1 of 35

LGBT MENURUT PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN DI INDONESIA DAN HUKUM ISLAM

NENG DJUBAEDAH, SH., MH., Ph.D.

Jumat, 17 April 2015

FHUI DEPOK

2 of 35

PENGANTAR

  • PENDAPAT TENTANG LGBT DALAM POWER POINTS INI ADALAH MURNI HASIL KAJIAN PENULIS YANG DITULIS DALAM BEBERAPA BUKU DAN DISERTASI BERJUDUL: “PERZINAAN DALAM UNDANG-UNDANG BERTULIS DI INDONESIA DAN MALAYSIA MENURUT HUKUM ISLAM: KAJIAN PERBANDINGAN DI INDONESIA DAN MALAYSIA”, FAKULTI UNDANG-UNDANG, UNIVERSITI KEBANGSAAN MALAYSIA, DIUJI 27 NOVEMBER 2013.
  • SEMOGA BERMANFAAT.
  • PENULIS MOHON BAGI YANG MENGUTIP PENDAPAT INI WAJIB MENCANTUMKAN PENEMU/PENULISNYA, BAIK UNTUK KEPENTINGAN TUISAN PRIBADI MAUPUN BAGI YANG MENG-UPLOAD DIMEDIA INTERNET, KARENA MERUPAKAN H A K I PENULIS.
  • DISKUSI LEBIH DALAM DAPAT DILAKUKAN SECARA LANGSUNG DENGAN PENULIS.
  • WASSALAM, Neng Djubaedah, SH., MH., Ph.D.

3 of 35

LGBT MENURUT KUHP & RUU-KUHP

  • KUHP dan RUU-KUHP HANYA melarang persetubuhan sejenis kelamin antara orang dewasa dengan orang belum dewasa (Pasal 292 KUHP) atau orang belum berumur 18 tahun (Pasal 492 RUU-KUHP).
  • Pasal 292 KUHP: hukuman bagi pelaku persetubuhan sejenis kelamin dengan ORANG BELUM DEWASA, yaitu dikenakan PENJARA PALING LAMA 5 TAHUN.
  • Pasal 492 RUU-KUHP: hanya melarang persetubuhan sejenis kelamin dengan ORANG BELUM MENCAPAI UMUR 18 TAHUN, dikenakan hukuman PENJARA paling singkat 1 TAHUN paling lama 7 TAHUN.

4 of 35

LGBT MENURUT KUHP & RUU-KUHP

  • KUHP DAN RUU-KUHP TIDAK MENENTUKAN HUKUMAN BAGI ORANG YANG MELAKUKAN HOMOSEKSUAL BAGI ORANG-ORANG YANG TELAH SAMA-SAMA DEWASA.
  • KUHP & RUU-KUHP tidak melarang biseksual dan transeksual / transgender.

5 of 35

LGBT MENURUT KUHP & RUU-KUHP ditinjau dari Hukum Islam

  • Ditinjau dari Hukum Islam ketentuan Pasal 292 KUHP dan Pasal 492 RUU-KUHP adalah bertentangan dengan al-Qur’an dan Hadis Rasulullah SAW.
  • Al-Qur’an, antara lain dalam surah al-’Araf ayat 60 s/d 84 melarang homoseksual baik gay (liwath) maupun lesbian (musahaqah). Hukumannya terdapat dalam hadis Rasulullah SAW.

6 of 35

BESTIALITY (ITTIYAN AL-BAHIMAH, PERSETUBUHAN MANUSIA DENGAN HEWAN) DALAM RUU-KUHP

  • KUHP tidak menentukan larangan persetubuhan antara manusia dengan hewan.
  • RUU-KUHP Pasal 501 ayat (1) huruf c, melarang persetubuhan antara manusia dengan hewan:

(1) Dipidana karena melakukan penganiayaan ringan terhadap hewan dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) bulan atau pidana denda paling banyak Kategori II, setiap orang:

  1. Menyakiti atau melukai hewan atau merugikan kesehatannya tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut;

7 of 35

LARANGAN BESTIALITY �DALAM RUU-KUHP cont’d

  1. Tanpa tujuan yang patut atau dengan melampaui batas yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut, tidak memberi makan atau kebutuhan hidup kepada hewan yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaannya dan ada di bawah pengawasannya, atau kepada hewan yang wajib dipeliharanya; atau
  2. Melakukan persetubuhan dengan hewan.

8 of 35

LARANGAN BESTIALITY DALAM �RUU-KUHP cont’d

  1. Jika tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mengakibatkan sakit lebih dari 1 (satu) minggu, cacat, luka berat, atau mati, maka pembuat tindak pidana dipidana karena penganiayaan hewan, dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak Kategori II.
  2. Jika hewan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) kepunyaan pembuat tindak pidana, maka hewan itu dapat dirampas.
  3. Percobaan melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dipidana dengan pidana denda paling banyak Kategori II.

9 of 35

BESTIALITY (ITTIYAN AL-BAHIMAH, PERSETUBUHAN MANUSIA DENGAN HEWAN) MENURUT HUKUM ISLAM

  • Hukum Islam melarang persetubuhan antara manusia dengan hewan sebagaimana dalam hadis Rasulullah SAW Ahmad, Abu Daud, Tarmizi (menurut Tarmizi dari Amr Bin Abu Amr) dari Amr Bin Abu Amr dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas (keterangan hadis dimuat dalam slide di bawah)

10 of 35

TRANSGENDER / TRANSEKSUAL menurut UU No. 23 Tahun 2006 TENTANG �ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

  • KUHP dan RUU-KUHP tidak melarang penggantian kelamin.
  • UU No. 23 Tahun 2006 Pasal 56 (1) menentukan: “Pencatatan Peristiwa Penting lainnya dilakukan oleh Pejabat Pencatatan Sipil atas permintaan Penduduk yang bersangkutan setelah adanya putusan pengadilan negeri yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.
  • Penjelasan Pasal 56 ayat (1) menjelaskan: Yang dimaksud dengan “Peristiwa Penting lainnya” adalah peristiwa yang ditetapkan oleh pengadilan negeri untuk dicatatkan pada Instansi Pelaksana, antara lain perubahan jenis kelamin.
  • HUKUM ISLAM MELARANG PERUBAHAN KELAMIN seperti dalam FATWA MUI Tahun 1980.

11 of 35

TRANSEKSUAL / TRANSGENDER MENURUT HUKUM ISLAM DI INDONESIA

  • FATWA MUI dalam Musyawarah Nasional II Tahun 1980:
  • Merubah jenis kelamin laki-laki menjadi perempuan atau sebaliknya hukumnya HARAM, karena bertentangan dengan al-Quran surah an-Nisa ayat 19 (“...Mungkin kamu tidak menyukai sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak) dan bertentangan pula dengan jiwa Syara’.
  • Orang yang kelaminnnya diganti kedudukan hukum jenis kelaminnya sama dengan jenis kelamin sebelum diganti.

12 of 35

TRANSEKSUAL / TRANSGENDER MENURUT HUKUM ISLAM DI INDONESIA

  1. Seorang khuntsa yang kelaki-lakiannya lebih jelas boleh disempurnakan kelaki-lakiannya. Demikian pula sebaliknya dan hukumnya menjadi positif (laki-laki).

Tafsiran Neng Djubaedah atas Fatwa MUI Tahun 1980 angka 3 tentang “Demikian pula sebaliknya” adalah maksudnya ditujukan bagi seorang khuntsa yang keperempuanannya lebih jelas boleh disempurnakan keperempuanannya. Dan hukumnya menjadi positif (perempuan).

(Lihat Neng Djubaedah: Pencatatan Perkawinan dan Perkawinan Tidak Dicatat Dalam Hukum Positif di Indonesia dan Hukum Islam, Jakarta, Sinar Grafika, 2010, 2011-2012)

13 of 35

LARANGAN HOMOSEKSUAL (LIWATH/GAY, MUSAHAQAH/LESBIAN) MENURUT HUKUM ISLAM: AL-QURAN & HADITS

  • AL-QUR’AN melarang Homoseksual baik gay (liwath) dan lesbian (musahaqah) dalam 10 surat, antara lain surah al-’Araf: 80 – 84, dan Hadits Rasulullah SAW.
  • (lihat buku Neng Djubaedah: Perzinaan dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam, Prenada, Jakarta, 2010).
  • (Neng Djubaedah: lihat Nailul Authar).

14 of 35

LARANGAN HOMOSEKSUAL �(LIWATH/GAY, MUSAHAQAH/LESBIAN) �MENURUT HADITS RASULULLAH SAW

  • Larangan Liwath dan Musahaqah dalam Hadts Rasulullah SAW diriwayatkan Imam yang lima (Bukhari, Muslim, Abi Daud, Tarmizi, Ibnu Majjah) kecuali Nasa’i, dari Ibnu ‘Abbas: “Siapa saja yang menjumpai seseorang yang bermain liwath (hubungan homoseksual), maka bunuhlah fa’il dan maf’ulnya (yang berbuat atau yang bertindak sebagai laki-laki maupun yang berbuat atau yang bertindak sebagai perempuan).
  • (lihat buku Neng Djubaedah: Perzinaan dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam, Prenada, Jakarta, 2010).
  • (Neng Djubaedah: lihat Nailul Authar).

15 of 35

LARANGAN HOMOSEKSUAL �(LIWATH/GAY, MUSAHAQAH/LESBIAN) �MENURUT HADITS RASULULLAH SAW

  • Hadis riwayat Abu Daud dari Sa’ad Bin Jubair dan Mujahid dari Ibnu ‘Abbas tentang kasus seorang anak perempuan yang didapati sedang bermain liwath (lesbian) supaya dia itu dirajam.
  • (lihat buku Neng Djubaedah: Perzinaan dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam, Prenada, Jakarta, 2010).
  • (Neng Djubaedah: lihat Nailul Authar).

16 of 35

LARANGAN BERSETUBUH DENGAN BINATANG (bestiality, ittiyan al-bahimah) �MENURUT HUKUM ISLAM

  • Hadis riwayat Ahmad, Abu Daud, Tarmizi (menurut Tarmizi dari Amr Bin Abu Amr) dari Amr Bin Abu Amr dari Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas: “Barangsiapa menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuh pula binatangnya”.
  • (lihat buku Neng Djubaedah: Perzinaan dalam Peraturan Perundang-undangan di Indonesia Ditinjau dari Hukum Islam, Prenada, Jakarta, 2010).
  • (Neng Djubaedah: lihat Nailul Authar).

17 of 35

QANUN NO. 6 TAHUN 2014 �TENTANG HUKUM JINAYAT DI ACEH

  • PENGERTIAN GAY/LIWATH, Qanun No. 6 Tahun 2014, Pasal 1 angka 28 mendefinisikan Liwath adalah perbuatan seorang laki-laki dengan cara memasukkan zakarnya kedalam dubur laki-laki yang lain dengan kerelaan kedua belah pihak.

18 of 35

HUKUMAN / ‘UQUBAT BAGI PELAKU GAY/LIWATH: QANUN NO. 6 TAHUN 2014

  • Pasal 63, QANUN NO. 6 TAHUN 2014
  • Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Liwath diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir paling banyak 100 (seratus) kali cambuk atau denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau penjara paling lama 100 (seratus) bulan.
  • (2) Setiap Orang yang mengulangi perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk 100 (seratus) kali dan dapat ditambah dengan denda paling banyak 120 (seratus dua puluh) gram emas murni dan/atau penjara paling lama 12 (dua belas) bulan.

19 of 35

HUKUMAN / ‘UQUBAT BAGI PELAKU GAY/LIWATH: QANUN NO. 6 TAHUN 2014

  1. Setiap Orang yang melakukan Liwath dengan anak, selain diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditambah dengan cambuk paling banyak 100 (seratus) kali atau denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau penjara paling lama 100 (seratus).

20 of 35

HUKUMAN LIWATH: �QANUN NO. 6 TAHUN 2014 ACEH

  • Larangan LIWATH (GAY, HOMOSEKSUAL) dalam Qanun No. 6 Tahun 2014, bagi yang melakukan liwath, Pasal 63 ayat (1) menentukan:
    1. hukuman ta’zir paling banyak 100 kali CAMBUK atau
    2. DENDA paling banyak 1000 (seribu) GRAM EMAS MURNI atau
    3. PENJARA paling lama 100 (seratus) BULAN.

21 of 35

MENGULANGI TINDAK PIDANA LIWATH menurut QANUN NO. 6 TAHUN 2014 ACEH

  • JIKA MENGULANGI PERBUATAN LIWATH, Pasal 63 ayat (2) menentukan :
    1. ‘Uqubat Ta’zir cambuk 100 (seratus) kali, dan dapat ditambah dengan
    2. denda paling banyak 120 (seratus dua puluh) gram emas murni dan/atau
    3. penjara paling lama 12 (dua belas) bulan.

22 of 35

LIWATH DILAKUKAN TERHADAP ANAK LELAKI (PEDOPHILIA): QANUN NO. 6 TAHUN 2014 ACEH

  • Jika LIWATH DILAKUKAN TERHADAP ANAK (BELUM 18 TAHUN), Pasal 63 ayat (3):
    1. ‘Uqubat Ta’zir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditambah dengan
    2. cambuk paling banyak 100 (seratus) kali atau
    3. denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau
    4. penjara paling lama 100 (seratus)

23 of 35

HUKUMAN / ‘UQUBAT BAGI PELAKU LESBIAN/MUSAHAQAH: QANUN NO. 6 TAHUN 2014 ACEH

  • PENGERTIAN LESBIAN/MUSAHAQAH, Qanun No. 6 Tahun 2014, Pasal 1 angka 29 mendefinisikan Musahaqah adalah perbuatan dua orang wanita atau lebih dengan cara saling menggosok-gosokkan anggota tubuh atau faraj untuk memperoleh rangsangan (kenikmatan) seksual dengan kerelaan kedua belah pihak.

24 of 35

HUKUMAN BAGI PELAKU LESBIAN/ MUSAHAQAH menurut QANUN NO. 6 TAHUN 2014 ACEH

* Musahaqah, Pasal 64

  1. Setiap Orang yang dengan sengaja melakukan Jarimah Musahaqah diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir paling banyak 100 (seratus) kali cambuk atau denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau penjara paling lama 100 (seratus) bulan.
  2. Setiap Orang yang mengulangi perbuatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir cambuk 100 (seratus) kali dan dapat ditambah dengan denda paling banyak 120 (seratus dua puluh) gram emas murni dan/atau penjara paling lama 12 (dua belas) bulan.

25 of 35

HUKUMAN BAGI PELAKU LESBIAN/ MUSAHAQAH: QANUN No. 6 TAHUN 2014

  1. Setiap Orang yang melakukan Jarimah Musahaqah dengan anak, selain diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditambah dengan cambuk paling banyak 100 (seratus) kali atau denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau penjara paling lama 100 (seratus) bulan.

26 of 35

HUKUMAN BAGI PELAKU LESBIAN/ MUSAHAQAH: QANUN No. 6 TAHUN 2014

  • HUKUMAN BAGI PELAKU LESBIAN/ MUSAHAQAH, Pasal 64 ayat (1) Qanun No. 6 Tahun 2014:
    1. ‘Uqubat Ta’zir paling banyak 100 (seratus) kali cambuk atau
    2. denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau
    3. penjara paling lama 100 (seratus) bulan.

27 of 35

MENGULANGI TINDAK PIDANA MUSAHAQAH: QANUN No. 6 TAHUN 2014

  • JIKA MENGULANGI PERBUATAN MUSAHAQAH, Pasal 64 ayat (2) menentukan:
    1. ‘Uqubat Ta’zir cambuk 100 (seratus) kali dan dapat ditambah dengan
    2. denda paling banyak 120 (seratus dua puluh) gram emas murni dan/atau
    3. penjara paling lama 12 (dua belas) bulan.

28 of 35

MUSAHAQAH DILAKUKAN TERHADAP ANAK PEREMPUAN (PEDOPHILIA):�QANUN No. 6 TAHUN 2014

  • Jika MUSAHAQAH/LESBIAN DILAKUKAN TERHADAP ANAK (BELUM 18 TAHUN), Pasal 64 ayat (3):
  • (i) diancam dengan ‘Uqubat Ta’zir sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat ditambah dengan
  • cambuk paling banyak 100 (seratus) kali atau
  • denda paling banyak 1.000 (seribu) gram emas murni atau
  • penjara paling lama 100 (seratus) bulan.

29 of 35

LARANGAN DAN HUKUMAN BAGI PELAKU ZOOPHILIA / BESTIALITY �DI MALAYSIA

  • KANUN KESEKSAAN (PENAL CODE) (Akta 574), Pasal 377:

“Barang siapa dengan sengaja melakukan persetubuhan yang bertentangan dengan aturan tabii dengan haiwan hendaklah diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai 20 tahun, dan bolehlah juga dikenakan denda, atau sebat.

30 of 35

LARANGAN DAN HUKUMAN BAGI LESBIAN DAN GAY DI MALAYSIA

  • Pasal 377A Kanun Keseksaan (Akta 574):

“Mana-mana orang yang melakukan persetubuhan seks dengan seseorang lain dengan memasukkan zakarnya ke dalam dubur atau mulut seseorang lain itu dikata melakukan persetubuhan yang bertentangan dengan aturan tabii.

31 of 35

HUKUMAN BAGI LESBIAN DAN GAY DI MALAYSIA

  • Pasal 377BKanun Keseksaan (Akta 574):

“Barang siapa dengan sengaja melakukan persetubuhan yang bertentangan dengan aturan tabii hendaklah diseksa dengan penjara selama tempoh yang boleh sampai 20 tahun, dan bolehlah juga dikenakan denda, atau sebat”.

  • Neng Djubaedah: maksud “persetubuhan yang bertentangan dengan aturan adalah persetubuhan menyimpang, seperti homoseksual seperti gay/liwath atau lesbian/musahaqah (Pasal 377A danPasal 377B Kanun Keseksaan (Akta 574)) atau persetubuhan manusia dengan hewan yang ditentukan dalam Pasal 377 Kanun Keseksaan (Akta 574).

32 of 35

LARANGAN DAN HUKUMAN LESBIAN DAN GAY DI NEGERI KELANTAN, NEGARA BAGIAN MALAYSIA

  • SEKARANG (2015) DI KELANTAN TELAH DISAHKAN UNDANG-UNDANG JENAYAH HUDUD SYARIAH, TETAPI belum dapat dilaksanakan karena Negara Malaysia harus mengubah UUD (Perlembagaan Persekutuan) dan Undang-Undang yang menentukan batasan Hukuman yang boleh ditentukan di setiap negara bagian Malaysia (bagi tiap-tiap Negeri-Negeri dan Wilayah-Wilayah Persekutuan), yaitu pejara paling lama 3 (tiga) tahun, denda paling banyak lima ribu ringgit, sebat (cambuk) paling banyak enam kali.
  • Jika UUD Negara Malaysia telah diubah, maka ketentuan jinayah hudud berdasarkan syariah Islam diterapkan di Negeri Kelantan sebagai Negara Bagian Malaysia.
  • Saat ini masih berlaku Enakmen No. 2 Tahun 1985.

33 of 35

LARANGAN DAN HUKUMAN GAY (liwath) DAN LESBIAN (Musahaqah) DI NEGERI KELANTAN, NEGARA BAGIAN MALAYSIA

  • Akan tetapi Enakmen Kanun Jenayah Syariah Negeri Kelantan No. 2 Tahun 1985, Pasal 14: barangsiapa yang melakukan LIWATH (GAY), jika terbukti, dikenakan hukuman:
    1. Denda paling banyak RM5000,00 (lima ribu ringgit) atau
    2. PENJARA tidak melebihi 3 TAHUN atau
    3. kedua-duanya, dan
    4. SEBAT (CAMBUK) 6 KALI.

34 of 35

HUKUMAN BAGI PELAKU LESBIAN / MUSAHAQAH DI NEGERI KELANTAN, �NEGARA BAGIAN MALAYSIA

  • Enakmen Kanun Jenayah Syariah Negeri Kelantan No. 2 Tahun 1985, Pasal 15: barangsiapa yang melakukan Musahaqah (Lesbian), jika terbukti, dikenakan hukuman:
    1. Denda paling banyak RM500,00 (lima ratus ringgit) atau
    2. PENJARA tidak melebihi 4 BULAN atau
    3. kedua-duanya.

35 of 35

ALHAMDULILLAH

WALLAHU ‘ALAM BISHAWAB

WASSALAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUH