PENGUATAN PEMBELAJARAN MENDALAM
‹#›
Refleksi Awal
Area Penguatan Hasil Refleksi Awal
Catatan: Hal ini senada dengan temuan PSKP Kemendikdasmen
APA PEMBELAJARAN MENDALAM?
Pembelajaran Mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful) melalui olah pikir (intelektual), olah hati (etika), olah rasa (estetika), dan olah raga (kinestetik) secara holistik dan terpadu.
Temuan lapangan memperkuat simpulan bahwa sebagian guru masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan prinsip pembelajaran mendalam, utamanya prinsip berkesadaran dan bermakna.
Prinsip Berkesadaran
Prinsip Bermakna
Prinsip Menggembirakan
“Paling susah itu mewujudkan [prinsip] berkesadaran, biar siswa termotivasi dalam pembelajaran, apalagi saya mengajar mapel nonkejuruan, mereka lebih semangat belajar mapel kejuruannya.” (Guru SMKN di Bantul).
“Berkesadaran paling menantang, karena bagaimana caranya membuat murid sebagai pusat pembelajaran.” (Guru SDN di Makassar)
“Anak-anak lebih cepat paham kalau materi saya kaitkan dengan hal yang mereka temui di lingkungan sekitar,” (Guru Kota Denpasar).
“Berat membuat pembelajaran bermakna karena saya perlu mencari konteks di kehidupan nyata yang benar-benar sesuai dengan topik dan dialami oleh murid.” (Guru di Balikpapan)
“Prinsip menggembirakan, bisa ice breaking atau permainan.” (Guru di Manado).
“Guru menciptakan suasana aktif, seperti diskusi, kuis, dan games. Guru harus memastikan rasa aman dan membebaskan siswa bertanya dan mendiskusikan materi.” (Guru SMPN di Padang)
Penerapan Prinsip Pembelajaran Mendalam
Berkesadaran
Bermakna
Menggembirakan
Penerapan prinsip pembelajaran mendalam dapat terjadi seсara terpisah ataupun simultan dan tidak harus berurutan
Dari hasil observasi dan wawancara, pengalaman belajar memahami relatif telah dipahami dan dipraktikkan oleh guru. Sementara pengalaman belajar mengaplikasi dan merefleksi masih menjadi tantangan.
Pengalaman Belajar Memahami
Pengalaman Belajar Mengaplikasi
Pengalaman Belajar Merefleksi
“Memahami itu kayak pengenalan materinya, ceramah gak banyak, bisa dari video. Mereviu video biar bisa menangkap pengetahuan awal sama menghubungkan dengan materi sebelumnya. Di apersepsi biasanya saya mengaitkan manfaat materi hari ini dengan kehidupan mereka.” (Guru SMKN di Bantul)
“Di beberapa bab yang dapat dipraktikkan, kemudian ada proyek yang dilakukan oleh siswa, seperti kegiatan mengukur panjang lintasan, menghitung banyaknya kemungkinan kendaraan yang dapat parkir di sini, atau seperti membuat penelitian sederhana.” (Guru SMA di Bandung)
“Biasanya saya tanya, apa yang mereka dapat hari ini, apa kesimpulannya, bagaimana perasaan kalian hari ini dalam belajar.” (Guru di Medan)
“Merefleksi tantangannya paling berat karena di SMP kemampuan berpikir siswa masih belum kuat. Refleksi masih di konten, bukan di regulasi diri.” (Guru SMPN di Denpasar).
Bagaimana mencari inspirasi perbaikan Pembelajaran Mendalam?
Bagaimana mencari inspirasi perbaikan Pembelajaran Mendalam?
KESELARASAN KURIKULUM, PEMBELAJARAN, ASESMEN
Implementasi Pembelajaran Mendalam
1
Perencanaan
Perencanaan PM melalui refleksi guru terhadap diri sendiri, karakteristik peserta didik, materi pelajaran, sumber daya dan mitra pembelajaran
2
Pelaksanaan
Pelaksanaan pembelajaran dengan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui pengalaman belajar memahami, merefleksi
3
Asesmen
Asesmen tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga pada pemahaman konseptual yang mendalam, keterampilan berpikir kritis, serta penerapan dalam kehidupan nyata
Prinsip Keselarasan (Constructive Alignment)
Keselarasan tercapai ketika apa yang diajarkan, bagaimana cara mengajarkannya, dan cara mengukurnya semuanya mengarah pada tujuan pembelajaran yang sama (Biggs,1996)
Kata kerja (kompetensi) dalam tujuan pembelajaran adalah jangkar yang menghubungkan ketiga komponen di atas.
Contoh:
Kompetensi (kata kerja) pada TP | Aktivitas pembelajaran | Asesmen |
Menjelaskan | Memberi kesempatan siswa berlatih menjelaskan (diskusi, presentasi, diagram) | Kemampuan siswa menjelaskan |
Menganalisis | Menyediakan kasus nyata untuk dianalisis | Kualitas analisis siswa |
Mengevaluasi | Memberikan situasi di mana siswa harus membuat penilaian kritis | Ketajaman evaluasi siswa |
Merancang | Memberi proyek perancangan nyata | Produk rancangan yang dihasilkan |
LANJUTAN CONTOH KESELARASAN DAN KETIDAKSELARASAN KURIKULUM - PEMBELAJARAN - ASESMEN
KOMPONEN | SELARAS | TIDAK SELARAS |
Bentuk Asesmen | Siswa diminta menggambar dan menjelaskan secara lisan diagram circular flow 2 sektor, menandai arus pendapatan dan pengeluaran, serta menjelaskan peran setiap pasar. → Mengukur langsung kemampuan menjelaskan konsep sesuai TP. | Tes pilihan ganda menghafal definisi GDP, GNP, dan NNP dari buku teks. → Mengukur hafalan istilah, bukan kemampuan menjelaskan mekanisme circular flow. |
Rubrik / Kriteria Penilaian | Kriteria: (1) kelengkapan pelaku ekonomi dalam diagram, (2) ketepatan arah arus, (3) kemampuan menjelaskan interaksi antarpasar dengan kata-kata sendiri. → Rubrik sesuai dengan tujuan "menjelaskan konsep". | Nilai berdasarkan kerapian tulisan dan ketepatan ejaan istilah ekonomi saja. → Tidak mengukur pemahaman konseptual yang menjadi inti TP. |
Soal / Tugas Asesmen | "Jika pemerintah menaikkan pajak penghasilan rumah tangga, gambarkan dan jelaskan bagaimana aliran pendapatan dalam circular flow berubah dan pasar mana yang terpengaruh." → Menuntut pemahaman mekanisme dan keterkaitan antarpasar. | "Hitunglah nilai PDB Indonesia tahun 2023 dengan pendekatan pengeluaran berdasarkan data berikut." → Mengukur keterampilan hitung, bukan kemampuan menjelaskan konsep circular flow. |
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
diadaptasi sesuai pengalaman belajar memahami, mengaplikasi dan merefleksi
Pelaksanaan Pembelajaran Mendalam
Pembelajaran Mendalam Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua • Hal. 30
PENERAPAN STEM
DALAM PENDEKATAN PEMBELAJARAN MENDALAM
Terdapat dua tipe guru ketika ada kebijakan baru.
Sumber Belajar
Pembelajaran Mendalam di SMA/MA atau yang sederajat diterapkan dengan cara yang lebih kompleks, yang mencakup proyek lintas mata pelajaran dan penelitian berbasis masalah yang aktual dan kontekstual untuk mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi yang meliputi: berfikir kritis, perumusan dan pemecahan masalah, dan pengambilan keputusan.
Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam (2025: 51)
Mengapa STEM dapat diterapkan dalam Pembelajaran Mendalam?
DEFINISI HARFIAH SETIAP KOMPONEN STEM
(Jolly, 2017)
KARAKTERISTIK PEMBELAJARAN STEM
(Bybee, 2013)
Praktik Saintifik
Praktik Enjinering
Direktorat Sekolah Menengah Atas
STEM dalam Kebijakan dan Praktik Sekolah
Contoh: guru dari berbagai bidang berkolaborasi mengembangkan proyek autentik berbasis konteks nyata. Mis proyek energi terbarukan yang menggabungkan Fisika, Ekonomi dan Bahsa Indonesia.
Catatan: Saat ini di Indonesia penerapan yang mungkin adalah a dan b
PERSPEKTIF IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN STEM
1. STEM sebagai Kerangka Berpikir Lintas Mata Pelajaran
Praktik di satuan pendidikan:
Pendidik dari berbagai bidang berkolaborasi mengembangkan proyek autentik berbasis konteks nyata.
Misalnya, proyek energi terbarukan yang menggabungkan Fisika, Ekonomi, dan Bahasa Indonesia.
2. STEM sebagai Pendekatan Terpadu
a. PENDEKATAN TERTANAM/EMBEDDED: Satu mata pelajaran utama (misalnya IPA) menyisipkan elemen disiplin lain (misalnya proses desain rekayasa atau pemodelan matematika) untuk mencapai tujuan mata pelajaran utama itu
b. Pendekatan Terpadu/Integrated: Beberapa disiplin digabung dalam satu unit, proyek, atau mata pelajaran terpadu.
3. STEM sebagai Mata Pelajaran
2. STEM sebagai Pendekatan Terpadu
FORMAT PERENCANAAN PM
BERBASIS STEM
Bagaimana implementasi STEM?
Ditjen PAUD. Dikdas. dan Dikmen
Murid melakukan pengamatan dan/atau wawancara untuk memahami kebutuhan, hambatan, dan referensi pengguna
Memahami
Murid mengamati lingkungan atau situasi sekitar, menemukan masalah nyata, serta mulai mengajukan pertanyaan untuk memperjelas ide dan menemukan pemahaman serta solusi yang tepat
Bertanya dan Mengidentifikasi Masalah
Murid melakukan eksperimen pendahuluan atau studi sederhana untuk mengembangkan ide dan menentukan solusi terbaik
Bertukar Pikiran dalam Menentukan Solusi
Murid merancang langkah-langkah atau skema pembuatan solusi berdasarkan data atau informasi yang dimiliki
Mendesain Solusi
Design Thinking
Design Process
Alur Praktik Saintifik dan Enjinering
Direktorat Sekolah Menengah Atas
Murid memproduksi atau membangun solusi berdasarkan rancangan yang telah dibuat
Membuat Solusi
Murid menguji apakah solusi bekerja, mencatat hasil (data), menganalisis kinerja, dan mulai mengevaluasi efektivitas solusi tersebut berdasarkan kriteria keberhasilan (tantangan dan batasan)
Menguji & Mengidentifikasi
Murid menyampaikan hasil pemikirannya dalam kegiatan bertukar pikiran dengan teman sekelompok, mempresentasikan rancangan, pembuatan, dan hasil uji coba solusi menggunakan berbagai media
Mengomunikasikan
Alur Praktik Saintifik dan Enjinering
Berdasarkan hasil uji coba, murid menganalisis apa yang kurang atau perlu diperbaiki. Lalu mereka mengembangkan versi baru atau menyampaikan revisinya
Mendesain Ulang
Direktorat Sekolah Menengah Atas
PEMANFAATAN DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN MENDALAM DENGAN MENGGUNAKAN TPACK
Komponen Utama TPACK
Content, Pedagogy, dan Technology Knowledge
Photo by Estée Janssens on Unsplash
Interseksi Pengetahuan dalam TPACK
PCK, TCK, TPK, dan Integrasi TPACK
Pedagogical Content Knowledge (PCK) Menghubungkan strategi mengajar dengan konten agar materi dapat disampaikan secara efektif dan dipahami siswa.
Technological Content Knowledge (TCK)
Pemahaman bagaimana teknologi dapat merepresentasikan, mengubah, atau memperluas konten yang diajarkan.
Technological Pedagogical Knowledge (TPK)
Wawasan tentang bagaimana teknologi mendukung atau mengubah strategi pembelajaran serta interaksi guru-siswa.
TPACK Holistik
Integrasi penuh antara teknologi, pedagogi, dan konten yang menghasilkan pembelajaran inovatif, adaptif, dan relevan.
TPACK Connection
Sebutkan contoh pengalaman Bapak dan Ibu saat teknologi, pedagogi, dan konten saling terhubung!
Mengapa TPACK penting dalam pembelajaran ?
Dengan TPACK, guru dapat:
efektif.
Prinsip Penting dalam Implementasi TPACK
karakteristik siswa, sehingga teknologi menjadi alat yang menjembatani pemahaman konten dengan metode pengajaran efektif.
digital yang interaktif dan mendukung kolaborasi serta refleksi siswa
Bagaimana implementasi TPACK dalam PM?
Direktorat Sekolah Menengah Atas
‹#›
Terima Kasih