1 of 43

MANAGEMENT TERAPI KEDARURATAN PERIODONTAL

Drg. Ida Bagus Nyoman Dhedy Widyabawa, Sp. Perio., Subsp RPID (K)

  1. Diagnosis dan Manajemen Abses Periodontal Akut
  2. Teknik Drainase dan Manajemen Infeksi Periodontal Darurat

2 of 43

Anatomi Jaringan Periodontal

3 of 43

Kegawatdaruratan Medis

Kedaruratan bidang Periodontologi

Kegawatdaruratan pada kedokteran gigi

4 of 43

4

Kasus Kedaruratan Periodontal

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

Perikoronitis Akut

Gingivostomatitis Herpetik Primer

Hopeless teeth

Abses Periodontal

Abses Gingiva

Abses Perikoronal

5 of 43

1. Necrotizing Ulcerative Gingivitis

5

Kasus Kedaruratan Periodontal

Nama lain:

  • Ulceromembranous Gingivitis.
  • Vincent’s Gingivitis atau Vincent’s Gingivostomatitis.
  • Trench Mouth.

6 of 43

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

Gambaran klinis :

  • Lesi seperti kawah pada puncak papilla interdental sampai ke marginal gingival.
  • Permukaan kawah gingiva ditutupi oleh pseudomembran berwarna keabuan dan dibatasi oleh pinggiran yang eritema.
  • Lesi sangat sakit bila disentuh.
  • Perdarahan sering terjadi secara spontan

a

b

  1. Simptom awal NUG
  2. Simpton Lanjut NUG

Rateitschak

7 of 43

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

7

c

d

  1. Destruksi papila antara caninus dan premolar
  2. Rekuren akut, papila telah rusak

Rateitschak

8 of 43

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

Punched out papila antara kaninus dan insisiv lateral rahang bawah, yang ditutupi pseudomembran putih abu-abu.

Carranza, 2012

9 of 43

Etiologi NUG :

  • Peran bakteri : Veillonela spp, Streptococcus spp, Fusiform bacillus, Spirocheta, Bulleidia extruca, Dialister spp, Fusobacterium spp.
  • Peran Respon Host :
  • Kekurangan nutrisi,
  • Kelelahan akibat kurang tidur,
  • Kebiasaan lain (alkohol dan narkoba),
  • Faktor psikososial.

10 of 43

Faktor Predisposisi Lokal :

  • Faktor lokal misalnya :
    • Oral hygiene yang buruk.
    • Area retentif plak seperti gigi berjejal dan restorasi yang overhang.
    • Perokok iritasi lokal dari substansi tar.
  • Faktor sistemik misalnya :
    • Kesehatan umum yang jelek.
    • Stres psikis.
    • Umur

11 of 43

Terapi Necrotizing Ulcerative Gingivitis

  1. Pengurangan inflamasi akut mengeliminasi mikroba dan menghilangkan jaringan nekrotik
  2. Perawatan terhadap penyakit kronis yang mendasari timbulnya keadaan akut atau penyakit lain dalam rongga mulut
  3. Pengurangan gejala-gelaja seperti demam dan malaise
  4. Perbaikan kondisi sistemik atau faktor yang membantu inisiasi atau perkembangan dari perubahan gingiva.1

12 of 43

Terapi Necrotizing Ulcerative Gingivitis

    • Anamnesis, riwayat penyakit, onset, durasi.
    • Pseudomembran dan debris 🡪 Hydrogen Peroksida 1,5-3% / air hangat,
    • Skeling supragingiva
    • Amoksisilin 500 mg oral 🡪 tiap 6 jam 🡪 10 hari.
    • Eritromisin (500 mg 🡪6 jam) kombinasi Metronidazol (500 mg 2x/hari 🡪 7 hari).
    • Analgesik 🡪 Ibuprofen
    • Obat kumur 🡪 Chlorhexidine 0.12%

Kunjungan I :

    • 1 atau 2 hari dari kunjungan 1
    • Perbaikan dari tanda-tanda dan gejala.
    • Margin gingiva eritema,
    • Superfisial pseudomembran tidak ada.
    • Skeling.
    • Instruksi OH

Kunjungan II :

    • 5 hari 🡪 ke2
    • Pemeriksaan margin gingiva 🡪 eritema tanpa pseudomembran gingiva
    • Plak kontrol
    • Chlorhexidine 0.12% 🡪 2 atau 3 minggu.
    • ReSkeling dan root planing
    • Perawatan komprehensif: eliminasi poket, rekonstruksi gingiva

Kunjungan III :

13 of 43

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

13

Penampilan klinis awal .

Tx:emergensi🡪 swab cotton pellet &H2O 3%

Chlorhexidine 0,12% & metronidazole 250mg 2x/sehari🡪7 hari

Px mengalami stres serta tekanan psikologis di sekolah

II. Skeling supragingival

Kontrol ketiga SRP

Gambaran klinis pada pertemuan keempat

Josue Martos, et al 2019

14 of 43

Necrotizing Ulcerative Gingivitis

14

Gambaran klinis selama terapi periodontal.

A. Kontrol enam bulan.

B. Kontrol lanjut satu tahun.

C. Kontrol Dua tahun.

D & E. Sepuluh tahun.

Josué Martos, DDS, PhD ¢ Karoline Von Ahn Pinto, DDS ¢ Tiago Martins Feijó Miguelis, DDS, Marília Cabral Cavalcanti, DDS, MSc ¢ João Batista César Neto, DDS, MSc, PhD. Clinical treatment of necrotizing ulcerative gingivitis: a case report with 10-year follow-up. General Dentistry. 2019. Pg 62-65.

15 of 43

2. Abses Gingiva

  • Pada margin gingiva atau interdental papilla, rasa sakit +
  • Etiologinya

Bakteri 🡪 benda asing seperti kulit jagung, bulu sikat, duri ikan yang menusuk jaringan gingiva

16 of 43

Terapi Abses Gingiva

  • Tujuan 🡪 pemulihan fase akut & menghilangkan penyebabnya.
  • Skeling dan root planing .
  • Pada situasi akut,
  • Daerah fluktuasi diinsisi 🡪 scalpel #15/#11
  • eksudat dikeluarkan dengan tekan ringan.
  • Irigasi dengan NaCl
  • Ditutup dengan kasa lembab
  • Kumur Chlorhexidine 0.12% 🡪 2x sehari
  • TO 🡪 OA

17 of 43

3. Abses Periodontal

Peradangan jaringan periodontal yang terlokalisir serta disertai adanya eksudat yang dapat menyebabkan destruksi ligamen periodontal.

Tanda dan gejala klinis :

  • Poket periodontal
  • Kegoyangan gigi
  • Gigi sensitif & perkusi +
  • Terlihat licin, mengkilat, sakit
  • Lunak 🡪 eksudat purulen
  • Probing deep

18 of 43

Etiologi Abses Periodontal

  1. Abses terkait Periodontitis

  • Penyembuhan poket periodontal.
  • Poket periodontal yang berliku terutama pada defek furkasi.
  • Skeling dan root planing yang tidak adekuat 🡪 Abses Formasi
  • Pengobatan antibiotik tanpa SRP 🡪Superinfeksi dan Abses

2. Abses yang tidak berhubungan dengan periodontitis

  • Infeksi akut berasal dari bakteri yang dibawa benda asing
  • Perforasi dinding lateral🡪 endo
  • Resorbsi akar eksternal
  • Invaginasi gigi
  • Fraktur gigi
  • Faktor lokal yang mempengaruhi morfologi akar

18

Gupta D,2015

19 of 43

ABSES PERIODONTAL

Karakteristik: sakit, warna merah, edema, halus, bengkak ovoid, gigi sensitif thdp perkusi, limfadenopati regional, demam

Terjadi setelah penyebaran infeksi yg terkontrol; terjadi homeostasis

Karakteristik: rasa nyeri tumpul, poket periodontal, inflamasi, saluran fistula

Abses akut

Abses Kronis

20 of 43

20

Terapi abses Periodontal

Prinsip : meringankan gejala, kontrol penyebaran infeksi, dan membuat insisi drainase.

Antibiotik

Drainase melalui Insisi

Drainase melalui poket periodontal

21 of 43

Terapi abses periodontal

Antibiotik

    • Selulitis (tidak terlokalisasi, infeksi menyebar)
    • Poket sulit diakses
    • Demam
    • Limfadenopati regional
    • Pasien immunocompromised.

Jenis Obat

    • amoksisilin 500 mg, dosis awal 1 g 🡪 500 mg 3x/hari🡪 7 hari ,kombinasi Metronidazole 500mg.
    • Klindamisin 🡪 dosis awal 600 mg 🡪 300 mg 4x/hari 🡪 7 hari.
    • azitromisin atau klaritromisin, dosis awal 1 g 🡪 500 mg 4x/hari selama 7 hari.1

22 of 43

TERAPI ABSES PERIODONTAL

  1. Anestesi topikal dan lokal pd perifer abses.
  2. Retraksi dinding poket dengan probe periodontal atau kuret, gunakan tekanan ringan.
  3. Irigasi untuk mengeluarkan eksudat dan membersihkan poket.
  4. Antibiotik sistemik.

Drainase melalui poket periodontal

Tujuan Drainase

23 of 43

TERAPI ABSES PERIODONTAL

  1. Bagian abses dikeringkan dan diisolasi dengan kasa spons.
  2. Aplikasi anestesi topikal, diikuti dengan injeksi anestesi lokal pada bagian perifer lesi.
  3. Insisi vertikal (#11) pada bagian tengah abses yang paling fluktuasi. Bagian lateral insisi dapat dipisahkan dengan kuretase atau elevator periosteal.
  4. Antibiotik sistemik.
  5. Berkumur dengan Chlorhexidine 0.12%
  6. Mengurangi kegiatan dan meningkatkan konsumsi air
  7. Analgesik untuk mengatasi rasa sakit.

Drainase melalui Insisi

24 of 43

ABSES PERIODONTAL

TERAPI ABSES KRONIS

  • Antibiotik.
  • Skeling dan root planing.
  • Perawatan bedah.

.

25 of 43

ABSES PERIODONTAL

Patel P.V., 2011

26 of 43

ABSES PERIODONTAL

  • Pasien Perempuan umur 51 tahun datang dengan keluhan sakit dan bengkak pada gusi daerah palatal pada gigi 26-27 sejak 3 hari lalu, pasien tdk memiliki Penyakit sistemik apapun

Gambar 1. Abses periodontal pada bagian palatal, dilakukan SRP, Asepsis dengan Povidone Iodine 10%

1

2

Gambar 2. Anastesi nervus palatinus mayor

3

4

Gambar 3. Eksisi daerah fistula secara horizontal

Gambar 4. Anastesi nervus palatinus mayor

Gambar 1-5 Dokumen pribadi

5

Gambar 5. Aplikasi Gel Metronidazole 25% pada daerah eksisi

R/Amoxicilin capl 500mg no XV 3x1

R/ Metronidazole tab 500mg no X 2x1

R/ Paracetamol tab 500mg no X 3x1

R/ Chrorhexidine garg fl I Coll oris

27 of 43

ABSES PERIODONTAL

27

6a

Gambar 6a dan 6b. Kontrol selama 2 minggu terlihat tanda-tanda Inflamasi dan abses periodontal pada bagian palatal dan bukal telah hilang

6b

28 of 43

Abses Perikoronal

Tanda dan gejala klinis :

  • Gingiva berwarna merah terlokalisir,
  • bengkak
  • lesi yang sakit
  • memungkinkan terbentuknya eksudat purulen,
  • trismus,
  • limfadenopati,
  • demam dan malaise.

Hasil dari inflamasi jaringan lunak operkulum yang menutupi sebagian erupsi gigi.

29 of 43

Terapi Abses Perikoronal

Tujuan nya mengelola fase akut.

Drainase abses 🡪 anetesi topikal

Pemberian antibiotik kombinasi amoxicilin 500mg dengan metronidazole 500mg 3x sehari selama 7 hari

Berkumur dengan air garam hangat atau obat kumur chlorhexidine 0,12% 2x sehari

30 of 43

Perikoronitis Akut

Inflamasi gingiva yang berhubungan dengan mahkota gigi yang belum erupsi sempurna.

Inflamasi akut dapat diperparah karena adanya:

  • Trauma
  • Oklusi
  • Benda asing yang terperangkap di bawah jaringan operkulum (biji jagung, kacang-kacangan)

31 of 43

Tanda dan gejala klinis :�

  • Pembengkakan, merah,
  • Sakit pada telinga, tenggorokan, dasar mulut
  • Tidak nyaman karena rasa busuk
  • Nyeri pada pembukaan & penutupan mulut.
  • Demam, malaise.
  • Dehidrasi, dan leukositosis

Komplikasi :

  • Perikoronal abses
  • Dapat menyebar ke posterior daerah orofaring
  • Dysphagia
  • Pembesaran nodus limfatikus

Carranza, 2012

32 of 43

Operkulektomi

Tujuannya untuk mempertahankan gigi molar yang masih memiliki tempat untuk erupsi tetapi tertutup oleh sebagian operkulum.

Indikasi :

  • Erupsi sempurna.
  • Adanya ruang yang cukup untuk mahkota.
  • Inklinasi yang tegak.
  • Tidak ada karies.
  • Pertimbangan prostetik.
  • Faktor sosial ekonomi / pasien tidak mau diekstrasi.

33 of 43

Terapi Perikoronitis

  • Operkulektomi
  • Ekstrasi gigi

34 of 43

Penatalaksanaan perikoronitis akut A. Operkulum terinflamasi (panah) pada molar ketiga rahang bawah.

B. Gambaran anterior dari molar ketiga dan operkulum.

C. Tampak lateral dengan scaler pada posisi untuk menghilangkan debris.

D. Posisi scaler dilihat dari anterior.

E. Contoh pembuangan jaringan yang tidak benar, mengakibatkan poket yang dalam di bagian distal molar.

F. Pembuangan jaringan distal gingiva dari molar ketiga, setelah gejala akut mereda.

G. Tampilan area yang telah sembuh

35 of 43

Gingivostomatitis Herpetik Primer

  • Penyakit infeksi virus pada membran mukosa oral disebabkan virus herpes simplek tipe 1 (HSV-1).
  • Penularan kontak langsung dan masa inkubasi berkisar 1 minggu.
  • Faktor predisposisi : sistem imun yang buruk, seringkali menyertai kondisi akut seperti tifus, influensa, pneumonia, meningitis dan kondisi stress.

Sumeet Shah, 2014

36 of 43

Tanda dan gejala klinis :

  • Timbul pada gingiva & mukosa oral secara difus, eritematosus, dan mengkilat, dengan berbagai derajat variasi edema dan perdarahan.
  • Vesikel bulat berwarna abu-abu pada gingiva, mukosa bukal dan labial, palatum lunak, faring, mukosa sublingual, dan lidah dapat menyebar / berkelompok.
  • 24 jam, vesikel pecah dan terasa sakit, terbentuk ulser kecil berwarna merah, halo-like margin, dengan bagian tengah kuning atau putih keabu-abuan.

a

b

(Rateitschak, 2005)

37 of 43

  • Difus eritema gingiva dan edema tetap ada sampai beberapa hari setelah lesi ulseratif sembuh.
  • Lesi yang sudah sembuh tidak ditemukan luka parut.
  • Perjalanan penyakit 7-10 hari
  • Sakit saat makan, minum dan membersihkan mulut.
  • Vesikel yang ruptur akan sensitif terhadap sentuhan, perubahan suhu, dan makanan.

38 of 43

Terapi gingivostomatitis herpetik primer

  • Antivirus 🡪 acyclovir, famcyclovir, valacyclovir
  • Diagnosis 3 hari pertama dari onset :

Suspensi acyclovir 15 mg/kgBB 5x/hari selama 7 hari.

  • Diagnosa setelah 3 hari pada pasien imunokompeten, terapi paliatif🡪 menjaga OH.
  • NSAID (ibuprofen)
  • Gunakan topikal anestesi (viscous lidocaine) sebelum makan.
  • Menunda terapi periodontal 🡪 eksaserbasi.
  • Aplikasi antibiotik lokal dan sistemik

39 of 43

HOPELESS TEETH

YANG PERLU MENJADI PERTIMBANGAN 🡺

  1. TINGKAT KEPARAHAN DAN KERUSAKAN TULANG.
  2. DERAJAT KEGOYANGAN GIGI.
  3. DAERAH SEKITAR GIGI SUDAH TIDAK BISA DILAKUKAN PERAWATAN.
  4. PENYAKIT SISTEMIK.

40 of 43

HOPELESS TEETH

  • HOPELESS 🡺 EKSTRAKSI
  • Anastesi lokal
  • Ekstraksi hopeless teeth
  • Kontrol Bleeding
  • Analgesik dan antibiotic
  • 1x 24 jam 🡪 kumur dengan chlorexidine 0,12%

41 of 43

KESIMPULAN

  • Terapi emergensi periodontal diperlukan untuk menangani keadaan akut dari suatu penyakit periodontal.
  • Langkah yang pertama kali dilakukan adalah terapi paliatif untuk menghilangkan keadaan akut & rasa sakit.
  • Pada tahap awal diberikan terapi antibiotik untuk menangani infeksi mikroba dan analgesik seperti NSAID (ibuprofen).
  • Setelah keadaan akut teratasi, barulah dapat dilakukan terapi skeling dan root planing atau terapi bedah periodontal.

42 of 43

Referensi

  1. Newman MG, Takei HH, Klokkevold PR, Carranza FA. Carranza’s Clinical Periodontology. 12nd ed. St. Louis: Elsevier; 2012.
  2. Rateitschak KH & EM, Wolf HF, Hassell TM. Color Atlas of Periodontology. 3rd Revised.New York: Thieme; 2005.
  3. Lindhe J, Karring T, Lang NP. Clinical Periodontology and Implant Dentistry. 4th ed. Iowa: Blackwell Publishing Ltd; 2003.
  4. Rose LF, Mealey BL, Genco RJ, Cohen DW. Periodontic: Medicine, Surgery, and Implants. St. Louis: Elsevier; 2004.
  5. Patel PV, Kumar S, Patel A. Periodontal Abscess: A Review. J Clin and Diagnostic Research [internet]. 2011 [cited 2012 Sept 30]; 5(2):404-9. Available from: http://www.jcdr.net/articles/PDF/1246/1622_9_4_11_nitr.pdf
  6. G. Laskaris et al., Periodontal Manifestations of Local and Systemic Diseases. Springer-Verlag Berlin Heidelberg. 2003.
  7. Scully C. Oral and Maxillofacial Medicine The Basis of Diagnosis and Treatment. 2nd Ed. Edinburgh: Churchill Livingstone Elsevier; 2008.
  8. Carranza FA, Rapley JW, Haake SK. Clinical of Periodontology. 10th Ed. Philadhelphia. WB Saunders. 2006.
  9. Gupta D, Verma P, Dhariwal G, Chaudhary S, Periodontal Abscess-A Localized Collection of Pus-A Review. TMU J Dent. Vol. 2; Issue 1. Jan – Mar 2015
  10. Mohan RPS, et al. Acute primary herpetic gingivostomatitis. BMJ Case Rep 2013. doi:10.1136/bcr-2013-200074. http://group.bmj.com/group/rights-licensing/permissions.
  11. Martos J, et al. Clinical treatment of necrotizing ulcerative gingivitis: a case report with 10-year follow-up. General Dentistry 2019. Pg 62-65
  12. PATEL PV, et al. Periodontal Abscess: A Review. Journal of Clinical and Diagnostic Research. 2011 Apr, Vol-5(2):404-409
  13. Shah S,et al. PRIMARY HERPETIC GINGIVOSTOMATITIS: A CASE REPORT AND REVIEW OF LITERATURE. TMU J. Dent Vol. 1; Issue 3 July – Sept 2014 |

42

43 of 43

Terima Kasih