Sumber foto: tpsdave, pixabay.com
AWAL KEHIDUPAN MANUSIA INDONESIA
BAB ❷
Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup
Berlangsung sekitar 2,5 miliar tahun lalu, bumi masih seperti bola panas sehingga belum ada kehidupan.
Berlangsung sekitar 500–245 juta tahun lalu. Suhu bumi masih belum stabil, namun curah hujan cukup tinggi dan terdapat makhluk bersel satu.
Berlangsung sekitar 245–65 juta tahun yang lalu. Suhu bumi sudah semakin stabil dan bermunculan hewan raksasa (dinosaurus).
Muncul pulau-pulau baru, termasuk pulau-pulau di Indonesia. Selain itu, makhluk-makhluk raksasa mengalami kepunahan dan mulai berkembangnya kehidupan manusia purba.
Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup
Berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu. Masa ini terbagi menjadi dua, yakni masa glasial dan interglasial.
CHARLES DARWIN
Semua makhluk hidup berasal dari makhluk bersel satu. Manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme teori evolusi. Adanya manusia modern (Homo sapiens) seperti sekarang berkembang dari jenis primata, antropoidea, kemudian hominidae (bangsa kera dan simpanse). Teori ini juga menggolongkan manusia ke dalam bangsa (ordo) primat, yaitu kelompok mamalia yang termasuk prosimia, monyet, dan kera.
sumber: wikimedia.org
Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup
Ilustrasi tahap-tahap evolusi manusia berdasarkan Teori Darwin, sampai saat ini masih menjadi kontroversi.
sumber: shutterstock.com
01
02
03
04
Tenaga Endogen
Perubahan Iklim
Letusan Gunung Api
Tenaga Eksogen
Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup
01
Tenaga Endogen
02
Tenaga Eksogen
Secara umum
Tenaga eksogen
adalah tenaga yang berasal dari luar bumi.
tenaga eksogen berasal dari tiga (i) atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin; (ii) air, yaitu berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya; (iii) organisme, yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.
03
Perubahan Iklim
sumber: wikimedia.org
04
Letusan Gunung Api
Keadaan alam yang belum stabil tampak dari adanya letusan gunung api. Lempeng tektonik berupa massa batuan yang sangat besar sehingga energinya besar pula. Lempeng-lempeng yang terus bergerak ini pada suatu saat akan mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras.
Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Peta persebaran manusia awal
sumber: wikipedia.org
Teori ini memandang Homo sapiens berasal dari satu tempat di Afrika sekitar 100.000–70.000 tahun lalu. Salah satu kelompok migrasi Homo sapiens tersebut sampai ke Indonesia kemudian berlanjut ke Australia.
Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia
1
Teori
Out of Africa
2
Teori Out of Taiwan
3
Teori Out of Yunnan
Padi yang dibudidayakan oleh para petani di daerah Taiwan (penutur bahasa Austranesia), menyebar ke Nusantara (kebudayaan bercocok tanam).
Peta persebaran manusia purba menurut teori Afrika.
sumber: wikimedia.org
3
Teori Out of Yunnan
Deutero-Melayu
Proto-Melayu
Negrito
Suku Dayak, Toraja,
Batak, dan Papua.
Mendiami sebagian besar daerah Papua dan pedalaman Riau (suku Siak atau Sakai)
Suku Jawa, Melayu,
Bugis, dan Minang.
Peta wilayah Yunnan (Tiongkok) yang diyakini sebagai asal-usul nenek moyang
bangsa Indonesia.
sumber: wikimedia.org
Manusia Purba di Indonesia
Manusia purba tertua di dunia muncul pertama kali di Afrika dari jenis Australopithecus afarensis yang hidup sekitar 4 juta tahun lalu.
Australopithecus afarensis mengalami perkembangan menjadi Homo erectus sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.
Homo erectus mengalami perkembangan menjadi Homo sapiens sekitar 300.000–200.000 tahun lalu.
sumber: wikimedia.org
Manusia Purba di Indonesia
02
03
Homo
01
Meganthropus
paleojavanicus
Pithecanthropus erectus
01
Meganthropus
paleojavanicus
Fosil Meganthropus paleojavanicus ditemukan oleh G.H.R. von Koenigswald antara tahun 1936–1941 di Sangiran, Jawa Tengah.
Meganthropus paleojavanicus berarti ‘manusia raksasa dari Jawa’.
Hasil penelitian lebih lanjut menggolongkan manusia purba ini ke dalam Homo erectus.
Ciri-cirinya tulang pipi tebal, otot kunyah kuat, tonjolan kening mencolok, tonjolan belakang tajam, tidak memiliki dagu, perawakan tegap, dan memakan tumbuhan.
sumber: Tropenmuseum/wikimedia.org
Meganthropus adalah nama yang umum untuk fosil-fosil geraham dan tengkorak berukuran besar yang ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah. Namun, kini nama genus Meganthropus dipandang keliru. Para ahli kini menyebutnya dengan Homo erectus paleojavanicus karena dipandang masih memiliki hubungan dengan Homo erectus.
sumber: dokumen penerbit
Keluarga Meganthropus
Fosil Pithecanthopus erectus pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois pada 1891–1892 di Trinil, Ngawi, Jawa Timur.
Pithecanthropus erectus berarti manusia-kera yang mampu berdiri tegak dan lurus.
Ciri-cirinya volume otaknya sekitar 900 cc, tengkoraknya pendek, tetapi memanjang ke belakang, tulang kening sangat menonjol, tinggi badan berkisar antara 165–180 cm dan telah berjalan tegak.
02
Pithecanthropus erectus
sumber: wikimedia.org
Temuan fosil manusia modern awal yang paling tua di Indonesia adalah fosil Homo wajakensis (manusia Wajak).
Berikut ciri-ciri manusia Wajak.
Tinggi badan sekitar 170 cm.
Volume otak sekitar 1.550 cc– 1.650 cc.
Bermuka lebar dan berhidung lebar namun rata.
Rahang bawah dan gigi berukuran besar.
Fosil tengkorak manusia Wajak ditemukan pertama kali oleh B.D. van Rietschoten di Campurdarat, Jawa Timur, tahun 1889.
03
Homo
Liang Bua, gua tempat ditemukannya fosil Homo floresiensis. Gambar inset adalah gambaran Homo floresiensis berdasarkan hasil rekonstruksi para ahli (gambar atas) dan tengkorak asli hobbit ini (gambar bawah).
sumber: wikimedia.org
Berdasarkan corak kehidupannya, periodisasi masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yakni masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.
Corak Kehidupan Manusia Zaman Praaksara
sumber: wikimedia.org
Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan
MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN: MESOLITIKUM
MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN: PALEOLITIKUM
Berdasarkan hasil-hasil kebudayaannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
Benda hasil kebudayaannya berupa alat batu yang masih kasar.
Benda-benda hasil kebudayaannya dibagi menjadi dua kebudayaan, yakni Ngandong dan Pacitan.
Hidup nomaden dan berkelompok dengan jumlah 10−15 orang dan telah mengenal konsep primus interpares.
PALEOLITIKUM
Flakes
Alat-alat
tulang
Alat serpih
batu
Kapak
perimbas
Berlangsung ±600.000 tahun lalu.
Manusia purba jenis Meganthropus, Pithecanthropus, dan Homo Sapiens.
Pembuatan api
Kjokkkenmoddinger
Lukisan dinding gua
Kapak Sumatralith
MESOLITIKUM
Berlangsung kira-kira 10.000−2.500 tahun lalu.
Benda hasil kebudayaannya berupa batu yang di salah satu sisinya dihaluskan.
Manusia yang hidup, yakni ras Australomelanesoid dan ras Mongoloid.
Menghasilkan sampah dapur (kjokkenmoddinger).
Dikenal dengan peradaban abris sous roche dan semisedenter.
Mengenal cara bercocok tanam dengan teknik slash and burn.
Masa Bercocok Tanam
Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Proto-Melayu yang berasal dari Yunnan, wilayah Tiongkok bagian selatan. Mereka membawa tradisi bercocok tanam dan kebudayaan baru yang disebut budaya Neolitik (Batu Muda).
sumber: wikimedia.org
Zaman Megalitikum
Zaman Megalitikum atau batu besar berbeda dengan masa batu lainnya karena tidak dapat dimasukkan dalam kelompok periodisasi praaksara Indonesia.
Istilah megalit berasal dari kata mega yang berarti ‘besar’ dan lithos yang berarti ‘batu’.
Ciri khas masa ini adalah adanya benda-kebudayaan berbentuk batu-batu besar yang dibangun dengan tujuan tertentu.
Tugu batu tempat pemujaan kepada roh nenek moyang.
MENHIR
Meja batu tempat meletakkan sesaji.
DOLMEN
Bangunan tempat pemujaan kepada roh nenek moyang, dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat.
PUNDEN BERUNDAK
Kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian.
WARUGA
Tempat untuk menyimpan jenazah yang umumnya dibuat dari batu.
SARKOFAGUS
Pemujaan terhadap roh nenek moyang.
ARCA BATU
Barang-Barang Obsidian
Gerabah
Perhiasan
Kapak Lonjong
Mata Panah
Beliung Persegi
Masa Logam terbagi atas masa tembaga, perunggu, dan besi. Bukti-bukti tertua temuan artefak besi dan perunggu di Indonesia terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan, yakni 500 SM.
Masa Perundagian
Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Deutro-Melayu atau Melayu Muda yang berasal dari Yunnan. Mereka adalah bangsa yang terampil membuat alat-alat dari logam.
Artefak besi antara lain ditemukan di dalam kubur batu Wonosari (Yogyakarta), Besuki dan Punung (Jawa Timur).
sumber: wikimedia.org
Masa perunggu di Indonesia ditandai dengan penemuan nekara, kapak corong, arca, perhiasan, dan senjata.
Berdasarkan lokasi penemuannya di Nusantara dan ciri khas reliefnya, nekara dapat dibedakan menjadi dua tipe, yakni tipe pejeng dan tipe heger.
Kebudayaan Dong Son terletak di wilayah Lembah Song Hong, Sungai Ma, Teluk Tonkin, Vietnam, dan berkembang pada 1500–500 SM.
Puncak dari kebudayaan perunggu dan munculnya artefak dari besi di Vietnam.
Nekara perunggu didatangkan ke Indonesia setelah 200 SM.
Nekara Dong Son termasuk tipe Heger I.
Masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur Semenanjung Malaya yang dibawa oleh bangsa Austronesia.
Pengaruh Kebudayaan Dong Son
Corak Nekara Dong Son
sumber: wikimedia.org
Kebudayaan Sa Huynh, kebudayaan gerabah Vietnam yang menyebar hingga ke Indonesia.
Berkembang sekitar 600 SM di wilayah Vietnam bagian utara.
Ciri kebudayaan Sa Huynh terlihat dari pola gerabah, yakni pola geometri dan pengolesan dengan warna merah dan putih.
Kebudayaan Kalanay berkembang di Filipina pada abad V SM dan menyebar ke Indonesia saat masyarakat memasuki tahap perundagian.
Pengaruh Kebudayaan Sa Huynh dan Kalanay
sumber: shutterstock.com
Nilai-nilai Budaya Masyarakat Masa Praaksara yang Masih Bertahan
1
2
Seiring berkembangnya kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa, masyarakat praaksara mewariskan nilai-nilai dan pandangan hidup melalui cara lisan. Ada dua cara menyampaikannya, yaitu secara ...
Langsung
Tidak Langsung
Tradisi, Tradisi Lisan, dan Folklor
Tradisi juga dipahami sebagai suatu adat kebiasaan yang dipertahankan turun-temurun dan masih dihayati oleh masyarakat pendukungnya.
Karena penyampaiannya dilakukan secara lisan, kemudian dikenal istilah tradisi lisan.
Folklor adalah bagian dari kebudayaan suatu masyarakat yang tersebar dan bersifat tradisional yang diwariskan secara lisan dan turun-temurun.
Jenis-Jenis Folklor
01
02
03
Mitos
Legenda
Dongeng
04
05
Nyanyian rakyat
Upacara
Upaya Melestarikan Tradisi Lisan
01
02
03
Wayang
Wayang Beber
Mak Yong
04
05
Didong
Rabab Pariaman
06
Tanggomo
Pentingnya Memelihara Tradisi Lisan
01
02
Menguatkan peran masyarakat pendukungnya
Masuk kurikulum sekolah