1 of 20

Mahasiswa adalah Pemikir dan Ilmuwan

Oleh: Roberto Kaban�228123017

Tugas Presentasi ke-2

Matakuliah: Filsafat Ilmu

Dosen Pengampu: Prof. Dr. Muhammad Zarlis

2 of 20

Berpikir Keilmuan

  • Sebuah tugas kemanusian dan tugas budaya yang makin memperluas kesadaran (reasoning)

  • Mampu mendongkrak keterbatasan-keterbatasan kodrati manusia untuk melakukan penemuan-penemuan (invention) serta karya-karya budaya

  • Memanusiakan diri dan lingkungannya menjadi pribadi dan lingkungan yang manusiawi serta berbudaya.

3 of 20

Berpikir Keilmuan

Berpikir keilmuan Bukanlah….

  • Berkhayal untuk mencari kepuasan temporer

  • Tetapi, proses yang mesti membuahkan pengetahuan ilmu

4 of 20

Mahasiswa sebagai pemikir

  • Mahasiswa bukan hanya menghadapi pikirannya, tetapi mengolah, mengkritisi, dan menatanya sedemikian rupa dengan pola penalaran yang logis maupun metode pemikiran yang khas untuk membangun dunia keilmuannya.

  • Terarah sepenuhnya untuk keilmuannya, baik untuk kepentingan pengembangan ilmu secara luas maupun untuk penerapan dalam memecahkan permasalahan kehidupan di dalam lingkungannya.

5 of 20

Mahasiswa sebagai pemikir

  • Merupakan serangkaian gerak kegiatan pemikiran dalam mengikuti jalan pemikiran tertentu -> sebuah kesimpulan yang berupa pengetahuan khusus (special knowledge), dalam hal ini disebut pengetahuan keilmuan (scientific knowledge).

  • Pengetahuan keilmuan bukanlah pikiran yang statis dan final tetapi akan terus berkembang

6 of 20

PERUBAHAN-DEMI PERUBAHAN

POLA BERPIKIR

BERPIKIR

BERNALAR

SISTEMATIK

SISTEMIK

Sistematik, dilakukan secara konsisten, metodis, dan mengikuti prosedur

Sistemik, sesuatu yang dapat mempengaruhi sistem secara keseluruhan.

7 of 20

1. Merumuskan masalah

2. Merumuskan Hipotesis

3. Mengumpulkan data

4. Menguji Hipotes

5. Merumuskan Kesimpulan

Skema proses berpikir

dalam kerangka keilmuan

8 of 20

BERPIKIR

KEILMUAN

BERPIKIR

NON KEILMUAN

Vs

9 of 20

Tidak sistematis,tidak menggunakan metode spesifik

Tidak dapat dikuur secara empiris

Tidak dapat diukur secara pasti

Logis dan Analitis

Secara sistematis dan menggunakan metode atau kaidah-kaidah ilmiah

Intuisi dan wahyu

Logika yang benar dan terbuka untuk diuji oleh orang lain

Perumusan masalah jelas dan spesifik

Berdasarkan Fakta

Tidak berdasarkan Fakta

Keilmuan

!Keilmuan

10 of 20

Ciri Pemikiran Keilmuan

Sungguh�sungguh

Disiplin

Metodis

Terarah ke Pengetahuan

11 of 20

SUNGGUH-SUNGGUH

  • Berpikir dengan keseriusan, curahan pemikiran yang mendalam, totalitas penghayatan untuk membedah suatu pemikiran sampai mendapatkan kejelasan, kepastian dan ketepatan bagi sebuah keilmuan.

  • Tidak sekedar bermai-main dengan pikirannya untuk mencari popularitas, tetapi menjadi teladan atau prototype kebenaran dari pemikiran keilmuan itu sendiri.�

12 of 20

DISIPLIN

  • Membutuhkan komitmen diri dalam mengawal pengembangan pemikiran sampai pada pembuktian-pembuktian kebenaran pemikiran keilmuan

  • Menunjukkan pula sikap ketaatan dan kesetiaan pada garis atau ciri pemikiran yang ditekuni sampai membuahkan hasilnya sebagai ilmu

13 of 20

METODIS

  • Diproses dan dihasilkan dengan cara-cara kerja yang tertanggung jawab, baik dari sisi rasio maupun teknis analisis, pengujian, dan pembuktiannya.
  • Dapat menjadi acuan bagi public dalam rangka pengujian dan pengembangan ilmu tersebut.

14 of 20

TERARAH KE PENGETAHUAN

Harus diarahkan sedemikiran rupa untuk menghasilkan sistem pemikiran yang tersusun secara sistematis dan menjadi kerangka pemikiran dasar bagi sebuah bangunan keilmuan

15 of 20

Kelebihan

Kekurangan

Berpikir

kelimuan

16 of 20

Kelebihan berpikir Keilmuan

Berpikir Kritis

Terbiasa mencari informasi sebanyak mungkin berkaitan dengan bidang kajiannya secara luas dan mendalam.

Bersikap Skeptis

Meragukan setiap pernyataan ilmiah yang belum teruji kebenarannya.

Bersikap Terbuka

Kebiasaan mau mendengarkan pendapat, argumentasi dan kritik orang lain

17 of 20

Bersikap Objektif

Sikap objektif ini terlihat pada kebiasaan menyatakan apa adanya, tanpa diikuti perasaan pribadi.

Bersikap berani mempertahankan kebenaran

Berani membela fakta dan hasil temuan lapangan atau pengembangan walapun bertentangan atau tidak sesuai dengan teori atau dalil yang ada.

Kelebihan berpikir Keilmuan

18 of 20

Mendewakan pengetahuan

Mendewa-dewakan pemikiran dan lupa bahwa ilmu adalah buatan manusia.

Kekurangan berpikir Keilmuan

19 of 20

[1] ACHMAD DARDIRI, “Handout Filsafat Ilmu”, akses online: http://staffnew.uny.ac.id/upload/130936811/pendidikan/handout+-+FILSAFAT+ILMU.pdf

[2] Keraf Gorys, 1992, Argumentasi dan Narasi, Gramedia, Jakarta, hal. 2-7

[3] Philarchive ”Mudul perkuliahan Filsafat Ilmu” akses online: ,https://philarchive.org/archive/BOEFI

[4] Suaedi, 2016, Pengantar Filsafat Ilmu, IPB Press

[5] The Liang Gie, 1985, Kamus Logika, Nurcahya, Yokyakarta. -----------------, 1996, Filsafat Ilmu, Liberty, Yogyakarta.

[6] Watloly, A. 2001, Tanggung Jawab Pengetahuan, Kanisius, Yogyakarta, 2001. ---------------; Memandang Pikiran dan Ilmu serta Cara mengerjakannya (belum diterbitkan).

[7] Zarlis, M, 2022, “Modul Kuliah Pertemuan 2:PEMIKIR DAN ILMUWAN: MAHASISWA SEBAGAI PEMIKIR DAN ILMUWAN“, Ilmu Komputer Sem 1

Referensi

20 of 20

Terima Kasih