1 of 264

Leading by Example

[Memimpin dengan memberi teladan]

Tanggal : 131220

Revisi : 02

Sign. :

2 of 264

KONTEKS

  1. Nyawa JMM ada di lapangan (hauling road, lokasi tambang lainnya) :
    • Sinergi
    • Kinerja tinggi
    • Kekeluargaan
    • Profesional : sistem menggerakkan kegiatan,orang menjalankan sistem
    • Tangguh dan Handal
  2. Semua fungsi pendukung dan manajemen diadakan �HANYA UNTUK MEMASTIKAN agar point 1 terjadi
  3. Untuk menggerakkan perubahan, selaraskan 4 elemen karakter, MULAI DARI DIRI SENDIRI, DEPARTEMEN SENDIRI baru ke yang lain
  4. Semua dilakukan dengan berpedoman pada falsafah
    • Didepan menjadi tauladan (Ing ngarso sung tulodho)
    • Ditengah membangun bersama-sama (Ing madya mangun karsa)
    • Memimpin dari belakang (Tut wuri handayani)
  5. Seluruhnya dilaksanakan menggunakan tools **

BUDAYA JMM

A

3 of 264

Daftar Isi

DAFTAR ISI

Rev: 131217

4 of 264

Thank you

B

5 of 264

5

Tools Tools LBE

Daftar Tools LBE

  1. System operasi . . . . . . . . . . . . . . . 15
  2. Notulen–> tabel Intervensi . . . . . 16-18
  3. Job desc, procedure
  4. Tingkat komitmen –> tabel Intervensi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .17-18
  5. Profil

- Teknis

- Karakter :

psikogram dan power pengaruh . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 19

6 of 264

Daftar Tools LBE

E L A N G

NB:

PENANGANAN KHUSUS

MERUBAH NON ELANG AKUT MENJADI ELANG

Rev: 131217

7 of 264

Daftar Tools LBE

KEPEMIMPINAN

Rev: 131217

8 of 264

Daftar Tools LBE

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

  • Prinsip 01 - Asset Perusahaan
  • Prinsip 02 - Memaksimalkan Daya Tumbuh Dan Daya Hasil Asset K & K
  • Prinsip 03 - Tugas Ganda Setiap Atasan
  • Prinsip 04 - Asset Kompetensi
  • Prinsip 05 - Asset Kapasitas
  • Prinsip 06 - Memimpin Kompetensi
  • Prinsip 07 - Memimpin Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)
  • Prinsip 08 - Empat Senyum Sebagai Bahan Bakar Utama Kapasitas

Salah Satu Unsur Penentu Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)

  • Prinsip 09 - Memaksimalkan K & K Untuk Kinerja Tinggi

(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)

  • Prinsip 10 - Memaksimalkan ( K & K )
  • Kompetensi Dasar Seorang Pemimpin

Rev: 131217

9 of 264

Daftar Tools LBE

Roadmap To Prime

Rev: 131217

10 of 264

Company Goal

COMPANY GOAL

Vision :

Menjadi kontraktor tambang berkinerja tinggi

Dengan Sinergi sebagai daya saing unggulan

Yang dihasilkan dari kekeluargaan

Yang dikelola secara profesional, tangguh dan handal

Rev: 131217

11 of 264

Mision

MISION

Dalam mewujudkan VISInya, JMM mencanangkan MISI berikut ini untuk mewujudkan :

KINERJA TINGGI

Melalui sinergi dengan standar yang tinggi antara semua fungsi-fungsi yang ada secara berkesinambungan

SINERGI

Sebagai daya saing unggulan

KEKELUARGAAN

Melahirkan sinergi yang efektif menjawab segala tantangan usaha

Keseluruhannya di kelola secara:

  • PROFESIONALISME

Dengan membudayakan dengan integritas yang prima dalam mewujudkan

“system yang menjalankan kegiatan usaha, dan SDM yang menjalankan sistem dimaksud”

  • KETANGGUHAN

Tangguh :

Memberlakukan sistem yang tangguh

Menyeleksi dan mendaya hasilkan kompetensi Finansial – Teknis – SDM yang tangguh.

Rev: 131217

12 of 264

Coal Hauling Process

CONTOH BUSINESS PROCESS

Office/ Workshop JMM

Timbang Muatan

UnLoading Process

= Operation Road Port

Loading Process

PIT

PORT / STOCK PILE

Coal Hauling Proses

Coal Hauling Process

Rev: 131217

13 of 264

CONTOH BUSINESS PROCESS

Coal Mining Process

Mine Stockyard

Crusher

facilities

Clear, grubbing &

topsoil removal

Waste dump area

Drilling & blasting

overburden

Overburden removal

Coal mining

Storage coal

( ROM )

Coal Hauling to Port

Port Stockyard

Oversea Conveyor

Overland Conveyor

Shipping

Spreading

( topsoil )

Revegetation

Coal Mining Process

Rev: 131217

14 of 264

Master Operational Model

Master Operational Model

Visi Misi

Budaya JMM

Sinergi

Kekeluargaan

Rev: 131217

15 of 264

Struktur Organisasi

Struktur Organisasi

Rev: 131217

16 of 264

4 Elemen Karakter

1

2

3

4

Pengalaman

Pengetahuan

skills

Value & beliefs

Sosial & Budaya

Sifat perilaku

KARAKTER

TINGKAH LAKU

TINDAKAN

POWER

PENGARUH

 

 

 

HASIL

 

 

KELOLA

 

 

VISI MISI

 

 

 

+ PSIKOGRAM

4 Elemen Karakter

HASIL

Rev: 131218

17 of 264

4 Elemen Karakter

4 Elemen Karakter

1. Elemen 1

Latar Belakang Sosial Budaya

2. Elemen 2

Value & Believe : Nurani sebagai kebenaran yang diyakini

3. Elemen 3

Pengalaman, pengetahuan, skill

4. Elemen 4

Sifat & Perilaku

Rev: 140106

18 of 264

  1. Bawa yang bersangkutan berkali-kali mengalami kebenaran sesuai standar skill pengetahuan terkait. (Keping no. 3)
  2. Kebenaran demi kebenaran yang dialami menumbuhkan keyakinan dan nurani yang bersangkutan sebagai kebenaran yang valid. (Keping no. 2)
  3. Oleh karena itu yang bersangkutan akan menerapkannya dalam keseharian sampai menjadi kebiasaan kebiasaan kolektif budaya.

4 Cara Membangun Kebiasaan Kolektif

Rev: 131220

19 of 264

System Operasi

PINTU MASUK

SOP

JOB DESK

OPERATIONS

Virus

MASUK KE OPERATION

Job desk

Notulen

FILTER – 6 TOPI

Virus

SISTEM OPERATION

PT. BINA SARANA SUKSES

ARIF BIJAKSANA

Penyimpangan

Gesekan / Benturan

Konflik Pekerjaan

Kinerja Tinggi / Kinerja Rendah

Konflik Pribadi

SISTEM OPERATION

PERAN :

Rev: 131218

20 of 264

NOTULEN MEETING (contoh)

Menunjuk keakar permasalahan (Penggunaan Fishbone)

Man

Competency

Psikogram:�- Konseptual�- Sintesa�- Perencanaan

Teknis

Penguasaan�Sistem JMM

Power-Pengaruh

Capacity

Problem Pribadi

Problem Lingkungan

Problem Keluarga

Methode

Sistem JMM

Sistem Keuangan

Sistem Manajemen

( Leading By Example )

Sistem Teknis

Masalah

Rev: 131217

21 of 264

Tingkat Komitmen

Rev: 140203

22 of 264

ILUSI

KOMPLEKSITAS

TRANSISI

AKUT

PARAH

L A Z I M

+

+

-

-

PERLU INTERVENSI

Tabel Intervensi

Rev: 131217

BISA DIATASI SENDIRI

23 of 264

Psikogram dan Power Pengaruh

PSIKOGRAM & POWER PENGARUH

Rev: 131217

24 of 264

KESEIMBANGAN KEMATANGAN BUDAYA

Rev: 131217

25 of 264

8 POINT SUPPORT

Kompetensi & Kapasitas

8 Point Support

Rev: 140607

segera MANDIRI

26 of 264

Golden Filter

  • Apakah setiap langkah saya sudah menuju ke arah Sinergi JMM ?
  • Apakah setiap langkah saya sudah menuju ke arah Kinerja Tinggi JMM ?
  • Apakah setiap langkah saya sudah menuju ke arah Kekeluargaan JMM ?
  • Apakah setiap langkah saya sudah menunjukkan Profesionalisme JMM ?
  • Apakah setiap langkah saya sudah menunjukkan Ketangguhan JMM ?
  • Apakah setiap langkah saya sudah menunjukkan Kehandalan JMM ?�
  • Apakah saya sudah memimpin dari depan-tengah-belakang ?�
  • Apakah semua tools yang ada sudah dipakai ? � Apakah tools ini masuk ke nalar/logika saya ? � Apakah tools ini sudah jadi Cinta ? � Apakah penggunaan tools ini sudah jadi kebiasaan ?

GOLDEN FILTER

Rev: 131217

27 of 264

PENGGUNAAN 6 TOPI

Rev: 140210

Topi Putih : Netral

Topi Biru : Boss

Topi Yang digunakan waktu

Menerima informasi

Topi Yang digunakan waktu

Menyelesaikan Masalah

Topi Merah

Topi Hitam

Topi Hijau

Topi Kuning

Topi Biru

28 of 264

28

NYAWA

MISSION POSSIBLE

YES !!!

I WANT ……

I NEED :

  1. ____
  2. ____
  3. ____
  4. ____
  5. ____

^SPEED ???

SEFTO

SEFTO

BECAUSE

SEFTO

NYAWA

MISSION POSSIBLE

Rev: 140402

29 of 264

ACCOUNTABILITY

1. Harian (Hanya tentang yang tidak berhasil pada koordinasi bilateral)

    • Koordinasi harian Kabag, Foreman
    • Koordinasi harian PM/SM/PROD, PLANT, MM, HRDGA, SHE

2. Mingguan Departemen (Evaluasi dari Kabag ke PM – rekapan dari harian)

    • Dept. PLANT
    • Dept. MM
    • Dept. HRDGA
    • Dept. SPA
    • Dept. ENGG
    • PM/SM/PROD
    • Dept. FIN

3. Mingguan Operasional – Evaluasi & Arahan Kinerja Departemen

    • PLANT, MM, PM/SM, PROD

4. Bulanan Direksi – Pertanggungjwaban Operasional Dan Arahan

    • DIR.OPR, HRDGA, FIN, SPA

5. 3 – 4 bulan Komisaris - Pertanggung Jawaban Dewan Direksi Kepeada Pemilik Saham

    • DIREKSI mempertanggungjawabkan kepada KOMISARIS – Pertumbuhan & Pengembangan Usaha Dan K&k Perusahaan Kepemimpinan Operasi Keuangan

Accountability

Rev: 131217

30 of 264

ACCOUNTABILITY

30

30

Rev: 140414

(4 Pilar)

(7 Elemen Efisiensi)

(Loss Control)

31 of 264

TEKANAN TUNTUTAN

BOD

OPERATOR

STRUKTUR ORGANISASI

TEKANAN DALAM ORGANISASI USAHA

Rev: 140211

X

Y

Y

X

32 of 264

32

PERTUMBUHAN

PROFITABILITY

[VOL] x [MARGIN]

KEAMANAN

[UANG KECIL] [UANG BESAR]

PELUANG

PASAR

BUSSINES DEVELOPMENT

Rev: 140211

33 of 264

KEMAMPUAN

Kompetensi & Kapasitas

KEMAMPUAN

PERAN POKOK PEMIMPIN OPERASI :

Rev: 131217

34 of 264

TINGKAT KETERLIBATAN

Emang saya pikirkan KAH !!!!

TEORI !!

Tidak mungkin

Iya,

Tapi banyak yang belum

Mulai karena disuruh

Tinggal sedikit yang belum

FULL POWER

AYAM

Vs

TELUR

1

2

3

3

4

5

TINGKAT KETERLIBATAN

Rev: 131217

35 of 264

5S

  • SEIRI (PEMILAHAN) Tidak ada lagi yang tidak diperlukan
  • SEITON (PENATAAN) Efektif untuk pergerakan operasi
  • SEISO (PEMBERSIHAN) Inspeksi bersih dari peyimpangan
  • SEIKETSU (PEMANFATAN) Pembakuan segala yang telah efektif
  • SHITSUKE (PEMBIASAAN) Transformasi kebiasaan menjadi budaya

 

Rev: 131217

36 of 264

MENGELOLA DAN MENANGANI KONFLIK PEKERJAAN

Rev: 131217

37 of 264

  • Pekerjaan

Benturan dan konflik yang terjadi dalam hal pekerjaan

  • Pribadi

Benturan perasaan/kepentingan pribadi dalam hal pekerjaan maupun pribadi

  • Sosial

Benturan perasaan/kepentingan yang meluas melibatkan banyak orang

JENIS KONFLIK

Rev: 131217

38 of 264

Konflik Pekerjaan vs Pribadi

  • TIDAK BOLEH CAMPUR ADUK

  • HARUS DISELESAIKAN AGAR TIDAK MENGGANGU AKTIVITAS

KONFLIK

Rev: 131217

39 of 264

Bebas dari Muatan

Tujuan

Bebas dari

Muatan dan Konsep

Muatan

Jalan

Langkah

MANAJEMEN KONFLIK - BERPIKIR KONSEPTUAL

Rev: 131217

40 of 264

  • Visi Misi dan Nyawa JMM
  • Makna interaksi : adalah respon yang didapat
  • Sinergi : keunggulan daya saing JMM
  • Pekerjaan vs Pribadi

Tingkatan ini mutlak tidak dapat ditawar

LEVEL KONFLIK - PRINSIP

Rev: 131217

41 of 264

  • 6 Topi berpikir
  • Lazim-tidak lazim, bisa-tidak bisa diatasi sendiri 🡪 lempar spidol
  • 2 + 2 = ???? !!!! 4
  • Perubahan masalah
  • Anatomi konflik
  • Single Task Multi Project
  • Generalisasi (pukul rata) ; Distorsi (berubah) ; Deletion (ada yang hilang)
  • Buang Alihkan Tindak Simpan

Konsep memandu arah upaya-upaya teknis agar efektif

LEVEL KONFLIK - KONSEP

Rev: 131217

42 of 264

Kelola :

PLAN , ORGANIZE , STAFF , EXECUTE

Plan Do Check Action

Merealisasikan prinsip sesuai arahan konsep

LEVEL KONFLIK - TEKNIS

Rev: 131217

43 of 264

Anatomi Berbagai Gaya Konflik

9 GAYA KONFLIK : apa?

Rev: 140408

44 of 264

9 GAYA KONFLIK : kapan?

Rev: 140408

45 of 264

K.S.P.M. ~ 4 SIFAT PERILAKU INDIVIDU

Rev: 131217

46 of 264

  • Planning�termasuk mengantisipasi
  • Organizing�Menata rajutan capability menjadi performa JMM
  • Staffing �Merealisasikan penempatan capability sesuai dengan Organizing ( Capability = Competency x Capacity )
  • Executing – PDCA

  • Melahirkan ide
  • Menunjuk pelaksana
  • Do dododo

P D C A

BUKAN

Kemampuan output koletif

Agar menjadi output kolektif maksimal

Kemampuan kualitas

Kemampuan kuantitas

MENGELOLA

MEREALISASIKAN KINERJA MELALUI PARA PELAKSANA

Rev: 140607

47 of 264

T R A F

Trash Refer Action File

B A T S

Buang Alihkan Tindak Simpan

MENATA INCOMING TASK

Rev: 131217

48 of 264

LAHIR

INKUBASI

PEMICU

LEDAKAN TOTAL

BENCANA

ANATOMI KRISIS

PROSES LEDAKAN BENCANA

Rev: 131217

49 of 264

Pertimbangan Pengambilan Keputusan

Rev: 131219

50 of 264

PROSES KEPUTUSAN

SEFTO

Pertimbangan Pengambilan Keputusan

Rev: 131217

51 of 264

SHARED FEELINGS, COMMITMENT & SENSE OF URGENCY

COMMITMENT

SENSE OF URGENCY

Shared feelings

C

Rev: 131217

52 of 264

Percaya Diri Menegakkan Prinsip

Teladan

Hukum Sosial

Lingkungan

Dampak Ego

Topi - Topi

Menegakkan

Prinsip

Yakin / Percaya

Mutlak

PERCAYA DIRI MENEGAKKAN PRINSIP

Rev: 131217

53 of 264

Komunikasi

Kepentingan

ENCODE

MEMORY

DECODE

Cara Kerja Otak Menerima Informasi

Makna dari Komunikasi adalah respon yang didapatkan

KOMUNIKASI

Rev: 131217

54 of 264

Kualitas Informasi

- Noise (suara bising)

- Data (data)

- Info (informasi)

- Actionable Info (informasi siap ditindak lanjut)

- Closed Loop Actionable Info (informasi siap ditindak lanjut + cross check yg genap {2+2=4})

KUALITAS INFORMASI

Rev: 131217

55 of 264

Peraturan vs Kinerja

KETIKA PERATURAN DAN PROSEDUR

DIPERTAHANKAN UNTUK M.E.N.G.H.A.M.B.A.T

DAN M.E.M.P.E.R.L.A.M.B.A.T pencapaian tujuan

DISINILAH KARAKTER ELANG DIUJI...

Ketika TUJUAN dibentuknya sebuah tim luntur

Terbenam prosedur...

TELANJANGLAH KUALITAS ELANG

SESEORANG TERBACA...

Ketika orang tersebut kemudian sendirian memikul

Kelemahannya...

TELANJANGLAH KUALITAS SINERGI

TERBACA...

Rev: 131217

56 of 264

Saya Tahu Anda Tahu

SAYA TAU ANDA TAU

56

Rev: 131217

57 of 264

Berpikir Konseptual

BERPIKIR KONSEPTUAL

Rev: 131217

58 of 264

SYSTEM THINKING

Rev: 140414

59 of 264

MENENTUKAN SKALA PRIORITAS

Rev: 131217

60 of 264

POLITICKING

Politicking adalah kegiatan secara pribadi atau jabatan, yang sengaja atau tidak sengaja dengan tidak melaksanakan Leading By Example (Budaya JMM) dalam rangka meraih kepentingan pribadi baik untuk pekerjaan maupun pribadinya dengan mengorbankan SINERGI

Dalam Budaya JMM, Politicking dipandang, dianggap dan diperlakukan sangat serius karena amat sangat merusak upaya mencapai sinergi yang menjadi daya saing unggulan JMM.

Politicking di HARAM JADAH kan di seluruh wilayah dan kegiatan JMM. Tanpa kecuali, hal ini harus segera ditindak tegas dan tuntas, apapun resikonya. Tindakan tegas ini berlaku sama bagi politicking yang dilakukan secara nyata maupun tersembunyi, tanpa melihat posisi dan jabatan pelakunya.

Rev: 131217

61 of 264

POLITICKING

BUDAYA JMM VS POLITIKING

Politiking adalah kegiatan secara pribadi atau jabatan, yang sengaja ataupun tidak sengaja dengan tidak melaksanakan Leading By Example ( Budaya JMM) dalam rangka meraih kepentingan pribadi baik untuk pekerjaan maupun pribadinya dengan mengorbankan SINERGI.

Rev: 131218

62 of 264

SYNERGY

Rev: 131217

63 of 264

Rev: 131217

64 of 264

FORMULA EFISIENSI

Rev: 131217

65 of 264

Rev: 131217

66 of 264

AQ

Rev: 140320

67 of 264

Significant Few

ELANG

KONTROVERSI

NYAMAN TIDAK NYAMAN

LOKOMOTIF

BONGKAR

CHIP

INSTITUSI

L E M B A G A

S I S T E M

SINERGI = DAYA SAING UNGGULAN

PROFESIONAL

TANGGUH

HANDAL

DAYA HASIL

KINERJA TINGGI

Significant few adalah :

Orang yang menggerakkan secara berkomitmen

tegaknya dan berfungsinya :

1. Institusi fungsional sebagai lembaga sistem.

2. Sinergi sebagai daya saing unggulan usaha.

3. Sinergi berbagai chip yang mewujudkan

karakter elang dirinya.

Secara keseluruhan 1, 2 dan 3 menghasilkan daya hasil kinerja tinggi K&k.

Rev: 140508

68 of 264

Kepemimpinan Operasi

Rev: 140607

69 of 264

P3B-BSS

  1. Yang paling utama di JMM adalah kinerja tinggi,profesional, tangguh dan handal
  2. Kinerja tinggi adalah nyawa JMM yang sehat walafiat. Nyawa kita ada dilapangan
  3. Semua fungsi ada HANYA untuk melayani dan memastikan nyawa JMM sehat walafiat
  4. Budaya yang diinginkan adalah "Bottom Up", atasan melayani bawahannya agar mampu melayani bawahannya lagi demi visi misi JMM. Pimpinan tertinggi adalah pelaksana dilapangan
  5. Pelaksana lapangan adalah pelaku yang langsung menjalankan tugas fungsinya dilokasi kerjanya. pelaksana lapangan yang menyimpang ditangani tersendiri oleh team yang terdiri dari Komisi Disiplin. Apabila ternyata belum berubah, diserahkan ke HR untuk pembinaan selanjutnya atau tindakan indisipliner, sesuai penanganan kasus

PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B- JMM)

Rev: 131217

70 of 264

P3B-BSS

6. Agar "bottom up" ini tepat dan terpelihara menuju visi misi,setiap karyawan perlu mendapatkan pendidikan intensif,ekstensif dan urgent. Pelaksanaannya dilakukan secara "top down".

7. Politicking adalah haram jadah. karyawan yang menyimpang ditangani oleh team yang terdiri atas unsur komisi disiplin

8. Setiap anggota team harus "haqul yakin" meyakini visi misi JMM yang harus direalisasikan melalui Leading By Example

9. Visi Misi JMM melalui Leading By Example adalah harga mati

10.Segera ditetapkan batasan waktu dan kriteria yang mengatur bawahan mem veto pengadaan keperluannya. Veto tersebut yang sah wajib direalisasikan pengadaan/pelaksanaannya. Segala dampak pemborosan menjadi tanggung jawab fungsi yang seharusnya mensupportnya.

PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

71 of 264

P3B-BSS

  • 11.Dalam segala urusan ditangani dengan Leading By Example; penanganan personil ditangani dengan penanganan kasus
  • 12.Pusat administrasi disetiap site adalah pusat data dan system informasi (identik dengan pusat syaraf makhluk hidup)
  • 13.Tugas pusat administrasi adalah :
  • a. Menghasilkan informasi yang siap ditindak lanjuti dari data yang terkumpul dari setiap personil di front lapangan. Pintu masuk data dan informasi adalah melalui data room,
  • b. Berkoordinasi dengan bagian system syaraf lain.
  • c. Dengan demikian hal yang bisa dikoordinasikan, menjadi tidak pantas untuk berkembang menjadi masalah dan tidak pantas menjadi pembahasan dalam rapat - rapat

PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

72 of 264

P3B-BSS

POINT 1 dan 2

  • Segala kepentingan, tujuan, daya upaya dan cara kerja harus mengutamakan Golden Filter. Golden filter menyaring berbagai pilihan dari alternatif yang ada agar memastikan kinerja tinggi JMM tercapai, dan melalui profesionalisme, ketangguhan dan kehandalan fungsi‐fungsi JMM.
  • Bila terdapat perbedaan pandangan, pendapat dan cara, keputusannya diambil dengan mensinergikan segala sumberdaya untuk mencapai pilihan atau penyelesaian yang paling memenuhi Golden Filter.
  • Oleh karena itu, pendapat yang diterapkan adalah SEPENUHNYA berdasarkan hasil saringan Golden filter, bukan berdasarkan sumber pendapat (atasan, pimpinan, bawahan, dll.).
  • Dengan demikian pegawai dengan golongan terendah pun bisa menentukan arah operasional bila pendapatnya lebih mencerminkan Golden Filter. Seluruh personil lain termasuk para pimpinan wajib sepenuh hati mendukung dan meninergikan segenap daya upaya untuk mensukseskan pendapat dimaksud.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

73 of 264

P3B-BSS

  • POINT 3

  • Pelaksana lapangan adalah pelaksana yang langsung mengerjakan peran dan tugasnya untuk mendapatkan hasil yang diserahkan JMM kepada pemberi tugas.
  • Semua fungsi selain pelaksana lapangan ada dan diadakan HANYA untuk melayani dan memastikan nyawa JMM sehat wal’afiat.
  • Fungsi yang bersikap dan berperilaku lain dari hal ini harus dikoreksi, TANPA KECUALI, mulai dari pimpinan sampai pada seluruh fungsi lain yang ada dalam tubuh JMM.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

74 of 264

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

POINT 4

Pada Saat Operasi :

- Peran Operasi Pemimpin :

Pemimpin memaksimalkan daya hasil ledakan sinergi K&k dan

meminimalkan ”damage” yang terjadi, serta memperhatikan kesiapan untuk

pertempuran berikutnya.

  • Peran Operasi Anggota :

para anggota pemilik K&k memaksimalkan daya sinergi mereka masing-

masing untuk dikerahkan secara maksimal mengikuti arah gerak dan irama

yang dipimpin oleh pemimpin operasi.

Pada Saat Maintenance :

  • Peran Maintenance Pemimpin :

Para pemimpin melayani pemenuhan kebutuhan para anggotanya agar mampu

maksimal mewujudkan [peran operasi anggota] tersebut.

Peran Maintenance Anggota :

Para anggota memperjuangkan pemenuhan kebutuhan pemimpinnya agar

dapat menjalankan maksimal [peran operasi pemimpin] dengan mengupayakan sendiri segala kebutuhan untuk kesehatan shared feeling dan persepsinya * agar bisa mengerahkan totalitas dirinya dalam [peran operasi anggota] – a.l termasuk pembahasan golden filter

*Shared feeling dan persepsi yang sehat adalah shared feeling dan persepsi yang mengutamakan dan bertujuan

memenuhi visi misi JMM melalui budaya dan sistem JMM

Rev: 131217

75 of 264

P3B-BSS

  • POINT 5

  • Pelaksana lapangan harus menjalankan fungsinya masing‐masing HANYA demi terwujudnya visi dan misi JMM sesuai Golden Filter.
  • Segala praktek yang menyimpang dari hal ini dinyatakan sebagai penyimpangan yang perlu mendapatkan koreksi dan pembinaan oleh atasan langsung dan atasan lain terkait.
  • Apabila setelah di bina melalui 8 Point Support ternyata belum menunjukkan perubahan berarti, maka dilakukan Penanganan Kasus kepada pelaksana tersebut sesuai semangat visi misi JMM.
  • Apabila dicapai kesimpulan bahwa yang bersangkutan terlalu sulit/ tidak lagi dapat dibina, maka dilakukan tindakan indisipliner sesuai prosedur penanganan kasus dan peraturan perusahaan yang berlaku.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

76 of 264

P3B-BSS

  • POINT 7
  • Dalam budaya JMM politicking dipandang, dianggap dan diperlakukan sangat serius karena amat sangat merusak upaya mencapai sinergi yang menjadi daya saing unggulan JMM.
  • Politicking adalah kegiatan yang disengaja ataupun tidak disengaja mengarah kepada pemenuhan kepentingan pribadi, jabatan, maupun kelompok yang menyimpang dari semangat dan jiwa visi – misi JMM.
  • Politicking di HARAM JADAH kan di seluruh wilayah dan kegiatan JMM. Tanpa kecuali, hal ini harus segera ditindak tegas dan tuntas, apapun resikonya.
  • Tindakan tegas ini berlaku sama bagi politicking yang dilakukan secara nyata maupun tersembunyi, tanpa melihat posisi dan jabatan pelakunya.

  • POINT 8
  • Setiap karyawan harus membangun keyakinan diri yang mutlak tentang budaya JMM yang menjadi HARGA MATI (tidak bisa ditawar).
  • Setiap karyawan juga harus membangun keyakinan diri yang mutlak bahwa semua kegiatan harus dijalankan sesuai pedoman Leading by Example.
  • Segala praktek yang menyimpang dari kedua hal diatas diperlakukan sebagai penyimpangan yang mutlak perlu dan harus segera diperbaiki.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

77 of 264

P3B-BSS

POINT 9

  • Visi – misi JMM melalui Leading by Example adalah HARGA MATI (tidak bisa ditawar) bagi setiap karyawan JMM, tanpa kecuali.
  • Setiap karyawan pada setiap tingkatan fungsi dan jabatan berhak mem‐veto pengadaan keperluannya dalam memenuhi visi‐misi JMM.
  • Untuk itu setiap karyawan wajib secara aktif dan preemtive mengajukan persyaratan batasan waktu dan kriteria yang mengatur hak vetonya.
  • Penetapan batasan waktu dan kriteria ini wajib di fasilitasi oleh atasan langsung dan diputuskan dalam rapat direktur sebelum diberlakukan.
  • Ketiadaan batasan waktu dan kriteria dimaksud di suatu wilayah operasi JMM merupakan tanggung jawab pimpinan operasi yang bersangkutan.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

78 of 264

P3B-BSS

POINT 10

  • Veto dimaksud dalam butir 9 yang sah, wajib direalisasikan pengadaan/pemenuhannya oleh fungsi terkait.
  • Pengadaan tersebut wajib dipertanggung‐jawabkan oleh fungsi terkait dimaksud, sedemikan sehingga gangguan pada kinerja pelaksana tidak terganggu.
  • Segala dampak pemborosan yang timbul menjadi tanggung jawab fungsi yang seharusnya men‐support hal in, yang dipertanggung jawabkan dalam rapat pertanggung jawaban Direksi.

POINT 11

  • Segala urusan yang ditangani menyimpang dari pedoman Leading by Example adalah salah dan menyimpang.
  • Di seluruh wilayah JMM tidak boleh ada penyimpangan ini.
  • Setiap penyimpangan perlu segera diperbaiki dan dicegah kemungkinan terulang kembali.
  • Tanpa kecuali, personil yang tidak memenuhi hal ini di proses pembinaan dan penindakannya melalui penanganan kasus.

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

79 of 264

P3B-BSS

PENGERTIAN POINT – POINT PROGRAM PERCEPATAN PERWUJUDAN BUDAYA JMM (P3B-JMM)

Rev: 131217

80 of 264

KARAKTER ELANG ( KSPM, E1, E2 )

Apa yang membedakan elang dari yang lain?

  1. Membuka diri menerima kontroversi.
  2. Selalu siap hati menerima "ketidak-nyamanan".
  3. Selalu menciptakan tantangan diri sendiri : "lokomotif" kinerja tinggi vs "gerbong".
  4. Tidak nyaman dengan kemapanan dan status quo, selalu berupaya konstruktif membongkarnya untuk membawa perbaikan dan kinerja tinggi.

(membongkar hambatan atau yang tersumbat)

Rev: 131217

81 of 264

JURUS ELANG: (KSPM, E1, E2, E3)

Mengapa Elang selalu berhasil ?

  1. Sederhanakan�Elang selalu menyederhanakan�- mengurai yang kusut, �-  melepas yang terurai, �-  menghindari [inkubasi-pemicu-ledakan] dengan menuntaskan yang telah

lepas

  1. Selaraskan, kondisikan, sinergikan�-  Elang sangat paham bahwa sinergi adalah daya saing unggulan (=harga mati)�-  Elang piawai dalam membentuk sinergi�    *  menata keselarasan�    *  menciptakan dan memelihara kondisi yang subur bagi sinergi�    *  preemtive berperan-serta melahirkan sinergi�    *  tidak bisa hidup tanpa sinergi

 

  1. Gali dan daya-hasilkan peluang�-  Elang haus daya hasil tinggi, setiap saat meningkatkan ketajaman daya hasil�-  Elang selalu seimbang dalam [navigasi-penjelajahan-menemukan peluang]�-  Elang sigap dan sangat tangkas merubah peluang menjadi hasil

Rev: 131217

82 of 264

TIGA KATEGORI MANUSIA (E2)

Siapakah diri saya, apakah saya "ELANG" ?

  1. Yang membuat sesuatu terjadi (ELANG)
  2. Yang "menonton" sesuatu terjadi dan biasanya berkomentar (cecakrawa)
  3. Yang "terheran dan terkejut" mengapa sesuatu terjadi (sang "korban" keadaan)

Rev: 131217

83 of 264

EMPAT PILAR KINERJA TINGGI ELANG

Apa yang membuat elang begitu perkasa?

Apa yang harus saya bangun agar bisa tumbuh dan berkembang seperti elang?

  1. Komitmen: (E2)
  2. selalu nendorong dan menarik (lokomotif)
  3. selalu bersikap positif dan konstruktif
  4. selalu terlibat penuh dan bertindak positif dan konstruktif

  1. Peluang, kesempatan. (E1, E2)
  2. yakin dan percaya sepenuhnya, bahwa peluang selalu ada dan berkelimpahan
  3. peluang dan kesempatan hanya bisa dilihat dan dirasakan oleh yang siap

(yang telah mempersiapkan diri & kemampuan)

  • wujud/bentuk dan "timing" peluang tampak dan nyata dirasakan kelimpahannya
  • bahkan bagi Elang, ia tinggal memilihnya untuk daya-hasil terbaik

Rev: 131217

84 of 264

EMPAT PILAR KINERJA TINGGI ELANG

  1. Kemampuan (E2, E3)
  2. Kompetensi adalah kemampuan menghasilkan kualitas tertentu
  3. Kapasitas adalah kemampuan menghasilkan volume output dengan kualitas tsb.
  4. Elang setiap saat meng-akumulasikan pengembangan keduanya, tanpa henti
  5. ( K & K ) Elang tidak pernah berhenti bertumbuh dan berkembang,
  6. Sepanjang umur terus bertambah tajam dan bertambah dahsyat

  1. Langkah tindakan ( KSPM, E1, E2, E3 )
  2. Maximize, maximize, maximize
  3. Bagi elang, optimal bukan jalan kompromi
  4. Bagi elang persiapan adalah 50 % kemenangan
  5. Bagi elang kecermatan dan "timing" adalah sisa 50 % lagi
  6. Langkah tindakan dan upaya hanyalah nafas yang dengan sendirinya menyesuaikan. ( pernahkah anda bekerja keras untuk bernafas? )
  7. Elang perkasa fokus pada memaksimalkan [persiapan, kecermatan dan "timing"]
  8. Hasilnya (kinerja tinggi) datang dengan sendirinya

Rev: 131217

85 of 264

CARA KERJA ELANG: (E2, E3)

Elang beroperasi BERDASARKAN tiga hal: navigasi, situasi, kondisi

  1. Navigasi menentukan arah gerakan
  2. Situasi menentukan "timing"
  3. Kondisi menentukan power dan kecepatan
  4. Daya hasil ketiganya di maksimalkan

Rev: 131217

86 of 264

PENANGANAN KHUSUS

MERUBAH NON ELANG AKUT MENJADI ELANG

Ada sebagian orang yang tidak memiliki karakter yang bisa dilatih menjadi elang.

Walaupun dipaksakan, terlalu sulit dan memakan waktu terlalu lama, bahkan ia segera kembali lagi menjadi non elang, dan akhirnya menambah frustrasi dan bahkan srtress semua pihak yang terlibat.

Dari sudut pandang kinerja tinggi, daya juang orang yang demikian dikategorikan bermasalah. Untuk itu perlu mendapatkan penanganan (terapi) khusus.

COORE�Control - Origin of responsibility - Ownership of outcome - Reach - Endurance

Ada lima komponen yang menentukan kemampuan seseorang menghadapi dinamika kehidupannya, baik pribadi maupun pekerjaan:�-  kendali -  dampak kepada diri pribadi�-  sumber masalah = self blame -  daya tahan (endurance)�-  dampak hasil�

Secara sendiri2 dan secara bersamaan, kelima komponen ini mendukung atau menggerogoti dinamika psikologis seseorang dalam menghadapi tantangan kehidupan.

  • KENDALI
  • SUMBER MASALAH
  • DAMPAK HASIL
  • DAMPAK KEPADA DIRI PRIBADI
  • DAYA TAHAN (ENDURANCE)�

86

Rev: 131217

87 of 264

KEPEMIMPINAN

Bila disederhanakan, ada 3 jenis kepemimpinan yang berbeda:�1.  kepemimpinan teknis�2.  kepemimpinan proses�3.  kepemimpinan manusia�(penjelasan tentang ketiganya ada pada bagian 3).

Secara umum, apapun jenis kepemimpinan yang DIPERSYARATKAN dalam suatu fungsi, anda HARUS MAMPU terlebih dahulu memimpin diri sendiri. Anda, seperti banyak orang lain, sering terjebak dalam perangkap gaya pribadi yang tidak mudah anda lepaskan. Sementara itu, anda dituntut untuk memerankan suatu jenis kepemimpinan yang pas untuk fungsi yang anda pimpin.

Dalam segala situasi dan kondisi anda harus mampu MEMIMPIN DIRI SENDIRI�(lihat bagian 2 - pedoman memimpin diri untuk masing2 tipe perilaku).

Secara umum, memimpin lebih realistis didefinisikan sebagai:

MEMIMPIN DIRI SENDIRI UNTUK MENGERAHKAN GAYA YANG PAS DALAM MEMIMPIN ORANG LAIN PADA SITUASI DAN KONDISI TERTENTU.

BAGIAN 1 - UMUM

Rev: 131217

88 of 264

KEPEMIMPINAN

Pemimpin terbaik bukanlah seseorang dengan gaya perilaku tertentu atau dengan kombinasi gaya tertentu yang ideal.

Pemimpin terbaik adalah orang yang mewujudkan tuntunan (guidance) yang dibutuhkan dalam pekerjaan atau tugas, dan kemudian memimpin upaya menyelesaikan tugas tersebut.

Berarti, pemimpin terbaik adalah pemimpin yang:�-  bekerja dengan baik bersama orang lain, dan �-  piawai berurusan dengan semua gaya pribadi dalam SEGALA situasi.

Untuk itulah ia dituntut untuk mampu memimpin dirinya sendiri agar bisa:�-  membaca dan memahami situasi dan kondisi yang sedang terjadi�-  mengidentifikasi cara pendekatan dan teknik yang pas ("leading by example")�-  tekun dan rajin  melatih dan berlatih diri sehingga piawai menerapkan "jurus" yang�   sesuai menurut "leading by example".

Pilihan gaya kepemimpinan yang ada begitu bergam, namun mengerahkan  kekuatan pikiran dan semangat mitra anda, hanya bisa diwujudkan melalui gaya kepemimpinan tertentu sesuai situasi dan kondisi saat itu.

BAGIAN 1 - UMUM

Rev: 131217

89 of 264

KEPEMIMPINAN

Anda tidak bisa mendapatkan produktivitas orang lain melalui ‘’ perintah’’, tetapi anda bisa mendapatkan yang terbaik dari mereka dengan MERANCANG interaksi yang sesuai untuk situasi dan kondisi yang ada. Bukan mustahil bahwa mereka bahkan akan menghasilkan yang lebih baik dari yang anda duga semula.

Sebuah organisasi memerlukan semua tipe gaya. Namun, anda harus sangat menyadari gaya alamiah anda sendiri,  serta bagaimana gaya itu bisa memengaruhi orang lain. Dalam kasus apa pun, anda bisa memilih akan menggunakan gaya tertentu agar lebih efektif dan menyenangkan.

Dengan cara yang pas, anda bisa merubah keraguan dan kegalauan menjadi derap langkah yang positif dan produktif, yang terus bergerak maju yang bersinergi.

BAGIAN 1 - UMUM

Rev: 131217

90 of 264

  1. Memimpin diri untuk tipe K
  2. Memimpin diri untuk tipe S
  3. Memimpin diri untuk tipe P
  4. Memimpin diri untuk tipe M

BAGIAN 2 - PEDOMAN MEMIMPIN DIRI

UNTUK MASING2 TIPE PERILAKU

Rev: 131217

91 of 264

Longgarkan sedikit desakan dan dorongan dari anda. Camkan dalam pikiran anda bahwa orang lain mempunyai perasaan.

Gaya anda yang keras dan bergaya serba tahu bisa membuat bawahan anda rendah diri serta membuat orang lain merasa kesal.

Anda tentu tidak ingin memimpin seperti pepatah Inggris ‘’ Like an angry bull in a China store’’ ( seperti banteng mengamuk dalam toko pecah belah ).

Orang-orang yang bertipe K bisa mendorong pertumbuhan diri orang lain setidaknya dalam dua cara, yaitu :�-  Memuji pada saat yang tepat�-  Memberi sedikit wewenang dan membiarkan mereka menggunakannya.

Dengan demikian, anda akan bisa mendapatkan komitmen dan meningkatkan output.�Terimalah bahwa kesalahan akan terjadi dan kurangilah nafsu anda dengan mempertimbangkan perasaan mitra anda.

Anda bahkan bisa bergurau dengan kesalahan yang anda buat daripada harus membentuk citra manusia super.

Berusalah untuk tidak terlalu suka memerintah. Mintalah pendapat orang lain.

Walaupun tidak nyaman, rencanakan beberapa hal yang penuh kerja sama (kolaborasi) dengan pihak lain.

Memimpin Diri Untuk Tipe - K

Rev: 131217

92 of 264

Kebergantungan bawahan pada diri anada bukan hanya untuk mendapatkan gagasan, tetapi juga untuk mendapatkan koordinasi. Jadi, apa saja yang bisa anda lakukan untuk menjadi lebih serba-teratur bisa memberikan manfaat besar kepada anda dan bawahan anda.

Anda tentu tidak ingin bawahan anda begitu larut dalam keceriaan dan optimisme yang berlebih, karena hasil nyata yang diharapkan dari anda dan tim benar benar nyata.

Ingat, Anda akan kehilangan kepercayaan dari bawahan anda walaupun melakukan hal-hal berikut dengan tidak sengaja : �- Gagal menindak lanjuti hal-hal yang telah dimulai. �- Menunda nunda keputusan.�- Tidak mengikuti perkembangan/perincinan penting. �- Memberikan janji yang tidak ditepati.

Memimpin Diri Untuk Tipe - S

Rev: 131217

93 of 264

Bawahan anda akan merasa bahwa anda sengaja mengecewakan mereka.  Pesona dan kehangatan anda tidak bisa menggantikan sepenuhnya sikap anda yang tidak bisa diandalkan.

Sadarilah kenyataan bahwa pertikaian dan perselisihan pasti terjadi. Berusahalah menanganinya secara langsung, bukan menghindari atau menundanya.

Aturlah waktu anda, urutkan prioritas untuk menjaga keseimbangan bakat sosial dengan peran tugas anda.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diingat agar anda selalu berhasil. �-  Bawahan anda bukan hanya butuh gagasan, tetapi juga mendapatkan koordinasi�   agar lebih serba teratur. �-  Pesona dan kehangatan anda tidak bisa sepenuhnya menggantikan sikap anda

yang tidak bisa diandalkan.�-  Tangani pertikaian secara langsung, jangan menghindari atau menundanya. �-  Atur waktu anda, urutkan prioritas untuk menjaga keseimbangan antara bakat

sosial dan peran tugas anda.

Memimpin Diri Untuk Tipe - S

Rev: 131217

94 of 264

Anda mungkin seorang bos yang sangat disenangi. Tujuan anda seharusnya bisa menjadi lebih efektif dan anda tetap menjadi pimpinan yang disenangi.

Belajarlah lebih fleksibel mengambil tugas yang lebih banyak atau yang berbeda, dan berusahalah menyelesaikannya dengan lebih cepat.

Anda tentu tidak ingin keteraturan dan prosedur yang anda terapkan justru menjadi hambatan. Prosedur dan keteraturan seharusnya bertujuan untuk meperlancar dan mempermudah dalam meraih hasil nyata yang diharapkan.

Anda bisa memetik keuntungan dengan lebih terbuka tentang pemikiran dan perasaan anda. Bersifat peka merupakan salah satu kekuatan terbesar anda, tetapi anda harus mencapai titik keseimbangan antara kepekaan dan ketenangan suasana hati dalam menghadapi komentar negatif yang ditujukan kepada anda.

Memimpin Diri Untuk Tipe - P

Rev: 131217

95 of 264

Standart tinggi anda dalam kepemimpinan bagaikan pedang bermata dua. Bawahan anda terilhami oleh perjuangan anda dalam mengejar keunggulan, tetapi mereka sering merasa frustasi karena tidak pernah bisa memuaskan anda.

Anda tentu tidak ingin memimpin seperti seniman yang terus mencari kesempurnaan, anda harus sadar bahwa waktu dan sumberdaya serba terbatas, dan  hasil nyata yang diharapkan tidak dapat ditunda penyerahannya.

Salah satu hal terbaik yang bisa anda lakukan adalah mengurangi dan memperhalus kritik anda, baik yang diucapkan maupun tidak. Kadang kadang anda bisa kelihatan begitu serius dan tegang.

Kurangi kebutuhan anda untuk mengendalikan proses dalam segala kegitan yang melibatkan anda. Luangkan sedikit waktu untuk berkeliling bersama karyawan anda dan jalin hubungan yang penuh keakraban.

Ciptakan situasi yang menuntut standard tinggi tanpa membutuhkan kesempurnaan dalam setiap peristiwa. Situasi yang demikian akan lebih meringankan beban anda. Ingatlah selalu, bahwa mitra anda yang bisa menjadi lelah bilamana terus menerus dituntut untuk sempurna dalam setiap peristiwa.

Memimpin Diri Untuk Tipe - M

Rev: 131217

96 of 264

Tiga jenis kepemimpinan dasar

1.  kepemimpinan teknis�2.  kepemimpinan proses�3.  kepemimpinan manusia

Ketiga jenis kepemimpinan ini dapat diterapkan SENDIRI SENDIRI atau secara KOMBINASI,  tergantung hasil analisis berdasarkan situasi dan kondisi yang terjadi. Bila waktu memungkinkan, analisis dimaksud sebaiknya disimpulkan dengan berkolaborasi bersama anggota tim untuk mendapatkan komitmen kepatuhan setiap individu.

Cara menganalisa dan menyimpulkan jenis kepemimpinan yang dibutuhkan adalah dengan:�-  mengkaji situasi dan kondisi yang sedang terjadi�-  memadankannya dengan ketiga model kepemimpinan tersebut�-  menyimpulkan tingkat kesepadanan terhadap satu atau lebih model dimaksud

BAGIAN 3 - TIGA JENIS

KEPEMIMPINAN DASAR

Rev: 131217

97 of 264

Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila kegiatan fungsi dimaksud dominan bersifat teknis / spesialis.

(contoh: fungsi perbaikan & perawatan alat berat, fungsi IT, kreasi seni, dll.).

Keharusan langkah mengikuti logika teknis yang spesifik tidak dapat ditawar, bila menyimpang akan menyebabkan kerusakan teknis dan/atau parts yang terlibat.

Biasanya, pengetahuan dan keterampilan teknis yang diperlukan untuk menjalankan kegiatan dimaksud, perlu dipelajari secara khusus dan terspesialisasi lebih mendalam.

Dalam kepemimpinan teknis, [tuntunan, arahan dan bimbingan] dapat diberikan dan diterima secara mutlak (tidak dapat dibantah secara logika dan ilmiah/teknis) bila sang pemimpin benar2 sangat menguasai dan piawai dalam ilmu dan pengalaman teknisnya.

Di sini segala keputusan disimpulkan HANYA berdasarkan kombinasi kajian teknis dan ekonomi. Aspek lain seharusnya tidak diperhitungkan karena tidak relevan.

KEPEMIMPINAN TEKNIS

Rev: 131217

98 of 264

Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila kegiatan fungsi dimaksud dominan bersifat proses yang relatif baku.

Langkah2 pola proses yang relatif baku berlangsung terus menerus ber-ulang ulang sepanjang waktu dalam periode yang ditetapkan secara berkesinambungan.

Contoh yang khas adalah kegiatan dalam line produksi.

Dalam kepemimpinan proses, [tuntunan, arahan dan bimbingan] harus menghasilkan konsistensi, efisiensi dan kehandalan kualitas proses itu sendiri sepanjang periode yang ditetapkan.

Produktivitas (inherent/termasuk di dalamnya kualitas output) dan efisiensi biasanya menjadi ukuran output nya.

Berbagai model perhitungan biasanya diarahkan untuk mencapai kedua hal tersebut.

KEPEMIMPINAN PROSES

Rev: 131217

99 of 264

Jenis kepemimpinan ini diterapkan bila dalam kegiatan fungsi tersebut, pengurusannya dominan diwarnai aspek penanganan manusia.

Dalam kepemimpinan MANUSIA, [tuntunan, arahan dan bimbingan] dapat diberikan dan diterima secara mutlak (tidak dapat dibantah secara logika dan ilmiah/teknis) bila sang pemimpin mampu mengendalikan pikiran dan perasaan para anggotanya, baik secara sendiri2 maupun kelompok.

Untuk bisa melakukannya, terlebih dahulu ia harus secara mutlak mampu memimpin dan mengendalikan dirinya sendiri, agar perseteruan internal tidak terjadi dalam dirinya sendiri.

Dengan keselarasan ego dan rasionalitas dalam dirinya, ia akan dengan jernih bisa membaca situasi dan kondisi, serta melakukan analisis dan perhitungan untuk memposisikan dirinya dan mengambil peran (leading by example) yang sulit ditolak oleh anggotanya.

KEPEMIMPINAN MANUSIA

Rev: 131217

100 of 264

Pada kegiatan fungsi yang sangat dinamis dan perubahan2 cepat merupakan hal biasa dalam kegiatan dimaksud. Di sini ketergantungan pada pemikiran  kreatif/analisis dan pada  pertimbangan manusia menjadi sangat penting.

�Pada situasi pada saat perubahan significant dalam suatu kegiatan, di mana belum�terdapat kejelasan alokasi dan/atau kecukupan sumberdaya, di mana para pelaku dituntut beroperasi mengandalkan kreatifitas dan inisiatif untuk saling menyesuaikan kepentingan demi hasil total maksimal.

�Pada situasi tertentu dalam kegiatan TEKNIS / PROSES di mana aspek teknis dan/atau  aspek proses tidak dapat berjalan normal karena didominasi oleh aspek pengaturan manusia.

�Pada berbagai situasi di mana pengendalian ego dan rasionalitas setiap pelaku mengemuka dan menentukan keberhasilan kegiatan dimaksud.

Contoh Kepemimpinan

Rev: 131217

101 of 264

Rev: 131217

102 of 264

Rev: 131217

103 of 264

Rev: 131217

104 of 264

Rev: 131217

105 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 01 🡪 Asset Perusahaan

Kompetensi dan Kapasitas sumberdaya manusia (K & K)

adalah asset perusahaan

yang diadakan, diasah dan dikembangkan dengan biaya perusahaan

untuk mewujudkan daya saing unggulan: S.I.N.E.R.G.I.

Perusahaan harus

menerapkan pembukuan jenis "intangible asset" ini

untuk memudahkan penetapan prioritas dan arah pengelolaannya.

Terkandung di dalamnya adalah "asset persepsi" (E2)

bahwa diri seseorang menjadi bagian yang menyatu dalam perusahaan,

tanpa adanya rasa takut, khawatir, dan serba terancam,

yang cenderung membuat seseorang berperilaku defensif secara sempit.

Rev: 131217

106 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 01 🡪 Asset Perusahaan

Seiring dan selaras dengan dinamika

perkembangan [pribadi, kelompok dan organisasi],

semua orang berani dan merasa bebas berkontribusi

menciptakan-merawat-mengembangkan sinergi

dengan lega dan aman.

Termasuk

meng-"kloning" orang sebagai salah satu tugas pokoknya,

karena yakin dan percaya

bahwa tujuannya adalah untuk berkembang,

BUKAN untuk menggantikan dirinya kelak.

Segenap pemikiran, daya dan upaya bisa dengan lepas

dikerahkan dalam suasana yang kondusif,

tanpa harus khawatir bahwa pada suatu situasi nanti dirinya

akan menjadi korban, dan oleh karenanya lebih baik setiap saat

"play safe & defensive" saja.

Rev: 131217

107 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 02 🡪 Memaksimalkan Daya Tumbuh & Daya Hasil Asset K&K

Sebagai asset, penglolaan (K & K) harus dilaksanakan secara bertanggung jawab�sesuai budaya perusahaan (leading by example).

Penanganan manusia di mana (K & K) tersimpan,�HARUS menurut kaidah2 yang ditetapkan dalam budaya perusahaan�yang selalu memaksimalkan SINERGI�daya tumbuh dan daya hasil kinerja tinggi�SECARA ALAMIAH.�(mengalir dengan sendirinya sebagai produk/akibat penataan yang sesuai)

Ini menjadi PRINSIP YANG MEMAYUNGI�segala konsep (peraturan dan ketentuan)�dan teknis (pemikiran, analisis, kesimpulan dan tindakan)�dalam setiap dinamika upaya dan kegiatan.�ARTINYA,�bila ada konsep dan / atau teknis yang tidak sesuai, harus dirubah / diganti.

Rev: 131217

108 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 03 🡪 Tugas Ganda Setiap Atasan

Tugas pokok setiap pelaku yang membawahi satu atau sekelompok orang adalah�mengelola K & K sebagaimana mengelola asset perusahaan lainnya.

Dua bentuk pengelolaannya adalah:�-  MENGASAH dan MEMBINA K & K individu maupun bagian dan total organisasi.�   (fungsi "kloning")�-  MEMIMPIN K & K  individu maupun bagian dan total organisasi�   (fungsi menghasilkan kualitas proses prima)

Catatan:�Hasil akhir adalah dampak dari [pertumbuhan] dan [kualitas proses] semata.

Mengelola ( K & K ) bertujuan untuk mengembangkannya sehingga�daya sinergi perusahaan BERTUMBUH�semakin besar dan hebat dari waktu ke waktu.

Tujuannya adalah�agar daya saing unggulan perusahaan - SINERGI�terus bertumbuh dan berkembang sehingga selalu menjadi unggul�dan amat sangat sulit tersaingi.

Rev: 131217

109 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 04 🡪 Asset Kompetensi

Kompetensi adalah kemampuan menghasilkan kualitas tertentu.�Misalnya:�-  merakit suatu produk berkualitas dalam satuan waktu tertentu�-  menyelenggarakan suatu kegiatan dengan lancar dan mulus�-  melakukan suatu perhitungan tertentu�- dan lain lain

Mengasah dan membina asset Kompetensi�dilakukan dengan mengisi kemampuan menghasilkan kualitas tertentu�dalam berbagai situasi.

Biasanya dilakukan melalui pelatihan dan pembelajaran�sepanjang perjalanan karier.

Rev: 131217

110 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 04 🡪 Asset Kompetensi

Secara terprogram berbagai sumberdaya dikerahkan�untuk terus menerus menumbuh-kembangkan Kompetensi�setiap individu, kelompok dan organisasi, �termasuk membiayai pertanggungan biaya2 kemahalan�akibat kekeliruan2 yang terjadi selama pembelajaran.

Trend pertumbuhan kompetensi individu adalah positif (terus bertambah).�Sekali terbentuk, biasanya kompetensi terus bertumbuh dan berkembang�seiring dengan latihan dan praktek2 di lapangan.�Bila tidak terpakai untuk jangka waktu yang relatif lama,�dibutuhkan waktu relatif singkat untuk menajamkannya kembali.

Rev: 131217

111 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 05 🡪 Asset Kapasitas

Kapasitas adalah kemampuan menghasilkan sejumlah output�dengan kualitas yang telah ditetapkan.�Misalnya:�-  25 unit alat terpasang per 60 menit,�-  3 acara untuk masing2  5000 orang terselenggarakan dalam satu bulan,�-  menghasilkan 5 perhitungan untuk proposal penawaran proyek per kwartal.�-   dan lain lain.

Secara alamiah, kapasitas TIDAK bersifat konstan.�Kapasitas bergerak naik dan turun dalam batas maksimalnya.

Kapasitas tidak terjadi dengan sendirinya.�Untuk mendapatkan kapasitas dalam kisaran tertentu,�perlu diadakan upaya untuk menjaga, mempertahankan dan merawatnya.

Rev: 131217

112 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 05 🡪 Asset Kapasitas

Pada level individu, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan orang tersebut terganggu.

Pada level kelompok kerja, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan�salah satu, beberapa atau keseluruhan anggota kelompok tersebut terganggu.

Pada level organisasi, kapasitas dapat terganggu bila�kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan�seseorang dan/atau suatu kelompok orang�berdampak negatif terhadap kemampuan organisasi tersebut menghasilkan�output.

Diperlukan kesungguhan yang konsisten untuk�membangun, mengasah, merawat dan mempertahankan kapasitas.�Kelengahan dan kelalaian dapat berdampak langsung pada kapasitas.

Dalam mengendarai mobil, pengoperasian pedal gas dan rem adalah contoh�mengendalikan kapasitas mobil dimaksud.

Rev: 131217

113 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 06 🡪 Memimpin Kompetensi

Memimpin Kompetensi berarti menata keselarasan Kompetensi�individu-kelompok-organisasi�sedemikian sehingga sinergi yang timbul�berdaya hasil dahsyat, dan terus bertumbuh �secara efektif menjawab tantangan2 pertumbuhan usaha yang dicanangkan.

Dengan menselaraskan perpaduan faktor kuat�yang saling [melengkapi-memperkuat-bersinergi],�dan mengelola faktor kelemahan masing2 anggota kelompok,�secara kolektif daya hasil dan daya tumbuh yang luar biasa bisa diciptakan.

Secara harafiah, hal ini berarti memimpin:�-  memimpin KESELARASAN PERTUMBUHAN

ketajaman kompetensi individu-kelompok-organisasi�   yang efektif menjawab tuntutan visi-misi-sasaran usaha�   dari waktu ke waktu.�-  memimpin KESELARASAN K & K. yang menciptakan�   SINERGI KEMAMPUAN KUALITAS PROSES yang luar biasa�   dalam individu-kelompok-organisasi.

Rev: 131217

114 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 07 🡪 Memimpin Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)

Memimpin Kompetensi dan memimpin Kapasitas berjalan bersamaan�sebagai satu kesatuan upaya yang tidak dapat dipisah,�karena  ( K & K ) tersimpan dalam diri seseorang dan sekelompok orang.

Memimpin Kapasitas lebih bersifat seni:�-  membangun dan terus mengembangkan�   Kapasitas individu-kelompok-organisasi.�-  menjaga dan merawat konsistensi Kapasitas  individu-kelompok-organisasi.

Kapasitas maksimal yang telah terbangun dalam diri seseorang / sekelompok�orang  tidak bisa dikerahkan terus menerus secara konstan.

Bila kompetensi relatif konstan (bersifat tetap) dan bisa terus bertumbuh,�Kapasitas bersifat variabel, berkisar pada tingkat�sama atau lebih kecil dari kapasitas maksimal yang telah terbangun.

Rev: 131217

115 of 264

Oleh karena Kapasitas dipengaruhi oleh kesehatan dan/atau pikiran dan/atau�perasaan, maka secara harafiah memimpin Kapasitas berarti�memimpin kesehatan-pikiran-perasaan individu dan kelompok dalam rangka:�-  membangun dan terus mengembangkan Kapasitas�   individu-kelompok-organisasi.�-  menjaga dan merawat konsistensi Kapasitas  individu-kelompok-organisasi.

Untuk bisa melakukannya, setiap orang HARUS TERLEBIH DAHULU mampu�memimpin dirinya sendiri.

Prinsip2 yang memayungi semua konsep dan teknis setiap upaya dan aktivitas usaha

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 07 🡪 Memimpin Kapasitas (Kelompok, Departemen, Perusahaan)

115

Rev: 131217

116 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 08 🡪Empat Senyum Sebagai Bahan Bakar Utama Kapasitas

Salah satu unsur penentu kapasitas (kelompok, departemen, perusahaan)

Empat senyum (pikiran-bibir-hati-perut) secara vital mempengaruhi kesehatan,�pikiran, dan perasaan seseorang.

Oleh karena Kapasitas perusahaan dipengaruhi oleh �[kesehatan dan/atau pikiran dan/atau perasaan] dalam�kelompok dan departemen,�maka empat senyum para anggotanya�harus dianggap sebagai bahan bakar utama�yang menggerakkan kapasitas.

Mengelola 4 senyum identik dengan mengelola bahan bakar kapasitas.�Itulah sebabnya setiap individu anggota perusahaan,�harus mampu MINIMAL:�-  mengelola 4 senyum DALAM dirinya sendiri (pikiran-bibir-hati-perut)�-  mengendalikan dirinya agar tidak menimbulkan/menyebabkan suasana�   yang mengganggu senyum orang lain

Rev: 131217

117 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 08 🡪Empat Senyum Sebagai Bahan Bakar Utama Kapasitas

Salah satu unsur penentu kapasitas (kelompok, departemen, perusahaan)

Untuk pelaku yang memimpin satu atau sekelompok orang,�kemampuan berikut mutlak dibutuhkan:�-  meng-identifikasi suasana 4 senyum "para pihak":�   *  individu�   *  kelompok�   *  departemen�   *  perusahaan�   *  pelanggan�   *  pemasok�-  memahami gambaran situasi global yang sedang terjadi�-  memahami dinamika situasi lokal yang sedang terjadi�-  jeli dan cepat mengenali akar penyebab gangguan kinerja�-  sigap berpartisipasi merajut sinergi kinerja tinggi dengan:�   *  mengambil peran preemtive sesuai K & K nya�   *  mendaya-hasilkan K & K nya secara maksimal �   *  mewujudkan suasana kondusif dan produktif untuk sinergi�   *  menggalang kolaborasi bantuan K & K yg sesuai dalam mengatasi masalah

Rev: 131217

118 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 09 🡪Memaksimalkan K&K Untuk Kinerja Tinggi

(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)

Kinerja tinggi yang tangguh dan handal�sebagai hasil sinergi proses yang profesional�MENJADI KEHARUSAN YANG MUTLAK bagi setiap perusahaan�yang ingin terus berkembang dan unggul dalam persaingan.

Perusahan yang unggul,�mewujudkan MAKSIMALISASI K & K mereka secara SINERGI�dalam setiap pemikiran, arah dan langkah tindakan.�Hal ini dilakukan dengan percaya diri dan keyakinan yang tinggi.

Hal ini dilandasi keyakinan pada setiap pelaku, bahwa�-  PERUBAHAN2 DENGAN SEGALA DINAMIKANYA�   TERUS TERJADI DAN SEMAKIN CEPAT�-  KEKUATAN MAKSIMAL TERLETAK PADA BAGIAN TERLEMAH�   DALAM TUBUH PERUSAHAAN.�-  PEMANFAATAN WAKTU DAN PELUANG�   HARUS MENJADI FAKTOR KUAT PENENTU�-  KECERMATAN DALAM HAL INI   P.A.S.T.I.  MEMBUAT POSISI xxx

Rev: 131217

119 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 09 🡪Memaksimalkan K&K Untuk Kinerja Tinggi

(Individu, Kelompok, Departemen, Perusahaan)

Maka perimbangan pertumbuhan K & K adalah kunci�dalam menumbuhkan kekuatan maksimal kinerja.

Bagian terlemah, menjadi pembatas kinerja maksimal.

Oleh karena itu pembangunan K & K   H.A.R.U.S  dialokasikan agar:�-  pertumbuhannya berjalan seimbang�   menuju pertumbuhan kinerja tinggi�-  dan percepatan pertumbuhan yang seimbang tersebut�   dikerahkan maksimal secara serempak dan bersinergi.

Rev: 131217

120 of 264

10 Prinsip Pengelolaan K&K Kinerja Tinggi

Prinsip 10 🡪Memaksimalkan K&K

Elang hampir tidak pernah gagal:�1.  Elang selalu memperkokoh dan mempertajam karakternya.�2.  Elang selalu mengakumulasikan pertumbuhan 4 pilar kinerjanya� dengan cermat BELAJAR DARI SETIAP PENGALAMAN yang dilaluinya.�3.  Elang konsisten dan cermat menerapkan "cara kerja elang"� dalam setiap upayanya�4.  Elang menaklukkan mangsanya dengan manuver "jurus elang"

Rev: 131217

121 of 264

Kompetensi Dasar Yang Minimal Harus Dikuasai

Setiap Pemimpin ELANG Agar Efektif

  • Memahami tentang cara kerja otak pikiran manusia
  • Memahami tentang komunikasi pikiran sadar dan bawah sadar
  • Mengolah dan memprogram pikiran secara positif
  • Menghilangkan penyakit mental (mental block) yang merugikan
  • Selalu menampilkan kemampuan terbaik setiap saat dalam berbagai situasi
  • Menghilangkan kebiasaan-kebiasaan dan perilaku negatif
  • Membentuk kebiasaan-kebiasaan positif
  • Melakukan komunikasi dan hubungan interpersonal yang elegan
  • Menghilangkan gejala-gejala penyakit simptomatik
  • Mengubah memory yang mengganggu menjadi produktif
  • Mengatasi kondisi negatif akibat pengalaman traumatik
  • Menghilangkan fobia dan gangguan mental lainnya
  • Mengaplikasikan sikap, pola pikir dan perilaku positif dalam kehidupan

Rev: 131217

122 of 264

Rev: 131217

123 of 264

Roadmap To Prime

Rev: 131217

124 of 264

Kerangka Prima

KERANGKA PRIMA

Rev: 131217

125 of 264

Roadmap To Prime

Top performer :

  • Deteksi Top Performer : Grinder-Minder-Binder-Finder
  • Sinergi Top Performer untuk hasil maksimal
  • Rawat dan jaga keseimbangan dan pertumbuhan Top Performer

 

Watak Bisnis / Entrepreneur :

  • Daya Hasil Peluang
  • Tujuh Point Efisiensi
  • Profit via budget vs Loss Control
  • Daya hasil sumber daya:SDM(K&K),waktu,alat,metode,material

 

Pemanfaatan Teknologi

  • Maksimalkan ERP

Rev: 131217

126 of 264

SISTEM PENILAIAN :

 

Gradasi Penilaian :

-Sangat konsisten putih - tidak pernah hitam

-Konsisten putih - sangat jarang hitam

-Selalu putih - jarang hitam

-Kesulitan putih - sering hitam

-Tidak mampu putih - selalu hitam

 

  • Elang
  • Matriks
  • KPI
  • Teknis

Ukuran Keberhasilan

Rev: 131217

127 of 264

KARAKTER ELANG :

JURUS ELANG :

CARA KERJA ELANG :

Ukuran Keberhasilan Elang

Rev: 131217

128 of 264

Ukuran Keberhasilan Matriks

MATRIKS :

  1. Menyalakan Lampu Proyek
  2. Masing - Masing K & K menyalakan lampu peran
  3. Pengambilan keputusan operasi lampu - lampu maksimal 15 menit
  4. Mengatasi perbedaan - perbedaan naikkan keatas (lempar spidol)
  5. Menampung dan mengatasi lemparan spidol
  6. Peran mendorong veto dari BOD Hold Keputusan Lampu Proyek
  7. Membangun dan Mengembangkan Organisasi Matrik
  8. Merawat, Menumbuhkan, Mengembangkan fungsi 80 : 20 masing Masing dan keseluruhan ( melalui 4 pilar Top Performer)
  9. Pemanfaatan maksimal Koridor Operasi Oleh SPA, ABC, PSDM (Menuju Prima)
  10. Menempatkan dan mencopot K & K ke dalam / dari struktur Matrix

Rev: 131217

129 of 264

Ukuran Keberhasilan KPI

KPI :

  • Apakah Program Yg Di Jalankan Efektif Mewujudkan Peran Global?
  • Apakah Program Yg Dijalankan Efektif Mewujudkan Peran Pokok?
  • Apakah Program Yg Dijalankan Mendorong Dan Menuntut Kualitas Proses Dan Profit Maksimal Dari Setiap Fungsi?
  • Apakah Program Yg Dijalankan Efektif Membangun Dan Mewujudkan 4 Pilar Yg Handal?
  • Apakah Hasil Fisik Dan Teknis Mencerminkan Penilaian Nomor 1,2, Dan 3?
  • Apakah Perkembangan Dan Pertumbuhan K&K Dan Shared Feelings Mencerminkan Penilaian Nomor 1,2, Dan 3?
  • Apakah Pola Dan Hasil Loss Control Mencerminkan Penilaian Nomor 1,2, Dan 3?

129

17/12/2013

Rev: 131217

130 of 264

KARAKTER ELANG

Kontroversi

5= ia sangat konsisten dan sangat piawai dalam [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya sangat konsisten efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

5= ia tidak pernah tidak sangat piawai dalam [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya tidak pernah tidak efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

Parameter : (menciptakan,  mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)

130

17/12/2013

Rev: 131217

131 of 264

4 = ia konsisten dan piawai dalam [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya konsisten efektif mendobrak batas standard yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

4 = ia sangat jarang tidak piawai dalam [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani] kontroversi yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya sangat jarang tidak efektif mendobrak batas standard yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

Parameter : (menciptakan,  mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)

KARAKTER ELANG

Kontroversi

131

17/12/2013

Rev: 131217

132 of 264

Parameter : (menciptakan,  mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)

3 = ia selalu [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya selalu efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri. Namun kadang2/jarang ia kewalahan mempertahankan konsistensi kinerja tersebut.

3 = ia jarang tidak [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Sikap dan perilakunya jarang tidak efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri. Namun kadang2/jarang ia kewalahan mempertahankan konsistensi kinerja tersebut.

KARAKTER ELANG

Kontroversi

132

17/12/2013

Rev: 131217

133 of 264

2 = ia kesulitan [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Ia juga kesulitan dalam menghadirkan sikap dan perilakunya agar efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

2 = ia sering tidak [menciptakan,  mendorong dan/atau menangani kontroversi] yang menghasilkan daya hasil peluang maksimal melalui sinergi semua faktor termasuk k&k internal dan eksternal. Ia juga sering tidak menghadirkan sikap dan perilakunya agar efektif [mendobrak batas standard] yang ada menuju keunggulan sejati  dalam industri.

Parameter : (menciptakan,  mendorong dan/atau menangani; mendobrak batas standard)

KARAKTER ELANG

Kontroversi

133

17/12/2013

Rev: 131217

134 of 264

KARAKTER ELANG

Kontroversi

Rev: 131217

135 of 264

Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)

5=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sangat konsisten [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh],  dan dia sangat konsisten [semakin termotivasi] dlm menjalankan peran&fungsinya untuk mencapai tujuan.

5=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia tidak pernah tidak [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh],  dan dia tidak pernah tidak [semakin termotivasi] dlm menjalankan peran&fungsinya untuk mencapai tujuan.

KARAKTER ELANG

Nyaman Tidak Nyaman

135

17/12/2013

Rev: 131217

136 of 264

4=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia konsisten [terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh] & tetap konsisten [semakin termotivasi] dalam menjalankan tuntutan peran&fungsinya.

4=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sangat jarang tidak [terbuka, mempermasalahkan dan terpengaruh] & tetap sangat jarang tidak [ termotivasi] dalam menjalankan tuntutan peran&fungsinya.

Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)

KARAKTER ELANG

Nyaman Tidak Nyaman

136

17/12/2013

Rev: 131217

137 of 264

Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)

3=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia selalu [terbuka&menerima], tp dia masih perlu berusaha menjadikan ketidaknyaman tsb agar tidak menggangu dalam menjalankan peran fungsinya.

3=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia sering tidak [terbuka&menerima], tp dia masih perlu berusaha menjadikan ketidaknyaman tsb agar tidak menggangu dalam menjalankan peran fungsinya.

KARAKTER ELANG

Nyaman Tidak Nyaman

137

17/12/2013

Rev: 131217

138 of 264

Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)

2=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman dia kesulitan [terbuka&menerima], berupaya keras  menjadikan ketidaknyamanan agar tidak menggangu dalam menjalankan peran dan fungsinya.

2=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman dia sering tidak [terbuka&menerima], berupaya keras  menjadikan ketidaknyamanan agar tidak menggangu dalam menjalankan peran dan fungsinya.

KARAKTER ELANG

Nyaman Tidak Nyaman

138

17/12/2013

Rev: 131217

139 of 264

Parameter : (terbuka, tidak mempermasalahkan dan tidak terpengaruh; semakin termotivasi)

1=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia tdk mampu untuk [terbuka& menerima], sehingga dia selalu bermasalah dalam menjalankan peran&fungsinya.

1=ketika dihadapkan dg benturan, tekanan&kondisi tdk nyaman, dia selalu tidak [terbuka& menerima], sehingga dia selalu bermasalah dalam menjalankan peran&fungsinya.

 

KARAKTER ELANG

Nyaman Tidak Nyaman

139

17/12/2013

Rev: 131217

140 of 264

Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)

5= Dia sangat konsisten berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim] dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, konsisten [preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya] diatas ekspektasi(out of the box).

5= Dia tidak pernah tidak berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim] dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, sangat jarang tidak [preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya] diatas ekspektasi(out of the box).

KARAKTER ELANG

Lokomotif

140

17/12/2013

Rev: 131217

141 of 264

Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)

4= Dia konsisten berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, selalu  preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

4= Dia sangat jarang tidak berinisiatif mengambil langkah cepat untuk [bergerak dan menggerakkan tim dalam mencapai tujuan yg difokuskan oleh tim, jarang tidak  preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

KARAKTER ELANG

Lokomotif

141

17/12/2013

Rev: 131217

142 of 264

Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)

3=Dia selalu berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia jarang preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

3=Dia jarang tidak berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia jarang preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

KARAKTER ELANG

Lokomotif

142

17/12/2013

Rev: 131217

143 of 264

Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)

2=Dia kesulitan untuk berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia kesulitan preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

2=Dia sering tidak berinisiatif mengambil langkah [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia sering tidak preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

KARAKTER ELANG

Lokomotif

143

17/12/2013

Rev: 131217

144 of 264

Parameter : (Inisiatif, Upaya Bergerak dan Menggerakkan, preemtive dlm mencapai tujuan)

1=Dia tidak mampu berinisiatif mengambil langkah untuk [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia tidak mampu preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

1=Dia selalu tidak berinisiatif mengambil langkah untuk [bergerak dan menggerakan tim] dalam mencapai tujuan, dan dia selalu tidak preemtive dalam upaya  mencapai tujuannya diatas ekspektasi (out of the box).

KARAKTER ELANG

Lokomotif

144

17/12/2013

Rev: 131217

145 of 264

Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)

5=Dia sangat konsisten peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia sangat konsisten [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

5=Dia tidak pernah tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia tidak pernah tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

KARAKTER ELANG

Bongkar

145

17/12/2013

Rev: 131217

146 of 264

Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)

4=Dia konsisten peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dan dia konsisten [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta konsisten bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

4=Dia sangat jarang tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dan dia sangat jarang tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sangat jarang tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

KARAKTER ELANG

Bongkar

146

17/12/2013

Rev: 131217

147 of 264

Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)

3=Dia selalu peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia selalu [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta selalu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

3=Dia jarang tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia jarang tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta jarang tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

KARAKTER ELANG

Bongkar

147

Rev: 131217

148 of 264

Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)

2=Dia kesulitan peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia kesulitan mendorong dan/atau menangani upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta kesulitan bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

2=Dia sering tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia sering tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta sering tidak bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

KARAKTER ELANG

Bongkar

148

17/12/2013

Rev: 131217

149 of 264

Parameter : (Peka/Sensitif, Mendorong dan/atau Menangani, Membangun Solusi)

1=Dia tidak mampu peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia tidak mampu [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta tidak mampu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

1=Dia selalu tidak peka terhadap hal2 yg berpotensi menyimpang/tumpah, dia selalu tidak [mendorong dan/atau menangani] upaya  memunculkan ke permukaan dan membongkar hal2 yang menghambat, serta tidak mampu bersama tim membangun solusi jitu terhadap yg ia bongkar.

KARAKTER ELANG

Bongkar

149

17/12/2013

Rev: 131217

150 of 264

Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )

5= pemikiran dan sikapnya membawanya sangat konsisten menangkap poin permasalahan, sangat konsisten menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya sangat konsisten [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

5= pemikiran dan sikapnya membawanya tidak pernah tidak menangkap poin permasalahan, tidak pernah tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya tidak pernah tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

JURUS ELANG

SEDERHANAKAN

150

17/12/2013

Rev: 131217

151 of 264

Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )

4= pemikiran dan sikapnya membawanya konsisten menangkap poin permasalahan, konsisten menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya konsisten [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

4= pemikiran dan sikapnya membawanya sangat jarang tidak menangkap poin permasalahan, sangat jarang tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya sangat jarang tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

JURUS ELANG

SEDERHANAKAN

151

17/12/2013

Rev: 131217

152 of 264

Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )

3= pemikiran dan sikapnya membawanya selalu menangkap poin permasalahan, selalu menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

3= pemikiran dan sikapnya membawanya jarang tidak menangkap poin permasalahan, jarang tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia tdk mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya jarang tidak [mempermudah dan mempercepat penuntasan masalah].

JURUS ELANG

SEDERHANAKAN

152

17/12/2013

Rev: 131217

153 of 264

Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )

2= pemikiran dan sikapnya membawa dia kesulitan menangkap poin permasalahan, Ia kesulitan menguraikan akar penyebab masalah. Ia sering mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya membuat dia kesulitan dalam penuntasan masalah.

2= pemikiran dan sikapnya membawa dia sering tidak menangkap poin permasalahan, Ia sering tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia sering mengkait2kannya ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya membuat dia sering tidak dalam penuntasan masalah.

JURUS ELANG

SEDERHANAKAN

153

17/12/2013

Rev: 131217

154 of 264

Parameter : (menangkap poin permasalahan , mengurai akar penyebab, penuntasan masalah/solusi )

1= pemikiran dan sikapnya membawa dia tidak mampu menangkap poin permasalahan, tidak mampu menguraikan akar penyebab masalah. Ia selalu mengkait2kan ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu mempersulit dan memperlambat penuntasan masalah.

1= pemikiran dan sikapnya membawa dia selalu tidak menangkap poin permasalahan, selalu tidak menguraikan akar penyebab masalah. Ia selalu mengkait2kan ke hal lain. Pemikiran dan sikapnya selalu mempersulit dan memperlambat penuntasan masalah.

JURUS ELANG

SEDERHANAKAN

154

17/12/2013

Rev: 131217

155 of 264

Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )

5= Pemikiran, sikap dan tindakannya sangat konsisten menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi sangat konsisten [efektif dan maksimal].

5= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak pernah tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak pernah tidak [efektif dan maksimal].

 

JURUS ELANG

SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN

155

17/12/2013

Rev: 131217

156 of 264

Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )

4= Pemikiran, sikap dan tindakannya konsisten [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi konsisten [efektif dan maksimal].

4= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak pernah tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak pernah tidak [efektif dan maksimal].

JURUS ELANG

SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN

156

17/12/2013

Rev: 131217

157 of 264

Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )

3= Pemikiran, sikap dan tindakannya selalu [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang selalu [efektif dan maksimal].

3= Pemikiran, sikap dan tindakannya jarang tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang jarang tidak [efektif dan maksimal].

JURUS ELANG

SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN

157

17/12/2013

Rev: 131217

158 of 264

Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )

2= Pemikiran, sikap dan tindakannya kesulitan [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang sulit [efektif dan maksimal].

2= Pemikiran, sikap dan tindakannya sering tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang sering tidak [efektif dan maksimal].

JURUS ELANG

SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN

158

17/12/2013

Rev: 131217

159 of 264

Parameter : (menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan, factor (SEFTO) yang saling memperkuat, daya hasil peluang )

1= Pemikiran, sikap dan tindakannya tidak mampu [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi tidak [efektif dan maksimal].

1= Pemikiran, sikap dan tindakannya selalu tidak [menyelaraskan-mengkondisikan-mensinergikan] berbagai factor (SEFTO) yang saling memperkuat, sehingga daya hasil peluang menjadi selalu tidak [efektif dan maksimal].

JURUS ELANG

SELARASKAN, KONDISIKAN, SINERGIKAN

159

17/12/2013

Rev: 131217

160 of 264

Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)

 

5= Dia sangat konsisten [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia sangat konsisten sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil sehingga peluang yang terbuka tidak pernah terlewatkan.

5= Dia tidak pernah tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia tidak pernah tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil sehingga peluang yang terbuka tidak pernah terlewatkan.

JURUS ELANG

GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG

160

17/12/2013

Rev: 131217

161 of 264

Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)

 

4= Dia konsisten [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru), dia konsisten sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka sangat jarang terlewatkan.

 

4= Dia sangat jarang tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru), dia sangat jarang tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka sangat jarang terlewatkan.

 

JURUS ELANG

GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG

161

17/12/2013

Rev: 131217

162 of 264

Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)

 

3= Dia selalu [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia selalu sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil, sehingga peluang yang terbuka jarang terlewatkan.

 

3= Dia jarang tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan inovatif (berkelanjutan atau baru),dia jarang tidak sigap dan tangkas secara preemtive menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil, sehingga peluang yang terbuka jarang terlewatkan.

 

JURUS ELANG

GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG

162

17/12/2013

Rev: 131217

163 of 264

Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)

 

2= Dia kesulitan untuk [peka dan cepat melihat] peluang dan kurang berinovasi (berkelanjutan atau baru), dia kesulitan menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. Sikapnya reaktif sehingga peluang yang terbuka sering terlewatkan.

 

2= Dia sering tidak [peka dan cepat melihat] peluang dan kurang berinovasi (berkelanjutan atau baru), dia sering tidak menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. Sikapnya reaktif sehingga peluang yang terbuka sering terlewatkan.

JURUS ELANG

GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG

163

17/12/2013

Rev: 131217

164 of 264

Parameter : (peka dan cepat melihat, inovatif, preemtive menggalang sinergi)

 

1= Dia tidak mampu [peka dan cepat melihat] peluang, tidak mampu berinovasi (berkelanjutan atau baru), tidak sigap dan tangkas menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka selalu terlewatkan.�

1= Dia selalu tidak [peka dan cepat melihat] peluang, selalu tidak berinovasi (berkelanjutan atau baru), tidak sigap dan tangkas menggalang sinergi mentransformasikan peluang menjadi hasil. sehingga peluang yang terbuka selalu terlewatkan.�

JURUS ELANG

GALI DAN DAYA HASILKAN PELUANG

164

17/12/2013

Rev: 131217

165 of 264

Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)

5= Kemampuan dan ketekunannya sangat konsisten efektif mengelola arah,  sangat konsisten tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia sangat konsisten memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sangat konsisten cermat dengan berbagai opsi.�

5= Kemampuan dan ketekunannya tidak pernah tidak efektif mengelola arah,  tidak pernah tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia tidak pernah tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia tidak pernah tidak cermat dengan berbagai opsi.�

CARA KERJA ELANG

NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN

165

17/12/2013

Rev: 131217

166 of 264

Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)

4= Kemampuan dan ketekunannya konsisten efektif mengelola arah,  konsisten tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia konsisten memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia konsisten cermat dengan berbagai opsi.�

4= Kemampuan dan ketekunannya sangat jarang tidak efektif mengelola arah,  sangat jarang tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia sangat jarang tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sangat jarang tidak cermat dengan berbagai opsi.�

 

CARA KERJA ELANG

NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN

166

17/12/2013

Rev: 131217

167 of 264

Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)

3= Kemampuan dan ketekunannya selalu efektif mengelola arah,  selalu tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia selalu memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia selalu cermat dengan berbagai opsi.

3= Kemampuan dan ketekunannya jarang tidak efektif mengelola arah, jarang tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia jarang tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia jarang tidak cermat dengan berbagai opsi.

CARA KERJA ELANG

NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN

167

17/12/2013

Rev: 131217

168 of 264

Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)

2= Kemampuan dan ketekunannya kesulitan efektif mengelola arah,  kesulitan untuk tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia kesulitan memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia kesulitan cermat dengan berbagai opsi.�

2= Kemampuan dan ketekunannya sering tidak efektif mengelola arah, sering tidak untuk tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia sering tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia sering tidak cermat dengan berbagai opsi.�

CARA KERJA ELANG

NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN

168

17/12/2013

Rev: 131217

169 of 264

Parameter:(mengelola arah, mengerahkan upaya&gerakan, kendali mutu proses, berbagai opsi)

1= Kemampuan dan ketekunannya tidak mampu efektif mengelola arah,  tidak mampu tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia tidak mampu memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia tidak mampu cermat dengan berbagai opsi.�

1= Kemampuan dan ketekunannya selalu tidak efektif mengelola arah, selalu tidak tepat dalam mengerahkan upaya dan gerakan tim sesuai  skala prioritas. Secara preemtive, dia selalu tidak memaksimalkan kendali mutu proses agar tim tdk keluar jalur, dia selalu tidak cermat dengan berbagai opsi.�

CARA KERJA ELANG

NAVIGASI MENENTUKAN ARAH GERAKAN

169

17/12/2013

Rev: 131217

170 of 264

Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing

 

5 = Ia sangat konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sangat konsisten jitu* ia sangat konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].

 

5 = Ia tidak pernah tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang tidak pernah tidak jitu* ia tidak pernah tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].

CARA KERJA ELANG

SITUASI MENENTUKAN TIMING

170

17/12/2013

Rev: 131217

171 of 264

Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing

 

4 = Ia konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang konsisten jitu* dia konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang konsisten minimal (bila ada)].

 

4 = Ia sering tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sering tidak jitu* dia sering tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang konsisten minimal (bila ada)].

CARA KERJA ELANG

SITUASI MENENTUKAN TIMING

171

17/12/2013

Rev: 131217

172 of 264

Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing

 

3 = Ia selalu memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang selalu jitu* dia selalu efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang selalu minimal (bila ada)].

 

3 = Ia jarang tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang jarang tidak jitu* dia jarang tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang selalu minimal (bila ada)].

 

CARA KERJA ELANG

SITUASI MENENTUKAN TIMING

172

17/12/2013

Rev: 131217

173 of 264

Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing

 

2 = Ia kesulitan memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya.Kalkulasi nya terhadap penetapan timing sering tidak jitu dan sering tidak efektif.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sering berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta sering timbul dampak negatif yang  mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]�

2 = Ia sering tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya.Kalkulasi nya terhadap penetapan timing sering tidak jitu dan sering tidak efektif.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sering berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta sering timbul dampak negatif yang  mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]�

CARA KERJA ELANG

SITUASI MENENTUKAN TIMING

173

17/12/2013

Rev: 131217

174 of 264

Parameter = dinamika keterkaitan dan keterhubungan, kalkulasi, timing

 

1 = Ia tidak mampu memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Akibatnya kalkulasinya selalu tidak   jitu, ia selalu tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta selalu timbul dampak negatif yang  mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.]

 

1 = Ia selalu tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Akibatnya kalkulasinya selalu tidak   jitu, ia selalu tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya selalu berdaya hasil tidak maksimal(rendah) serta selalu timbul dampak negatif yang  mengganggu dan/atau menimbulkan masalah baru.

CARA KERJA ELANG

SITUASI MENENTUKAN TIMING

174

17/12/2013

Rev: 131217

175 of 264

Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)

5= Dia sangat konsisten [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, sangat konsisten jitu dalam menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode  yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang sangat konsisten efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia leluasa dan sangat konsisten piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

 

5= Dia tidak pernah tidak [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, tidak pernah tidak jitu dalam menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode  yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang tidak pernah tidak efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia leluasa dan tidak pernah tidak piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

CARA KERJA ELANG

KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN

175

17/12/2013

Rev: 131217

176 of 264

Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)

4 = Dia konsisten [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia konsisten cukup jitu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode  yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang konsisten efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia konsisten mampu dan cukup piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

 

4 = Dia sangat jarang tidak [faham dan piawai] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia sangat jarang tidak cukup jitu menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode  yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang sangat jarang tidak efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia sangat jarang tidak mampu dan cukup piawai mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

CARA KERJA ELANG

KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN

176

17/12/2013

Rev: 131217

177 of 264

Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)

3 = Dia selalu [faham dan cukup mampu] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia selalu cukup mampu  menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang selalu relatif efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia selalu cukup mampu  mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.�

3 = Dia jarang tidak [faham dan cukup mampu] dalam menerapkan pendekatan konflik, dia jarang tidak cukup mampu  menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Melalui pilihan cara  pencapaian solusi yang jarang tidak relatif efektif ditengah berbagai perbedaan yang ada, ia jarang tidak cukup mampu  mengerahkan kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif.

 

CARA KERJA ELANG

KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN

177

17/12/2013

Rev: 131217

178 of 264

Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)

2 = Dia kesulitan menerapkan pendekatan konflik, dia kesulitan  menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia sering menggunakan [metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri], kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan sering tidak pas(berlebihan/terlalu lemah), sehingga tujuan sering tidak[ tercapai dengan efektif]. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.

 

2 = Dia sering tidak menerapkan pendekatan konflik, dia sering tidak menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia sering menggunakan [metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri], kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan sering tidak pas(berlebihan/terlalu lemah), sehingga tujuan sering tidak[ tercapai dengan efektif]. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.

CARA KERJA ELANG

KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN

178

17/12/2013

Rev: 131217

179 of 264

Parameter = (menerapkan pendekatan konflik, menganalisa kondisi, mengerahkan power(intensitas) dan kecepatan, tujuan)

1= Dia tidak mampu faham dan tidak mampu dalam menerapkan pendekatan konflik, dia tidak mampu  menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia selalu menggunakan metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri,  kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif selalu tidak pas, berlebihan atau terlalu lemah. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.�

1= Dia selalu tidak faham dan tidak mampu dalam menerapkan pendekatan konflik, dia selalu tidak  menganalisa kondisi yang ada untuk memilih metode yg tepat (mendominasi, tawar menawar, kerjasama dll - LBE). Dia selalu menggunakan metode resolusi perbedaan dan konflik dengan gaya dan caranya sendiri,  kecepatan dan intensitas upaya untuk mencapai tujuan secara tepat dan efektif selalu tidak pas, berlebihan atau terlalu lemah. Akibatnya, atas nama masing2 "golden filter" para pihak berjalan tidak sinergi.�

CARA KERJA ELANG

KONDISI MENENTUKAN POWER (INTENSITAS) DAN KECEPATAN

179

17/12/2013

Rev: 131217

180 of 264

Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang

5 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sangat konsisten piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan maksimal]. Daya hasil peluang yang dinamis sangat konsisten maksimal.�

5 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia tidak pernah tidak piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan maksimal]. Daya hasil peluang yang dinamis tidak pernah tidak maksimal.�

CARA KERJA ELANG

DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN

180

17/12/2013

Rev: 131217

181 of 264

Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang

4 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia konsisten piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis maksimal.�

4 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sangat jarang tidak piawai dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis maksimal.

CARA KERJA ELANG

DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN

181

17/12/2013

Rev: 131217

182 of 264

Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang

3 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia selalu cukup mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan cukup baik]. Daya hasil peluang yang dinamis kadang tidak maksimal.��3 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia jarang tidak cukup mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya setiap saat teratasi dan [terpenuhi dengan cukup baik]. Daya hasil peluang yang dinamis kadang tidak maksimal.�

CARA KERJA ELANG

DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN

182

17/12/2013

Rev: 131217

183 of 264

Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang

2 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia kesulitan dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya sering tidak teratasi dan sering tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis sering tidak maksimal.��2 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia sering tidak dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya sering tidak teratasi dan sering tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis sering tidak maksimal.��

CARA KERJA ELANG

DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN

183

17/12/2013

Rev: 131217

184 of 264

Parameter = [navigasi-situasi-kondisi], mensinergikan, tantangan, daya hasil peluang

1 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia tidak mampu dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya selalu tidak teratasi dan selalu tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis selalu rendah.�

 

1 = dengan kombinasi kemampuan [navigasi-situasi-kondisi] yang ada, ia selalu tidak dalam mensinergikan [arah, timing,power /intensitas dan kecepatan] sehingga semua tantangan dalam tugas dan fungsinya selalu tidak teratasi dan selalu tidak [terpenuhi dengan baik]. Daya hasil peluang yang dinamis selalu rendah.�

 

 

CARA KERJA ELANG

DAYA HASIL KETIGANYA DIMAKSIMALKAN

184

17/12/2013

Rev: 131217

185 of 264

5 = Ia sangat konsisten memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang sangat konsisten jitu* ia sangat konsisten efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].

 

5 = Ia tidak pernah tidak memahami dinamika keterkaitan dan keterhubungan berbagai faktor dan berbagai pihak yang akan menghadapi dampak keputusan dan tindakannya. Dengan kalkulasi yang tidak pernah tidak jitu* ia tidak pernah tidak efektif menetapkan timing yang tepat.

 

[*sehingga dampak kesimpulan dan tindakannya sangat konsisten berdaya hasil maksimal dengan dampak negatif yang sangat konsisten minimal (bila ada)].

 

Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL

185

17/12/2013

Rev: 131217

186 of 264

Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi

4 = Ia konsisten efektif memelihara kapasitasnya sehingga konsisten [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia konsisten efektif mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan konsisten [efektif dan preemtive] tertangani dengan hasil yang konsisten maksimal melalui sinergi.��4 = Ia sangat jarang tidak efektif memelihara kapasitasnya sehingga sangat jarang tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia sangat jarang tidak efektif mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga sangat jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sangat jarang tidak [efektif dan preemtive] tertangani dengan hasil yang sangat jarang tidak maksimal melalui sinergi.�

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL

186

17/12/2013

Rev: 131217

187 of 264

Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi

3 = Ia selalu memelihara kapasitasnya sehingga selalu [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia selalu  mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga selalu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu preemtive tertangani dengan hasil yang selalu maksimal melalui sinergi.�

3 = Ia jarang tidak memelihara kapasitasnya sehingga jarang tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia jarang tidak  mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga jarang tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan jarang tidak preemtive tertangani dengan hasil yang jarang tidak maksimal melalui sinergi.�

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL

187

17/12/2013

Rev: 131217

188 of 264

Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi

2 = Ia kesulitan memelihara kapasitasnya sehingga sering tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia kesulitan mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga kesulitan mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sering tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu kurang maksimal melalui sinergi.��2 = Ia sering tidak memelihara kapasitasnya sehingga sering tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia sering tidak mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga sering tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan sering tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu kurang maksimal melalui sinergi.�

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL

188

17/12/2013

Rev: 131217

189 of 264

Parameter : memelihara kapasitas, navigasi potensi gangguan, menyalakan lampu proyek, follow-up, pre-emtive, melalui sinergi

1 = Ia tidak mampu memelihara kapasitasnya sehingga selalu tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia tidak  mampu  mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga tidak mampu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu tidak maksimal melalui sinergi.�

1 = Ia selalu tidak memelihara kapasitasnya sehingga selalu tidak [efektif dan preemptive] dalam me-navigasi potensi gangguan terhadap kinerja tinggi di  dalam dan di sekitar lingkup tugasnya. Ia selalu tidak mengambil langkah nyata yang preemtive menyalakan lampu proyek yang terkomunikasi dengan tegas dan dua arah. Ia juga selalu tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Lampu2 proyek yang ia nyalakan selalu tidak preemtive tertangani dengan hasil yang selalu tidak maksimal melalui sinergi.�

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN GLOBAL

189

17/12/2013

Rev: 131217

190 of 264

Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target

5= Dia sangat konsisten terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sangat konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sangat konsisten efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target sangat konsisten efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

 

5= Dia tidak pernah tidak terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga tidak pernah tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia tidak pernah tidak efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target tidak pernah tidak efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK

190

17/12/2013

Rev: 131217

191 of 264

Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target

4= Dia konsisten terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga konsisten efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia konsisten efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - Sistem di depan), hingga target konsisten efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

 

4= Dia sangat jarang tidak terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sangat jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sangat jarang tidak efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - Sistem di depan), hingga target sangat jarang tidak efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK

191

17/12/2013

Rev: 131217

192 of 264

Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target

3= Dia selalu terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga selalu efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia selalu efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target selalu efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

 

3= Dia jarang tidak terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga jarang tidak efektif mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia jarang tidak efektif  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), hingga target jarang tidak efektif maksimal tercapai  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)]

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK

192

17/12/2013

Rev: 131217

193 of 264

Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target

2= Dia kesulitan terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga kesulitan dalam mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia kesulitan  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia kesulitan dalam mencapai target maksimal, sehingga  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] sulit terwujud.

 

2= Dia sering tidak terlibat aktif dalam perencanaan  dan realisasi strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga sering tidak dalam mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia sering tidak memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia sering tidak dalam mencapai target maksimal, sehingga  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] sulit terwujud.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK

193

17/12/2013

Rev: 131217

194 of 264

Parameter : perencanaan, realisasi strategi preemtive, follow-up lampu proyek, kendali proses sinergi fungsional, upaya pencapaian target

1= Dia tidak mampu terlibat aktif membuat perencanaan  dan merealisasikan strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga tidak mampu mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia tidak mampu  memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia tidak mampu mencapai target maksimal, sehingga  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] selalu tidak terwujud.

 

1= Dia selalu tidak terlibat aktif membuat perencanaan  dan merealisasikan strategi pre-emtive yang terarah dan terukur atas peran fungsionalnya. Ia juga selalu tidak mem follow-up agar lampu proyek yang telah nyala tertangani secara sinergi. Dia selalu tidak memaksimalkan kendali proses sinergi fungsional nya (step by step berperan dalam tim mengkondisikan, menyelaraskan, melahirkan sinergi dan menjaga jangan sampai tumpah; menggunakan tools: LBE - sistem di depan), dia selalu tidak mencapai target maksimal, sehingga  [efisien, efek domino positif(satu selesai-yg lain ikut terselesaikan)] selalu tidak terwujud.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YANG DIJALANKAN EFEKTIF MEWUJUDKAN PERAN POKOK

194

17/12/2013

Rev: 131217

195 of 264

Parameter : program, mendorong dan menuntut

5 = Ia sangat konsisten dan sangat piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk sangat konsisten mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

 

5 = Ia tidak pernah tidak sangat piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk tidak pernah tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?

195

17/12/2013

Rev: 131217

196 of 264

Parameter : program, mendorong dan menuntut

4 = Ia konsisten piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk konsisten mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

 

4 = Ia sangat jarang tidak piawai menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk sangat jarang tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?

196

17/12/2013

Rev: 131217

197 of 264

Parameter : program, mendorong dan menuntut

3 = Ia selalu menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk selalu  mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

3 = Ia jarang tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Program yang terbentuk jarang tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?

197

17/12/2013

Rev: 131217

198 of 264

Parameter : program, mendorong dan menuntut

2 = Ia kesulitan menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia kesulitan mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.

 

2 = Ia sering tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia sering tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?

198

17/12/2013

Rev: 131217

199 of 264

Parameter : program, mendorong dan menuntut

1 = Ia tidak mampu menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia tidak mampu mendorong dan menuntut kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.

 

1 = Ia selalu tidak menjalankan tugasnya dengan program sesuai sistem JMM. Dia selalu tidak [mendorong dan menuntut] kualitas proses maksimal dan profit maksimal dari setiap fungsi melalui program yang ia bentuk.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN MENDORONG DAN MENUNTUT (KUALITAS PROSES DAN KUALITAS PROFIT) MAKSIMAL DARI SETIAP FUNGSI?

199

17/12/2013

Rev: 131217

200 of 264

Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi

5 = Ia sangat konsisten dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sangat konsisten piawai dalam peran tersebut dan sangat konsisten menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sangat konsisten membuahkan kinerja tinggi yang sangat maksimal.

 

5 = Ia tidak pernah tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia tidak pernah tidak piawai dalam peran tersebut dan tidak pernah tidak menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta tidak pernah tidak membuahkan kinerja tinggi yang sangat maksimal.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?

200

17/12/2013

Rev: 131217

201 of 264

Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi

4 = Ia konsisten dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia konsisten piawai dalam peran tersebut dan konsisten menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta konsisten membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

 

4 = Ia sangat jarang tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sangat jarang tidak piawai dalam peran tersebut dan sangat jarang tidak menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sangat jarang tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?

201

17/12/2013

Rev: 131217

202 of 264

Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi

3 = Ia selalu berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia selalu piawai dalam peran tersebut dan selalu menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta selalu membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

 

3 = Ia jarang tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia jarang tidak piawai dalam peran tersebut dan jarang tidak menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta jarang tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?

202

17/12/2013

Rev: 131217

203 of 264

Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi

2 = Ia kesulitan dalam berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia kesulitan untuk piawai dalam peran tersebut dan kesulitan dalam menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta kesulitan membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

 

2 = Ia sering tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia sering tidak piawai dalam peran tersebut dan sering tidak menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta sering tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?

203

17/12/2013

Rev: 131217

204 of 264

Parameter: berperan aktif, piawai dalam peran, menikmati kehandalan, kinerja tinggi

1 = Ia tidak mampu untuk berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia tidak mampu untuk piawai dalam peran tersebut dan tidak mampu dalam menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta tidak mampu membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

 

1 = Ia selalu tidak berperan aktif membangun 4 pilar dalam segala upaya diri dan timnya. Ia selalu tidak piawai dalam peran tersebut dan selalu tidak menikmati kehandalan  daya sinergi 4 pilar yang terwujud, serta selalu tidak membuahkan kinerja tinggi yang maksimal.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PROGRAM YG DIJALANKAN EFEKTIF MEMBANGUN DAN MEWUJUDKAN 4 PILAR YG HANDAL?

204

17/12/2013

Rev: 131217

205 of 264

Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)

hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss

hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi

 

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

5 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan 3 yang sangat baik. Perannya sangat konsisten handal, sehingga ia sangat menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

 

5 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan 3 yang sangat baik. Perannya tidak pernah tidak handal, sehingga ia sangat menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

205

17/12/2013

Rev: 131217

206 of 264

Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)

hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss

hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi

 

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

4 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya konsisten handal, sehingga ia menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

 

4 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya sangat jarang tidak handal, sehingga ia menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

206

17/12/2013

Rev: 131217

207 of 264

Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)

hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss

hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi

 

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

3 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang cukup baik. Perannya selalu handal, sehingga ia selalu menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

 

 

3 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang cukup baik. Perannya jarang tidak handal, sehingga ia jarang tidak menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

207

17/12/2013

Rev: 131217

208 of 264

Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)

hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss

hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi

 

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

2 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang buruk. Perannya sering tidak handal, sehingga ia jarang menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

 

2 = Trend hasil fisik dan teknis terhadap tugasnya kesulitan mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang baik. Perannya sering tidak handal, sehingga ia jarang menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

208

17/12/2013

Rev: 131217

209 of 264

Parameter :(hasil fisik dan teknis,peran)

hasil fisik : pencapaian produksi, pencapaian pa, pencapaian service ratio, unpredicted loss

hasil teknis : kemampuan teknis k&k, kompetensi

 

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

1 = Trend hasil fisik dan teknis tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang sangat buruk. Perannya selalu tidak handal, sehingga ia tidak pernah menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

 

1 = Trend hasil fisik dan teknis tugasnya tidak mampu mencerminkan penilaian nomor 1,2,dan3 yang sangat baik. Perannya selalu tidak handal, sehingga ia tidak pernah menjadi andalan utama dalam berbagai misi utama.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH HASIL FISIK DAN TEKNIS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

209

17/12/2013

Rev: 131217

210 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

5 = Ia sangat konsisten peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.

 

5 = Ia tidak pernah tidak [peduli dan memperjuangkan] perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

210

17/12/2013

Rev: 131217

211 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

4 = Ia konsisten peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.

 

4 = Ia sangat jarang tidak peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

211

17/12/2013

Rev: 131217

212 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

3 = Ia selalu peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.

 

3 = Ia jarang tidak peduli dan memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

212

17/12/2013

Rev: 131217

213 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

2 = Ia sering tidak peduli dan tidak memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.

 

2 = Ia sering tidak [peduli dan memperjuangkan] perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

213

17/12/2013

Rev: 131217

214 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

1 = Ia tidak mampu peduli dan tidak mampu memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.

 

1 = Ia tidak mampu peduli dan tidak mampu memperjuangkan perkembangan, pertumbuhan K&K dan shared feelings (elang) dalam peran global & fungsionalnya. Trend pertumbuhan dan perkembangan k&k dan shared feelings dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.

 

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH PERKEMBANGAN DAN PERTUMBUHAN K&K DAN SHARED FEELINGS MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

214

17/12/2013

Rev: 131217

215 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

5 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sangat konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.

 

5 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya tidak pernah tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL

MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

215

17/12/2013

Rev: 131217

216 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

4 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya konsisten mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.

 

4 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sangat jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL

MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

216

17/12/2013

Rev: 131217

217 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

3 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.

 

3 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya jarang tidak mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang cukup baik.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL

MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

217

17/12/2013

Rev: 131217

218 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

2 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya sering mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang buruk.

 

2 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya kesulitan untuk mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang baik.

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL

MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

218

17/12/2013

Rev: 131217

219 of 264

>> (1) peran global, (2) peran fungsional, (3) kualitas proses dan profit maksimal

1 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya selalu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat buruk.

 

1 = proses pengendalian dan hasil loss control dalam lingkup tugasnya tidak mampu mencerminkan penilaian nomor 1,2, dan 3 yang sangat baik.

 

KEY PERFORMANCE INDICATORS (KPI)

APAKAH POLA DAN HASIL LOSS CONTROL

MENCERMINKAN PENILAIAN NOMOR 1,2, DAN 3?

219

17/12/2013

Rev: 131217

220 of 264

PEMANFAATAN MOMENTUM

Rev: 131217

221 of 264

PEMANFAATAN MOMENTUM

  • Maksimalisasi : Maksimalisasi Yang Ada Dan Penciptaan Kembali
  • Inovasi : Berkelanjutan Dan Baru
  • Model Usaha : Yang Ada Dan Baru
  • Pertumbuhan : Red Ocean Dan Blue Ocean
  • Hubungan : Rekanan Dan Customer
  • Fitur : Keunggulan Dan Relevansi
  • Kinerja : Superstar Dan Tim Pemenang
  • Style : Kepemimpinan Otoriter Dan Keputusan Demokratis

Rev: 131217

222 of 264

Bidang ini mengharuskan setiap pelaku waspada, awas dan peka maksimal menangkap realita peluang baru. Point diatas disikapi dengan : �Memaksimalkan daya hasil peluang yang ada, dan secara bersamaan bersiap merebut peluang yang AKAN muncul.

  • Memaksimalkan yang ada diwujudkan dengan membenahi elemen-elemen kemampuan yang ada dan kemampuan bersinergi yang menghasilkan k&k keseluruhan yang dahsyat.
  • Bersiap merebut peluang diwujudkan dengan mengarahkan dan mengerahkan secara efektif pembentukan [k&k elemen] dan pembentukan [kemampuan bersinergi membentuk k&k organisasi] yang tepat untuk mengantisipasi dan merebut peluang yang AKAN muncul.
  • Hal diatas dilakukan dengan menerapkan tiga hal sekaligus:
  • Menetapkan sasaran secara radikal.
  • Memandang mata rantai proses secara menyeluruh (rekanan sampai dengan customer).
  • Mencatat berbagai persoalan customer dan trend serta gejolak peluang/pasar untuk pertimbangan.

 

MAKSIMALISASI

MAKSIMALISASI YANG ADA dan PENCIPTAAN KEMBALI

Rev: 131217

223 of 264

INOVASI

BERKELANJUTAN dan BARU

Inovasi berkelanjutan :

  • Perkembangan terus menerus untuk membangun lebih baik lagi hal – hal yang telah berhasil.
  • Membuat produk/hasil yang ada menjadi lebih [baik-cepat-ekonomis-bermanfaat] dengan fitur – fitur dan fungsi baru.
  • Memenuhi kepuasan pemilik perusahaan, sambil melindungi kepentingan konsumen.
  • Dikembangkan atas dasar [respon ancaman persaingan] da/atau [melakukan lompatan]

 

Inovasi baru :

  • Menciptakan peluang baru, atau
  • Merubah secara signnifikan peluang yang ada
  • Menghancurkan dan merombak aturan main yang ada
  • Menghadirkan kemampuan yang sebelumnya tidak terjawab
  • Merubah dasar – dasar proses usaha :

Model proses baru untuk era baru

“CHIP” eksternal dan internal yang sinergi menghasilkan kompetensi baru yang dahsyat dengan kapasitas yang luar biasa

Rev: 131217

224 of 264

MODEL USAHA

YANG ADA dan BARU

Untuk model usaha yang ada, perluas portfolio usaha dengan MENGEMBANGKAN yang ada.

 

Model usaha baru diciptakan dengan meng GABUNG – PADU kan K&k “CHIP” internal dan eksternaluntuk menangkap serta mendayahasilkan peluang.

 

Keduanya membawa organisasi menjadi :

  • Gesit ketika bertumbuh menjadi kuat
  • Fleksibel ketika akurat
  • Sigap menguasai saat transisi situasi/peluang/pasar
  • Memiliki ketahanan keuangan yang kuat berbasis [customer yang luas dan [portfolio produk/jasa yang lebih dalam]

Rev: 131217

225 of 264

PERTUMBUHAN

RED OCEAN dan BLUE OCEAN

  • Bertumbuh dalam persaingan arena RED OCEAN untuk mengasah ketangguhan profitability
  • Bertumbuh dan berpesta dalam arena BLUE OCEAN untuk membangun kekuatan keuangan
  • Bermain dalam arena kekuatan, dan bertarung dalam arena yang sagat menantang.
  • Mendorong pertumbuhan sampai puncak batas dan mendobraknya lebih tinggi lagi
  • Mendayahasilkan sumberdaya terbaik dan mempertinggi daya hasil terbaik yang ada
  • Maksimal mendaya-hasilkan ide yang ada, dan mengembangkan ide tanpa batas

Rev: 131217

226 of 264

Tujuan adalah MENYENAGKAN rekanan yang MEMUASKAN customer.

 

[VOLUME] menenangkan rekanan yang menciptakan [NILAI] yang memuaskan customer.

 

Keduanya menciptakan :

  • Kemampuan menangani dan mengatasi tantangan
  • Pengetahuan SUPERIOR tentang segmen pasar vertical
  • Nilai sebagai asset bagi customer
  • [(k&k, pertumbuhan, profitability) customer]
  • Membangun k&k rekanan untuk peluang baru
  • Membangun momentum untuk me”LEDAK”kan sinergi [k&k rekanan] dan [kebutuhan peluang yang dinamis]

HUBUNGAN

REKANAN dan CUSTOMER

226

17/12/2013

Rev: 131217

227 of 264

FITUR

KEUNGGULAN dan RELEVANSI

Keunggulan membawa organisasi menjadi terdepan.

 

Relevansi membawa produk/jasa organisasi menjadi paling berarti.

 

Teknologi menghasilkan pertumbuhan melaui [

hasil unggul dan relevansi tinggi]

 

model proses menggerakkan relevansi.

 

Budaya mempertanggung-jawabkan SEKALIGUS keunggulan dan relevansi.

 

Kolaborasi untuk mengkondisikan dan melahirkan sinergi menghasilkan ledakan manfaat :

  • PRIMA yang terus bertumbuh ke level yang lebih tinggi
  • K&k yang bertumbuh secara revolusioner
  • Keberhasilkan customer yang dahsyat
  • Kemitraan yang sangat relevan bagi customer
  • Relevansi kemitraan bagi customer yang lebih lanjut mendorong pertumbuhan organisasi

 

227

17/12/2013

Rev: 131217

228 of 264

KINERJA

SUPERSTAR dan TIM PEMENANG

  • Kesatuan TIM utuh yang unggul dengan daya serang individu yang SUPERSTAR
  • Rajutan yang membawa para SUPERSTAR bersekutu dalam TIM yang sinergi
  • Kombinasi otomatis SUPERSTAR yang meledakkan sinergi unggul masing – masing k&k dalam suatu tim dahsyat

228

17/12/2013

Rev: 131217

229 of 264

STYLE

KEPEMIMPINAN OTORITER dan KEPUTUSAN DEMOKRATIS

  • Kepemimpinan [TEKNIS – PROSES – MANUSIA] yang otoriter
  • Perintah dan kendali dapat di klonig, pastikan itu menjadi praktek yang lazim pada setiap sector dan level
  • Lingkungan kolaboratif yang mengarahkan pengambilan keputusan demokratis yang mendukung kepemimpinan [TEKNIS – PROSES – MANUSIA] yang otoriter

229

17/12/2013

Rev: 131217

230 of 264

230

17/12/2013

Sistem Manajemen Jakarta Multi Makmur

Rev: 131217

231 of 264

PENGANTAR

Kita telah lama menyadari bahwa kualitas sinergi yang diandalkan JMM sebagai daya saing unggulan SELALU HADIR saat kita menangani berbagai kondisi kritis dan musibah/bencana. Pada situasi demikian tidak tampak egoisme departemental dan ritual-ritual kosong prosedur mengatas-namakan sistem. Semua pihak berikhtiar mengkontribusikan K&K terbaik yang ia miliki, dan sungguh menakjubkan DALAM WUJUD SINERGI yang luar biasa.

Budaya dan sistem menejemen JMM telah dirancang dan dibangun untuk secara otomatis menghadirkan sinergi hebat seperti yang selalu kita peragakan saat terjadi kondisi kritis dan musibah/bencana. Sistem Menejemen “Sekuat Elang – Seketat Gurita” merangkum praktek-praktek menejemen JMM yang telah ada ke dalam bentuk yang ringkas. sederhana dan lebih mudah dicerna.

Semoga bentuk dan ulasan yang demikian dapat membantu seluruh anggota keluarga JMM lebih mudah mencerna-mendalami-menghayati nya, sehingga SINERGI kita setiap saat terpelihara dan terasah sebagai UNGGULAN seperti yang di AMANAH kan dalam visi misi kita .

Semoga dokumen ini dapat signifikan membantu menjaga dan mencegah kita larut dalam zona nyaman serta tenggelam dalam ritual-ritual kosong.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa merestui dan membimbing kita untuk terus tumbuh semakin hebat-kuat-ketat dalam membesarkan JMM SEMAKIN HEBAT - SEMAKIN LUAS dan menjadi wadah yang sejahtera serta mensejahterakan seluruh anggota keluarganya Semoga dengan demikian kita semua dapat ikut mensejahterakan lingkungan di sekitar kita.

Jakarta, 20 April 2013.

Swandi Khang

Direktur Utama

Rev: 131217

232 of 264

JMM

JMM

Rev: 131217

JMM

JMM

JMM

233 of 264

Rev: 131217

234 of 264

JMM

JMM

JMM

JMM

JMM

Rev: 131217

235 of 264

JMM

Rev: 131217

236 of 264

236

17/12/2013

Rev: 131217

237 of 264

237

17/12/2013

Rev: 131217

238 of 264

238

17/12/2013

Rev: 131217

239 of 264

239

17/12/2013

Rev: 131217

240 of 264

240

17/12/2013

JMM

JMM

JMM

Rev: 131217

241 of 264

241

17/12/2013

JMM

JMM

JMM

JMM

Rev: 131217

242 of 264

242

17/12/2013

JMM

JMM

Rev: 131217

243 of 264

243

17/12/2013

JMM

JMM

JMM

JMM

JMM

Rev: 131217

244 of 264

244

17/12/2013

JMM.

Rev: 131217

245 of 264

245

17/12/2013

Rev: 131217

246 of 264

246

17/12/2013

Rev: 131217

247 of 264

247

17/12/2013

JMM

Rev: 131217

248 of 264

248

17/12/2013

Rev: 131217

249 of 264

STRUKTUR MATRIKS

  1. Menyalakan Lampu Proyek
  2. Masing-masing k&K menyalakan lampu peran
  3. Keputusan operasi lampu-lampu (15 menit)
  4. Mengatasi Perbedaan – perbedaan naikkan keatas
  5. Menampung dan mengatasi lemparan spidol
  6. Veto BOD HOLD lampu proyek
  7. Membangun & mengembangkan organisasi Matrik
  8. Merawat, Menumbuhkan & Mengembangakan(kloning ) masing - masing dan keseluruhan fungsi - fungsi (80 - 20)
  9. koridor Operasi oleh SPA, ABC, dan PSDM
  10. Menempatkan dan mencopot K&K ke dalam/dari struktur matrix

Rev: 131217

250 of 264

Struktur Matriks

Menyalakan Lampu Proyek

  • Peka terhadap kebutuhan sinergi K&K tambahan untuk kinerja tinggi.
  • Terlibat penuh dalam membantu, mendorong, menyalakan lampu proyek dan memastikan K&K bantuan mencegah terganggunya kinerja tinggi.
  • Terlibat langsung membantu, mendorong terobosan menyembuhkan akar masalah
  • Menyalakan lampu (proyek baru) “lempar spidol” bila kinerja sinergi baru antara K&K yang ada dan yang baru masih akan mengancam terganggunya kinerja tinggi.
  • Bila diperlukan, ulangi langkah-langkah di atas sampai level tertinggi demi MENCEGAH terganggunya kinerja tinggi.
  • DALAM SEGALA SITUASI, KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA.

Rev: 131217

251 of 264

Struktur Matriks

Masing-Masing K&K Menyalakan Lampu Peran

  • SEPENUHNYAmemastikan,mengikuti dan memahami dinamika kebutuhan sinergi K&K di seluruh wilayahnya.
  • Memastikan keterlibatan dirinya dalam menghadirkan sinergi K&K, menyalakan "LampuPeran"-nya maupun melalui koordinasi untuk mendorong dinyalakannya "LampuPeran" rekan lain.
  • MemastikanK&K yang sepenuhnya memahami sinergi yang harus diperankannya.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

252 of 264

Struktur Matriks

Keputusan Operasi Lampu – Lampu (maksimal 15 menit)

  • Mendorong mewujudkan rapat singkat untuk merundingkan dan memutuskan rencana sinergi K&K "Lampu Peran".
  • Memaksimalkan kinerja tinggi dalam setiap "Lampu Proyek" yang berada diwilayahnya.
  • Mendorong dan mewujudkan rapat-rapat tersebut terselenggara dalam waktu tidak lebih dari 15 menit.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

253 of 264

Struktur Matriks

Mengatasi Perbedaan – Perbedaan dengan“Lempar Spidol”

  • “Lempar Spidol” untuk mencapai solusi pada pandangan atau pendapat yang berbeda.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

254 of 264

Struktur Matriks

Menampung Dan Mengatasi Lemparan Spidol

  • Melibatkan K&K yang sesuai untuk SEGERA mendapatkan solusi pada setiap"LemparSpidol".
  • Mendorong terselenggaranya kegiatan “lempar spidol” dalam tambahan waktu kurang dari 15 menitsejak"LampuProyek" pertamadinyalakan.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

255 of 264

Struktur Matriks

Peran mendorong Veto BOD untuk HOLD "Lampu Project" dan/atau "Lampu Peran”

  • Mengingatkan BOD untuk memberi arahan operasi yang dapat mengganggu kinerja tinggi (keseluruhan/sebagian) JMM.
  • Mendorong veto BOD untuk meng hold keputusan apabila terdapat penyimpangan arah operasi dengan menghentikankegiatan"LampuProyek“ dan / atau "Lampu Peran", serta menyalakan "Lampu Proyek" baru untuk memperbaikinya (berdasarkan Golden Filter).
  • DALAM SEGALA SITUASI, KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

256 of 264

Struktur Matriks

Membangun & Mengembangkan Organisasi Matriks

  • Terlibat langsung membantu, mendorong, mewujudkan dan memastikan efektifnya program kloningK&K SDM dan Organisasi.
  • Memastikan seluruh rangkaian kegiatan cloning dilaksanakan dalam kerangka Sistem Management Matrix.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

257 of 264

Struktur Matriks

Rawat, Tumbuhkan & Kembangkan (kloning) masing-masing

dan keseluruhan fungsi-fungsi(80:20)

  • Memastikan perannya terlaksana dengan perbandingan 80:20.
  • Menata sinergi K&K SDM keluar dan kedalam lingkup tanggung jawabnya agar 80:20 dirinya maksimal dan efektif
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

258 of 264

Struktur Matriks

Koridor Operasi oleh SPA, ABC dan PSDM

  • Menempatkan diri pada koridor SPA-ABC-PSDM dalam suasana kekeluargaan dalam budaya JMM
  • Maksimal dalam memanfaatkan peran SPA-ABC-PSDM membentuk dan mempertahankan karakter PRIMA.
  • Butir di atas dilaksanakan dengan memperhatikan fokus peran spesifik SPA-ABC-PSDM sebagai berikut:

SPA:

Sistem yang membentuk-merawat-meningkatkan kinerja tinggi melalui karakter PRIMA.

ABC:

Pencegahan "Direct & Opportunity Losses" sampaiketingkat "Zero Unpredicted Loss" oleh para Penyedia [Alat-Pekerjaan-SDM] dan seluruh fungsi Operasional melalui karakter PRIMA.

PSDM:

Maksimalnya pertumbuhan dan pengembangan SDM dan organisasinya yang secara masing2 maupun keseluruhan bersinergi membentuk dan mempertahankan karakter PRIMA.

  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

259 of 264

Struktur Matriks

Menempatkan dan mencopot K&K kedalam / dari struktur matrix

  • Membantu, mendorong setiap anggota keluarga JMM berdasarkan Golden Filter menyalakan lampu proyek.
  • Membantu, mendorong semua pihak aktif menghadirkan Golden Filter yang efektif.
  • Membantu, mendorong semua pihak mengamankan dan mengisolasi K&K yang mengganggu untuk direhabilitasi sesuai sistem dan budaya JMM.
  • Peran Penyedia [Alat-Pekerjaan-SDM] dan seluruh fungsi Operasional wajib mendorong dan membina kesuburan dan kesehatan butir di atas dengan membimbing secara kekeluargaan terbentuknya Golden Filter yang lebihefektif.
  • KINERJA TINGGI HARUS TETAP TERJAGA DAN TERPELIHARA

Rev: 131217

260 of 264

Rev: 131217

261 of 264

Rev: 131217

262 of 264

Rev: 131217

263 of 264

Rev: 131217

264 of 264

6/7/2014

PEMAHAMAN 4 PILAR

Pemahaman 4 Pilar

PEMAHAMAN 4 PILAR

 

4 Pilar yang harus ditegakan :

1. Skill Unskill

Memastikan suatu pekerjaan dilakukan oleh K&K yang tepat

2. Sistem Kendali Mutu

Memastikan kualitas/mutu proses terkendali hingga tujuan/prinsip yang dituju tercapai.

3. Kepemiminan

Memastikan peran dan fungsi kepemimpinan proses, kepemimpinan teknis dan kpemimpinan manusia berfungsi efektif sesuai tuntutan dinamika situasi dan kondisi sehingga k & K yang ada menjadi aset berdaya ledak sinergi yang tinggi

4. Populasi dan penyebaran (cloning)

Memastikan ketercukupan populasi K dan K memenuhi tuntutan sinergi meghasilkan

kinerja tinggi maksimal dan tuntutan penajaman dan penyebaran kedepan, antara lain

melalui pengaturan dan cloning.

Rev: 131228