Peranan LPTK Dalam Pengembangan SDM Untuk Menyongsong Era Industrialisai
Ciri-ciri Pokok Industrialisasi
*kurun waktu yang harus ditempuh bangsa Indonesia secara
bersama-sana untuk mentrasformasikan masyarakat kita yang pada
dasarnya masih bersifat agraris ininmenjadi masyarakat yang bersifat
industrial, yaitu masyarakat yang ditandai oleh menonjolnya
semnagat industrialisme
*Menurut Kamus Inggris ialah memproduksi dan menjual barang-
barang serta jasa-jasa berdasar kaidah-kaidah perdagangan, jadi
komunitas menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa tertentu untuk
diperdagangakan untuk dijual dengan mendapatkan keuntungan
*proses merembesnya semangat industrialisme ini ke seluruh
kehidupan masyarakat, dimulai di Inggris dalam bentuk suatu
peristiwa sejarah yang kemudian dikenal dengan istilah Revolusi
Industri
Industrialisasi tidak hanya mengubah kehidupan ekonomi tetapi juga
mengubah kehudupan sosial dan kehidupan politik sehingga
menimbulkan dua kelompok yang berbeda kepentingan yakni
pemilik modal dan kelompok buruh
Dampak sosial dari industrialisasi ini adalah meningkatnya kesejahteraan
hidup materiil pada umumnya, perbaikan kesehatan masyarakat,
menurunnya tingkat kematian, meningkatkan jumlah penduduk,
organisasi-organisasi sosial menjadi lebih kompleks, struktur pembagian
kerja, pada umumnya menjadi lebih kompleks
Dampak negatif dalam kehidupan manusia memerlukan banyak energi
telah menimbulkan berbagai jenis pencemaran lingkungan, krisis
energi yang berskala global, dan perubahan lingkungan hutan lindung,
dengan masuknya teknologi canggih timbul pula masalah pengangguran
Masalah-Masalah Pokok Yang Kita Hadapi
Yang pertama, mencari jenis-jenis industri yang pengembangannya dapat
didukung oleh kondisi yang ada pada diri kita, mencari sustainable
industrial development program menurut kondisi kita
(ialah dengan mencari bidang usaha yang dapat ditopang oleh sumber
daya alamyang kita miliki)
Kedua mengembangkan kemampuan-kemampuan dalam diri kita yang
sesuai dengan tuntutan-tuntutan program pembangunan industri yang
ingin kita tegakkan
(kemampuan-kemampuan yang dituntut dari yang pertama kemampuan
yang membayangkan jenis-jenis struktur industri yang dapat ditegakkan
dan yang tidak dapat ditegakkan berdasarkan pengetahuan tentang potensi
industrial kita
Yang kedua kemampuan untuk menjalankan fungsi-
fungsi teknis yang dituntut oleh program industrialisasi yang akan
dilaksanakan misalkan kemampuan untuk mengembangkan berbagai
jenis teknologi industri, kemampuan manajemen industrial, kemampuan
memasarkan produk-produk indsutri kita di pasaran internasional.
Kemampuan jenis pertama disebut kemampuan intelektual dan
kemampuan jenis kedua dapat disebut kemampuan operasional
Kemampuan intelektual tentang industrialisasi sangat dibutuhkan
untuk memungkinkan bangsa mengambil keputusan yang bijaksana
tentang jenis-jenis industri yang akan dikembangkan dalam era
industrialisasai
Kemampuan operasional dibutuhkan oleh para warganegara yang ingin
menerjunkan diri dalam berbagai canag industri yakni cabang-cabang
industri yang menghasilkan barang dan jasa
Pendidikan Untuk Industrialisasi
Pendidikan sekolah-sekolah kejuruan🡪otomotif, kelistrikan, TKJ,
Multimedia, RPL
Pendidikan untuk industrialisasi untuk memperoleh keluwesan
operasional okupasional, kemampuan menyesuaikan diri dengan kondisi
kehidupan, yang berubah-ubah dan kemampuan untuk hidup sebagai
warganegara dari suatu negara industri, dan ini disebabkan oleh kenyataan
bahwa dalam zaman modern ini sifat-sifat teknis dari kebanyakan cabang
industri berubah dengan sangat secepatnya sehingga setiap kali harus
dilakukan penyesuaian
Peranan LPTK
Fungsi-fungsi teknis yang harus dijalankan dalam membangun dunia
perindustrian Indonesia pada cabang indsutri untuk tiga kegiatan:
tradisional
ditopang oleh sumber daya alam kita dan mempunyai prospek
yang cukup baik di pasaran internasional
Keinginan yang ada diLPTK ditentukan pula kemampuan dalam masalah
indutrialisasi yang dimilikinya baik dalam bentuk tenaga ahli,
laboratorium, peralatan pengajaran, dan pelatihan, maupun dalam bentuk
pengetahuan dan kebijakan industrialisasi sehingga LPTK dapat
mengembangkan wawasan makro dan persekolahan tentang masyarakat
dan persekolahan, dan wawasan tentang interaksi sekolah dengan lembaga
lembaga masyarakat yang lain, interaksi antara ilmu pendidikan dengan
ilmu-ilmu lain, termasuk ilmu-ilmu pengetahuan alam dan teknologi
Implikasi Pendidikan
Salah satu kelemahan kita dalam hal ini menurut pendapat kita ialah
bahwa selama ini pada umumnya kita tidak cukup memperhitungkan
lembaga-lembaga pendidikan kedinasan baik pemerintah maupun swasta
diluar tatanan resmi. Seperti kursus-kursus kejuruan, program MBA,
program-program pelatihan yang diselenggarkan oleh perusahaan untuk
mempersiapkan tenaga-tenaga kerja yang dibutuhkan oleh program
industriliasasi. Bahkan tingkat sekolah dari SD, SMP, SMU, SMEA, STM
sampai perguruan tinggi dengan berbagai fakultasnya, akhirnya kita harus
mempersiapkan tenaga kerja untuk keperluan industrialisasi sehingga
kita gambarkan dua sistem baru yakni sistem dasar yakni sistem
pendidikan formal yang kita miliki selama ini dan sistem khusus yakni
keseluruhan dari lembaga-lembaga yang menyelenggaran program-
program pendidikan dan pelatihan khusus untuk memenuhi keperluan
berbagai jenis industri. Karena kesenjangan yang ditanah air kita adalah
antara dunia pendidikan dengan dunia pasaran kerja