1 of 38

Sumber foto: tpsdave, pixabay.com

AWAL KEHIDUPAN MANUSIA INDONESIA

BAB

2 of 38

Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup

Berlangsung sekitar 2,5 miliar tahun lalu, bumi masih seperti bola panas sehingga belum ada kehidupan.

Berlangsung sekitar 500–245 juta tahun lalu. Suhu bumi masih belum stabil, namun curah hujan cukup tinggi dan terdapat makhluk bersel satu.

Berlangsung sekitar 245–65 juta tahun yang lalu. Suhu bumi sudah semakin stabil dan bermunculan hewan raksasa (dinosaurus).

3 of 38

Muncul pulau-pulau baru, termasuk pulau-pulau di Indonesia. Selain itu, makhluk-makhluk raksasa mengalami kepunahan dan mulai berkembangnya kehidupan manusia purba.

Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup

Berlangsung sekitar 600.000 tahun lalu. Masa ini terbagi menjadi dua, yakni masa glasial dan interglasial.

4 of 38

CHARLES DARWIN

Semua makhluk hidup berasal dari makhluk bersel satu. Manusia adalah hasil paling maju dari mekanisme teori evolusi. Adanya manusia modern (Homo sapiens) seperti sekarang berkembang dari jenis primata, antropoidea, kemudian hominidae (bangsa kera dan simpanse). Teori ini juga menggolongkan manusia ke dalam bangsa (ordo) primat, yaitu kelompok mamalia yang termasuk prosimia, monyet, dan kera.

sumber: wikimedia.org

Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup

Ilustrasi tahap-tahap evolusi manusia berdasarkan Teori Darwin, sampai saat ini masih menjadi kontroversi.

sumber: shutterstock.com

5 of 38

01

02

03

04

Tenaga Endogen

Perubahan Iklim

Letusan Gunung Api

Tenaga Eksogen

Perkembangan Bumi dan Munculnya Makhluk Hidup

6 of 38

01

Tenaga Endogen

  • Indonesia dibentuk oleh tiga Lempeng besar dunia, yakni Lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia, dan Lempeng Pasifik.
  • Subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia menyebabkan terbentuknya deretan pegunungan Bukit Barisan di Pulau Sumatra dan deretan gunung berapi di sepanjang Pulau Jawa, Bali, dan Lombok, serta Palung Jawa (Sunda).

7 of 38

02

Tenaga Eksogen

Secara umum

Tenaga eksogen

adalah tenaga yang berasal dari luar bumi.

tenaga eksogen berasal dari tiga (i) atmosfer, yaitu perubahan suhu dan angin; (ii) air, yaitu berupa aliran air, siraman hujan, hempasan gelombang laut, gletser, dan sebagainya; (iii) organisme, yaitu berupa jasad renik, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan manusia.

8 of 38

03

Perubahan Iklim

sumber: wikimedia.org

  • Perubahan iklim berupa turunnya permukaan laut sekitar 60–70 meter di bawah permukaan laut.
  • Pada kala Pleistosen, bagian barat Kepulauan Indonesia terhubung dengan daratan Asia Tenggara, sedangkan bagian timur seperti Pulau Papua dan sekitarnya pernah terhubung dengan daratan Australia.
  • Daratan di wilayah barat yang menghubungkan Indonesia dengan daratan Asia Tenggara kemudian disebut Paparan Sunda (Sunda Shelf), sedangkan di wilayah timur daratan yang menghubungkan Pulau Papua dan pulau-pulau sekitarnya dengan Australia disebut Paparan Sahul (Sahul Shelf).

9 of 38

04

Letusan Gunung Api

Keadaan alam yang belum stabil tampak dari adanya letusan gunung api. Lempeng tektonik berupa massa batuan yang sangat besar sehingga energinya besar pula. Lempeng-lempeng yang terus bergerak ini pada suatu saat akan mengalami gesekan atau benturan yang cukup keras.

10 of 38

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

  • Homo sapiens (manusia modern) diperkirakan telah muncul sejak 400.000–100.000 tahun lalu di Afrika.
  • Dari Afrika, Homo sapiens menyebar ke Eropa dan Asia, termasuk Indonesia.
  • Terdapat beberapa teori mengenai persebaran Homo sapiens ke Nusantara.

Peta persebaran manusia awal

sumber: wikipedia.org

11 of 38

Teori ini memandang Homo sapiens berasal dari satu tempat di Afrika sekitar 100.000–70.000 tahun lalu. Salah satu kelompok migrasi Homo sapiens tersebut sampai ke Indonesia kemudian berlanjut ke Australia.

Asal Usul Nenek Moyang Bangsa Indonesia

1

Teori

Out of Africa

2

Teori Out of Taiwan

3

Teori Out of Yunnan

Padi yang dibudidayakan oleh para petani di daerah Taiwan (penutur bahasa Austranesia), menyebar ke Nusantara (kebudayaan bercocok tanam).

12 of 38

Peta persebaran manusia purba menurut teori Afrika.

sumber: wikimedia.org

13 of 38

  • Manusia dari Yunnan diyakini bermigrasi menyusuri Sungai Mekong , menyebar hingga ke Nusantara.
  • Ada tiga gelombang migrasi manusia dari Yunnan ke Indonesia.

3

Teori Out of Yunnan

Deutero-Melayu

Proto-Melayu

Negrito

Suku Dayak, Toraja,

Batak, dan Papua.

Mendiami sebagian besar daerah Papua dan pedalaman Riau (suku Siak atau Sakai)

Suku Jawa, Melayu,

Bugis, dan Minang.

14 of 38

Peta wilayah Yunnan (Tiongkok) yang diyakini sebagai asal-usul nenek moyang

bangsa Indonesia.

sumber: wikimedia.org

15 of 38

Manusia Purba di Indonesia

Manusia purba tertua di dunia muncul pertama kali di Afrika dari jenis Australopithecus afarensis yang hidup sekitar 4 juta tahun lalu.

Australopithecus afarensis mengalami perkembangan menjadi Homo erectus sekitar 1,8 juta tahun yang lalu.

Homo erectus mengalami perkembangan menjadi Homo sapiens sekitar 300.000–200.000 tahun lalu.

sumber: wikimedia.org

16 of 38

Manusia Purba di Indonesia

02

03

Homo

01

Meganthropus

paleojavanicus

Pithecanthropus erectus

17 of 38

01

Meganthropus

paleojavanicus

Fosil Meganthropus paleojavanicus ditemukan oleh G.H.R. von Koenigswald antara tahun 1936–1941 di Sangiran, Jawa Tengah.

Meganthropus paleojavanicus berarti ‘manusia raksasa dari Jawa’.

Hasil penelitian lebih lanjut menggolongkan manusia purba ini ke dalam Homo erectus.

Ciri-cirinya tulang pipi tebal, otot kunyah kuat, tonjolan kening mencolok, tonjolan belakang tajam, tidak memiliki dagu, perawakan tegap, dan memakan tumbuhan.

sumber: Tropenmuseum/wikimedia.org

18 of 38

Meganthropus adalah nama yang umum untuk fosil-fosil geraham dan tengkorak berukuran besar yang ditemukan di Sangiran, Jawa Tengah. Namun, kini nama genus Meganthropus dipandang keliru. Para ahli kini menyebutnya dengan Homo erectus paleojavanicus karena dipandang masih memiliki hubungan dengan Homo erectus.

sumber: dokumen penerbit

Keluarga Meganthropus

19 of 38

Fosil Pithecanthopus erectus pertama kali ditemukan oleh Eugene Dubois pada 1891–1892 di Trinil, Ngawi, Jawa Timur.

Pithecanthropus erectus berarti manusia-kera yang mampu berdiri tegak dan lurus.

Ciri-cirinya volume otaknya sekitar 900 cc, tengkoraknya pendek, tetapi memanjang ke belakang, tulang kening sangat menonjol, tinggi badan berkisar antara 165–180 cm dan telah berjalan tegak.

02

Pithecanthropus erectus

sumber: wikimedia.org

20 of 38

Temuan fosil manusia modern awal yang paling tua di Indonesia adalah fosil Homo wajakensis (manusia Wajak).

Berikut ciri-ciri manusia Wajak.

Tinggi badan sekitar 170 cm.

Volume otak sekitar 1.550 cc– 1.650 cc.

Bermuka lebar dan berhidung lebar namun rata.

Rahang bawah dan gigi berukuran besar.

Fosil tengkorak manusia Wajak ditemukan pertama kali oleh B.D. van Rietschoten di Campurdarat, Jawa Timur, tahun 1889.

03

Homo

21 of 38

Liang Bua, gua tempat ditemukannya fosil Homo floresiensis. Gambar inset adalah gambaran Homo floresiensis berdasarkan hasil rekonstruksi para ahli (gambar atas) dan tengkorak asli hobbit ini (gambar bawah).

sumber: wikimedia.org

22 of 38

Berdasarkan corak kehidupannya, periodisasi masyarakat Indonesia dapat dibedakan menjadi tiga, yakni masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian.

Corak Kehidupan Manusia Zaman Praaksara

sumber: wikimedia.org

23 of 38

Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN: MESOLITIKUM

MASA BERBURU DAN MENGUMPULKAN MAKANAN: PALEOLITIKUM

Berdasarkan hasil-hasil kebudayaannya dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:

24 of 38

Benda hasil kebudayaannya berupa alat batu yang masih kasar.

Benda-benda hasil kebudayaannya dibagi menjadi dua kebudayaan, yakni Ngandong dan Pacitan.

Hidup nomaden dan berkelompok dengan jumlah 10−15 orang dan telah mengenal konsep primus interpares.

PALEOLITIKUM

Flakes

Alat-alat

tulang

Alat serpih

batu

Kapak

perimbas

Berlangsung ±600.000 tahun lalu.

Manusia purba jenis Meganthropus, Pithecanthropus, dan Homo Sapiens.

25 of 38

Pembuatan api

Kjokkkenmoddinger

Lukisan dinding gua

Kapak Sumatralith

MESOLITIKUM

Berlangsung kira-kira 10.000−2.500 tahun lalu.

Benda hasil kebudayaannya berupa batu yang di salah satu sisinya dihaluskan.

Manusia yang hidup, yakni ras Australomelanesoid dan ras Mongoloid.

Menghasilkan sampah dapur (kjokkenmoddinger).

Dikenal dengan peradaban abris sous roche dan semisedenter.

Mengenal cara bercocok tanam dengan teknik slash and burn.

26 of 38

Masa Bercocok Tanam

Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Proto-Melayu yang berasal dari Yunnan, wilayah Tiongkok bagian selatan. Mereka membawa tradisi bercocok tanam dan kebudayaan baru yang disebut budaya Neolitik (Batu Muda).

sumber: wikimedia.org

27 of 38

Zaman Megalitikum

Zaman Megalitikum atau batu besar berbeda dengan masa batu lainnya karena tidak dapat dimasukkan dalam kelompok periodisasi praaksara Indonesia.

Istilah megalit berasal dari kata mega yang berarti ‘besar’ dan lithos yang berarti ‘batu’.

Ciri khas masa ini adalah adanya benda-kebudayaan berbentuk batu-batu besar yang dibangun dengan tujuan tertentu.

28 of 38

Tugu batu tempat pemujaan kepada roh nenek moyang.

MENHIR

Meja batu tempat meletakkan sesaji.

DOLMEN

Bangunan tempat pemujaan kepada roh nenek moyang, dibuat dalam bentuk bertingkat-tingkat.

PUNDEN BERUNDAK

Kubur atau makam leluhur orang Minahasa yang terbuat dari batu dan terdiri dari dua bagian.

WARUGA

Tempat untuk menyimpan jenazah yang umumnya dibuat dari batu.

SARKOFAGUS

Pemujaan terhadap roh nenek moyang.

ARCA BATU

29 of 38

Barang-Barang Obsidian

Gerabah

Perhiasan

  • Berlangsung sekitar 1500 SM.
  • Mengenal sistem barter.
  • Benda hasil kebudayaan berupa alat batu sudah mulai dihaluskan pada kedua sisi.
  • Menetap di desa-desa kecil dalam komunitas petani.
  • bangsa Melayu Proto-Melayu (Melayu Tua).

Kapak Lonjong

Mata Panah

Beliung Persegi

30 of 38

Masa Logam terbagi atas masa tembaga, perunggu, dan besi. Bukti-bukti tertua temuan artefak besi dan perunggu di Indonesia terjadi dalam kurun waktu yang bersamaan, yakni 500 SM.

Masa Perundagian

Pada masa ini, Nusantara kedatangan bangsa Deutro-Melayu atau Melayu Muda yang berasal dari Yunnan. Mereka adalah bangsa yang terampil membuat alat-alat dari logam.

Artefak besi antara lain ditemukan di dalam kubur batu Wonosari (Yogyakarta), Besuki dan Punung (Jawa Timur).

sumber: wikimedia.org

Masa perunggu di Indonesia ditandai dengan penemuan nekara, kapak corong, arca, perhiasan, dan senjata.

Berdasarkan lokasi penemuannya di Nusantara dan ciri khas reliefnya, nekara dapat dibedakan menjadi dua tipe, yakni tipe pejeng dan tipe heger.

31 of 38

32 of 38

Kebudayaan Dong Son terletak di wilayah Lembah Song Hong, Sungai Ma, Teluk Tonkin, Vietnam, dan berkembang pada 1500–500 SM.

Puncak dari kebudayaan perunggu dan munculnya artefak dari besi di Vietnam.

Nekara perunggu didatangkan ke Indonesia setelah 200 SM.

Nekara Dong Son termasuk tipe Heger I.

Masuk ke wilayah Indonesia melalui jalur Semenanjung Malaya yang dibawa oleh bangsa Austronesia.

Pengaruh Kebudayaan Dong Son

Corak Nekara Dong Son

sumber: wikimedia.org

33 of 38

Kebudayaan Sa Huynh, kebudayaan gerabah Vietnam yang menyebar hingga ke Indonesia.

Berkembang sekitar 600 SM di wilayah Vietnam bagian utara.

Ciri kebudayaan Sa Huynh terlihat dari pola gerabah, yakni pola geometri dan pengolesan dengan warna merah dan putih.

Kebudayaan Kalanay berkembang di Filipina pada abad V SM dan menyebar ke Indonesia saat masyarakat memasuki tahap perundagian.

Pengaruh Kebudayaan Sa Huynh dan Kalanay

sumber: shutterstock.com

34 of 38

Nilai-nilai Budaya Masyarakat Masa Praaksara yang Masih Bertahan

1

2

Seiring berkembangnya kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan bahasa, masyarakat praaksara mewariskan nilai-nilai dan pandangan hidup melalui cara lisan. Ada dua cara menyampaikannya, yaitu secara ...

Langsung

Tidak Langsung

35 of 38

Tradisi, Tradisi Lisan, dan Folklor

Tradisi juga dipahami sebagai suatu adat kebiasaan yang dipertahankan turun-temurun dan masih dihayati oleh masyarakat pendukungnya.

Karena penyampaiannya dilakukan secara lisan, kemudian dikenal istilah tradisi lisan.

Folklor adalah bagian dari kebudayaan suatu masyarakat yang tersebar dan bersifat tradisional yang diwariskan secara lisan dan turun-temurun.

36 of 38

Jenis-Jenis Folklor

01

02

03

Mitos

Legenda

Dongeng

04

05

Nyanyian rakyat

Upacara

37 of 38

Upaya Melestarikan Tradisi Lisan

01

02

03

Wayang

Wayang Beber

Mak Yong

04

05

Didong

Rabab Pariaman

06

Tanggomo

38 of 38

Pentingnya Memelihara Tradisi Lisan

01

02

Menguatkan peran masyarakat pendukungnya

Masuk kurikulum sekolah