1 of 57

PENGUATAN PEMBELAJARAN MENDALAM

2 of 57

3 of 57

‹#›

Refleksi Awal

4 of 57

Area Penguatan Hasil Refleksi Awal

  • Keselarasan DPL-CP-TP-Asesmen-Pembelajaran
  • Prinsip Pembelajaran (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan)
  • Pengalaman Belajar (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)
  • Tambahan: STEM dan TPACK

Catatan: Hal ini senada dengan temuan PSKP Kemendikdasmen

5 of 57

APA PEMBELAJARAN MENDALAM?

Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.

6 of 57

7 of 57

8 of 57

9 of 57

10 of 57

11 of 57

12 of 57

13 of 57

14 of 57

15 of 57

16 of 57

17 of 57

  • Guru-guru relatif memahami bahwa prinsip menggembirakan diwujudkan melalui aktivitas pembelajaran yang menyenangkan, menantang, dan melibatkan murid.
  • Guru juga berupaya mewujudkan prinsip ini dengan menghadirkan perasaan aman dan nyaman dalam pembelajaran.
  • Namun di beberapa satuan pendidikan, terdapat miskonsepsi terkait prinsip menggembirakan yang hanya dimaknai sebagai upaya menghadirkan aktivitas fisik atau hiburan semata, tanpa mengaitkannya dengan tujuan pembelajaran.

Temuan lapangan memperkuat simpulan bahwa sebagian guru masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan prinsip pembelajaran mendalam, utamanya prinsip berkesadaran dan bermakna.

  • Prinsip Berkesadaran cenderung dipahami sebagai upaya membangun fokus dan konsentrasi murid, sedangkan pelibatan murid dalam mengembangkan strategi belajar (co-designer) belum dilakukan.
  • Tujuan pembelajaran hanya disebutkan, tidak eksplisit dimanfaatkan untuk mendorong regulasi diri murid.
  • Guru belum memahami strategi pengkondisian kelas.
  • Pada jenjang SMA dan SMK, prinsip ini paling menantang, terutama dalam mengkondisikan kelas dan mendorong pelibatan murid.

Prinsip Berkesadaran

  • Guru belum mengaitkan materi pembelajaran dengan pengetahuan baru dan lintas konteks.
  • Guru kesulitan mengembangkan pembelajaran yang menstimulasi berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.
  • Guru belum merancang aktivitas yang menuntut analisis, evaluasi, dan pencarian solusi mendalam.
  • Keterlibatan murid dalam pemecahan masalah kontekstual masih rendah.
  • Pemanfaatan keberagaman sumber belajar masih lemah. Buku teks sering kali menjadi satu-satunya sumber belajar.

Prinsip Bermakna

Prinsip Menggembirakan

“Paling susah itu mewujudkan [prinsip] berkesadaran, biar siswa termotivasi dalam pembelajaran, apalagi saya mengajar mapel nonkejuruan, mereka lebih semangat belajar mapel kejuruannya.” (Guru SMKN di Bantul).

“Berkesadaran paling menantang, karena bagaimana caranya membuat murid sebagai pusat pembelajaran.” (Guru SDN di Makassar)

Anak-anak lebih cepat paham kalau materi saya kaitkan dengan hal yang mereka temui di lingkungan sekitar,” (Guru Kota Denpasar).

Berat membuat pembelajaran bermakna karena saya perlu mencari konteks di kehidupan nyata yang benar-benar sesuai dengan topik dan dialami oleh murid.” (Guru di Balikpapan)

“Prinsip menggembirakan, bisa ice breaking atau permainan.” (Guru di Manado).

“Guru menciptakan suasana aktif, seperti diskusi, kuis, dan games. Guru harus memastikan rasa aman dan membebaskan siswa bertanya dan mendiskusikan materi.” (Guru SMPN di Padang)

18 of 57

Penerapan Prinsip Pembelajaran Mendalam

Berkesadaran

  • Kenyamanan peserta didik dalam belajar
  • Fokus, konsentrasi, dan perhatian
  • Kesadaran terhadap proses berpikir
  • Keterbukaan terhadap perspektif baru
  • Keingintahuan terhadap pengetahuan dan pengalaman baru

Bermakna

  • Kontekstual dan/atau relevan dengan kehidupan nyata
  • Keterkaitan dengan pengalaman sebelumnya
  • Kebermanfaatan pengalaman belajar untuk diterapkan dalam konteks baru
  • Keterkaitan dengan bidang ilmu lain
  • Pembelajar sepanjang hayat

Menggembirakan

  • Lingkungan pembelajaran yang interaktif
  • Aktivitas pembelajaran yang menarik
  • Menginspirasi
  • Tantangan yang memotivasi
  • Tercapainya keberhasilan belajar (AHA moment)

Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi seсara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan

19 of 57

Dari hasil observasi dan wawancara, pengalaman belajar memahami relatif telah dipahami dan dipraktikkan oleh guru. Sementara pengalaman belajar mengaplikasi dan merefleksi masih menjadi tantangan.

  • Guru umumnya mampu memfasilitasi pengetahuan dasar, mengaitkan materi dengan pengalaman nyata, serta menerapkan konsep melalui proyek, eksperimen, atau bermain peran.
  • Terdapat pergeseran dari pembelajaran yang berorientasi pada transmisi pengetahuan menuju pengalaman aplikatif dan bermakna.
  • Namun, pengalaman belajar memahami yang meliputi pengetahuan esensial, pengetahuan aplikatif, dan pengetahuan nilai dan karakter masih menjadi kelemahan.

Pengalaman Belajar Memahami

  • Guru mulai memahami bahwa pengalaman mengaplikasi merupakan upaya mengajak murid menggunakan konsep untuk menyelesaikan masalah melalui praktik, eksplorasi, dan refleksi.
  • Namun, sebagian guru masih memahami “mengaplikasi” sebagai aktivitas fisik mempraktikkan materi pelajaran.
  • Idealnya, praktik mengaplikasi merupakan perluasan pengetahuan dengan cara menggunakan konsep dalam konteks baru/konteks nyata melalui berpikir kritis, kreatif, dan reflektif.

Pengalaman Belajar Mengaplikasi

  • Sebagian guru memaknai refleksi hanya sebagai aktivitas menutup pelajaran, seperti meminta siswa menyebutkan poin penting materi atau menuliskan pengalaman belajar secara singkat.
  • Refleksi cenderung berpusat pada guru, belum mendorong murid melakukan penilaian diri, memahami cara belajarnya, dan merencanakan perbaikan.
  • Refleksi masih dipahami sebagai evaluasi hasil belajar, belum sebagai proses regulasi diri yang membantu murid meninjau strategi, makna, dan arah belajarnya.

Pengalaman Belajar Merefleksi

Memahami itu kayak pengenalan materinya, ceramah gak banyak, bisa dari video. Mereviu video biar bisa menangkap pengetahuan awal sama menghubungkan dengan materi sebelumnya. Di apersepsi biasanya saya mengaitkan manfaat materi hari ini dengan kehidupan mereka.” (Guru SMKN di Bantul)

Di beberapa bab yang dapat dipraktikkan, kemudian ada proyek yang dilakukan oleh siswa, seperti kegiatan mengukur panjang lintasan, menghitung banyaknya kemungkinan kendaraan yang dapat parkir di sini, atau seperti membuat penelitian sederhana.” (Guru SMA di Bandung)

Biasanya saya tanya, apa yang mereka dapat hari ini, apa kesimpulannya, bagaimana perasaan kalian hari ini dalam belajar.” (Guru di Medan)

Merefleksi tantangannya paling berat karena di SMP kemampuan berpikir siswa masih belum kuat. Refleksi masih di konten, bukan di regulasi diri.” (Guru SMPN di Denpasar).

20 of 57

21 of 57

22 of 57

Bagaimana mencari inspirasi perbaikan Pembelajaran Mendalam?

23 of 57

Bagaimana mencari inspirasi perbaikan Pembelajaran Mendalam?

24 of 57

KESELARASAN KURIKULUM, PEMBELAJARAN, ASESMEN

25 of 57

Implementasi Pembelajaran Mendalam

1

Perencanaan

Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran

2

Pelaksanaan

Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi

3

Asesmen

Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata

26 of 57

27 of 57

Prinsip Keselarasan (Constructive Alignment)

Keselarasan tercapai ketika apa yang diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan cara mengukurnya semuanya mengarah pada tujuan pembelajaran yang sama (Biggs,1996)

Kata kerja (kompetensi) dalam tujuan pembelajaran adalah jangkar yang menghubungkan ketiga komponen di atas.

Contoh:

Kompetensi (kata kerja) pada TP

Aktivitas pembelajaran

Asesmen

Menjelaskan

Memberi kesempatan siswa berlatih menjelaskan (diskusi, presentasi, diagram)

Kemampuan siswa menjelaskan

Menganalisis

Menyediakan kasus nyata untuk dianalisis

Kualitas analisis siswa

Mengevaluasi

Memberikan situasi di mana siswa harus membuat penilaian kritis

Ketajaman evaluasi siswa

Merancang

Memberi proyek perancangan nyata

Produk rancangan yang dihasilkan

28 of 57

LANJUTAN CONTOH KESELARASAN DAN KETIDAKSELARASAN KURIKULUM - PEMBELAJARAN - ASESMEN

KOMPONEN

SELARAS

TIDAK SELARAS

Bentuk Asesmen

Siswa diminta menggambar dan menjelaskan secara lisan diagram circular flow 2 sektor, menandai arus pendapatan dan pengeluaran, serta menjelaskan peran setiap pasar.

→ Mengukur langsung kemampuan menjelaskan konsep sesuai TP.

Tes pilihan ganda menghafal definisi GDP, GNP, dan NNP dari buku teks.

→ Mengukur hafalan istilah, bukan kemampuan menjelaskan mekanisme circular flow.

Rubrik / Kriteria Penilaian

Kriteria: (1) kelengkapan pelaku ekonomi dalam diagram, (2) ketepatan arah arus, (3) kemampuan menjelaskan interaksi antarpasar dengan kata-kata sendiri.

→ Rubrik sesuai dengan tujuan "menjelaskan konsep".

Nilai berdasarkan kerapian tulisan dan ketepatan ejaan istilah ekonomi saja.

→ Tidak mengukur pemahaman konseptual yang menjadi inti TP.

Soal / Tugas Asesmen

"Jika pemerintah menaikkan pajak penghasilan rumah tangga, gambarkan dan jelaskan bagaimana aliran pendapatan dalam circular flow berubah dan pasar mana yang terpengaruh."

→ Menuntut pemahaman mekanisme dan keterkaitan antarpasar.

"Hitunglah nilai PDB Indonesia tahun 2023 dengan pendekatan pengeluaran berdasarkan data berikut."

→ Mengukur keterampilan hitung, bukan kemampuan menjelaskan konsep circular flow.

29 of 57

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

  1. Penyampaian materi sesuai tahapan berpikir peserta didik untuk mendukung pencapaian kedalaman pemahaman konsep peserta didik
  2. Model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat digunakan dengan prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan
  3. Penerapan pembelajaran bermakna dengan pemanfaatan lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan lingkungan sekolah, lingkungan alam sekitar, lingkungan sosial, dan sebagainya
  4. Prinsip pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan dapat berada dalam beberapa kegiatan pembelajaran tidak harus berurutan dan/atau simultan
  5. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dilaksanakan dengan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan konteks dan kondisi pembelajaran, serta inovasi guru
  6. Sintak/Langkah-langkah pembelajaran pada model-model atau strategi pembelajaran yang ada dapat

diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi

  1. Pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi dilakukan dalam beberapa langkah pembelajaran yang pelaksanaannya disesuaikan dengan konteks dan kondisi pembelajaran

30 of 57

Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam

Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua Hal. 30

  1. Pengalaman belajar melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga adalah pengembangan diri yang holistik dan integratif yang mencakup aspek intelektual, sosio-emosional, spiritual, dan fisik. Sehingga pembelajaran menghasilkan pribadi yang memiliki kompetensi utuh dan seimbang sesuai fitrahnya
  2. Topik pembelajaran dikaitkan dengan lintas ilmu (multi/inter disiplin) atau terkait dengan bidang ilmu atau mata pelajaran yang dipelajari peserta didik
  3. Penerapan pembelajaran mendalam disesuaikan dengan karakteristik masing-masing mata pelajaran
  4. Kemitraan yang melibatkan berbagai pihak baik lingkungan sekolah, luar sekolah, dan masyarakat untuk mendukung pembelajaran mendalam
  5. Lingkungan pembelajaran diciptakan merupakan integrasi ruang fisik, ruang virtual dan budaya belajar untuk mendukung pembelajaran mendalam
  6. Pemanfaatan teknologi digital akan menguatkan pembelajaran mendalam pada perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen pembelajaran
  7. Asesmen menggunakan assessment as learning, assessment for learning, assessment of learning. Pada PM menekankan pentingnya umpan balik dan asesmen autentik

31 of 57

PENERAPAN STEM

DALAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM

32 of 57

Terdapat dua tipe guru ketika ada kebijakan baru.

Sumber Belajar

33 of 57

Pembelajaran Mendalam di SMA/MA atau yang sederajat diterapkan dengan cara yang lebih kompleks, yang mencakup proyek lintas mata pelajaran dan penelitian berbasis masalah yang aktual dan kontekstual untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi: berfikir kritis, perumusan dan pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.

Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam (2025: 51)

Mengapa STEM dapat diterapkan dalam Pembelajaran Mendalam?

34 of 57

DEFINISI HARFIAH SETIAP KOMPONEN STEM

(Jolly, 2017)

35 of 57

36 of 57

KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN STEM

(Bybee, 2013)

37 of 57

Praktik Saintifik

Praktik Enjinering

  • Menemukan Pengetahuan
  • Fokus pada “Mengapa Terjadi”
  • Mengumpulkan & Menganalisis Data
  • Menghasilkan Model & Teori
  • Menciptakan Solusi
  • Fokus pada “Bagaimana Menyelesaikan?”
  • Mendesain, Membuat, dan Menguji
  • Menghasilkan Produk dan Teknologi

Direktorat Sekolah Menengah Atas

38 of 57

39 of 57

STEM dalam Kebijakan dan Praktik Sekolah

  1. STEM sebagai pendekatan lintas mata pelajaran

Contoh: guru dari berbagai bidang berkolaborasi mengembangkan proyek autentik berbasis konteks nyata. Mis proyek energi terbarukan yang menggabungkan Fisika, Ekonomi dan Bahsa Indonesia.

  1. STEM sebagai mata pelajaran terintegrasi Contoh: modul tematik
  2. STEM sebagai mata pelajaran/Strand (intrakurikuler)

Catatan: Saat ini di Indonesia penerapan yang mungkin adalah a dan b

40 of 57

PERSPEKTIF IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM

1. STEM sebagai Kerangka Berpikir Lintas Mata Pelajaran

Praktik di satuan pendidikan:

Pendidik dari berbagai bidang berkolaborasi mengembangkan proyek autentik berbasis konteks nyata.

Misalnya, proyek energi terbarukan yang menggabungkan Fisika, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia.

41 of 57

2. STEM sebagai Pendekatan Terpadu

a. PENDEKATAN TERTANAM/EMBEDDED: Satu mata pelajaran utama (misalnya IPA) menyisipkan elemen disiplin lain (misalnya proses desain rekayasa atau pemodelan matematika) untuk mencapai tujuan mata pelajaran utama itu

42 of 57

b. Pendekatan Terpadu/Integrated: Beberapa disiplin digabung dalam satu unit, proyek, atau mata pelajaran terpadu.

3. STEM sebagai Mata Pelajaran

2. STEM sebagai Pendekatan Terpadu

43 of 57

FORMAT PERENCANAAN PM

BERBASIS STEM

44 of 57

Bagaimana implementasi STEM?

Ditjen PAUD. Dikdas. dan Dikmen

45 of 57

Murid melakukan pengamatan dan/atau wawancara untuk memahami kebutuhan, hambatan, dan referensi pengguna

Memahami

Murid mengamati lingkungan atau situasi sekitar, menemukan masalah nyata, serta mulai mengajukan pertanyaan untuk memperjelas ide dan menemukan pemahaman serta solusi yang tepat

Bertanya dan Mengidentifikasi Masalah

Murid melakukan eksperimen pendahuluan atau studi sederhana untuk mengembangkan ide dan menentukan solusi terbaik

Bertukar Pikiran dalam Menentukan Solusi

Murid merancang langkah-langkah atau skema pembuatan solusi berdasarkan data atau informasi yang dimiliki

Mendesain Solusi

Design Thinking

Design Process

Alur Praktik Saintifik dan Enjinering

Direktorat Sekolah Menengah Atas

46 of 57

Murid memproduksi atau membangun solusi berdasarkan rancangan yang telah dibuat

Membuat Solusi

Murid menguji apakah solusi bekerja, mencatat hasil (data), menganalisis kinerja, dan mulai mengevaluasi efektivitas solusi tersebut berdasarkan kriteria keberhasilan (tantangan dan batasan)

Menguji & Mengidentifikasi

Murid menyampaikan hasil pemikirannya dalam kegiatan bertukar pikiran dengan teman sekelompok, mempresentasikan rancangan, pembuatan, dan hasil uji coba solusi menggunakan berbagai media

Mengomunikasikan

Alur Praktik Saintifik dan Enjinering

Berdasarkan hasil uji coba, murid menganalisis apa yang kurang atau perlu diperbaiki. Lalu mereka mengembangkan versi baru atau menyampaikan revisinya

Mendesain Ulang

Direktorat Sekolah Menengah Atas

47 of 57

PEMANFAATAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM DENGAN MENGGUNAKAN TPACK

48 of 57

Komponen Utama TPACK

  • Pedagogical Knowledge (PK): Pengetahuan tentang strategi mengajar, pendekatan pembelajaran, manajemen kelas, serta pemahaman tentang bagaimana siswa belajar.
  • Technological Knowledge (TK): Kemampuan memahami, menggunakan, dan beradaptasi dengan teknologi digital, baik perangkat keras maupun perangkat lunak, untuk mendukung pembelajaran.

Content, Pedagogy, dan Technology Knowledge

  • Content Knowledge (CK): Pemahaman mendalam tentang materi atau bidang studi yang diajarkan. Guru harus menguasai konsep, teori, dan struktur pengetahuan inti.

Photo by Estée Janssens on Unsplash

49 of 57

50 of 57

Interseksi Pengetahuan dalam TPACK

PCK, TCK, TPK, dan Integrasi TPACK

Pedagogical Content Knowledge (PCK) Menghubungkan strategi mengajar dengan konten agar materi dapat disampaikan secara efektif dan dipahami siswa.

Technological Content Knowledge (TCK)

Pemahaman bagaimana teknologi dapat merepresentasikan, mengubah, atau memperluas konten yang diajarkan.

Technological Pedagogical Knowledge (TPK)

Wawasan tentang bagaimana teknologi mendukung atau mengubah strategi pembelajaran serta interaksi guru-siswa.

TPACK Holistik

Integrasi penuh antara teknologi, pedagogi, dan konten yang menghasilkan pembelajaran inovatif, adaptif, dan relevan.

51 of 57

TPACK Connection

Sebutkan contoh pengalaman Bapak dan Ibu saat teknologi, pedagogi, dan konten saling terhubung!

52 of 57

53 of 57

Mengapa TPACK penting dalam pembelajaran ?

54 of 57

Dengan TPACK, guru dapat:

  • Meningkatkan pemahaman siswa melalui teknologi yang tepat guna.
  • Mengembangkan keterampilan guru dalam mengintegrasikan teknologi secara

efektif.

  • Membuat pembelajaran menjadi lebih aktif, menarik, dan adaptif sesuai kebutuhan siswa.
  • Memanfaatkan sumber belajar digital yang sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan peserta didik.

55 of 57

Prinsip Penting dalam Implementasi TPACK

  • Integrasi yang holistik antara teknologi, pedagogi, dan konten bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan bagaimana teknologi tersebut mendukung dan memperkuat proses pembelajaran agar efektif dan bermakna.
  • Pemilihan teknologi didasarkan kebutuhan pembelajaran dan

karakteristik siswa, sehingga teknologi menjadi alat yang menjembatani pemahaman konten dengan metode pengajaran efektif.

  • Guru berperan sebagai fasilitator yang mengelola lingkungan belajar

digital yang interaktif dan mendukung kolaborasi serta refleksi siswa

56 of 57

Bagaimana implementasi TPACK dalam PM?

Direktorat Sekolah Menengah Atas

57 of 57

‹#›

Terima Kasih