BAB 6
BERBAKTI DAN TAAT KEPADA ORANG TUA DAN GURU
PETA KONSEP
BERBAKTI DAN TAAT KEPADA ORANG TUA DAN GURU
Pengertian Berbakti dan Taat
Implementasi Perilaku Jujur
Pengertian Orang Tua dan Guru
Berbakti dan Taat kepada Orang Tua
Hormat dan Taat kepada Guru
Berbakti berasal dari katabakti yang berati tunduk dan hormat; perbuatan menyatakan setia (kasih, hormat, dan tunduk) adalah sikap menghargai yang diberikan ditujukan seseorang kepadaa orang lain yang dianggap berjasa memberikan suatu jasa
Taat adalah sikap setuju dan siap melakukan sesuatu yang baik dan benar serta dalam pelaksanaannya dilakukan secara sungguh-sungguh, jujur, bertanggung jawab, dan ikhlas.
Pengertian Berbakti
Surah Luqman/31 : 14
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلٰى وَهْنٍ وَفِصٰلُهُ فِي عَامَيْنِ اَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ ﴿لقمان : ١٤ ﴾
”Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orang tuamu, hanya kepada Aku kembalimu.”. (Q.S. Luqman/31 : 14)
Membaca Surah Luqman/31 : 14, Al-Isrã/17 : 23,
dan H.R. Bukhari dan Muslim.
Al-Isrã/17 : 23
وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّا اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ اَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ أُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا ﴿ الاسراء : ۲۳ ﴾
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang baik.”. (Q.S. Al-Isrã/17 : 23)
Membaca Surah Luqman/31 : 14, Al-Isrã/17 : 23,
dan H.R. Bukhari dan Muslim.
As-Shaf/61 : 2-3
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ اٰمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴿ ۲﴾ كَبُرَ مَقْتًا عِنْدَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ ﴿۳﴾ ﴿الصّفّ : ۳-۲﴾
”Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? (2) (itu) sangat dibanci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan (3)”. (Q.S. As-Shaf/61 : 2-3)
Membaca Surah Al-Ahzab/33 : 70, Ãli ‘Imrãn/3 : 77, As-Shaf/61 : 2-3,
Al-Mu’minun/23 : 8), Ãli ‘Imrãn/3 : 122, H.R Muslim dan H.R Bukhari Muslim
H.R Muslim
وَعَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : "عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِي إِلَى الْبِرِّ وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِي إِلَى الْجَنَّةِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ صِدِّيقًا وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِي إِلَى الْفُجُورَ وَإِنَّ الْفُجُورَ يَهْدِي إِلَى النَّارِ وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللَّهِ كَذَّابًا . " (رواه مسلم)
Dari ‘Abdullah bin Mas’ud r.a, ia berkata: “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai pendusta (pembohong).’” (H.R. Muslim)
Membaca Surah Al-Ahzab/33 : 70, Ãli ‘Imrãn/3 : 77, As-Shaf/61 : 2-3,
Al-Mu’minun/23 : 8), Ãli ‘Imrãn/3 : 122, H.R Muslim dan H.R Bukhari Muslim
H.R Bukhari Muslim
عَنْ أَبِيْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ سَأَلْتُ النَّبِيُّ ﷺ : أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ قَالَ (الصَّلَاةُ عَلَى وَقْتِهَا)، قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ (بِرُّ الْوَالِدَيْنِ) قَالَ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ) (رواه البخاري و ومسلم) .
Abu Abd Rahman Abdullah bin Mas’ud menceritakan : Aku pernah bertanya kepada Rasulullah, perbuatan apa yang paling dicintai oleh Allah? Jawab beliau “shalat tepat pada waktunya” Aku bertanya lagi : kemudian apalagi? Jawab beliau “berbakti kepada orang tua” Aku bertanya lagi : kemudian apalagi? Jawab beliau “jihad fisabilillãh” (H.R. Bukhari dan Muslim)
Membaca Surah Luqman/31 : 14, Al-Isrã/17 : 23,
dan H.R. Bukhari dan Muslim.
Guru adalah orang yang mengajarkan ilmu kepada kita. Kita wajib menjaga perasaan guru kita, jangan sampai guru tersinggung dan tersakiti perasaannya
Berbakti Kepada Guru
Terhadap orang tua
Implementasi Berbakti Kepada Orang Tua dan Guru
Terhadap guru
Implementasi Berbakti Kepada Orang Tua dan Guru