Leading by Example
[Memimpin dengan memberi teladan]
Tanggal : 131220
Revisi : 02
Sign. :
KONTEKS
BUDAYA JMM
A
Daftar Isi
DAFTAR ISI
Rev: 131217
Thank you
B
5
Tools Tools LBE
Daftar Tools LBE
- Teknis
- Karakter :
psikogram dan power pengaruh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19
Daftar Tools LBE
E L A N G
Rev: 131217
Daftar Tools LBE
KEPEMIMPINAN
Rev: 131217
Daftar Tools LBE
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Salah Satu Unsur Penentu Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)
(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)
Rev: 131217
Daftar Tools LBE
Roadmap To Prime
Rev: 131217
Company Goal
COMPANY GOAL
Vision :
Menjadi kontraktor tambang berkinerja tinggi
Dengan Sinergi sebagai daya saing unggulan
Yang dihasilkan dari kekeluargaan
Yang dikelola secara profesional, tangguh dan handal
Rev: 131217
Mision
MISION
Dalam mewujudkan VISInya, JMM mencanangkan MISI berikut ini untuk mewujudkan :
KINERJA TINGGI
Melalui sinergi dengan standar yang tinggi antara semua fungsi-fungsi yang ada secara berkesinambungan
SINERGI
Sebagai daya saing unggulan
KEKELUARGAAN
Melahirkan sinergi yang efektif menjawab segala tantangan usaha
Keseluruhannya di kelola secara:
Dengan membudayakan dengan integritas yang prima dalam mewujudkan
“system yang menjalankan kegiatan usaha, dan SDM yang menjalankan sistem dimaksud”
Tangguh :
Memberlakukan sistem yang tangguh
Menyeleksi dan mendaya hasilkan kompetensi Finansial – Teknis – SDM yang tangguh.
Rev: 131217
Coal Hauling Process
CONTOH BUSINESS PROCESS
Office/ Workshop JMM
Timbang Muatan
UnLoading Process
= Operation Road Port
Loading Process
PIT
PORT / STOCK PILE
Coal Hauling Proses
Coal Hauling Process
Rev: 131217
CONTOH BUSINESS PROCESS
Coal Mining Process
Mine Stockyard
Crusher
facilities
Clear, grubbing &
topsoil removal
Waste dump area
Drilling & blasting
overburden
Overburden removal
Coal mining
Storage coal
( ROM )
Coal Hauling to Port
Port Stockyard
Oversea Conveyor
Overland Conveyor
Shipping
Spreading
( topsoil )
Revegetation
Coal Mining Process
Rev: 131217
Master Operational Model
Master Operational Model
Visi Misi
Budaya JMM
Sinergi
Kekeluargaan
Rev: 131217
Struktur Organisasi
Struktur Organisasi
Rev: 131217
4 Elemen Karakter
1
2
3
4
Pengalaman
Pengetahuan
skills
Value & beliefs
Sosial & Budaya
Sifat perilaku
KARAKTER
TINGKAH LAKU
TINDAKAN
POWER | PENGARUH |
|
|
| HASIL |
|
| KELOLA |
|
| VISI MISI |
|
|
|
+ PSIKOGRAM |
4 Elemen Karakter
HASIL
Rev: 131218
4 Elemen Karakter
4 Elemen Karakter
1. Elemen 1
Latar Belakang Sosial Budaya
2. Elemen 2
Value & Believe : Nurani sebagai kebenaran yang diyakini
3. Elemen 3
Pengalaman, pengetahuan, skill
4. Elemen 4
Sifat & Perilaku
Rev: 140106
4 Cara Membangun Kebiasaan Kolektif
Rev: 131220
System Operasi
PINTU MASUK
SOP
JOB DESK
OPERATIONS
Virus
MASUK KE OPERATION
Job desk
Notulen
FILTER – 6 TOPI
Virus
SISTEM OPERATION
PT. BINA SARANA SUKSES
ARIF BIJAKSANA
Penyimpangan
Gesekan / Benturan
Konflik Pekerjaan
Kinerja Tinggi / Kinerja Rendah
Konflik Pribadi
SISTEM OPERATION
PERAN :
Rev: 131218
NOTULEN MEETING (contoh)
Menunjuk keakar permasalahan (Penggunaan Fishbone)
Man
Competency
Psikogram:�- Konseptual�- Sintesa�- Perencanaan
Teknis
Penguasaan�Sistem JMM
Power-Pengaruh
Capacity
Problem Pribadi
Problem Lingkungan
Problem Keluarga
Methode
Sistem JMM
Sistem Keuangan
Sistem Manajemen
( Leading By Example )
Sistem Teknis
Masalah
Rev: 131217
Tingkat Komitmen
Rev: 140203
ILUSI
KOMPLEKSITAS
TRANSISI
AKUT
PARAH
L A Z I M
+
+
-
-
PERLU INTERVENSI
Tabel Intervensi
Rev: 131217
BISA DIATASI SENDIRI
Psikogram dan Power Pengaruh
PSIKOGRAM & POWER PENGARUH
Rev: 131217
KESEIMBANGAN KEMATANGAN BUDAYA
Rev: 131217
8 POINT SUPPORT
Kompetensi & Kapasitas
8 Point Support
Rev: 140607
segera MANDIRI
Golden Filter
GOLDEN FILTER
Rev: 131217
PENGGUNAAN 6 TOPI
Rev: 140210
Topi Putih : Netral
Topi Biru : Boss
Topi Yang digunakan waktu
Menerima informasi
Topi Yang digunakan waktu
Menyelesaikan Masalah
Topi Merah
Topi Hitam
Topi Hijau
Topi Kuning
Topi Biru
28
NYAWA
MISSION POSSIBLE
YES !!!
I WANT ……
I NEED :
^SPEED ???
SEFTO
SEFTO
BECAUSE
SEFTO
NYAWA
MISSION POSSIBLE
Rev: 140402
ACCOUNTABILITY
1. Harian (Hanya tentang yang tidak berhasil pada koordinasi bilateral)
2. Mingguan Departemen (Evaluasi dari Kabag ke PM – rekapan dari harian)
3. Mingguan Operasional – Evaluasi & Arahan Kinerja Departemen
4. Bulanan Direksi – Pertanggungjwaban Operasional Dan Arahan
5. 3 – 4 bulan Komisaris - Pertanggung Jawaban Dewan Direksi Kepeada Pemilik Saham
Accountability
Rev: 131217
ACCOUNTABILITY
30
30
Rev: 140414
(4 Pilar)
(7 Elemen Efisiensi)
(Loss Control)
TEKANAN TUNTUTAN
BOD
OPERATOR
STRUKTUR ORGANISASI
TEKANAN DALAM ORGANISASI USAHA
Rev: 140211
X
Y
Y
X
32
PERTUMBUHAN
PROFITABILITY
[VOL] x [MARGIN]
KEAMANAN
[UANG KECIL] [UANG BESAR]
PELUANG
PASAR
BUSSINES DEVELOPMENT
Rev: 140211
KEMAMPUAN
Kompetensi & Kapasitas
KEMAMPUAN
PERAN POKOK PEMIMPIN OPERASI :
Rev: 131217
TINGKAT KETERLIBATAN
Emang saya pikirkan KAH !!!!
TEORI !!
Tidak mungkin
Iya,
Tapi banyak yang belum
Mulai karena disuruh
Tinggal sedikit yang belum
FULL POWER
AYAM
Vs
TELUR
1
2
3
3
4
5
TINGKAT KETERLIBATAN
Rev: 131217
5S
Rev: 131217
MENGELOLA DAN MENANGANI KONFLIK PEKERJAAN
Rev: 131217
Benturan dan konflik yang terjadi dalam hal pekerjaan
Benturan perasaan/kepentingan pribadi dalam hal pekerjaan maupun pribadi
Benturan perasaan/kepentingan yang meluas melibatkan banyak orang
JENIS KONFLIK
Rev: 131217
Konflik Pekerjaan vs Pribadi
KONFLIK
Rev: 131217
Bebas dari Muatan
Tujuan
Bebas dari
Muatan dan Konsep
Muatan
Jalan
Langkah
MANAJEMEN KONFLIK - BERPIKIR KONSEPTUAL
Rev: 131217
Tingkatan ini mutlak tidak dapat ditawar
LEVEL KONFLIK - PRINSIP
Rev: 131217
Konsep memandu arah upaya-upaya teknis agar efektif
LEVEL KONFLIK - KONSEP
Rev: 131217
Kelola :
PLAN , ORGANIZE , STAFF , EXECUTE
Plan Do Check Action
Merealisasikan prinsip sesuai arahan konsep
LEVEL KONFLIK - TEKNIS
Rev: 131217
Anatomi Berbagai Gaya Konflik
9 GAYA KONFLIK : apa?
Rev: 140408
9 GAYA KONFLIK : kapan?
Rev: 140408
P D C A
BUKAN
Kemampuan output koletif
Agar menjadi output kolektif maksimal
Kemampuan kualitas
Kemampuan kuantitas
MENGELOLA
MEREALISASIKAN KINERJA MELALUI PARA PELAKSANA
Rev: 140607
T R A F
Trash Refer Action File
B A T S
Buang Alihkan Tindak Simpan
MENATA INCOMING TASK
Rev: 131217
LAHIR
INKUBASI
PEMICU
LEDAKAN TOTAL
BENCANA
ANATOMI KRISIS
PROSES LEDAKAN BENCANA
Rev: 131217
Pertimbangan Pengambilan Keputusan
Rev: 131219
PROSES KEPUTUSAN
SEFTO
Pertimbangan Pengambilan Keputusan
Rev: 131217
SHARED FEELINGS, COMMITMENT & SENSE OF URGENCY
COMMITMENT
SENSE OF URGENCY
Shared feelings
C
Rev: 131217
Percaya Diri Menegakkan Prinsip
Teladan
Hukum Sosial
Lingkungan
Dampak Ego
Topi - Topi
Menegakkan
Prinsip
Yakin / Percaya
Mutlak
PERCAYA DIRI MENEGAKKAN PRINSIP
Rev: 131217
Komunikasi
Kepentingan
ENCODE
MEMORY
DECODE
Cara Kerja Otak Menerima Informasi
Makna dari Komunikasi adalah respon yang didapatkan
KOMUNIKASI
Rev: 131217
Kualitas Informasi
- Noise (suara bising)
- Data (data)
- Info (informasi)
- Actionable Info (informasi siap ditindak lanjut)
- Closed Loop Actionable Info (informasi siap ditindak lanjut + cross check yg genap {2+2=4})
KUALITAS INFORMASI
Rev: 131217
Peraturan vs Kinerja
KETIKA PERATURAN DAN PROSEDUR
DIPERTAHANKAN UNTUK M.E.N.G.H.A.M.B.A.T
DAN M.E.M.P.E.R.L.A.M.B.A.T pencapaian tujuan
DISINILAH KARAKTER ELANG DIUJI...
Ketika TUJUAN dibentuknya sebuah tim luntur
Terbenam prosedur...
TELANJANGLAH KUALITAS ELANG
SESEORANG TERBACA...
Ketika orang tersebut kemudian sendirian memikul
Kelemahannya...
TELANJANGLAH KUALITAS SINERGI
TERBACA...
Rev: 131217
Saya Tahu Anda Tahu
SAYA TAU ANDA TAU
56
Rev: 131217
Berpikir Konseptual
BERPIKIR KONSEPTUAL
Rev: 131217
SYSTEM THINKING
Rev: 140414
MENENTUKAN SKALA PRIORITAS
Rev: 131217
POLITICKING
Politicking adalah kegiatan secara pribadi atau jabatan, yang sengaja atau tidak sengaja dengan tidak melaksanakan Leading By Example (Budaya JMM) dalam rangka meraih kepentingan pribadi baik untuk pekerjaan maupun pribadinya dengan mengorbankan SINERGI
Dalam Budaya JMM, Politicking dipandang, dianggap dan diperlakukan sangat serius karena amat sangat merusak upaya mencapai sinergi yang menjadi daya saing unggulan JMM.
Politicking di HARAM JADAH kan di seluruh wilayah dan kegiatan JMM. Tanpa kecuali, hal ini harus segera ditindak tegas dan tuntas, apapun resikonya. Tindakan tegas ini berlaku sama bagi politicking yang dilakukan secara nyata maupun tersembunyi, tanpa melihat posisi dan jabatan pelakunya.
Rev: 131217
POLITICKING
BUDAYA JMM VS POLITIKING
Politiking adalah kegiatan secara pribadi atau jabatan, yang sengaja ataupun tidak sengaja dengan tidak melaksanakan Leading By Example ( Budaya JMM) dalam rangka meraih kepentingan pribadi baik untuk pekerjaan maupun pribadinya dengan mengorbankan SINERGI.
Rev: 131218
SYNERGY
Rev: 131217
Rev: 131217
FORMULA EFISIENSI
Rev: 131217
Rev: 131217
AQ
Rev: 140320
Significant Few
ELANG
KONTROVERSI
NYAMAN TIDAK NYAMAN
LOKOMOTIF
BONGKAR
CHIP
INSTITUSI
L E M B A G A
S I S T E M
SINERGI = DAYA SAING UNGGULAN
PROFESIONAL
TANGGUH
HANDAL
DAYA HASIL
KINERJA TINGGI
Significant few adalah :
Orang yang menggerakkan secara berkomitmen
tegaknya dan berfungsinya :
1. Institusi fungsional sebagai lembaga sistem.
2. Sinergi sebagai daya saing unggulan usaha.
3. Sinergi berbagai chip yang mewujudkan
karakter elang dirinya.
Secara keseluruhan 1, 2 dan 3 menghasilkan daya hasil kinerja tinggi K&k.
Rev: 140508
Kepemimpinan Operasi
Rev: 140607
P3B-BSS
PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B- JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
6. Agar "bottom up" ini tepat dan terpelihara menuju visi misi,setiap karyawan perlu mendapatkan pendidikan intensif,ekstensif dan urgent. Pelaksanaannya dilakukan secara "top down".
7. Politicking adalah haram jadah. karyawan yang menyimpang ditangani oleh team yang terdiri atas unsur komisi disiplin
8. Setiap anggota team harus "haqul yakin" meyakini visi misi JMM yang harus direalisasikan melalui Leading By Example
9. Visi Misi JMM melalui Leading By Example adalah harga mati
10.Segera ditetapkan batasan waktu dan kriteria yang mengatur bawahan mem veto pengadaan keperluannya. Veto tersebut yang sah wajib direalisasikan pengadaan/pelaksanaannya. Segala dampak pemborosan menjadi tanggung jawab fungsi yang seharusnya mensupportnya.
PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
POINT 1 dan 2
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
POINT 4
Pada Saat Operasi :
- Peran Operasi Pemimpin :
Pemimpin memaksimalkan daya hasil ledakan sinergi K&k dan
meminimalkan ”damage” yang terjadi, serta memperhatikan kesiapan untuk
pertempuran berikutnya.
para anggota pemilik K&k memaksimalkan daya sinergi mereka masing-
masing untuk dikerahkan secara maksimal mengikuti arah gerak dan irama
yang dipimpin oleh pemimpin operasi.
Pada Saat Maintenance :
Para pemimpin melayani pemenuhan kebutuhan para anggotanya agar mampu
maksimal mewujudkan [peran operasi anggota] tersebut.
Peran Maintenance Anggota :
Para anggota memperjuangkan pemenuhan kebutuhan pemimpinnya agar
dapat menjalankan maksimal [peran operasi pemimpin] dengan mengupayakan sendiri segala kebutuhan untuk kesehatan shared feeling dan persepsinya * agar bisa mengerahkan totalitas dirinya dalam [peran operasi anggota] – a.l termasuk pembahasan golden filter
*Shared feeling dan persepsi yang sehat adalah shared feeling dan persepsi yang mengutamakan dan bertujuan
memenuhi visi misi JMM melalui budaya dan sistem JMM
Rev: 131217
P3B-BSS
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
POINT 9
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
POINT 10
POINT 11
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
P3B-BSS
PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)
Rev: 131217
KARAKTER ELANG ( KSPM, E1, E2 )
Apa yang membedakan elang dari yang lain?
(membongkar hambatan atau yang tersumbat)�
Rev: 131217
JURUS ELANG: (KSPM, E1, E2, E3)
Mengapa Elang selalu berhasil ?
lepas
Rev: 131217
TIGA KATEGORI MANUSIA (E2)
Siapakah diri saya, apakah saya "ELANG" ?
Rev: 131217
EMPAT PILAR KINERJA TINGGI ELANG
Apa yang membuat elang begitu perkasa?
Apa yang harus saya bangun agar bisa tumbuh dan berkembang seperti elang?
(yang telah mempersiapkan diri & kemampuan)
Rev: 131217
EMPAT PILAR KINERJA TINGGI ELANG
Rev: 131217
CARA KERJA ELANG: (E2, E3)
Elang beroperasi BERDASARKAN tiga hal: navigasi, situasi, kondisi
Rev: 131217
PENANGANAN KHUSUS
MERUBAH NON ELANG AKUT MENJADI ELANG
Ada sebagian orang yang tidak memiliki karakter yang bisa dilatih menjadi elang.
Walaupun dipaksakan, terlalu sulit dan memakan waktu terlalu lama, bahkan ia segera kembali lagi menjadi non elang, dan akhirnya menambah frustrasi dan bahkan srtress semua pihak yang terlibat.
Dari sudut pandang kinerja tinggi, daya juang orang yang demikian dikategorikan bermasalah. Untuk itu perlu mendapatkan penanganan (terapi) khusus.
COORE�Control - Origin of responsibility - Ownership of outcome - Reach - Endurance
Ada lima komponen yang menentukan kemampuan seseorang menghadapi dinamika kehidupannya, baik pribadi maupun pekerjaan:�- kendali - dampak kepada diri pribadi�- sumber masalah = self blame - daya tahan (endurance)�- dampak hasil�
Secara sendiri2 dan secara bersamaan, kelima komponen ini mendukung atau menggerogoti dinamika psikologis seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.
86
Rev: 131217
KEPEMIMPINAN
Bila disederhanakan, ada 3 jenis kepemimpinan yang berbeda:�1. kepemimpinan teknis�2. kepemimpinan proses�3. kepemimpinan manusia�(penjelasan tentang ketiganya ada pada bagian 3).
Secara umum, apapun jenis kepemimpinan yang DIPERSYARATKAN dalam suatu fungsi, anda HARUS MAMPU terlebih dahulu memimpin diri sendiri. Anda, seperti banyak orang lain, sering terjebak dalam perangkap gaya pribadi yang tidak mudah anda lepaskan. Sementara itu, anda dituntut untuk memerankan suatu jenis kepemimpinan yang pas untuk fungsi yang anda pimpin.
Dalam segala situasi dan kondisi anda harus mampu MEMIMPIN DIRI SENDIRI�(lihat bagian 2 - pedoman memimpin diri untuk masing2 tipe perilaku).
Secara umum, memimpin lebih realistis didefinisikan sebagai:
MEMIMPIN DIRI SENDIRI UNTUK MENGERAHKAN GAYA YANG PAS DALAM MEMIMPIN ORANG LAIN PADA SITUASI DAN KONDISI TERTENTU.
BAGIAN 1 - UMUM
Rev: 131217
KEPEMIMPINAN
Pemimpin terbaik bukanlah seseorang dengan gaya perilaku tertentu atau dengan kombinasi gaya tertentu yang ideal.
Pemimpin terbaik adalah orang yang mewujudkan tuntunan (guidance) yang dibutuhkan dalam pekerjaan atau tugas, dan kemudian memimpin upaya menyelesaikan tugas tersebut.
Berarti, pemimpin terbaik adalah pemimpin yang:�- bekerja dengan baik bersama orang lain, dan �- piawai berurusan dengan semua gaya pribadi dalam SEGALA situasi.
Untuk itulah ia dituntut untuk mampu memimpin dirinya sendiri agar bisa:�- membaca dan memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi�- mengidentifikasi cara pendekatan dan teknik yang pas ("leading by example")�- tekun dan rajin melatih dan berlatih diri sehingga piawai menerapkan "jurus" yang� sesuai menurut "leading by example".
Pilihan gaya kepemimpinan yang ada begitu bergam, namun mengerahkan kekuatan pikiran dan semangat mitra anda, hanya bisa diwujudkan melalui gaya kepemimpinan tertentu sesuai situasi dan kondisi saat itu.
BAGIAN 1 - UMUM
Rev: 131217
KEPEMIMPINAN
Anda tidak bisa mendapatkan produktivitas orang lain melalui ‘’ perintah’’, tetapi anda bisa mendapatkan yang terbaik dari mereka dengan MERANCANG interaksi yang sesuai untuk situasi dan kondisi yang ada. Bukan mustahil bahwa mereka bahkan akan menghasilkan yang lebih baik dari yang anda duga semula.
Sebuah organisasi memerlukan semua tipe gaya. Namun, anda harus sangat menyadari gaya alamiah anda sendiri, serta bagaimana gaya itu bisa memengaruhi orang lain. Dalam kasus apa pun, anda bisa memilih akan menggunakan gaya tertentu agar lebih efektif dan menyenangkan.
Dengan cara yang pas, anda bisa merubah keraguan dan kegalauan menjadi derap langkah yang positif dan produktif, yang terus bergerak maju yang bersinergi.
BAGIAN 1 - UMUM
Rev: 131217
BAGIAN 2 - PEDOMAN MEMIMPIN DIRI
UNTUK MASING2 TIPE PERILAKU
Rev: 131217
Longgarkan sedikit desakan dan dorongan dari anda. Camkan dalam pikiran anda bahwa orang lain mempunyai perasaan.
Gaya anda yang keras dan bergaya serba tahu bisa membuat bawahan anda rendah diri serta membuat orang lain merasa kesal.
Anda tentu tidak ingin memimpin seperti pepatah Inggris ‘’ Like an angry bull in a China store’’ ( seperti banteng mengamuk dalam toko pecah belah ).
Orang-orang yang bertipe K bisa mendorong pertumbuhan diri orang lain setidaknya dalam dua cara, yaitu :�- Memuji pada saat yang tepat�- Memberi sedikit wewenang dan membiarkan mereka menggunakannya.
Dengan demikian, anda akan bisa mendapatkan komitmen dan meningkatkan output.�Terimalah bahwa kesalahan akan terjadi dan kurangilah nafsu anda dengan mempertimbangkan perasaan mitra anda.
Anda bahkan bisa bergurau dengan kesalahan yang anda buat daripada harus membentuk citra manusia super.
Berusalah untuk tidak terlalu suka memerintah. Mintalah pendapat orang lain.
Walaupun tidak nyaman, rencanakan beberapa hal yang penuh kerja sama (kolaborasi) dengan pihak lain.
Memimpin Diri Untuk Tipe - K
Rev: 131217
Kebergantungan bawahan pada diri anada bukan hanya untuk mendapatkan gagasan, tetapi juga untuk mendapatkan koordinasi. Jadi, apa saja yang bisa anda lakukan untuk menjadi lebih serba-teratur bisa memberikan manfaat besar kepada anda dan bawahan anda.
Anda tentu tidak ingin bawahan anda begitu larut dalam keceriaan dan optimisme yang berlebih, karena hasil nyata yang diharapkan dari anda dan tim benar benar nyata.
Ingat, Anda akan kehilangan kepercayaan dari bawahan anda walaupun melakukan hal-hal berikut dengan tidak sengaja : �- Gagal menindak lanjuti hal-hal yang telah dimulai. �- Menunda nunda keputusan.�- Tidak mengikuti perkembangan/perincinan penting. �- Memberikan janji yang tidak ditepati.
Memimpin Diri Untuk Tipe - S
Rev: 131217
Bawahan anda akan merasa bahwa anda sengaja mengecewakan mereka. Pesona dan kehangatan anda tidak bisa menggantikan sepenuhnya sikap anda yang tidak bisa diandalkan.
Sadarilah kenyataan bahwa pertikaian dan perselisihan pasti terjadi. Berusahalah menanganinya secara langsung, bukan menghindari atau menundanya.
Aturlah waktu anda, urutkan prioritas untuk menjaga keseimbangan bakat sosial dengan peran tugas anda.
Berikut adalah hal-hal yang perlu diingat agar anda selalu berhasil. �- Bawahan anda bukan hanya butuh gagasan, tetapi juga mendapatkan koordinasi� agar lebih serba teratur. �- Pesona dan kehangatan anda tidak bisa sepenuhnya menggantikan sikap anda
yang tidak bisa diandalkan.�- Tangani pertikaian secara langsung, jangan menghindari atau menundanya. �- Atur waktu anda, urutkan prioritas untuk menjaga keseimbangan antara bakat
sosial dan peran tugas anda.
Memimpin Diri Untuk Tipe - S
Rev: 131217
Anda mungkin seorang bos yang sangat disenangi. Tujuan anda seharusnya bisa menjadi lebih efektif dan anda tetap menjadi pimpinan yang disenangi.
Belajarlah lebih fleksibel mengambil tugas yang lebih banyak atau yang berbeda, dan berusahalah menyelesaikannya dengan lebih cepat.
Anda tentu tidak ingin keteraturan dan prosedur yang anda terapkan justru menjadi hambatan. Prosedur dan keteraturan seharusnya bertujuan untuk meperlancar dan mempermudah dalam meraih hasil nyata yang diharapkan.
Anda bisa memetik keuntungan dengan lebih terbuka tentang pemikiran dan perasaan anda. Bersifat peka merupakan salah satu kekuatan terbesar anda, tetapi anda harus mencapai titik keseimbangan antara kepekaan dan ketenangan suasana hati dalam menghadapi komentar negatif yang ditujukan kepada anda.
Memimpin Diri Untuk Tipe - P
Rev: 131217
Standart tinggi anda dalam kepemimpinan bagaikan pedang bermata dua. Bawahan anda terilhami oleh perjuangan anda dalam mengejar keunggulan, tetapi mereka sering merasa frustasi karena tidak pernah bisa memuaskan anda.
Anda tentu tidak ingin memimpin seperti seniman yang terus mencari kesempurnaan, anda harus sadar bahwa waktu dan sumberdaya serba terbatas, dan hasil nyata yang diharapkan tidak dapat ditunda penyerahannya.
Salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah mengurangi dan memperhalus kritik anda, baik yang diucapkan maupun tidak. Kadang kadang anda bisa kelihatan begitu serius dan tegang.
Kurangi kebutuhan anda untuk mengendalikan proses dalam segala kegitan yang melibatkan anda. Luangkan sedikit waktu untuk berkeliling bersama karyawan anda dan jalin hubungan yang penuh keakraban.
Ciptakan situasi yang menuntut standard tinggi tanpa membutuhkan kesempurnaan dalam setiap peristiwa. Situasi yang demikian akan lebih meringankan beban anda. Ingatlah selalu, bahwa mitra anda yang bisa menjadi lelah bilamana terus menerus dituntut untuk sempurna dalam setiap peristiwa.
Memimpin Diri Untuk Tipe - M
Rev: 131217
Tiga jenis kepemimpinan dasar
1. kepemimpinan teknis�2. kepemimpinan proses�3. kepemimpinan manusia
Ketiga jenis kepemimpinan ini dapat diterapkan SENDIRI SENDIRI atau secara KOMBINASI, tergantung hasil analisis berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi. Bila waktu memungkinkan, analisis dimaksud sebaiknya disimpulkan dengan berkolaborasi bersama anggota tim untuk mendapatkan komitmen kepatuhan setiap individu.
Cara menganalisa dan menyimpulkan jenis kepemimpinan yang dibutuhkan adalah dengan:�- mengkaji situasi dan kondisi yang sedang terjadi�- memadankannya dengan ketiga model kepemimpinan tersebut�- menyimpulkan tingkat kesepadanan terhadap satu atau lebih model dimaksud
BAGIAN 3 - TIGA JENIS
KEPEMIMPINAN DASAR
Rev: 131217
Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila kegiatan fungsi dimaksud dominan bersifat teknis / spesialis.
(contoh: fungsi perbaikan & perawatan alat berat, fungsi IT, kreasi seni, dll.).
Keharusan langkah mengikuti logika teknis yang spesifik tidak dapat ditawar, bila menyimpang akan menyebabkan kerusakan teknis dan/atau parts yang terlibat.
Biasanya, pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan dimaksud, perlu dipelajari secara khusus dan terspesialisasi lebih mendalam.
Dalam kepemimpinan teknis, [tuntunan, arahan dan bimbingan] dapat diberikan dan diterima secara mutlak (tidak dapat dibantah secara logika dan ilmiah/teknis) bila sang pemimpin benar2 sangat menguasai dan piawai dalam ilmu dan pengalaman teknisnya.
Di sini segala keputusan disimpulkan HANYA berdasarkan kombinasi kajian teknis dan ekonomi. Aspek lain seharusnya tidak diperhitungkan karena tidak relevan.
KEPEMIMPINAN TEKNIS
Rev: 131217
Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila kegiatan fungsi dimaksud dominan bersifat proses yang relatif baku.
Langkah2 pola proses yang relatif baku berlangsung terus menerus ber-ulang ulang sepanjang waktu dalam periode yang ditetapkan secara berkesinambungan.
Contoh yang khas adalah kegiatan dalam line produksi.
Dalam kepemimpinan proses, [tuntunan, arahan dan bimbingan] harus menghasilkan konsistensi, efisiensi dan kehandalan kualitas proses itu sendiri sepanjang periode yang ditetapkan.
Produktivitas (inherent/termasuk di dalamnya kualitas output) dan efisiensi biasanya menjadi ukuran output nya.
Berbagai model perhitungan biasanya diarahkan untuk mencapai kedua hal tersebut.
KEPEMIMPINAN PROSES
Rev: 131217
Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila dalam kegiatan fungsi tersebut, pengurusannya dominan diwarnai aspek penanganan manusia.
Dalam kepemimpinan MANUSIA, [tuntunan, arahan dan bimbingan] dapat diberikan dan diterima secara mutlak (tidak dapat dibantah secara logika dan ilmiah/teknis) bila sang pemimpin mampu mengendalikan pikiran dan perasaan para anggotanya, baik secara sendiri2 maupun kelompok.
Untuk bisa melakukannya, terlebih dahulu ia harus secara mutlak mampu memimpin dan mengendalikan dirinya sendiri, agar perseteruan internal tidak terjadi dalam dirinya sendiri.
Dengan keselarasan ego dan rasionalitas dalam dirinya, ia akan dengan jernih bisa membaca situasi dan kondisi, serta melakukan analisis dan perhitungan untuk memposisikan dirinya dan mengambil peran (leading by example) yang sulit ditolak oleh anggotanya.
KEPEMIMPINAN MANUSIA
Rev: 131217
Pada kegiatan fungsi yang sangat dinamis dan perubahan2 cepat merupakan hal biasa dalam kegiatan dimaksud. Di sini ketergantungan pada pemikiran kreatif/analisis dan pada pertimbangan manusia menjadi sangat penting.
�Pada situasi pada saat perubahan significant dalam suatu kegiatan, di mana belum�terdapat kejelasan alokasi dan/atau kecukupan sumberdaya, di mana para pelaku dituntut beroperasi mengandalkan kreatifitas dan inisiatif untuk saling menyesuaikan kepentingan demi hasil total maksimal.
�Pada situasi tertentu dalam kegiatan TEKNIS / PROSES di mana aspek teknis dan/atau aspek proses tidak dapat berjalan normal karena didominasi oleh aspek pengaturan manusia.
�Pada berbagai situasi di mana pengendalian ego dan rasionalitas setiap pelaku mengemuka dan menentukan keberhasilan kegiatan dimaksud.
Contoh Kepemimpinan
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 01 🡪 Asset Perusahaan
Kompetensi dan Kapasitas sumberdaya manusia (K & K)
adalah asset perusahaan
yang diadakan, diasah dan dikembangkan dengan biaya perusahaan
untuk mewujudkan daya saing unggulan: S.I.N.E.R.G.I.
Perusahaan harus
menerapkan pembukuan jenis "intangible asset" ini
untuk memudahkan penetapan prioritas dan arah pengelolaannya.
Terkandung di dalamnya adalah "asset persepsi" (E2)
bahwa diri seseorang menjadi bagian yang menyatu dalam perusahaan,
tanpa adanya rasa takut, khawatir, dan serba terancam,
yang cenderung membuat seseorang berperilaku defensif secara sempit.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 01 🡪 Asset Perusahaan
Seiring dan selaras dengan dinamika
perkembangan [pribadi, kelompok dan organisasi],
semua orang berani dan merasa bebas berkontribusi
menciptakan-merawat-mengembangkan sinergi
dengan lega dan aman.
Termasuk
meng-"kloning" orang sebagai salah satu tugas pokoknya,
karena yakin dan percaya
bahwa tujuannya adalah untuk berkembang,
BUKAN untuk menggantikan dirinya kelak.
Segenap pemikiran, daya dan upaya bisa dengan lepas
dikerahkan dalam suasana yang kondusif,
tanpa harus khawatir bahwa pada suatu situasi nanti dirinya
akan menjadi korban, dan oleh karenanya lebih baik setiap saat
"play safe & defensive" saja.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 02 🡪 Memaksimalkan Daya Tumbuh & Daya Hasil Asset K&K
Sebagai asset, penglolaan (K & K) harus dilaksanakan secara bertanggung jawab�sesuai budaya perusahaan (leading by example).
Penanganan manusia di mana (K & K) tersimpan,�HARUS menurut kaidah2 yang ditetapkan dalam budaya perusahaan�yang selalu memaksimalkan SINERGI�daya tumbuh dan daya hasil kinerja tinggi�SECARA ALAMIAH.�(mengalir dengan sendirinya sebagai produk/akibat penataan yang sesuai)
Ini menjadi PRINSIP YANG MEMAYUNGI�segala konsep (peraturan dan ketentuan)�dan teknis (pemikiran, analisis, kesimpulan dan tindakan)�dalam setiap dinamika upaya dan kegiatan.�ARTINYA,�bila ada konsep dan / atau teknis yang tidak sesuai, harus dirubah / diganti.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 03 🡪 Tugas Ganda Setiap Atasan
Tugas pokok setiap pelaku yang membawahi satu atau sekelompok orang adalah�mengelola K & K sebagaimana mengelola asset perusahaan lainnya.
Dua bentuk pengelolaannya adalah:�- MENGASAH dan MEMBINA K & K individu maupun bagian dan total organisasi.� (fungsi "kloning")�- MEMIMPIN K & K individu maupun bagian dan total organisasi� (fungsi menghasilkan kualitas proses prima)
Catatan:�Hasil akhir adalah dampak dari [pertumbuhan] dan [kualitas proses] semata.
Mengelola ( K & K ) bertujuan untuk mengembangkannya sehingga�daya sinergi perusahaan BERTUMBUH�semakin besar dan hebat dari waktu ke waktu.
Tujuannya adalah�agar daya saing unggulan perusahaan - SINERGI�terus bertumbuh dan berkembang sehingga selalu menjadi unggul�dan amat sangat sulit tersaingi.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 04 🡪 Asset Kompetensi
Kompetensi adalah kemampuan menghasilkan kualitas tertentu.�Misalnya:�- merakit suatu produk berkualitas dalam satuan waktu tertentu�- menyelenggarakan suatu kegiatan dengan lancar dan mulus�- melakukan suatu perhitungan tertentu�- dan lain lain
Mengasah dan membina asset Kompetensi�dilakukan dengan mengisi kemampuan menghasilkan kualitas tertentu�dalam berbagai situasi.
Biasanya dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran�sepanjang perjalanan karier.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 04 🡪 Asset Kompetensi
Secara terprogram berbagai sumberdaya dikerahkan�untuk terus menerus menumbuh-kembangkan Kompetensi�setiap individu, kelompok dan organisasi, �termasuk membiayai pertanggungan biaya2 kemahalan�akibat kekeliruan2 yang terjadi selama pembelajaran.
Trend pertumbuhan kompetensi individu adalah positif (terus bertambah).�Sekali terbentuk, biasanya kompetensi terus bertumbuh dan berkembang�seiring dengan latihan dan praktek2 di lapangan.�Bila tidak terpakai untuk jangka waktu yang relatif lama,�dibutuhkan waktu relatif singkat untuk menajamkannya kembali.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 05 🡪 Asset Kapasitas
Kapasitas adalah kemampuan menghasilkan sejumlah output�dengan kualitas yang telah ditetapkan.�Misalnya:�- 25 unit alat terpasang per 60 menit,�- 3 acara untuk masing2 5000 orang terselenggarakan dalam satu bulan,�- menghasilkan 5 perhitungan untuk proposal penawaran proyek per kwartal.�- dan lain lain.
Secara alamiah, kapasitas TIDAK bersifat konstan.�Kapasitas bergerak naik dan turun dalam batas maksimalnya.
Kapasitas tidak terjadi dengan sendirinya.�Untuk mendapatkan kapasitas dalam kisaran tertentu,�perlu diadakan upaya untuk menjaga, mempertahankan dan merawatnya.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 05 🡪 Asset Kapasitas
Pada level individu, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan orang tersebut terganggu.
Pada level kelompok kerja, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan�salah satu, beberapa atau keseluruhan anggota kelompok tersebut terganggu.
Pada level organisasi, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan�seseorang dan/atau suatu kelompok orang�berdampak negatif terhadap kemampuan organisasi tersebut menghasilkan�output.
Diperlukan kesungguhan yang konsisten untuk�membangun, mengasah, merawat dan mempertahankan kapasitas.�Kelengahan dan kelalaian dapat berdampak langsung pada kapasitas.
Dalam mengendarai mobil, pengoperasian pedal gas dan rem adalah contoh�mengendalikan kapasitas mobil dimaksud.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 06 🡪 Memimpin Kompetensi
Memimpin Kompetensi berarti menata keselarasan Kompetensi�individu-kelompok-organisasi�sedemikian sehingga sinergi yang timbul�berdaya hasil dahsyat, dan terus bertumbuh �secara efektif menjawab tantangan2 pertumbuhan usaha yang dicanangkan.
Dengan menselaraskan perpaduan faktor kuat�yang saling [melengkapi-memperkuat-bersinergi],�dan mengelola faktor kelemahan masing2 anggota kelompok,�secara kolektif daya hasil dan daya tumbuh yang luar biasa bisa diciptakan.
Secara harafiah, hal ini berarti memimpin:�- memimpin KESELARASAN PERTUMBUHAN
ketajaman kompetensi individu-kelompok-organisasi� yang efektif menjawab tuntutan visi-misi-sasaran usaha� dari waktu ke waktu.�- memimpin KESELARASAN K & K. yang menciptakan� SINERGI KEMAMPUAN KUALITAS PROSES yang luar biasa� dalam individu-kelompok-organisasi.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 07 🡪 Memimpin Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)
Memimpin Kompetensi dan memimpin Kapasitas berjalan bersamaan�sebagai satu kesatuan upaya yang tidak dapat dipisah,�karena ( K & K ) tersimpan dalam diri seseorang dan sekelompok orang.
Memimpin Kapasitas lebih bersifat seni:�- membangun dan terus mengembangkan� Kapasitas individu-kelompok-organisasi.�- menjaga dan merawat konsistensi Kapasitas individu-kelompok-organisasi.
Kapasitas maksimal yang telah terbangun dalam diri seseorang / sekelompok�orang tidak bisa dikerahkan terus menerus secara konstan.
Bila kompetensi relatif konstan (bersifat tetap) dan bisa terus bertumbuh,�Kapasitas bersifat variabel, berkisar pada tingkat�sama atau lebih kecil dari kapasitas maksimal yang telah terbangun.
Rev: 131217
Oleh karena Kapasitas dipengaruhi oleh kesehatan dan/atau pikiran dan/atau�perasaan, maka secara harafiah memimpin Kapasitas berarti�memimpin kesehatan-pikiran-perasaan individu dan kelompok dalam rangka:�- membangun dan terus mengembangkan Kapasitas� individu-kelompok-organisasi.�- menjaga dan merawat konsistensi Kapasitas individu-kelompok-organisasi.
Untuk bisa melakukannya, setiap orang HARUS TERLEBIH DAHULU mampu�memimpin dirinya sendiri.
Prinsip2 yang memayungi semua konsep dan teknis setiap upaya dan aktivitas usaha
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 07 🡪 Memimpin Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)
115
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 08 🡪Empat Senyum Sebagai Bahan Bakar Utama Kapasitas
Salah satu unsur penentu kapasitas (kelompok, departemen, perusahaan)
Empat senyum (pikiran-bibir-hati-perut) secara vital mempengaruhi kesehatan,�pikiran, dan perasaan seseorang.
Oleh karena Kapasitas perusahaan dipengaruhi oleh �[kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan] dalam�kelompok dan departemen,�maka empat senyum para anggotanya�harus dianggap sebagai bahan bakar utama�yang menggerakkan kapasitas.
Mengelola 4 senyum identik dengan mengelola bahan bakar kapasitas.�Itulah sebabnya setiap individu anggota perusahaan,�harus mampu MINIMAL:�- mengelola 4 senyum DALAM dirinya sendiri (pikiran-bibir-hati-perut)�- mengendalikan dirinya agar tidak menimbulkan/menyebabkan suasana� yang mengganggu senyum orang lain
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 08 🡪Empat Senyum Sebagai Bahan Bakar Utama Kapasitas
Salah satu unsur penentu kapasitas (kelompok, departemen, perusahaan)
Untuk pelaku yang memimpin satu atau sekelompok orang,�kemampuan berikut mutlak dibutuhkan:�- meng-identifikasi suasana 4 senyum "para pihak":� * individu� * kelompok� * departemen� * perusahaan� * pelanggan� * pemasok�- memahami gambaran situasi global yang sedang terjadi�- memahami dinamika situasi lokal yang sedang terjadi�- jeli dan cepat mengenali akar penyebab gangguan kinerja�- sigap berpartisipasi merajut sinergi kinerja tinggi dengan:� * mengambil peran preemtive sesuai K & K nya� * mendaya-hasilkan K & K nya secara maksimal � * mewujudkan suasana kondusif dan produktif untuk sinergi� * menggalang kolaborasi bantuan K & K yg sesuai dalam mengatasi masalah
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 09 🡪Memaksimalkan K&K Untuk Kinerja Tinggi
(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)
Kinerja tinggi yang tangguh dan handal�sebagai hasil sinergi proses yang profesional�MENJADI KEHARUSAN YANG MUTLAK bagi setiap perusahaan�yang ingin terus berkembang dan unggul dalam persaingan.
Perusahan yang unggul,�mewujudkan MAKSIMALISASI K & K mereka secara SINERGI�dalam setiap pemikiran, arah dan langkah tindakan.�Hal ini dilakukan dengan percaya diri dan keyakinan yang tinggi.
Hal ini dilandasi keyakinan pada setiap pelaku, bahwa�- PERUBAHAN2 DENGAN SEGALA DINAMIKANYA� TERUS TERJADI DAN SEMAKIN CEPAT�- KEKUATAN MAKSIMAL TERLETAK PADA BAGIAN TERLEMAH� DALAM TUBUH PERUSAHAAN.�- PEMANFAATAN WAKTU DAN PELUANG� HARUS MENJADI FAKTOR KUAT PENENTU�- KECERMATAN DALAM HAL INI P.A.S.T.I. MEMBUAT POSISI xxx
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 09 🡪Memaksimalkan K&K Untuk Kinerja Tinggi
(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)
Maka perimbangan pertumbuhan K & K adalah kunci�dalam menumbuhkan kekuatan maksimal kinerja.
Bagian terlemah, menjadi pembatas kinerja maksimal.
Oleh karena itu pembangunan K & K H.A.R.U.S dialokasikan agar:�- pertumbuhannya berjalan seimbang� menuju pertumbuhan kinerja tinggi�- dan percepatan pertumbuhan yang seimbang tersebut� dikerahkan maksimal secara serempak dan bersinergi.
Rev: 131217
10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi
Prinsip 10 🡪Memaksimalkan K&K
Elang hampir tidak pernah gagal:�1. Elang selalu memperkokoh dan mempertajam karakternya.�2. Elang selalu mengakumulasikan pertumbuhan 4 pilar kinerjanya� dengan cermat BELAJAR DARI SETIAP PENGALAMAN yang dilaluinya.�3. Elang konsisten dan cermat menerapkan "cara kerja elang"� dalam setiap upayanya�4. Elang menaklukkan mangsanya dengan manuver "jurus elang"
Rev: 131217
Kompetensi Dasar Yang Minimal Harus Dikuasai
Setiap Pemimpin ELANG Agar Efektif
Rev: 131217
Rev: 131217
Roadmap To Prime
Rev: 131217
Kerangka Prima
KERANGKA PRIMA
Rev: 131217
Roadmap To Prime
Top performer :
Watak Bisnis / Entrepreneur :
Pemanfaatan Teknologi
�
Rev: 131217
SISTEM PENILAIAN :
Gradasi Penilaian :
-Sangat konsisten putih - tidak pernah hitam
-Konsisten putih - sangat jarang hitam
-Selalu putih - jarang hitam
-Kesulitan putih - sering hitam
-Tidak mampu putih - selalu hitam
Ukuran Keberhasilan
Rev: 131217
KARAKTER ELANG :
JURUS ELANG :
CARA KERJA ELANG :
Ukuran Keberhasilan Elang
Rev: 131217
Ukuran Keberhasilan Matriks
MATRIKS :
Rev: 131217
Ukuran Keberhasilan KPI
KPI :
129
17/12/2013
Rev: 131217
KARAKTER ELANG
Kontroversi
5= ia sangat konsisten dan sangat piawai dalam [menciptakan, mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya sangat konsisten efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
5= ia tidak pernah tidak sangat piawai dalam [menciptakan, mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya tidak pernah tidak efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
Parameter : (menciptakan, mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)
130
17/12/2013
Rev: 131217
4 = ia konsisten dan piawai dalam [menciptakan, mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya konsisten efektif mendobrak batas standard yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
4 = ia sangat jarang tidak piawai dalam [menciptakan, mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya sangat jarang tidak efektif mendobrak batas standard yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
Parameter : (menciptakan, mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)
KARAKTER ELANG
Kontroversi
131
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menciptakan, mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)
3 = ia selalu [menciptakan, mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya selalu efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri. Namun kadang2/jarang ia kewalahan mempertahankan konsistensi kinerja tersebut.
3 = ia jarang tidak [menciptakan, mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya jarang tidak efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri. Namun kadang2/jarang ia kewalahan mempertahankan konsistensi kinerja tersebut.
KARAKTER ELANG
Kontroversi
132
17/12/2013
Rev: 131217
2 = ia kesulitan [menciptakan, mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Ia juga kesulitan dalam menghadirkan sikap dan perilakunya agar efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
2 = ia sering tidak [menciptakan, mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Ia juga sering tidak menghadirkan sikap dan perilakunya agar efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati dalam industri.
Parameter : (menciptakan, mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)
KARAKTER ELANG
Kontroversi
133
17/12/2013
Rev: 131217
KARAKTER ELANG
Kontroversi
Rev: 131217
Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)
5=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sangat konsisten [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh], dan dia sangat konsisten [semakin termotivasi] dlm menjalankan peran&fungsinya untuk mencapai tujuan.
5=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia tidak pernah tidak [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh], dan dia tidak pernah tidak [semakin termotivasi] dlm menjalankan peran&fungsinya untuk mencapai tujuan.
KARAKTER ELANG
Nyaman Tidak Nyaman
135
17/12/2013
Rev: 131217
4=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia konsisten [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh] & tetap konsisten [semakin termotivasi] dalam menjalankan tuntutan peran&fungsinya.
4=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sangat jarang tidak [terbuka, mempermasalahkan dan terpengaruh] & tetap sangat jarang tidak [ termotivasi] dalam menjalankan tuntutan peran&fungsinya.
Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)
KARAKTER ELANG
Nyaman Tidak Nyaman
136
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)
3=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia selalu [terbuka&menerima], tp dia masih perlu berusaha menjadikan ketidaknyaman tsb agar tidak menggangu dalam menjalankan peran fungsinya.
3=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sering tidak [terbuka&menerima], tp dia masih perlu berusaha menjadikan ketidaknyaman tsb agar tidak menggangu dalam menjalankan peran fungsinya.
KARAKTER ELANG
Nyaman Tidak Nyaman
137
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)
2=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman dia kesulitan [terbuka&menerima], berupaya keras menjadikan ketidaknyamanan agar tidak menggangu dalam menjalankan peran dan fungsinya.
2=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman dia sering tidak [terbuka&menerima], berupaya keras menjadikan ketidaknyamanan agar tidak menggangu dalam menjalankan peran dan fungsinya.
KARAKTER ELANG
Nyaman Tidak Nyaman
138
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)
1=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia tdk mampu untuk [terbuka& menerima], sehingga dia selalu bermasalah dalam menjalankan peran&fungsinya.
1=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia selalu tidak [terbuka& menerima], sehingga dia selalu bermasalah dalam menjalankan peran&fungsinya.
KARAKTER ELANG
Nyaman Tidak Nyaman
139
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)
5= Dia sangat konsisten berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim] dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, konsisten [preemtive dalam upaya mencapai tujuannya] diatas ekspektasi(out of the box).
5= Dia tidak pernah tidak berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim] dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, sangat jarang tidak [preemtive dalam upaya mencapai tujuannya] diatas ekspektasi(out of the box).
KARAKTER ELANG
Lokomotif
140
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)
4= Dia konsisten berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, selalu preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
4= Dia sangat jarang tidak berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, jarang tidak preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
KARAKTER ELANG
Lokomotif
141
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)
3=Dia selalu berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia jarang preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
3=Dia jarang tidak berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia jarang preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
KARAKTER ELANG
Lokomotif
142
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)
2=Dia kesulitan untuk berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia kesulitan preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
2=Dia sering tidak berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia sering tidak preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
KARAKTER ELANG
Lokomotif
143
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)
1=Dia tidak mampu berinisiatif mengambil langkah untuk [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia tidak mampu preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
1=Dia selalu tidak berinisiatif mengambil langkah untuk [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia selalu tidak preemtive dalam upaya mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).
KARAKTER ELANG
Lokomotif
144
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)
5=Dia sangat konsisten peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia sangat konsisten [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
5=Dia tidak pernah tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia tidak pernah tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
KARAKTER ELANG
Bongkar
145
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)
4=Dia konsisten peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dan dia konsisten [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
4=Dia sangat jarang tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dan dia sangat jarang tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat jarang tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
KARAKTER ELANG
Bongkar
146
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)
3=Dia selalu peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia selalu [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta selalu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
3=Dia jarang tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia jarang tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta jarang tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
KARAKTER ELANG
Bongkar
147
Rev: 131217
Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)
2=Dia kesulitan peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia kesulitan mendorong dan/atau menangani upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta kesulitan bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
2=Dia sering tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia sering tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sering tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
KARAKTER ELANG
Bongkar
148
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)
1=Dia tidak mampu peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia tidak mampu [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta tidak mampu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
1=Dia selalu tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia selalu tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta tidak mampu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.
KARAKTER ELANG
Bongkar
149
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )
5= pemikiran dan sikapnya membawanya sangat konsisten menangkap poin permasalahan, sangat konsisten menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya sangat konsisten [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
5= pemikiran dan sikapnya membawanya tidak pernah tidak menangkap poin permasalahan, tidak pernah tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya tidak pernah tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
JURUS ELANG
SEDERHANAKAN
150
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )
4= pemikiran dan sikapnya membawanya konsisten menangkap poin permasalahan, konsisten menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya konsisten [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
4= pemikiran dan sikapnya membawanya sangat jarang tidak menangkap poin permasalahan, sangat jarang tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya sangat jarang tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
JURUS ELANG
SEDERHANAKAN
151
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )
3= pemikiran dan sikapnya membawanya selalu menangkap poin permasalahan, selalu menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
3= pemikiran dan sikapnya membawanya jarang tidak menangkap poin permasalahan, jarang tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya jarang tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].
JURUS ELANG
SEDERHANAKAN
152
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )
2= pemikiran dan sikapnya membawa dia kesulitan menangkap poin permasalahan, Ia kesulitan menguraikan akar penyebab masalah. Ia sering mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya membuat dia kesulitan dalam penuntasan masalah.
2= pemikiran dan sikapnya membawa dia sering tidak menangkap poin permasalahan, Ia sering tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia sering mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya membuat dia sering tidak dalam penuntasan masalah.
JURUS ELANG
SEDERHANAKAN
153
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )
1= pemikiran dan sikapnya membawa dia tidak mampu menangkap poin permasalahan, tidak mampu menguraikan akar penyebab masalah. Ia selalu mengkait2kan ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu mempersulit dan memperlambat penuntasan masalah.
1= pemikiran dan sikapnya membawa dia selalu tidak menangkap poin permasalahan, selalu tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia selalu mengkait2kan ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu mempersulit dan memperlambat penuntasan masalah.
JURUS ELANG
SEDERHANAKAN
154
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )
5= Pemikiran, sikap dan tindakannya sangat konsisten menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi sangat konsisten [efektif dan maksimal].
5= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak pernah tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak pernah tidak [efektif dan maksimal].
JURUS ELANG
SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN
155
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )
4= Pemikiran, sikap dan tindakannya konsisten [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi konsisten [efektif dan maksimal].
4= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak pernah tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak pernah tidak [efektif dan maksimal].
JURUS ELANG
SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN
156
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )
3= Pemikiran, sikap dan tindakannya selalu [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang selalu [efektif dan maksimal].
3= Pemikiran, sikap dan tindakannya jarang tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang jarang tidak [efektif dan maksimal].
JURUS ELANG
SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN
157
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )
2= Pemikiran, sikap dan tindakannya kesulitan [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang sulit [efektif dan maksimal].
2= Pemikiran, sikap dan tindakannya sering tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang sering tidak [efektif dan maksimal].
JURUS ELANG
SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN
158
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )
1= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak mampu [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak [efektif dan maksimal].
1= Pemikiran, sikap dan tindakannya selalu tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi selalu tidak [efektif dan maksimal].
JURUS ELANG
SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN
159
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)
5= Dia sangat konsisten [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia sangat konsisten sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil sehingga peluang yang terbuka tidak pernah terlewatkan.
�5= Dia tidak pernah tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia tidak pernah tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil sehingga peluang yang terbuka tidak pernah terlewatkan.
JURUS ELANG
GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG
160
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)
4= Dia konsisten [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru), dia konsisten sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka sangat jarang terlewatkan.
4= Dia sangat jarang tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru), dia sangat jarang tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka sangat jarang terlewatkan.
JURUS ELANG
GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG
161
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)
3= Dia selalu [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia selalu sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil, sehingga peluang yang terbuka jarang terlewatkan.
3= Dia jarang tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia jarang tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil, sehingga peluang yang terbuka jarang terlewatkan.
�
JURUS ELANG
GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG
162
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)
2= Dia kesulitan untuk [peka dan cepat melihat] peluang dan kurang berinovasi (berkelanjutan atau baru), dia kesulitan menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. Sikapnya reaktif sehingga peluang yang terbuka sering terlewatkan.
2= Dia sering tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan kurang berinovasi (berkelanjutan atau baru), dia sering tidak menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. Sikapnya reaktif sehingga peluang yang terbuka sering terlewatkan.
JURUS ELANG
GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG
163
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)
1= Dia tidak mampu [peka dan cepat melihat] peluang, tidak mampu berinovasi (berkelanjutan atau baru), tidak sigap dan tangkas menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka selalu terlewatkan.�
1= Dia selalu tidak [peka dan cepat melihat] peluang, selalu tidak berinovasi (berkelanjutan atau baru), tidak sigap dan tangkas menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka selalu terlewatkan.�
JURUS ELANG
GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG
164
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)
5= Kemampuan dan ketekunannya sangat konsisten efektif mengelola arah, sangat konsisten tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia sangat konsisten memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sangat konsisten cermat dengan berbagai opsi.�
5= Kemampuan dan ketekunannya tidak pernah tidak efektif mengelola arah, tidak pernah tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia tidak pernah tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia tidak pernah tidak cermat dengan berbagai opsi.�
CARA KERJA ELANG
NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN
165
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)
4= Kemampuan dan ketekunannya konsisten efektif mengelola arah, konsisten tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia konsisten memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia konsisten cermat dengan berbagai opsi.�
4= Kemampuan dan ketekunannya sangat jarang tidak efektif mengelola arah, sangat jarang tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia sangat jarang tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sangat jarang tidak cermat dengan berbagai opsi.�
CARA KERJA ELANG
NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN
166
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)
3= Kemampuan dan ketekunannya selalu efektif mengelola arah, selalu tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia selalu memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia selalu cermat dengan berbagai opsi.
3= Kemampuan dan ketekunannya jarang tidak efektif mengelola arah, jarang tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia jarang tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia jarang tidak cermat dengan berbagai opsi.
CARA KERJA ELANG
NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN
167
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)
2= Kemampuan dan ketekunannya kesulitan efektif mengelola arah, kesulitan untuk tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia kesulitan memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia kesulitan cermat dengan berbagai opsi.�
2= Kemampuan dan ketekunannya sering tidak efektif mengelola arah, sering tidak untuk tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia sering tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sering tidak cermat dengan berbagai opsi.�
CARA KERJA ELANG
NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN
168
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)
1= Kemampuan dan ketekunannya tidak mampu efektif mengelola arah, tidak mampu tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia tidak mampu memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia tidak mampu cermat dengan berbagai opsi.�
1= Kemampuan dan ketekunannya selalu tidak efektif mengelola arah, selalu tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai skala prioritas. Secara preemtive, dia selalu tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia selalu tidak cermat dengan berbagai opsi.��
CARA KERJA ELANG
NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN
169
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing
5 = Ia sangat konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sangat konsisten jitu* ia sangat konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].
5 = Ia tidak pernah tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang tidak pernah tidak jitu* ia tidak pernah tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].
CARA KERJA ELANG
SITUASI MENENTUKAN TIMING
170
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing
4 = Ia konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang konsisten jitu* dia konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang konsisten minimal (bila ada)].
4 = Ia sering tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sering tidak jitu* dia sering tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang konsisten minimal (bila ada)].
CARA KERJA ELANG
SITUASI MENENTUKAN TIMING
171
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing
3 = Ia selalu memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang selalu jitu* dia selalu efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang selalu minimal (bila ada)].
3 = Ia jarang tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang jarang tidak jitu* dia jarang tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang selalu minimal (bila ada)].
CARA KERJA ELANG
SITUASI MENENTUKAN TIMING
172
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing
2 = Ia kesulitan memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya.Kalkulasi nya terhadap penetapan timing sering tidak jitu dan sering tidak efektif.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sering berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta sering timbul dampak negatif yang mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]�
2 = Ia sering tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya.Kalkulasi nya terhadap penetapan timing sering tidak jitu dan sering tidak efektif.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sering berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta sering timbul dampak negatif yang mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]�
CARA KERJA ELANG
SITUASI MENENTUKAN TIMING
173
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing
1 = Ia tidak mampu memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Akibatnya kalkulasinya selalu tidak jitu, ia selalu tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta selalu timbul dampak negatif yang mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]
1 = Ia selalu tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Akibatnya kalkulasinya selalu tidak jitu, ia selalu tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta selalu timbul dampak negatif yang mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.
CARA KERJA ELANG
SITUASI MENENTUKAN TIMING
174
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)
�
5= Dia sangat konsisten [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, sangat konsisten jitu dalam menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang sangat konsisten efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia leluasa dan sangat konsisten piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.
5= Dia tidak pernah tidak [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, tidak pernah tidak jitu dalam menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang tidak pernah tidak efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia leluasa dan tidak pernah tidak piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.
CARA KERJA ELANG
KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN
175
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)
�
4 = Dia konsisten [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia konsisten cukup jitu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang konsisten efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia konsisten mampu dan cukup piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.
4 = Dia sangat jarang tidak [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia sangat jarang tidak cukup jitu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang sangat jarang tidak efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia sangat jarang tidak mampu dan cukup piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.
CARA KERJA ELANG
KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN
176
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)
�
3 = Dia selalu [faham dan cukup mampu] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia selalu cukup mampu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang selalu relatif efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia selalu cukup mampu mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.�
3 = Dia jarang tidak [faham dan cukup mampu] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia jarang tidak cukup mampu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara pencapaian solusi yang jarang tidak relatif efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia jarang tidak cukup mampu mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.
CARA KERJA ELANG
KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN
177
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)
�
2 = Dia kesulitan menerapkan pendekatan konflik, dia kesulitan menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia sering menggunakan [metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri], kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan sering tidak pas(berlebihan/terlalu lemah), sehingga tujuan sering tidak[ tercapai dengan efektif]. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.
2 = Dia sering tidak menerapkan pendekatan konflik, dia sering tidak menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia sering menggunakan [metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri], kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan sering tidak pas(berlebihan/terlalu lemah), sehingga tujuan sering tidak[ tercapai dengan efektif]. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.
CARA KERJA ELANG
KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN
178
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)
�
1= Dia tidak mampu faham dan tidak mampu dalam menerapkan pendekatan konflik, dia tidak mampu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia selalu menggunakan metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri, kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif selalu tidak pas, berlebihan atau terlalu lemah. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.�
1= Dia selalu tidak faham dan tidak mampu dalam menerapkan pendekatan konflik, dia selalu tidak menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia selalu menggunakan metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri, kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif selalu tidak pas, berlebihan atau terlalu lemah. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.�
CARA KERJA ELANG
KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN
179
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang
5 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sangat konsisten piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan maksimal]. Daya hasil peluang yang dinamis sangat konsisten maksimal.�
5 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia tidak pernah tidak piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan maksimal]. Daya hasil peluang yang dinamis tidak pernah tidak maksimal.�
CARA KERJA ELANG
DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN
180
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang
4 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia konsisten piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis maksimal.�
4 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sangat jarang tidak piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis maksimal.�
CARA KERJA ELANG
DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN
181
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang
3 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia selalu cukup mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan cukup baik]. Daya hasil peluang yang dinamis kadang tidak maksimal.��3 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia jarang tidak cukup mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan cukup baik]. Daya hasil peluang yang dinamis kadang tidak maksimal.�
CARA KERJA ELANG
DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN
182
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang
2 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia kesulitan dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya sering tidak teratasi dan sering tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis sering tidak maksimal.��2 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sering tidak dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya sering tidak teratasi dan sering tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis sering tidak maksimal.��
CARA KERJA ELANG
DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN
183
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang
1 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia tidak mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya selalu tidak teratasi dan selalu tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis selalu rendah.�
1 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia selalu tidak dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya selalu tidak teratasi dan selalu tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis selalu rendah.�
CARA KERJA ELANG
DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN
184
17/12/2013
Rev: 131217
5 = Ia sangat konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sangat konsisten jitu* ia sangat konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].
5 = Ia tidak pernah tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang tidak pernah tidak jitu* ia tidak pernah tidak efektif menetapkan timing yang tepat.
[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].
Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL
185
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi
4 = Ia konsisten efektif memelihara kapasitasnya sehingga konsisten [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia konsisten efektif mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan konsisten [efektif dan preemtive] tertangani dengan hasil yang konsisten maksimal melalui sinergi.��4 = Ia sangat jarang tidak efektif memelihara kapasitasnya sehingga sangat jarang tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia sangat jarang tidak efektif mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga sangat jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sangat jarang tidak [efektif dan preemtive] tertangani dengan hasil yang sangat jarang tidak maksimal melalui sinergi.�
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL
186
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi
3 = Ia selalu memelihara kapasitasnya sehingga selalu [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia selalu mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga selalu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu preemtive tertangani dengan hasil yang selalu maksimal melalui sinergi.�
3 = Ia jarang tidak memelihara kapasitasnya sehingga jarang tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia jarang tidak mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga jarang tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan jarang tidak preemtive tertangani dengan hasil yang jarang tidak maksimal melalui sinergi.�
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL
187
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi
2 = Ia kesulitan memelihara kapasitasnya sehingga sering tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia kesulitan mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga kesulitan mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sering tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu kurang maksimal melalui sinergi.��2 = Ia sering tidak memelihara kapasitasnya sehingga sering tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia sering tidak mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga sering tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sering tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu kurang maksimal melalui sinergi.�
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL
188
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi
1 = Ia tidak mampu memelihara kapasitasnya sehingga selalu tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia tidak mampu mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga tidak mampu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu tidak maksimal melalui sinergi.�
1 = Ia selalu tidak memelihara kapasitasnya sehingga selalu tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia selalu tidak mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga selalu tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu tidak maksimal melalui sinergi.�
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL
189
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target
5= Dia sangat konsisten terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sangat konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sangat konsisten efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target sangat konsisten efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
5= Dia tidak pernah tidak terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga tidak pernah tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia tidak pernah tidak efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target tidak pernah tidak efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK
190
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target
4= Dia konsisten terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia konsisten efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - Sistem di depan), hingga target konsisten efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
4= Dia sangat jarang tidak terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sangat jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sangat jarang tidak efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - Sistem di depan), hingga target sangat jarang tidak efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK
191
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target
3= Dia selalu terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga selalu efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia selalu efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target selalu efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
3= Dia jarang tidak terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia jarang tidak efektif memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target jarang tidak efektif maksimal tercapai [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK
192
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target
2= Dia kesulitan terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga kesulitan dalam mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia kesulitan memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia kesulitan dalam mencapai target maksimal, sehingga [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] sulit terwujud.
2= Dia sering tidak terlibat aktif dalam perencanaan dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sering tidak dalam mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sering tidak memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia sering tidak dalam mencapai target maksimal, sehingga [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] sulit terwujud.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK
193
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target
1= Dia tidak mampu terlibat aktif membuat perencanaan dan merealisasikan strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga tidak mampu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia tidak mampu memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia tidak mampu mencapai target maksimal, sehingga [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] selalu tidak terwujud.
1= Dia selalu tidak terlibat aktif membuat perencanaan dan merealisasikan strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga selalu tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia selalu tidak memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia selalu tidak mencapai target maksimal, sehingga [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] selalu tidak terwujud.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK
194
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : program, mendorong dan menuntut
5 = Ia sangat konsisten dan sangat piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk sangat konsisten mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
5 = Ia tidak pernah tidak sangat piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk tidak pernah tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?
195
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : program, mendorong dan menuntut
4 = Ia konsisten piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk konsisten mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
4 = Ia sangat jarang tidak piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk sangat jarang tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?
196
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : program, mendorong dan menuntut
3 = Ia selalu menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk selalu mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
�3 = Ia jarang tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk jarang tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?
197
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : program, mendorong dan menuntut
2 = Ia kesulitan menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia kesulitan mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.
2 = Ia sering tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia sering tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?
198
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter : program, mendorong dan menuntut
1 = Ia tidak mampu menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia tidak mampu mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.
1 = Ia selalu tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia selalu tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?
199
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi
5 = Ia sangat konsisten dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sangat konsisten piawai dalam peran tersebut dan sangat konsisten menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sangat konsisten membuahkan kinerja tinggi yang sangat maksimal.
5 = Ia tidak pernah tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia tidak pernah tidak piawai dalam peran tersebut dan tidak pernah tidak menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta tidak pernah tidak membuahkan kinerja tinggi yang sangat maksimal.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?
200
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi
4 = Ia konsisten dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia konsisten piawai dalam peran tersebut dan konsisten menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta konsisten membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
4 = Ia sangat jarang tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sangat jarang tidak piawai dalam peran tersebut dan sangat jarang tidak menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sangat jarang tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?
201
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi
3 = Ia selalu berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia selalu piawai dalam peran tersebut dan selalu menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta selalu membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
3 = Ia jarang tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia jarang tidak piawai dalam peran tersebut dan jarang tidak menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta jarang tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?
202
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi
2 = Ia kesulitan dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia kesulitan untuk piawai dalam peran tersebut dan kesulitan dalam menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta kesulitan membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
2 = Ia sering tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sering tidak piawai dalam peran tersebut dan sering tidak menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sering tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?
203
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi
1 = Ia tidak mampu untuk berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia tidak mampu untuk piawai dalam peran tersebut dan tidak mampu dalam menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta tidak mampu membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
1 = Ia selalu tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia selalu tidak piawai dalam peran tersebut dan selalu tidak menikmati kehandalan daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta selalu tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?
204
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)
hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss
hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
5 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan 3 yang sangat baik. Perannya sangat konsisten handal, sehingga ia sangat menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
5 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan 3 yang sangat baik. Perannya tidak pernah tidak handal, sehingga ia sangat menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
205
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)
hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss
hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
4 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya konsisten handal, sehingga ia menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
4 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya sangat jarang tidak handal, sehingga ia menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
206
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)
hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss
hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
3 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang cukup baik. Perannya selalu handal, sehingga ia selalu menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
3 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang cukup baik. Perannya jarang tidak handal, sehingga ia jarang tidak menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
207
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)
hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss
hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
2 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang buruk. Perannya sering tidak handal, sehingga ia jarang menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
2 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya kesulitan mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya sering tidak handal, sehingga ia jarang menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
208
17/12/2013
Rev: 131217
Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)
hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss
hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
1 = Trend hasil fisik dan teknis tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang sangat buruk. Perannya selalu tidak handal, sehingga ia tidak pernah menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
1 = Trend hasil fisik dan teknis tugasnya tidak mampu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang sangat baik. Perannya selalu tidak handal, sehingga ia tidak pernah menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
209
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
5 = Ia sangat konsisten peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.
5 = Ia tidak pernah tidak [peduli dan memperjuangkan] perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
210
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
4 = Ia konsisten peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.
4 = Ia sangat jarang tidak peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
211
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
3 = Ia selalu peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.
3 = Ia jarang tidak peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
212
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
2 = Ia sering tidak peduli dan tidak memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.
2 = Ia sering tidak [peduli dan memperjuangkan] perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
213
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
1 = Ia tidak mampu peduli dan tidak mampu memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.
1 = Ia tidak mampu peduli dan tidak mampu memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
214
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
5 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.
5 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL
MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
215
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
4 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.
4 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL
MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
216
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
3 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.
3 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL
MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
217
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
2 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.
2 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya kesulitan untuk mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL
MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
218
17/12/2013
Rev: 131217
>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal
1 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.
1 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya tidak mampu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.
KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)
APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL
MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?
219
17/12/2013
Rev: 131217
PEMANFAATAN MOMENTUM
Rev: 131217
PEMANFAATAN MOMENTUM
Rev: 131217
Bidang ini mengharuskan setiap pelaku waspada, awas dan peka maksimal menangkap realita peluang baru. Point diatas disikapi dengan : �Memaksimalkan daya hasil peluang yang ada, dan secara bersamaan bersiap merebut peluang yang AKAN muncul.
MAKSIMALISASI
MAKSIMALISASI YANG ADA dan PENCIPTAAN KEMBALI
Rev: 131217
INOVASI
BERKELANJUTAN dan BARU
Inovasi berkelanjutan :
Inovasi baru :
Model proses baru untuk era baru
“CHIP” eksternal dan internal yang sinergi menghasilkan kompetensi baru yang dahsyat dengan kapasitas yang luar biasa
Rev: 131217
MODEL USAHA
YANG ADA dan BARU
Untuk model usaha yang ada, perluas portfolio usaha dengan MENGEMBANGKAN yang ada.
Model usaha baru diciptakan dengan meng GABUNG – PADU kan K&k “CHIP” internal dan eksternaluntuk menangkap serta mendayahasilkan peluang.
Keduanya membawa organisasi menjadi :
Rev: 131217
PERTUMBUHAN
RED OCEAN dan BLUE OCEAN
Rev: 131217
Tujuan adalah MENYENAGKAN rekanan yang MEMUASKAN customer.
[VOLUME] menenangkan rekanan yang menciptakan [NILAI] yang memuaskan customer.
Keduanya menciptakan :
HUBUNGAN
REKANAN dan CUSTOMER
226
17/12/2013
Rev: 131217
FITUR
KEUNGGULAN dan RELEVANSI
Keunggulan membawa organisasi menjadi terdepan.
Relevansi membawa produk/jasa organisasi menjadi paling berarti.
Teknologi menghasilkan pertumbuhan melaui [
hasil unggul dan relevansi tinggi]
model proses menggerakkan relevansi.
Budaya mempertanggung-jawabkan SEKALIGUS keunggulan dan relevansi.
Kolaborasi untuk mengkondisikan dan melahirkan sinergi menghasilkan ledakan manfaat :
227
17/12/2013
Rev: 131217
KINERJA
SUPERSTAR dan TIM PEMENANG
228
17/12/2013
Rev: 131217
STYLE
KEPEMIMPINAN OTORITER dan KEPUTUSAN DEMOKRATIS
229
17/12/2013
Rev: 131217
230
17/12/2013
Sistem Manajemen Jakarta Multi Makmur
Rev: 131217
PENGANTAR
Kita telah lama menyadari bahwa kualitas sinergi yang diandalkan JMM sebagai daya saing unggulan SELALU HADIR saat kita menangani berbagai kondisi kritis dan musibah/bencana. Pada situasi demikian tidak tampak egoisme departemental dan ritual-ritual kosong prosedur mengatas-namakan sistem. Semua pihak berikhtiar mengkontribusikan K&K terbaik yang ia miliki, dan sungguh menakjubkan DALAM WUJUD SINERGI yang luar biasa.
Budaya dan sistem menejemen JMM telah dirancang dan dibangun untuk secara otomatis menghadirkan sinergi hebat seperti yang selalu kita peragakan saat terjadi kondisi kritis dan musibah/bencana. Sistem Menejemen “Sekuat Elang – Seketat Gurita” merangkum praktek-praktek menejemen JMM yang telah ada ke dalam bentuk yang ringkas. sederhana dan lebih mudah dicerna.
Semoga bentuk dan ulasan yang demikian dapat membantu seluruh anggota keluarga JMM lebih mudah mencerna-mendalami-menghayati nya, sehingga SINERGI kita setiap saat terpelihara dan terasah sebagai UNGGULAN seperti yang di AMANAH kan dalam visi misi kita .
Semoga dokumen ini dapat signifikan membantu menjaga dan mencegah kita larut dalam zona nyaman serta tenggelam dalam ritual-ritual kosong.
Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merestui dan membimbing kita untuk terus tumbuh semakin hebat-kuat-ketat dalam membesarkan JMM SEMAKIN HEBAT - SEMAKIN LUAS dan menjadi wadah yang sejahtera serta mensejahterakan seluruh anggota keluarganya Semoga dengan demikian kita semua dapat ikut mensejahterakan lingkungan di sekitar kita.
Jakarta, 20 April 2013.
Swandi Khang
Direktur Utama
Rev: 131217
JMM
JMM
Rev: 131217
JMM
JMM
JMM
Rev: 131217
JMM
JMM
JMM
JMM
JMM
Rev: 131217
JMM
Rev: 131217
236
17/12/2013
Rev: 131217
237
17/12/2013
Rev: 131217
238
17/12/2013
Rev: 131217
239
17/12/2013
Rev: 131217
240
17/12/2013
JMM
JMM
JMM
Rev: 131217
241
17/12/2013
JMM
JMM
JMM
JMM
Rev: 131217
242
17/12/2013
JMM
JMM
Rev: 131217
243
17/12/2013
JMM
JMM
JMM
JMM
JMM
Rev: 131217
244
17/12/2013
JMM.
Rev: 131217
245
17/12/2013
Rev: 131217
246
17/12/2013
Rev: 131217
247
17/12/2013
JMM
Rev: 131217
248
17/12/2013
Rev: 131217
STRUKTUR MATRIKS
Rev: 131217
Struktur Matriks
Menyalakan Lampu Proyek
Rev: 131217
Struktur Matriks
Masing-Masing K&K Menyalakan Lampu Peran
Rev: 131217
Struktur Matriks
Keputusan Operasi Lampu – Lampu (maksimal 15 menit)
Rev: 131217
Struktur Matriks
Mengatasi Perbedaan – Perbedaan dengan“Lempar Spidol”
Rev: 131217
Struktur Matriks
Menampung Dan Mengatasi Lemparan Spidol
Rev: 131217
Struktur Matriks
Peran mendorong Veto BOD untuk HOLD "Lampu Project" dan/atau "Lampu Peran”
Rev: 131217
Struktur Matriks
Membangun & Mengembangkan Organisasi Matriks
Rev: 131217
Struktur Matriks
Rawat, Tumbuhkan & Kembangkan (kloning) masing-masing
dan keseluruhan fungsi-fungsi(80:20)
Rev: 131217
Struktur Matriks
Koridor Operasi oleh SPA, ABC dan PSDM
SPA:
Sistem yang membentuk-merawat-meningkatkan kinerja tinggi melalui karakter PRIMA.
ABC:
Pencegahan "Direct & Opportunity Losses" sampaiketingkat "Zero Unpredicted Loss" oleh para Penyedia [Alat-Pekerjaan-SDM] dan seluruh fungsi Operasional melalui karakter PRIMA.
PSDM:
Maksimalnya pertumbuhan dan pengembangan SDM dan organisasinya yang secara masing2 maupun keseluruhan bersinergi membentuk dan mempertahankan karakter PRIMA.
Rev: 131217
Struktur Matriks
Menempatkan dan mencopot K&K kedalam / dari struktur matrix
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
Rev: 131217
6/7/2014
PEMAHAMAN 4 PILAR
Pemahaman 4 Pilar
PEMAHAMAN 4 PILAR
4 Pilar yang harus ditegakan :
1. Skill Unskill
Memastikan suatu pekerjaan dilakukan oleh K&K yang tepat
2. Sistem Kendali Mutu
Memastikan kualitas/mutu proses terkendali hingga tujuan/prinsip yang dituju tercapai.
3. Kepemiminan
Memastikan peran dan fungsi kepemimpinan proses, kepemimpinan teknis dan kpemimpinan manusia berfungsi efektif sesuai tuntutan dinamika situasi dan kondisi sehingga k & K yang ada menjadi aset berdaya ledak sinergi yang tinggi
4. Populasi dan penyebaran (cloning)
Memastikan ketercukupan populasi K dan K memenuhi tuntutan sinergi meghasilkan
kinerja tinggi maksimal dan tuntutan penajaman dan penyebaran kedepan, antara lain
melalui pengaturan dan cloning.
Rev: 131228