1 of 9

AL-QUR’AN MUKJIZAT NABIKU

2 of 9

MARI RENUNGKAN �Nabi Muhammad saw. adalah utusan Allah yang ditugaskan untuk mengemban tugas �mengembalikan manusia ke jalan yang benar. Nabi di utus di tengah-tengan kaum jahiliyah �yang menganut hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang berkuasa dan dapat melakukan �apa saja sesuai keinginannya. Masyarakat Arab pada zaman itu adalah masyarakat yang �gemar berperang dan adu kekuatan. Selain itu mereka juga gemar berlomba-lomba dalam �membuat karangan-karangan yang indah.

3 of 9

Pengertian Mukjizat

Mukjizat adalah hal yang bertolak belakang dengan kebiasaan, tidak seperti biasanya�dan melawan tantangan dengan selamat.

Dalam penggunaannya kata mukjizat hanya diperuntukkan kepada hal-hal luar biasa �yang dikaruniakan oleh Allah swt. kepada para nabi dan rasul. Tujuan dari diturunkannya �mukjizat adalah untuk membuktikan kebenaran pengakuan dan ajaran-ajaran para rasul. �Tujuan ini khususnya berkenaan dengan tantangan yang harus dihadapi oleh para nabi dan �rasul saat berdakwah.

4 of 9

Syarat-syarat Mukjizat

a. Sesuatu yang tidak sanggup dilakukan oleh siapapun selain Allah swt.;�b. Mukjizat adalah sesuatu yang tidak sesuai dengan kebiasaan dan berlawanan dengan �hukum alam (sunnatullah);�c. Mukjizat harus berupa hal yang dijadikan saksi oleh seseorang yang mengaku �membawa risalah Ilahi sebagai bukti atas kebenaran pengakuannya;�d. Mukjizat terjadi bertepatan dengan pengakuan Nabi dan penolakan suatu kaum atas �pengakuan tersebut;�e. Tidak ada seorang manusia pun, bahkan jin sekalipun yang dapat mengalahkan suatu �mukjizat yang sudah diberikan oleh Allah.

5 of 9

Macam-macam Mukjizat

a. Mukjizat hissi (kasat mata), yakni mukjizat yang dapat dilihat oleh mata, didengar �oleh telinga, dicium oleh hidung, diraba oleh tangan, dan atau dirasa oleh lidah, �tegasnya dapat dicapai dan ditangkap oleh pancaindera

b. Mukjizat ini sengaja ditunjukkan atau diperlihatkan manusia biasa, yakni mereka �yang tidak biasa menggunakan kecerdasan akal pikirannya, yang tidak cakap �padangan mata hatinya dan yang rendah budi dan perasaanya. Karena bisa dicapai �dengan panca indera,

6 of 9

c. Mukjizat ma’nawi> (tidak kasat mata), yakni mukjizat yang tidak mungkin dapat �dicapai dengan kekuatan panca indera, tetapi harus dicapai dengan kekuatan ‘aqli>�atau dengan kecerdasan pikiran intelektual atau mata batin.

Pengertian I’jaz al-Qur’an

I’jaz al-Qur’an adalah teguhnya kehebatan al-Qur’an di hadapan kelemahan �manusia dan jin yang tidak akan mampu membuat karya sehebat al-Qur’an. �Kemukjizatan al-Qur’an menumbuhkan kesadaran pada manusia bahwa al-Qur’an�adalah nyata-nyata wahyu Allah swt. dan sekaligus merupakan bukti kerasulan �Muhammad saw. bahwa al-Qur’an bukan karangan Nabi Muhammad saw.

7 of 9

Mukjizat Rasulullah saw. Selain al-Qur’an dan Mukjizat Para Nabi Lainnya.

Kemukjizatan al-Qur’an merupakan mukjizat ma’nawi Karenanya, untuk �memahaminya harus menggunakan akal pikiran yang rasional dan kecerdasan hati. �Orang yang tidak menggunakan akal pikiran dan kejernihan hati tidak akan dapat �memahami kemukjizatan al-Qur’an. Bukan berarti harus menjadi cendikiawan untuk �memahami kemukjizatan al-Qur’an, tetapi orang-orang yang akal pikiran atau �hatinya tertutup tentu tidak akan dapat memahami kemukjizatan al-Qur’an. Padahal �al-Qur’an adalah mukjizat yang terbesar bagi Nabi Muhammad saw. yang berlaku �kekal sampai akhir zaman.

8 of 9

a. Mukjizat Nabi Nuh a.s. berupa kemampuan untuk membuat kapal yang sangat besar �untuk menampung dan menyelamatkan kaum yang beriman dari banjir besar, �padahal saat itu sama sekali belum dikenal cara pembuatan kapal.

b. Mukjizat Nabi Ibrahim a.s. berupa keistimewaan tidak hangus dibakar dalam api oleh �raja Namruz.

c. Mukjizat Nabi Musa a.s. berupa tongkat yang dapat berubah menjadi ular besar �untuk mengalahkan tukang-tukang sihir Firaun yang menyihir tali menjadi ular-ular �kecil.

9 of 9

d. Mukjizat Nabi Dawud a.s. adalah kemampuan untuk melunakkan besi dengan tangan �kosong, sehingga bisa dibentuk menjadi baju besi dan senjata untuk dapat �mengalahkan raja Jalut.

e. Mukjizat Nabi Sulaiman a.s. berupa kemampuan untuk mendengar dan memahami�bahasa binatang, seperti burung hud-hud dan semut.

f. Mukjizat Nabi Isa a.s. berupa kemampuan untuk membuat burung dari tanah, �menyembuhkan orang buta sejak lahir, menyembuhkan penyakit kusta, dan dapat �menghidupkan orang yang sudah mati atas izin Allah swt.