya selama 6 bulan pertama thn 2012.
Keterangan:
Penjualan kredit bulan januari = Rp.3.000.000
Penerimaan Piutang
Februari = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000
Maret = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000
April = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000
Mei = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000
Dan seterusnya untuk penerimaan piutang bulan-bulan selanjutnya.
2. Pengumpulan Piutang u/ Penjualan yg Berdiskon
Untuk meningkatkan penjualan, perusahaan sering memberikan diskon kpd pembeli yg mampu membayar pd periode waktu yg ditentukan. Begitupun dalam penjualan scr kredit, contoh diskon seperti 2/10-n/30. artinya, pembeli akan mendapat diskon sebesar 2% jika membayar maksimal 10 hari setelah pembelian, dalam jangka waktu 10 hari sampai 30 hari pembeli tidak akan mendapatkan diskon.
Adanya diskon tsb mengentungkan bagi penjual dalam 2 hal, yaitu:
Contoh 2
Apabila perusahaan ALMA seperti contoh 1 melakukan kebijakan penjualan kredit yg berdiskon dg syarat pembayaran 5/20,n/120, maka u/ tahun 2012 perusahaan menetapkan penjualan kreditnya sebesar 60% dari total penjualan dg jl waktu 4 bulan. Dari pengalaman penjualan kredit dg diskon yg diberikan kpd pembeli, cara pembayarannya a/ sbb:
Penjualan kredit yg direncanakanselama 6 bulan pertama tgh 2012
Dari data tsb, maka dapat dibuat rencana pengumpulan piutangnya selama 6 bulan pertama thn 2012
Keterangan:
Penjualan kredit bulan januari = Rp.3.000.000
Penerimaan Piutang
Februari
Pada periode diskon (1-20 hari) = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000
Diskon = 5% x Rp. 900.000 = (Rp. 45.000)
Rp. 855.000
Periode tanpa diskon (21-30hari) = 20% x Rp.3.000.000 = Rp. 600.000
Jumlah penerimaan piutang bln februari = Rp.1.455.000
Maret = 30% x Rp.3.000.000 = Rp. 900.000
April = 10% x Rp.3.000.000 = Rp. 300.000
Mei = 10% x Rp.3.000.000 = Rp. 300.000
Dan seterusnya untuk penerimaan piutang bulan-bulan selanjutnya.
Risiko Penjualan Kredit
Kebijakan penjualan scrkredit akan meningkatkan penjualan perusahaan, tetapi juga menimbulkan risiko. Namun beberapa risiko yg mungkin timbul dg kebijakan kredit ini adalah:
Untuk memperkecil dan mengurangi risiko kredit diatas, perusahaan dapat menilai calon debitur berdasarkan 5C. Selain itu perusahaan jg perlu memperkirakan besarnya risiko yg mungkin akan dialami berdasarkan pengalaman-pengalaman masa lalu dg menganalisis persentase besarnya piutang tak tertagih & mengklasifikasikan pelanggan menurut lamanya umur piutang.
Contoh 3
Sebuah perusahaan akan meiningkatkan penjualan kreditnya sebesar Rp.10.000.000 dg jk waktu maksimal 4 bulan (120 hari). Berdasarkan pengalaman, piutang yg tak tertagih (kredit macet) dikaitkan dg umur piutang a/ sbb:
Tabel diatas menunjukkan bahwa besarnya risiko piutang tak tertagih (bed debt)=Rp.240.000 atau sebesar (Rp.240.000/Rp.10.000.000) x100% =2,4%
Apabila tambahan barang yg dijual scr kredit memiliki HPP Rp.7.000.000 & mengakibatkan bertambahnya biaya produksi sebesar Rp.1.000.000, maka manfaat keuntungan yg diperoleh a/:
Tambahan penjualan kredit Rp.10.000.000
HPP Rp. 7.000.000
Tambahan laba kotor Rp. 3.000.000
Tambahan biaya operasi Rp. 1.000.000
Tambahan keuntungan Rp. 2.000.000
Piutang tdk tertagih Rp. 240.000
Tambahan keuntungan bersih Rp. 1.760.000
Apabila risiko piutang tak tertagih sudah dapat diperkirakan, maka informasi tsb dpt digunakan u/ memperkirakan arus kas masuk dr piutang, yaitu dg mengurangkan piutang yg ada dg perkiraan risiko tdk tertagih
Kebijakan Penambahan Jangka Waktu Kredit
Perpanjangan jk waktu kredit dibenarkan apabila hasil yg diharapkan dr perpanjangan waktu tsb lebih besar dr pd biaya yg harus dikeluarkan akibat kebijakan tsb.
Contoh 4
Perusahaan ANTAREJA thn 2011 telah melakukan penjualan hasil produksinya sebanyak 80.000 unit. Seluruh penjualan dilakukan scr kredit dg jk waktu 30 hari. Rencananya perusahaan akan meningkatkan penjualan sebesar 25% pd thn 2012 dan memperpanjang jk waktu piutang menjadi 60 hari. Biaya produksi meliputi by tetap Rp.22.000.000, by variable Rp.150/unit, dan harga penjualan Rp.500/unit. Dg perpanjangan waktu kredit, maka akan membutuhkan by tambahan modal 30%. Apakah kebijakan perpanjangan waktu layak dilakukan?
Penjualan 80.000 unit x Rp.500 = Rp.40.000.000
Biaya tetap = Rp.22.000.000
Biaya variable 80.000 unit x Rp.150 = Rp 12.000.000
HPP = Rp.34.000.000
Laba = Rp.6.000.000
Penjualan 100.000 x Rp.500 = Rp.50.000.000
Biaya tetap = Rp.22.000.000
Biaya variable 100.000 unit x Rp.150 = Rp 15.000.000
HPP = Rp.37.000.000
Laba = Rp.13.000.000
Tambahan laba = Rp.13.000.000 – Rp.6.000.000 =Rp.7.000.000
Dengan perpanjangan waktu dr 30 hari menjadi 60 hari, maka
Tambahan biaya modal
Investasi piutang = (jk waktu piutang x HPP)/ jml hari dlm 1 thn
Investasi piutang 2012 = (60hari x Rp.37.000.000)/360 = Rp.6.166.667
Investasi piutang 2011 = (30hari x Rp.34.000.000)/360 = Rp.2.833.333
Tambahan modal investasi = Rp.3.333.333
Tambahan by modal = 30% x Rp.3.333.333 =Rp.999.999= Rp.1.000.000
Dari hasil perhitungan, perpanjangan jk waktu kredit akan menghasilkan tambahan laba Rp.7.000.000 lbh besar disbanding by modal Rp.1.000.000.
Oleh Karena itu kebijakan perpanjang jk waktu d anggap layak/benar.