1 of 31

KPPN Kutacane

01 November 2024

Laporan Kinerja Fiskal APBN

KPPN Kutacane

Cut Off Data 31 Oktober 2024

© 2022 Direktorat Jenderal Perbendaharaan

GAMBAR/FOTO TEMATIK

2 of 31

Executive Summary

2

  1. Analisis Perkembangan Pelaksanaan Anggaran
    1. Kinerja Pendapatan Negara
      1. Realisasi Pendapatan Dalam Negeri (PNBP) mencapai Rp9.024.504.611,- atau 182,33% dari target;
      2. Pendapatan Dalam Negeri tumbuh sebesar Rp505.719.366- atau 5,94% year on year (yoy), kenaikan tersebut terdiri PNBP lainya;
      3. Pendapatan perpajakan s.d. 30 September 2024 sebesar Rp65.208.901.055,-, meningkat Rp6.720.599.876,- atau (11,49%).
    2. Kinerja Belanja K/L dan TKD
      • Pagu belanja negara sebesar Rp2.204.986.645.000,- meningkat sebesar Rp37.162.200.000,- atau (1,71%) yoy. Pagu belanja negara terdiri dari pagu belanja KL Rp414.189.318.000,- (18,78%) dan pagu TKD sebesar Rp1.790.797.327.000,- (81,22%). Penurunan pagu secara signifikan terjadi pada pagu TKD sebesar Rp4.860.297.000,- (-0,27%) sedangkan Pagu Belanja K/L meningkat Rp42.022.497.000,- (11,29%), sebagian pagu TKD yaitu untuk Dana Insentif Fiskal 2024 sudah tersedia Rp26.298.503.000,-. Pemda Aceh Tenggara dan Gayo Lues mendapatkan insentif fiskal atas kinerja tahun berJalan;
      • Realisasi belanja Negara Rp1.852.899.455.646,- (84,03%), terdiri dari realisasi belanja K/L sebesar Rp306.383.164.776,- (73,97%) dan realisasi belanja TKD sebesar Rp1.546.516.290.870,- (86,36%).
      • Realisasi Belanja Negara secara jumlah tumbuh sebesar Rp36.582.918.607,- (2,01% yoy) dengan Belanja K/L tumbuh sebesar Rp15.746.380.991,- (5,42% yoy) dan Belanja TKD tumbuh sebesar Rp20.836.537.616,- (1,37% yoy), belanja K/L juga tumbuh secara persentase dimana pertumbuhan masing-masing jenis belanja adalah untuk belanja pegawai Rp27.849.488.804,- (15,77% yoy). Sedangkan Belanja Barang dan belanja modal mengalami kontraksi masing-masing Rp11.320.417.033- (-10,12% yoy) dan Rp782.690.780- (-35,69% yoy).
      • K/L dengan Realisasi Tertinggi Terhadap Pagu adalah Kementerian Agama (94,42%), BNN (89,02%) dan Kemenkumham (84,52%).
    3. Kinerja Belanja KPPN Kutacane selaku satker
      • Realisasi belanja KPPN Kutacane sampai dengan tanggal 31 Oktober 2024 sebesar Rp1.193.549.157,- dari pagu Rp 1.838.714.000,- atau 64,91% karena realisasi untuk belanja pegawai hanya uang makan dan lembur sehingga masih dibawah target dikarenakan pembayaran hanya bisa dilakukan setelah bulan Januari (selisih 1 bulan). Selain itu, pada bulan Agustus ini terdapat penambahan belanja modal untuk perbaikan drainase dan aula yang sedang proses pelaksanaan.
      • Untuk bulan September 2024 dicapai nilai IKPA sebesar 100,00 dan bulan Oktober 2024 untuk sementara dicapai nilai IKPA sebesar 66,98.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

3 of 31

Executive Summary

3

  1. Isu dan Permasalahan Pelaksanaan APBN
    1. Penerimaan perpajakan TA. 2024 di wilayah KPPN Kutacane sudah meningkat dibandingkan penerimaan pajak TA. 2023, dan masih perlu dioptimalkan untuk mencapai target penerimaan pajak yang naik sebesar 9,4% dari tahun 2023.
    2. Implementasi digitalisasi dalam rangka pembayaran masih terkendala sarana dan prasarana dari perbankan selain mindset dari para pengelola keuangan satker mitra KPPN Kutacane.
  2. Kesimpulan dan Saran

    • PNBP sampai dengan 31 Oktober 2024 mengalami peningkatan dibandingkan TA 2023 yoy.
    • Realisasi belanja sampai dengan 31 Oktober 2024 mengalami pertumbuhan dibandingkan TA 2023 yoy yang dikarenakan selain dari kenaikan belanja TKD juga belanja pemerintah pusat dari satker KPU, pembayaran THR dan Gaji ke-13 serta penyaluran dana desa dan TKD lainnya.
    • Progres Digitalisasi Pembayaran sampai dengan 31 Oktober 2024 meliputi capaian transaksi CMS :3.404 transaksi, KKP : 55 transaksi dan Digipay Satu : 107 transaksi.
    • Perlu peningkatan penggunaan KKP dan Digipay di wilayah kerja KPPN Kutacane.
    • Jumlah Satker yang sudah disetujui KKP : 17 Satker, Jumlah Satker yang sudah mengusulkan KKP : 19 Satker, Jumlah Satker yang yang belum mengusulkan KKP : 5 Satker dan Jumlah Satker yang tidak mengajukan KKP : 2 Satker (UP KKP sangat kecil).
    • Perekonomian daerah di Kab. Aceh Tenggara di bulan Oktober Oktober Minggu I Tahun 2024 terjadi deflasi sebesar -1,34 mengalami kenaikan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,96 dan berada di urutan kesebelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu I Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Daging Ayam Ras sebesar -0,40 dan Beras sebesar -0,34. Minggu II terjadi deflasi sebesar -1,60 mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,34 dan berada di urutan keduabelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu II Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Beras sebesar -0,60 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,52. Minggu III terjadi deflasi sebesar -1,70 mengalami kenaikan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,60 dan berada di urutan kesebelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu III Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Beras sebesar -0,70 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,57. Minggu IV terjadi deflasi sebesar -1,54 mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,70 dan berada di urutan kesembilan terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu IV Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,93, Beras sebesar -0,75 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,45.
    • Untuk Kabupaten Gayo Lues Inflasi bulan Oktober Minggu I Tahun 2024 sebesar -0,71 mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,03 dan berada di urutan kedelapan untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu I Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,81, Cabe Rawit -0,25 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,10. Minggu II terjadi deflasi sebesar -0,82 mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,71 dan berada di urutan kesepuluh untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu II adalah Cabe Merah sebesar -0,82, Cabe Rawit -0,21 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,10. Minggu III terjadi deflasi sebesar -0,78 mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,82 dan berada di urutan kesembilan untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu III Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,79, Cabe Rawit -0,19 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,13. Minggu IV terjadi deflasi sebesar -0,71 mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,78 dan berada di urutan ketujuh untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu VI Oktober 2024 adalah Cabe Merah sebesar -0,71, Cabe Rawit -0,23 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,14.
    • Berdasarkan data PDRB dari BPS pada bulan Maret 2024, pertumbuhan ekonomi pada Kabupaten Aceh Tenggara dan Gayo Lues mengalami peningkatan di angka 3,4 di Kabupaten Aceh Tenggara dan 3,98 di Kabupaten Gayo Lues.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

4 of 31

Kinerja Pendapatan APBN KPPN Kutacane

4

Kinerja Pendapatan APBN

  • Pendapatan APBN dari PNBP mengalami pertumbuhan sebesar Rp505.719.366,- atau naik 5,94% secara YoY yang terdiri dari PNBP lainnya.
  • Data pendapatan perpajakan wilayah dan Kab. Aceh Tenggara dan Kab.Gayo Lues s.d. 30 September 2024 sebesar Rp65.208.901.055,-, meningkat Rp 6.720.599.876,- atau 11,49%.

Penerimaan PNBP – Per 31 Oktober 2024

Penerimaan Pajak – Per 30 September 2024

Sumber : Data OM SPAN, cut off data per 31 Oktober 2024

2023

2024

Growth (%)

Target

Real

%

Target

Real

%

3.579.910.000

8.518.785.245

237,96

4.949.570.000

9.024.504.611

182,33

5,94

Isu Pendapatan APBN

  • Penerimaan perpajakan TA. 2024 di wilayah KPPN Kutacane sudah meningkat dibandingkan penerimaan pajak TA. 2023, dan masih perlu dioptimalkan untuk mencapai target penerimaan pajak yang naik sebesar 9,4% dari tahun 2023
  • Ketertiban bendahara dan pemerintah desa dalam melakukan penyetoran pajak sudah mulai meningkat dengan koordinasi bersama BPKAD dan DPMD dalam penyaluran dana desa.

Jenis Pajak

Total

September 2024

September 2023

Growth

411121 - PPh Pasal 21

9.542.922.830

15.420.237.463

-38,11%

411122 - PPh Pasal 22

2.256.468.574

1.103.398.611

104,50%

411123 - PPh Pasal 22 Impor

46.329.109

31.639.712

46,43%

411124 - PPh Pasal 23

1.743.165.506

1.889.879.720

-7,76%

411125 - PPh Pasal 25/29 OP

380.898.294

273.846.014

39,09%

411126 - PPh Pasal 25/29 Badan

16.650.844.880

10.792.548.841

54,28%

411127 - PPh Pasal 26

260.300

-

-

411128 - PPh Final

3.639.386.338

3.696.667.538

-1,55%

411129 - PPh Non Migas Lainnya

2.762.807

1.442.297

91,56%

411211 - PPN Dalam Negeri

27.449.720.437

21.989.919.307

24,83%

411212 - PPN Impor

208.311.628

28.080.037

641,85%

411219 - PPN Lainnya

12.418.584

-

-

411221 - PPnBM Dalam Negeri

35.082.863

114.599.139

-69,39%

411229 - PPnBM Lainnya

0

0

-

411313 - Pendapatan PBB Sektor Perkebunan

0

0

-

411314 - PBB Kehutanan

91.431.360

-

-

411315 - Pendapatan PBB Sektor Pertambangan Mineral dan Batubara

0

110.542.500

-100,00%

411611 - Bea Meterai

0

0

-

411612 - Penjualan Benda Materai

3.148.000.000

3.035.500.000

3,71%

411619 - Pajak Tidak Langsung Lainnya

0

0

-

411624 - Bunga Penagihan PPN

897.545

0

-

TOTAL

65.208.901.055

58.488.301.179

11,49%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

5 of 31

Kinerja Belanja APBN KPPN Kutacane

5

Sumber : OM SPAN (spanint.kemenkeu.go.id) Per 31 Oktober 2024

Kinerja Belanja APBN

  • Kinerja belanja negara secara total mengalami pertumbuhan sebesar Rp36.582.918.607,- atau 2,01% secara YoY.
  • Pertumbuhan disebabkan oleh adanya pertumbuhan realisasi belanja pemerintah pusat sebesar Rp15.746.380.991- atau 5,42% secara YoY. dan
  • Realisasi belanja Transfer Ke Daerah yang mengalami pertumbuhan sebesar Rp20.836.537.616,- atau 1,37%

Isu Belanja APBN

  • Realisasi belanja sampai dengan 31 Oktober 2024 mengalami pertumbuhan dibandingkan TA 2023 yoy yang dikarenakan selain dari kenaikan belanja TKD juga belanja pemerintah pusat dari satker Kementerian Agama, POLRI, KPU, pembayaran THR dan Gaji ke-13 serta penyaluran dana desa dan TKD lainnya.
  • Penyaluran DAK Fisik mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama di TA 2023.

Realisasi Belanja – Per 31 Oktober 2024

URAIAN (Ribu Rp)

Tahun 2023

Tahun 2024

Growth Real (%)

Target/Pagu

Real

% Real

Target/Pagu

Real

% Real

B. Belanja Negara

2.167.824.445.000

1.816.316.537.039

83,79%

2.204.986.645.000

1.852.899.455.646

84,03%

2,01%

I. Belanja Pemerintah Pusat

372.166.821.000

290.636.783.785

78,09%

414.189.318.000

306.383.164.776

73,97%

5,42%

1. Belanja Pegawai

219.439.702.000

176.557.944.431

80,46%

226.729.116.000

204.407.433.235

90,15%

15,77%

2. Belanja Barang

149.612.382.000

111.885.700.824

74,78%

185.533.901.000

100.565.283.791

54,20%

-10,12%

3. Belanja Modal

3.114.737.000

2.193.138.530

70,41%

1.926.301.000

1.410.447.750

73,22%

-35,69%

II. Transfer Ke Daerah

1.795.657.624.000

1.525.679.753.254

84,96%

1.790.797.327.000

1.546.516.290.870

86,36%

1,37%

1. Dana Bagi Hasil

47.456.391.000

14.027.342.175

0,00%

34.136.297.000

17.846.066.250

52,28%

0,00%

2. Dana Alokasi Umum

998.689.132.000

879.346.259.842

0,00%

1.054.636.968.000

905.367.895.080

85,85%

0,00%

3. Dana Transfer Khusus

325.521.133.000

232.589.857.937

71,45%

283.756.180.000

223.795.870.740

78,87%

-3,78%

a. Dana Alokasi Khusus Fisik

137.812.651.000

89.664.837.237

65,06%

95.882.688.000

61.466.661.127

64,11%

-31,45%

b. Dana Alokasi Khusus NonFisik

187.708.482.000

142.925.020.700

76,14%

187.873.492.000

162.329.209.613

86,40%

13,58%

6. Dana Desa

390.233.033.000

382.837.325.800

98,10%

391.969.379.000

386.357.207.300

98,57%

0,92%

7. Dana Insentif Fiskal

33.757.935.000

16.878.967.500

0,00%

26.298.503.000

13.149.251.500

50,00%

-22,10%

C. Keseimbangan Primer

0

0

0,00%

0

0

-

-

D. Surplus/Defisit Anggaran

-2.164.244.535.000

-1.807.797.751.794

83,53%

-2.200.037.075.000

-1.843.874.951.035

83,81%

2,00%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

6 of 31

Kinerja Belanja APBN per K/L

6

Sumber : OM SPAN (spanint.kemenkeu.go.id) Per 31 Oktober 2024

Kinerja Belanja per K/L

Isu Belanja per K/L

Realisasi Belanja per K/L – Per 31 Oktober 2024

  • Penyumbang realisasi terbesar adalah Kementerian Agama (40,37%), POLRI (27,36%) dan KPU (14,27%).
  • Sedangkan K/L dengan Realisasi Tertinggi Terhadap Pagu adalah Kementerian Agama (94,42%), BNN (89,08%) dan Kemenkumham (84,52%).
  • Kementerian Koperasi dan Pengusaha Kecil dan Menengah menjadi K/L dengan persentase realisasi terendah sebesar 27,84%. Hal ini disebabkan satker Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil Dan Menengah Kab. Gayo Lues baru diterbitkan dan disetujui DIPA-nya pada akhir Agustus 2024.

Kementerian/Lembaga

Tahun 2024

Growth %

% Thd Total

Pagu

Realisasi

% Real

025 KEMENTERIAN AGAMA

130.996.058.000

123.689.986.582

94,42%

20,23%

40,37%

060 POLRI

109.232.000.000

83.835.505.633

76,75%

9,10%

27,36%

076 KPU

102.605.487.000

43.708.916.573

42,60%

-19,23%

14,27%

013 KEMENKUNHAM

17.298.405.000

14.620.152.658

84,52%

6,96%

4,77%

005 MAHKAMAH AGUNG

14.747.378.000

11.568.088.821

78,44%

-3,35%

3,78%

054 BPS

9.665.628.000

7.621.345.357

78,85%

-33,25%

2,49%

006 KEJARI

15.174.854.000

11.786.359.352

77,67%

12,40%

3,85%

056 KEMENTERIAN ATR/BPN

7.601.099.000

5.692.171.348

74,89%

-0,75%

1,86%

066 BNN

2.068.705.000

1.842.894.095

89,08%

-8,04%

0,60%

015 KEMENKEU

1.838.714.000

1.193.549.157

64,91%

-21,34%

0,39%

044 KEMENTERIAN KOPERASI DAN PENGUSAHA KECIL DAN MENENGAH

2.960.990.000

824.195.200

27,84%

-

0,27%

TOTAL

414.189.318.000

306.383.164.776

73,97%

5,42%

100,00%

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

7 of 31

Kinerja Belanja APBN Tematik

7

Sumber : OM SPAN (spanint.kemenkeu.go.id) Per 31 Oktober 2024

Kinerja Belanja KPU

Isu Belanja KPU

Realisasi Belanja Tematik KPU – Per 31 Oktober 2024

Satker

Pagu

Real

%Real

KPU KABUPATEN ACEH TENGGARA

69.110.157.000

29.604.025.951

42,84%

KPU KABUPATEN ACEH GAYO LUES

33.495.330.000

14.104.890.622

42,11%

Total

102.605.487.000

43.708.916.573

42,60%

  • Sebagai fungsi FA dan dalam rangka mendukung pelaksanaan Pemilu, KPPN Kutacane perlu mengkoordinasikan penyaluran dana dengan KPU Kab. Aceh Tenggara dan KPU Kab. Gayo Lues agar pelaksanaan Pemilu dapat berjalan dengan lancar.
  • Terdapat potensi keterlambatan pengajuan GUP karena satker KPU mendapatkan dispensasi pengajuan TUP diatas TUP.
  • Terdapat Hibah dari Pemda untuk keperluan Pilkada yang belum disahkan ke KPPN untuk belanjanya.

  • Terdapat kenaikan pagu pada satker KPU sebesar 34,46% dibandingkan dengan TA 2023. Kinerja realisasi belanja mengalami penurunan sebesar Rp10.406.769.554,- atau (-19,23%) secara YoY.
  • Realisasi belanja KPU menyumbang 14,27% dari total realisasi belanja KL.

Isu dan Permasalahan

  • Dengan jumlah pagu yang cukup besar dan realisasi belanja yang cukup berpengaruh terhadap realisasi belanja secara total, akan cukup berpengaruh terhadap kinerja penilaian IKPA khususnya pada indikator RPD Halaman III DIPA dan Penyerapan Anggaran.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

8 of 31

Progres Penggunaan CMS – KPPN Kutacane

8

Progres Penggunaan CMS TA. 2024

Jumlah Satker

Penggunaan CMS

Perkembangan Transaksi CMS

Sudah digunakan

Belum digunakan

Transaksi s.d. 18 Oktober

Penambahan

Transaksi s.d. 31 Oktober

42

25

17

3.283

121

3.404

Jumlah transaksi CMS sudah sesuai target IKU.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

9 of 31

Progres Penggunaan KKP Lingkup KPPN Kutacane

9

Progres Penggunaan KKP TA. 2024

Jumlah Satker Wajib KKP

Jumlah Satker yang Memiliki KKP

Penggunaan KKP

Perkembangan Transaksi KKP

Sudah digunakan

Belum digunakan

Transaksi s.d. 18 Oktober

Penambahan

Transaksi s.d. 31 Oktober

20

17

4

13

50

5

55

KKP menjadi bagian dari perhitungan IKPA Pengelolaan IKPA. Dengan kontribusi nilai 10% dari 100% untuk pengelolaan UP/TUP. Minimal satker memiliki KKP dan bertransaksi 1 kali dalam 1 triwulan agar Capaian IKPA maksimal. Kordinasi dengan BSI telah dilaksanakan agar seluruh satker dapat memiliki KKP pada Triwulan III 2024.

Satker yang telah menggunakan KKP :

  1. MTsN 1 Aceh Tenggara;
  2. KPPN Kutacane;
  3. BPS Kab. Gayo Lues;
  4. Mahkamah Syar’iyah Kutacane.

Jumlah Satker yang sudah disetujui KKP : 17 Satker

Jumlah Satker yang sudah mengusulkan KKP : 19 Satker

Jumlah Satker yang yang belum mengusulkan KKP : 5 Satker

Jumlah Satker yang tidak mengajukan KKP : 2 Satker (UP KKP sangat kecil)

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

10 of 31

Progres Implementasi Digipay – KPPN Kutacane

10

Satker yang telah menggunakan Digipay :

  1. Kejari Gayo Lues;
  2. Lapas Kutacane;
  3. KPPN Kutacane

Progres Implementasi Digipay Satu TA.2024

Jumlah Satker

Jumlah Satker Memiliki User

Jumlah Vendor

Satker Pengguna

Digipay Satu

Perkembangan Transaksi melalui Digipay Satu

Sudah

Belum

Transaksi s.d. 18 Oktober

Penambahan

Transaksi s.d. 31 Oktober

43

39

11

3

40

103

4

107

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

11 of 31

Capaian IKPA KPPN Kutacane - BUN

12 of 31

IKPA KPPN Kutacane - BUN

Per 31 Oktober 2024

13

SUMBER : OM-SPAN MONEV-PA

Capaian IKPA KPPN Kutacane sebagai Kuasa BUN periode September 2024 sesuai reformulasi IKPA (Perdirjen Perbendaharaan No.5/PB/2024) diperoleh nilai 97,29. Deviasi Halaman III DIPA bulan September 2024 dicapai nilai 84,29, Pengelolaan UP dan TUP tidak maksimal dicapai nilai 99,38, untuk Penyerapan anggaran sampai dengan September 2024 dicapai nilai 99,36 dan Capaian Output telah dilakukan input data periode September 2024 sebesar 99,36.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

13 of 31

IKPA KPPN Kutacane - BUN

Per 31 Oktober 2024

12

SUMBER : OM-SPAN MONEV-PA

Capaian IKPA KPPN Kutacane sebagai Kuasa BUN periode Oktober 2024 sesuai reformulasi IKPA (Perdirjen Perbendaharaan No.5/PB/2024) diperoleh nilai 71,55. Deviasi Halaman III DIPA bulan Oktober 2024 dicapai nilai 84,84, Pengelolaan UP dan TUP tidak maksimal dicapai nilai 99,33, untuk Penyerapan anggaran sampai dengan Oktober 2024 dicapai nilai 94,45 dan Capaian Output belum dilakukan input data periode Oktober 2024 sehingga nilai yang dicapai masih 0,00.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

14 of 31

Pertumbuhan PDRB Aceh Tenggara dan Gayo Lues

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Pertumbuhan Ekonomi pada Aceh Tenggara dan Kabupaten Gayo Lues memiliki tren peningkatan dari tahun 2020 hingga tahun 2023.

15 of 31

PERKEMBANGAN PROXY INFLASI DI ACEH TENGGARA DAN GAYO LUES

15

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

16 of 31

PERKEMBANGAN PROXY INFLASI DI ACEH TENGGARA DAN GAYO LUES

16

Bulan/M1

Aceh Tenggara

Gayolues

Januari/M1

-2,75

-1,78

Januari/M2

-2,51

-1,69

Januari/M3

-2,34

-1,88

Januari/M4

-2,69

-1,78

Februari/M1

-0,87

1,4

Februari/M2

-1,23

1,51

Februari/M3

-0,88

2,91

Februari/M4

-0,08

3,94

Februari/M5

0,55

5,09

Maret/M1

2,29

4,18

Maret/M2

3,13

4,56

Maret/M3

2,63

3,06

Maret/M4

2,22

2,4

April/M1

-0,89

-0,69

April/M2

null

null

April/M3

-1,25

-1,25

April/M4

-1,22

-0,69

Mei/M1

0,42

1,89

Mei/M2

0,55

2,5

Mei/M3

0,66

2,63

Mei/M4

0,71

2,79

Bulan/M1

Aceh Tenggara

Gayolues

Mei/M5

0,93

2,79

Juni/M1

0,74

-1,01

Juni/M2

Null

-0,85

Juni/M3

0,93

-1,12

Juni/M4

0,53

-1,83

Juli/M1

-1,74

-3,51

Juli/M2

-1,79

-,348

Juli/M3

-2

-3,45

Juli/M4

-2,1

-3,85

Agustus/M1

0,05

-2,38

Agustus/M2

0,05

-0,78

Agustus/M3

0,21

-0,22

Agustus/M4

0,30

0,22

Agustus/M5

0,05

0,45

September/M1

-1,37

0,77

September/M2

-1,61

0,10

September/M3

-1,76

0,14

September/M4

-1,96

-0,03

Oktober/M1

-1,34

-0,71

Oktober/M2

-1,60

-0,82

Oktober/M3

-1,70

-0,78

Oktober/M4

-1,54

-0,71

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

17 of 31

Indeks Perkembangan Harga

17

  • Perekonomian daerah di Kab. Aceh Tenggara di bulan Oktober Oktober Minggu I Tahun 2024 terjadi deflasi sebesar -1,34 mengalami kenaikan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,96 dan berada di urutan kesebelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil peningkatan IPH Minggu I Oktober 2024 di Aceh Tenggara adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Daging Ayam Ras sebesar -0,40 dan Beras sebesar -0,34. Minggu II terjadi deflasi sebesar -1,60 mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,34 dan berada di urutan keduabelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil peningkatan IPH Minggu II Oktober 2024 di Aceh Tenggara adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Beras sebesar -0,60 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,52. Minggu III terjadi deflasi sebesar -1,70 mengalami penurunan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,60 dan berada di urutan kesebelas terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil peningkatan IPH Minggu III Oktober 2024 di Aceh Tenggara adalah Cabe Merah sebesar -0,99, Beras sebesar -0,70 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,57. Minggu IV terjadi deflasi sebesar -1,54 mengalami kenaikan dibandingkan minggu lalu sebesar -1,70 dan berada di urutan kesembilan terbawah untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH. Komoditas yang memberi andil peningkatan IPH Minggu IV Oktober 2024 di Aceh Tenggara adalah Cabe Merah sebesar -0,93, Beras sebesar -0,75 dan Daging Ayam Ras sebesar -0,45.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

18 of 31

Indeks Perkembangan Harga

18

  • Untuk Kabupaten Gayo Lues Inflasi bulan Oktober Minggu I Tahun 2024 sebesar -0,71 mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,03 dan berada di urutan kedelapan untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu I Oktober 2024 di Gayolues adalah Cabe Merah sebesar -0,81, Cabe Rawit -0,25 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,10. Minggu II terjadi deflasi sebesar -0,82 mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,71 dan berada di urutan kesepuluh untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu II Gayolues adalah Cabe Merah sebesar -0,82, Cabe Rawit -0,21 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,10. Minggu III terjadi deflasi sebesar -0,78 mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,82 dan berada di urutan kesembilan untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu III Oktober 2024 di Gayolues adalah Cabe Merah sebesar -0,79, Cabe Rawit -0,19 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,13. Minggu IV terjadi deflasi sebesar -0,71 mengalami kenaikan dibandingkan dengan minggu lalu yang sebesar -0,78 dan berada di urutan ketujuh untuk kabupaten/kota di Provinsi Aceh yang mengalami penurunan IPH dan komoditas yang memberi andil penurunan IPH Minggu VI Oktober 2024 di Gayolues adalah Cabe Merah sebesar -0,71, Cabe Rawit -0,23 dan Telur Ayam Ras sebesar -0,14.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

19 of 31

Realisasi Transfer Ke Daerah�KPPN Kutacane

20 of 31

Penyaluran TKD 2024 Kab. Aceh Tenggara

20

No

Uraian

Pagu

Realisasi

% salur

1

Dana Bagi Hasil (DBH)

Rp14.249.096.000

Rp4.825.979.380

33,87%

2

Dana Alokasi Umum (DAU)

Rp594.792.072.000

Rp514.360.834.080

86,48%

3

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik

Rp53.680.707.000

Rp30.042.667.547

55,97%

4

Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik

Rp128.270.257.000

Rp111.465.995.413

86,90%

5

Dana Desa

Rp281.372.115.000

Rp277.566.393.300

98,65%

6

Dana Insentif Fiskal

Rp14.041.281.000

Rp7.020.640.500

50,00%

Total

Rp1.086.405.528.000

Rp945.282.510.220

87,01%

Sumber OMSPAN TKD : 31 Oktober 2024 16.00 PM

Catatan :

DAU yang telah disalurkan adalah DAU Bulan Januari s.d Oktober 2024.

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Non Earmark sebanyak 385 / 385 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Earmark sebanyak 385 / 385 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Non Earmark sebanyak 385 / 385 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Earmark sebanyak 385 / 385 Desa = 100%

Dana Desa Tambahan yang telah disalurkan sebanyak 44 / 74 Desa

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

21 of 31

Penyaluran TKD 2024 Kab. Gayo Lues

21

No

Uraian

Pagu

Realisasi

% salur

1

Dana Bagi Hasil (DBH)

Rp19.887.201.000

Rp9.682.720.470

48,69%

2

Dana Alokasi Umum (DAU)

Rp459.844.896.000

Rp391.007.061.000

85,03%

3

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik

Rp42.201.981.000

Rp31.423.993.580

74,46%

4

Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik

Rp59.603.235.000

Rp50.863.214.200

85,34%

5

Dana Desa

Rp110.597.264.000

Rp108.790.814.000

98,37%

6

Insentif Fiskal

Rp12.257.222.000

Rp6.128.611.000

50,00%

Total

Rp704.391.799.000

Rp597.896.414.250

84,88%

Catatan :

DAU yang telah disalurkan adalah DAU Bulan Januari s.d Oktober 2024.

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Non Earmark sebanyak 136 / 136 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Earmark sebanyak 136 / 136 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Non Earmark sebanyak 136 / 136 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Earmark sebanyak 136 / 136 Desa = 100%

Dana Desa Tambahan yang telah disalurkan sebanyak 13 / 28 Desa

Sumber OMSPAN TKD : 31 Oktober 2024 16.00 PM

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

22 of 31

Penyaluran TKD 2024 Secara Total

22

No

Uraian

Pagu

Realisasi

% salur

1

Dana Bagi Hasil (DBH)

Rp34.136.297.000

Rp14.508.699.850

42,50%

2

Dana Alokasi Umum (DAU)

Rp1.054.636.968.000

Rp905.367.895.080

85,85%

3

Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik

Rp95.882.688.000

Rp61.466.661.127

64,11%

4

Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik

Rp187.873.492.000

Rp162.329.209.613

86,40%

5

Dana Desa

Rp391.969.379.000

Rp386.357.207.300

98,57%

6

Insentif Fiskal

Rp26.298.503.000

Rp13.149.251.500

50,00%

Total

Rp1.790.797.327.000

Rp1.543.178.924.470

86,17%

Catatan :

DAU yang telah disalurkan adalah DAU Bulan Januari s.d Oktober 2024.

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Non Earmark sebanyak 521 / 521 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap I Earmark sebanyak 521 / 521 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Non Earmark sebanyak 521 / 521 Desa = 100%

Dana Desa yang telah disalurkan Tahap II Earmark sebanyak 521 / 521 Desa = 100%

Dana Desa Tambahan yang telah disalurkan sebanyak 57 / 102 Desa

Sumber OMSPAN TKD : 31 Oktober 2024 16.00 PM

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

23 of 31

Kinerja�KPPN Kutacane sebagai Satker

24 of 31

CAPAIAN IKU KEMENKEU THREE TAHUN 2024

24

No

Nama IKU

UIC

Target�Y-24

Target Q3 2024

Realisasi Q3 2024

Realisasi Q3 2023

Realisasi 31 Oktober 2024

1

Nilai kinerja pelaksanaan anggaran K/L

PDMS

90

90

97,29

96,63

2

Indeks kualitas LK Kuasa BUN KPPN

Vera KI

4

4

5

-

3

Indeks kepuasan stakeholder terhadap layanan KPPN

Seluruh Seksi

4

4

5

4,85

4

Indeks implementasi standardisasi kompetensi pejabat perbendaharaan pada satker lingkup KPPN

PDMS

4

4

5

97%

5

Indeks efektivitas edukasi di bidang pengelolaan perbendaharaan

PDMS

4

4

4,5

92,1

6

Persentase akurasi perencanaan kas

PDMS dan Bank

81%

81%

94,70%

98,24%

7

Indeks kualitas penyelesaian SP2D

PDMS dan Bank

4

4

5

5

8

Nilai kinerja penyaluran Dana Transfer ke Daerah

Bank dan VeraKI

90

90

100

98,84

9

Indeks Digitalisasi Pengelolaan Keuangan

PDMS

4

4

4,3

N/A

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

25 of 31

CAPAIAN IKU KEMENKEU THREE TAHUN 2024

25

No

Nama IKU

UIC

Target�Y-24

Target Q3 2024

Realisasi Q3 2024

Realisasi Q3 2023

Realisasi 31 Oktober 2024

10

Indeks kualitas Laporan Pertanggungjawaban Bendahara K/L

VeraKI

3

3

4

4

11

Tingkat implementasi penajaman tugas Financial Advisory

Seluruh Seksi

80%

80%

87,3%

100%

12

Tingkat kualitas pengelolaan kinerja organisasi

Umum

100%

100%

110%

-

13

Nilai Kualitas Hasil Pengelolaan SDM

Umum

100

100

120

79,25%

14

Nilai hasil evaluasi pelaksanaan tugas kepatuhan internal

Vera KI

86

86

94,37

-

15

Indeks kualitas pengelolaan keuangan KPPN

Umum

100

100

109,89

100

16

Persentase kualitas pengelolaan BMN dan Pengadaan

Umum

100%

100%

100%

-

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

26 of 31

DIGITALISASI KAS NEGARA

26

Item

Jumlah Transaksi

s.d. 31 Oktober 2024

Nilai Transaksi

s.d. 31 Oktober 2024

CMS

253

704.857.555

KKP

23

30.867.263

Digipay

43

14.339.000

Jumlah dan nilai transaksi melalui CMS, KKP, dan Digipay oleh KPPN Kutacane selaku Satker

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

27 of 31

Capaian IKPA September 2024

27

Per tanggal 31 Oktober 2024, nilai IKPA KPPN Kutacane sebagai Satker periode September 2024 bernilai 100.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

28 of 31

Capaian IKPA Oktober 2024 Per 31 Oktober 2024

28

Per tanggal 31 Oktober 2024, nilai IKPA KPPN Kutacane sebagai Satker periode September 2024 bernilai 66,98, hal ini dikarenakan nilai capaian output belum diinput.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

29 of 31

Penyerapan Anggaran KPPN sebagai Satker Periode September 2024

26

JENIS BELANJA

PAGU

(Rp)

Realisasi

% Total Realis- asi

RPD September

Realisasi September

Deviasi

%

AVG % DEVIASI SELURUH J.BEL

% RATA-RATA DEVIASI KUMULATIF

B. PEGAWAI

178.164.000

118.918.000

58,83

15.580.000

15.849.000

269.000

0,2

0,74

0,44

B. BARANG

1.355.420.000

962.847.742

116.419.847

83.255.143

713.829

0,54

B. MODAL

305.130.000

-

-

-

-

-

131.999.847

98.406.143

982.829

TOTAL

1.838.714.000

1.081.765.742

SUMBER : OM-SPAN

Per 31 Oktober 2024, penyerapan anggaran KPPN Kutacane selaku Satker sampai dengan periode September 2024 adalah sebesar 58,83%. Hal ini diakibatkan adanya pagu belanja modal yang baru diterima pada akhir bulan Agustus 2024 yang belum dibayarkan pada pihak ketiga karena proses pekerjaan masih berjalan.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

30 of 31

Penyerapan Anggaran KPPN sebagai Satker Periode Oktober 2024

s.d. 31 Oktober 2024

26

JENIS BELANJA

PAGU

(Rp)

Realisasi

% Total Realis- asi

RPD Oktober

Realisasi Oktober

Deviasi

%

AVG % DEVIASI SELURUH J.BEL

% RATA-RATA DEVIASI KUMULATIF

B. PEGAWAI

178.164.000

134.095.000

64,91

15.177.000

15.177.000

-

0

0,04

0,4

B. BARANG

1.355.420.000

1.054.654.157

79.962.152

79.918.163

43.989

0,06

B. MODAL

305.130.000

4.800.000

4.800.000

4.800.000

-

-

99.939.152

99.895.163

43.989

TOTAL

1.838.714.000

1.193.549.157

SUMBER : OM-SPAN

Sampai dengan 31 Oktober 2024, KPPN Kutacane selaku Satker telah melakukan penyerapan belanja sebesar 62,04% dengan deviasi RPD bulan Oktober 2024 sebesar 53,97%.

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

31 of 31

© 2022 Direktorat Jenderal Perbendaharaan

Terima Kasih

www.djpb.kemenkeu.go.id

@ditjenperbendaharaan

DJPb.KemenkeuRI

Direktorat Jenderal Perbendaharaan

- DJPb Kemenkeu RI

@DJPbKemenkeu_RI