1 of 70

Instrumen Kebijakan Perdagangan��

2 of 70

POKOK BAHASAN

  • Pendahuluan
  • Dasar Analisis Tarif
  • Biaya dan Manfaat Tarif
  • Instrumen Kebijakan Perdagangan
  • Efek Kebijakan Perdagangan
  • Kesimpulan

3 of 70

Bab ini difokuskan pada pertanyaan-pertanyaan berikut:�

  • Apa efek dari berbagai instrumen kebijakan perdagangan?
  • Siapa yang akan mendapat manfaat dan siapa yang akan kehilangan manfaat dari instrumen kebijakan perdagangan ini?
  • Berapa biaya dan manfaat perlindungan?
  • Apakah manfaatnya lebih besar daripada biayanya?
  • Bagaimana seharusnya kebijakan perdagangan suatu negara?
  • Misalnya, haruskah Amerika Serikat menggunakan tarif atau kuota impor untuk melindungi industri mobilnya dari persaingan dari Jepang dan Korea Selatan?

4 of 70

KEBIJAKAN INTERVENSI PERDAGANGAN

  • Kebijakan PERDAGANGAN internasional adalah kebijakan ekonomi pemerintah yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi komposisi, arah serta bentuk perdagangan dan pembayaran internasional
  • Bentuk kebijakan: tarif, subsidi dan kuota

5 of 70

DAMPAK POSITIF

  • Meningkatkan investasi yang bersumber dari investor asing ataupun lokal.
  • Meningkatkan devisa karena bila nilai ekspor melebihi dari nilai impor
  • Menimbulkan lapangan pekerjaan
  • Meningkatkan daya saing produk berdasarkan keunggulan komparatif dan kompetitif
  • Meningkatkan kemampuan sumberdaya manusia yang handal melalui teknologi
  • Memperluas diversifikasi barang, jasa dan pasar sesuai dengan penawaran dan permintaan
  • Memperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran

5

Dampak Perdagangan Internasional

DAMPAK NEGATIF

  • Terpengaruhnya perekonomian nasional oleh situasi dan kondisi pasar dunia
  • Berpengaruh pada perubahan terhadap kebijakan pembangunan nasional. Misalnya krisis ekonomi
  • Menciptakan ketergantungan produk terhadap produk suatu negara
  • Eksploitasi terhadap sumber daya alam karena pemenuhan pasar dunia
  • Terbentuknya proteksi non tarif yang dapat menghambat produk ekspor

Tindakan proteksi memproteksi antar suatu negara dikenal dengan retaliasi.

6 of 70

PRINSIP SISTEM PERDAGANGAN MENURUT WTO

  1. TIDAK DISKRIMINASI

  • ADA TIMBAL BALIK

  • PERTUKARAN KOMITMEN YANG MENGIKAT

  • TRANSPARAN

6

6

7 of 70

Hambatan Perdagangan�

  • Hambatan Tarif: Pemberlakuan tarif atas barang impor yang masuk ke dalam negeri.
  • Hambatan tarif ini sudah mulai dihapuskan sesuai dengan perjanjian WTO, dan AFTA (ASEAN Free Trade Association)

7

8 of 70

Klasifikasi Instrumen Kebijakan Perdagangan

Instrumen Kebijakan Perdagangan

Trade Contraction

Trade Expansion

Tariff

Export tax

Import quota

Voluntary Export Restraint (VER)

Import subsidy

Export subsidy

Voluntary Import Expansion (VIE)

Price

Quantity

Price

Quantity

9 of 70

Hambatan Perdagangan

  • Hambatan Non Tarif: Pembatasan perdagangan selain hambatan tarif yang tidak diperbolehkan lagi karena akan mengganggu distorsi pasar dunia.
  • Pengelompokan Hambatan Non Tarif: (1) Pembatasan spesifik (specific limitation), seperti larangan impor, pembatasan impor atau quota sistem, atau karantina dan sebagainya. (2) Peraturan bea cukai seperti tatalaksana impor tertentu, penetapan harga pabean, dan sebagainya. (3) Partisipasi pemerintah seperti subsidi, insentif ekspor dan sebagainya.
  • Contoh Hambatan Non Tarif: Pelanggaran HAM, Isu kesehatan, Isu politis, Isu Bioterorism Act, Penetapan Halal, Standarisasi Internasional (Isu penetapan ISO, HACCP, Sanitary Phito Sanitary) dll

9

10 of 70

GLOBALISASI�FREE TRADE

  • Secara teoritis perdagangan bebas mengarah pada produktivitas dan pendapatan tinggi bagi produsen, dan social utility yg lebih tinggi bagi konsumen
  • Perdagangan bebas mengoptimalkan penggunaan sumber-sumberdaya u/ memproduksi barang melalui spesialisasi

10

11 of 70

GLOBALISASI/FREE TRADE

  • Utilitas konsumen maksimum karena harga barang dlm perdagangan bebas lebih rendah
  • Perdagangan bebas mendorong adanya persaingan antar negara sehingga menjadi lebih efisien dr pd isolasi
  • Adanya persaingan sempurna memenuhi kriteria Pareto-optimal: no one can be better off without making someone else worse off

11

12 of 70

Alasan dilakukannya Pembatasan Perdagangan

1) Dgn mengurangi atau membatasi impor, devisa dihemat (keeping money at home); barang dan uang dinikmati di negara sendiri

2) Melindungi pasar sendiri, hanya bagi produsen domestik; bisa berakibat pemanfaatan sumberdaya domestik tidak efisien

3) Dgn menyamakan harga domestik dengan harga impor (scientific tariff), memungkinkan produsen domestik bersaing dgn luar negeri; tetapi akan mengeliminasi persaingan internasional

4) Menciptakan kesempatan kerja pd industri domestik

5) Mengurangi defisit neraca perdagangan (balance of payment/BOP)

12

13 of 70

Kebijakan Tarif

  • Tarif adalah suatu pembebanan terhadap barang yang melintasi daerah pabean (suatu daerah geografis dimana barang bebas bergerak tanpa dikenakan cukai/bea pabean).

  • Tarif merupakan suatu rintangan yang membatasi kebebasan perdagangan internasional.

  • Salah satu bentuk pengenaan tarif adalah Pajak barang impor, dengan tujuan menaikkan harga produk tertentu sehingga dapat mengurangi persaingan bagi produsen lokal atau merangsang produksi lokal

13

13

14 of 70

Tujuan Kebijakan Perdagangan

  • Autarki: untuk menghindari pengaruh-pengaruh negara lain, baik ekonomi, politik dan moneter
  • Kesejahteraan: dengan mengadakan perdagangan internasional suatu negara akan memperoleh keuntungan dari adanya spesialisasi.
  • Menghilangkan /mengurangi hambatan perdagangan.
  • Proteksi: melindungi industri dalam negeri
  • Keseimbangan neraca pembayaran : nilai tukar: Depresiasi atau apresiasi
  • Pembangunan ekonomi dengan perlindungan industri dalam negeri, mendorong ekspor dll

15 of 70

DASAR ANALISIS TARIF

  • Tarif dapat diklasifikasikan sebagai:
  • Tarif khusus (Specific tariffs )
  • Pajak yang dipungut sebagai biaya tetap untuk setiap unit barang yang diimpor/ bea yang nilainya dinyatakan untuk tiap ukuran fisik dari barang (per unit). Ex : pungutan $ 3 untuk setiap barel minyak
  • Contoh: Tarif spesifik $ 10 untuk setiap sepeda impor dengan harga internasional $ 100 berarti bea cukai dikumpulkan dengan jumlah tetap $ 10.
  • Tarif ad valorem
  • Pajak yang dipungut sebagai bagian dari nilai barang yang diimpor/bea yang nilainya dinyatakan dalam persentase dari nilai barang yang dikenakan bea tersebut
  • Tarif Advaloren (berdasarkan prosentase nilai barang, semakin tinggi nilai barang semakin tinggi tarifnya),
  • Contoh: Tarif ad valorem 20% untuk sepeda dikenakan pembayaran $ 20 untuk setiap sepeda yang diimpor $ 100
  • Compound tarif adalah kombinasi dari ad valorem dan tarif tertentu.
  • Pemerintah modern biasanya lebih suka melindungi industri dalam negeri melalui berbagai hambatan nontarif, seperti:
  • Kuota Impor (Import quotas)
  • Pembatasan jumlah impor
  • Pengekangan ekspor (Export restraints)
  • Pembatasan jumlah ekspor.

16 of 70

Keuntungan & Kerugian pola pemungutan tarif bea masuk

Dasar Nilai ( Ad Valarem) bersifat proprsional.

Keuntungan :

a. dapat mengikuti perkembangan tingkat harga atau inflasi.

b. terdapat diferensiasi harga produk sesuai kualitasnya.

Kerugian :

a. memberikan beban yang cukup berat bagi administrasi pemerintah, khususnya bea cukai karena memerlukan data dan perincian harga yang lengkap.

    • sering menimbulkan perselisihan dalam penetapan harga untuk perhitungan bea masuk antara importir dan bea cukai, sehingga dapat menimbulkan stagnasi atau kemacetan arus barang di pelabuhan.

Dasar Jumlah Barang ( Ad Specific) bersifat regresif.

Keuntungan :

a. mudah dilaksanakan karena tidak memerlukan perincian harga barang sesuai kualitasnya.

b. dapat digunakan sebagai alat kontrol proteksi industri dalam negri..

Kerugian :

a. pengenaan tarif dirasakan kurang atau tidak adil karena tidak membedakan harga dan kualitas barang.

b. hanya dapat digunakan sebagai alat kontrol proteksi yang bersifat statis.

16

17 of 70

Tarif�Alasan pembebanannya secara ekonomi dapat dipertanggungjawabkan karena:�

  • Infant industry

melindungi industri-industri yang sedang tumbuh dari persaingan industri luar negeri yang lebih besar dan maju

  • Diversifikasi

dengan adanya tarif, maka produksi dalam negeri menjadi lebih beragam, misal : tarif ekspor CPO

  • Employment

tarif impor akan meningkatkan produksi lalu kesempatan kerja menjadi lebih besar

  • Anti dumping

membebankan tarif terhadap barang yang berasal dari negara pen-dumping

18 of 70

Tarif�Alasan pembebanannya secara ekonomi tak dapat dipertanggungjawabkan karena:�

  • To keep money at home :saving devisa
  • The low wage

negara dengan tingkat upah yang tinggi memberikan tarif terhadap negara yang memiliki tingkat upah rendah. Ex Upah tenaga kerja di Indonesia relatif murah

  • Home market

produsen dalam negeri memiliki hak terhadap pasar dalam negeri

19 of 70

DASAR ANALISIS TARIF

  • PASOKAN, PERMINTAAN, DAN PERDAGANGAN DALAM INDUSTRI TUNGGAL
  • Misalkan ada dua negara (Dalam dan Luar Negeri). Kedua negara mengkonsumsi dan menghasilkan gandum, yang dapat diangkut tanpa biaya antar negara.
  • Di setiap negara, gandum adalah industri yang kompetitif.
  • Misalkan dengan tidak adanya perdagangan harga gandum di Domestik melebihi harga yang sesuai di Luar Negeri
  • Ini menyiratkan bahwa pengirim mulai memindahkan gandum dari LN ke Domestik.
  • Ekspor gandum menaikkan harganya di LN dan menurunkan Harga domestic sampai perbedaan harga awal dihilangkan

20 of 70

DASAR ANALISIS TARIF

  • Untuk menentukan harga dunia (Pw) dan kuantitas perdagangan (Qw), dua kurva didefinisikan:
  • KURVA PERMINTAAN IMPOR DOMESTIK
  • Menunjukkan jumlah impor maksimum yang ingin dikonsumsi oleh negara (domestic) pada setiap harga barang yang diimpor.
  • Yaitu, kelebihan dari apa yang diminta konsumen domestic atas apa yang dipasok produsen domestic :
  • MD = D (P) - S (P)
  • KURVA PENAWARAN EKSPOR LUAR NEGERI
  • Menunjukkan jumlah maksimum ekspor LN yang dapat disediakan atas sisa dunia dengan harga masing-masing.
  • Yaitu, kelebihan dari apa yang dipasok oleh produsen LN atas permintaan konsumen LN
  • : XS = S * (P *) - D * (P *)

21 of 70

Dasar Analisis Tarif�Gambar Penurunan Kurva Permintaan Impor Domestik

Slide 8-21

Quantity, Q

Price, P

Price, P

Quantity, Q

MD

D

S

A

PA

P2

P1

S2

D2

D2S2

2

S1

D1

D1S1

1

  • kurva permintaan impor:
  • memotong sumbu vertikal pada harga ekonomi tertutup dari negara pengimpor.
  • Kurva miring ke bawah (downward sloping)
  • Kurva lebih datar daripada kurva permintaan domestik di negara pengimpor.

22 of 70

Dasar Analisis Tarif�Gambar Penurunan Kurva Penawaran Ekspor LN (Foreign’s)

P2

P*A

D*

S*

P1

XS

Price, P

Price, P

Quantity, Q

Quantity, Q

S*2D*2

S*2

D*2

D*1

S*1

S*1 D*1

  • kurva penawaran ekspor:
  • memotong sumbu vertikal pada harga ekonomi tertutup dari negara pengekspor.
  • Kurva miring ke atas (upward sloping)
  • Lebih datar kurva penawaran domestik di negara pengekspor.

23 of 70

Dasar Analisis Tarif�GAMBAR 3 Equilibrium Dunia

XS

Price, P

Quantity, Q

MD

PW

QW

1

24 of 70

Dasar Analisis Tarif�DEFINISI YANG DIGUNAKAN

  • Terms of Trade adalah harga relatif barang ekspor yang dinyatakan dalam satuan barang impor.
  • Small Country (Sebuah negara kecil) adalah negara yang tidak dapat mempengaruhi ketentuan perdagangannya, tidak tergantung berapa banyak perdagangannya dengan negara lain di dunia.

Kerangka analitis akan didasarkan pada salah satu dari berikut ini:

  • Dua negara besar saling berdagang
  • Negara kecil yang berdagang dengan seluruh dunia

25 of 70

Dasar Analisis Tarif

Efek/Dampak Tarif

  • Diasumsikan bahwa dua negara besar berdagang satu sama lain.
  • Misalkan Domestik mengenakan pajak $ 2 untuk setiap ton gandum yang diimpor.
  • Maka pengirim akan tidak mau memindahkan gandum kecuali perbedaan harga antara kedua pasar setidaknya $ 2.
  • Gambar 4 mengilustrasikan dampak tarif spesifik $ t per unit gandum.

26 of 70

Dasar Analisis Tarif�Gambar: Efek Tarif

XS

PT

MD

D*

S*

D

S

PW

2

QT

1

QW

P*T

3

t

Price, P

Quantity, Q

Price, P

Quantity, Q

Price, P

Quantity, Q

Home market

World market

Foreign market

Home market

World market

Foreign market

27 of 70

Dasar Analisis Tarif

  • Dengan tidak adanya tarif, harga gandum dunia (Pw) akan sama di kedua negara.
  • Sesuai dengan tarif yang diberlakukan, harga gandum naik ke PT di Domestik dan jatuh ke P * T (= PT - t) di LN hingga selisih harga adalah $ t.
  • Domestik : produsen memasok lebih banyak dan permintaan konsumen lebih sedikit karena harga yang lebih tinggi, sehingga lebih sedikit impor yang diminta.
  • LN: produsen memasok lebih sedikit dan permintaan konsumen lebih banyak karena harga yang lebih rendah, sehingga ekspor lebih sedikit.
  • Dengan demikian, volume gandum yang diperdagangkan menurun karena pengenaan tarif.

28 of 70

Dasar Analisis Tarif

  • Peningkatan harga domestic /dalam negeri lebih rendah dari tarif, karena sebagian dari tarif tersebut tercermin dalam penurunan harga ekspor LN
  • Jika Domestik adalah negara kecil dan mengenakan tarif, harga ekspor tidak terpengaruh dan harga domestik (negara pengimpor) naik dengan jumlah tarif penuh.

29 of 70

S

Price, P

Quantity, Q

D

PW + t

PW

Imports setelah tariff

S1

D1

Imports sebelum tariff

D2

S2

Dasar Analisis Tarif�Gambar 5: Efek Tarif pada Negara Kecil

30 of 70

Dasar Analisis Tarif

  • Mengukur Jumlah Proteksi
  • Dalam menganalisis kebijakan perdagangan dalam praktiknya, penting untuk mengetahui seberapa banyak proteksi yang diberikan pada kebijakan perdagangan.
  • Dapat dijelaskan jumlah proteksi sebagai persentase dari harga yang akan berlaku di bawah perdagangan bebas.
  • Dua masalah muncul dari metode pengukuran ini:
  • Dalam kasus negara besar, tarif akan menurunkan harga ekspor LN
  • Tarif mungkin memiliki efek yang berbeda pada berbagai tahapan produksi suatu barang

31 of 70

Tingkat Proteksi yang efektif (Effective rate of protection )�

  • Tingkat Proteksi yang efektif (Effective rate of protection )

  • Kita harus mempertimbangkan dampak tarif terhadap harga akhir suatu barang, dan dampak tarif terhadap biaya input yang digunakan dalam produksi.
  • Proteksi aktual yang diberikan oleh tarif tidak akan sama dengan tarif jika barang setengah jadi yang diimpor digunakan dalam produksi barang yang dilindungi.
  • Contoh: Sebuah pesawat Eropa yang dijual seharga $ 50 juta membutuhkan biaya $ 60 juta untuk diproduksi. Setengah dari harga pembelian pesawat mewakili biaya komponen yang dibeli dari negara lain.
  • Subsidi sebesar $ 10 juta dari pemerintah Eropa memangkas biaya nilai tambah untuk pembeli pesawat dari $ 30 menjadi $ 20 juta. Dengan demikian, tingkat perlindungan efektif adalah (30-20) / 20 = 50%.

32 of 70

Biaya dan Manfaat Tarif

  • Suatu tarif dapat menaikkan harga suatu barang di negara pengimpor dan menurunkannya di negara pengekspor.
  • Sebagai hasilnya akibat dari perubahan harga ini:
  • Konsumen kehilangan CS di negara pengimpor dan mendapat PS di negara pengekspor
  • Keuntungan produsen di negara pengimpor dan kerugian di negara pengekspor
  • Pemerintah menerima pendapatan penerimaan tarif
  • Untuk mengukur dan membandingkan biaya dan manfaat ini, kita perlu mendefinisikan surplus konsumen dan produsen surplus

33 of 70

Dasar Analisis Tarif�Gambar Penurunan Surplus Konsumen dari Kurva Permintaan

8

$12

9

$10

10

$9

11

D

Price, P

Quantity, Q

34 of 70

BIAYA DAN MANFAAT TARIF �Gambar Geometri Konsumer Surplus

a

b

P1

P2

D

Price, P

Quantity, Q

Q2

Q1

Surplus konsumen

mengukur jumlah yang diperoleh konsumen dari pembelian dengan selisih antara harga yang sebenarnya yang dibayarkan dan harga yang akan dibayarkan.

Hal ini bisa diturunkan dari kurva permintaan pasar.

Secara grafis, sama dengan area di bawah kurva permintaan dan di atas harga.

Contoh: Misalkan seseorang bersedia membayar $ 20 per paket obat, tetapi harganya hanya $ 5. Kemudian, surplus konsumen dimenangkan oleh pembelian paket obat adalah $ 15.

35 of 70

BIAYA DAN MANFAAT TARIF �Gambar Geometri Produsen Surplus

d

c

P2

P1

S

Price, P

Quantity, Q

Q2

Q1

Produsen surplus

mengukur jumlah yang diperoleh produsen dari penjualan dengan selisih antara harga yang sebenarnya dia terima dan harga di mana rela menjual.

Hal ini dapat diturunkan dari kurva penawaran pasar.

Secara grafis, sama dengan area di atas kurva penawaran dan di bawah harga.

Contoh: Seorang produsen yang bersedia menjual barang seharga $ 2 tetapi menerima harga $ 5 mendapatkan surplus produsen sebesar $ 3.

36 of 70

Mengukur Biaya dan Manfaat Tarif

  • Apakah mungkin menambah surplus konsumen dan produsen?
  • Secara aljabar menambah surplus konsumen dan produsen karena setiap perubahan harga mempengaruhi setiap individu dalam dua cara:
  • Sebagai konsumen
  • Sebagai pekerja
  • Kami berasumsi bahwa pada margin, keuntungan atau kerugian dolar untuk masing-masing kelompok adalah nilai sosial yang sama.

37 of 70

BIAYA DAN MANFAAT TARIF�GAMBAR : BIAYA DAN MANFAAT TARIF UNTUK NEGARA IMPORTIR

PT

PW

P*T

b

c

d

e

D

a

= consumer loss (a + b + c + d)

= producer gain (a)

= government revenue gain (c + e)

QT

D2

S2

S

S1

D1

Price, P

Quantity, Q

38 of 70

Mengukur Biaya dan Manfaat Tarif

  • Area dari dua segitiga b dan d mengukur kerugian bagi negara secara keseluruhan (kehilangan efisiensi) dan area dari persegi panjang e mengukur keuntungan yang mengimbangi (syarat perolehan perdagangan).
  • Kehilangan efisiensi muncul karena tarif mengubah insentif untuk mengkonsumsi dan memproduksi.
  • Produsen dan konsumen bertindak seolah-olah impor lebih mahal daripada yang sebenarnya.
  • Segitiga b adalah kehilangan distorsi produksi dan segitiga d adalah kehilangan distorsi konsumsi.
  • Ketentuan keuntungan perdagangan muncul karena tarif menurunkan harga ekspor

39 of 70

Mengukur Biaya dan Manfaat Tarif�Gambar. Kesejahteraan Bersih (Net Welfare) dari Tarif

PT

PW

P*T

b

d

e

D

= efficiency loss (b + d)

= terms of trade gain (e)

Imports

S

Price, P

Quantity, Q

  • Jika ketentuan keuntungan perdagangan lebih besar dari kerugian efisiensi, tarif meningkatkan kesejahteraan bagi negara pengimpor.
  • Dalam kasus negara kecil, tarif mengurangi kesejahteraan bagi negara pengimpor.

40 of 70

Dampak Pemberlakuan Tarif Impor

Analisis Dampak Pemberlakuan Tarif Impor terhadap Kesejahteraan Masyarakat di Negara Eksportir dan Importir

41 of 70

42 of 70

42

Bidang Ekspor : berbagai tindakan peraturan suatu negara, baik scara langsung maupun tidak langsung, yang akan mempengaruhi struktur,komposisi, dan arah transaksi serta kelancaran usaha untuk peningkatan devisa ekspor suatu negara.

  1. Kebijakan ekspor dalam negeri :

a. Kebijakan perpajakan dalam bentuk pembebasan/ keringan/pengembalian pajak ekspor suatu barang. Contoh: CPO

b. Fasilitas kredit perbankan yang murah

c. Penetapan prosedur ekspor yang mudah dan murah

d. Subsidi ekspor

e. Pembentukan asodsiasi eksportir

f. Pembentukan Bounded Warehouse, Bounded Island, Export

processing Zone.

g. Larangan/ pembatasan ekspor, contoh CPO waktu harga

minyak goreng DN naik.

43 of 70

INSTRUMEN KEBIJAKAN PERDAGANGAN

  • Subsidi Ekspor: Teori
  • Subsidi ekspor
  • Pembayaran oleh pemerintah untuk perusahaan atau individu yang mengirimkan barang ke luar negeri
  • Ketika pemerintah menawarkan subsidi ekspor, pengirim akan mengekspor barang sampai pada titik di mana harga domestik melebihi harga LN sesuai dengan jumlah subsidi.
  • Hal Ini dapat berupa Tarif spesifik atau ad valorem.
  • Subsidi ekspor menaikkan harga di negara pengekspor sementara menurunkannya di negara pengimpor.
  • Selain itu, dan berbeda dengan tarif, subsidi ekspor memperburuk ketentuan perdagangan.
  • Subsidi ekspor secara jelas menyebabkan biaya yang melebihi manfaatnya.

44 of 70

Subsidi

  • Apabila pemerintah bertujuan menaikkan produksi dalam negeri atau menurunkan impor, maka subsidi lebih baik daripada tarif (tidak ada kehilangan surplus produsen dan konsumen/DWL)
  • Subsidi secara periodik harus dianggarkan dalam anggaran belanja, oleh karena itu manfaatnya harus ditinjau setiap tahun

45 of 70

�Instrumen Kebijakan Perdagangan�Gambar. Efek dari Subsidi Export��

b

a

PS

PW

P*S

Price, P

Quantity, Q

Exports

g

f

e

Subsidy

d

c

= producer gain

(a + b + c)

= consumer loss (a + b)

= cost of

government subsidy

(b + c + d + e + f + g)

D

S

46 of 70

47 of 70

48 of 70

Price, P

Quantity, Q

S

D

EU price without imports

World price

= cost of government

subsidy

Support price

Exports

�Instrumen Kebijakan Perdagangan�Gambar. Efek dari Kebijakan Program Pertanian Uni Eropa ��

49 of 70

Instrumen Kebijakan Perdagangan

  • Kuota Impor: Teori
  • Kuota impor adalah pembatasan langsung pada jumlah barang yang diimpor.
  • Contoh: Amerika Serikat memiliki kuota impor keju asing.
  • Pembatasan ini biasanya diberlakukan dengan mengeluarkan lisensi kepada beberapa kelompok individu atau perusahaan.
  • Contoh: Satu-satunya perusahaan yang diizinkan mengimpor keju adalah perusahaan dagang tertentu.
  • Dalam beberapa kasus (mis. Gula dan pakaian), hak untuk menjual di Amerika Serikat diberikan langsung kepada pemerintah negara-negara pengekspor.
  • Kuota impor selalu menaikkan harga domestik barang impor.
  • Pemegang lisensi dapat membeli impor dan menjualnya kembali dengan harga lebih tinggi di pasar domestik.
  • Keuntungan yang diterima oleh pemegang lisensi impor dikenal sebagai RENTE kuota.

50 of 70

Kuota impor �Jenisnya:�

  • absolute/unilateral quota: nilai kuota yang besar kecilnya ditentukan sendiri oleh suatu negara tanpa persetujuan negara lain
  • Negotiated/bilateral quote: nilai kuota yang besar kecilnya ditentukan berdasarkan perjanjian antara 2 negara atau lebih
  • Tarif kuota: gabungan antara tarif dan kuota
  • Mixing kuota: membatasi penggunaan bahan mentah yang diimpor dalam proporsi tertentu dalam produksi barang akhir

51 of 70

KUOTA IMPOR

  • Efeknya: menyebabkan barang yang diimpor akan berkurang di pasar dalam negeri, sedangkan permintaan relatif tetap.
  • Akibatnya harga di dalam negeri menjadi lebih tinggi dari pasar dunia, sehingga akan menimbulkan monopoly profits
  • Kuota Yang menikmati monopoly profits tergantung dari:

Apabila eksportir dan importir terpisah dan mereka saling bersaing di pasar dan tidak ada sistem lisensi maka harga impor akan sama dengan harga di pasar dunia.

Apabila importir memiliki lisensi impor, maka seluruh keuntungan akan dinikmati oleh importir.Begitu pula dengan eksportir.

Apabila pemerintah mengadakan lelang untuk lisensi impor, maka keuntungan ada pada pemerintah dan pemegang lisensi impor

52 of 70

KUOTA IMPOR VS TARIF

  • Analisis kesejahteraan kuota impor dibandingkan dengan tarif
  • Perbedaan antara kuota dan tarif adalah bahwa dengan kuota pemerintah tidak menerima pendapatan.
  • Dalam menilai biaya dan manfaat kuota impor, sangat penting untuk menentukan siapa yang mendapatkan sewa.
  • Ketika hak untuk menjual di pasar domestik diberikan kepada pemerintah negara-negara pengekspor, transfer sewa ke luar negeri membuat biaya kuota jauh lebih tinggi daripada tarif yang setara.

53 of 70

Price in U.S. Market 466

World Price 280

b

c

d

Demand

a

8.45

6.32

Supply

5.14

9.26

Price, $/ton

Quantity of sugar,

million tons

Import quota:

2.13 million tons

= consumer loss

(a + b + c + d)

= producer gain (a)

= quota rents (c)

�Instrumen Kebijakan Perdagangan�Gambar. Efek dari Kebijakan Kuota Impor Gula ��

54 of 70

55 of 70

56 of 70

Kuota ekspor

Tujuan pembatasan jumlah ekspor:

  • Mencegah barang-barang yang penting jatuh/berada pada pihak lain
  • Menjamin ketersediaan barang di dalam negeri dengan proporsi yang cukup
  • Mengadakan pengawasan produksi serta pengendalian harga untuk mencapai kestabilan harga
  • Biasanya dikenakan pada bahan mentah yang merupakan barang perdagangan penting

57 of 70

Pengekangan Ekspor Sukarela (Voluntary export restraint (VER)�

  • Pengekangan Ekspor Sukarela (Voluntary export restraint (VER)
  • Pengekangan ekspor sukarela (VER) adalah kuota ekspor yang dikelola oleh negara pengekspor.
  • Ini juga dikenal sebagai perjanjian pengekangan sukarela (VRA).
  • VER dikenakan atas permintaan importir dan disetujui oleh eksportir untuk mencegah pembatasan perdagangan lainnya.

  • VER persis seperti kuota impor di mana lisensi diberikan kepada pemerintah asing dan karenanya sangat mahal untuk negara pengimpor.
  • VER selalu lebih mahal untuk negara pengimpor daripada tarif yang membatasi impor dengan jumlah yang sama.
  • Pendapatan setara tarif menjadi penerimaan yang diperoleh orang asing di bawah VER.
  • Contoh: Sekitar 2/3 dari biaya untuk konsumen dari tiga A.S. utama pengekangan sukarela di bidang tekstil dan pakaian jadi, baja, dan mobil dicatat oleh penerimaan yang diterima oleh orang asing.
  • VER menghasilkan kerugian bagi negara pengimpor.

58 of 70

Persyaratan Konten Lokal�

  • Persyaratan konten lokal adalah peraturan yang mensyaratkan bahwa sebagian tertentu dari barang akhir harus diproduksi di dalam negeri.
  • Fraksi ini dapat ditentukan dalam satuan fisik atau dalam istilah nilai.
  • Undang-undang konten lokal telah banyak digunakan oleh negara-negara berkembang yang berusaha mengubah basis manufaktur mereka dari perakitan menjadi barang setengah jadi.

  • Undang-undang konten lokal tidak menghasilkan pendapatan pemerintah atau rente kuota.

Sebagai gantinya, perbedaan antara harga impor dan barang-barang domestik dirata-ratakan dalam harga akhir dan diteruskan ke konsumen.

  • Contoh: Misalkan perusahaan perakitan otomatis diharuskan menggunakan 50% suku cadang domestik. Biaya suku cadang yang diimpor adalah $ 6000 dan biaya suku cadang yang sama di dalam negeri adalah $ 10.000. Maka biaya rata-rata suku cadang adalah $ 8000 (0,5 x $ 6000 + 0,5 x $ 10.000).
  • Perusahaan diizinkan untuk memenuhi persyaratan konten lokal dengan mengekspor menggunakan bagian dalam negeri.

59 of 70

Instrumen Kebijakan Perdagangan Lainnya�

  • Subsidi kredit ekspor
  • Suatu bentuk pinjaman bersubsidi untuk pembeli ekspor.
  • memiliki efek yang sama dengan subsidi ekspor reguler.
  • Pengadaan nasional
  • Pembelian oleh pemerintah (atau perusahaan publik) dapat diarahkan ke barang-barang domestik, meskipun harganya lebih mahal daripada impor.
  • Hambatan pita merah (Red-tape barriers)
  • Terkadang pemerintah menempatkan hambatan besar berdasarkan prosedur kesehatan, keselamatan dan bea cukai.

60 of 70

60

DAMPAK KEBIJAKAN PERDAGANGAN

61 of 70

KESIMPULAN�TARIF

  • Suatu tarif menaikkan harga domestik tetapi lebih kecil dari nilai tarif (kecuali dalam kasus negara "kecil").
  • Dalam kasus negara kecil, tarif sepenuhnya tercermin dalam harga domestik.
  • Biaya dan manfaat tarif atau instrumen kebijakan perdagangan lainnya dapat diukur dengan menggunakan konsep surplus konsumen dan produsen.
  • Produsen dalam negeri mendapatkan keuntungan
  • Konsumen domestik menderita kerugian
  • Pemerintah memperoleh pendapatan tarif
  • Efek kesejahteraan neto suatu tarif dapat dipisahkan menjadi dua bagian:
  • Kehilangan efisiensi (konsumsi dan produksi)
  • Ketentuan keuntungan perdagangan (nol untuk negara kecil)
  • Subsidi ekspor menyebabkan kerugian efisiensi yang mirip dengan tarif tetapi menambah kerugian ini dengan menyebabkan penurunan ketentuan perdagangan.
  • Di bawah kuota impor dan pengekangan ekspor sukarela, pemerintah negara pengimpor tidak menerima pendapatan.

62 of 70

Berbagai hambatan non tarif, misal :�

  • Pembatasan kuantitas impor (kuota impor)
  • Standarisasi impor
  • Alasan kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan  SPS (Sanitary dan Phytosanitary)
  • Ecolabelling
  • RSPO

63 of 70

HAMBATAN PENGEMBANGAN EKSPOR KE KAWASAN AMERIKA DAN ASIA�

  • Hambatan tarif;
  • Hambatan non tarif yaitu standardisasi, karantina, SPS (Sanitary dan Phytosanitary).
  • Tuduhan dumping dan tindakan safeguard;
  • Isu-isu HAM, lingkungan, dll;

64 of 70

HAMBATAN PENCAPAIAN EKSPOR

  • HAMBATAN PENCAPAIAN EKSPOR (EKSTERNAL)
  • Semakin tajamnya persaingan global (perdagangan dan investasi)
  • Meningkatnya proteksionisme dan blok perdagangan
  • Meningkatnya kecenderungan penerapan hambatan non-tarif
  • Tidak pastinya harga produk primer.

  • HAMBATAN PENCAPAIAN EKAPOR (INTERNAL)
  • Belum optimalnya pemanfaatan kapasitas produksi;
  • Obsolete-nya teknologi produksi;
  • Sangat tergantungnya pada impor bahan baku;
  • Lemahnya penguasaan pasar dan belum efisiennya sistem distribusi;
  • Munculnya Perda-perda baru yang tidak mendukung pengembangan industri dan perdagangan;

65 of 70

LANGKAH-LANGKAH KEBIJAKAN�

  • Mendorong eskalasi ekspor non-migas dan meningkatkan daya saing global produk-produk ekspor
  • Meningkatkan ekspor ke pasar non-tradisional (Asia Timur, Asia Selatan, Amerika Latin);
  • Meningkatkan diplomasi dagang ke negara mitra utama dan mitra-mitra baru serta meningkatkan trade promotion;
  • Mengembangkan sistem distribusi nasional yang efisien dan efektif;
  • Mendorong kekuatan industri nasional menuju pembentukan industrial cluster;
  • Secara konsisten melaksanakan kebijakan revitalisasi industri pertanian

66 of 70

Kasus Komoditas Hortikultur�

  • ekspor komoditas hortikultura Indonesia ke pasar internasional baru 5-20% dari produksi nasional.
  • sejumlah kendala seperti produksi yang belum efisien maupun kualitas yang masih rendah
  • Perlu adanya upaya untuk meningkatkan efisiensi produksi terutama penurunan ongkos transportasi dari sentra produksi ke pelabuhan yang dinilai masih tinggi.
  • buruknya infrastruktur jalan dari sentra produksi hortikultura yang akibatnya memakan biaya transportasi tinggi. Selain itu, biaya cargo pesawat udara untuk komoditas hortikultura menuju negara tujuan ekspor juga masih tinggi.

67 of 70

Upaya yang dilakukan untuk mengurangi impor produk pertanian di Indonesia :�

  • peningkatan produktivitas
  • perluasan areal tanam
  • pengamanan produksi
  • pemberdayaan kelembagaan pertanian
  • dukungan pembiayaan.

68 of 70

  • untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor produk primer, pemerintah harus mengubah kebijakan yang mendorong petani domestik memproduksi produk primer seperti kedelai, susu, daging, kapas dan garam. "Pemerintah dapat membatasi impor dengan instrumen bea masuk.
  • Di sisi lain, pemerintah harus mengembangkan produksi di dalam negeri dengan memberikan insentif.

69 of 70

  • Kerjasama Indonesia Jepang
  • Tahun 2007 Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang menandatangani Kesepakatan Kemitraan Ekonomi (Economic Partnership Agreement/EPA) yang diharapkan bisa mengembangkan kerja sama di berbagai bidang terutama di bidang ekonomi kedua negara.
  • Pembebasan BM impor produk hortikultura sebagaimana tertuang dalam Kesepakatan Kemitraan Ekonomi (Economic Partnership Agreement/EPA) tidak banyak membantu peningkatan ekspor Indonesia tanpa penurunan hambatan non tarif.

  • 40 EPA Jepang-Indonesia, antara lain berisi tentang liberalisasi perdagangan dan investasi yang mana 80% dari seluruh pos tarif Jepang menjadi nol% bagi produk ekspor Indonesia setelah EPA berlaku pada Sementara 58% pos tarif Indonesia turun menjadi nol% bagi Jepang saat EPA berlaku.
  • Jepang merupakan tujuan ekspor utama Indonesia dengan nilai ekspor Indonesia ke Jepang pada 2006 sebesar US$21,7 miliar dengan produk unggulan antara lain pertanian, perikanan dan perkebunan senilai US$919 juta pada 2006.
  • Langkah yang akan diambil antara lain dengan mengundang investor dari Jepang guna membantu petani buah dan sayur Indonesia meningkatkan kualitas produknya sehingga sesuai dengan standar Jepang

  • 41 Perjanjian penurunan tarif impor antara Indonesia dan Jepang memberikan efek:
  • Konsumen Jepang memperoleh harga dalam negeri lebih murah
  • Tarif Impor produk Indonesia menjadi rendah ke Jepang
  • Saat ditetapkan kuota ekpor tekstil oleh negara maju Jepang ikut menetapkan kuota impor oleh Indonesia
  • Jepang menurunkan tarif atas komoditas ekspor Indonesia setelah tren penurunan tarif impor memang sudah menjadi hal umum di dunia.
  • Jepang mengeksploitasi Indonesia dengan impor bahan baku untuk kepentingan produksi Jepang. Jepang menerima impor Indonesia berupa biji besi, alumunium, tembaga dll sebagai input jepang untuk membuat mobil. Indonesia impor mobil dari Jepang.

70 of 70

KRITIK TERHADAP PERDAGANGAN BEBAS

  • PERDAGANGAN BEBAS MENGUNTUNGKAN NEGARA MAJU
  • ADA CAMPUR TANGAN PERUSAHAAN ASING
  • PERDAGANGAN BEBAS HANYA BERMANFAAT BAGI SEGELINTIR ORANG KAYA DALAM SATU NEGARA
  • PERDAGANGAN BEBAS MENAMBAH OFFSHORING
  • MOBILITAS MODAL DAN KEUNGGULAN BERSAING SERING MENYULITKAN
  • GELEMBUNG EKONOMI, DAN LAIN-LAIN

70

ARGUMENTASI SOSIAL POLITIK YANG MELAWAN FREETRADE

ARGUMENTASI EKONOMI YANG MELAWAN FREE TRADE

70

  • PERDAGANGAN BEBAS MENGIKIS KEANEKARAGAMAN BUDAYA
  • MENYEBABKAN KETERGANTUNGAN
  • PERDAGANGAN BEBAS MENGIKIS KEAMANAN NASIONAL
  • REGULASI DAN ATURAN HUKUM MENJADI LEBIH RUMIT
  • KONSEKUENSI KEUANGAN AKIBAT PERGERAKAN MODAL
  • STABILITAS SULIT DIKONTROL